[PPRE] PT PP Presisi Tbk. Ekspansi Ke Sektor Pertambangan Nikel


PT PP Presisi Tbk. menargetkan perolehan kontrak baru dari sektor nonkonstruksi bisa mendominasi pada tahun ini. Hal itu seiring dengan ekspansi perseroan ke sektor jasa pertambangan khususnya nikel.

Direktur Keuangan PP Presisi Benny Pidakso mengatakan kontrak baru dari sektor nonkonstruksi pada tahun lalu mencapai 10,50 persen dari total kontrak baru yang didapatkan enitas anak PT PP (Persero) Tbk. ini.

“Ke depan ini kita coba perbesar nonkonstruksi bisa di atas 50 persen. Saat ini target memang masih berimbang 50:50 untuk konstruksi dan nonkonstruksi,” kata Benny, Kamis (18/2/2021).

Adapun, emiten dengan kode saham PPRE ini membukukan total kontrak baru senilai Rp2,82 triliun di sepanjang 2020. Perinciannya, sebanyak 89,50 persen berasal dari sektor konstruksi dan 10,50 persen dari sektor non konstruksi.

Sedangkan dari sumbernya, proyek dari PP Group berkontribusi sebesar 81,60 persen, pemerintah 2,60 persen, dan swasta 15,80 persen.

Benny menambahkan tahun ini PPRE akan menggenjot pendapatan dari jasa pertambangan khususnya nikel. Adapun, tambang nikel yang dibidik berlokasi di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara dengan potensi volume pekerjaan 2 juta-4,5 juta ton per tahun.

Jasa pertambangan sebenarnya bukan hal baru bagi PPRE. Sebelumnya, emiten kontraktor pelat merah ini sudah menjajaki bisnis pengangkutan (hauling) batubara seperti di Kalimantan dan Sulawesi.

Selain itu, PPRE juga tengah membidik jasa pertambangan emas yang disebut Benny memiliki kesamaan jenis pekerjaan dengan proyek terowongan yang pernah dikerjakan perseroan.

“Kami melihat bagaimana satu jenis alat berat bisa mendatangkan pendapatan dari lini bisnis mana saja. Seperti eskavator untuk gali tanah di proyek bentungan bisa dipakai di proyek pertambangan nikel dan batu bara,” ujar Benny.

Selain mendatangkan pendapatan dari kontrak baru, PPRE saat ini juga mulai melirik bisnis bioremediasi untuk menggenjot pendapatan berulang (recurring income).

Bisnis bioremediasi yang akan dikembangkan PPRE ini disebut untuk jangka panjang dengan model bisnis reboisasi di lingkungan sumur minyak bumi.

“Ini sudah kami pelajari dan coba kembangkan menggunakan alat berat yang kami punya. Harapan kami bioremediasi nanti bisa jadi sumber recurring income bagi PPRE,” tutur Benny.

Sumber: BISNIS

[INDY] PT Indika Energy Tbk. Alokasikan Belanja Modal US$130,7 juta pada 2021


Emiten pertambangan batu bara, PT Indika Energy Tbk. (INDY) mengalokasikan belanja modal sebesar US$130,7 juta pada 2021, lebih tinggi dibandingkan US$100 juta pada 2020.

Head of Corporate Communications Indika Energy Ricky Fernando menuturkan pihaknya menargetkan peningkatan produksi batu bara pada 2021 ini, sekaligus mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk berbagai lini bisnisnya.

"Kami menganggarkan belanja modal atau capex di tahun 2021 sebesar US$130,7 juta," jelasnya kepada Bisnis, Rabu (17/2/2021).

Dengan estimasi kurs Rp14.000 per dolar AS, capex tersebut setara dengan Rp1,83 triliun. Dengan alokasi utama sebesar US$80 juta atau setara Rp1,12 triliun untuk kebutuhan PT Petrosea Tbk. (PTRO).

Selanjutnya, sebanyak US$ 14,3 juta atau setara Rp200,48 miliar untuk Interport, dan US$12,9 juta atau setara Rp180,85 miliar untuk PT Kideco Jaya Agung.

Selain itu, Indika Energy menargetkan produksi batubara mencapai 31,4 juta ton pada 2021 ini. Target konstribusi masing-masing anak usaha yakni PT Kideco Jaya Agung sebesar 30 juta ton, sementara PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU) sejumlah 1,4 juta ton.

Jumlah tersebut sedikit meningkat dari target pada 2020, dimana INDY mematok target produksi sebesar 30,95 juta ton dari dua anak perusahaannya.

Di sisi lain, pelarangan impor batu bara yang dilakukan China terhadap Australia dinilai dapat menjadi momentum positif untuk emiten-emiten Indonesia di sektor ini pada tahun 2021.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, prospek saham sektor batu bara pada tahun 2021 cukup positif. Salah satu faktor pendukung kinerja perusahaan-perusahaan batu bara adalah kebijakan China yang melarang impor komoditas ini dari Australia.

“Perusahaan di Indonesia bisa memanfaatkan potensi tersebut untuk meningkatkan kinerja ekspor batubara ke China,” katanya.

Sumber: BISNIS

[BBRI] PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sampaikan Bahwa UMKM Optimis Selama Pandemi


Hasil survei yang dilakukan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menunjukkan bahwa pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tetap optimistis meski di tengah tantangan pemulihan ekonomi usai terkontraksi karena pandemi.

Hasil Survei Aktivitas Bisnis UMKM BRI pada kuartal IV 2020 mengindikasikan kegiatan usaha UMKM sedikit menurun dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Hal itu tercermin pada BRI Micro & SME Index (BMSI) yang turun dari 84,2 pada kuartal III menjadi 81,5 pada kuartal IV 2020. Walaupun begitu, pelaku UMKM masih tetap optimistis menyongsong kuartal I 2021 yang ditunjukkan oleh ekspektasi BMSI yang tetap di atas ambang batas 100.

"Walaupun BMSI mengalami penurunan, optimisme pelaku UMKM tetap terjaga, tercermin pada indeks ekspektasinya. Indeks ekspektasi BMSI tercatat di atas 100 yaitu 105,4 pada kuartal IV 2020. Ini menunjukkan mayoritas pelaku UMKM masih optimis aktivitas usahanya akan semakin membaik pada kuartal I 2021," kata Direktur Utama BRI Sunarso saat jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Namun, lanjut Sunarso, jika dibandingkan kuartal III-2020, ekspektasi BMSI kuartal IV-2020 sedikit lebih rendah. Hal itu berarti optimisme pelaku UMKM menyambut kuartal I 2021 tidak setinggi optimisme saat menyongsong kuartal IV-2020. Penyebab utamanya adalah masih meningkatnya tren kasus baru COVID-19, kemudian diikuti pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali.

Penurunan BMSI sendiri sejalan dengan penurunan PDB sebesar 0,42 persen dari kuartal III ke kuartal IV 2020. Penurunan ini disebabkan tiga faktor, yaitu dampak pengetatan aktivitas sosial dan mobilitas masyarakat, faktor musiman, dan cuaca yang mengganggu produksi UMKM. Kebijakan PSBB ketat pada akhir kuartal III 2020, yang diikuti pengurangan hari libur Natal dan Tahun Baru 2020 membuat banyak konsumen membatalkan rencana liburan dan belanja akhir tahunnya, yang selanjutnya menekan kinerja bisnis UMKM.

Komponen BMSI yang mencatat penurunan yang terbesar adalah volume produksi dan nilai penjualan. Sehingga, volume persediaan barang input, barang jadi, serta penggunaan tenaga kerja juga lebih rendah dari kuartal sebelumnya. Jika dilihat BMSI sektoral, hampir semua sektor mengalami penurunan, kecuali sektor industri pengolahan. Penurunan tertinggi terjadi pada sektor hotel dan restoran.

"Penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat untuk aktivitas perjalanan, serta pemangkasan hari libur akhir tahun membuat banyak konsumen membatalkan rencana perjalanan wisata dan belanjanya. Hal ini menyebabkan banyak usaha perhotelan, transportasi, dan perdagangan mengalami penurunan pendapatan. Di sisi lain, penurunan BMSI sektor pertanian berhubungan dengan awal musim tanam, sehingga produksi pertanian, khususnya tanaman bahan makan mengalami penurunan," ujar Sunarso.(end/ant)

Sumber: IQPLUS

[BJBR] Bank BJB Jalin Kerjasama Kredit dengan PT Tilford Pilar Santosa


Bank BJB menjalin kesepakatan kerja sama kredit dengan pengembang properti PT Tilford Pilar Santosa untuk proyek Wangsa Pilar Cinunuk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara kedua belah pihak yang dilakukan pada Rabu (17/2/2021).

Penandatanganan kerja sama dihadiri oleh Pemimpin Kantor Wilayah I bank bjb Andy Rachman, Pemimpin bank bjb Kantor Cabang (KC) Tamansari Agung Subagja beserta, dan jajaran bank bjb serta Direktur PT Tilford Pilar Santosa Ryan Hilman Setiawan.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto mengatakan kerja sama ini merupakan salah satu implementasi strategi ekspansi Kredit Perumahan Rakyat (KPR) bank bjb yang diproyeksikan bakal semakin bergeliat di tahun 2021. Lewat kerja sama ini, bank bjb juga hendak berkontribusi dalam menyediakan pemenuhan kebutuhan hunian berkualitas bagi masyarakat.

"Kerja sama ini diharapkan akan membantu pengembang dalam menyediakan hunian berkualitas yang menjadi kebutuhan primer masyarakat Indonesia. bank bjb berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi dan pelayanan terbaik bagi masyarakat dalam segenap sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak agar manfaat dari setiap gerak langkah perusahaan dapat dirasakan seluas-luasnya oleh semua pihak," kata Widi.

Di sisi lain, ekspansi melalui kesepakatan-kesepakatan strategis bersama sejumlah pihak merupakan langkah terbaik dalam percepatan bisnis kredit bjb KPR, khususnya dalam menyambut panorama kebangkitan ekonomi nasional di awal tahun 2021.

PT Tilford Pilar Santosa didirikan sendiri merupakan developer property yang telah melanglang buana di industri properti nasional sejak tahun 2009. Dengan segudang pengalaman yang dimiliki dalam bidang bisnis properti, diharapkan sinergi antara bank bjb dan PT Tilford Pilar Santosa dapat memberikan manfaat terbaik khususnya bagi kedua belah pihak.

"Keterlibatan bank bjb melalui kesepakatan kerja sama ini diharapkan akan dapat membantu dalam peningkatan kualitas perumahan dan diyakini dapat memberikan sumbangsih yang bermanfaat bagi bangsa dan negara Indonesia dalam upaya memajukan kesejahteraan umum khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal sebagai kebutuhan primer dan hak dasar manusia," tutup Widi.(end)

Sumber: IQPLUS

[KLBF] PT Kalbe Farma Tbk Kembangkan Obat Imuno-Onkologi


PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) melalui anak usahanya PT Kalbe Genexine Biologics (KGBio) menandatangani perjanjian lisensi dengan Genexine Korea Selatan untuk mengembangkan dan melakukan komersialisasi obat imuno-onkologi GX-I7 (Efineptakin Alpha), yakni long-acting interleukin-7 yang menggunakan platform teknologi hyFc Genexine. Perjanjian lisensi tersebut secara keseluruhan bernilai USD 1.1 milyar termasuk upfront payment senilai USD 27 juta dan akan diikuti dengan milestone registrasi dan komersialisasi serta royalti sebesar 10% terhadap pendapatan penjualan.

Lisensi pengembangan dan komersialisasi meliputi wilayah Timur Tengah, Oceania, India, Afrika dan seluruh wilayah Asia kecuali Cina, Jepang dan Korea.

"Kesepakatan lisensi obat GX-I7 antara KGBio dan Genexine merupakan kesepakatan yang sangat strategis dan penting bagi KGBIo untuk membangun portofolio produk sehingga dapat menyediakan produk therapeutic yang inovatif untuk 655 juta populasi di Asia Tenggara melalui jaringan penjualan dan pemasaran Kalbe dan terus dikembangkan di wilayah India, Oceania dan Timur Tengah, .kata Sie Djohan, Presiden Direktur PT Kalbe Genexine Biologics yang juga menjadi Direktur PT Kalbe Farma Tbk, .Melalui lisensi ini akan terbangun kolaborasi antara KGBio dengan banyak partner global yang akan membawa KGBio ke level berikutnya, untuk menjadi perusahaan bioteknologi terkemuka di Asia Tenggara," lanjut Djohan lagi.

Dr. Sung, CEO Genexine mengatakan, "Kesepakatan lisensi dengan KGBio telah membuktikan produk GX-I7 memiliki value yang sangat tinggi." Dia melanjutkan, "Genexine akan terus berkolaborasi secara aktif dengan partner global untuk membuktikan agar obat GX-I7 diakui sebagai obat imuno-onkologi yang inovatif."

Selain uji klinik GX-I7 yang dilakukan sebagai obat imuno-onkologi, KGBio juga sedang melakukan uji klinik fase-2 untuk obat Covid-19 di Indonesia dengan harapan dapat mengurangi resiko pasien Covid-19 ke kondisi yang lebih parah. Sebelumnya KGBio telah mendapat persetujuan pelaksanan uji klinik (PPUK) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM).

GX-I7 adalah satu-satunya long-acting interleukin-7 dalam pengembangan di dunia yang dapat meningkatkan jumlah limfosit absolut. Peningkatan jumlah limfosit oleh GX-I7 inilah yang dapat mencegah perburukan kondisi pasien COVID-19 mild atau asymptomatic terutama pada populasi rentan seperti orang tua dengan mengaktivasi T-cells dan system imun pada tahap awal infeksi COVID-19.

Sebagai tambahan, KGBio juga berencana melakukan kombinasi uji klinik GX-I7 dengan anti-PD1 HLX10 untuk meningkatkan dan memperluas value dari keseluruhan pipeline.

Akhir Januari 2021 KGBio juga telah menerima investasi dari General Atlantic suatu perusahaan financial investor global dari Amerika Serikat sebesar USD 55 juta sebagai modal inti (primary capital) kepada KGBIo.

Pada tahun 2016, KGBio mendapatkan lisensi long-acting erythropoietin GX-E4 (Efepoetin alfa) dari Genexine untuk terapi anemia, dan saat ini sedang melakukan uji klinis fase 3 di Australia, Taiwan, dan ASEAN. Tahun 2019, KGBio juga menandatangani perjanjian lisensi dengan Henlius (HK 2696), anak perusahaan Fosun Pharma, dengan nilai USD 692 juta, dan menambahkan immune checkpoint inhibitor HLX10 ke dalam portofolionya. (end)

Sumber: IQPLUS

[BMRI] Bank Mandiri Kembangkan Layanan Perbankan Digital


Bank Mandiri terus agresif mengembangkan layanan perbankan digital untuk mendukung adaptasi kebiasaan baru seiring penyebaran covid-19. Untuk itu, perseroan mengembangkan layanan Mandiri Hospital Application Solution (MHAS) untuk mendukung fasilitas kesehatan (faskes) seperti Rumah Sakit dan Klinik Kesehatan dalam melakukan tata kelola keuangan agar dapat mengoptimalkan layanan kesehatan bagi masyarakat.

Mandiri Hospital Application Solution adalah Layanan berbasis web untuk membantu proses adminstrasi transaksional faskes, yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja. Solusi digital ini didukung teknologi big data untuk membantu manajemen faskes dalam pengambilan keputusan lebih lanjut.

Layanan MHAS akan membantu faskes dalam mengotomasi penerimaan sekaligus rekonsiliasi secara sistem. Selain itu, faskes juga dapat menggunakan solusi Account Receivable Settlement untuk mempermudah pembayaran tagihan dari mitra Farmasi. Di sisi lain, faskes juga dapat dengan mudah mengakses fasilitas Hospital Claim Financing untuk membantu likuiditas terhadap tagihan klaim ke BPJS Kesehatan.

Menurut SVP Transaction Banking Wholesale Bank Mandiri Tri Nugroho, saat ini layanan MHAS telah dimanfaatkan oleh lebih dari 250 faskes di Indonesia, termasuk 28 faskes pemerintah.

"Sejalan dengan keinginan perseroan untuk menjadi mitra finansial utama pilihan nasabah, Bank Mandiri terus mengembangkan produk keuangan yang fleksibel dan handal karena dapat membantu nasabah secara komprehensif. Dengan solusi ini, kami berharap Bank Mandiri dapat meningkatkan efisiensi fasilitas kesehatan agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan," kata Tri.

Dia menambahkan, pengembangan layanan MHAS juga didorong oleh kebutuhan faskes akan layanan digital sehingga mengurangi operasional bisnis yang bersifat manual, terutama pada periode pembatasan kegiatan sosial berskala besar seperti saat ini.

"Pada kondisi pandemi seperti ini, kami ingin memperkuat faskes dengan layanan keuangan yang mampu menjawab kebutuhan likuiditas secara cepat dan aman. Hal ini lah yang ingin ditawarkan melalui fasilitas Hospital Claim Financing," kata Tri.

Fasilitas pembiayaan ini sangat mudah diakses karena faskes cukup melampirkan dokumen tagihan klaim yang telah dikonfirmasi oleh BPJS Kesehatan. Adapun plafon dari fasilitas ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan faskes.

Hingga Desember 2020, limit fasilitas Hospital Claim Financing yang telah disalurkan Bank Mandiri mencapai Rp 4.9 Triliun.

"Kami berharap dukungan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh faskes sehingga dapat mendukung upaya pemerintah untuk menjadikan Indonesia sehat dari pandemi covid-19," jelasnya.(end)

Sumber: IQPLUS

[HRME] PT Wijaya Wisesa Realty Beli Saham HRME pada 16 Februari 2021


PT Wijaya Wisesa Realty selaku Pemegang saham pengendali dari PT Menteng Heritage Realty Tbk. (HRME) telah melakukan pembelian saham pada tanggal 16 Februari 2021

Menurut keterangan tertulisnya dari Christofer Wibisono Direktur Utama PT Wijaya Wisesa Realty menyampaikan bahwa telah membeli sebanyak 48 juta lembar saham di harga Rp50 per saham. Dengan transaksi itu Wijaya Wisesa mengeluarkan dana sebesar Rp2,4 miliar.

Sebagai informasi PT. Wijaya Wisesa Realty juga telah membeli sebanyak 274.221.000 lembar saham HRME di harga Rp50 per saham pada tanggal 3 Februari 2021.

"Adapun tujuan transaksi tersebut adalah untuk Investasi dengan kepemilikan langsung ", tuturnya.

Dengan demikian, kepemilikan saham PT Wijaya Wisesa Realty di HRME menjadi 4.989.211.000 lembar saham atau setara dengan 83,72% dibandingkan sebelumnya 4.941.211.000 atau setara dengan 82,92%. (end)

Sumber: IQPLUS

Rekomendasi Saham ERAA, WOOD dan WSKT oleh Mirae Asset Sekuritas | 19 Februari 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

Februari 19, 2021

(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,200.31(-0.44%), Consolidation. Trading range 6,178 – 6,268. Indikator MFI optimized dan indikator Stochastic%D optimized akan menguji support trendline. Pada periode  weekly terlihat indikator MFI optimized dan Stochastic%D optimized cenderung naik. Daily support di 6,178 dan daily resistance di 6,268 Cut loss level di  6,150.

ERAA Daily, 2,700 (-2.88%), buy on weakness, trading range 2,660 – 2,780. Indikator MFI optimized akan dan RSI optimized akan menguji support trendline. Daily support di  2,660 dan daily resistance di  2,780. Cut loss level di 2,670.

WOOD Daily,635  (+2.42%), buy on weakness, trading range 605 – 645. Indikator MFI optimized dan indikator  RSI  optimized akan menguji support trendline. Daily support  di  605  dan daily resistance di 645. Cut loss level di 590.

WSKT Daily, 1,490 (-1.65%), buy on weakness,trading range 1,460 – 1,520.  Indikator MFI optimized. dan RSI Optimized masih cenderung begerak turun namun mulai terbatas. Perkiraan daily support di 1,460 dan daily resistance terdekat di 1,520. Cut loss level di 1,430.

Rekomendasi Saham ASRI, SSIA dan WSBP oleh Indopremier | 19 Februari 2021



IHSG (6.150 – 6.250) : : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan pelemahannya. Target penurunan indeks pada level 6.150 dan 6.100 dengan resist di level 6.250 kemudian 6.300.

ASRI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 250 kemudian 256 dengan support di level 238, cut loss jika break 232.

SSIA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 565 kemudian 580 dengan support di level 535, cut loss jika break 520.

WSBP (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 262 dengan resist di level 272 kemudian 278.

R-LQ45X (Sell) : Target penurunan harga pada level 974 dan 968 dengan resist di level 986 dan 992.

XIIF (Sell) : Target penurunan harga pada level 579 dan 571 dengan resist di level 595 dan 603.

XPID (Sell) : Target penurunan harga pada level 500 dan 494 dengan resist di level 512 dan 518.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbr1q

Ulasan Pasar Global | 19 Februari 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Feb 19, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

A.S

Wall St ditutup karena penurunan teknologi, meningkatnya klaim pengangguran

Wall Street ditutup lebih rendah pada hari Kamis karena investor beralih dari nama-nama teknologi besar, sementara kenaikan tak terduga dalam klaim pengangguran mingguan AS menunjukkan pemulihan yang rapuh di pasar tenaga kerja.

Dow Jones turun 119,68 poin atau 0,38% menjadi 31.493,34. S&P 500 kehilangan 17,36 poin atau 0,44% menjadi 3.913,97. Komposit Nasdaq turun 100,14 poin atau 0,72% menjadi 13.865,36.

Saham Apple Inc, Tesla Inc dan Facebook Inc membebani patokan S&P 500 dan Nasdaq yang padat teknologi. Saham Facebook turun 1,5% menjadi $269,39 karena Wall Street menilai konsekuensi yang lebih luas dari langkahnya untuk memblokir semua konten berita di Australia. Penghasilan yang kuat, kemajuan dalam peluncuran vaksinasi dan harapan paket stimulus federal senilai $1,9 triliun membantu indeks saham AS kembali mencapai rekor tertinggi pada awal minggu.

Eropa

Bursa Eropa berakhir lebih rendah karena pendapatan yang lemah, meningkatnya kekhawatiran inflasi

Bursa Eropa menandai penurunan hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis karena kopling laporan pendapatan yang mengecewakan menambah kekhawatiran atas lonjakan inflasi yang lebih cepat dari perkiraan karena harga komoditas yang lebih tinggi dan euro yang kuat.

STOXX 600 Eropa turun 0,8% menjadi 412,70.

Nel ASA Norwegia adalah pemain terburuk di sektor ini setelah membukukan kerugian kuartal keempat yang lebih besar, sementara Royal Dutch Shell dari Inggris merosot lebih dari 3% setelah mengumumkan rencana untuk menjual aset Kaybob Duvernay di Alberta. Harga minyak - yang baru-baru ini melesat mendekati level sebelum pandemi karena pembekuan produksi di Texas - telah meningkatkan ekspektasi bahwa inflasi akan naik lebih dari yang diharapkan dalam waktu dekat.

Analisa Saham MDKA, ARTO dan ELSA | 19 Februari 2021

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)


Selama pergerakan MDKA tidak dapat menembus level resistancenya, diperkirakan saat ini posisi MDKA sedang berada pada bagian dari wave C dari wave (A), meskipun menguat namun MDKA masih rawan terkoreksi. Penguatan MDKA ini nampak dari MACD dan Stochastic yang mulai menunjukkan tanda-tanda penguatan disertai tekanan beli yang terjadi.

Rekomendasi: Sell on Strength

Support: Rp 2.400

Resistance: Rp 2.880

Herditya Wicaksana, MNC Sekuritas

PT. Bank Jago Tbk (ARTO)


Pergerakan ARTO memperlihatkan candlestick yang membentuk doji. Hak ini mengindikasikan potensi pembalikan arah. MACD menujukkan positif dan bergerak uptrend dengan indikator stochastic yang overbought.

Rekomendasi: Sell

Support: Rp 8.600

Resistance: Rp 8.975

Dimas Wahyu Putra, NH Korindo Sekuritas

PT Elnusa Tbk (ELSA)


Pergerakan ELSA ditutup membentuk pola konsolidasi di level 398. Dengan volume transasksi yang cukup ramai jika dibandingkan dengan rata-rata volume perdagangan 5 hari. Indikator stochastic nampak hampir memasuki areal overbought yang mengindikasikan akan berpotensi terjadi pelemahan.

Rekomendasi : Sell on strength

Support: Rp 384

Resistance: Rp 412

Ivan Kasulthan, Erdikha Elit Sekuritas

Rekomendasi Saham AALI, BJTM, INTP dan TLKM oleh Binaartha Sekuritas | 19 Februari 2021


Binaartha Sekuritas Daily

19 Februari 2021

by M Nafan Aji Gusta Utama

AALI

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish homing pigeon candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi” pada area level 10750 – 11050, dengan target harga secara bertahap di 11575, 12650 dan 13750. Support: 10750 & 10475.

BJBR

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi” pada area level 1560 – 1580, dengan target harga secara bertahap di level 1620, 1855, 2090 dan 2330. Support: 1560 & 1490.

BJTM

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi” pada area level 790 – 810, dengan target harga secara bertahap di level 835, 875 dan 1040. Support: 790 & 710.

BMRI

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi” pada area 6150 – 6250, dengan target harga secara bertahap di level 6350, 6575, 7125, 7550, 7850 and 8050. Support: 6050 & 5600.

EXCL

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inside bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi” pada area level 2150 – 2180, dengan target harga secara bertahap di 2280, 2640, 3000 dan 3360. Support: 2090 & 1920.

INTP

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish homing pigeon candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi” pada area level 13300 – 13600, dengan target harga secara bertahap di level 13850, 14875, 17250 dan 19625. Support: 13075 & 12500.

TLKM

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi” pada area 3140 – 3180, dengan target harga secara bertahap di level 3330, 3540, 4040 dan 4540. Support: 3040 & 2920.

Rekomendasi Saham MEDC, BBTN dan BJTM oleh Artha Sekuritas Indonesia | 19 Februari 2021


Artha Sekuritas Indonesia Daily

19 Februari 2021

by Dennies Christopher

PT Medco Energi International Tbk (MEDC)

Mengalami koreksi namun masih tertahan di sekitar area support

Target Price: Rp 730 –Rp 750

Entry Level: Rp 685 –Rp 705

Stop Loss: Rp 670

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)

Mengalami koreksi namun masih tertahan di sekitar area support.

Target Price: Rp 1.950 –Rp 2.000

Entry Level: Rp 1.850 –Rp 1.880

Stop Loss: Rp 1.830

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM)

Rebound dari area support didukung indikator stochastic yang melebar setelah membentuk goldencross.

Target Price: Rp 850 –Rp 875

Entry Level: Rp 795 –Rp 820

Stop Loss: Rp 780

Rekomendasi Saham WSBP, DOID, PGAS dan INCO oleh MNC Sekuritas | 19 Februari 2021


MNC Daily Scope Wave

19 Februari 2021

Pada perdagangan kemarin (18/2), IHSG kembali ditutup terkoreksi 0,4% ke level 6,200. Waspadai akan level support terdekat di 6,156, apabila IHSG bergerak terkoreksi ke bawah level tersebut, maka kami perkirakan wave B sudah terkonfirmasi terbentuk dan pergerakan IHSG selanjutnya akan rawan terkoreksi. Adapun level koreksi terdekat IHSG berada pada rentang 5,950-6,100 terlebih dahulu, namun bila IHSG secara agresif terkoreksi ke bawah 5,735, maka IHSG akan terkoreksi membentuk wave C ke area 5,600-5,650.

Support: 6,156, 6,069

Resistance: 6,315, 6,505

WSBP - Buy on Weakness (266)

WSBP bergerak terkoreksi 0,7% dan ditutup di level 266 pada perdagangan kemarin (17/2). Kami perkirakan, WSBP saat ini sedang membentuk wave [b] dari wave B, sehingga pergerakan WSBP akan terkoreksi namun relatif terbatas.

Buy on Weakness: 250-264

Target Price: 294, 308

Stoploss: below 234

DOID - Buy on Weakness (316)

Kemarin (18/2), DOID ditutup terkoreksi 1,2% ke level 316. Saat ini, kami perkirakan DOID sedang membentuk wave [b] dari wave B. Hal tersebut berarti, DOID akan terkoreksi terlebih dahulu untuk membentuk wave [b] dan berpeluang berbalik menguat.

Buy on Weakness: 300-312

Target Price: 348, 370

Stoploss: below 274

PGAS - Spec Buy (1,450)

PGAS terkoreksi 1% dan ditutup ke level 1,450 pada perdagangan kemarin (18/2). Selama tidak terkoreksi ke bawah level 1,395, maka saat ini posisi PGAS sudah berada di akhir wave (ii) dari wave [iii] pada skenario berwarna hitam. Hal tersebut berarti, koreksi PGAS akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.

Spec Buy: 1,420-1,450

Target Price: 1,660, 1,900

Stoploss: below 1,395

INCO - Sell on Strength (6,200)

Pada perdagangan kemarin (18/2), INCO ditutup menguat 2,1% ke level 6,200. Selama INCO belum mampu menembus resistancenya di 6,500, maka saat ini posisi INCO sedang berada di awal wave C. Hal tersebut berarti, penguatan INCO akan relatif terbatas dan rawan untuk terkoreksi. Adapun level koreksi INCO berada pada rentang 4,900-5,700.

Sell on Strength: 6,275-6,400

Disclaimer On

Update Harga Komoditas dan Indeks | 19 Februari 2021


Dow falls from record amid disappointing jobs data and weak Walmart forecast

U.S. stocks slid on Thursday as investors were discouraged by a worse-than-expected jobless claims reading as well as a weak forecast from Walmart.


Dow.......31493   -119.7   -0.38%

Nasdaq..13865  -100.1   -0.72%

S&P 500..3914   -17.4      -0.44:%

 

FTSE...... .6617    -93.8      -1.40%

Dax........13887    -22.3       -0.16%

CAC........5728      -37.5       -0.65%


Nikkei....30236    -56.1       -0.19%

HSI........30596    -489.7     -1.58%

Shanghai .3675   +20.3     +0.55%

ST Times..2909   -11.6      -0.40%


IDX..6200.31     -27.42      -0.44%

LQ45..940.68    -5.99        -0.63%


JAKMIND...1034.68   -10.04     -0.96%

JAKCONS...1723.21  -15.02     -0.86%

JAKTRADE..865.46   +2.85       +0.33%

JAKBIND.....976.85    -22.43     -2.25%

JAKAGRI....1423.76   -3.65       -0.26%

JAKFIN.. ...1429.57    -5.73       -0.40%

JAKPROP....386.89     -0.94       -0.24%

JAKINFR....1009.78   +2.92      +0.29%

JAKMANU..1306.23   -18.55     -1.40%   

JAKMINE....2043.04  +22.11    +1.09%

 

Indo10Yr.6.5253   +0.0428    +0.66%

ICBI....311.9192     -0.5682     -0.18%

US10Yr.....1.2870   -0.0140     -1.08%

VIX.............22.49   +0.99         +4.60%

  

USDIndx .....90.5740  -0.3430    -0.41%

Como Indx....188.67  -0.01         -0.01%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN........144.89  +2.38       +1.67%


IndoCDS......67.471   -0.424     -0.625%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14025.00 +5.00     +0.04%

Jisdor....14059   +40         +0.29%



Euro.........1.2091  +0.0050 +0.42%


TLKM.......22.79    -0.01       -0.04%

(3204)

EIDO........23.47     -0.13       -0.55%

EEM.........57.16    -0.80       -1.38%


Oil..............60.52      -0.62        -1.01%

Gold .......1775.00   +2.20        +0.12%

Timah...25127.50    +642.50  +2.62%

Nickel...19202.50    +425.00  +2.26%

 

Coal price...85.75     -0.25      -0.28%

(Feb/Newcastle) 

Coal price..77.65    -1.60     -2.01%

(Mar/Newcastle)

Coal price....65.55   +0.20     +0.31%

(Feb/Rotterdam) 

Coal price. .63.70   +1.10    +1.76%

(Mar/ Rotterdam)

 

CPO(May)....3490    -144     +3.96%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn...........549.00   -1.75     -0.32%

SoybeanOil...46.25  +0.11   +0.24%

Wheat....... 665.25   +17.25 +2.66%


Wood pulp.5250.00  +50     +0.96%


( DE/ Phintraco(AT)  19-02-21)