[INTP] Prospek Saham INTP - PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk Pada Masa Pandemi Ini


Tahun pandemi membuat kinerja perusahaan semen nasional terdampak. Salah satunya adalah PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (INTP). Baik top line atau pendapatan maupun bottom line atau laba bersih emiten produsen Semen Tiga Roda ini mengalami penurunan.

Laporan keuangan mencatat, pendapatan neto perusahaan di tahun 2020 anjlok 11% (yoy) menjadi Rp 14,18 triliun. Sebelumnya pendapatan INTP masih Rp 15,19 triliun di 2019. Volume penjualan drop 9,7% (yoy) dari 18,95 juta ton menjadi 17,11 juta ton.

Laba tahun berjalan turun 1,6% (yoy) menjadi Rp 1,81 triliun dari Rp 1,84 triliun. Kendati laba tahun berjalan turun tetapi penurunannya tidak sebesar penurunan pendapatan neto. Hal ini disebabkan oleh upaya penghematan yang dilakukan oleh perusahaan.

Beban pokok penjualan turun 13,1% (yoy) karena penurunan pada volume penjualan, rendahnya harga batu bara dan efisiensi penggunaan listrik.

Penurunan biaya bahan bakar dan listrik per ton sebesar 10.9% (yoy). Keseluruhan harga batu bara yang lebih rendah dibandingkan tahun 2019. Peningkatan penggunaan batu bara berkalori rendah. Peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif.

Laba sebelum beban bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) naik 4,9% (yoy) menjadi Rp 3,28 triliun tahun lalu dari Rp 3,12 triliun.

INTP masih mempertahankan arus kas dan setara akas sebesar Rp 7,7 triliun per akhir Desember 2020. Estimasi pengeluaran untuk belanja modal (capex) di tahun 2020 mencapai Rp 1,2 triliun.

Untuk tahun 2021 INTP sudah menjual 1,15 juta ton semen di bulan Februari, turun 8% secara yoy atau anjlok 11% secara mom (month on month) karena lemahnya penjualan di Jawa Barat akibat cuaca buruk.

Volume penjualan produsen semen Grup Heidelberg ini pun lebih rendah dibandingkan pertumbuhan penjualan semen secara nasional yang sukses tumbuh positif secara tahunan.

Hujan deras mengakibatkan tanah longsor dan banjir telah merugikan pengiriman baik melalui darat maupun jalur lain. Berdasarkan data industri, penjualan di Jawa Barat turun sebesar 9,5% (mom) dan 13,1% (yoy), sementara penjualan di Sumatera turun 18,1% (yoy) dan 13,8% (mom).

Dalam periode 2 bulan pertama tahun 2021 total penjualan semen INTP mencapai 2,44 juta ton atau drop 4,6% (yoy). Penjualan di Jawa Barat turun 8,5% (yoy) karena penjualan yang lemah di bulan lalu.

Penjualan semen awal tahun memang cenderung lebih kecil dibandingkan dengan akhir tahun di mana perusahaan-perusahaan konstruksi berlomba-lomba untuk kejar target pada periode tersebut. Penjualan semen awal tahun juga sangat dipengharuhi oleh curah hujan dan kondisi cuaca.

Pangsa pasar INTP dibandingkan dengan pabrikan semen lain saat ini berada di kisaran 25% di Februari, menyusut tipis dari bulan Januari di angka 26%

Meskipun demikian, prospek industri semen di tahun 2021 dinilai bakal lebih cerah dibanding tahun lalu.

Ada beberapa katalis yang mendorongnya. Pertama adalah kenaikan anggaran infrastruktur sebesar 38% dari tahun sebelumnya.

Kedua ialah dan disahkannya UU Cipta Kerja yang diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi pada paruh kedua tahun ini terutama di sektor riil yang tentu saja akan menguntungkan sektor konstruksi serta sektor pendukungnya.

Adanya prospek yang lebih cerah sudah diantisipasi oleh perusahaan. INTP memiliki tambang baru yaitu proyek Pamoyanan di dekat Jakarta, Cikampek dan Bogor. Produksi komersial dimulai sejak Oktober 2020. Target produksi adalah sebesar 100 ribu ton/bulan untuk tahun pertama.

Kapasitas produksi tahunan adalah sebesar 2.5juta ton/tahun. INTP siap untuk memasok proyek proyek strategik di sekitar Jabodetabek seperti proyek Rel Kereta Api Cepat Jakarta-Cikampek Bagian Selatan, Jalan Tol Pelabuhan, LRT dan proyek lainnya

Secara year to date (ytd) harga saham INTP terkoreksi 6,04% di posisi Rp 13.600/saham pada penutupan perdagangan Senin (22/3/2021).

Saat ini INTP ditransaksikan di 27,72 kali harga terhadap labanya (price to earning ratio/PER) dan 2,26 kali dari nilai bukunya (price to book value/PBV). Jika dibandingkan secara historis ini merupakan valuasi terendahnya sejak tahun 2017.

Hal ini terjadi karena harga saham INTP terus terkoreksi akibat perusahaan tergolong sudah mature sehingga terjadi penyesuaian valuasi.

Tercatat sebelum pandemi perusahaan membagikan dividen sebesar atau lebih banyak daripada laba bersih tahunan. Hal ini tentu saja menyebabkan perusahaan sulit berekspansi sehingga laba bersih perseroan dalam 5 tahun terakhir cenderung stagnan. Tercatat 5 tahun terakhir INTP hanya mampu membukukan laba sekitar Rp 1,8 triliun - Rp 1,9 triliun per tahun

Hal ini tentu saja mempengaruhi kinerja saham INTP selama 5 tahun terakhir yang tercatat sudah terkoreksi 38,18%.

Meskipun demikian, apabila memperhitungkan dividen yang sudah dibagikan, investor yang telah memegang saham INTP sejak tahun awal 2016 'hanya' merugi 31,14%.

Sumber: CNBC

[SRIL] PT Sri Rejeki Isman Tbk Dapatkan Pemangkasan Jadi B3 oleh Moody's Investors Service


Lembaga rating Moody's Investors Service memangkas rating PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL). Semula Moody's memasang peringkat emiten yang biasa disebut Sritex di B1 dipangkas menjadi B3. 

Moody's juga telah menurunkan peringkat obligasi senior senilai US$ 150 juta menjadi B3 dari B1. Obligasi senior yang jatuh tempo pada tahun 2024, yang diterbitkan oleh anak perusahaan Sritex, Golden Legacy Pte. Ltd dan dijamin tanpa syarat dan tidak dapat ditarik kembali oleh Sritex dan anak perusahaannya. 

Peringkat B3 juga disematkan Moody's untuk surat utang senior tanpa jaminan senilai US$ 225 juta yang jatuh tempo pada tahun 2025. Obligasi ini dirilis oleh Sritex dan dijamin tanpa syarat dan tidak dapat ditarik kembali oleh semua anak perusahaan yang beroperasi.

"Penurunan peringkat Sritex mencerminkan likuiditas yang terus melemah dan meningkatnya risiko pembiayaan kembali karena penundaan yang berkelanjutan dan material lebih lanjut dengan latihan perpanjangan pinjamannya," kata Stephanie Cheong, Analis dan Lead Analis Moody's untuk Sritex.

Moody's tengah meninjau ulang untuk downgrade (menurunkan) rating lebih lanjut. "Kajian penurunan lebih lanjut ini mencerminkan ketidakpastian terkait rencana pembiayaan kembali," terang Stephanie dalam rilis Senin (23/3). 

Tinjauan peringkat akan fokus pada kemajuan Sritex dalam mengatasi jatuh tempo utang di masa mendatang. "Lebih khusus lagi, tinjauan akan berfokus pada kemajuan diskusi Sritex dengan pemberi pinjaman untuk memperpanjang masa jatuh tempo pinjaman sindikasi," ujar Stephanie. 

Menurut Moody's, jika ada kemajuan diskusi Sritex dengan pemberi pinjaman tentang pinjaman bilateral baru dan kemampuan Sritex untuk memperbarui lini modal kerja jangka pendek yang akan berakhir hingga 2021. "Manajemen modal kerja Sritex dan kemampuan menghasilkan uang cash flow," kata Stephanie. Moody's juga memantau rencana pendanaan alternatif SRIL. 

Moody's berharap peninjauan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu 60 hari. "Sritex menghadapi risiko pembiayaan kembali yang tinggi karena posisi likuiditas yang lemah dan utang dalam jumlah besar yang jatuh tempo selama kuartal-kuartal mendatang," tutur Stephanie. 

Sritex ketergantungan pada pembiayaan dari bank untuk memenuhi kebutuhan refinancing dan rentan terhadap kondisi pendanaan yang melemah di tengah sentimen negatif pada sektor tekstil di Indonesia.

Pada 2 November 2020, Sritex mengajukan permintaan kepada pemberi pinjaman untuk memperpanjang pinjaman sindikasi selama dua tahun. Pinjaman sindikasi senilai US$ 350 juta seharusnya jatuh tempo pada Januari 2022. 

Pemberi pinjaman memiliki waktu hingga 1 Maret 2021 untuk memutuskan akan memberi perpanjangan waktu dari sebelumnya 2 Februari. Namun, perjanjian perpanjangan dua tahun belum muncul, yang mana semakin membebani profil kredit Sritex.

Saat ini, perusahaan ini sedang menegosiasikan pengaturan pembiayaan kembali dengan pemberi pinjaman yang ada untuk mengatasi potensi kesenjangan pendanaan. Namun, kesepakatan tegas belum dibuat.

Hingga 30 September 2020, Sritex memiliki kas US$ 159 juta dengan kas bebas selama 15 bulan ke depan sekitar US$ 50 juta. Tapi nilai ini tidak akan cukup menutupi kewajiban utang yang akan datang. SRIL memiliki pinjaman sindikasi senilai US$ 350 juta yang jatuh tempo pada Januari 2022.

Selain itu, SRIL memiliki wesel bayar jangka menengah senilai US$ 65 juta. Terdiri dari US$ 40 juta dibayarkan pada kuartal IV tahun 2020 dan US$ 25 juta akan jatuh tempo pada kuartal II-2021. 

SRIL juga harus membayar amortisasi utang senilai US$ 15 juta dan US$ 174 juta yang belum dibayarkan jalur modal kerja jangka pendek per 30 September 2020.

Sumber: KONTAN

[RAJA] Rukun Raharja tertarik kerjakan proyek pipa Rokan bersama Pertagas


PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) bakal meminta persetujuan pemegang saham untuk melakukan kerja sama operasi dengan  PT Pertamina Gas (Pertagas) di proyek pipa Rokan. Kalau tidak ada aral melintang, rencana ini akan dirapatkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 27 April 2021 mendatang.

Corporate Secretary RAJA Yuni Pattinasarani mengatakan, rencana kerja sama operasi dengan Pertagas menjadi salah satu proyek besar yang akan RAJA  kerjakan pada tahun ini. Proyek ini juga diharapkan dapat meningkatkan performa kinerja RAAT saat proyek sudah beroperasi nanti.

“Oleh karenanya, RAJA sangat mengharapkan dukungan penuh dari seluruh pemegang saham,” kata Yuni saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (22/3).

Sedikit informasi, pembangunan dan pengoperasian pipa Rokan sejatinya merupakan penugasan Pertagas dari PT Pertamina (Persero). Namun demikian, berdasarkan persetujuan internal pihak Pertagas atas investasi pembangunan pipa minyak koridor Balam-Bangko-Dumai dan Koridor Minas-Duri-Dumai sepanjang kurang lebih 352,43 Km dan terdiri dari 12 segmen dan station 3 segmen termasuk fasilitas-fasilitas pendukungnya, Pertagas dapat melakukan pendanaan eksternal sebesar 25%.

Dengan dasar inilah, Pertagas kemudian menggandeng mitra strategis untuk berbagi kontribusi terhadap nilai investasi, risiko dan manfaat/keuntungan proyek.

Pada bulan Maret 2021 ini, Pertagas dan RAJA kemudian telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama Operasi antara PT Pertamina Gas dan PT Rukun Raharja Tbk No. PT Pertamina Gas: 245/PG0000/2020-S0 No. PT Rukun Raharja Tbk.: RR/DU/21.095/X/2020 tanggal 21 Oktober 2020.

Menurut perjanjian tersebut, RAJA direncanakan untuk melaksanakan proyek pembangunan dan pengoperasian pipa minyak bumi koridor Balam-Bangka-Dumai dan Koridor Minas-Duri-Dumai dengan Pertagas dengan nilai pendanaan sebesar US$ 300,62 juta.

Dalam pendanaan tersebut, RAJA akan memiliki partisipasi kontribusi pendanaan sebanyak 25% dari total nilai pendanaan atau setara dengan US$ 75,15 juta, sedangkan 75% pendanaan sisanya bakal ditanggung oleh Pertagas.

Kalau dibandingkan dengan total ekuitas RAJA per 30 September 2020 yang sebesar US$ 121,08 juta, porsi pendanaan RAJA pada Proyek Pipa Rokan setara dengan 62% dari total ekuitas perusahaan, sehingga transaksi ini bersifat material menurut  POJK No. 17/2020.

Makanya, RAJA berencana meminta persetujuan pemegang saham atas kerja sama tersebut. Ini juga menjadi syarat pendahuluan dalam kerja sama ini. Seperti halnya RAJA, Pertagas juga memerlukan persetujuan korporasi dalam kerja sama operasi ini.

“Untuk Pertagas, persetujuan korporasi yang dibutuhkan adalah (i) rekomendasi Dewan Komisaris; dan (ii) 9 persetujuan RUPS yang menyetujui isi dan penandatanganan Perjanjian KSO dan telah memberitahukan mengenai tanggal tersebut kepada Perseroan (RAJA),” sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis RAJA.

Kepada Kontan.co.id, Yuni berujar bahwa partisipasi pendanaan oleh RAJA dalam kerja sama operasi dengan pihak Pertagas akan mengandalkan ekuitas RAJA dan juga pinjaman perbankan. Oleh karenanya, RAJA berencana mencari fasilitas pinjaman baru dari pihak perbankan.

Hanya saja, Yuni mengaku belum bisa membeberkan bagaimana komposisi porsi antara ekuitas dan pinjaman yang akan digunakan dalam partisipasi pendanaan proyek lantaran masih dihitung.

Setelah beroperasi nanti, RAJA dan Pertagas akan melakukan kerja sama melakukan kegiatan usaha  di bidang pengangkutan minyak dan gas bumi melalui pipa yang telah dibangun. Dari kerja sama itu, RAJA akan mendapat jatah porsi 25% dari pendapatan yang diperoleh, sesuai dengan porsi pendanaan yang akan dilakukan oleh pihak RAJA.

“Dalam proyek pipa Rokan ini, Pertagas dan Raja melakukan kerjasama dalam hal penyewaan pipa untuk mengalirkan minyak dari Blok Rokan,” terang Yuni.

Sumber: KONTAN

[ASII] Astra International tidak terpengaruh perampingan struktur di Jardine


Induk pemegang saham terbesar PT Astra International Tbk (ASII) yakni Jardine Mathenson tengah melakukan perampingan struktur perusahaan. Perampingan ini dipastikan tak akan mempengaruhi struktur dan operasional bisnis ASII.

"Perampingan cross shareholding tidak akan mengubah struktur di Astra," ujar Tira Ardianti, Head of Investor Relations ASII kepada Kontan.co.id, belum lama ini.

Asal tahu saja, Jardine Mathenson menguasai 75% saham Jardine Cycle & Carriage Limited (JC&C). Semenara, JC&C yang juga tercatat di SGX ini menguasai 50,11% atau setara 20,29 miliar saham ASII.

Adapun perampingan yang dilakukan adalah dengan akuisisi 15% saham Jardine Strategic oleh Jardine Mathenson.

Jardine Mathenson selama ini menguasai 85% saham Jardine Strategic. Pasca akuisisi selesai, Jardine Mathenson bakal menguasai Jardine Strategic sepenuhnya.

"Direct shareholder kami tetap JC&C, tidak ada perubahan. Kami tidak mengantisipasi perubahan apa pun di Astra dengan apa yang terjadi di sana," terang Tira.

Nilai akuisisi Jardine Strategic oleh Jardine Mathenson sebesar US$ 33 per saham. Jika ditotal, nilainya mencapai US$ 5,5 miliar dan akan dituntaskan akhir bulan depan.

Nilai akuisisi ini tergolong premium mengingat harganya yang 47,2% lebih tinggi dibanding rata-rata harga saham Jardine Strategic di Singapore Stock Exchange (SGX) satu tahun ke belakang, terhitung hingga 5 Maret kemarin. Adapun rata-rata harganya US$ 22,42 per saham.

Latar belakang akuisisi ini adalah untuk merampingkan struktur perusahaan menjadi satu induk usaha konvensional. Dengan begitu, operasional Jardine Group ke depan bisa menjadi lebih efisien dan mendapat fleksibilitas keuangan yang lebih besar.

Sumber: KONTAN

[IPTV] Merger Anak MNC Vision dan Malacca Straits Akan Selesai Akhir Kuartal II


PT Asia Vision Network (AVN), anak usaha PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) telah menandatangani perjanjian untuk bergabung atau merger dengan Malacca Straits (NASDAQ: MLAC) pada Senin (22/3).

Dalam rilis yang diterima Kontan.co.id, dengan merger ini maka valuasi perusahaan pro-forma diperkirakan mencapai US$ 573 juta atau sekitar Rp 8 triliun. Rasio EV/EBITDA ada di 5,8 kali atau sangat menarik ketimbang perusahaan peers.

Kedua perusahaan ini sepakat untuk merampungkan merger tersebut di akhir kuartal II 2021 atau awal kuartal III mendatang. 

Seperti diketahui AVN adalah induk usaha Visio+, bisnis media over the top (OTT) dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia dan MNC Play, operator TV berbayar broadband dan fiber optic terbesar nomor tiga di Indonesia.

Sedangkan, MLAC adalah perusahaan akuisisi yang diperdagangkan secara publik milik Kenneth Ng.

Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan, penggabungan ini menjadi momen yang penting bagi AVN lantaran akan memperkuat neraca perusahaan dengan potensi dana segar masuk mencapai US$ 130 juta.

Lebih lanjut Hary bilang, merger tersebut tidak hanya akan membantu meningkatkan cash flow perusahaan melainkan juga memperkuat posisi perusahaan sebagai pemimpin bisnis di pasar OTT Indonesia.

Sejauh ini, AVN memiliki kemitraan dengan pemain infrastruktur utama yang bisa memberikan keuntungan untuk mempertahankan model bisnis perusahaan seiring persiapan yang dilakukan untuk listing di pasar modal internasional seperti NASDAQ.

"Menjadi perusahaan yang listing di Amerika Serikat (AS) akan memberikan akses bagi kami untuk menumbuhkan modal sekaligus menjadi platform global terbaik di dunia," kata Hary, dalam keterangan yang diterima Kontan.co.id, kemarin. 

Hary menjelaskan, dengan penetrasi media OTT yang baru mencapai 2%, AVN memiliki posisi strategis dalam siklus pertumbuhan awal. Potensi tersebut ditopang oleh posisi Indonesia sebagai negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia dengan PDB mencapai lebih dari US$ 1 triliun.

Selain itu, kombinasi AVN dan Malacca Straits akan membawa AVN masuk bursa NASDAQ, salah satu pasar modal besar di dunia. Langkah itu akan memperluas akses bagi investor global untuk memiliki perusahaan dengan pertumbuhan OTT dan streaming tercepat di Indonesia.

Presiden Direktur IPTV Ade Tjendra menambahkan, pihaknya senang karena mampu mengoptimalkan kondisi pandemi yang sulit untuk mencetak pertumbuhan bisnis yang solid seiring meningkatnya permintaan hiburan di rumah.

"Kami juga senang mengumumkan bahwa kami akan merger dengan perusahaan yang listing di NASDAQ, kami yakin ini menjadi pencapaian besar dan akan menciptakan kesempatan luar biasa besar bagi perusahaan untuk tumbuh dan dikenal pasar internasional," paparnya.

CEO Malacca Straits Kenneth Ng pun menyebut, pihaknya senang bisa menyatukan AVN dan Malacca Straits sebagai Special Purpose Vehicle Company (SPAC). 

Ia bilang, sejak awal Malacca Straits bertekad mencari perusahaan yang kuat, memiliki model bisnis yang teruji, dan potensi pertumbuhan yang signifikan.

Sekarang ini MNC mencatat mencapai 50% pangsa pemirsa nasional pada siaran free-to-air (53,5% pada prime time), selain itu emiten ini juga memiliki lebih dari 8 juta pelanggan TV berbayar, lebih dari 73 juta pengguna aktif portal berita bulanan, dan 217 juta pelanggan atau pengikut media sosial.

Ke depannya, AVN membidik pertumbuhan revenue rata-rata mencapai 29% dalam lima tahun mendatang dengan potensi kenaikan EBITDA hingga 75%.

Sumber: KONTAN

[KAEF] PT Kimia Farma Tbk Optimis Pertumbuhan Kinerja Tahun Ini Positif


Manajemen PT Kimia Farma Tbk (KAEF) optimistis akan mendulang pertumbuhan kinerja yang positif di tahun ini, meskipun kondisi pandemi Covid-19 masih belum jelas arah lintangnya. 

“Dari sisi bisnis, meskipun kondisi ekonomi masih sangat dinamis, kami optimistis bisnis farmasi masih ada potensi untuk berkembang ke depannya,” ucap Sekretaris Perusahaan Kimia Farma Ganti Winarno kepada Kontan, Senin (22/3). 

Untuk memuluskan target bisnisnya di tahun ini, Kimia Farma mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 500 miliar. 

Dana tersebut, ungkap Ganti, digelontorkan salah satunya untuk melakukan pengembangan terhadap layanan kesehatan digital Kimia Farma, yakni Kimia Farma Mobile.  “Kimia Farma telah memanfaatkan perkembangan teknologi di era industri 4.0 dan new normal dengan pengembangan digital platform yaitu Kimia Farma Mobile,” ungkapnya. 

Aplikasi layanan kesehatan ini, memiliki sejumlah fitur menarik yang dapat diakses melalui gawai para penggunanya. Seperti untuk melakukan pembelian produk kesehatan, juga akses layanan kesehatan bagi pelanggan yang membutuhkan. 

“Fitur yang dapat diperoleh oleh konsumen kami dalam Kimia Farma Mobile antara lain, membership, order produk kesehatan, online payment, healthcare news, serta integrasi layanan swab antigen dan PCR di outlet Kimia Farma,” terangnya. 

Sejak diluncurkan tahun lalu, Kimia Farma Mobile diakui Ganti telah mendapatkan banyak respon positif dari para pelanggannya. Menurutnya, layanan kesehatan digital yang dikembangkan Kimia Farma, terbukti memudahkan para pelanggannya untuk mengakses layanan kesehatan tanpa harus beranjak dari rumah. “Apalagi di era pandemi saat ini,” tambahnya. 

Tak hanya fokus terhadap pengembangan layanan kesehatan digital, emiten berkode saham KAEF ini berencana akan melakukan inovasi terhadap sejumlah produk baru di tahun 2021. Namun, pihaknya belum bisa membeberkan secara rinci, jenis  produk apa saja yang akan dikembangkan. 

“Pengembangan produk-produk baru, sejalan dengan perkembangan medis baik related Covid-19 maupun produk-produk baru lainnya ke depan,” jelas Ganti. 

Ganti mengungkapkan, alokasi capex di tahun ini juga akan digunakan untuk melakukan pemenuhan regulasi pemerintah di bidang farmasi. Seperti pemenuhan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB).

Ketika ditanya perihal berapa target pertumbuhan yang ingin dicapai di tahun 2021, manajemen Kimia Farma tidak bisa menyebutkannya secara rinci. Namun, apabila menilik catatan Kontan.co.id beberapa waktu lalu, Kimia Farma sempat membidik pertumbuhan pendapatan dan laba bersih double digit di tahun 2020.

Kimia Farma menyatakan tetap optimistis kinerja perusahaannya akan bertumbuh dibandingkan tahun lalu. Meskipun kondisi ekonomi di tanah air maupun secara global masih dinamis akibat dampak dari pandemi Covid-19 di tahun lalu. 

Hingga saat ini, KAEF belum merilis secara resmi kinerja keuangan sepanjang tahun 2020. Adapun berdasarkan laporan keuangan Kuartal III 2020, emiten farmasi berkode saham KAEF mencatatkan pertumbuhan penjualan 2,37% secara year on year (yoy). 

KAEF berhasil meraup penjualan hingga Rp 7,045 triliun pada periode Januari-September 2020. Jumlah tersebut naik dari periode yang sama di tahun sebelumnya, yang sebesar Rp 6,878 triliun.

Sumber: KONTAN

[META] PT Nusantara Infrastructure Tbk Dukung Program Transaksi Tol Nirsentuh


Emiten PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) menyatakan pihaknya mendukung penuh program pemerintah dalam proyek transaksi tol nirsentuh.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) resmi menjalankan sistem transaksi tol non tunai nirsentuh berbasis Multilane Free Flow (MLFF) berteknologi GNSS (Global Navigation Satelite System) dari Roatex, Ltd, Hungaria.

Implementasi teknologi MLFF pada 40 ruas tol tersebut ditargetkan akan rampung pada pertengahan 2022.

Sebagai emiten operator jalan tol, META sendiri menyatakan mendukung penerapan teknologi tersebut dan menunggu penjelasan lebih lanjut mengenai model bisnis yang ada.

"Kami mendukung penuh program pemerintah dalam hal penerapan MLFF yang diinisiasi oleh Roatex ini," ujar Deden Rochmawaty, GM Corporate Affairs saat dihubungi oleh Kontan, Senin (22/3).

Mengenai kemungkinan kerjasama dengan Roatex dan BPJT, META masih belum memberikan pernyataan lebih lanjut. Pihaknya masih menunggu penjelasan lebih lanjut.

Hal ini juga berlaku untuk penentuan bentuk kerjasama hingga penanggungjawabnya nanti. "Mengenai kemungkinan kerjasama, kami masih menunggu penjelasan dari BPJT mengenai business model antara BUJT (Badan Usaha Jalan Tol)dengan Roatex. Jadi masih menunggu arahan terkait hasil tersebut," sambungnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Kepala BPJT,Danang Parikesit meyakinkan bahwa BUJT tentu akan mendukung penggunaan sistem transaksi tersebut.

"Pada prinsipnya, BUJT akan mendukung karena ini sebagai salah satu upaya peningkatan pelayanan di jalan tol,” ujarnya.

Sumber: KONTAN

Rekomendasi Saham ASSA, SMRA dan LSIP oleh Mirae Asset Sekuritas | 23 Maret 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

Maret 23, 2021

(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,301.13(-0.87%), test resistance at 6,337. Trading range 6,271 – 6,337. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized cenderung turun. Pada periode  weekly terlihat indikator MFI optimized menguji mulai bergerak naik namun indikator RSI optimized terlihat masih bergerak turun. Daily support di 6,271 dan daily resistance di 6,337. Cut loss level di 6,270.

ASSA Daily, 1,690 (-4.52%), trading buy, trading range 1,660 – 1,750. Indikator MFI optimized dan RSI optimized sudah berada di oversold area. Daily support di 1,660 dan daily resistance di 1,750. Cut loss level di 1,630.

SMRA Daily, 1,000 (-0.99), trading buy, trading range 980 – 1,030. indikator MFI optimized dan indikator  RSI  optimized sudah berada di oversold area. Daily support  di  980  dan daily resistance di 1,030. Cut loss level di 950.

LSIP Daily, 1,415 (+1.80%), trading buy, trading range 1,370 – 1,430.  Indikator MFI optimized dan RSI Optimized cenderung masih bergerak naik. Perkiraan daily support di 1,370 dan daily resistance terdekat di 1,430 . Cut loss level di 950.

Rekomendasi Saham BBNI, INDF, LSIP dan RALS oleh Indopremier | 23 Maret 2021


IHSG (6.255 – 6.345) :  Indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak menguat. Target kenaikan indeks pada level 6.345 kemudian 6.390 dengan support di level 6.255 kemudian 6.210.

BBNI (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 6.050 dengan resist di level 6.200 kemudian 6.300.

INDF (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 6.250 dengan resist di level 6.450 kemudian 6.550.

LSIP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.460 kemudian 1.505 dengan support di level 1.370, cut loss jika break 1.325.

RALS (Buy) : Target kenaikan harga pada level 840 kemudian 855 dengan support di level 810, cut loss jika break 795.


XCLQ (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 95 dengan resist di level 98 kemudian 99.

XIIC (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 1.003 dengan resist di level 1.019 kemudian 1.027.

XPLC (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 446 dengan resist di level 453 kemudian 456.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbrum

Ulasan Pasar Global | 23 Maret 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Mar 23, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

A.S

Wall Street ditutup lebih tinggi karena rebound teknologi, Keuntungan Tesla

Wall Street menguat pada hari Senin karena saham teknologi rebound dari aksi jual baru-baru ini yang dipicu oleh melonjaknya imbal hasil obligasi dan Tesla melonjak setelah dana yang dijalankan oleh investor berpengaruh di pembuat mobil listrik mengatakan sahamnya bisa mendekati $3.000 pada tahun 2025.

Dow Jones ditutup naik 103,23 poin atau 0,32% pada 32.731,2. S&P 500 naik 27,49 poin atau 0,70% menjadi 3.940,59. Nasdaq menambahkan 162,31 poin atau 1,23% menjadi 13.377,54.

Kenaikan 2,31% Tesla Inc menjadi $670 adalah peningkatan terbesar keempat untuk S&P 500 setelah Ark Invest, yang didirikan oleh penjual saham bintang Cathie Wood, menaikkan target harga perusahaan pada hari Jumat dengan menggunakan 34 input dalam model Monte Carlo. Tesla diperdagangkan lebih dari 6% lebih tinggi selama sesi sebelum memangkas keuntungan. Pertumbuhan saham naik lebih dari 1,43% sementara nilai saham turun 0,07% dalam pembalikan dari rotasi besar tahun ini dalam portofolio investasi. Kenaikan tajam dalam imbal hasil Treasury sejak pertengahan Februari telah membebani saham teknologi terbang tinggi yang mendapat keuntungan dari imbal hasil rendah karena investor berbondong-bondong ke saham bernilai di bawah harga dari saham mega-cap growth yang telah memicu reli tahun lalu.

Eropa

Bursa Eropa naik tipis karena otomotif memimpin kenaikan, bank-bank yang terpapar Turki jatuh

Bursa Eropa menambah keuntungan pada penutupan pada hari Senin setelah pembuat mobil melanjutkan reli mereka, sementara bank-bank jatuh setelah kemerosotan mata uang Turki dan kekhawatiran berlama-lama tentang lebih banyak pembatasan karena meningkatnya kasus virus korona di benua itu.

STOXX 600 Eropa naik 0,2% menjadi 424,17.

Porsche melonjak 8,9% karena penularan dari kegilaan membeli yang telah mengangkat saham Volkswagen setelah pembuat mobil Jerman itu mengumumkan rencana untuk menantang Tesla di pasar mobil elektronik. Deutsche Bank menaikkan target harga pada Porsche, yang memegang mayoritas saham biasa Volkswagen, menyusul target kenaikan VW.

Analisa Saham UNTR | 23 Maret 2021


Analisa Saham UNTR

Saham UNTR pada tanggal 23 Maret 2021 ditutup melemah pada harga 21625 , turun -1,1%. Hal ini disertai dengan penurunan volume. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah dengan kecenderungan bullish. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah downtrend

Rekomendasi dari kami adalah Beli jika di atas 22125

Jika naik di atas 23600 maka berpeluang ke 24600-26600

Jika turun di bawah 21425 maka berpeluang ke 21000

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.


Disclaimer ON


Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram:

https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : 

https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Instagram : 

@sahamonlineid ( https://www.instagram.com/sahamonlineid/ )

Facebook Page : 

@sahamindonesiahariini ( https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/ )

Aplikasi Android :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini

Website : 

http://www.sahamonline.id/


Rekomendasi Saham AKRA, ACES, ADRO dan BBCA oleh MNC Sekuritas | 23 Maret 2021


MNC Daily Scope Wave

23 Maret 2021

Pada perdagangan kemarin (22/3), IHSG ditutup terkoreksi 0,9% ke level 6,301 dan mulai muncul tekanan jual. Kami perkirakan IHSG rawan terkoreksi untuk menguji area 6,268 sebagai area support terdekat, meskipun menguat selama belum mampu menembus resistance 6,400 dan 6,505 secara agresif, maka penguatannya cenderung terbatas. Area koreksi IHSG terdekat berada pada area 6,000-6,150, apabila IHSG menembus 6,167.

Support: 6,160, 6,090

Resistance: 6,400, 6,505

AKRA - Buy on Weakness (3,370)

Kemarin (22/3), AKRA ditutup terkoreksi 0,3% ke level 3,370. Selama AKRA tidak terkoreksi ke bawah 3,190, maka kami perkirakan saat ini pergerakan AKRA sudah berada di akhir wave [iv] dari wave C. Hal tersebut berarti, koreksi AKRA sudah relatif terbatas dan berpeluang untuk berbalik menguat membentuk wave [v] dari wave C.

Buy on Weakness: 3,340-3,370

Target Price: 3,770, 3,900

Stoploss: below 3,190

ACES - Buy on Weakness (1,575)

ACES ditutup menguat 0,3% ke level 1,575 pada perdagangan kemarin (22/3). Selama ACES tidak terkoreksi ke bawah 1,500, maka saat ini ACES sedang berada di awal wave [iii] dari wave 1 dari wave (C). Hal tersebut berarti, ACES berpeluang menguat terlebih bila mampu menembus resistance di 1,650.

Buy on Weakness: 1,550-1,575

Target Price: 1,670, 1,750

Stoploss: below 1,500

ADRO - Buy on Weakness (1,285)

ADRO ditutup terkoreksi 1,2% ke level 1,285 pada perdagangan kemarin (22/3). Posisi ADRO saat ini kami perkirakan sedang berada pada bagian wave (iii) dari wave [iii] pada skenario biru. Hal tersebut berarti, ADRO masih berpeluang untuk berbalik menguat.

Buy on Weakness: 1,260-1,285

Target Price: 1,375, 1,500

Stoploss: below 1,205

BBCA - Sell on Strength (33,100)

Pada perdagangan kemarin (22/3), BBCA ditutup terkoreksi 2,1% ke level 33,100. Saat ini, kami perkirakan posisi BBCA sedang berada pada bagian dari wave [c] dari wave 4, sehingga bila BBCA turun ke bawah 33,000 sebagai supportnya, maka BBCA akan menuju ke rentang area 31,000-32,000 sebagai akhir koreksi dari wave [c] dari wave 4.

Sell on Strength: 33,200-33,600

Disclaimer On

Analisa Saham PTRO | 23 Maret 2021


Analisa Saham PTRO

Saham PTRO pada tanggal 23 Maret 2021 ditutup menguat pada harga 1920, naik 3,2%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume yang cukup signifikan. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area jenuh beli dengan kecenderungan bullish. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah Uptrend

Rekomendasi dari kami adalah Beli

Jika naik di atas 2000 maka berpeluang ke 2130

Jika turun di bawah 1860 maka berpeluang ke 1820

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.


Disclaimer ON


Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram:

https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : 

https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Instagram : 

@sahamonlineid ( https://www.instagram.com/sahamonlineid/ )

Facebook Page : 

@sahamindonesiahariini ( https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/ )

Aplikasi Android :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini

Website : 

http://www.sahamonline.id/


Rekomendasi Saham ASII, BBNI, ERAA dan EXCL oleh Binaartha Sekuritas | 23 Maret 2021


Binaartha Sekuritas Daily

23 Maret 2021

oleh M. Nafan Aji Gusta Utama

PT Astra International Tbk (ASII)

Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20, sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 5.500 – Rp 5.600, dengan target harga secara bertahap di level Rp 5.700, Rp 5.800, Rp 6.600, Rp 6.650 dan Rp 7.775. Support: Rp 5.400 & Rp 5.000. (RoE: 8.27%; PER: 13.91x; EPS: 399.11; PBV: 1.15x; Beta: 0.81).

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulasi pada area Rp 6.000 – Rp 6.100, dengan target harga di level Rp 6.300, Rp 6.500, Rp 6.725 dan Rp 7.950. Support: Rp 5.875. (RoE: 2.91%; PER: 34.54x; EPS: 177.32; PBV: 1.00x; Beta: 1.99).

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulasi pada area Rp 1.870 – Rp 1.890, dengan target harga secara bertahap di level Rp 2.000, Rp 2.250, Rp 2.500 dan Rp 2.860. Support: Rp 1.810. (RoE: 8.02%; PER: 12.68x; EPS: 152.61; PBV: 1.01x; Beta: 2.37).

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)

Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulasi pada area Rp 2.650 – Rp 2.680, dengan target harga secara bertahap di level Rp 2.780, Rp 2.840, Rp 2.990 dan Rp 3.130. Support: Rp 2.550. (RoE: 7.22%; PER: 22.12x; EPS: 122.96; PBV: 1.59x; Beta: 1.76).

PT XL Axiata Tbk (EXCL)

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 2.140 – Rp 2.160, dengan target harga secara bertahap di Rp 2.280, Rp 2.640, Rp 3.000 dan Rp 3.360. Support: Rp 2.090. (RoE: 1.94%; PER: 63.63x; EPS: 34.73; PBV: 1.24x; Beta: 1).

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC)

Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulasi pada area Rp 600 – Rp 620, dengan target harga secara bertahap di level Rp 665,Rp 710,Rp 820 dan Rp 1.000. Support: Rp 570 & Rp 530. (RoE: -4.27%; PER: -25.78x; EPS: -24.24; PBV: 1.11x; Beta: N/A).

Analisa Saham BULL, CENT dan LSIP | 23 Maret 2021

PT Buana Listya Tama Tbk (BULL)


Pergerakan BULL diitutup menguat diiringi dengan volume beli yang cukup besar. Selama tidak terkoreksi ke bawah level supportnya, maka BULL berpeluang menguat. 

Nampak juga dari stochastic yang cenderung menguat, meskipun MACD belum menunjukkan tanda-tanda penguatan.

Rekomendasi : Buy on weakness

Support: Rp 300

Resistance: Rp 328

Herditya Wicaksana, MNC Sekuritas

PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT)


CENT membentuk trend bullish continuation di level 262. Dengan volume transaksi yang diperdagangkan relatif sepi dari rata-rata perdagangan 5 hari. 

Indikator stochastic juga nampak terjadi death cross, yang mengindikasikan terjadi pelemahan. Serta juga nampak berada di luar upper band.

Rekomendasi: Sell

Support: Rp 250

Resistance: Rp 274

Ivan Kasulthan, Erdikha Elit Sekuritas

PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)


Pergerakan LSIP memperlihatkan munculnya hammer candle dengan RSI menguat dan bertahan di atas MA20. Namun, dari indikator MACD berpotensi terjadi dead cross dan volume perdagangan menurun.

Rekomendasi: Trading buy

Support: Rp 1.370

Resistance: Rp 1.480

Achmad Yaki, BCA Sekuritas


Update Harga Komoditas dan Indeks | 23 Maret 2021


Stocks rise as tech rallies amid falling yields, Nasdaq closes more than 1% higher

U.S. stocks jumped on Monday led by technology shares as investors flocked back into growth names amid declining bond yields.


Dow.......32731  +103.2    +0.32%

Nasdaq.13378  +162.3    +1.23%

S&P 500..3941  +27.5      +0.70%

 

FTSE...... .6726  +17.39   +0.26%

Dax........14647  +36.2      +0.25%

CAC........5969    -29.5       -0.49%


Nikkei...29174     -617.9     -2.07%

HSI........28885    -105.6     -0.36%

Shanghai .3443  +38.8      +1.14%

ST Times..3135   -3.1         -0.10%


IDX.....6301.13   -55.03     -0.87%

LQ45.....944.28  -13.46     -1.41%


JAKMIND...1042.08    -25.38    -2.38%

JAKCONS....1735.98   -19.50    -1.11%

JAKTRADE...874.07    +18.55   +2.17%

JAKBIND.....1001.41   -4.55       -0.45%

JAKAGRI....1472.79    +11.71   +0.80%

JAKFIN.. ....1473.72     -23.07   -1.54%

JAKPROP......386.95     -4.65     -1.19%

JAKINFR...1059.64       -17.32   -1.61%

JAKMANU..1324.55     -14.12   -1.05%   

JAKMINE....1860.78   +5.78     +0.31%

 

Indo10Yr.6.9528    -0.0210     -0.30%

ICBI...306.6691     +0.2860    +0.09%

US10Yr....1.6840   -0.0480      -2.77%

VIX............18.88  -2.07         -9.88%👍

  

USDIndx .....91.7860  -0.1330   -0.14%

Como Indx...189.06   +0.27      +0.14%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN..... .146.74  +0.97       +0.67%


IndoCDS....86.474    +11.55    +15.416%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14407.00   -0.50       -0.00%

Jisdor....14476     -20           -0.14%



Euro.........1.1935  +0.0031  +0.26%


TLKM........23.79    +0.06       +0.25%

(3443)

EIDO..........23.08    -0.27        -1.16%

EEM...........53.92    -0.16        -0.30%


Oil.............61.55      +0.13      +0.21%

Gold ......1740.40    -3.50        -0.20%

Timah...25850.00 +420.00  +1.65%

Nickel...16450.00 +187.50  +1.15%

 

Coal price...94.00   +1.25       +1.35%

(Mar/Newcastle) 

Coal price....98.40  +4.60       +4.90%‼️

(Apr/Newcastle)

Coal price.....68.50  +0.05       +0.07%

(Mar/Rotterdam) 

Coal price. .70.60  +2.35        +3.44%‼️

(Apr/ Rotterdam)

 

CPO(Jun)....3837   +117      +3.15%‼️

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn...........549.00   -8.75     -1.57%

SoybeanOil...56.37 +2.50    +4.64%

Wheat....... 627.25  +0.25    +0.04%


Wood pulp.5850.00   unch   +0%


( DE/ Phintraco(AT)  23-03-21)