[PPRO] PT PP Properti Tbk Targetkan Marketing Sales Rp 1,3 Trilyun


PT PP Properti Tbk (PPRO) tahun ini menargetkan pendapatan pra-penjualan atau pendapatan pemasaran (marketing sales) Rp 1,3 triliun. Adapun target penjualan ditetapkan Rp 1,7 triliun. 

Target tersebut turun signifikan bila dibandingkan target tahun lalu yang ditetapkan Rp 2,5 triliun. Angka tersebut sudah direvisi dari yang sebelumnya ditargetkan Rp 3,8 triliun. Meski sudah direvisi sepertinya marketing sales tidak akan tercapai, lantaran hingga November 2020 PPRO baru membukukan marketing sales Rp 700 miliar. 

Direktur Utama PP Properti Sinurlinda Gustina mengatakan, kinerja PPRO memang terhambat dengan adanya pandemi Covid-19. Di tahun ini pun dia melihat pasar belum pulih, tapi tetap optimistis efektivitas vaksin bisa membuat pasar mulai menggeliat.

Hambatan akibat Covid-19 juga terlihat dalam pos persediaan bagian dari aset lancar per kuartal ketiga 2020 naik dari Rp 4,98 triliun menjadi Rp 8,28 triliun. Sinurlinda menjelaskan paandemi Covid-19 membuat pekerjaan pembangunan menyesuaikan aturan pembatasan kegiatan Maret 2020 sehingga ada penundaan serah terima unit. 

"Serah terima unit tetap dilaksanakan mulai kuartal keempat 2020 di tujuh residen yang merupakan target akhir tahun namun secara jumlah unit ada penundaan ke kuartal satu dan dua tahun ini akibat pandemi," jelas Sinurlinda, Jumat (29/1).

Dus di tahun ini PPRO juga belum ekspansif. Anak usaha PTPP ini menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 430 miliar. "Untuk menyelesaikan Prime Park Hotel and Convention di Lombok dan penyelesaian perlengkapan Lagoon Avenue Sungkono Surabaya," kata Sinurlinda, Kamis (28/1). 


Sumber: KONTAN

[URBN] PT Urban Jakarta Propertindo Tbk Akan Gunakan Capex Biayai Proyek


PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga Rp 1 triliun tahun ini. Anggaran tersebut rencananya untuk membiayai pembangunan proyek dan akuisisi pengembangan portofolio properti.

Dia menambahkan, pembangunan proyek tersebut meliputi LRT City Jatibening Baru (Gateway Park) yang sudah memulai handover di akhir tahun lalu. Tahun ini Urban Jakarta akan mempercepat pembangunan mall sebagai fasilitas penghuni.

Kemudian, pendanaan juga untuk mempercepat pembangunan Urban Sky di Cikunir Bekasi yang awal tahun ini pembangunannya sudah mencapai lantai 14. Selanjutnya, URBN akan menggunakan dana untuk melanjutkan pembangunan LRT City Ciracas (Urban Signature) di Jakarta Timur.

"Pendanaan berasal dari dana sendiri dan juga pendanaan dari bank, serta rencana kerja sama proyek dengan beberapa partners kami," ujar Direktur Utama Urban Jakarta Propertindo Bambang Sumargono kepada kontan.co.id, Sabtu (30/1).

Proyek terbaru URBN, yakni Urban Suites di Stasiun LRT Cikunir I Jatibening rencananya akan memulai groundbreaking pada semester pertama tahun ini. "Pembangunannya akan mengejar rencana operasi LRT yang dimulai di 2022, ini sangat penting bagi kami karena desain Urban Suites yang mall-nya tersambung langsung dengan stasiun LRT," jelasnya.

Selain melanjutkan pembangunan proyek yang sudah ada, URBN yang selama ini fokus menggarap proyek transit oriented development (TOD) akan melakukan ekspansi baru dengan menyasar segmen baru, yakni landed house dan low rise. Tapi, Bambang belum bisa merinci rencana tersebut. "Sementara waktu kami akan jaga dahulu informasinya sampai semua legalitas kami penuhi dalam pemenuhan syarat keterbukaan informasi," ujar dia.

Sepanjang tahun ini, URBN optimistis dapat terus menggenjot kinerja perusahaan. Bambang memaparkan pihaknya tetap melakukan kegiatan penjualan seperti biasanya, ditambah dengan mulai menjajaki strategi pemasaran lainnya yaitu digital marketing dan channel marketing lainnya. Sebabnya, dia menilai PSBB dan PPKM mempercepat digitalisasi masyarakat.

URBN optimistis pada 2021 ini ekonomi Indonesia mulai merangkak bangkit disertai dengan kenaikan belanja konsumen. Optimisme tersebut berangkat dari dimulainya vaksin Covid-19 awal Januari ini sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi yang dibuktikan dengan banyaknya investasi yang masuk ke Indonesia.

"Kami harapkan di sektor properti akan terjadi mulai di kuartal ini, mengingat beberapa indikator pendukung seperti besarnya likuiditas bank yang artinya selama PSBB ini, masyarakat banyak sekali menabung dengan suku bunga bank yang sudah rendah. Dengan membaiknya ekonomi, investasi di sektor properti menjadi salah satu pilihan terbaik bagi masyarakat kita," papar Bambang.

Karenanya, tahun ini URBN menargetkan marketing sales sebesar Rp 650 miliar dengan proyeksi kontribusi Urban Suites Rp 450 miliar, LRT Jatibenting (Gateway Park) sebesar Rp 150 miliar, dan Urban Signature Rp 50 miliar.

Sementara, sepanjang tahun 2020 URBN menjual apartemen sebanyak kurang lebih 400 unit dengan rincian Gateway Park sebanyak 140 unit, Urban Signature 110 unit, dan Urban Sky 150 unit. "Hal ini memang belum sesuai dengan target kami, tetapi dengan pencapaian dalam kondisi seperti saat ini adalah suatu anugerah yang harus disyukuri," tutupnya.


Sumber: KONTAN

[MAIN] PT Malindo Feedmill Tbk Target Tumbuh Double Digit


PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) membidik pertumbuhan double digit pada tahun ini. Hingga September tahun lalu, penjualan Malindo Feedmill masih turun dengan catatan kerugian bersih.

Porsi terbesar pendapatan Malindo masih akan berasal dari penjualan pakan ternak. Andrea Andreas Hendjan, Sekretaris Perusahaan MAIN mengatakan, meski kondisi pasar pakan ternak dan ayam potong sempat turun karena pelemahan daya beli akibat dampak pandemi Covid-19, MAIN optimistis pakan ternak akan berkontribusi 70% terhadap penjualan di tahun ini. “Tahun ini kami tetap memproyeksikan pertumbuhan dua digit,” kata Andreas kepada Kontan.co.id, Minggu (31/1).

Pada sembilan bulan pertama tahun 2020, Malindo Feedmill mengantongi penjualan bersih Rp 5,01 triliun, turun 11,64% secara tahunan. Pada periode tersebut, MAIN harus mencatat rugi bersih Rp 72,51 miliar dari tahun lalu yang masih laba Rp 195,40 miliar.

Penjualan pakan mengontribusi Rp 3,27 triliun atau 65% dari total penjualan. Sisanya merupakan penjualan anak ayam/itik usia sehari sebesar 16,23%, ayam pedaging 12,74%, makanan olahan 2,80%, dan sisanya pendapatan lain-lain.

Untuk menggenjot penjualan, Malindo Feedmill menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 15 juta. Malindo Feedmill terutama akan menggunakan belanja modal untuk ekspansi pabrik yang tertunda dan penambahan kandang.

MAIN akan melanjutkan pembangunan pabrik pakan di Lampung yang sempat tertunda. Persoalan lahan untuk pembangunan pabrik MAIN dengan nilai investasi Rp 1,1 triliun di Lampung mangkrak sejak 2014. Manajemen MAIN memastikan proses pembangunan telah berjalan. 

Andreas mengatakan perusahaan memastikan pabrik tersebut akan segera beroperasi pada akhir tahun ini. “Rencana kami di tahun ini masih meneruskan pembangunan project pabrik Lampung,” imbuh dia.

Tahun ini MAIN juga berencana membangun rumah potong ayam (RPA) serta membangun kandang-kandang. Tapi, Andreas tak menyebutkan berapa target pembangunan di tahun ini. 

Dalam catatan Kontan.co.id, dengan adanya kehadiran pabrik baru, MAIN membidik kenaikan kapasitas produksi pakan ternak menjadi sebesar 1,8 juta ton per tahunnya. Saat ini, MAIN memiliki beberapa pabrik pakan di Cakung, Cikande, Gresik, Semarang, dan Makassar. 


Sumber: KONTAN

[SILO] PT Siloam International Hospitals Tbk. Operasikan Rumah Sakit ke 40


Emiten rumah sakit PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) membuka dan mengoperasikan Rumah Sakit ke-40 di Surabaya bernama Rumah Sakit Siloam Cito.

Rumah Sakit tersebut akan menjadi rumah sakit komprehensif bertaraf internasional dengan layanan kesehatan, peralatan dan tenaga medis yang terbaik.

Head of Public Relations Siloam Danang Kemayan Jati menuturkan fasilitas RS Siloam Cito sudah disiapkan sejak 2014 dan seluruh  fasilitas sudah siap digunakan, tinggal menunggu izin operasional RS. 

“Rencana awal pembukaan dan pengoperasian RS ini dijadwalkan mundur di 2021/2022 terkait perencanaan dan persiapan kecukupan tenaga kerja terutama tenaga medis,” ujarnya dalam keterangan, Minggu (31/1/2021).

Fasilitas kesehatan tersebut  berada dalam kawasan mixed use City of Tomorrow (Cito), dengan akses, fasilitas dan infrastruktur yang terpisah dan independen.

Hal ini termasuk fisik dan sistem kelistrikan, genset, HVAC, sistem gas medis, sistem STP/IPAL. RS ini juga dilengkapi dengan  sistem negative pressure khusus untuk penanganan pasien Covid-19 dan memiliki pintu akses tersendiri serta elevator tersendiri/terpisah. 

Terkait limbah pembuangan medis, limbah cair dan TPS B3, RS Siloam Cito sudah memiliki sistem terpisah dan mengimplementasikan standar tinggi untuk operasional RS.

Sejalan dengan himbauan dan SK Menteri Kesehatan, Siloam akan mengalokasikan sebagian tempat tidurnya untuk penanganan pasien Covid sama seperti kewajiban dan tanggung jawab RS lainnya.

“RS ini secara fisik semua sudah siap untuk dibuka, dan sudah siap operasional dengan 185 tempat tidur (TT) dengan jumlah ICU 15 TT. Jika diijinkan kami akan buka dalam waktu 10 hari dengan 105 TT di fase pertama,” terangnya.

Meskipun baru, RS ini didukung sepenuhnya secara total dan intensitas oleh Siloam Hospital Group yang sudah terbukti selama lebih dari 25 tahun dengan mengoperasikan 39 RS secara nasional. Total tenaga medis dan tenaga pendukung lainnya di jaringan SHG mencapai lebih dari 15.000 orang.

“Dari hari pertama operasionalnya, RS ini sudah terjamin standar kualitas dan pelayanan medisnya.  Juga SDM yang terjamin, tidak perlu diragukan lagi,” ujarnya.

Secara fisik dan peralatan medis juga tidak perlu diragukan karena semua sudah terencana dan dipersiapkan dengan baik. RS Siloam tersebut, kata Danang, merupakan RS ke-40 dari SHG yang akan dibuka dan mendapatkan manfaat dari pengalaman SHG selama 25 tahun lebih.

Danang menegaskan ini bukan pertama kali RS berada di dalam mixed use. Pasalnya, di luar negeri, khususnya di kota-kota padat penduduk, hal itu lazim dilakukan. Siloam sudah membangunnya di Bogor, Bekasi, Jember, Yogyakarta, Medan, Palembang dan Jakarta.


Sumber: BISNIS

[DILD] PT Intiland Development Tbk Fokus Rumah Tapak Tahun Ini


Emiten properti PT Intiland Development Tbk. menggeser fokus ke produk rumah tapak pada tahun ini dan menyetop sementara pengembangan produk gedung tinggi (high rise).

CEO Intiland Development Hendro Gondokusumo menjelaskan pihaknya selalu dinamis mengikuti perkembangan pasar. Dia menjanjikan bahwa Intiland selalu dapat menawarkan produk yang cocok dengan permintaan konsumen pada masa pandemi.

“Kami terus mencarikan sesuatu yang cocok, saat pandemi ini kami terus analisa bentuk rumah. Kami juga bangun high rise apartemen yang akan disesuaikan juga dengan keadaan yang ada,” kata Hendro, Sabtu (30/1/2021).

Adapun, pada tahun ini Intiland disebut akan lebih fokus menggarap produk rumah tapak dan menghentikan sementara pembangunan gedung tinggi (high rise).

Pasalnya, permintaan disebut lebih banyak berasal dari rumah tapak karena masyarakat menghindari interaksi dengan banyak orang. 

Selama beberapa tahun terakhir, emiten dengan kode saham DILD ini telah banyak mengembangkan produk apartemen dengan mengambil momentum pembangunan konektivitas jalur kereta.

Direktur Intiland Development Archied Noto Pradono menambahkan bahwa pendekatan itu akan disesuaikan setelah pandemi Covid-19 merebak pada 2020. 

Setidaknya dalam 1—2 tahun ke depan, DILD akan menunda pembangunan proyek gedung tinggi dan hanya akan menawarkan produk apartemen yang sudah ada dalam inventori.

Sementara itu, perseroan bermaksud menambah produk rumah tapak yang lebih banyak diminati.

“Untuk proyek baru high rise ditunda, landed tetap jalan. Dalam 2 tahun ini kan tema kami MRT (Moda Raya Terpadu), makanya banyak di high rise. Tapi belakangan ini karena Covid-19 orang jarang pakai transportasi publik, jadi kami mundur dulu,,” jelas Archied.

Archied mengatakan perseroan masih memiliki sejumlah proyek gedung tinggi, namun eksekusinya menunggu waktu yang tepat.

Adapun, proyek high rise yang dibangun saat ini hanya kelanjutan dari proyek sebelumnya seperti apartemen mewah 57 Promenade dan SQ Residence.

Untuk 57 Promenade, Archied menyebut penjualannya sudah mencapai 90 persen dan proyek ini akan segera rampung dalam waktu dekat. Sedangkan pembangunan tahap II masih wait and see sembari perseroan mempersiapkan perizinan dan mitra.

Di sisi lain, pengembangan rumah tapak akan dilakukan perseroan di beberapa tanah land bank milik perseroan di wilayah Jakarta dan Surabaya.

Secara terperinci, Archied menjelaskan klaster baru akan dibangun seperti di Talaga Bestari yang masih memiliki sisa lahan seluas 60 hektare dan Magnolia Residence seluas 6 hektare untuk wilayah Jakarta.

Selain itu, terdapat sisa lahan di proyek Serenia Hills seluas 3—4 hektare.

Sementara di Surabaya, perseroan masih memiliki sisa lahan 20 hektare dari proyek Graha Natura.

“Menurut saya untuk proyek rumah tapak dalam 4-5 tahun ke depan [landbank] masih cukup bisa dipenuhi sambil menunggu proyek high rise dan proyek tanah kita di kemudian hari,” jelas Archied.


Sumber: BISNIS

[BHIT] PT MNC Investama Tbk Perkirakan Utang Perseroan Menyusut 65%


PT MNC Investama Tbk, perusahaan induk yang menaungi bisnis Grup MNC memperkirakan utang perseroan bakal menyusut 65 persen seiring dengan pelaksanaan konversi utang obligasi ke saham senilai US$150 juta. Pengurangan tersebut sejalan dengan konversi utang obligasi ke saham.

Berdasarkan keterangan resmi MNC Investama, Pengadilan Tinggi Singapura pada 29 Januari 2021 telah menyetujui exchange offer perseroan kepada pemegang obligasi senilai US$231 juta. Ada dua opsi yang ditawarkan, yaitu konversi menjadi saham baru atau obligasi baru. 

Pemegang Obligasi dapat memilih saham baru dalam waktu dua bulan sejak tanggal efektif skema, sedangkan untuk pilihan obligasi baru diberikan waktu hingga enam bulan dari tanggal efektif skema.

MNC Investama yang merupakan emiten milik taipa Hary Tanoesoedibjo mendapatkan konfirmasi bahwa sedikitnya 65 persen Pemegang Obligasi akan mengkonversi Obligasi menjadi saham. Saham baru akan diterbitkan oleh emiten bersandi BHIT itu dalam waktu 12 bulan dari tanggal efektif. 

Pemegang obligasi bisa menukar kepemilikan obligasi dengan saham baru BHIT dengan nilai Tukar 8.26 juta per US$100.000 dari jumlah pokok Obligasi (setara dengan harga konversi Rp173 per saham dengan menggunakan Kurs Rp14.302).

Konversi utang menjadi saham akan menurunkan sisa utang induk Perseroan, dari US$ 231 juta menjadi US$ 81 juta maksimal atau turun sekitar 65 persen. Sementara ekuitas induk akan meningkat dari Rp12,2 triliun menjadi tidak kurang dari Rp14,5 triliun, naik 18,1 persen , sehingga Book value per share Rp196.

Direktur Utama MNC Investama Darma Putra mengatakan perseroan akan mendapat keuntungan dari pengurangan utang, yaitu pengurangan biaya keuangan. Sebaliknya, setelah dikonversi menjadi saham, permodalan BHIT akan lebih solid.

“Sehingga BHIT dapat tumbuh lebih cepat dan bergerak maju dengan rencana digitalisasi di semua unit bisnis. Ini pada akhirnya akan menguntungkan semua pemangku kepentingan,” ujarnya melalui keterangan resmi.


Sumber: BISNIS

[BRIS] PT Bank BRI Syariah Tbk Resmi Merger Dengan Nama Bank Syariah Indonesia


PT Bank BRI Syariah Tbk. (BRIS) akan memasuki tonggak baru hari ini dengan resmi meyandangnama baru setelah merger dengan Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah. Sejak IPO pada 2018, harga saham BRIS sudah naik berkali lipat.

Berdasarkan pengumuman BEI, Jumat (29/1/2021), PT Bank BRI Syariah Tbk. bersalin nama menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk mulai hari ini, Senin (1/2/2021). Adapun kode saham yang disandang tetap BRIS.

Rencananya, pembukaan perdagangan hari ini akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, menyambut era baru perbankan syariah pelat merah.

Sekadar mengingatkan, BRIS memulai debut di lantai bursa pada 9 Mei 2018. Harga saham IPO BRIS saat itu mencapai Rp500. Pada perdagangan Jumat (29/1/2021) harga saham BRIS berada di Rp2.440.

Dengan demikian saham BRIS telah melonjak 378 persen sejak IPO bila merujuk harga penutupan pekan lalu. Sepanjang Januari 2021 naik 8,44 persen. Oh ya, saham BRIS sempat menyentuh level tertinggi di Rp3.770 pada pertengahan Januari 2021 lalu.

Kenaikan harga saham BRIS dibarengi dengan lonjakan jumlah investor, terutama dari kalangan ritel. Investor dari kalangan asuransi di lain pihak mengurangi porsi saham di BRIS.

Berdasarkan laporan registrasi pemegang efek yang diterbitkan BRIS, per Desember 2020 jumlah pemegang saham perorangan mencapai 96.445 investor atau hampir menyentuh 100 ribu. Jumah tersebut mengempit 1,23 miliar lembar saham atau 12,44 persen dari total saham BRIS.

Jumlah pemegang saham ritel melesat bila dibandingkan posisi Desember 2019. Saat itu, jumlah pemegang saham ritel mencapai 22.396. Dengan kata lain jumlah investor ritel meroket 330,63 persen.

Pada 2019, investor ritel memegang 537,93 juta atau 5,51 persen saham BRIS. Maka, dalam setahun saja jumlah investor individu sudah bisa melipatgandakan jumlah maupun porsi saham di BRIS.

Sementara itu, saham BRIS yang dimiliki kalangan asuransi berkurang. Pada 2020 investor dari perusahaan asuransi memegang 57,84 juta lembar. Adapun setahun sebelumnya jumlah saham yang dimiliki sebesar 313,72 juta atau turun 81,56 persen.

BRIS baru saja melaporkan pertumbuhan laba bersih 235,14 persen secara tahunan menjadi Rp248 miliar untuk periode 2020. Sepanjang tahun lalu, ekspansi pembiayaan yang tetap kuat di tengah pandemi sepanjang tahun lalu yang mana naik 46,24 persen menjadi Rp40 triliun.


Sumber: BISNIS

Rekomendasi Saham MAPI, MEDC dan TBIG oleh Indopremier | 1 Februari 2021


IHSG (5.740– 5.980) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan pelemahannya. Target pelemahan indeks pada level 5.740 kemudian 5.620 dengan resist di level 5.980 dan 6.100.

MAPI (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 735 dengan resist di level 800, kemudian 820.

MEDC (Buy) : Target kenaikan harga pada level 695 kemudian 740 dengan support di level 605, kemudian 560.

TBIG (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.310 kemudian 2.380 dengan support di level 2.170, kemudian 2.100.


XBLQ (Sell) : Target pelemahan harga pada level 434 kemudian 421 dengan resist di level 460, kemudian 473.

XIIC (Sell) : Target pelemahan harga pada level 949 kemudian 919 dengan resist di level 1.009, kemudian 1.039.

XPES (Sell) : Target pelemahan harga pada level 375 kemudian 367 dengan resist di level 391, kemudian 399.


https://r.ipot.id/?g=r/e/3cbqwq

Rekomendasi Saham TINS, BRIS dan HOKI oleh Mirae Asset Sekuritas | 1 Febuari 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

Februari 1, 2021

(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 5,862.35(-1.95%), Limited Upside.  Trading range 5,788 – 5,942. Indikator MFI optimized.dan indikator RSI optimized sudah berada sekitar support.  Pada periode  weekly terlihat. Indikator MFI optimized dan Stochastic%D optimized sudah berada di oversold area. Daily support di 5,788 dan daily resistance di 5,942. Cut loss level di  5,700.

TINS Daily, 1,690 (-6.89%), Buy on Weakness, trading range 1,630 – 1,780. Indikator MFI optimized dan optimized sudah berada di oversold area dengan kecenderungan menguat. Daily support di  1,630 dan daily resistance di 1,780. Cut loss level di 1,610.

BRIS Daily, 2,440 (-6.87%), Buy on Weakness, trading range 2,390 – 2,670. Indikator MFI optimized dan indikator  Will%R optimized sudah berada di oversold area. Daily support  di  2,390  dan daily resistance di 2,670. Cut loss level di ,2,270.

HOKI Daily, 1,000 (+2.44%), Buy on Weakness, trading range 990 – 1,040. Indikator MFI optimized dan RSI Optimized sudah berada di oversold area. Perkiraan daily support di 990 dan daily resistance terdekat di 1,040. Cut loss level di 930.

Ulasan Pasar Global | 1 Februari 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Feb 1, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

A.S

Wall Street turun setelah data vaksin J&J, efek GameStop membebani

Indeks saham AS turun, menutup sesi Jumat dengan penurunan mingguan terbesar sejak Oktober, karena investor mengukur konsekuensi dari hasil uji coba vaksin COVID-19 Johnson & Johnson, sementara kebuntuan antara hedge fund Wall Street dan investor ritel kecil menambah volatilitas.

Dow Jones turun 620,74 poin atau 2,03% menjadi 29.982,62. S&P 500 kehilangan 73,14 poin atau 1,93% menjadi 3.714,24. Nasdaq Composite turun 266,46 poin atau 2% menjadi 13.070,70.

Johnson & Johnson turun 3,56% sebagai salah satu beban terbesar di Dow dan S&P 500 setelah pembuat obat itu mengatakan vaksin dosis tunggalnya 72% efektif dalam mencegah COVID-19 di Amerika Serikat, dengan tingkat yang lebih rendah sebesar 66% diamati secara global. Hasilnya dibandingkan dengan standar tinggi yang ditetapkan oleh dua vaksin resmi dari Pfizer Inc / BioNTech SE dan Moderna Inc, yang sekitar 95% efektif dalam mencegah gejala penyakit dalam uji coba utama ketika diberikan dalam dua dosis. Saham Moderna naik 8,53% sementara saham Pfizer naik tipis 0,11%.

Eropa

Bursa Eropa mencatatkan mingguan terburuk sejak Oktober karena kesengsaraan vaksin

Bursa Eropa melemah pada hari Jumat, mencatat kinerja mingguan terburuk sejak Oktober karena kekhawatiran seputar peluncuran lambat vaksin COVID-19 meningkat, sementara hiruk-pikuk perdagangan ritel menyebabkan volatilitas di Wall Street.

Indeks STOXX 600 ditutup 1,9% lebih rendah menjadi 395,85.

DAX Jerman turun 1,7%, saham unggulan Inggris FTSE 100 turun 1,8% dan saham AS turun lebih dari 1% setelah data vaksin COVID-19 yang mengecewakan dari Johnson & Johnson. Kekhawatiran seputar potensi kerusakan ekonomi dari jenis baru virus korona di Eropa dan penundaan peluncuran vaksin telah merusak sentimen dalam beberapa hari terakhir. Di AS, di mana pasar saham menikmati reli yang dipicu oleh stimulus tahun lalu, volatilitas terlihat menyusul kenaikan tajam pada saham yang sangat pendek, termasuk Gamestop dan AMC Entertainment setelah pedagang ritel masuk.

Analisa Saham MDKA | 1 Februari 2021


Analisa Saham MDKA

Saham MDKA pada tanggal 29 Januari 2021 ditutup menguat pada harga 2550, naik 11,35%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 204% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah dengan kecenderungan bullish dan baru saja mengalami Golden Cross. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bearish dengan penguatan di oscillatornya.

Investor asing terlihat melakukan aksi Beli sebesar 15 Milyar pada saham ini.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah Sideway

Rekomendasi dari kami adalah Beli Spekulatif

Jika naik di atas 2650 maka berpeluang ke 2900

Jika turun di bawah 2350 maka berpeluang ke 2250

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.


Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram:

https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : 

https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Instagram : 

@sahamonlineid ( https://www.instagram.com/sahamonlineid/ )

Facebook Page : 

@sahamindonesiahariini ( https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/ )

Aplikasi Android :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini

Website : 

http://www.sahamonline.id/


Analisa Saham MEDC | 1 Februari 2021


Analisa Saham MEDC

Saham MEDC pada tanggal 29 Januari 2021 ditutup menguat pada harga 650, naik 7,43%. Hal ini disertai dengan Kenaikan volume, yaitu 126% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area Pertengahan Bawah dengan kecenderungan Bullish. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan Bearish dengan penguatan pada Oscillatornya.

Investor asing terlihat melakukan aksi Beli sebesar 6 Milyar pada saham ini.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah Sideway

Rekomendasi dari kami adalah Beli Jika di Atas 670

Jika naik di atas 725 maka berpeluang ke 800

Jika turun di bawah 600 maka berpeluang ke 575

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.


Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram:

https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : 

https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Instagram : 

@sahamonlineid ( https://www.instagram.com/sahamonlineid/ )

Facebook Page : 

@sahamindonesiahariini ( https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/ )

Aplikasi Android :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini

Website : 

http://www.sahamonline.id/


Rekomendasi Saham ACES, BBTN, BMRI, BNGA, BWPT, HOKI, INCO INTP dan PPRE oleh Binaartha Sekuritas | 1 Februari 2021


Binaartha Sekuritas Daily

1 Februari 2021

Nafan Aji

Ace Hardware (ACES)

Pergerakan harga saham ACES telah menguji garis MA 200 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Rekomendasi saham ACES adalah akumulasi beli pada area level Rp 1.540 – Rp 1.560, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.645, Rp 1.720, Rp 1.815, Rp 2.040 dan Rp 2.260. Support ada di Rp 1.540 dan Rp 1.475. Saham ACES ditutup di Rp 1.560. (RoE: 14.16%; PER: 38.61x; EPS: 41.31; PBV: 5.48x; Beta: 0.65). 

Bank Tabungan Negara (BBTN)

Pergerakan harga saham BBTN telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Rekomendasi saham BBTN adalah akumulasi beli pada area Rp 1.515 – Rp 1.570, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.620, Rp 1.865, Rp 2.110 dan Rp 2.180. Support ada di Rp 1.515 dan Rp 1.435. Saham BBTP ditutup di Rp 1.570. (RoE: 8.34%; PER: 11.04x; EPS: 142.20; PBV: 0.92x; Beta: 2.26). 

Bank Mandiri (BMRI)

Pergerakan harga saham BMRI telah menguji garis MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Rekomendasi saham BMRI adalah akumulasi beli pada area Rp 6.375 – Rp 6.575, dengan target harga secara bertahap di level Rp 6.700, Rp 6.925, Rp 7.275, Rp 7.550, Rp 7.850 dan Rp 8.050. Support ada di Rp 6.375 dan Rp 6.025. Saham BMRI ditutup di Rp 6.575. (RoE: 9.70%; PER: 16.24x; EPS: 404.85; PBV: 1.58x; Beta: 1.51). 

Bank CIMB Niaga (BNGA)

Terlihat pola spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham BNGA. 

Rekomendasi saham BNGA adalah akumulasi beli pada area Rp 825 – Rp 855, dengan target harga secara bertahap di level Rp 880, Rp 935, Rp 1.060 dan Rp 1.185. Support ada di Rp 810 dan Rp 780. Saham BNGA ditutup di Rp 855. (RoE: 6.13%; PER: 8.56x; EPS: 99.84; PBV: 0.52x; Beta: 1.73). 

Eagle High Plantations (BWPT)

Pergerakan harga saham BWPT telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Rekomendasi saham BWPT adalah akumulasi beli pada area Rp 112 – Rp 113, dengan target harga secara bertahap di level Rp 119, Rp 128, Rp 149 dan Rp 170. Support ada di Rp 112, Rp 107 dan Rp 102. Saham BWPT ditutup di Rp 113. (RoE: -27.07%; PER: -3.69x; EPS: -31.41; PBV: 1.00x; Beta: 2). 

Buyung Poetra Sembada (HOKI)

Pergerakan harga saham HOKI telah menguji garis MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Rekomendasi saham HOKI adalah akumulasi beli pada area level Rp 955 – Rp 1.000, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.050, Rp 1.160, Rp 1.270 dan Rp 1.385. Support ada di Rp 935. Saham HOKI ditutup di Rp 1.000. (RoE: 5.85%; PER: 62.97x; EPS: 15.88; PBV: 3.66x; Beta: 0.49). 

Vale Indonesia (INCO)

Pergerakan harga INCO masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Rekomendasi saham INCO adalah akumulasi beli pada area level Rp 5.225 – Rp 5.500, dengan target harga secara bertahap di level Rp 5.575 dan Rp 7.225. Support ada di Rp 5.000. Saham INCO ditutup di Rp 5.500. (RoE: 5.02%; PER: 35.72x; EPS: 153.99; PBV: 1.80x; Beta: 1.66). 

Indocement Tunggal Prakasa (INTP)

Terlihat pola spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. 

Rekomendasi saham INTP adalah akumulasi beli pada area level Rp 12.800 – Rp 13.375, dengan target harga secara bertahap di level Rp 13.850, Rp 14.875, Rp 17.250 dan Rp 19.625. Support ada di Rp 12.500. Saham INTP ditutup di Rp 13.375. (RoE: 6.58%; PER: 33.24x; EPS: 402.43; PBV: 2.18x; Beta: 1.39). 

PP Presisi (PPRE)

Terlihat pola spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham PPRE. 

Rekomendasi saham PPRE adalah akumulasi beli pada area level Rp 189 – Rp 198, dengan target harga secara bertahap di level Rp 204, Rp 224, Rp 270 dan Rp 316. Support ada di Rp 189 dan Rp 178. Saham PPRE ditutup di Rp 198. (RoE: 0.78%; PER: 94.69x; EPS: 2.13; PBV: 0.74x; Beta: N/A). 

Rekomendasi Saham BBRI, TINS, ICBP dan MEDC oleh MNC Sekuritas | 1 Februari 2021


MNC Daily Scope Wave

1 Februari 2021

Menutup pekan kemarin, sekaligus menutup bulan Januari (29/1), IHSG masih terkoreksi 2% ke level 5,862. Kami perkirakan koreksi IHSG ini merupakan bagian dari wave A dari wave (4), sehingga IHSG masih berpotensi terkoreksi ke area 5,775-5,800. Setelah terkonfirmasi membentuk wave A, maka IHSG berpeluang menguat untuk membentuk wave B ke area 6,000-6,150.

Support: 5,850, 5,560

Resistance: 6,280, 6,505

BBRI - Buy on Weakness (4,180)

BBRI ditutup terkoreksi agresif pada perdagangan Jumat lalu (29/1), sebesar 6,5% ke level 4,180 dan terkena MA60. Kami perkirakan pada skenario terbaiknya, BBRI saat ini sudah berada di akhir wave (4) dan berpotensi menguat dalam jangka pendek terlebih dahulu. Skenario ini berlaku selama BBRI tidak terkoreksi ke bawah 3,950.

Buy on Weakness: 4,100-4,180

Target Price: 4,360, 4,550

Stoploss: below 3,950

TINS - Buy on Weakness (1,690)

Pada perdagangan Jumat (29/1), TINS ditutup terkoreksi agresif sebesar 6,9% ke level 1,690 dan berhenti pada fibo retrace 50%. Kami memperkirakan, pergerakan TINS saat ini sedang berada di akhir wave A, sehingga TINS berpeluang menguat dalam jangka pendek untuk membentuk wave B.

Buy on Weakness: 1,615-1,690

Target Price: 2,000, 2,200

Stoploss: below 1,530

ICBP - Buy on Weakness (9,100)

Pada penutupan Jumat lalu (29/1), ICBP ditutup terkoreksi 2,7% ke level 9,100. Posisi ICBP saat ini sedang membentuk akhir wave C dari wave (X), meskipun terkoreksi maka koreksi ICBP sudah relatif terbatas dan berpeluang menguat.

Buy on Weakness: 8,900-9,075

Target Price: 9,500, 9,900

Stoploss: below 8,800

MEDC - Sell on Strength (650)

MEDC ditutup menguat cukup signifikan sebesar 7,4% ke level 650 pada perdagangan Jumat lalu (29/1). Kami perkirakan saat ini, MEDC sedang membentuk wave B dari wave (A), sehingga penguatan MEDC akan relatif terbatas dan rentan terkoreksi kembali. Adapun koreksi MEDC diperkirakan berada pada rentang 500-550, koreksi ini akan terkonfirmasi bila MEDC turun ke bawah 585.

Sell on Strength: 665-710

Disclaimer On

Update Harga Komoditas dan Indeks | 1 Februari 2021


Dow.......29983    -620.7    -2.03%

Nasdaq..13071   -266.5    -2.00%

S&P 500..3714    -73.1       -1.93%

 

FTSE...... .6408    -118.7      -1.82%

Dax........13433    -233.1      -1.71%

CAC........5399      -111.3      -2.02%


Nikkei....27663    -534.03    -1.89%

HSI........28284     -267.1      -094%

Shanghai .3483    -22.1        -0.63%

ST Times..2903    -17.8        -0.61%


IDX..5862.35    -117.03    -1.96%

LQ45..911.98   -28.54       -3.03%


JAKMIND..1070.33     -23.69   -2.17%

JAKCONS..1696.90    -40.09   -2.31%

JAKTRADE....800.08    +1.85    +0.23%

JAKBIND.......912.30    -14.92    -1.61%

 JAKAGRI....1380.57    +9.74     +0.71%

JAKFIN.. ....1329.57     -43.23    -3.15%

JAKPROP......365.04     -2.06      -0.56%

JAKINFR......964.05    -21.17   -2.15%

JAKMANU..1271.17   -26.41   -2.03%   

JAKMINE......1893.30  +5.77    +0.31%

 

Indo10Yr.6.4281    -0.0244     -0.38%

ICBI....312.5492    +0.5803    +0.19%

US10Yr.....1.0930   +0.0360   +3.41%

VIX...........30.21     -7.00        -18.81%

  

USDIndx .....90.5840  +0.4360 +0.48%

Como Indx....174.20   -0.09       -0.05%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN........132.72  -0.71       -0.54%



IndoCDS....75.864    -1.273    -1.654%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14030.00   -47.50      -0.34%

Jisdor....14084     -35            -0.25%



Euro.........1.2121  +0.0009    +0.07%


TLKM......22.51   -0.96         -4.09%

(3174)

EIDO........22.45   -0.80         -3.44%

EEM.........53.3+    +1.36        +2.49%


Oil............52.20        -0.14        -0.27%

Gold ....1850.30       +3.90       +0.21%

Timah..22607.50    -432.50   -1.88%

Nickel....17675.00   -155.00   -0.87%

 

Coal price..89.95    -1.05        -1.15%

(Feb/Newcastle) 

Coal price...88.30   -0.70       -0.79%

(Mar/Newcastle)

Coal price...69.40   -0.65       -0.93%

(Feb/Rotterdam) 

Coal price ..69.15   -0.85       -1.21%

(Mar/ Rotterdam)

 

CPO(Apr).....3489   +104      +3.07%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn..........547.00   +13.50  +2.53%

SoybeanOil...44.62  -0.03     -0.07%

Wheat....... 663.00   +15.75  +2.43%


Wood pulp.5150.00   unch    +0%


( DE/ Phintraco(AT)  01-02-21)