PT Itama Ranoraya Tbk Raih Kontrak 111 Juta Jarum Suntik untuk Covid-19


Emiten distribusi peralatan medis PT Itama Ranoraya Tbk. mengumumkan bahwa pihaknya kembali mendapatkan order untuk pengadaan jarum suntik sekali pakai atau Auto Disable Syringe (ADS) dari pemerintah.

Pada Jumat (27/11/2020), perseroan melakukan penandatanganan kontrak Sales and Purchase Agreement (SPA) sebanyak 111 juta pieces jarum suntik jenis ADS.

Direktur Utama Itama Ranoraya (IRRA) Heru Firdausi Syarif mengungkapkan perolehan kontrak penyediaan jarum suntik tersebut merupakan order kedua dari pemerintah.

Sebelumnya, pada kuartal III/2020, perseroan mendapatkan permintaan dari pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebanyak 35 juta pieces jarum suntik dengan ukuran 0,5 ml dan 0,05 ml untuk program vaksin imunisasi.

“Pada 27 November 2020, kami telah melakukan penandatanganan berupa penyediaan 111 juta pieces jarum suntik ADS berukuran 0,5 ml dengan Kementerian Kesehatan. Dan pengadaan tersebut untuk persiapan program vaksin Covid-19 pemerintah,” ungkap Heru dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Minggu (29/11).

Produk alat suntik ADS milik perseroan sudah berstandar World Health Organization (WHO) dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 60 persen.

Produksinya dilakukan oleh PT Oneject Indonesia (Oneject) yang merupakan sister company perseroan. Saat ini, produk alat suntik ADS menjadi produk wajib untuk program vaksin imunisasi termasuk vaksin Covid-19.

WHO mencanangkan 2020 sebagai tahun awal penggunaan alat suntik aman di seluruh dunia. Kebijakan WHO inilah yang menginisiasi Oneject untuk melakukan penambahan kapasitas pada Oktober 2019, sebelum adanya pandemi Covid-19.

Pada Oktober tahun lalu, Oneject mulai membangun pabrik kedua untuk menambah kapasitas produksinya dengan membangun pabrik baru di Cikarang, Bekasi dengan kapasitas 900 juta. Sehingga, total kapasitas produksi menjadi 1,2 miliar jarum suntik sekali pakai dan safety needle per tahun.

Direktur Pemasaran dan Penjualan Itama Ranoraya Hendry Herman mengungkapkan saat ini, penggunaan jarum suntik ADS di Indonesia masih berkisar 20 persen, dengan sebesar 80 persen di antaranya masih berupa syringe konvensional.

Di pasar jarum suntik ADS, IRRA memiliki pangsa pasar mencapai 70 persen. Dengan adanya program WHO tersebut, pertumbuhan penjualan produk jarum suntik ADS diklaim tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga seluruh dunia.

“Tahun ini, terjadi pandemi Covid-19, yang diikuti program vaksin Covid-19 secara global termasuk Indonesia, sehingga pemakaian jarum suntik untuk tahun depan akan meningkat atau terjadi windfall untuk permintaan jarum suntik vaksin Covid-19, dan perlu percepatan produksi untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut,” jelasnya.

Pada semester I/2021, produksi Oneject dapat mencapai 600 juta pieces jarum suntik per tahun dan pada akhir semester II/2021, produksi dapat mencapai 1,2 miliar per tahun.

Target tersebut jauh lebih cepat dibandingkan rencana semula, di mana kapasitas 1,2 miliar per tahun yang direncanakan awalnya akan dicapai pada tahun 2024.

“Ketersediaan jarum suntik dalam program pengadaan vaksin menjadi sesuatu yang sangat penting, untuk itu kami akan siap untuk terus mendukung program tersebut melalui percepatan produksi, dan tidak hanya untuk program vaksin saja namun juga untuk pencegahan dan pengobatan Covid-19 melalui peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi yang kami miliki,” imbuh Heru.


Sumber: BISNIS

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Lakukan MOU dengan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk


PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk dalam hal kerjasama penelitian bidang semen. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pembentukan Indonesia Cement Research Institute (ICRI) dilakukan secara Virtual oleh Direktur Engineering dan Project SIG, Tri Abdisatrijo dengan Direktur Produksi dan Pengembangan Semen Baturaja, Daconi, Kamis (26/11).

Kerjasama dalam ICRI ini meliputi beberapa kegiatan, diantaranya melakukan riset bersama dan bekerjasama dengan lembaga riset lain untuk pengembangan semen, beton, building material serta pengembangan AFR dengan menggunakan fasilitas yang telah dimiliki diantaranya Gedung Pusat Penelitian Semen (PPS) Gresik, Narogong Plant SBI Bogor, Baturaja OKU Sumatera Selatan serta Nathabumi Narogong Bogor.

Direktur Engineering dan Project SIG, Tri Abdisatrijo menyampaikan, pembentukan ICRI ini merupakan implementasi sinergi antara SIG dengan Semen Baturaja dalam upaya meningkatkan riset untuk meningkatkan daya saing dan pangsa pasar produsen semen BUMN.

"Riset dan inovasi di dunia Industri sangat penting. Hal ini dapat meningkatkan produksi secara efektif dan efisien, sehingga dapat menjadi pondasi yang kuat dalam dunia persaingan industri yang semakin ketat. Oleh karena itu penggabungan R&D BUMN klaster semen dengan roadmap yang jelas akan dapat semakin memperkuat daya saing untuk peningkatan kontribusi dalam pembangunan negara", katanya.

Direktur Produksi dan Pengembangan Semen Baturaja, Daconi berharap sinergi yang terjalin ini dapat menghasilkan produk inovatif yang menawarkan value lebih kepada pelanggan. Selain itu melalui kerja sama ini dapat meningkatkan efisiensi dan cost leadership juga menjadikan perusahaan kian menjadi ramah lingkungan.

Sementara itu, Deputi Bidang SDM, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN, Alex Denni mengatakan, pembentukan ICRI ini merupakan sinergi BUMN dan menjadi komitmen kuat untuk pertumbuhan usaha berkelanjutan.

"Saat ini pola industri telah berubah, fenomena beberapa perusahaan besar tumbuh namun tidak memiliki produk. Kementerian BUMN mendukung inovasi yang dilakukan di perusahaan BUMN, jika tidak melakukan inovasi maka perusahaan tersebut akan terjebak," ujarnya.

Lebih lanjut Alex Denni mengungkapkan, di era perubahan yang sangat cepat saat ini, yang dibutuhkan adalah growth mindset. Hal itu menurutnya hanya bisa tumbuh dan berkembang jika dengan learning, research & innovation. "Apa yang kita lakukan hari ini menunjukkan komitmen yang kuat untuk memastikan sustainability terjaga. Innovate or die, kalau tidak melakukan inovasi maka bersiaplah menunggu waktu untuk dikubur. Semoga sinergi antara SIG dan Semen Baturaja ini membuat nilai tambah yang signifikan untuk kedua perusahaan dan Indonesia," jelasnya.(end)


Sumber: IQPLUS

PT Merdeka Copper Gold Tbk Jual Emas 50.183 ons pada Kuartal III/2020


Emiten pertambangan mineral, PT Merdeka Copper Gold Tbk., mencatatkan penjualan emas dari tambang Tujuh Bukit sebesar 50.183 ons pada kuartal III/2020, dengan rata-rata harga jual US$1.910 per troy ounce.

Mengutip laporan kuartalan perseroan di laman resminya, Minggu (29/11/2020), emiten berkode saham MDKA itu juga menjual 221.518 ons perak dari tambang Tujuh Bukit dengan rata-rata harga jual US$24 per ons. Perseroan mengestimasi pendapatan dari segmen emas dan perak sebesar US$101 juta pada kuartal III/2020.

Selanjutnya, sepanjang Juli-September 2020, MDKA melakukan aksi lindung nilai untuk emas sebanyak 19.956 oz dengan harga kesepakatan US$1.448 per ons.

Sementara itu, harga emas ditutup di posisi US$1.917 per ons pada kuartal III/2020. Hal ini membuat perseroan mengestimasi adanya kerugian bersih pada lindung nilai untuk kuartal III/2020 sebesar US$9,4 juta.

Adapun dari tambang Wetar, MDKA telah menjual tembaga sebanyak 916 ton dengan harga rata-rata US$6.339 per ton. Sehingga, estimasi pendapatan dari segmen tembaga sebesar US$5,8 juta pada kuartal III/2020.

Dengan demikian, secara keseluruhan MDKA mengestimasi pendapatan pada kuartal III/2020 sebesar US$106,8 juta.

Sementara itu, hingga saat ini, perseroan belum melaporkan laporan keuangan untuk kuartal III/2020. Manajemen Merdeka Copper Gold menyampaikan bahwa laporan keuangan konsolidasi perseroan periode 30 September 2020 sedang dalam proses audit oleh kantor akuntan publik.

Sesuai dengan peraturan Bursa tentang kewajiban penyampaian informasi, periode pengiriman laporan keuangan yang diaudit oleh akuntan publik dapat dilakukan selambatnya-lambatnya 3 bulan setelah tanggal laporan keuangan interim dimaksud.

“Sehubungan dengan hal itu, kami sampaikan bahwa laporan keuangan konsolidasian periode 30 September 2020 akan kami kirimkan kepada Bursa selambat-lambatnya sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tulis Sekretaris Perusahaan Merdeka Copper Gold Adi Adriansyah Sjoekri seperti dikutip dari keterbukaan informasinya, Minggu (29/11).

Di sisi lain, pada kuartal III/2020, MDKA telah memproduksi emas dari tambang Tujuh Bukit sebanyak 42.997 ons dengan dengan biaya pendukung atau all-in sustaining cost (AISC) sebesar US$561 per ons dan biaya produksi sebesar US$315 per ons.

Sepanjang 9 bulan pertama tahun ini, perseroan telah memproduksi emas sebanyak 151.820 ons dengan AISC sebesar US$626 per ons dan biaya produksi sebesar US$395 per ons.

Adapun, telah terjadi peristiwa tidak terduga pada salah satu proyek di tambang Tujuh Bukit pada Sabtu (12/9), yaitu ditemukannya keretakan pada heap leach pad.

Akibat hal itu, MDKA pun mengekspektasikan total produksi emas sepanjang 2020 berubah menjadi di kisaran 154.000-160.000 ons emas seiring dengan terganggunya produksi dari tambang itu.

Padahal berdasarkan catatan Bisnis, sebelumnya MDKA berencana menaikkan panduan produksi menjadi sebesar 175.000-195.000 ounces pada tahun ini, dari panduan sebelumnya sebesar 165.000-185.000 ounces.

“Klaim asuransi untuk kerusakan material dan gangguan bisnis telah diajukan ke perusahaan asuransi perusahaan. Diskusi sedang berlangsung untuk mengonfirmasi penerimaan klaim dan perusahaan berharap dapat mencapai kesimpulan tentang hal ini pada kuartal IV/2020,” tulis manajemen Merdeka Copper Gold dikutip dari laporan kuartalannya, Minggu (29/11).

Dari tambang Wetar, perseroan telah memproduksi tembaga sebanyak 1.434 ton dengan AISC US$4,14 per pon pada kuartal III/2020. Dengan demikian, sepanjang Januari-September 2020, MDKA telah memproduksi 4.360 ton dengan AISC sebesar US$4,27 per pon.

Manajemen Merdeka Copper Gold menjelaskan perseroan tengah melakukan tinjauan strategis tambang Wetar untuk integrasi dengan proyek AIM yang tengah dilakukan perseroan. Hal inilah yang mengakibatkan tertundanya produksi tembaga karena penambangan telah bergeser dari tambang Lerokis ke tambang Partolang yang baru.

“Sebagai bagian dari strategi grup untuk meningkatkan produksi tembaga, pengembangan tambang terbuka Partolang terus dilanjutkan dengan operasi yang telah dimulai pada Oktober 2020, dan mengarah pada peningkatan produksi tembaga pada 2021,” tulis manajemen Merdeka Copper Gold.


Sumber: BISNIS

PT Perusahaan Gas Negara Tbk Alami Penunan Laba Bersih


PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) membukukan laba bersih sebesar USD53,25 juta di periode Januari-September 2020. Meski demikian, laba ini mengalami penurunan sebesar 58,91 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD129,1 juta.

Dalam laporan keuangannya, Manajemen PGAS menyempaikan bahwa pendapatan perusahaan pada akhir kuartal III tahun 2020 tercatat sebesar USD2,15 miliar atau turun 23,47 persen dibanding periode yang sama tahun 2019, yang tercatat sebesar USD2,81 miliar.

Adapun beban pokok pendapatan tercatat sebesar USD 1,463 miliar atau turun 23,96 persen dibanding akhir kuartal III 2019, yang tercatat sebesar USD1,924 miliar. Dengan begitu, laba kotor PGAS pada akhir kuartal III 2020 sebesar USD687,9 juta, atau turun 22,46 persen dibandingkan dengan akhir kuartal III 2019, yang mencatat laba usaha sebesar USD886,9 juta.

Selain itu, pada sisi ekuitas tercatat senilai USD3,241 miliar atau tumbuh 0,21 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar USD3,234 juta. Untuk aset perseroan tercatat senilai USD7,5 miliar atau turun 2,73 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat senilai USD7,3 miliar. Sementara arus kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar USD376,36 juta, atau merosot 56,63 persen dibandingkan akhir III 2019, yang tercatat sebesar USD867,31 juta. (end)

Sumber: IQPLUS

PT Pakuwon Jati Tbk Akuisisi Hartono Mall di Solo dan Yogyakarta


Emiten properti yang terkenal dengan portofolio malnya, seperti Kota Kasablanka dan Gandaria City, PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) mengakuisisi dua mal milik Grup Duniatex, yakni Hartono Mall di Solo dan Yogyakarta.

Hartono Lifestyle Mall Solo di Solo Baru, Sukoharjo, resmi berganti pemilik setelah adanya pengalihan kepemilikan dari PT Delta Merlin Dunia Properti kepada PT Pakuwon Permai.

Alih lahan dan bangunan ini resmi diteken pada Rabu (25/11/2020). Tak hanya Hartono Lifestyle Mall Solo yang berganti pemilik, tetapi juga Hartono Lifestyle Mall Yogyakarta.

Marketing Communication Hartono Lifestyle Mall Solo, Elfizia Carina, membenarkan pergantian pemilik dua mal besar di Soloraya dan Jogja tersebut.

“Iya, betul. Resminya baru dua hari ini. Jadi kami masih masa transisi sehingga dalam tahap adaptasi dulu,” ujar dia, kepada Solopos.com, Sabtu (28/11/2020).

Perempuan yang akrab disapa Fia ini menjelaskan peralihan kepemilikan ini dimungkinkan bakal mengubah konsep pusat perbelanjaan tersebut. Namun demikian, perubahan seperti apa ke depannya, pihaknya belum tahu. Hal ini termasuk soal perubahan nama.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Solopos.com, PT Delta Merlin Dunia Properti mengumumkan kepada para penyewa atau mitra mereka terkait pengalihan kepemilikan Hartono Lifestyle Mall Solo dan Jogja kepada PT Pakuwon Permai tertanggal 25 November 2020. Surat tersebut ditandatangani langsung oleh Direktur PT Delta Merlin Dunia Properti, Tan Sauw Hwa.

PT Delta Merlin (Duniatex) berawal dari perusahaan tekstil kemudian melebarkan sayap ke dunia properti yang didirikan Sugeng Hartono. Anak perusahaan ini antara lain PT Delta Merlin Dunia Properti.

PT Delta Merlin memiliki beberapa hotel di berbagai daerah di Indonesia. Antara lain, Best Western Premier Solo Baru, Noorman Hotel Semarang, Fave Hotel Solo. Kemudian The Alana Hotel Solo, Hartono Trade Center, Marriot Yogyakarta, De Salvatore Art & Boutique Yogyakarta, De Rivier Hotel Jakarta Barat, dan Wisma Hartono Yogyakarta.

“Pasti perubahannya ke arah lebih baik. Kalau soal personel seperti staf juga masih sama,” jelas Fia.

Sementara itu, pandemi Covid-19 yang memberikan tekanan terhadap sektor pusat perbelanjaan atau mal tidak membuat PT Pakuwon Jati Tbk., menunda penyelesaian beberapa proyek strategisnya, termasuk mal.

Emiten berkode saham PWON itu meresmikan Pakuwon City Mall pada 20 November 2020, yang merupakan perluasan sekaligus re-branding dari East Coast Mall yang sudah beroperasI sejak Oktober 2010 di Pakuwon City Surabaya.

Peresmian mal itu pun semakin memperkuat daftar portofolio recurring income perseroan. Selain itu, peresmian mal itu menjadikan perseroan memiliki satu lagi pengembangan berskala superblok di kawasan Pakuwon City township.

Direktur Pakuwon Jati Minarto mengatakan bahwa dengan beroperasionalnya Pakuwon City Mall ini, maka jumlah total net lettable area (NLA) retail mal di bawah portofolio PT Pakuwon Jati akan menjadi 663.000 meter persegi.

“Total nilai konstruksi di luar tanah Pakuwon City Mall dan Tower Amor sebesar Rp752 miliar,” ujar Minarto seperti dikutip dari keterangan resminya, Jumat (20/11/2020).

Adapun, Pakuwon City Mall akan memiliki internal catchment yang kuat dengan tiga tower apartemen tepat di atas mal dan total unit tersedia hingga 3.100. Ketiga tower apartemen di atas Pakuwon City Mall, yaitu Tower Amor, Tower Bella, dan satu apartemen yang masih dalam tahap perencanaan untuk diluncurkan pada 2022, disebut telah mendapatkan respon positif dari pasar.


Sumber: BISNIS

PT Indofood Sukses Makmur Tbk Alami Peningkatan Kinerja Saat Pandemi


Emiten Grup Salim, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) membukukan peningkatan kinerja meski masa pandemi Covid-19.

Per September 2020, Indofood membukukan kenaikan penjualan neto konsolidasi sebesar 2 persen menjadi Rp58,78 triliun dibandingkan Rp57,85 triliun tahun lalu per September 2019.

Laba usaha naik 21 persen menjadi Rp8,63 triliun dari Rp7,15 triliun, dan marjin laba usaha meningkat menjadi 14,7 persen dari sebelumnya 12,4 persen.

"Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 6 persen menjadi Rp3,75 triliun dari Rp3,53 triliun," papar Anthoni Salim, Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood, dalam keterangan resmi, Senin (30/11/2020).

Marjin laba bersih Indofood pun naik menjadi 6,4 persen dari 6,1 persen. Core profit atau laba inti meningkat 26 persen menjadi Rp4,34 triliun dari Rp3,44 triliun.

Anthoni Salim mengatakan di tengah-tengah tantangan global yang terus berlanjut, ketangguhan model bisnis Indofood dapat menjaga konsistensi pertumbuhan dan peningkatan kinerja di periode sembilan bulan tahun 2020 ini.

"Kami akan selalu melayani para pelanggan serta berupaya untuk memberikan yang lebih baik, dengan tetap mengedepankan kesehatan para karyawan kami secara konsisten," imbuhnya.

Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Indofood memperoleh manfaat dari skala ekonomis serta ketangguhan model bisnisnya yang terdiri dari empat Kelompok Usaha Strategis (”Grup”) yang saling melengkapi.

Pertama, produk konsumen bermerek (CBP). Dengan didukung oleh kekuatan merek-merek produknya, Grup CBP memproduksi beragam produk

konsumen bermerek antara lain mi instan, produk dairy, makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi dan makanan khusus, dan minuman.

Kedua, Bogasari. Grup ini memiliki kegiatan usaha utama memproduksi tepung terigu dan pasta, didukung oleh unit usaha perkapalan dan kemasan.

Ketiga, agribisnis. Kegiatan usaha utama Grup Agribisnis meliputi penelitian dan pengembangan, pemuliaan benih bibit, pembudidayaan dan pengolahan kelapa sawit hingga produksi dan pemasaran produk minyak goreng, margarin dan shortening.

Di samping itu, kegiatan usaha Grup ini juga mencakup pembudidayaan dan pengolahan karet dan tebu serta tanaman lainnya.

Keempat, distribusi. Dengan jaringan distribusi yang paling luas di Indonesia, Grup ini mendistribusikan sebagian besar produk konsumen Indofood dan anak-anak perusahaannya, serta berbagai produk pihak ketiga.

Sumber: BISNIS

Bank Bukopin Tbk Bayar Bungan ke 15 Obligasi Subordinasi II Tahap II Tahun 2017



Bank Bukopin Tbk (BBKP) menyatakan telah membayar Bunga ke 15 Obligasi Subordinasi II Tahap II Tahun 2017 pada tanggal 30 November 2020.

Menurut keterangan tertulis Meliawati Sekretaris Perusahaan Jumat mengatakan bahwa pada tanggal 27 November 2020 Perseroan telah membayar nominal kupon obligasi kepada PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebesar Rp38,6 miliar dengan nilai Pokok Rp1,4 Triliun dan bunga 11 persen.

Meliawati menambahkan "KSEI akan membayarkan kepada pemegang obligasi subordinasi berkelanjutan II tahap II tahun 2017 pada hari senin 30 November 2020", pungkasnya. (end)

Sumber: IQPLUS

Rekomendasi Saham BSDE, IRRA dan JSMR oleh Mirae Asset Sekuritas | 30 November 2020


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

November 30, 2020

(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 5,783.33(+0.41%), test resistance at 5,818, trading range 5,756 – 5,818. Indikator MFI optimized sudah berada di overbought area namun indikator W%R optimized masih bergerak naik. Pada periode  weekly terlihat Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized cenderung naik terbatas.Daily support di 5,756 dan daily resistance di 5,818. Cut loss level di 5,640.

BSDE Daily, 1,070 (+1.42%) trading buy, trading range 1,040 – 1,090. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized mulai bergerak naik. Daily support di 1,040 dan daily resistance di  1,090. Cut loss level di  1,030.

IRRA Daily, 860 (+2.99%), trading buy,  trading range 840 – 870. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung naik. Daily support  di  840 dan daily resistance di 870 sebelum lanjut ke 920. Cut loss level di 810.

JSMR Daily, 4,400 (+0.46%), trading buy,, trading range 4,320 – 4,450. indikator MFI optimized mulai terbatas dan indikator RSI optimized masih cenderung naik. Perkiraan daily support di 4,320 dan daily resistance terdekat di 4,450. Cut loss level di 4,230

Rekomendasi Saham GIAA, SMGR dan TINS oleh Indopremier | 30 November 2020


IHSG (5.745 – 5.825) :  indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak melanjutkan penguatannya penguatannya. Target kenaikan indeks pada level 5.825 kemudian 5.865 dengan support di level 5.745 dan 5.705.

GIAA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 408 kemudian 422 dengan support di level 380 cut loss jika break 366

SMGR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 12.125 kemudian 12.325 dengan support di level 11.725 cut loss jika break 11.525.

TINS (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.150 kemudian 1.175 dengan support di level 1.100 cut loss jika break 1.075.

XIIF (Buy) : Target kenaikan harga pada level 572 kemudian 578 dengan support di level 560 cut loss jika break 554.

XISC (Buy) : Target kenaikan harga pada level 700 kemudian 713 dengan support di level 674 cut loss jika break 661.

XISI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 320 kemudian 324 dengan support di level 312 cut loss jika break 308.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9sx0

Analisa Saham UNVR | 30 November 2020


Analisa Saham UNVR

Saham UNVR pada tanggal 27 November 2020 ditutup stabil pada harga 7750. Hal ini disertai dengan peningkatan volume, yaitu 189% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area oversold dengan kecenderungan bearish. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Rekomendasi Saham:

Beli jika di atas 7800

Jika naik di atas 7900 maka berpeluang ke 8200-8400

Jika turun di bawah 7725 maka berpeluang ke 7600

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:

Pola Chart Pattern Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc

Pola Candlestick Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB

Indikator Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk

Dasar-dasar Investasi Saham :

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xjIEXYMlU_5iB69MK04svld


https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Analisa Saham SMGR | 30 November 2020


Analisa Saham SMGR

Saham SMGR pada tanggal 27 November 2020 ditutup stabil pada harga 11925. Hal ini disertai dengan penigkatan volume, yaitu 189% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area overbought dengan kecenderungan bearish. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Rekomendasi Saham:

Beli jika di atas 12000

Jika naik di atas 12200 maka berpeluang ke 13500

Jika turun di bawah 11675 maka berpeluang ke 10775

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:

Pola Chart Pattern Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc

Pola Candlestick Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB

Indikator Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk

Dasar-dasar Investasi Saham :

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xjIEXYMlU_5iB69MK04svld


https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Analisa Saham PTPP, ANTM dan TOWR | 30 November 2020

1. PT Pembangunan Perumahan Tbk, (PTPP)


PTPP breakout resistance berpotensi menguji resistance berikutnya. Entry Level, target harga, dan stop loss ditingkatkan. Analis menyarankan masuk saham ini di harga Rp 1.370 hingga Rp 1.410. Stop loss di Rp 1.350. Target harga PTPP dipatok di Rp 1.500 hingga Rp 1.550


2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)


ANTM mengalami koreksi dan kembali bergerak ke rentang tren konsolidasi. Investor disarankan masuk saham ini di harga Rp 1.180 hingga Rp 1.210. Stop loss di Rp 1.150. Target harga ANTM berada di Rp 1.260 hingga Rp 1.300


3. PT Sarana Menara Nusantara Tbk  (TOWR)


TOWR candlestick membentuk longwhite body dengan stochastic yang membentuk goldencross mengindikasikan potensi penguatan. Uji resistance terdekat. Investor disarankan masuk di harga Rp 1.070 hingga Rp 1.090. Stop loss di harga Rp 1.050. Target harga TOWR berada di Rp 1.150 hingga Rp 1.200. 


Artha Sekuritas Indonesia 

Dennies Chrisoper Jordan

Rekomendasi Saham TKIM, EXCL, JSMR dan HMSP oleh MNC Sekuritas | 30 November 2020


MNC Daily Scope Wave

30 November 2020


IHSG kembali ditutup menguat 0,4% ke level 5,783 pada perdagangan di akhir pekan kemarin (27/11). Kami perkirakan terjadi ekstensi pada wave v dari wave (v) dari wave [iii], hal tersebut berarti IHSG akan berpeluang untuk melanjutkan penguatannya. Adapun rentang penguatan IHSG diperkirakan berada pada 5,820-5,900. Namun demikian, kami tetap mengingatkan bahwa penguatan IHSG ini sudah berada di akhir dari wave v dari (v) dari wave [iii], jadi IHSG akan rentan terkoreksi untuk membentuk wave [iv] dengan rentang 5,500-5,650.

Support: 5,715, 5,520

Resistance: 5,840, 5,960


TKIM - Buy on Weakness (7,475)

Pada perdagangan Jumat kemarin (27/11), TKIM ditutup menguat 1,7% ke level 7,475. Saat ini pergerakan TKIM kami perkirakan sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave 5. Hal tersebut berarti, TKIM masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya kembali.

Buy on Weakness: 7,250-7,400

Target Price: 7,775, 8,000

Stoploss: below 7,075


EXCL - Buy on Weakness (2,530)

Menutup pekan kemarin (27/11), EXCL ditutup terkoreksi 0,4% ke level 2,530. Selama EXCL belum mampu menembus 2,600, maka saat ini EXCL sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 3 dari wave (C). Hal tersebut berarti, EXCL masih rentan koreksi dahulu dan koreksi ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan buy on weakness.

Buy on Weakness: 2,350-2,500

Target Price: 2,600, 2,800

Stoploss: below 2,290


JSMR - Sell on Strength (4,400)

Jumat kemarin (27/11), JSMR ditutup menguat 0,5% ke level 4,400. Selama JSMR belum mampu menembus resistance 4,640, maka pergerakan JSMR akan cenderung terkoreksi untuk membentuk wave [iv] dari wave 3 dari wave (C). Adapun level koreksi JSMR berada pada rentang 4,000-4,200, level koreksi tersebut dapat dijadikan sebagai level buyback.

Sell on Strength: 4,500-4,550


HMSP - Sell on Strength (1,600)

HMSP ditutup menguat 0,9% ke level 1,600 pada perdagangan Jumat kemarin (27/11). Kami perkirakan saat ini HMSP sedang berada di akhir wave [i] dari wave 3, hal tersebut berarti penguatan HMSP akan cenderung terbatas dan rentan terkoreksi untuk membentuk wave [ii] dari wave 3. Adapun level koreksi HMSP berada pada rentang 1,480-1,560, level koreksi tersebut dapat dijadikan level buyback.

Sell on Strength: 1,600-1,640


Disclaimer On


Update Harga Komoditas dan Indeks | 30 November 2020


S&P 500 closes at another record Friday, gains 2% on week

Stocks rose on Friday as traders wrapped up a strong week amid decreasing political uncertainty and positive vaccine news.


Dow........29910   +37.9      +0.13%

Nasdaq..12206   +111.4    +0.92%

S&P 500..3638     +8.7        +0.24%

 

FTSE...... .6368    +4.7         +0.07%

Dax........13336    +49.1       +0.37%

CAC........5598     +31.4       +0.56%


Nikkei....26645   +107.4    +0.40%

HSI.........26895   +75.2      +0.28%

Shanghai .3408   +38.6     +1.14%

ST Times..2856   -1.7         -0.06%


IDX....5783.34  +22.42       +0.41%

LQ45...920.11   -0.67          -0.07%


JAKMIND.......997.32   -11.72    -1.16%

JAKCONS....1888.60   +14.28   +0.76%

JAKTRADE....697.35    +6.89     +1.00%

JAKBIND........892.08    -3.31      -0.37%

JAKAGRI....1288.61   +57.29   +4.65%

JAKFIN.....  ..1302.22    -4.93      -0.38%

JAKPROP.....378.50    +9.88     +2.68%

JAKINFR.......994.70     +7.52     +0.76%

JAKMANU....1316.05   +1.24     +0.09%    

JAKMINE....1677.46   +40.46  +2.47%

 

Indo10Yr...6.4557  +0.0096  +0.15%

ICBI......308.7513   -0.0991   -0.03%

US10Yr......0.8420  -0.0360   -4.10%

VIX............20.84   -0.41        -1.93%

  

USDIndx .....91.7900  -0.2390    -0.26%

Como Indx....160.97  +0.59       +0.36%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN.......131.56  +2.46        +1.91%



IndoCDS.....72.507   -0.017    -0.02%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14090.00      -10          -0.07%

Jisdor....14145       +15          +0.11%



Euro.........1.1963   +0.0050    +0.42%


TLKM......24.32    +1.34       +5.97%

(3440)

EIDO..........22.68   +0.37       +1.66%

EEM...........50.40   +0.47       +0.95%


Oil..........45.53         +0.62        +1.38%

Gold ....1814.20     -17.70      -0.98%

Timah...18935.00   +145.00   +0.77%

Nickel...16422.50   +142.50    +0.88%

 

Coal price.....69.55   -0.45     -0.64%

(Des/Newcastle) 

Coal price.....69.30   -0.65     -0.92%

(Jan/Newcastle)

Coal price...59.55   +0.70    +1.18%

(Des/Rotterdam) 

Coal price...60.00   +0.70     +1.18%

(Jan/ Rotterdam)

 

CPO(Jan)...3403    +108     +3.28%‼️

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn............433.75  +6.25    +1.46%

SoybeanOil...38.43  +0.57    +1.51%

Wheat........ 606.00  +9.50    +1.59%


Wood pulp. 3562.50 unch    +0%


( DE/ Phintraco(AT)  30-11-20)

Memilih Broker Forex untuk Day Trading | Ada 7 Pertimbangan Penting


Saat Anda ingin melakukan Day Trading (Perdagangan Harian), Anda akan menggunakan broker yang akan mengeksekusi perdagangan di pasar. Memilih Broker yang tepat adalah keputusan investasi yang penting. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih :

Kecepatan eksekusi - Karena tingginya jumlah perdagangan yang mungkin Anda lakukan dalam sehari, kecepatan eksekusi penting - seperti mendapatkan harga yang Anda butuhkan, saat Anda membutuhkannya.

Biaya - Semakin rendah biaya dan tingkat komisi, perdagangan harian lebih layak. Pedagang aktif akan sering berdagang - meminimalkan biaya perdagangan ini sangat penting.

Kepatuhan regulasi - Pastikan broker Anda teregulasi. Mereka akan secara hukum berkewajiban melindungi kepentingan finansial Anda.

Dukungan - Apa pun strategi perdagangan harian Anda, Anda mungkin memerlukan bantuan di beberapa titik, jadi carilah broker online dengan waktu respons cepat dan dukungan pelanggan yang kuat.

Spreads, Leverage & Margin - Sebagai day trader Anda menginginkan spread yang kompetitif - Anda mungkin juga menginginkan level leverage tertentu dan margin rendah.

Platform Trading - Apakah sesuai dengan kebutuhan Anda? Dari stop loss hingga limit order dan pembuatan grafik lanjutan, platform perdagangan perlu memberikan alat dan fitur yang Anda inginkan.

Aset dan Pasar - Seorang pedagang valas ingin memperdagangkan aset yang berbeda. Broker melayani pasar yang berbeda-beda sehingga Anda perlu tahu bahwa Anda dapat memperdagangkan pasangan mata uang atau saham dan ekuitas yang benar.

Lakukan riset terlebih dahulu terkait hal-hal di atas. Hal itu akan membantu menentukan apakah calon broker Anda sesuai dengan gaya perdagangan jangka pendek Anda atau tidak.

PT Super Energy Tbk Diakuisisi Tokyo Gas 33,4 sahamnya


Sebanyak 33,4 persen saham PT Super Energy Tbk. diakuisisi oleh perusahaan gas asal Jepang Tokyo Gas Gas Co., Ltd. melalui entitas usahanya Tokyo Gas Asia Pte. Ltd.

Mengutip keterangan emiten berkode saham SURE di laman resminya pada Kamis (26/11/2020), Tokyo Gas Asia telah mengakuisisi 33,4 persen atau setara dengan 500,19 juta saham. Adapun, transaksi itu dilakukan pada 25 November 2020.

Manajemen Super Energy menjelaskan bahwa transaksi akuisisi oleh perusahaan gas Jepang tersebut tidak berdampak pada perubahan komposisi pemegang saham pengendali.

“Pemegang Saham Pengendali tetap dipegang oleh PT Super Capital Indonesia,” tulis Manajemen Super Energy seperti dikutip dari keterangan resminya, Kamis (26/11/2020).

Dengan demikian, komposisi pemegang saham perseroan per 25 November 2020 adalah PT Super Capital Indonesia sebesar 64,1 persen, Tokyo Gas Asia Pte. Ltd sebesar 33,4 persen, dan publik sebesar 2,5 persen.

Di sisi lain, Manajemen Tokyo Gas Asia menjelaskan bahwa akuisisi itu sejalan dengan visi Tokyo Gas Group, yaitu Compass 2030 yang memperluas dan melakukan diversifikasi bisnis global serta merealisasikan lingkungan bersih emisi CO2.

Hal itu seiring dengan Super Energy berencana untuk mengejar pengurangan emisi CO2 di Indonesia dengan meningkatkan pemanfaatan gas yang tidak terpakai dan mendorong konsumen industri yang selama ini mengkonsumsi bahan bakar fosil dengan kadar emisi Co2 untuk beralih ke gas alam.

“Kami akan memanfaatkan teknologi dan keahlian kami dalam rantai nilai LNG domestik untuk mendukung Super Energy dan memfasilitasi penetrasi energi bersih di Indonesia,” tulis Manajemen Tokyo Gas Asia dalam keterangan resminya, Kamis (26/11/2020).

Adapun, sebelumnya Tokyo Gas Asia juga telah mengakuisisi 18,5 persen saham seri A baru yang diterbitkan oleh salah satu anak usaha SURE, PT Energy Mina Abadi (EMA). EMA telah menerbitkan 158,5 juta saham seri A dengan nilai nominal Rp3.191 per saham sehingga transaksi itu senilai Rp505,89 miliar.

Manajemen Super Energy mengatakan bahwa masuknya Tokyo Gas Asia pada PT EMA akan memberikan dampak yang positif bagi perseroan dan bagi PT EMA khususnya karena memberikan tambahan dana segar.

“[transaksi itu] sekaligus memperbesar dan memperkuat ekuitas PT EMA untuk dapat menyelesaikan proyek-proyek pengembangan usaha PT EMA dan secara tidak langsung juga pada usaha Perseroan di masa yang akan datang,” jelas manajemen Super Energy.


Sumber: BISNIS

Emiten Batubara Ekspansi pada Proyek Gasifikasi


Emiten pertambangan batu bara melirik proyek gasifikasi sebagai salah satu strategi ekspansi di sisi hilir. Ekspansi ini dinilai akan menguntungkan emiten dalam jangka panjang.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat setidaknya terdapat empat proyek gasifikasi batu bara yang akan dikembangkan, yaitu oleh PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia yang merupakan dua anak usaha PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), lalu PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), dan entitas usaha PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) yaitu PT Adaro Indonesia.

Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Apollonius Andwie C. mengatakan bahwa perseroan dijadwalkan melakukan penandatanganan kontrak kerja sama terkait proyek gasifikasi bersama dengan Air Product dan Pertamina pada akhir November 2020.

Kerja sama itu akan membangun pabrik gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) yang berlokasi di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Konstruksi proyek ditargetkan mulai pada semester I/2021 dan beroperasi secara komersial pada kuartal II/2024.

Adapun, total investasi proyek itu mencapai US$2,1 miliar yang akan ditanggung sepenuhnya oleh Air Product. Adapun. PTBA menjadi pemasok kebutuhan batu bara dan Pertamina akan bertindak sebagai pembeli produk DME. Dengan demikian, PTBA tidak akan menanggung beban risiko finansial dan konstruksi. 

“Dampak langsung proyek itu ke kinerja perseroan adalah peningkatan penjualan batu bara di mulut tambang sebesar 6 juta ton per tahun dan pemanfaatan batubara kalori rendah yang tidak ekonomis jika dijual di pelabuhan,” ujar Apollo kepada Bisnis, Kamis (26/11/2020).

Selain itu, PTBA pun mengestimasikan lini bisnis penghiliran akan berkontribusi sekitar 30-40 persen terhadap total pendapatan perseroan pada 2024-2025.

Di sisi lain, Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan bahwa perseroan akan ikut berkontribusi terhadap proyek gasifikasi batu bara ke methanol melalui anak usahanya PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang ditargetkan beroperasi secara komersial antara 2023 atau 2024.

Nantinya, KPC akan bertindak sebagai pemasok batu bara sekitar 6 juta ton per tahun dari proyek kerja sama antara Bakrie Capital Indonesia, Air Products and Chemicals Inc, dan PT Ithaca Resources senilai US$2 miliar.

“Sementara proyek gasifikasi oleh anak usaha Arutmin masih dalam tahap studi yang kemungkinan akan segera masuk ke tahap feasibility dan indicative commissioning proyek sekitar 2025,” ujar Srivastava kepada Bisnis, Kamis (26/11/2020).

Srivastava menjelaskan bahwa Arutmin nantinya kemungkinan juga akan berperan sebagai pemasok batu bara. Kedua proyek itu pun diharapkan dapat meningkatkan kinerja BUMI ke depannya.

Sementara itu, Head of Corporate Communication Division Adaro Energy Febriati Nadira mengaku bahwa perseroan telah melakukan berbagai studi dari sisi teknologi dan menyimpulkan bahwa produksi methanol berbasis gasifikasi batu bara cocok untuk dikembangkan.

“Saat ini, kami tengah mempertimbangkan berbagai aspek antara lain kepastian pasar dari segi volume dan harga,” ujar Febriati kepada Bisnis, Selasa (24/11/2020).

Secara terpisah, Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Adaro Energy Garibaldi Thohir juga sempat mengatakan bahwa ke depan perseroan akan lebih proaktif untuk melakukan inisiatif terkait ekspansi di penghiliran batu bara.

“Teknologinya sudah proven, apakah coal to methanol, coal to DME, atau coal to gas, nanti kami pilah lagi, mana yang sesuai dengan bisnis model kami, dan yang bisa sinergi dengan Adaro, nanti kami akan lakukan,” ujar Garibaldi belum lama ini.

Dia juga mengaku telah melakukan studi dan penjajakan dengan beberapa perusahaan, termasuk pihak asing, yang memiliki teknologi di bidang penghiliran batu bara.

Adapun, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif menuturkan bahwa Adaro Indonesia tengah mengembangkan proyek coal to methanol di Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Proyek itu ditargetkan rampung pada 2027 dengan produksi 660.000 ton methanol per tahun dan akan menyerap 1,3 juta ton batu bara per tahun.

"Status saat ini finalisasi kajian," ujar Arifin dalam rapat kerja dengan Komisi VII, Senin (23/11/2020).


Semakin Ramai


Selain itu, Arifin juga mengatakan terdapat proyek underground coal gasification yang dikerjakan oleh PT Kideco Jaya Agung, anak usaha PT Indika Energy Tbk. (INDY) di Kalimantan Timur.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Dessy Lapagu mengatakan bahwa bisnis penghiliran tentunya akan menjadi nilai tambah yang baik bagi produsen batu bara dan sebagai alternatif penyaluran pasokan batu bara.

“Terlebih dengan potensi insentif dari Pemerintah, maka dalam jangka panjang kami melihat akan lebih banyak lagi produsen yang masuk ke proyek gasifikasi atau downstream lain,” ujar Dessy kepada Bisnis, Kamis (26/11/2020). 

Untuk diketahui, dalam Omnibus Law Undang- Undang Cipta Kerja yang belum lama ini disahkan, terdapat aturan pengenaan royalti sebesar 0 persen bagi pelaku usaha yang melakukan peningkatan nilai tambah batu bara.

Adapun, Dessy memilih PTBA sebagai top picks saham pertambangan dengan target price di Rp2.570.

Di lantai bursa, saham pertambangan pun tengah menguat tajam dalam sepekan ini. Pada penutupan perdagangan Kamis (26/11/2020) BUMI parkir di level Rp76, naik 5,56 persen, sedangkan dalam sepekan terakhir saham naik 52 persen.

ADRO juga menguat 4,62 persen dan parkir di level Rp1.360 pada penutupan perdagangan kali ini. Dalam sepekan terakhir saham naik 9,68 persen. Tidak kalah, PTBA juga 3,51 persen dan berlabuh di level Rp2.360. Sepanjang pekan ini saham telah menguat 5,83 persen.


Sumber: BISNIS

Iklan Sepi, Berikut Ulasan Saham Sektor Media


Emiten Grup Media saat ini sedang berusaha survive di tengah pandemi virus corona (Covid-19) yang hampir setahun menjangkiti hingga seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Berbagai cara agar perusahaan-perusahaan media tersebut bisa selamat di masa pandemi ini, dengan salah satunya mengenjot iklan agar kinerja bisnisnya tidak terlalu berdampak.

Sejalan dengan cara perusahaan media tersebut, menurut riset dari Panin Sekuritas, emiten sektor barang konsumsi (consumer goods) masih mencatatkan porsi belanja iklan terhadap pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata historis.

Sebagai informasi, porsi belanja iklan terhadap pendapatan dari emiten consumer goods secara rata-rata 5 tahun terakhir, berada di level 6,1%, sedangkan untuk tahun 2019 sendiri, rata-rata porsi belanja iklan terhadap pendapatan sepanjang tahun tersebut berada di kisaran 6,8%.

"Memasuki tahun 2020, porsi belanja iklan terhadap total pendapatan relatif masih meningkat dimana di 3Q20 berada di level 7,7%. Hal ini menjadi sentimen positif bagi emiten-emiten di sektor media, seiring dengan kontribusi belanja iklan dari FMCG yang masih cukup tinggi (sekitar 60%-70%) terhadap total pendapatan iklan emiten media" tulis riset Panin Sekuritas, yang dipublikasikan awal pekan ini.

Walaupun begitu, porsi pendapatan perusahaan media dari iklan rata-rata berkurang jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sebelumnya, Perusahaan media milik taipan Hary Tanoesoedibjo, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) sepanjang tahun ini hingga akhir September 2020 lalu mencatatkan penurunan laba bersih 17,50%.

Hal ini karena koreksi pendapatan dari iklan yang menjadi mayoritas penyumbang pendapatan perusahaan. Di pos iklan non digital turun menjadi Rp 4,84 triliun dari Rp 5,53 triliun.

Iklan digital naik tipis menjadi Rp 675,94 miliar dari Rp 502,99 miliar. Namun tak bisa mengkompensasi penurunan iklan non digital tersebut.

Dari pos konten juga turun kontribusinya menjadi Rp 1,09 triliun dari periode sembilan bulan pertama tahun lalu yang senilai Rp 1,29 triliun.

Dari kasus turunnya porsi iklan di MNC tersebut yang membuat pendapatan perusahaan turun karena kemungkinan faktor dari acara televisi yang disiarkan secara langsung dengan melibatkan banyak penonton juga dikurangi pada masa pandemi, apalagi larangan bagi stasiun televisi untuk mengundang penonton secara langsung juga membuat perusahaan media sangat terpukul, sehingga jika tidak ada penonton yang dihadirkan, maka iklan menjadi 'seret'.

Hal lainnya yang membuat pendapatan dari iklan semakin turun adalah karena porsi belanja iklan dari emiten sektor lainnya, terutama di sektor ritel juga turun, karena rata-rata di emiten sektor tersebut sedang melakukan efisiensi, di mana belanja iklan yang memang tidak terlalu penting dikurangi supaya beban iklan yang dibayar oleh emiten ritel kepada emiten media bisa diminimalisir.

Hal itu karena sektor ritel adalah sektor yang paling terdampak dari pandemi, sehingga harus melakukan berbagai cara agar emiten di sektor tersebut bisa survive.

Walaupun saat ini belanja iklan di global masih tumbuh lebih lambat dari tahun lalu, tetapi kedepan, belanja iklan di Indonesia sendiri diprediksi akan semakin meningkat.

"Meskipun tren secara global menunjukkan pertumbuhan belanja iklan digital yang melemah, kami memperkirakan di Indonesia tren akan sedikit berbeda seiring dengan penetrasi dari smartphone dan juga internet yang masih lebih rendah dibanding negara-negara lain. Dengan aktivitas masyarakat yang masih cenderung terbatas, dan adaptasi masyarakat untuk mengkonsumsi hiburan, bekerja, dan juga belajar secara online, kami memperkirakan pertumbuhan belanja iklan digital masih akan cukup tinggi seiring dengan adanya perpindahan alokasi belanja iklan dari media lain ke iklan digital", terang penjelasan dari riset Panin Sekuritas.


Kinerja Keuangan Grup Media (Emtek, MNC, dan Tempo Media)

Grup Emtek


1. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)

Dalam laporan keuangan EMTK pada kuartal III tahun 2020, perseroan berhasil mencetak laba bersih pada kuartal III-2020 dari sebelumnya mencatatkan rugi bersih pada periode yang sama tahun 2019.

Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk pada kuartal III-2020 sebesar Rp 476,58 miliar.

Sementar itu, pendapatan bersih perseroan juga naik menjadi Rp 8,52 triliun di kuartal ketiga tahun ini.

Dari posisi neraca, total liabilitas jangka pendek perseroan per 30 September 2020 sebesar Rp 2,81 triliun, naik dari periode 31 Desember 2019 yang sebesar Rp 2,69 triliun.

Sedangkan total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp 11,3 triliun.

Adapun total aset perseroan per 30 September 2020 turun menjadi Rp 17,64 triliun dari periode akhir tahun lalu sebesar Rp 17,54 triliun.


2. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA)

Dalam laporan keuangan SCMA pada kuartal III tahun 2020, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 913,61 miliar atau turun dari periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni Rp 1,1 triliun.

Sementar itu, pendapatan bersih perseroan juga turun menjadi Rp 3,58 triliun di kuartal ketiga tahun ini.

Dari posisi neraca, total liabilitas jangka pendek perseroan per 30 September 2020 sebesar Rp 1,04 triliun, naik dari periode 31 Desember 2019 yang sebesar Rp 988,97 miliar.

Sedangkan total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 5,57 triliun.

Adapun total aset perseroan per 30 September 2020 naik menjadi Rp 6,89 triliun dari periode akhir tahun lalu sebesar Rp 6,72 triliun.


Grup MNC


1. PT Global Mediacom Tbk (BMTR)

Dalam laporan keuangan BMTR pada kuartal II tahun 2020, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 551,66 miliar atau turun dari periode yang sama tahun 2019, yakni Rp 597,35 miliar.

Sementara itu, pendapatan bersih perseroan juga turun menjadi Rp 5,86 triliun di kuartal kedua tahun ini.

Dari posisi neraca, total liabilitas jangka pendek perseroan per 30 Juni 2020 sebesar Rp 5,74 triliun, turun dari periode 31 Desember 2019 yang sebesar Rp 6,44 triliun.

Sedangkan total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 19,31 triliun.

Adapun total aset perseroan per 30 Juni 2020 naik menjadi Rp 30,9 triliun dari periode akhir tahun 2019 sebesar Rp 30,15 triliun.


2. PT Media Nusantara Citra (MNC) Tbk (MNCN)

Dalam laporan keuangan MNCN pada kuartal III tahun 2020, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 1,37 triliun atau turun dari periode yang sama tahun 2019, yakni Rp 1,67 triliun.

Sementara itu, pendapatan bersih perseroan juga turun menjadi Rp 5,96 triliun di kuartal ketiga tahun ini.

Dari posisi neraca, total liabilitas jangka pendek perseroan per 30 September 2020 sebesar Rp 1,76 triliun, turun dari periode 31 Desember 2019 yang sebesar Rp 2,14 triliun.

Sedangkan total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 13,97 triliun.

Adapun total aset perseroan per 30 September naik menjadi Rp 18,44 triliun dari periode akhir tahun 2019 sebesar Rp 17,84 triliun.


3. PT MNC Studios International Tbk (MSIN)

Dalam laporan keuangan MSIN pada kuartal III tahun 2020, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 124,31 miliar atau turun dari periode yang sama tahun 2019, yakni Rp 178,53 miliar.

Sementara itu, pendapatan bersih perseroan juga turun menjadi Rp 1,04 triliun di kuartal ketiga tahun ini.

Dari posisi neraca, total liabilitas jangka pendek perseroan per 30 September 2020 sebesar Rp 510,87 miliar, naik dari periode 31 Desember 2019 yang sebesar Rp 463,94 miliar.

Sedangkan total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 1,51 triliun.

Adapun total aset perseroan per 30 September naik menjadi Rp 2,33 triliun dari periode akhir tahun 2019 sebesar Rp 2,1 triliun.


Non Grup Emtek dan MNC


1. PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI)

Dalam laporan keuangan DIGI pada kuartal III tahun 2020, saat ini perseroan masih mencatatkan rugi bersihnya, dari sebelumnya pada kuartal III-2019 sebesar Rp 3,85 miliar, namun pada kuartal III -2020 naik menjadi Rp 9,24 miliar.

Sementara itu, pendapatan bersih perseroan juga turun menjadi Rp 22,79 miliar di kuartal ketiga tahun ini.

Dari posisi neraca, total liabilitas jangka pendek perseroan per 30 September 2020 sebesar Rp 6,6 miliar, naik dari periode 31 Desember 2019 yang sebesar Rp 1,67 miliar.

Sedangkan total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp 28,7 miliar.

Adapun total aset perseroan per 30 September naik menjadi Rp 47,8 miliar dari periode akhir tahun 2019 sebesar Rp 41,6 miliar.


2. PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO)

Dalam laporan keuangan TMPO pada kuartal II tahun 2020, saat ini perseroan masih mencatatkan rugi bersihnya, dari sebelumnya pada kuartal II-2019 sebesar Rp 4,97 miliar, namun pada kuartal II -2020 naik menjadi Rp 22,52 miliar.

Sementara itu, pendapatan bersih perseroan juga turun menjadi Rp 89,84 miliar di kuartal kedua tahun ini.

Dari posisi neraca, total liabilitas jangka pendek perseroan per 30 Juni 2020 sebesar Rp 89,87 miliar, naik dari periode 31 Desember 2019 yang sebesar Rp 82,47 miliar.

Sedangkan total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp 237,26 miliar.

Adapun total aset perseroan per 30 Juni 2020 turun menjadi Rp 395,15 miliar dari periode akhir tahun 2019 sebesar Rp 413,57 miliar.

Kinerja saham yang masih tergolong baik adalah MNCN, karena jika dilihat dari rasio PBV-nya, posisi MNCN berada dibawah kinerja sub-sektornya yakni media, walaupun jika dilihat dari rasio PER-nya, MNCN masih tergolong sedikit mahal, karena berada diatas PER sub-sektornya.

Namun, secara rata-rata, emiten media belum dapat dibilang berkinerja baik, karena hampir ketujuh saham tersebut nilai rasio PER-nya berada diatas PER sub-sektornya.

Hanya dua saham yang PER-nya berada di bawah PER sub-sektornya. Walaupun dibawah, tetapi nilai PER-nya berada di zona negatif.

Di saat pandemi virus Corona (Covid-19), rata-rata kinerja ketujuh emiten media tersebut memang terdampak.

Seperti di emiten yang sektor usahanya bergerak di siaran televisi (SCMA, MNCN, dan MSIN), kinerja keuangan maupun saham berdampak dari adanya pandemi.

Sebelum pandemi terjadi, acara televisi dapat mengundang berbagai penonton, baik secara langsung (live) maupun melalui proses tapping, namun disaat pandemi, kebijakan acara televisi tanpa penonton memukul keberlangsungan perusahaan. Selain itu, acara televisi yang bertajuk 'jalan-jalan' juga dikurangi karena efek pandemi.


Sumber: CNBC

PT Perusahaan Gas Negara Tbk Raih Juara 3 di TAM


PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai subholding gas dan bagian dari Holding Migas PT Pertamina (Persero) kembali meraih prestasi dengan meraih Juara III Kategori Master dalam kompetisi The Asset Manager (TAM) 2020, (24/11/2020).

Kompetisi ini diselenggarakan oleh BLU Lembaga Manajemen Aset Nasional yang berada di bawah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dan Kementerian Keuangan RI, bertema "Optimalisasi Aset Negara Dalam Rangka Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional".

"Puji syukur dan bangga, pertama kalinya Tim PGN mengikuti kompetisi ini berhasil menjadi top three dalam kompetisi konsep dan gagasan dalam optimalisasi asset dengan semangat pemulihan ekonomi nasional. Adanya kompetisi ini, juga dapat dijadikan sebagai sarana untuk mengasah kompetensi dan kemampuan tim PGN agar terus berinovasi menghasilkan gagasan-gagasan yang strategis dalam pendayagunaan asset," ujar Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, (26/11/2020).

Rangkaian kompetisi ini dimulai sejak pertengahan Bulan Oktober 2020. Di mana seluruh peserta harus menyelesaikan pengujian studi kasus dan terbagi dalam empat babak. Pada babak Grand Final, diuji langsung oleh Dewan Juri Kehormatan yakni Kementerian Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati.

Pada kompetisi kali ini, setiap tim harus menyampaikan proposal atas studi kasus optimalisasi aset idle yang berada di daerah Bintaro, Jakarta Selatan. Tim PGN menyampaikan proposal optimalisasi aset dengan konsep mixed-used foodcourt dan co-working space.

Saat babak awal, Tim PGN juga menerima pembekalan diantaranya mengenai Creative Thinking & Business Accumen dan Presentation Skill, Regulasi Pengamanan Aset Negara, Fundamentasl Property Management, dan Project Finance. Selanjutnya Tim PGN berhasil lolos pada babak demi babak.

Pada babak grand final, Tim PGN menyampaikan studi kasus terkait optimalisasi aset idle di Jalan Kali Besar Timur, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat dengan Luas Tanah ±6.100 m2 sebagai langkah untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional.

"Tim PGN mempresentasikan Terras Kota Tua, sebagai pelengkap dan added value Kota Tua, di mana pada tanah seluas 6.100 m2 akan menjadi salah satu destinasi wisata Kota Jakarta. Sejalan dengan semangat energizing you untuk menjadi energi bagi lingkungan, masyarakat dan sosial, ide optimalisasi asset ini ditujukan untuk keberlanjutan kesejahteraan dan potensi masyarakat melalui pemberdayaan UKM ekonomi kreatif," ungkap Rachmat.

Tim PGN memadukan Creative Hub dan Market Hub khusus Sektor Ekonomi Kreatif seperti Fashion, Kriya dan Kuliner. Tujuannya untuk membesarkan UKM ekonomi kreatif, sehingga mereka memiliki keunggulan kompetitif dengan produk global.

Keberadaan Creative Hub akan melengkapi UKM untuk mengembangkan produk, sekaligus memasarkannya secara digital baik lokal maupun global, serta sebagai tempat untuk mendapatkan akses dengan calon-calon investor.

Sedangkan Market Hub dapat menjadi salah satu media riset untuk permintaan pasar atas produk UKM. Selain itu, juga sebagai wadah UKM untuk memamerkan maupun menjual produk UKMnya dengan target market wisatawan lokal dan wisatawan asing yang berkunjung ke Kota Tua.

Konsep inilah yang membawa Tim PGN menjadi Juara 3 Kategori Master The Asset Manager 2020, mengalahkan lebih dari lebih dari 50 tim dari kementerian, lembaga, pengelola kawasan dan non kawasan, BUMN dan AP BUMN. Dasar penilaian proposal konsepnya yaitu Analisa Teknis, aksesbilitas, Lingkungan, Hukum, Pasar, Sosial dan Ekonomi, Keuangan (Kelayakan Project), dan konsep pengembangan bisnis atas aset idle.

The Asset Manager diselenggarakan sejak tahun 2018. Tahun ini, terdapat penambahan partisipasi peserta di kategori Maestro, sehingga kepesertaan The Asset Manager terbagi menjadi dua kategori yaitu Maestro (Kementerian, Lembaga, Instansi Badan Layanan Umum, dan Pengelola Non Kawasan) dan Master (BUMN, AP BUMN, dan Pengelola Kawasan), salah satunya Tim PGN.

Kompetisi The Asset Manager mampu menghasilkan konsep optimalisasi asset negara yang berpotensi mampu memberikan manfaat bagi perekonomian negara. Khususnya dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.

"Dari kompetisi ini, menjadi salah satu wujud kemampuan PGN sebagai subholding gas untuk berkontribusi untuk membantu pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi nasional melalui gagasan konsep optimalisasi asset. Di satu sisi, PGN terus improve dalam kegiatan operasional dan investasi utiliasi gas bumi agar dapat menciptakan multipler effect yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Rachmat.


Sumber : CNBC

Erajaya Group akan Buka 13 Outlet Sekaligus


Erajaya Group akan membuka dan meresmikan 13 outlet ritel sekaligus dalam dua minggu kedepan, di antaranya: 4 Erafone Megastore, 4 Erafone Stores, 2 Erafone Franchise Stores, 2 Samsung Experience Store by Nasa dan 2 Huawei Store. Bertemakan Erajaya Big Celebration, peresmian outlet-outlet ini akan disiarkan langsung secara LIVE dan serentak dari kota Surabaya, Bojonegoro, Pasuruan, Sidoarjo, Pekan Baru dan Palopo melalui platform Zoom meeting dan Instagram @Erafonestores_jatim pada tanggal 27November 2020. Selain itu, yang menarik di tahun ini, 2 outlet Erafone Franchise yang diresmikan, merupakan outlet franchise Erafone pertama dari Erajaya Group.

"Peresmian 13 outlet ritel Erajaya Group di 9 kota ini merupakan sebuah selebrasi dari optimisme group kami dalam mengembangkan bisnis ritel. Walau kondisi bisnis dan perekonomian dipandang banyak pihak sebagai kondisi yang sangat menantang, kami tidak berhenti berinovasi dan berekspansi. Kami percaya dengan menyediakan dan memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan di semua touchpoints, kami akan menjadi top of mind and pilihan utama pelanggan yang membutuhkan gadget dan ekosistemnya", ungkap Joy Wahjudi, Wakil Direktur Utama Erajaya Group.

Berikut adalah daftar nama outlet baru yang akan diresmikan:


1 Erafone Panam-Pekanbaru, Riau 27-Nov

2 Erafone Megastore-Pasuruan, Jawa Timur 27-Nov

3 Erafone Megastore Pemuda-Bojonegoro, Jawa Timur 27-Nov

4 Erafone - Pakuwon City Mall 2, Surabaya 27-Nov

5 Erafone-Palopo, Makasar 27-Nov

6 Erafone Gajahmada-Sidoarjo, Jawa Timur 27-Nov

7 Samsung Experience Store - Galaxy Mall, Surabaya 27-Nov

8 Samsung Experience Store - Pakuwon City Mall 2, Surabaya 27-Nov

9 Huawei Store - Kota Kasablanka, Jakarta 28-Nov

10 Huawei Store - Mall Kelapa Gading, Jakarta 28-Nov

11 Erafone Franchise - Taman Surya, Jakarta 04-Dec

12 Erafone Franchise - Ciomas, Bogor 04-Dec

13 Erafone - Langsa, Aceh 11-Dec


Untuk memastikan keamanan dan kesehatan pelanggan di masa new normal ini, semua outlet ritel yang baru di buka ini akan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, yang antara lain: (1) Seluruh karyawan dipastikan memiliki suhu normal (di bawah 37,3 derajat Celcius) sebelum mulai bekerja, (2) Seluruh karyawan toko juga wajibmemakai masker dan/atau pelindung wajah, (3) Membatasi jumlah konsumen yang akan masuk ke toko, (4) Menjaga jarak antrian kasir minimal 1 meter, (5) Mengukur suhu pelanggan yg akan masuk tidak lebih dari 37,3 derajat Celcius, dan (6) Mewajibkan pelanggan untuk membersihkan tangan dengan cairan sanitasi dan selalu memakai masker selama berada di area toko.

Erajaya Group juga menegaskan kembali komitmen untuk selalu mengutamakan kepuasan pelanggan dalam berbelanja dengan mengusung program kampanye #PastiTerjamin: (1) jaminan produk bergaransi resmi, (2) jaminan pelayanan yang ramah, (3) jaminan kemudahan transaksi dan (4) jaminan kemudahan pengiriman produk, dengan opsi: dapat diambil di toko (Click & PickUp) atau di antar ke rumah secara gratis (EraExpress) atau dikirim melalui kurir. Ini menunjukan keseriusan Erajaya sebagai distributor gadget, aksesoris dan Internet of Things (IoT) terbesar di Indonesia untuk selalu menyediakan rangkaian produk yang beragam dan terkini yang berkualitas serta didukung oleh layanan purna jual yang prima

Selama periode Grand Opening, tanggal 27 - 29 November 2020, berbagai promo menarik juga dihadirkan di semua gerai baru ini, diantaranya: potongan harga hingga Rp 7.000.000, Flash Sale, Trade In, Lelang, penawaran terbaik paket pulsa dan paket data dari operator, Lucky Draw, dan tambahan diskon hingga Rp 500.000* dan cicilan 0% hingga 18 bulan* dengan menggunakan kartu kredit BCA, CIMB Niaga dan Mandiri yang berlaku di semua outlet yang diresmikan.(end)


Sumber: IQPLUS

Indosat Ooredoo Hadirkan IoT Smart Manufacturing


Indosat Ooredoo, perusahaan telekomunikasi digital di Indonesia, melalui Indosat Ooredoo Business menghadirkan inovasi IoT (internet of things) terbaru yaitu IoT Smart Manufacturing, sebuah layanan yang dapat meningkatkan produktivitas dengan koneksi IoT andal untuk industri bisnis manufaktur.

"Inovasi terbaru ini ditujukan untuk mendukung transformasi digital industri manufaktur, khususnya dalam mengadopsi teknologi baru, sehingga dapat meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan dan dapat bangkit lebih kuat dari pandemi ini," kata Chief Business Officer Indosat Ooredoo Bayu Hanantasena dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Dikatakan, pihaknya akan terus berupaya untuk berkontribusi agar bersama-sama dapat menghadapi situasi dengan penuh keterbatasan saat ini, terlebih pada bisnis manufaktur agar tetap dapat maju dan memiliki pengelolaan operasional yang lebih baik.

Selain erat dengan revolusi industri 4.0, IoT juga menjadi salah satu inovasi teknologi yang mampu meningkatkan performa bisnis, termasuk industri manufaktur terutama pada masa pandemi yang masih melanda sampai saat ini.

Kondisi ini memaksa semua sektor industri untuk go digital sehingga membuat para pelaku bisnis memerlukan peran IoT untuk menjaga proses produksi dan distribusi agar berjalan lebih efektif dan efisien.

Kini dengan hadirnya IoT Smart Manufacturing, pelanggan pada industri bisnis manufaktur dapat dengan mudah mengelola bisnis, memastikan seluruh alur produksi berjalan dengan optimal, hingga memantau kondisi aset perusahaan secara berkala.

IoT Smart Manufacturing mampu memantau performa mesin produksi secara real-time dan akurat di berbagai industri manufaktur, industri bahan kimia, otomotif, tekstil, obat-obatan, dan lainnya dengan salah satu fitur andalan, yakni Smart Productivity.

Fitur Smart Productivity dapat memonitor performa mesin dalam industri manufaktur yang menggunakan aplikasi (AI dashboard), perangkat keras, design solution, installation & setup, serta managed service operational.

Layanan ini akan memberikan manfaat bagi pelaku bisnis manufaktur untuk dapat memprediksi jika terjadi kerusakan pada mesin, memantau proses produksi dan kualitas output mesin, hingga dapat menemukan kegagalan produksi dari sebuah mesin.(end)


Sumber: IQPLUS

PT Bank Negara Indonesia (Persero) dan Kemendag Majukan UMKM Bali


Kementerian Perdagangan kembali menandatangani perjanjian kerja sama untuk mendorong pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan grup perhotelan Accor PT AAPC Indonesia, PT Bank Negara Indonesia (Persero), dan Pemerintah Provinsi Bali Penandatanganan disaksikan secara langsung oleh Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Sofitel Bali Nusa Dua, Badung, Bali, hari ini, Kamis (26/11).

Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Johni Marta mewakili Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri, Kepala Disperindag Provinsi Bali I Wayan Jarta, Vice President Sales Marketing Distribution and Loyalty Accor Indonesia, Malaysia, Singapura Adi Satria, Pemimpin Kantor Wilayah Denpasar PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk I Gusti Nyoman Dharma Putra.

Penandatanganan perjanjian kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman bersama yang ditandatangani antara Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan dengan PT AAPC Indonesia, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk di Semarang pada 15 Oktober 2020 lalu. "Kami mengajak PT AAPC Indonesia, PT BNI (Persero), dan pemerintah daerah Provinsi Bali bersinergi melalui penandatanganan perjanjian kerja sama untuk meningkatkan dan menggunakan produk dalam negeri melalui pemberdayaan UMKM di Provinsi Bali," kata Mendag Agus.

Mendag Agus mengungkapkan beberapa poin penting dalam penandatanganan kerja sama ini, yaitu koordinasi antar pihak-pihak terkait, pertukaran data dan informasi, serta pembinaan UMKM; kontrak kerja sama pengadaan barang dan/atau jasa fasilitas perhotelan dan jasa akomodasi dengan pelaku UMKM di sektor perdagangan yang memenuhi kriteria dari pihak-pihak terkait; serta fasilitas pembiayaan dan legalitas usaha kepada UMKM di sektor perdagangan yang bekerja sama dengan pihak-pihak terkait.

"Saya mengapresiai langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi Bali dalam memberikan kepastian dan kesinambungan terkait pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan, dan industri lokal Bali. Semoga langkah yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Bali ini dapat diikuti pemerintah daerah lainnya," tutur Mendag Agus.

Dukungan pemerintah provinsi Bali tertuang dalam Peraturan Gubernur nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. Dalam peraturan tersebut, hotel, restoran, usaha katering, dan toko swalayan diberikan kewajiban untuk menjalin kemitraan dengan petani, koperasi dan UMKM.

Menurut Mendag Agus, kerja sama yang terjalin dapat membantu meningkatkan daya saing produk dan mentransformasi UMKM dalam memasarkan produk dan pembiayaan usaha. "Langkah yang diambil PT AAPC Indonesia dan seluruh jaringan perhotelannya dapat menjadi inspirasi bagi hotel lain di Indonesia. Hal itu merupakan salah satu wujud dukungan program Bangga Buatan Indonesia (BBI) yaitu dengan membeli kebutuhan hotel dari para pelaku UMKM. Sementara itu, Bank BNI juga dapat memperluas pemberian bantuan permodalan kepada UMKM di wilayah lainnya di Indonesia," jelas Mendag Agus.(end)


Sumber: IQPLUS

Rekomendasi Saham INKP, SSIA dan WSKT oleh IPOT Indopremier | 27 November 2020


IHSG (5.710 – 5.810) : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak melanjutkan penguatannya penguatannya. Target kenaikan indeks pada level 5.810 kemudian 5.860 dengan support di level 5.710 dan 5.660.

INKP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 9.600 kemudian 9.900 dengan support di level 9.000 cut loss jika break 8.700.

SSIA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 585 kemudian 600 dengan support di level 555 cut loss jika break 540.

WSKT (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.080 kemudian 1.105 dengan support di level 1.030 cut loss jika break 1.050.

R-LQ45X (Buy) : Target kenaikan harga pada level 969 kemudian 978 dengan support di level 951 cut loss jika break 942.

XBLQ (Buy) : Target kenaikan harga pada level 463 kemudian 471 dengan support di level 447 cut loss jika break 439.

XCLQ (Buy) : Target kenaikan harga pada level 97 kemudian 99 dengan support di level 93 cut loss jika break 92.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9sw6

Rekomendasi Saham HRUM, ASII dan LSIP oleh Mirae Asset Sekuritas | 27 November 2020

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

November 27, 2020

(tasrul@miraeasset.co.id)


IHSG
Daily, 5,759.92(+1.42%), consolidation, trading range 5,712 – 5,775. Indikator MFI optimized sudah berada di overbought area namun indikator W%R optimized masih bergerak naik. Pada periode  weekly terlihat Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized cenderung naik naik terbatas.Daily support di 5,712 dan daily resistance di 5,775. Cut loss level di 5,620.

HRUM Daily, 2,290 (+2.23%) trading buy, trading range 2,240 – 2,340. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized mulai bergerak naik. Daily support di 2,240 dan daily resistance di  2,340. Cut loss level di  2,180.

ASII Daily, 5,650 (+1.80%), trading buy, trading range 5,500 – 5,700. indikator MFI optimized koreksi mulai terbatas indikator RSI optimized cenderung naik. Daily support  di 5,500 dan daily resistance di 5,700. Cut loss level di 5,450.

LSIP Daily, 1,095 (0.00%), trading buy, trading range 1,085 – 1,120. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung turun namun mulai terbatas. Perkiraan daily support di 1,085 dan daily resistance terdekat di 1,120 Cut loss level di 1,050.