PT Mark Dynamics Indonesia Tbk Bangun Pabrik Baru


PT Mark Dynamics Indonesia Tbk. (MARK) bakal mengu­curkan investasi senilai Rp200 miliar untuk mem­ba­ngun pabrik baru agar kapasitas produksi cetakan sarung tangan per­se­roan meningkat menjadi 1,4 juta pieces per bulan.

Ridwan Goh, Presiden Di­­rek­tur Mark Dynamics Indonesia, menuturkan perseroan telah merancang ekspansi pada 2021. Emiten berkode saham MARK itu menyiapkan dana sekitar Rp200 miliar un­­tuk pem­bangunan pab­­rik baru.

“Kami menargetkan un­­tuk mencapai total kapasitas produksi sebanyak 1,4 juta pieces per bulan mu­­lai dari pa­­ruh ke­­dua tahun depan,” kata Ridwan Goh, Rabu (17/12).

Saat ini, MARK sedang mem­­ba­ngun pabrik baru kedua di atas lahan seluas 9 hektare di daerah Dalu Se­puluh, Tan­jung Morawa. Pab­rik baru itu diharapkan dapat merea­li­sa­si­kan target ca­paian produksi pada 2021.

Alokasi investasi itu le­­bih besar dari belanja mo­­dal pada 2020 yang di­ang­garkan se­­besar Rp40 miliar dan telah ter­serap se­luruhnya hingga Sep­tem­ber 2020. Belanja modal ter­sebut dikucurkan MARK un­­tuk pengadaan me­­sin un­­­­tuk menambah kapasitas pro­­­duksi se­­ni­lai Rp20 mi­­liar daan eks­pansi produk sanitari Rp20 miliar.

Selain me­­nam­bah ka­­pasitas pro­duksi, MARK juga akan me­­lakukan eks­pansi ekspor ke dua negara tujuan baru, yaitu China dan sebagian negara di Be­­nua Amerika.

“Ekspansi pasar baru kami yang terutama ada­lah China dan sebagian Ame­rika. Target pen­jual­an pada 2021 ada­lah sebesar Rp875 miliar,” imbuhnya.

Menurut Ridwan, MARK su­­­dah mendapatkan kontrak baru sebesar US$52 juta untuk pengapalan pada 2021. Hingga saat ini, pen­­jualan ekspor mem­beri andil 95% dari total pen­­jualan MARK.

Dalam 9 bulan 2020, MARK membukukan total penjualan sebesar Rp344,47 miliar, naik 28,91% secara year on year (yoy). Se­ja­lan de­ngan kenaikan pen­da­pat­an, laba bersih per­se­roan tumbuh 38,87% secara ta­­hunan dari Rp65,49 miliar menjadi Rp90,95 miliar per kuartal III/2020. Hingga akhir ta­­hun ini, laba ber­sih MARK di­­proyeksi me­­nem­bus Rp130 miliar.

Sumber: BISNIS

PT Gudang Garam Tbk dan PT HM Sampoerna Tbk Apresiasi Pemerintah atas Tarif Cukai


Emiten rokok berkapitalisasi besar PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) mengapresiasi keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan tarif cukai bagi segmen sigaret kretek tangan (SKT).

Direktur Gudang Garam Istata Taswin Siddharta mengatakan pihaknya mendukung kebijakan pemerintah tersebut.

“Sudah bagus (kebijakan tidak menaikkan tarif CHT untuk segmen SKT) karena SKT banyak menyerap tenaga kerja,” ungkapnya kepada Bisnis, Selasa (15/12/2020).

Sebagai informasi, bisnis GGRM sendiri masih ditopang oleh penjualan segmen sigaret kretek mesin (SKM) yang berkontribusi 91,25 persen terhadap pendapatan perusahaan hingga periode September 2020.

Di sisi lain, segmen SKT menyumbang 7,65 persen omzet perseroan hingga periode September tahun ini. Penjualan SKT juga naik 10,06 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dihubungi terpisah, Presiden Direktur HM Sampoerna Mindaugas Trumpaitis mengatakan keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan tarif cukai bagi segmen SKT yang padat karya sangat bermanfaat untuk melindungi para pekerja.

Demi mendukung industri rokok agar terus bertahan dan terus menyediakan lapangan pekerjaan selama masa yang menantang ini, HMSP sebelumnya memang telah memberikan masukan tersebut kepada pemerintah.

“Sementara pada segmen sigaret mesin (SKM/Sigaret Kretek Mesin dan SPM/Sigaret Putih Mesin), Sampoerna perlu mengantisipasi tantangan di tahun mendatang, karena kenaikan tarif cukai pada kedua segmen ini jauh di atas tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi,” jelasnya kepada Bisnis, Senin (14/12/2020).

Penjual melayani pembeli rokok di Jakarta, Rabu (19/9/2018). - ANTARA/Muhammad Adimaja

Penjualan Rokok Tergerus

Hal ini terutama terkait tren perpindahan pembelian atau downtrading dari segmen rokok dengan tarif cukai yang lebih tinggi dari golongan 1 ke tarif cukai lebih rendah di golongan 2 dan golongan 3.

Perseroan menyadari bahwa pemerintah telah mempertimbangkan berbagai faktor sebelum memutuskan untuk menetapkan kebijakan dan kenaikan tarif cukai. Adapun, pandemi global telah menciptakan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, baik di sektor publik maupun swasta.

Bagi industri rokok sendiri, kinerja tahun 2020 sangat terdampak oleh kenaikan tarif cukai yang tertinggi selama 10 tahun terakhir, serta oleh pandemi Covid-19.

Namun, HMSP tetap berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Hal ini tercermin dari berbagai inisiatif yang ditujukan kepada para pemangku kepentingan, termasuk karyawan, mitra bisnis, dan masyarakat luas seperti tercermin dalam falsafah tiga tangan milik perseroan.

Sementara, PT Bentoel Internasional Investama Tbk. (RMBA) atau Bentoel Group mengakui sebenarnya manajemen berharap bahwa pemerintah mengeluarkan kebijakan yang lebih mendukung pemulihan dan keberlanjutan industri tembakau yakni dengan kenaikan cukai yang berkisar satu digit.

Mercy Francisca Hutahaean, Legal & External Affairs Director, Bentoel Group menyatakan bahwa berdasarkan perkiraan Direktorat Bea dan Cukai, kenaikan tarif cukai rokok sebesar 23 persen telah menyebabkan penurunan volume industri tembakau sebesar 15 persen dan pendapatan pemerintah tidak mengalami pertumbuhan pada 2020.

“Dengan segmen SKM dan SPM yang menguasai 80 persen dari total pasar dan cukai pada segmen tersebut dinaikkan sekitar 17-18 persen mulai tanggal 1 Februari 2021, sudah tentu volume industri akan kembali mengalami penurunan secara signifikan di tahun 2021,” jelasnya kepada Bisnis pada Selasa (15/12/2020).

Perseroan memprediksi bahwa tren tahun 2020 akan berlanjut di tahun depan dengan semakin berkembangnya rokok dengan harga yang lebih murah dan tar yang lebih tinggi, serta rokok ilegal yang akan semakin tumbuh.

Kondisi Covid-19 yang berkepanjangan sampai 2021 juga dianggap perseroan akan tetap menjadi faktor yang memperburuk kondisi tersebut.

“Tahun 2021 akan memberikan tantangan lebih bagi perusahaan kami dan juga bagi industri tembakau pada umumnya,” sambung Mercy.

Pihaknya juga perlu mempertimbangkan kembali semua rencana investasi baru di Indonesia setelah mendengar pengumuman kenaikan tarif cukai tersebut.

Pemerintah menetapkan kenaikan tarif cukai per jenis rokok sebesar 12,5 persen. Kenaikan ini selain mempertimbangkan isu kesehatan juga menilai perlindungan terhadap buruh, petani, dan industri.

Berikut 3 pokok kebijakan cukai hasil tembakau tahun 2021:


1. Kenaikan tarif cukai per jenis rokok

Secara rinci, kenaikan tarif cukai Sigaret Putih Mesin (SPM) adalah

a. SPM untuk golongan I, sebesar 18,4 persen.

b. SPM untuk golongan IIA, sebesar 16,5 persen.

c. SPM untuk golongan IIB, sebesar 18,1 persen.


Sementara untuk Sigaret Kretek Mesin (SKM) adalah sebagai berikut:

a. SKM untuk golongan I, sebesar 16,9 persen.

b. SKM untuk golongan IIA, sebesar 13,8 persen.

c. SKM untuk golongan IIB, sebesar 15,4 persen.


2. Sigaret Kretek Tangan tidak naik


3. Besaran harga jual eceran di pasaran, sesuai dengan kenaikan tarif masing-masing jenis rokok.


Sumber: BISNIS

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Akan Terima Dana PEN


PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) akan menerima pencairan dana investasi pemerintah pekan depan sebagai bagian dari program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan proses pencairan dana talangan dalam bentuk obligasi wajib konversi (OWK) atau mandatory convertible bond (MCB) tersebut tengah dalam tahap finalisasi.

GIAA menjadi salah satu badan usaha milik negara (BUMN) yang mendapatkan investasi pemerintah dalam rangka program PEN dan memperbaiki posisi keuangan. Keputusan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 118/PMK.06/2020.

Adapun, Garuda Indonesia akan menerbitkan OWK dengan nilai maksimum Rp8,5 triliun dengan tenor maksimal 7 tahun. 

“Insyaallah dalam bulan ini. Finalisasi tanda tangannya minggu ini, minggu depan paling lambat, sebelum akhir tahun kita sudah bisa keluar,” kata Irfan saat paparan publik daring, awal pekan ini.

Berdasarkan kesepakatan terbaru dengan pemerintah, lanjut dia, pencairan dana tersebut akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan perseroan dan kondisi keuangan GIAA di masa depan.

Kendati demikian, dia enggan menyebutkan berapa besaran dana yang akan turun pada tahap pertama. Irfan hanya mengatakan bahwa dana publik yang akan masuk Garuda akan digunakan sesuai kebutuhan dan target-target yang dijanjikan perseroan.

“Mudah-mudahan memang melihat perkembangan yang terjadi, di sisi pendapatan Garuda yang makin membaik, negosiasi dengan para kreditor, kita berharap tahapan ini bisa sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan di masa mendatang,” tuturnya.

Berdasarkan data Bloomberg, saham GIAA menguat 3,18 persen ke level Rp454 pada akhir sesi Jumat (18/12/2020). Dalam sebulan terakhir, pergerakan emiten BUMN itu naik 16,41 persen.

Lewat riset yang dipublikasikan melalui Bloomberg Senin (23/11/2020), Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Lee Young Jun menjelaskan bahwa harga saham Garuda Indonesia melonjak 63 persen sejak 6 November 2020. Reli menurutnya dipicu oleh berita terkait vaksin Pfizer, pembentukan holding BUMN pariwisata, dan pengumuman MCB.

“Kami merasa semua informasi ini positif untuk Garuda Indonesia meskipun kami tidak melihat katalisator yang dapat mempertahankan harga saham saat ini jadi menurut kami sentimen bullish di Garuda Indonesia semakin mendahului fundamental,” jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa tujuan pembentukan holding BUMN pariwisata untuk meningkatkan efisiensi dan menciptakan sinergi. Empat industri akan diintegrasikan termasuk maskapai penerbangan, manajemen bandara, pariwisata, dan peritel.

Kendati detail strategi dan garis waktu belum tersedia, lanjut dia, pihaknya meyakini pembentukan holding akan mendorong volume GIAA dengan efisiensi biaya yang lebih baik. Namun, potensi kenaikan dari sentimen ini menurutnya masih terbatas.

Di sisi lain, Lee mengatakan GIAA membukukan rugi bersih US$1,1 triliun pada kuartal III/2020. Realisasi itu lebih tinggi dari perkiraaan tahunan akibat keterlambatan pembayaran dan lesunya industri penerbangan.

Sejalan dengan itu, Mirae menyesuaikan proyeksi kerugian bersih periode 2020 dari US$1,1 miliar menjadi US$1,4 miliar. Secara keseluruhan, rekomendasi jual masih dipertahankan dengan target harga yang lebih rendah dari sebelumnya di level Rp140 per lembar.

“Risiko utama dari panggilan kami adalah berkurangnya jumlah kasus Covid-19 baru dan vaksin yang diperkenalkan di Indonesia sebelum kuartal II/2021,” paparnya.

Sumber: BISNIS

AP II Gandeng Indofarma Cegah Keramaian Tes Covid-19 di Bandara


PT Angkasa Pura II (AP II) berupaya mempermudah masyarakat dalam melakukan tes Covid-19 di bandara. Oleh karena itu, AP II akan menerapkan sistem prajual dalam jasa pemeriksaan Covid-19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) dan rapid test antigen.

Perseroan menargetkan sistem tersebut akan siap digunakan dalam beberapa hari ke depan.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, sistem tersebut digunakan agar 19 bandara yang dikelola AP II tetap mengedepankan tiga hal, yakni bebas bingung, bebas stres, dan bebas repot. Sistem tersebut juga akan mengurai kerumunan yang disebabkan antrian pemeriksaan tersebut di bandara.

"Sekarang, orang datang [untuk tes Covid-19] harus daftar, antre, menunggu, dan tes. Waktunya jadi sangat banyak, ini yang kami ingin terobos. Kami sudah minta tadi pagi agar layanan ini bukan hanya untuk menghadapi [liburan] Natal dan Tahun Baru, tapi sebagai protokol tetap," katanya dalam Diskusi Online Forwahub Ke-11, Sabtu (19/12/2020).

Awaluddin berujar, sistem prajual akan memangkas waktu tunggu dan panjang antrian secara signifikan. Pasalnya, penumpang pesawat terbang akan datang pada waktu tertentu untuk mendapatkan pemeriksaan Covid-19.

Awaluddin menyampaikan, penumpang juga tidak perlu lagi menunggu hasil pemeriksaan setelah pemeriksaan. Hasil pemeriksaan akan langsung masuk ke sistem digital bandara untuk proses verifikasi.

Selain itu, Awaluddin mengatakan titik pemeriksaan Covid-19 juga akan diperluas, sehingga tidak lagi hanya dilakukan di bandara. Pihaknya akan bekerja sama dengan PT Indofarma (Persero) Tbk. dalam pemeriksaan Covid-19.

Awaluddin menyatakan penumpang dapat menikmati sistem prajual pemeriksaan Covid-19 tersebut melalui aplikasi Indonesia Airports di gawai masing-masing. Nantinya, ucapnya, sistem pembayaran jasa tersebut juga dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi tersebut.

"Kami akan melakukan itu secara serius dan akan membentuk basis layanan yang sebelumnya tidak ada sebelum Covid-19," katanya.

Seperti diketahui, tarif PCR test di bandara-bandara PT Angkasa Pura II, seperti di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Husein Sastranegara kini menjadi Rp800.000 untuk hasil 24 jam setelah pemeriksaan, dari tarif sebelumnya Rp885.000.

"Sementara itu untuk tarif rapid test antigen menjadi Rp200.000 untuk hasil 15 menit setelah pemeriksaan, dari tarif sebelumnya Rp385.000. Adapun, untuk rapid test antibodi tetap Rp85.000," ujarnya.

AP II bersama mitra operator Airport Health Center yakni Farmalab melakukan pembahasan untuk memastikan berbagai hal termasuk terkait suplai alat pengetesan sehingga tarif dapat lebih rendah.

Menurut Awal, tarif pengetesan Covid-19 yang lebih rendah ini dipastikan tetap berlaku pada periode angkutan Natal dan Tahun Baru 2020/2021, meski diperkirakan penerbangan akan lebih tinggi dibandingkan dengan hari-hari biasa.

Sumber: BISNIS

PT Sky Energy Indonesia Tbk Alami Penurunan Laba Bersih Pada kuartal III/2020.


PT Sky Energy Indonesia Tbk. (JSKY) mencatatkan penurunan laba bersih pada kuartal III/2020, seiring dengan penerimaan yang menurun sepanjang periode tersebut.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III/2020, perseroan mencetak laba bersih sebesar Rp17,14 miliar. Posisi tersebut turun 38,91 persen dibandingkan catatan pada kuartal III/2019 saat JSKY meraup laba bersih Rp26,08 miliar.

Penyebab utama penurunan itu adalah anjloknya penjualan baik secara domestik maupun ekspor. Kontribusi pendapatan dari penjualan domestik pada kuartal III/2020 tercatat sebesar Rp127,77 miliar, jauh di bawah perolehan kuartal III/2019 sebesar Rp255,61 miliar.

Penerimaan perusahaan dari ekspor juga anjlok cukup dalam. Perusahaan hanya mampu mencetak pendapatan Rp62,18 miliar berbanding torehan kuartal III/2019 senilai Rp102,11 miliar.

Dengan performa tersebut, perseroan membukukan laba kotor senilai Rp46,84 miliar, turun dari posisi untung Rp87,34 miliar pada kuartal I/2019. 

Dari sisi kewajiban, per akhir September, emiten yang bergerak di bidang pembangkit listrik itu tercatat memiliki liabilitas sebesar Rp282,05 miliar, turun 11,2 persen dibandingkan catatan kuartal III/2019 sebesar Rp317,63 miliar

Kewajiban ini terdiri dari liabilitas jangka panjang senilai Rp9,53 miliar dan jangka pendek senilai Rp272,51 miliar.

SUmber: IQPLUS

PT Surya Citra Media Tbk Optimis Kinerja Tahun Depan Terdongkrak Iklan


Emiten media yang mengelola stasiun televisi SCTV dan Indosiar,  PT Surya Citra Media Tbk., optimistis kinerja tahun depan bakal terdongkrak peningkatan belanja iklan. 

Corporate Secretary Surya Citra Media Gilang Iskandar mengungkapkan bahwa prospek kenaikan belanja iklan di Indonesia merupakan angin segar bagi kinerja perseroan.

Untuk diketahui, Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) memprediksi nilai belanja iklan di Indonesia naik di kisaran 7,5 persen —10 persen pada 2021 dengan dominasi pangsa pasar yang cukup kokoh dari televisi dan internet.

Adapun, televisi dan digital masing-masing bakal menguasai sekitar 60 persen dan 25 persen pangsa iklan sepanjang tahun depan seiring dengan dimulainya proses pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19. Sementara itu, sisanya dibagi untuk media lain seperti radio dan media luar ruang.

“Artinya ada potensi kenaikan pendapatan bagi stasiun tv. Oleh karena itu, semua potensi airtime yang  ada akan dimaksimalkan termasuk program unggulan ataupun program baru,” ujar Gilang kepada Bisnis, Minggu (20/12/2020).

Selain itu, emiten bersandi saham SCMA itu pun siap menangkap peluang dari prospek kenaikan belanja iklan di platform digital.

Gilang menjelaskan bahwa sebagian grup media eksisting sudah masuk ke platform digital dan yakin dapat memaksimalkan pendapatan pada tahun depan seiring dengan prospek positif tersebut.

Hingga kuartal III/2020 emiten yang dimiliki konglomerat Eddy K. Sariaatmadja tu mengantongi pendapatan sebesar Rp3,58 triliun, turun 13,5 persen dibandingkan dengan peroleh periode yang sama tahun lalu sebesar Rp4,14 triliun.

Hal itu disebabkan oleh pendapatan iklan yang menurun 16,16 persen menjadi Rp4,11 triliun dari perolehan kuartal III/2019 sebesar Rp4,9 triliun.

Namun, pelemahan kinerja top line SCMA berhasil ditahan oleh kenaikan 31,9 persen dari pos pendapatan  lain-lain menjadi Rp277,36 miliar dan menciutnya potongan penjualan sebesar Rp806,63 miliar.

Sementara itu, SCMA membukukan laba periode berjalan sebelum penyesuaian  rugi merging entities yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp913,6 miliar, terkoreksi 9,3 persen daripada perolehan periode yang sama tahun lalu.

Sumber: BISNIS

Rekomendasi Saham EXCL, LPKR dan UNVR oleh Indopremier | 21 Desember 2020


IHSG (6.065 – 6.145) :  indeks harga saham gabungan diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat. Target kenaikan indeks pada level 6.145 kemudian 6.185 dengan support di level 6.065 dan 6.025.

EXCL (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.870 kemudian 2.950 dengan support di level 2.710 cut loss jika break 2.620.

LPKR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 250 kemudian 256 dengan support di level 238 cut loss jika break 232.

UNVR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 7.750 kemudian 7.900 dengan support di level 7.450 cut loss jika break 7.300.

XIHD (Sell) : Target pelemahan harga pada level 472 kemudian 467 dengan resist di level 482 kemudian 487.

XILV (Sell) : Target pelemahan harga pada level 112 kemudian 110 dengan resist di level 116 kemudian 118.

XIML (Sell) : Target pelemahan harga pada level 259 kemudian 255 dengan resist di level 267 kemudian 271.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9tma

Update Harga Komoditas dan Indeks | 21 Desember 2020


Dow falls more than 100 points as lawmakers struggle to seal last-minute stimulus deal

Stocks slipped from record highs in volatile trading on Friday as lawmakers struggled to bridge differences on additional coronavirus stimulus measures.


Dow.......30179   -124.3      -0.41%

Nasdaq..12756  -9.1           -0.07%

S&P 500..3709   -13.1         -0.35%

 

FTSE...... .6529   -21.9        -0.33%

Dax........13631   -36.7        -0.27%

CAC........5528    -21.6        -0.39%


Nikkei....26763    -43.3        -0.16%

HSI.........26499   -179.8      -0.67%

Shanghai .3395   -9.9          -0.29%

ST Times..2849  -9.04        -0.32%


IDX..6104.32     -9.06         -0.15%

LQ45..962.36    -6.33         -0.65%


JAKMIND....1109.40    +0.61     +0.06%

JAKCONS....1878.72   +10.85   +0.58%

JAKTRADE....770.34    +4.87     +0.64%

JAKBIND........947.70   -8.24       -0.86%

JAKAGRI.....1440.49  +44.65   +3.20%

JAKFIN.........1360.07   -14.85     -1.08%

JAKPROP......409.14     +4.97      +1.23%

JAKINFR......1030.38    +1.49      +0.14%

JAKMANU...1361.73    -0.11       -0.01%   

JAKMINE.....1939.33   +17.3      +0.90%

 

Indo10Yr..6.0825     -0.1020   -1.65%👍

lCBI......314.4817    +0.1386  +0.04%👍

US10Yr........0.9480  +0.0180  +1.94%

VIX.............21.57    -0.36       -1.64%

  

USDIndx .....90.0160   +0.2420  +0.27%

Como Indx....166.45   +0.96       +0.58%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN........137.98  +0.68        +0.49%



IndoCDS....67.288    +0.353   +0.527%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14110.00   +2.50         +0.02%

Jisdor....14146     -6                -0.04%



Euro.........1.2257  -0.0010   -0.08%


TLKM......24.65     -0.17       -0.68%

(3486)

EIDO.........23.96    -0.13       -0.54%

EEM..........50.99    -0.06       -0.12%


Oil.........49.10         +0.74        +1.53%

Gold ......1888.90     -1.90         -0.10%

Timah...20060.00  +162.50   +0.82%

Nickel.....17492.50    unch        +0%

 

Coal price....80.00     +0.50    +0.63%

(Des/Newcastle) 

Coal price.....84.25    +0.20    +0.24%

(Jan/Newcastle)

Coal price.....66.00    +0.35    +0.53%

(Des/Rotterdam) 

Coal price.....68.40     -0.20     -0.29%

(Jan/ Rotterdam)

 

CPO(Feb)....3533    +75       +2.17%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn............437.50  +5.25    +1.21%

SoybeanOil...39.67  +0.27    +0.69%

Wheat........ 608.25   -1.00     -0.16%


Wood pulp. 4025.00  unch   +0%


( DE/ Phintraco(AT)  21-12-20)

Rekomendasi Saham ASRI, BBNI, BBRI, ELSA, INDF, INKP, TBIG dan TOWR oleh Binaartha Sekuritas | 21 Desember 2020



Binaartha Sekuritas Daily

oleh Muhammad Nafan Aji Gusta Binaartha

21 Desember 2020

Saham ASRI

Terlihat pola shooting star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham.

Rekomendasi:

Sell on strength pada area level Rp 278 –Rp 286, dengan target harga secara bertahap di level Rp 252 dan Rp 246. Resistance: Rp 294. (RoE: -14.17%; PER: -4.03x; EPS: -66.51; PBV: 0.57x; Beta: 2.25).

Saham BBNI

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar.

Rekomendasi:

Akumulasi beli pada area Rp 6.600 – Rp 6.650, dengan target harga di level Rp 6.600, Rp 6.825 dan Rp 7.950. Support: Rp 6.600, Rp 6.375 & Rp 6.050. (RoE: 5.05%; PER: 20.96x; EPS: 311.32; PBV: 1.06x; Beta: 2.05).

Saham BBRI

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar.

Rekomendasi:

Akumulasi beli pada area level Rp 4.230 – Rp 4.280, dengan target harga secara bertahap di level Rp 4.460, Rp 4.640 dan Rp 4.760. Support: Rp 4.230 & Rp 4.130.

Saham ELSA

Terlihat pola shooting star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. Ia Rekomendasi:

Sell on strength pada area level Rp 380 – Rp 392, dengan target harga di level Rp 360. Resistance: Rp 400. (RoE: 6.69%; PER: 11.12x; EPS: 34.16; PBV: 0.74x; Beta: 1.88).

Saham INDF

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.

Rekomendasi:

Akumulasi beli pada area level Rp 6.800 –Rp 6.850, dengan target harga secara bertahap di level Rp 7.075, Rp 7.400, Rp 7.600 dan Rp 8.375. Support: Rp 6.800 & Rp 6.460. (RoE: 6.57%; PER: 12.49x; EPS: 568.57; PBV: 0.82x; Beta: 0.71).

Saham INKP

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inside bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.

Rekomendasi:

Akumulasi beli pada area level Rp 10.200 – Rp 10.400, dengan target harga secara bertahap di level Rp 10.875,Rp 11.125 and Rp 12.300. Support: Rp 9.975 & Rp 9.475. (RoE: 8.83%; PER: 10.00x; EPS: 1039.53; PBV: 0.88x; Beta: 1.84).

Saham TBIG

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar.

Rekomendasi:

Akumulasi beli pada area level Rp 1.470 –Rp 1.490, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.525, Rp 1.575, Rp 1.700 dan Rp 1.820. Support: Rp 1.455. (RoE: 14.68%; PER: 34.73x; EPS: 43.91; PBV: 5.09x; Beta: 1).

Saham TOWR

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.

Rekomendasi:

Akumulasi beli pada area level Rp 975 -Rp 985, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.000, Rp 1.010, Rp 1.085, Rp 1.155 and Rp 1.220. Support: Rp 950. (RoE: 24.95%; PER: 20.34x; EPS: 49.89; PBV: 5.08x; Beta: 0.66).

Rekomendasi Saham UNVR, TOWR, BRPT dan JSMR oleh MNC Sekuritas | 21 Desember 2020


MNC Daily Scope Wave

21 Desember 2020

Pada perdagangan kemarin (18/12), IHSG ditutup terkoreksi tipis 0,1% ke level 6,104. Koreksi IHSG tersebut masih dalam kondisi wajar, dikarenakan masih bergerak di atas MA5 dan di atas level 6,000. Saat ini pergerakan IHSG sedang berada di akhir wave [v] dari 3 dan kami perkirakan wave [v] dari wave 3 akan terkonfirmasi selesai bila IHSG terkoreksi di bawah 5,911. Apabila IHSG terkoreksi di bawah 5,911, maka IHSG akan mengarah ke area 5,650-5,850, terburuknya apabila IHSG menembus 5,563 maka IHSG akan mengarah ke 5,350-5,500 untuk membentuk wave 4.

Support: 6,013, 5,911

Resistance: 6,170, 6,220

UNVR - Buy on Weakness (7,600)

Jumat kemarin (18/12), UNVR ditutup menguat 2,4% ke level 7,600. Selama tidak terkoreksi di bawah 7,425, maka UNVR saat ini sedang berada di awal wave C. Hal tersebut berarti, UNVR berpeluang menguat pada pergerakan selanjutnya.

Buy on Weakness: 7,525-7,575

Target Price: 8,300, 8,800

Stoploss: below 7,425

TOWR - Spec Buy (985)

Pekan kemarin (18/12), TOWR ditutup menguat tipis 0,5% ke level 985. Selama TOWR tidak terkoreksi kembali ke bawah 965, maka saat ini TOWR sedang berada diakhir wave (C) dari wave [B]. Hal tersebut berarti, koreksi TOWR akan relatif terbatas dan berpeluang untuk menguat.

Spec Buy: 975-985

Target Price: 1,050, 1,120

Stoploss: below 965

BRPT - Sell on Strength (1,250)

BRPT ditutup terkoreksi 0,8% ke level 1,250 pada perdagangan Jumat kemarin (18/12). Kami perkirakan saat ini posisi BRPT sudah berada diakhir wave (v) dari wave [iii] dari wave 3, hal tersebut berarti BRPT rentan terkoreksi untuk membentuk wave [iv] dari wave 3 terlebih dahulu. Adapun level koreksi BRPT kami perkirakan berada pada level 1,130-1,200 dan level buyback tersebut dapat digunakan sebagai level buyback.

Sell on Strength: 4,720-4,810

JSMR - Sell on Strength (4,710)

Menutup pekan kemarin (18/12), JSMR ditutup menguat tipis 0,2% ke level 4,710. Kami memperkirakan, saat ini posisi JSMR sudah berada di akhir wave [v] dari wave 3, sehingga JSMR rentan terkoreksi untuk membentuk wave 4. Wave 3 sendiri akan terkonfirmasi selesai apabila JSMR turun ke bawah 4,420 dan adapun level koreksi JSMR kami perkirakan berada pada rentang 4,200-4,400. Level koreksi tersebut dapat digunakan sebagai level buyback. 

Sell on Strength: 4,720-4,810

Disclaimer On