Astra International (ASII) Alami Perbaikan Finansial


PT Astra International Tbk. mendapat angin segar dari kinerja bisnis otomotif yang mulai pulih secara kuartalan pada kuartal III/2020.

Head of Investor Relations Astra International Tira Ardianti menjelaskan kinerja perseroan pada kuartal III/2020 lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya. Pasalnya, pabrik sempat berhenti produksi pada kuartal II/2020 dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat banyak bisnis menutup kantor.

Dia mengungkapkan penjualan mobil nasional pada kuartal II/2020 tinggal 10 persen dibandingkan dengan kuartal I/2020. Penjualan sepeda motor juga tersisa 20 persen dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, sehingga bisnis terdampak signifikan.

“Untuk kuartal III/2020, tentunya membaik sejak PSBB dilonggarkan pada Juni lalu walaupun PSBB kembali diterapkan pada akhir September 2020. Tetapi, secara keseluruhan, kuartal III/2020 membaik dibandingkan dengan kuartal II/2020,” ujar Tira kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Kendati membaik, dia mengaku masih sulit menerka secara cepat fase pemulihan. Menurut Tira, semua akan tergantung perkembangan Covid-19 dan upaya pengendaliannya.

Emiten berkode saham ASII itu melihat tantangan masih akan ada ke depan sampai vaksin ditemukan. Bahkan, ekonomi dinilai tidak akan serta merta membaik signifikan ketika vaksin ditemukan.

“Saya rasa akan berproses perlahan dan bertahap ya karena dampak Covid-19 ini masif dan meliputi banyak aspek kehidupan akan butuh waktu tentunya,” jelasnya.

Tira menuturkan untuk pasar otomotif pada 2021, belum tentu mampu mencapai penjualan 1 juta unit lagi seperti 2019. Sepanjang periode tahun ini, pasar mobil sudah turun 50 persen.

“Dari sekitar 1 jutaan pada 2019, tahun ini mungkin antara 500.000—600.000 unit. Jadi, untuk menjadi 1 juta kembali saya rasa perlu waktu lebih dari setahun,” imbuhnya.

Astra International melaporkan penurunan pendapatan bersih 26 persen secara tahunan menjadi Rp130,3 triliun pada kuartal III/2020. Di sisi bottom line, perseroan membukukan laba bersih, setelah memasukkan keuntungan penjualan saham PT Bank Permata Tbk. (BNLI), senilai Rp14 triliun atau turun 12 persen year-on-year (yoy).

Adapun, tanpa memasukkan keuntungan dari penjualan BNLI, perseroan hanya mengantongi laba bersih Rp8,2 triliun atau turun 49 persen dari Rp15,86 triliun pada periode yang sama tahun lalu. 

Manajemen ASII mengungkapkan ada beberapa penyebab utama penurunan laba bersih yakni penurunan kinerja divisi otomotif, alat berat dan pertambangan, dan jasa keuangan yang disebabkan oleh dampak pandemi Covid-19 serta penerapan langkah penalanggungan. Penurunan harga batu bara juga turut menekan kinerja.

Lebih lanjut, laba bersih segmen otomotif turun 70 persen secara tahunan menjadi Rp1,8 triliun. ASII menyebut kondisi itu menggambarkan penurunan volume penjualan yang signifikan.

Analis PT Indo Premier Sekuritas Timothy Handerson mengatakan bisnis otomotif menjadi motor utama perbaikan kinerja ASII secara kuartalan pada kuartal III/2020. Lini usaha itu berbalik mencetak laba bersih Rp1,1 triliun pada kuartal III/2020, dari rugi bersih Rp1,2 triliun pada kuartal II/2020.

“Kami mengharapkan kuartal IV/2020 yang lebih baik di tengah tingkat utilisasi produksi yang lebih baik dan meningkatnya permintaan ritel,” ujarnya dalam riset yang dipublikasikan melalui Bloomberg.

Timothy masih mempertahankan rekomendasi beli untuk saham ASII. Target harga saham dikerek menjadi Rp6.100.

Berdasarkan data Bloomberg, harga saham ASII parkir di zona hijau dengan menguat 5,91 persen ke level Rp5.825 pada akhir perdagangan Jumat (6/11). Dalam 1 bulan terakhir, pergerakan menghasilkan return positif 26,08 persen.

Pergerakan harga saham ASII terdongkrak aliran modal masuk investor asing. Tercatat, net buy atau beli bersih investor asing menembus Rp1,09 triliun dalam 1 bulan.

Sumber: BISNIS

Pakuwon Jati Raih Laba Rp600 M, Anjlok 72 Persen


Emiten properti, PT Pakuwon Jati Tbk., membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp600,69 miliar pada sembilan bulan pertama 2020.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, nilai itu anjlok 72 persen secara year on year (yoy) dari Rp2,15 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Sejalan dengan itu, emiten berkode saham PWON itu membukukan penurunan pendapatan 41,87 persen yoy dari Rp5,24 triliun pada kuartal III/2019, menjadi Rp3,04 triliun pada kuartal III/2020.

Adapun, di antara seluruh segmen kontributor pendapatan PWON, penurunan kinerja terburuk adalah segmen penjualan kondominium dan kantor yang terkontraksi 59,6 persen menjadi hanya sebesar Rp883,29 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,18 triliun.

Sementara itu, segmen penjualan tanah dan bangunan menjadi satu-satunya segmen usaha yang berhasil mencetak pertumbuhan menjadi Rp434,26 miliar dari Rp320,92 miliar pada kuartal III/2019.

Kemudian, beban pokok pendapatan juga turun menjadi Rp1,53 trilun pada kuartal III/2020 dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,17 triliun.

Di sisi lain, total liabilitas perseroan per 30 September 2020 naik menjadi Rp8,8 triliun, lebih tinggi dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2019 sebesar Rp7,99 triliun.

Namun, total aset Pakuwon Jati turun tipis menjadi Rp26,04 triliun per akhir September 2020 dari sebelumnya Rp26,09 triliun pada akhir Desember 2019.

Sumber: BISNIS

Generasi Kedua Bakrie Duduki Kursi Komisaris Bumi Resources Minerals


Emiten pertambangan PT Bumi Resources Minerals Tbk. menyampaikan rencana mengangkat generasi ketiga keluarga Bakrie menjadi anggota Dewan Komisaris perseroan.

Berdasarkan keterangan perseroan Kamis (5/11/2020) yang ditandatangani oleh Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Mineral Muhammad Sulthon, perseroan mengumumkan rencana pengangkatan dua figur calon Komisaris yang terafiliasi dengan keluarga Bakrie.

Emiten berkode saham BRMS tersebut mengumumkan rencana pengangkatan Adika Nuraga Bakrie dan Adhika Andrayudha Bakrie, sekaligus juga sosok profesional Nalinkant Amratial Rathod sebagai calon anggota Dewan Komisaris perseroan.

Adihka atau yang akrab dipanggil Aga Bakrie adalah anak tertua dari Nirwan D. Bakrie, generasi kedua dari keluarga Bakrie. Sementara, Adhika Andrayudha Bakrie adalah adik dari Aga. Keduanya adalah generasi ketiga yang bersama 9 cucu dari pendiri Bakrie Group Achmad Bakrie, mengendalikan gurita bisnis keluarga saat ini.

Aga sendiri telah berkarir selama 15 tahun di berbagai perusahaan. Sebelumnya, ia menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris di PT Bakrie Sumatera Plantation (2017). Saat ini, ia juga menjabat sebagai Direktur di PT Bakrie Capital Indonesia, PT Minarak Brantas Gas, dan PT Gaia Energi Baik.

Pria kelahiran 14 Desember 1981 ini memperoleh gelar Bachelor of Degree pada tahun 2005 dari Bentley University Amerika Serikat.

Di sisi lain, Adhika memang merupakan Direktur Bumi Resources Minerals sejak keputusan RUPS Tahunan Juni 2015 silam. Ia bergabung dengan Bakrie Group melalui Bakrie Petroleum International Pte. Ltd sejak 2009.

Dia pernah mengenyam pendidikan di Amerika Seikat dan memperoleh gelar Bachelor of Science dari Newbury College, Amerika Serikat.

Saat ini, Adhika menjabat sebagai Direktur PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia sejak 2015, Deputy CEO di BMRS sejak 2010 dan Direktur PT Petromine Energy Trading sejak 2009.

Adapun, Nalinkant A. Rathod adalah sosok profesional yang sudah berkarir bersama bersama Bakrie Group Indonesia selama 25 tahun dalam berbagai kapasitas dan memegang berbagai jabatan senior.

Memperoleh gelar Bachelor of Commerce dari Andhra University, India pada tahun 1970, dia menjabat sebagai Komisaris PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) sejak tahun 2005 dan juga memegang posisi sebagai Komisaris Utama PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia.

Saat ini, pria kelahiran Rajahmundry, India tersebut menjabat sebagai salah satu Direktur PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dan komisaris PT Bakrie Telecom Tbk. (BTEL) dan PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG).

Adapun, ketiga sosok ini akan efektif diangkat menjadi Komisaris setelah perseroan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 11 Nnovember mendatang.

Sumber: BISNIS

GARUDA LAYANI RUTE KHUSUS KARGO DENPASAR-HONGKONG



Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia mulai Sabtu (7/11) melayani penerbangan rute khusus kargo Denpasar--Hong Kong sebagai bagian dari upaya perluasan jaringan penerbangan kargo guna mendukung peningkatan daya saing komoditas ekspor unggulan nasional.

Pada penerbangan perdana tersebut, Garuda Indonesia mengangkut 30 ton kargo yang terdiri dari komoditas perikanan dan hasil bumi lainnya asal Provinsi Bali.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra di Jakarta, Sabtu, mengungkapkan penerbangan rute khusus kargo itu menjadi salah satu peluang bisnis yang secara berkelanjutan akan diperkuat selaras dengan tren kebutuhan pengangkutan kargo yang terus tumbuh.

"Dengan pengembangan jaringan penerbangan kargo ini, harapan kami kegiatan 'direct export' di bidang perikanan, perkebunan dan peternakan lokal maupun komoditas unggulan lainnya dari kawasan Bali dan sekitarnya dapat semakin berdaya saing, sehingga dapat mendukung upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional," kata Irfan dalam keterangan resmi.

Penerbangan khusus kargo rute Denpasar--Hong Kong dilayani sebanyak satu kali setiap minggunya dengan pesawat Airbus A330-300 yang memiliki daya angkut mencapai 30-40 ton di setiap penerbangannya.

Rute khusus kargo Denpasar--Hong Kong ini berangkat dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar pada pukul 07.00 WITA dan tiba di Hong Kong pada pukul 12.00 waktu setempat.

Menurut Irfan, terealisasinya rute penerbangan khusus kargo ini merupakan inisiatif Garuda Indonesia dan Gubenur Bali Wayan Koster dalam mendukung peningkatan daya saing komoditas ekspor unggulan provinsi Bali.

"Melalui penyediaan layanan penerbangan langsung, waktu pengiriman akan lebih singkat karena tanpa transit, sehingga kualitas dan kesegaran produk menjadi lebih terjaga serta dengan cost logistik yang lebih kompetitif," kata Irfan.

Gubernur Bali Wayan Koster berharap adanya tambahan layanan penerbangan kargo ini dapat meningkatkan gairah produksi UMKM dan memperbaiki diversifikasi produk ekspor Bali, sehingga ekonomi masyarakat dapat tumbuh secara berkualitas dan tangguh.(end/ant)

Sumber: IQPLUS

SEMESTER PERTAMA 2020, PENDAPATAN DEWA TERUS BERTUMBUH


PT Darma Henwa Tbk (DEWA) terus membukukan kinerja operasional yang positif di tengah tantangan pandemic Covid-19, pelemahan ekonomi, dan penurunan harga batubara. Pada semester pertama tahun 2020, DEWA membukukan pendapatan US$169,11 juta. Angka tersebut tumbuh 30,51% dibandingkan US$129,58 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Raihan pendapatan ini dikontribusi oleh sektor batubara yang menjadi fokus bisnis Perseroan saat ini. Seluruh tambang yang dikelola Perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan.

Pendapatan dari proyek tambang batubara Bengalon di Kalimantan Timur milik PT Kaltim Prima Coal naik 36,30% dari US$92,34 juta menjadi US$125,86 juta. Kemudian, pendapatan dari proyek tambang batubara Asam Asam di Kalimantan Selatan milik PT Arutmin Indonesia tumbuh 5,84% dari US$32,35 juta ke posisi US$34,24 juta. Terakhir, pendapatan dari proyek tambang batubara Satui di Kalimantan Selatan kepunyaan PT Cakrawala Langit Sejahtera naik signifikan sebesar 87,43% dari US$4,26 juta menjadi US$7,99 juta.

Sementara, kinerja DEWA pada sektor non-batubara pun mulai menunjukkan pencapaian dengan kenaikan portfolio. Pada semester pertama 2020, DEWA memperoleh pendapatan dari pekerjaan infrastruktur, penambangan dan pengolahan emas, serta proyek persiapan lahan untuk kawasan industri.

Dari raihan pendapatan tersebut, DEWA pun mengantongi laba sebesar US$1,05 juta sepanjang Januari-Juni 2020. Hai ini menunjukkan perbaikan dibandingkan kerugian US$1,57 juta yang dialami DEWA pada periode yang sama tahun lalu.

Utang bank dan utang sewa pembiayaan Perseroan serentak mengalami penurunan karena telah dilakukannya sejumlah pembayaran kepada kreditur. Dengan ini, rasio utang terhadap modal atau Debt to Equity Ratio (DER) DEWA pun menurun dari 0,49x di akhir 2019 menjadi 0,44x pada semester pertama 2020.

Lebih lanjut, ekuitas DEWA di akhir Juni 2020 naik 14,66% ke posisi US$268,60 juta. Aset Perseroan pun bertambah 5,70% dari US$549,52 juta pada akhir tahun 2019 menjadi US$580,83 juta di semester pertama tahun ini.

"Fundamental DEWA yang membaik tercermin dari kondisi keuangan semester pertama 2020 yang mengalami peningkatan. Dengan kinerja operasional yang semakin baik seiring peningkatan produktivitas Perseroan di tambang, diharapkan kondisi keuangan DEWA pun semakin baik ke depannya," sebut Chief Investor Relation and Corporate Secretary DEWA Mukson Arif Rosyidi.

Akselerasi Kenaikan Produksi Batubara

DEWA juga berhasil mempertahankan kenaikan produksi batubara (coal delivery), meski terdapat sejumlah kendala yang dihadapi. Sampai akhir kuartal ketiga 2020, DEWA mencatatkan produksi batubara sebesar 12.77 juta ton, naik 11,61% dibandingkan 11,44 juta ton pada akhir kuartal ketiga 2019.

Produksi batubara pada tambang batubara Bengalon di Kalimantan Timur menyumbang porsi terbesar yakni 54,84% terhadap total produksi batubara DEWA. Sementara, pengupasan tanah atau overburden removal tambang batubara Bengalon berkontribusi 70,17% terhadap total overburden removal Perseroan.

Sepanjang Januari hingga September 2020, total overburden removal DEWA mencapai 86,03 juta bcm. Angka ini meningkat 4,02% dibandingkan 82.70 juta bcm pada periode yang sama tahun 2019.

"Adanya kendala cuaca di semua lokasi pengerjaan proyek Perseroan yang mengakibatkan kondisi jalan muddy dan slippery, DEWA tetap mampu mempertahankan pertumbuhan kinerja yang cukup baik," kata Mukson.

Ia menambahkan bahwa kenaikan overburden removal dan produksi batubara ini didukung oleh perbaikan kinerja alat dengan tingginya ketersediaan peralatan, berhasilnya perbaikan peralatan, pemanfaatan peralatan yang semakin baik. Selain itu, pengerjaan urutan penambangan pun dilakukan dengan lebih baik.(end)

Sumber: IQPLUS

JASA MARGA LANJUTKAN PEKERJAAN PERBAIKAN JEMBATAN DI RUAS TOL JAGORAWI


Jasamarga Metropolitan Tollroad selaku pengelola Jalan Tol Jagorawi, kembali melaksanakan pekerjaan perbaikan dan perkuatan konstruksi jembatan di Ruas Tol Jagorawi, upaya peningkatan kualitas jembatan juga menjadi perhatian khusus bagi Jasa Marga, agar tetap dapat memberikan kenyamanan dan keselamatan berkendara bagi pengguna jalan ketika melintasi jembatan.

General Manager Representatif Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad Oemi Vierta Moerdika mengatakan bahwa perbaikan pada perkerasan dan konstruksi jembatan sudah dan terus dilakukan pada beberapa jembatan di Ruas Jagorawi sebagai langkah antisipasi guna memastikan keselamatan pengguna jalan, "Kami telah melakukan monitoring dan identifikasi terhadap beberapa jembatan yang memang memerlukan perbaikan segera. Untuk itu kami sudah membuat rencana dan jadwal perbaikan, dan beberapa titik sudah mendapatkan penanganan," ujar Oemi.

Adapun pelaksanaan perbaikan dan perkuatan jembatan pada Minggu ini akan dilakukan pada dua lokasi yaitu sebagai berikut :


1. Lokasi 1 di Km 15+408 bagian bahu luar arah Jakarta, dimulai Senin (09/11) pukul 10.00 WIB sampai dengan open traffic pada hari Sabtu (14/11) pukul 12.00 WIB;

2. Lokasi 2 di Km 23+225 bagian bahu luar arah Jakarta, dimulai Senin (09/11) pukul 10.00 WIB sampai dengan open traffic pada hari Sabtu (14/11) pukul 12.00 WIB.


Selama pekerjaan berlangsung bahu luar akan ditutup dan pada lajur 1 akan diberlakukan buka tutup secara situasional, karena akan digunakan untuk akses alat berat, selain bahu luar dan lajur 1 semua lajur dapat digunakan sebagai jalur lalulintas.

Jasamarga Metropolitan Tollroad juga menyiapkan rambu-rambu pengamanan pekerjaan sesuai standar, dan menyiagakan petugas pengaturan lalulintas di sekitar lokasi pekerjaan.

Oemi juga menambahkan khususnya di musim hujan seperti belakangan ini menjadi tantangan bagi pekerjaan pemeliharaan jalan dan jembatan di Ruas Jagorawi, "Pada saat musim penghujan seperti ini, tantangannya adalah kondisi cuaca, karena pada saat pengecoran akan terkendala jika hujan turun, tantangan yang lainnya adalah kondisi lalulintas di Tol Jagorawi yang cukup ramai," jelasnya.

Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat pekerjaan tersebut. Diimbau kepada pengguna jalan agar tetap berhati-hati, terutama pada saat hujan, memperhatikan rambu-rambu dan arahan petugas, tetap tertib di lajurnya, serta mengatur waktu perjalanannya.

Lakukan pembaharuan informasi lalulintas di jalan tol milik Jasa Marga dengan menghubungi Call Center 24 jam di nomor telepon 14080. (end)

Sumber: IQPLUS

ADHI KARYA DAN KAI LAKUKAN UJI COBA PERSINYALAN LRT JABODEBEK


Kementerian Perhubungan bersama 4 BUMN (Len Industri, Adhi Karya, INKA, KAI) melakukan uji coba penggunaan sistem persinyalan LRT Jabodebek dengan kereta melalui lintas Stasiun TMII . Stasiun Harjamukti. Uji coba LRT Jabodebek kali ini dimaksudkan untuk menguji sistem operasi Grade of Otomation 0 (GOA 0) sebagai fase awal menuju sistem otomasi GOA 3.

Diinisiasi oleh PT KAI, agenda uji coba dihadiri oleh PPK LRT Kementerian Perhubungan Ferdian, Direktur Operasi I Len Industri Linus Andor Mulana Sijabat, Direktur Operasi 2 Adhi Karya Punjung Setya Brata, Direktur Operasi PT INKA (Persero) I Gede Agus Prayatna, dan Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Usaha Jeffrie N. Korompis.

"Kita melakukan uji coba terhadap sistem operasi yang sudah kita pasang di sini, di mana yang mengerjakan adalah dari Len Industri dan dari Siemens. Pada hari ini kita berangkat sudah menggunakan sistem operasi GOA 0, di mana sistem otomasi belum dibuktikan, tetapi secara full sinyal merah, kuning, hijau itu sudah sesuai dengan standar-standar pengoperasian KAI," jelas Ferdian dalam sambutannya.

Sementara itu Linus menjelaskan, .Secara keseluruhan kegiatan pengujian hari ini dari Stasiun TMII - Stasiun Harjamukti dan sebaliknya bisa berjalan dengan baik. Len Industri dalam pembangunan LRT Jabodebek secara keseluruhan berperan dalam manajemen proyek, instalasi, pengujian dan pengawasan, suport engineering, serta pengadaan material lokal.

Dalam pembangunannya, Len Industri menggarap sistem persinyalan LRT Jabodebek dan Len Railway Systems (anak perusahaan Len Indsutri) menggarap PSD (Platform Screen Door) sebagai mekanisme pengamanan penumpang LRT Jabodebek .

Menurut Linus, LRT Jabodebek memiliki potensi besar menjadi solusi transportasi Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) dan untuk menjawab kebutuhan transportasi masyarakat Jakarta. LRT akan menjadi moda transportasi sehari-hari dalam memobilisasi masyarakat dari permukiman menuju pusat Jakarta.

Sistem pengoperasian LRT akan lebih efektif karena menggunakan sistem yang lebih canggih. LRT akan bergerak tepat waktu dengan penjadwalan yang sistematis. Karena itulah, LRT dengan kapasitas 720-1200 penumpang per rangkaian, kereta akan bisa mempercepat waktu tunggu atau headway hingga kurang dari 3 menit.

Pembangunan LRT dilakukan secara elevated karena untuk menghindari besarnya masalah pembebasan lahan dan menghindari terhambatnya perjalanan karena adanya perlintasan sebidang yang tentunya berpotensi menimbulkan kemacetan.

Pimpinan proyek LRT Jabodebek PT Len Industri, Yadi Ramdani menambahkan, .Dalam proyek LRT Jabodebek kami sudah mensuplai produk dan perangkat seperti tiang sinyal, tiang access point, marker board, rodding point machine, tiang ETS, power distribution cabinet, dan rack server videowall. Sementara untuk sistem interlocking menggunakan TrackGuard Westrace dan CBTC TrainGuard MT dari Siemens..

Uji coba persinyalan dilakukan menggunakan pola operasi dengan 2 train set. Perubahan atau pembentukan rute dilakukan dari back-up Operation Control Center (OCC) dengan kecepatan kereta mencapai 80 Km/jam. Perjalanan dari Stasiun TMII . Stasiun Harjamukti, hingga kembali ke Stasiun TMII berjalan lancar tanpa kendala.

Uji coba persinyalan LRT Jabodebek dengan sistem operasi GOA 0 merupakan fase awal untuk mempersiapkan sistem GOA 3 secara menyeluruh dan memerlukan tahapan-tahapan lebih lanjut untuk memastikan setiap wesel hingga automatic train protection dapat berfungsi dengan baik, sehingga otomatisasi GOA 3 dapat beroperasi penuh sesuai target di Juni 2022 mendatang.

Akhir tahun 2020, menurut Yadi, Len Industri memang menargetkan lintas pelayanan 1 sudah bisa dilakukan sistem GoA 0 dengan menggunakan sistem persinyalan. Sementara untuk lintas pelayanan 2 dan 3 saat ini telah memasuki tahap pemasangan peralatan signaling serta memulai pekerjaan lifting di area Depo.

"Hari ini adalah hari yang cukup, menurut saya, ini cukup penting untuk kita ketahui bersama bahwa ini memang sudah step yang maju kalau kita lihat dari tahun-tahun sebelumnya, di mana kita masih banyak struggling dengan banyak hal. Hari ini Alhamdulillah sudah masuk ke arah fasilitas operasi. Mudah-mudahan ke depannya sudah tidak terlalu banyak masalah lagi," jelas Ferdian.(end)

Sumber: IQPLUS

ANAK USAHA KRAKATAU STEEL EKSPOR PIPA BAJA KE AUSTRALIA


PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (PT KS) melalui anak usahanya yang bergerak di bidang Manufakturing Pipa Baja dan Jasa Aplikasi Pelapisan Anti Korosi, PT KHI Pipe Industries (PT KHI), telah berhasil melakukan ekspor produk pipa baja ke Australia. Seremoni pengiriman perdana telah dilakukan hari ini dari fasilitas produk PT KHI. Untuk tahap pertama dikirim sebanyak 1.880 ton ini dari total pengiriman sebanyak 4.370 ton.

Direktur Utama PT KHI Utomo Nugroho mengatakan, pihaknya menyuplai pipa baja dengan ukuran diameter 1500 mm tebal 25 mm dan panjang 50 m yang akan digunakan untuk konstruksi dermaga di HMAS Coonawarra yang merupakan sebuah pangkalan Angkatan Laut Australia di kota Darwin, Northern Territory. Seluruh bahan baku utama produk pipa baja dengan spesifikasi BS EN 10219 S355JO ini menggunakan hot rolled coil (HRC) milik PT KS.

"Di tengah banyaknya industri yang kesulitan untuk bertahan akibat terkena imbas pandemi Covid-19, KHI dapat menunjukkan performansi yang baik, salah satunya dengan berhasil melakukan pengiriman ekspor perdana milik McConnell Dowell Constructors (Aust) Pty Ltd", ungkap Utomo.

Ia menambahkan, produksi pipa baja untuk proyek ekspor ini menjadi keberhasilan tersendiri dikarenakan spesifikasi yang disyaratkan memiliki tingkat kesulitan yang tinggi baik dari segi pengujian, dimensi dan ketebalan yang berada pada batas maksimum kapasitas mesin yang dimiliki oleh PT KHI dan PT KS. Selain itu adanya serangkaian tahapan pengujian yang dilakukan oleh pihak ketiga juga menjadi tantangan tersendiri bagi PT KHI.

Utomo Nugroho Direktur Utama KHI dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh karyawan di dalam penyelesaian produksi Proyek McConnell Dowell ini. .Proses produksi pipa dengan spesifikasi yang disyaratkan oleh customer cukup sulit akan tetapi dengan kerjasama dan komunikasi tim yang baik, serta dukungan dari Krakatau Steel sebagai Induk Perusahaan maka pengiriman dapat dilakukan tepat waktu dengan tetap mengutamakan kualitas produk", tutur Utomo.(end)

Sumber : IQPLUS

Rekomendasi Saham BTPS, BJBR dan KLBF oleh Indopremier | 9 November 2020


IHSG (5.275-5.395) : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan penguatannya. Target kenaikan indeks pada level 5.395 kemudian 5.455 dengan support di level 5.275 dan 5.215.

BTPS (Buy) ; Target kenaikan harga pada level 4.040 kemudian 4.140 dengan support di level 3.820 cut loss jika break 3.725.

BJBR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.150 kemudian 1.170 dengan support di level 1.110 cut loss jika break 1.090.

KLBF (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.530 kemudian 1.545 dengan support di level 1.500 cut loss jika break 1.485.

XIID (Buy) : Target kenaikan harga pada level 467 kemudian 478 dengan support di level 445 cut loss jika break 344.

XISR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 354 kemudian 362 dengan support di level 338 cut loss jika break 330.

XPSG (Buy) : Target kenaikan harga pada level 379 kemudian 388 dengan support di level 361 cut loss jika break 352.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9sr6

Ulasan Pasar Global | 9 November 2020


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Nov 9, 2020)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

Wall Street berakhir sedikit berubah, memposting keuntungan mingguan yang besar di atas harapan kemacetan Washington

Bursa AS bertahan di dekat angka yang tidak berubah pada hari Jumat untuk menutup minggu yang kuat karena penantang Demokrat Joe Biden semakin dekat dengan kemenangan dalam pemilihan presiden, sementara laporan pekerjaan bulanan menggarisbawahi rintangan yang masih dihadapi ekonomi.

Dow Jones Industrial Average turun 66,78 poin atau 0,24% menjadi 28.323,4. S&P 500 kehilangan 1,01 poin atau 0,03% menjadi 3.509,44. Nasdaq Composite menambahkan 4,30 poin atau 0,04% menjadi 11.895,23.

Biden dibangun di atas petunjuk sempit di Pennsylvania dan Georgia, menempatkannya di ambang memenangkan Gedung Putih, meskipun Presiden Donald Trump telah mengajukan tuntutan hukum di negara bagian medan pertempuran untuk menentang hasil pemilu. Tiga indeks utama mencatat kenaikan persentase mingguan terbesar sejak April karena prospek kemacetan kebijakan di Washington meredakan kekhawatiran pemerintahan Biden mungkin akan memperketat peraturan pada perusahaan-perusahaan AS.

Eropa

Bursa Eropa mengakhiri minggu yang kuat dengan kerugian ringan

Bursa Eropa ditutup sedikit lebih rendah pada hari Jumat, mengurangi reli 7% minggu ini karena investor fokus pada melonjaknya kasus virus korona di benua itu dan ketidakpastian seputar pemilihan presiden AS.

STOXX 600 Eropa merosot 0,2% menjadi 366,4.

Memicu reli saham global, investor bertaruh bahwa Demokrat Joe Biden akan menjadi presiden AS berikutnya, tetapi Partai Republik akan mempertahankan kendali Senat, berpotensi menunda perubahan kebijakan besar termasuk pengawasan yang lebih ketat terhadap perusahaan-perusahaan besar Amerika. Saham Wall Street, bagaimanapun, berombak pada hari Jumat ketika Biden memimpin atas Presiden Donald Trump di negara bagian Pennsylvania dan Georgia, menempatkan dia di ambang memenangkan Gedung Putih.

Analisa Saham BRIS | 9 November 2020


Analisa Saham BRIS

Saham BRIS pada tanggal 6 November 2020 ditutup melemah pada harga 1230, turun -2,76%. Hal ini disertai dengan pelemahan volume, yaitu 53% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah ke arah bearish. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bearish.

Rekomendasi Saham:

Beli jika di atas 1295

Jika naik di atas 1555 maka berpeluang ke 1690

Jika turun di bawah 1150 maka berpeluang ke 1125

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:

Pola Chart Pattern Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc

Pola Candlestick Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB

Indikator Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk

Dasar-dasar Investasi Saham :

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xjIEXYMlU_5iB69MK04svld


https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Analisa Saham ADHI | 9 November 2020


Analisa Saham ADHI

Saham ADHI pada tanggal 6 November 2020 ditutup menguat pada harga 600, naik 1,69%. Hal ini disertai dengan peningkatan volume, yaitu 100,3% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas ke arah bullish. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Rekomendasi Saham:

Beli

Jika naik di atas 620 maka berpeluang ke 720

Jika turun di bawah 575 maka berpeluang ke 565

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:

Pola Chart Pattern Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc

Pola Candlestick Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB

Indikator Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk

Dasar-dasar Investasi Saham :

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xjIEXYMlU_5iB69MK04svld


https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Update Harga Komoditas dan Indeks | 9 November 2020


S&P 500 closes flat, but posts best week since April even with election undecided

Stocks closed mostly flat on Friday as traders looked for clarity around the presidential and congressional election results.


Dow........28323   -66.8       -0.24%

Nasdaq..11895   +4.3        +0.04%

S&P 500..3509     -1.01       -0.03%

 

FTSE.......5910      +3.8        +0.07%

Dax.........12480    -88.1       -0.70%

CAC.........4961     -23.1       -0.46%


Nikkei....24325    +219.95  +0.91%

HSI.........25713   +17.05     +0.07%

Shanghai .3313    -7.97        -0.24%

ST Times..2579    -9.9          -0.38%


IDX....5335.53   +75.20     +1.43%

LQ45...834.90   +18.74      +2.30%


JAKMIND....1014.39    +44.15   +4.55%

JAKCONS.....1843.59  +21.08   +1.16%

JAKTRADE....657.74    +2.18     +0.33%

JAKBIND.......800.48    +18.06   +2.31%

JAKAGRI......1198.68   +16.60   +1.43%

JAKFIN.....  ..1201.98   +16.89   +1.43%

JAKPROP......330.79     +2.89     +0.88%

JAKINFR.......848.28     +12.49   +1.49%

JAKMANU....1257.15   +25.04   +2.03%    

JAKMINE.....1475.29    +3.77      +0.26%

 

Indo10Yr....6.7037  -0.1205    -1.77%

ICBI........304.1681 +1.8292   +0.61%

US10Yr....0.8200    +0.0440   +5.67%

VIX..........24.86       -2.72         -9.86%👍

  

USDIndx .....92.2290   -0.3960   -0.43%

Como Indx....147.70   -1.46        -0.98%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN........123.42  +0.67       +0.55%


IndoCDS...83.449  -2.539   -2.952%👍

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14210.00    -170.00      -1.18%

Jisdor....14321      -118            -0.82%



Euro.........1.1874  +0.0052   +0.44%


TLKM..19.52    +0.30   +1.56%

(2795)

EIDO....20.44    +0.12   +0.59%

EEM......47.93   +0.22    +0.46%


Oil..........37.14          -1.43          -3.70%

Gold ......1951.70     +3.70        +0.19%

Timah....18362.50   +127.50   +0.70%

Nickel....15340.00   -232.50     -1.49%

 

Coal price...61.65     +0.20   +0.33%

(Nov/Newcastle) 

Coal price.....62.35   -0.05     -0.08%

(Des/Newcastle)

Coal price....50.80    -0.60     -1.17%

(Nov/Rotterdam) 

Coal price..51.40    -1.20     -2.28%

(Des/ Rotterdam)

 

CPO(Des)..3350     -38        -1.12%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn............406.75  -2.50     -0.61%

SoybeanOil...35.34  -0.13     -0.37%

Wheat.........602.00  -7.25     -1.19%


Wood pulp. 3550     unch      +0%


( DE/ Phintraco(AT)  09-11-20)

Bandarmologi Saham BBRI, SMGR, GGRM, ACES dan TLKM | 9 November 2020


New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives

(Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA:registered:., CIB:registered:-MNC Sekuritas) 

Monday (09/11/2020)

IDX Composite 5,298 - 5,384

SUMMARY: STRONG BUY

11 TECHNICAL INDICATORS:

RSI (14): BUY

STOCH (9,6): BUY

MACD(12,26): BUY

ATR (14): HIGH VOLATILE

ADX (14): WEAK TREND BUY

CCI (14): OVERBOUGHT

HIGHS/LOW (14): BUY

VO: BUY

ROC: BUY

WILLIAMS R: OVERBOUGHT

BULLBEAR (13): OVERBOUGHT

BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER  ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

STOCKS PICK:

BBRI 3,470 - 3,670

TECHNICAL INDICATORS: BUY 3,500

TARGET PRICE: 3,670

STOP-LOSS: 3,470

BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

SMGR 9,850 - 10,750

TECHNICAL INDICATORS: BUY 10,225

TARGET PRICE: 10,750

STOP-LOSS: 9,850

BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

GGRM 41,500 - 42,250

TECHNICAL INDICATORS: BUY 41,675

TARGET PRICE: 42,250

STOP-LOSS: 41,500

BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

ACES 1,615 - 1,650

TECHNICAL INDICATORS: BUY 1,620

TARGET PRICE: 1,650

STOP-LOSS: 1,615

BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

TLKM 2,770 - 2,900

TECHNICAL INDICATORS: BUY 2,790

TARGET PRICE: 2,900

STOP-LOSS: 2,770

BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): 

DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

(Dr Cand. ES, MBA, CSA:registered:., CIB:registered:-MNCSek/Disc On)

Rekomendasi Saham GGRM, AALI, EXCL dan SMRA oleh MNC Sekuritas | 9 November 2020


MNC Daily Scope Wave

9 November 2020

Menutup pekan kemarin (6/11), IHSG kembali ditutup menguat 1,4% di level 5,335. Kami perkirakan saat ini, posisi IHSG sudah mengenai target ideal dari wave (v) dari wave [c] dari wave B, sehingga penguatan IHSG sudah relatif terbatas. Dalam jangka pendek, IHSG rentan terkoreksi ke area 5,120-5,230 terlebih dahulu. Namun, apabila IHSG menembus 5,382, maka IHSG mengalami ekstensi untuk membentuk skenario merah wave [i] dari wave 3 dari wave (C) atau wave (3).

Support: 5,200, 5,073

Resistance: 5,382, 5,400

GGRM - Buy on Weakness (41,800)

Menutup pekan kemarin (6/11), GGRM ditutup menguat 1,5%. Selama tidak terkoreksi kembali di bawah 40,000, maka saat ini posisi GGRM sedang berada di awal wave 3 dari wave (C) pada skenario biru. Hal ini berarti, GGRM masih berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 40,900-41,400

Target Price: 43,300, 44,900, 47,000

Stoploss: below 40,000

AALI - Buy on Weakness (10,900)

AALI kembali ditutup menguat 1,2% ke level 10,900 pada perdagangan Jumat (6/11). Saat ini posisi AALI kami perkirakan sedang berada di awal wave (iii) dari wave [iii] dari wave 5. Sehingga, AALI masih berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 10,700-10,900

Target Price: 12,000, 12,500, 13,000

Stoploss: below 10,350

EXCL - Buy on Weakness (2,180)

Pergerakan EXCL pada Jumat kemarin (6/11) tertahan oleh MA60 dan ditutup menguat 3,3% di level 2,180. Kami memperkirakan posisi EXCL sedang berada di awal wave [iii] dari wave 3 dari wave (C). Sehingga, EXCL berpotensi menguat.

Buy on Weakness: 2,100-2,170

Target Price: 2,300, 2,500

Stoploss: below 1,980

SMRA - Sell on Strength (705)

Jumat lalu (6/11), SMRA menguat signifikan sebesar 6,8% dan ditutup di level 705. Kami memperkirakan posisi SMRA sedang berada di wave 5 dari wave (C), sehingga SMRA rentan terkoreksi. Level koreksi SMRA terdekat kami perkirakan berada pada area 685 dan selanjutnya pada rentang 600-650.

Sell on Strength: 710-740

Disclaimer On