[PJAA] PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk. Tawarkan Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II Tahun 2021


PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (PJAA) akan menawarkan Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II Tahun 2021 dengan jumlah pokok obligasi sebesar Rp731 miliar.

"Obligasi ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap I dengan target dana yang dihimpun Rp1 triliun," tulis Manajemen PJAA dalam keterbukaan Informasi.

Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II Tahun 2021 dengan pokok senilai Rp731 miliar ini akan diterbitkan dalam 3 seri, yaitu:

Seri A ditawarkan dengan pokok Rp516 miliar dengan tingkat bunga tetap 7,25 persen. Jangka waktu Obligasi Seri A ini yaitu 370 hari kalender sejak tanggal emisi.

Seri B ditawarkan dengan pokok Rp149,60 miliar dengan tingkat bunga tetap 8,90 persen. Jangka waktu Obligasi Seri B yaitu 3 tahun sejak tanggal emisi.

Seri C ditawarkan dengan pokok Rp65,4 miliar dengan tingkat bunga tetap 9,60 persen. Jangka waktu Obligasi Seri C paling panjang yaitu 5 tahun sejak tanggal emisi.

Pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) sebesar 100% (seratus persen) dari Jumlah Pokok Obligasi Seri A, B, C pada saat jatuh tempo Obligasi Seri A, B dan C. Sedangkan Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sejak Tanggal Emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing Bunga Obligasi.

Selanjutnya Pembayaran Bunga Obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 11 Mei 2021 sedangkan pembayaran Bunga Obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo masing-masing Obligasi adalah pada tanggal 20 Februari 2022 untuk Obligasi Seri A, 10 Februari 2024 untuk Obligasi Seri B, dan 10 Februari 2026 untuk Obligasi Seri C.

PT Mandiri Sekuritas dan PT Indo Premier Sekuritas akan bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi serta PT Bank Permata Tbk sebagai Wali Amanat. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menberi peringkat idA untuk obligasi ini yang berlaku pada periode 8 April 2020 - 1 April 2021.

Adapun, 55 persen dari dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan oleh perseroan untuk mendanai ulang obligasi jatuh tempo (refinancing).

Obligasi Berkelanjutan I Jaya Ancol Tahap II Tahun 2018 Seri B senilai Rp350 miliar dengan bunga 7,6 persen akan jatuh tempo pada 18 Mei 2021 dan Obligasi Berkelanjutan I Jaya Ancol Tahap I Tahun 2016 Seri B senilai Rp50 miliar dengan bunga 8,2 persen akan jatuh tempo pada 29 September 2021.

Selanjutnya Sebanyak 29 persen dari dana obligasi ini berikutnya akan digunakan juga untuk pelunasan kewajiban kepada perbankan dan Sisanya sekitar 16 persen akan diberikan dalam bentuk penyertaan modal kepada anak usaha PT Taman Impian Jaya Ancol untuk pengembangan kawasan rekreasi dan fasilitas senilai Rp120 miliar.

Masa Penawaran Umum Obligasi ini pada 4 -5 Februari 2021 dan Perkiraan Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia jatuh pada 11 Februari 2021. (end)


Sumber: IQPLUS

[JSMR] PT Jasamarga Balikpapan-Samarinda Targetkan Oprasi Dua Seksi Terakhir Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Segera


PT Jasamarga Balikpapan-Samarinda (JBS), kelompok usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang mengelola Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, menargetkan pengoperasian dua seksi terakhir dari Jalan Tol Balikpapan-Samarinda dalam waktu dekat. Kedua seksi jalan tol tersebut adalah Seksi 1 Balikpapan (Km 13)-Samboja sepanjang 22,03 Km dan Seksi 5 Sepinggan-Balikpapan (Km 13) 11,09 Km.

Direktur Utama PT JBS S.T.H Saragi menjelaskan, hingga 22 Januari 2021, secara keseluruhan, pembebasan lahan untuk Seksi 1 dan Seksi 5 telah mencapai 99,97% dan progres konstruksinya telah mencapai 99,93%.

"Saat ini, sisa pekerjaan berupa perbaikan penurunan badan jalan di Sta 2+600 Seksi 5, perbaikan tanah dasar panel 2 dan 3 Seksi 1, dan perkuatan timbunan abutment box traffic di Sta 22+050. Saat ini, kami terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah terkait percepatan penyelesaian Seksi 1 dan Seksi 5 karena berkaitan dengan pekerjaan konstruksi yang masuk dalam lingkup Pemerintah," jelas Saragi.

Nantinya, dengan rampungnya dua seksi terakhir yang merupakan porsi dukungan konstruksi Pemerintah pada Jalan Tol Balikpapan-Samarinda ini, maka akan melengkapi tiga seksi yang telah beroperasi sebelumnya pada Desember 2019 lalu sehingga jalan tol ini beroperasi penuh.

"Kami optimis menargetkan pengoperasian kedua seksi terakhir ini pada pertengahan tahun 2021. Untuk Seksi 1, ditargetkan pada akhir triwulan 2 2021, sementara Seksi 5 pada awal triwulan 3 2021. Mengenai rencana pengoperasiannya, tentu saja kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Badan Pengatur Jalan Tol dan Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat," tambahnya.

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda juga dilengkapi dengan dua rest area tipe A yang dikelola oleh anak usaha Jasa Marga, PT Jasamarga Related Business. Saat ini kedua rest area yang terletak di Km 37 arah Balikpapan dan Km 36 arah Samarinda tersebut telah selesai dibangun.

"Saat ini, telah terbangun masjid dan toilet di rest area kedua arah yang dapat digunakan pengguna jalan. Secara bertahap, kedua rest area ini akan terus dikembangkan. Hal ini karena sesuai dengan rencananya, kedua rest area adalah tipe A di mana akan tersedia Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Selain itu, kami juga akan mendorong pengembangan tenant-tenant makanan dan lainnya yang dapat memfasilitasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)," tutup Saragi.

Secara keseluruhan, Jalan Tol Balikpapan Samarinda memiliki total panjang 97,99 Km yang dibagi menjadi lima seksi, yaitu Seksi 5 ruas Sepinggan (11,09 Km)-Balikpapan (Km 13), Seksi 1 ruas Balikpapan (Km 13)-Samboja (22,03 Km), Seksi 2 ruas Samboja-Muara Jawa (30,98 Km), Seksi 3 Muara Jawa-Palaran (17,30 Km), dan Seksi 4 Palaran-Samarinda (16,59 Km). (end)


Sumber: IQPLUS

[BBCA] Bank BCA Salurkan Bantuan kepada Korban Banjir Kalsel


BCA melalui program Corporate Social Responsibility Bakti BCA tergerak untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak banjir di kawasan Kalimantan Selatan. Bantuan disalurkan melalui Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Nahdlatul Ulama (NU).

"Segenap keluarga besar BCA turut prihatin atas bencana alam banjir yang melanda berbagai wilayah di kawasan Kalimantan Selatan. Tentu bukan hal yang mudah untuk melewati ini semua, apalagi saat ini kita masih dihadapkan dengan pandemi COVID-19. Sudah menjadi tanggung jawab kami sebagai bagian dari Bangsa Indonesia untuk saling tolong-menolong. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban korban yang terdampak banjir di Kalimantan Selatan," ujar Isa Yusuf, Kepala KCU BCA Banjarmasin.

Melalui aksi kemanusiaan yang dilakukan bersama dengan TNI dan NU, BCA menyalurkan bantuan berupa kebutuhan sehari-hari seperti susu bayi, suplemen, obat-obatan, dan sembako. Bantuan ini diserahkan secara langsung kepada perwakilan TNI Mayor Inf M. Khairul, Pasibinwanwil Sterrem 101/Ant- dan Sekretaris LPBI NU Kalimatan Selatan Najmi Fuadi dan Wakil Ketua NU Kalimantan Selatan Hidayat.

"Semoga bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan dapat berangsur membaik dan masyarakat dapat beraktivitas dengan normal kembali. Dukungan juga kami berikan kepada seluruh relawan yang telah terjun secara langsung untuk membantu penanggulangan wilayah yang terdampak banjir di Kalimantan Selatan," tutup Inge, EVP CSR BCA.

BCA Salurkan Bantuan untuk Masyarakat yang Terdampak Banjir di Kalimantan Selatan . Kepala KCU BCA Banjarmasin Isa Yusuf (kiri) secara simbolis menyerahkan bantuan CSR Bakti BCA kepada perwakilan TNI Mayor Inf M. Khairul, Pasibinwanwil Sterrem 101/Ant- (kanan) bagi masyarakat yang terdampak banjir di Kalimantan Selatan, Sabtu (23/01). Bantuan donasi ini diharapkan dapat turut meringankan beban masyarakat yang terdampak.

Kepala KCU BCA Banjarmasin Isa Yusuf didampingi Serikat Pekerja secara simbolis menyerahkan bantuan CSR Bakti BCA kepada Wakil Ketua NU Kalimantan Selatan Hidayat dan Sekretaris LPBI NU Kalsel Najmi Fuadi bagi masyarakat yang terdampak banjir di Kalimantan Selatan, Jumat (22/01).(end)


Sumber: IQPLUS

[LPKR] PT Lippo Karawaci Tbk Dapatkan Peringkat B3 untuk Obligasi


Lembaga pemeringkat internasional PT Moody’s Investors Service menegaskan peringkat B3 untuk obligasi yang dikeluarkan oleh PT Lippo Karawaci Tbk. dan entitas anak.

Peringkat B3 juga dipertahankan untuk surat utang senior tanpa jaminan (senior unsecured bond) yang diterbitkan oleh Theta Capital Pte. Ltd. selaku anak usaha Lippo Karawaci. Adapun, surat utang tersebut dijamin oleh emiten dengan kode saham LPKR tersebut beserta beberapa entitas anak lainnya.

VP and Senior Credit Officer Moody’s Jacintha Poh mengatakan outlook untuk surat utang keluarga Lippo Karawaci ditetapkan stabil.

“Peringkat ini mencerminkan harapan kami akan perbaikan aliran kas Lippo Karawaci dalam 12 bulan—18 bulan ke depan, yang ditopang oleh prapenjualan inti dan penurunan pembayaran untuk Dana Investasi Real Estat (DIRE),” tulis Poh dalam siaran pers, Senin (25/1/2021).

Adapun, LPKR membukukan pendapatan prapenjualan senilai Rp2,67 triliun pada akhir 2020 atau naik 45 persen dibandingkan 2019.

Perseroan pun menargetkan marketing sales yang lebih tinggi senilai Rp3,5 triliun pada tahun ini yang akan didukung oleh peluncuran sejumlah rumah tapak.

Selanjutnya, Lippo Karawaci juga akan menyelesaikan penjualan Lippo Mall Puri ke Lippo Malls Indonesia Retail Trust atau DIRE milik perseroan pada bulan ini. Transaksi ini akan menghilangkan ketidakpastian mengenai waktu penjualan aset pusat perbelanjaan tersebut.

“Moody’s memperkirakan nilai penjualan mal ini sekitar Rp1 triliun,” tulis Moody’s.

Kendati demikian, Poh mengingatkan bahwa LPKR masih sangat bergantung dengan penjualan aset untuk mengumpulkan kas perusahaan holding-nya. Dengan demikian, perseroan bakal tetap merestrukturisasi (rollover) fasilitas pinjaman jangka pendek untuk menjaga likuiditas.

Adapun, outlook stabil dari Moody’s disebut merupakan penilaian untuk likuiditas LPKR yang masih kuat hingga akhir 2021. Namun, level likuiditas saat ini terancam mengetat apabila perseroan tak mampu melakukan restrukturisasi sejumlah pinjaman yang senilai total Rp970 miliar.


Sumber: BISNIS

[ANTM] PT Aneka Tambang (Persero) Tbk Siap Taati Aturan Tarif Royalti Komoditas Emas


Pemerintah akan mengatur kenaikan tarif royalti komoditas emas untuk harga di atas US$1.700 per ounces (oz).

Terkait dengan rencana pemerintah tersebut, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. menyatakan siap mematuhi ketentuan pemerintah.

"Pada prinsipnya Antam akan mengikuti sesuai dengan ketentuan yang akan berlaku. Perusahaan akan senantiasa memaksimalkan kegiatan operasional dan berupaya memberikan kontribusi secara positif bagi negara," ujar SVP Corporate Secretary Antam Kunto Hendrapawoko kepada Bisnis, baru-baru ini.

Dia menambahkan bahwa Antam akan tetap berfokus untuk mengembangkan pasar emas di dalam negeri. Hal itu selaras dengan tingginya minat masyarakat Indonesia dalam investasi emas.

Antam melihat prospek bisnis emas yang sangat baik di masa yang akan datang, mengingat konsumen melihat komoditas emas sebagai instrumen investasi sekaligus alat lindung nilai atau safe haven.

Sepanjang kuartal IV/2020, Antam membukukan tingkat penjualan emas unaudited sebesar 6.921 kg (222.515 troy oz). Sedangkan tingkat produksi emas unaudited Antam pada kuartal IV/2020 dari tambang Pongkor dan Cibaliung mencapai 388 kg (12.474 troy oz).

Secara akumulatif, realisasi produksi emas Antam sepanjang 2020 tercatat sebesar 1.672 kg (53.756 troy oz) dan realisasi penjualannya mencapai 1.797 kg (700.789 troy oz).

Sebelumnya, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Djamaluddin mengatakan bahwa dalam rangka optimalisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP), pemerintah tengah memproses penyesuaian tarif royalti untuk harga emas di atas US$1.700 per oz.

"Harga emas sedang baik. Kami sedang berusaha agar dengan meningkatnya harga emas ini, penerimaan negara dari logam mulia ini juga meningkat," kata Ridwan dalam konferensi pers secara daring, Jumat (15/1/2021).

Di sisi lain, pemerintah juga sedang mengatur untuk mengenakan PPN 0 persen untuk emas granule sebagai upaya mengamankan rantai pasok emas dalam negeri, serta meningkatkan daya saing industri perhiasan emas.

"Sehingga masyarakat atau pelaku usaha kegiatan yang memanfaatkan emas granule akan dapatkan harga lebih murah sehingga industri yang lebih hilir dapat tumbuh dengan biaya yang lebih kompetitif," kata Ridwan.

Selama ini, emas granule dikenakan pajak sehingga membuat emas granule tidak kompetitif untuk industri perhiasan emas atau para pengrajin emas.

Sementara itu, Kementerian ESDM mencatat PNBP subsektor minerba sepanjang 2020 dapat melampaui target yang ditetapkan, yakni mencapai Rp34,6 triliun atau 110,15 persen dari target Rp31,41 triliun.

Untuk tahun ini, Kementerian ESDM menargetkan PNBP meningkat menjadi Rp39,1 triliun.


Sumber: BISNIS

[BJBR] Bank BJB Salurkan Bantuan ke Korban Banjir di Kalsel


Bank BJB menyalurkan uluran tangan kepada para korban banjir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) yang terjadi pada sejak Kamis (14/1/2021). Bantuan diserahkan senilai Rp100 juta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel dan Kota Banjarmasin untuk penanganan dan pemulihan bencana.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto mengatakan bantuan ini merupakan bentuk simpati dan dukungan seluruh insan perseroan terhadap saudara-saudara setanah air yang tengah dilanda musibah. Bantuan diharapkan dapat meringankan pikulan beban warga terdampak sehingga dapat melewati proses pemulihan setelah bencana.

"Bank bjb mengulurkan tangannya sebagai bentuk tanda kepedulian kepada sesama yang tengah dilanda kesulitan melalui musibah banjir besar di Kota Banjarmasin. Kami berharap uluran tangan yang diberikan perusahaan disambut dengan tangan terbuka oleh warga terdampak yang sedang membutuhkan bantuan," kata Widi.

Banjir yang terjadi di awal tahun ini merupakan salah satu yang terbesar di Kalsel. Banjir ini merendam sejumlah kabupaten dan kota. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mencatat setidaknya ada 13 kabupaten dan kota yang terdampak banjir.

BPBD Kota Banjarmasin mencatat jumlah warga yang terdampak banjir mencapai sekitar 100 ribu orang. Banjir menggenang 25 kelurahan yang berada di Kota Banjarmasin di mana warga terdampak masih mengungsi akibat genangan yang belum sepenuhnya surut.(end)

Sumber: IQPLUS

Rekomendasi Saham ELSA, BRIS dan BBTN oleh Mirae Asset Sekuritas | 26 Januari 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

Januari 26, 2021

(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,258.57(-0.77%), Test Resistance at 6,287.  Trading range 6,178 – 6,287. Indikator MFI optimized.dan indikator Stochastic%D optimized sudah berada sekitar support.  Pada periode  weekly terlihat Indikator MFI optimized juga akan menguji support trendline. Daily support di 6,178 dan daily resistance di 6,287. Cut loss level di 6,100.

ELSA Daily, 404 (-5.16%), Trading Buy, trading range 400 – 426. Indikator MFI optimized cenderung naik lebih lanjut dan indikator RSI optimized sudah berada di oversold area dengan kecenderungan menguat. Daily support di 400 dan daily resistance di 426. Cut loss level di 380.

BRIS Daily, 3,240 (-0.00%), Buy on Weakness, trading range 3,090 – 3,400. Indikator MFI optimized dan indikator  Stochastic %D optimized sudah berada sekitar support trend line. Daily support  di  3,090  dan daily resistance di  3,400. Cut loss level di 2,950.

BBTN Daily, 1,780 (-1.11%), Trading Buy, trading range ,1,740 – 1,810. Indikator MFI optimized dan indikator Stochastic %D optimized sudah berada sekitar support trendline. Perkiraan daily support di 1,740 dan daily resistance terdekat di 1,810. Cut loss level di 1,700.

Rekomendasi Saham BJBR, PWON dan TINS oleh Indopremier | 26 Januari 2021


IHSG (6.190 – 6.330) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak menguat. Target kenaikan indeks pada level 6.330 kemudian 6.400 dengan support di level 6.190 dan 6.120.

BJBR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.725 kemudian 1.775 dengan support di level 1.625, cut loss jika break 1.575.

PWON (Buy) : Target kenaikan harga pada level 530 kemudian 545 dengan support di level 500, cut loss jika break 485.

TINS (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.300 kemudian 2.370 dengan support di level 2.160, cut loss jika break 2.090.

XIHD (Buy on Weakness) : Target harga beli  pada level 477 dengan resist di level 486, kemudian 491.

XILV (Buy on Weakness) : Target harga beli  pada level 115 dengan resist di level 118, kemudian 120.

XPSG (Buy on Weakness) : Target harga beli  pada level 423 dengan resist di level 437, kemudian 446.


Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbqbw

Ulasan Pasar Global | 26 Januari 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Jan 26, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

A.S

Stimulus yang gelisah mengurangi keuntungan awal Wall Street; Nasdaq, S&P mencatat rekor

Rata-rata utama AS pada hari Senin menutup level terbaik mereka hari ini, meskipun S&P dan Nasdaq masih ditutup pada level rekor, karena kekhawatiran atas waktu dan ruang lingkup stimulus fiskal mengurangi optimisme pada awal minggu laporan pendapatan dari perusahaan mega-cap.

Dow Jones turun 36,98 poin atau 0,12% menjadi 30.960. S&P 500 naik 13,89 poin atau 0,36% menjadi 3.855,36. Komposit Nasdaq menambahkan 92,93 poin atau 0,69% menjadi 13.635,99.

Investor mengalihkan fokus mereka ke Senat AS, yang akan mengesahkan undang-undang bantuan COVID-19 sebelum persidangan pemakzulan mantan Presiden Donald Trump dimulai pada awal Februari. Saham bergerak lebih rendah setelah Pemimpin Mayoritas Demokrat Chuck Schumer memperingatkan RUU stimulus mungkin tidak lolos selama empat hingga enam minggu. Pejabat dalam pemerintahan Presiden Joe Biden mencoba untuk mencegah kekhawatiran Partai Republik bahwa proposal bantuan pandemi senilai $1,9 triliun terlalu mahal.

Eropa

Bursa Eropa naik tipis karena keuntungan teknologi melawan kesengsaraan virus

Bursa Eropa beringsut lebih tinggi pada hari Senin karena kenaikan saham teknologi dan laporan pendapatan yang optimis membantu investor melihat melewati kemungkinan penguncian yang diperpanjang di banyak negara yang bergulat dengan varian baru dari virus korona baru.

Indeks STOXX 600 Eropa naik 0,8% menjadi 405,13.

Saham teknologi naik 1,2% dan naik tertinggi di antara sektor-sektor, dengan rekan-rekan AS mereka diperdagangkan di dekat level tertinggi sepanjang masa. Investor teknologi Eropa, Prosus, melonjak 6% ke level tertinggi sepanjang masa, sementara produsen chip naik di tengah tanda-tanda kekurangan chip global. Perusahaan teknologi kesehatan Belanda, Philips, naik 2,5% setelah melaporkan peningkatan 7% pada laba inti kuartal keempat karena pandemi terus mendorong permintaan peralatan rumah sakit untuk merawat pasien COVID-19. Pembuat turbin angin Siemens Gamesa naik 2,6% setelah mengulangi target penjualan dan margin keuntungannya, sementara sejenisnya Siemens Energy naik 1,6% setelah beralih ke laba inti pada kuartal fiskal pertama.

Analisa Saham ERAA | 26 Januari 2021


Analisa Saham ERAA

Saham ERAA pada tanggal 25 Januari 2021 ditutup menguat pada harga 2820, naik 14,63%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume yang menarik, yaitu 445% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area jenuh beli dengan kecenderungan bullish dan baru saja mengalami golden cross. 

Indikator Moving Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bullish dan baru saja mengalami golden cross.

Investor asing terlihat melakukan aksi beli sebesar 12,7milyar pada saham ini.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah naik

Rekomendasi dari kami adalah beli breakout

Berpeluang ke 3300

Jika turun di bawah 2480 maka berpeluang ke 2360

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.


Disclaimer ON


Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram:

https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : 

https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Instagram : 

@sahamonlineid ( https://www.instagram.com/sahamonlineid/ )

Facebook Page : 

@sahamindonesiahariini ( https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/ )

Aplikasi Android :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini

Website : 

http://www.sahamonline.id/


Analisa Saham MIKA | 26 Januari 2021

Analisa Saham MIKA


Saham MIKA pada tanggal 25 Januari 2021 ditutup menguat pada harga 2650, naik 6,85%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 170% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah dengan kecenderungan bullish dan baru saja mengalami golden cross. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bearish.

Investor asing terlihat melakukan aksi jual sebesar 27 milyar pada saham ini.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah turun

Rekomendasi dari kami adalah beli spekulatif

Jika naik di atas 2680 maka berpeluang ke 2940

Jika turun di bawah 2550 maka berpeluang ke 2440

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.


Disclaimer ON


Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram:

https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : 

https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Instagram : 

@sahamonlineid ( https://www.instagram.com/sahamonlineid/ )

Facebook Page : 

@sahamindonesiahariini ( https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/ )

Aplikasi Android :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini

Website : 

http://www.sahamonline.id/


Analisa Saham BBTN, BRPT dan BJTM | 26 Januari 2021

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)


Stochastic tampak berada di area oversold dan berpotensi terjadi golden cross. Investor asing melakukan aksi beli bersih sebesar Rp 3,47 miliar di pasar reguler. BBTN akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguat dengan menguji level resistance middle band. Kemarin, BBTN ditutup melemah dan menuhi level support lower band. Volume transaksi BBTN kemarin relatif sepi. 

Rekomendasi: Buy on weakness

Support: Rp 1.750

Resistance: Rp 1.820

Hendri Widiantoro, Erdikha Elit Sekuritas


PT Barito Pacific Tbk (BRPT)


Candle terbentuk hammer, mengindikasikan adanya peluang technical rebound. Indikator stochastic netral di lower area. Indikator MACD histogram negatif mengecil. 

Rekomendasi: Buy

Support: Rp 950

Resistance: Rp 1.100

Dimas W.P. Pratama, NH Korindo Sekuritas


PT Bank Jatim Tbk (BJTM)


Muncul bullish engulfing pattern candle. Indikator RSI menguat dan indikator stochastic membentuk golden cross. Volume perdagangan BJTM kemarin meningkat. Namun, MACD berpotensi dead cross. 

Rekomendasi: Trading buy

Support: Rp 800

Resistance: Rp 900

Achmad Yaki, BCA Sekuritas

Rekomendasi Saham AALI, ACES, AKRA, BBCA, CPIN, MAPI dan PWON OLEH Binaartha Sekuritas | 26 Januari 2021


Binaartha Sekuritas Daily

26 Januari 2021

Nafan Aji Gusta Utama

AALI

Daily (11175) (RoE: 3.97%; PER: 28.44x; EPS: 408.80; PBV: 1.15x; Beta: 1.55): Pergerakan harga saham hampir menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

“Akumulasi Beli” pada area level 10750 – 11175, dengan target harga secara bertahap di 11575, 12650 dan 13750. Support: 10750 & 10475.

ACES

Daily (1630) (RoE: 14.16%; PER: 38.61x; EPS: 41.31; PBV: 5.48x; Beta: 0.65): PergeTerlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. 

“Akumulasi Beli” pada area level 1540 – 1630, dengan target harga secara bertahap di level 1720, 1815, 2040 dan 2260. Support: 1540 & 1475.

AKRA

Daily (3050) (RoE: 8.47%; PER: 13.80x; EPS: 221.80; PBV: 1.17x; Beta: 1.62): Pergerakan harga saham menguji garis MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

“Akumulasi Beli” pada area level 3010 – 3050, dengan target harga secara bertahap di level 3110, 3440 dan 3770. Support: 2970 & 2860.

BBCA

Daily (35175) (RoE: 14.51%; PER: 32.36x; EPS: 1,094.81; PBV: 4.70x; Beta: 0.94): Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

“Akumulasi Beli” pada area 35000 – 35200, dengan target harga secara bertahap di level 36025, 37600 dan 39050. Support: 34425 & 33000.

CPIN

Daily (6350) (RoE: 13.46%; PER: 35.32; EPS: 185.45; PBV: 4.57x; Beta: 0.9): Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

“Akumulasi Beli” pada area level 6150 – 6350, dengan target harga secara bertahap di level 6550, 7025 dan 7475. Support: 6075 & 5975.

MAPI

Daily (760) (RoE: -12.92%; PER: -15.73x; EPS: -48.63; PBV: 2.03x; Beta: 1.61): Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

“Akumulasi Beli” pada area level 725 – 760, dengan target harga secara bertahap di level 785, 845, 1000 dan 1155. Support: 725 & 690.

PWON

Daily (515) (RoE: 4.61%; PER: 31.30x; EPS: 16.61; PBV: 1.44x; Beta: 1.6): Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

“Akumulasi Beli” pada level 500 – 515, dengan target harga secara bertahap di 540, 560, 580 dan 665. Support: 500 & 460.


Rekomendasi Saham WSBP, GIAA, JPFA dan RALS oleh MNC Sekuritas | 26 Januari 2021


MNC Daily Scope Wave

26 Januari 2021

Pada perdagangan kemarin (25/1), IHSG bergerak ditutup terkoreksi 0,8% ke level 6,258, pergerakan IHSG ini juga sudah menutup gap 6,158-6,190. Kami perkirakan, saat ini IHSG sudah berada di akhir wave A dari wave (4), hal tersebut berarti, koreksi IHSG sudah relatif terbatas dengan area koreksi ke 6,100-6,200. Setelah terkonfirmasi membentuk wave A, maka IHSG berpeluang menguat untuk membentuk wave B dari wave (4) ke rentang 6,320-6,450. 

Support: 6,195, 5,980

Resistance: 6,430, 6,505

WSBP - Buy on Weakness (278)

Pada perdagangan kemarin (25/1), WSBP ditutup terkoreksi 6,1% ke level 278. Kami perkirakan, saat ini posisi WSBP sudah berada di akhir wave A. Setelah wave A terbentuk, maka WSBP berpeluang menguat kembali untuk membentuk wave B, manfaatkan koreksi ini untuk melakukan BoW.

Buy on Weakness: 260-276

Target Price: 296, 320

Stoploss: below 238

GIAA - Buy on Weakness (350)

Kemarin (25/1), GIAA kembali terkoreksi 5,4% ke level 350. Saat ini kami perkirakan GIAA sedang membentuk wave [c] dari wave A, yang berarti GIAA masih rentan terkoreksi terlebih dahulu. Setelah wave A terbentuk, maka GIAA berpotensi menguat membentuk wave B, manfaatkan koreksi ini untuk melakukan BoW.

Buy on Weakness: 314-340

Target Price: 376, 400

Stoploss: below 310

JPFA - Buy on Weakness (1,620)

JPFA ditutup menguat 4,5% ke level 1,620 pada perdagangan kemarin (25/1). Kami perkirakan, posisi JPFA saat ini sedang membentuk wave [iii] dari wave C dari wave (Y), hal tersebut berarti JPFA berpeluang untuk menguat. Skenario ini berlaku selama JPFA tidak terkoreksi ke bawah 1,465.

Buy on Weakness: 1,560-1,610

Target Price: 1,750, 1,800

Stoploss: below 1,465

RALS - Sell on Strength (755)

Kemarin (25/1), RALS ditutup terkoreksi 3,2% ke level 755. Kami perkirakan saat ini RALS sedang berada pada bagian dari wave C dari wave (B), sehingga RALS masih rentan untuk melanjutkan koreksinya. Adapun koreksi RALS kami perkirakan berada pada area 630-700 dan akan lebih terkonfirmasi bila menembus 730.

Sell on Strength: 760-800

Disclaimer On

Update Harga Komoditas dan Indeks | 26 Januari 2021


S&P 500 ends volatile day slightly higher, Apple pushes Nasdaq to another record close

The S&P 500 erased earlier losses and rose slightly to a record on Monday as investors prepared for a busy week of earnings featuring reports from the largest tech companies.


Dow.......30960     -36.98   -0.12%

Nasdaq..13636   +92.9     +0.69%

S&P 500..3855    +13.9     +0.36%

 

FTSE...... .6639    -56.2       -0.84%

Dax........13644    -230 .02 -1.66%

CAC........5472      -87.2       -1.57%


Nikkei....28822    +190.8    +0.67%

HSI........30159    +711.2    +2.41%

Shanghai .3624   +17.5      +0.48%

ST Times..2974    -17.9       -0.60%


IDX....6307.13     -106.76    -1.66%

LQ45...991.58     -19.63       -1.64%


JAKMIND..1139.62     -27.56    -2.36%

JAKCONS....1809.86    -17.30   -0.95%

JAKTRADE....810.71     -5.33     -0.65%

JAKBIND........974.75    -8.40      -0.85%

 JAKAGRI..1416.00      -37.9      -2.61%

JAKFIN.. ....1439.88     +1.26     +0.09%

JAKPROP.....384.36     -10.52     -2.66%

JAKINFR......1034.32    -12.66     -1.21%

JAKMANU...1356.09    -15.67     -1.14%   

JAKMINE.....2057.31    -29.07     -1.39%

 

Indo10Yr...6.4840   -0.0033    -0.05%

ICBI.....311.0989    +0.0436   +0.01%

US10Yr...1.0400    -0.0510    -4.67%

VIX.............23.19    +1.28        +5.84%

  

USDIndx .....90.3520 +0.1140 +0.13%

Como Indx....174.44 +1.59      +0.92%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN........136.44 +0.24     +0.17%



IndoCDS.....72.994   -0.425   -0.578%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14022.50 -12.50      -0.09%

Jisdor....14082   +28           +0.20%



Euro.........1.2142  -0.0029    -0.24%


TLKM.......24.16    -0.13         -0.54%

(3402)

EIDO........24.02     -0.39         -1.60%

EEM.........56.25    +0.42        +0.75%


Oil............52.77        +0.50      +0.96%

Gold ....1858.90        -1.00       -0.05%

Timah..22447.00    +467.50  +2.13%

Nickel....18295.00    +95.0 0   +0.52%

 

Coal price..85.90    unch       +0%

(Jan/Newcastle) 

Coal price...87.10   +0.25      +0.29%

(Feb/Newcastle)

Coal price...67.45    -0.05       -0.07%

(Jan/Rotterdam) 

Coal price...66.50    -0.30       -0.45%

(Feb/ Rotterdam)

 

CPO(Apr).....3239   -40          -1.22%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn..........511.50   +11.00  +2.20%

SoybeanOil...43.01 +0.74     +1.75%

Wheat....... 649.00  +14.50   +2.29%


Wood pulp.4900.00  unch  +0%


( DE/ Phintraco(AT)  26-01-21)