[TLKM] Layanan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Di NTT Sudah Berjalan Lagi


Layanan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) di beberapa wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur seperti Atambua, Soe, Larantuka, dan Kalabahi yang sempat mengalami gangguan telah kembali berangsur normal kembali pada pukul 13.20 WIB. Jaringan fiber optic ruas Maumere . Larantuka yang sebelumnya terputus, tepatnya di titik Maumere - Iliwengot sudah berhasil terhubung kembali dan beroperasi normal.

Vice President Corporate Communication Telkom, Pujo Pramono menyampaikan bahwa setibanya tim teknisi di lokasi, segera dilakukan perbaikan dengan penggelaran kabel sepanjang 500 meter untuk dilakukan proses penyambungan.

"Alhamdulillah beberapa daerah yang sempat terdampak gangguan layanan khususnya di wilayah Soe, Atambua, Kalabahi, dan Larantuka telah berangsur pulih. Sementara itu, untuk perbaikan jaringan di ruas Kupang - Soe masih terus diupayakan. Meski demikian, layanan TelkomGroup di seluruh NTT sudah beroperasi seperti semula," ungkap Pujo.

Selanjutnya Pujo juga mengatakan bahwa Telkom masih mengupayakan jalur alternatif sementara demi mengamankan layanan.

"Kami terus menyiagakan tim teknisi untuk mengamankan dan mengantisipasi adanya dampak yang muncul dikarenakan cuaca ekstrem di NTT. Semoga kondisi ini segera berlalu," ujar Pujo.(end)

Sumber: IQPLUS

[ENRG] PT Energi Mega Persada Tbk Raih Penjualan Bersih USD 324 Juta


PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) membukukan penjualan bersih sebesar US$324 juta pada periode Januari-Desember 2020, atau lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar US$334,34 juta.

Adapun EBITDA mangalami kenaikan menjadi US$233,71 juta dari US$200,37 juta, dengan laba usaha turun menjadi sebesar US$111 juta, dan laba bersih berhasil naik menjadi sebesar US$53,65 juta pada akhir tahun 2020.

Direktur Keuangan ENRG, Edoardus Windoe, mengatakan bahwa terlepas dari harga jual migas yang mengalami penurunan, perusahaan berhasil meningkatkan produksi migas di tahun 2020. "Sementara itu, blok Bentu dan Kangen masih mendominasi produksi gas perusahaan. Seara keseluruhan, kinerja keuangan kami cukup baik dengan dicapainya EBITDA sebesar US$233 juta dan laba bersih sebesar US$53 juta tahun 2020,"katanya, dalam keterangan tertulis, Rabu, 7 April 2021.

Dalam keterangan tersebut, Adinda Bakrie, Chief Communication ENRG, menambahkan, kegiatan operasi perusahaan cukup padat ditahun 2020. Perusahaan telah menyelesaikan pengeboran di 5 sumur pengembangan di blok Malacca Strait. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan produksi minyak dari blok tersebut.

"Kami juga telah melakukan reaktivitasi 1 sumur di lapangan gas Arbei di blok Gebang pada periode yyang sama. Hal ini dilakukan demi memullai kembali produksi gas dari lapangan gas tersebut. Selanjutnya, kami juga telah menyelesaikan pengboran di 1 sumur eksplorasi dan dalam proses pengeboran 1 sumur apparaisal di blok gas Buzi EPCC (Mozambik, Afrika,"tuturnya.

Sementara Syailendra Bakrie, Direktur Utama ENRG, menjelaskan lebih lanjut, "Kami akan terus berusaha untuk mengembangkan bisnis kamu secara internal, maupun melalui akuisisi atas aset-aset baru. Secara internal, perusahaan akan mengembangkan bisnisnya melalui program pengembangan yang ada, penemuan cadangan migas baru melalui aktifitas eksplorasi, dan efisiensi biaya di seluruh lini organisasi kami. Selanjutnya, perusahaan juga terus memantau kesempatan yang ada untuk mengakuisisi aset-aset baru yang dapat menambah nilai untuk para pemegang kami,"tegasnya. (end)

Sumber: IQPLUS

[ERAA] PT Erajaya Swasembada, Tbk Alami Pertumbuhan Laba 107,4%YoY


Di masa pandemi COVID-19 sepanjang 2020, PT Erajaya Swasembada, Tbk (ERAA) berhasil menjaga kinerja yang baik dengan pertumbuhan laba untuk entitas induk sebesar 107,4%YoY dan peningkatan pendapatan sebesar 3,5% YoY.

Pertumbuhan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 107,4% YoY dari Rp295,1 miliar di tahun 2019 menjadi Rp612 miliar di tahun 2020. Pertumbuhan penjualan sebesar 3.5% YoY dari Rp 32,9 triliun di tahun 2019 menjadi Rp 34,1 triliun di tahun 2020. Adapun Pprtumbuhan margin kotor perusahaan dari 8,6% di tahun 2019 menjadi 10% di tahun 2020.

Hasan Aula, Wakil Direktur Utama PT Erajaya Swasembada Tbk, mengungkapkan, "Dengan bangga, kami menyampaikan bahwa Perseroan berhasil mempertahankan momentum kinerja di tahun 2020 dengan terlihatnya peningkatan laba bersih sebesar Rp 612,0 miliar, atau bertumbuh lebih dari 2x lipat dibanding tahun lalu yang mencapai Rp 295,1 miliar. Di samping itu penjualan juga bertumbuh 3,5% YoY menjadi Rp 34,1 triliun.

Pencapaian yang luar biasa ini adalah hasil dari penerapan strategi korporasi yang tepat untuk bisa terus maju dan berkembang di masa-masa yang menantang, seperti halnya kondisi pandemi yang kita alami sepanjang tahun 2020 lalu. Kita juga tidak bisa mengingkari bahwa ini adalah hasil inovasi, komitmen, fokus dan kerja keras team kami untuk mendorong penjualan dan memanfaatkan semua peluang yang ada, dengan utilisasi solusi digital yang tepat."

"Di samping itu, Perseroan juga melihat bahwa momentum penjualan smartphone dan ekosistemnya cukup positif, didorong juga dengan peningkatan minat atas produk-produk elektronik dan teknologi lainnya, seperti Internet of Things (IoT). Di tahun 2020 kami juga melihat perubahan iklim industri handset di Indonesia sebagai dampak diberlakukannya aturan IMEI di bulan September 2020. Perseroan, sebagai salah satu pelaku usaha handset official di Indonesia, sangat menyambut baik pemberlakuan aturan tersebut, karena akan membuat peta persaingan menjadi lebih sehat dengan harga menjadi lebih terkontrol dan stabil. Ini berdampak pula ke peningkatan margin Perseroan, yang tentunya akan meningkatkan pendapatan laba Perseroan secara keseluruhan," demikian imbuh Hasan.

Strategi korporasi yang dimaksud di atas di antaranya membangun kapabilitas omnichannel dengan memanfaatkan teknologi digital, seperti inisiatif O2O, mobile selling, layanan EraExpress, Click 'n Pick-Up, program promosi berbasis online platform e-commerce maupun official store di marketplace.

Kemudian, Ekspansi footprint retail sehingga total outlet mencapai 1.053 toko, 88 channel distribusi dan kerjasama dengan lebih dari 65.000 reseller. Dan perusahaan melakukan pengembangan bisnis di luar core bisnis gadget dan peningkatan fokus pada produk-produk Internet of Things dan ekosistem-nya dan ekspansi ke business vertical baru yang berpotensi memberi kontribusi positif kepada perusahaan. Partnership dengan merek-merek terkemuka seperti Garmin, DJI, GoPro terus ditingkatkan.

Di samping itu, ada pula beberapa faktor eksternal yang menciptakan kondisi makro yang kondusif sepanjang tahun 2020, seperti, diberlakukannya registrasi IMEI oleh Pemerintah Indonesia per September 2021 menciptakan peta bisnis yang lebih kondusif dan sehat.

Dengan kestabilan harga karena hilangnya barang BM (black market), pengusaha kecil-menengah, seperti dealer dan retailer, dalam network Perseroan dapat menjalankan bisnis dengan lebih tenang dan stabil. Kemudian, pembatasan kegiatan sosial selama masa pandemi, termasuk diadakannya kegiatan WFH (work from home) dan SFH (school from home) meningkatkan kebutuhan akan perangkat pendukung yang mumpuni dan berkualitas.

Hasan menegaskan kembali, "Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan shareholder value, dengan menjalankan corporate actions yang tepat sasaran dan memanfaatkan faktor-faktor eksternal yang membuka opportunity baru. Dengan inovasi dan penggunaan teknologi yang tepat untuk mendukung core business kami, serta secara jeli menangkap peluang bisnis baru, agar dapat memberikan performa yang stabil serta peningkatan pelayanan kami di masa mendatang." (end)

Sumber: IQPLUS

[MDLN] PT Modernland Realty Tbk Dapatan Peringkat "idCCC" Untuk Obligasi Berkelanjutan I 2015 Seri B


PEFINDO telah menegaskan peringkat Obligasi Berkelanjutan I 2015 Seri B PT Modernland Realty Tbk (MDLN) pada "idCCC" MDLN telah mencapai kesepakatan dengan para pemegang obligasi untuk memperpanjang jatuh tempo obligasi selama satu tahun menjadi 7 Juli 2021. Selain itu, tingkat suku bunga juga diturunkan menjadi 10% dari 12,5%.

Kami juga mempertahankan peringkat MDLN pada "idSD" karena MDLN gagal dalam membayar kewajiban keuangan lainnya setelah gagal dalam membayar kupon atas obligasi mata uang dolar AS. MDLN sedang melakukan restrukturisasi hutang dengan pemegang obligasi luar negeri dan kami akan menilai kembali risiko keuangan MDLN setelah restrukturisasi selesai. Pandemi COVID-19 telah sangat memberatkan kondisi operasi MDLN karena penjualan lahan industri untuk sementara waktu tertunda di tengah pasar properti perumahan yang sudah lemah, sementara koleksi cicilan kas dari penjualan sebelumnya sedang di bawah tekanan karena kapasitas pembeli untuk membayar terganggu, sehingga membuatnya sangat bergantung pada pembiayaan eksternal untuk memenuhi kebutuhan modal kerja. Kami juga berpandangan bahwa akses ke sumber likuiditas juga terhambat karena keengganan pemberi pinjaman terhadap sektor ini yang juga meningkat.

Obligor dengan peringkat idSD ("Selective Default") menandakan obligor gagal membayar satu atau lebih kewajiban finansialnya yang jatuh tempo, baik atas kewajiban yang telah diperingkat atau tidak diperingkat, tetapi masih melakukan pembayaran tepat waktu atas kewajiban lainnya.

Efek utang dengan peringkat idCCC pada saat ini rentan untuk gagal bayar dan tergantung pada kondisi bisnis dan keuangan emiten yang lebih menguntungkan untuk dapat memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang.

Peringkat tersebut mencerminkan likuiditas MDLN yang sangat lemah, ketidakpastian seputar prospek pemulihan bisnis Perusahaan di tengah pasar properti yang lemah, dan risiko konsentrasi proyek. Peringkat tersebut juga mencerminkan cadangan lahan MDLN yang cukup besar. Kemungkinan untuk peringkat dinaikan dalam waktu dekat sangat kecil karena kami tidak melihat MDLN akan melanjutkan pembayaran kupon obligasi dolar AS. Meskipun demikian, kami dapat menaikkan peringkat dari "idSD" jika Perusahaan mampu menyelesaikan restrukturisasi hutang atas kedua obligasi dolar AS dengan tetap menjalankan kewajiban keuangannya secara berkelanjutan.

Kegiatan MDLN meliputi pengembangan properti residential, kawasan industrial, dan eksposur kecil ke segmen perhotelan dan komersial. Proyek-proyek utama MDLN terletak di Cakung, Serang, dan Tangerang. Pada tanggal 30 September 2020, pemegang saham adalah PT Panin Sekuritas Tbk (17%), PT Honoris Corporindo Pratama (12,2%), AA Land Pte Ltd (7,4%), Woodside Global Venture Inc (6,9%), dan publik (56,5%).(end)

Sumber: IQPLUS

[INDY] PT Indika Energy Tbk. Mendirikan PT Electra Mobilitas Indonesia


PT Indika Energy Tbk. (INDY) bersama anak usahanya yaitu PT Indika Energy Infrastructure (IEI), telah mendirikan perusahaan dengan nama PT Electra Mobilitas Indonesia (EMI) Pada tanggal 5 April 2021.

Menurut keterangan Adi Pramono Corporate Secretary INDY menyampaikan bahwa pendirian EMI telah dinyatakan dalam Akta Pendirian No. 03 tanggal 5 April 2021 yang dibuat di hadapan Ungke Mulawanti, SH., M.Kn., Notaris di Bekasi dan telah mendapat pengesahan sebagai badan hukum oleh Menkumham melalui Surat Keputusan No. AHU-0023580.AH.01.01.Tahun 2021 tanggal 6 April 2021.

Pembentukan usaha baru beserta kegiatan usaha EMI adalah Melakukan perdagangan besar suku cadang sepeda motor dan aksesorisnya, perdagangan besar berbagai suku cadang, komponen, dan aksesoris mobil dan Melakukan jasa konsultasi manajemen dengan nilai investasi dan struktur kepemilikan modal INDY sebesar Rp39,99 miliar setara dengan 99,99% dan IEI sebesar 1 miliar setara dengan 0,0025%.

Adi Pramono menambahkan "Penyertaan saham INDY dalam EMI merupakan langkah Perseroan untuk melakukan ekspansi usaha ke sektor kendaraan listrik di Indonesia,"pungkasnya. (end)

Sumber: IQPLUS

[AGRO] PT Bank BRI Agro Tbk Dapatkan Pendapatan Bunga Bersih Sebesar Rp624,64 Miliar


PT Bank BRI Agro Tbk (AGRO) meraih pendapatan bunga bersih sebesar Rp624,64 miliar hingga periode 31 Desember 2020 turun dari pendapatan bunga bersih Rp693,21 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan seperti dikutip Kami's menyebutkan, laba operasional diraih Rp57,65 miliar turun dari laba operasional tahun sebelumnya yang Rp71,49 miliar.

Sementara laba sebelum pajak diraih Rp64,07 miliar turun dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp74,19 miliar.

Sedangkan laba tahun berjalan diraih Rp31,26 miliar turun dari laba tahun berjalan sebelumnya yang Rp51,06 miliar.

Total aset perseroan hingga periode 31 Desember 2020 mencapai Rp28,01 triliun naik dari total aset hingga periode 31 Desember 2019 yang Rp27,07 triliun.(end)

Sumber: IQPLUS

[SMCB] PT Solusi Bangun Indonesia Tbk akan Lakukan Right Issue


PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) berencana menggelar aksi korporasi di pasar modal dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 1.379.761.940 lembar saham baru atau sebesar 15,26% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah PUT II atau rights issue,

Saham itu bernilai nominal Rp500 setiap saham, dengan harga pelaksanaan di Rp2.300 di setiap sahamnya. Dengan demikian diperkirakan SMCB bakal mengantongi dana segar sebesar Rp3,17 triliun. Setiap 10.000.000.000 saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan (DPS) pada tanggal 23 Juni 2021 pukul 16.00 WIB berhak atas 1.800.574.118 HMETD, dimana setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 Saham Baru yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD.

Dalam prospektus ringkasnya, disebutkan bhawa saham baru dari PUT II merupakan saham baru yang akan dikeluarkan dari portepel serta akan dicatatkan di BEI dengan memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku. Saham Baru tersebut memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal termasuk hak dividen dengan saham yang telah disetor penuh lainnya. Setiap HMETD dalam bentuk pecahan akan dibulatkan ke bawah (rounded down).

Tidak terdapat Pembeli Siaga dalam PUT II Perseroan. Apabila Saham Baru yang ditawarkan dalam PUT II ini tidak seluruhnya diambil atau dibeli oleh pemegang saham atau pemegang bukti HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham atau pemegang bukti HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya dengan ketentuan dalam hal jumlah permintaan atas Saham Baru yang tidak dipesan melebihi Saham Baru yang tersedia, maka jumlah Saham Baru yang tersedia harus dialokasikan secara proposional berdasarkan atas jumlah HMETD yang dilaksanakan oleh masing-masing pemegang saham atau pemegang bukti HMETD yang meminta penambahan Saham Baru berdasarkan harga pemesanan. Jika masih terdapat sisa saham dari jumlah yang ditawarkan, maka sisa saham tersebut tidak akan dikeluarkan Perseroan dari portepel.

PT Semen Indonesia Industri Bangunan (SIIB) selaku Pemegang Saham Utama yang memiliki 7.533.148.888 saham yang mewakili 98,31% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan, telah menyatakan tidak akan melaksanakan HMETD yang dimilikinya dan akan mengalihkan seluruh HMETD yang dimilikinya kepada Taiheyo Cement Corporation(TCC).

"TCC telah menyatakan akan melaksanakan seluruh HMETD yang dialihkan oleh SIIB dengan jumlah sebanyak-banyaknya 1.356.399.291 saham baru atau Rp3.119.718.369.300. TCC juga memiliki dana yang cukup dan sanggup untuk melaksanakan seluruh HMETD yang dialihkan oleh SIIB,"tulis Manajemen SMCB dalam prospektus ringkas tersebut.

Adapun dana yang diperoleh Perseroan dari hasil PUT II ini (setelah dikurangi komisi, biaya, imbal jasa dan beban-beban emisi lainnya), sekitar 96% akan digunakan untuk membayar sebagian utang bank. Adapun sisanya, sekitar 4% akan digunakan untuk investasi atau belanja modal.

Sebagai informasi saja, untuk tanggal Pernyataan Pendaftaran HMETD menjadi Efektif 11 Juni 2021, tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD (Cum-Right) di Pasar Reguler dan Negosiasi akan dilakukan pada 27 Mei 2021 dan 2 Juni 2021. Sementara, tanggal mulai perdagangan saham tanpa HMETD (Ex-Right) di Pasar Reguler dan Negosiasi pada 28 Mei 2021 dan 3 Juni 2021. Dan diharapkan, tanggal Pencatatan HMETD di BEI pada 4 Juni 2021. Untuk periode Perdagangan HMETD dilakukan pada 25 Juni - 8 Juli 2021, Periode Pendaftaran, Pembayaran dan Pelaksanaan HMETD pada 25 Juni - 8 Juli 2021. (end)

Sumber: IQPLUS

[ESSA] Rahul Puri Jual Sahamnya di PT. Surya Esa Perkasa Tbk


Rahul Puri selaku Komisaris PT. Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) telah melakukan penjualan sahamnya pada tanggal 6 April 2021.

Menurut keterangan tertulis Rahul pada keterbukaan Informasi menyampaikan bahwa telah melakukan penjualan saham ESSA sebanyak 5 juta lembar saham di harga Rp402 per saham dan sebanyak 267.100 lembar saham di harga Rp404 per saham pada tanggal 6 April 2021. Dengan demikian Rahul Puri mendapatkan dana sebesar Rp2,11 miliar.

"Tujuan transaksi tersebut adalah untuk Realisasi investasi dengan kepemilikan langsung ", tuturnya.

Pasca penjualan, maka kepemilikan Rahul Puri atas saham ESSA menjadi 89.628.300 lembar saham setara dengan 0,572% dibandingkan sebelumnya sebanyak 94.895.400 lembar saham setara dengan 0,605% (end)

Sumber: IQPLUS

[HRME] PT Wijaya Wisesa Realty Tambah Kepemilikan Saham di PT Menteng Heritage Realty Tbk.


PT Wijaya Wisesa Realty selaku Pemegang saham pengendali dari PT Menteng Heritage Realty Tbk. (HRME) telah melakukan pembelian saham pada tanggal 5 April 2021

Menurut keterangan tertulisnya dari Christofer Wibisono Direktur Utama PT Wijaya Wisesa Realty menyampaikan bahwa telah membeli sebanyak 106.025.600 lembar saham di harga Rp56 per saham. Dengan transaksi itu Wijaya Wisesa mengeluarkan dana sebesar Rp5,93 miliar.

Sebagai informasi PT. Wijaya Wisesa Realty juga telah membeli sebanyak 274.221.000 lembar saham HRME di harga Rp50 per saham pada tanggal 3 Februari 2021 dan sebanyak 48 juta lembar saham di harga Rp50 per saham pada tanggal 16 Februari 2021.

"Adapun tujuan transaksi tersebut adalah untuk Investasi dengan kepemilikan langsung ", tuturnya.

Dengan demikian, kepemilikan saham PT Wijaya Wisesa Realty di HRME menjadi 4.937.433.600 lembar saham atau setara dengan 84,70% dibandingkan sebelumnya 4.941.211.000 atau setara dengan 82,92%. (end)

Sumber: IQPLUS

Rekomendasi Saham GJTL, INDY dan SMBR oleh Mirae Asset Sekuritas | 8 April 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

April  8, 2021

(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,036.62(+0.56%), Test Resistance at 6,055. Trading range 5,970 – 6,055, Indikator MFI optimized.dan indikator RSI optimized cenderung naik.. Pada periode  weekly terlihat indikator MFI optimized dan indikator Stochastic% optimized konsolidasi di support trendline. Daily support di 5,970 dan daily resistance di 6,055. Cut loss level di 5,950.

GJTL Daily, 930 (+2.76%), trading buy, trading range 910 – 960. Indikator MFI optimized dan RSI optimized masih cenderung bergerak naik. Daily support di 910 dan daily resistance di 960. Cut loss level di 870.

INDY Daily, 1,465 (+1.03%), trading buy, trading range 1,430 – 1,515. indikator MFI optimized dan indikator  RSI  optimized cenderung naik. Daily support  di  1,430 dan daily resistance di 1,115. Cut loss level di 1,390.

SMBR Daily, 855 (+2.40%), trading buy, trading range 825 – 865.  indikator MFI optimized dan RSI Optimized masih cenderung bergerak naik. Perkiraan daily support di 825 dan daily resistance terdekat di 865. Cut loss level di 820.

Rekomendasi Saham BJBR, MAPI, SCMA dan BMRI oleh Indopremier | 8 April 2021


IHSG (6.000 – 6.080) : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan penguatannya. Target kenaikan indeks pada level 6.080 dan 6.120 dengan support di level 6.000 kemudian 5.960.

BJBR (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 1.560 dengan resist di level 1.610 kemudian 1.660.

MAPI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 810 kemudian 830 dengan support di level 770, cut loss jika break 750.

SCMA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.825 kemudian 1.860 dengan support di level 1.755, cut loss jika break 1.720.

BMRI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 6.425 kemudian 6.525 dengan support di level 6.225, cut loss jika break 6.125.

XCLQ  (Buy) : Target kenaikan harga pada level 94 kemudian 95 dengan support di level 92, cut loss jika break 91.

XIJI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 620 kemudian 623 dengan support di level 614, cut loss jika break 611.

XMTS (Buy) : Target kenaikan harga pada level 452 kemudian 457 dengan support di level 442, cut loss jika break 437.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbsi8

Analisa Saham EMTK | 8 April 2021


Analisa Saham EMTK

Saham EMTK pada perdagangan tanggal 7 April 2021 ditutup pada 2480, mengalami kenaikan, yaitu 2,05% dibandingkan hari sebelumnya. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 248% dibandingkan hari sebelumnya. Indikator Stochastic Slow menunjukkan bahwa saham ini berada pada kondisi pertengahan atas dengan arah bullish. Indikator MACD menunjukkan bahwa saat ini berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Rekomendasi :

Beli jika di atas 2580

Jika naik di atas 2580 maka berpotensi menuju 2780

Jika turun di bawah 2330 maka berpotensi menuju 2200

Disclaimer: ON

https://www.youtube.com/channel/UCXM_s4ZsWIL835TdMZwPxXQ

www.sahamonline.id

Analisa Saham ELSA | 8 April 2021

 

Analisa Saham ELSA

Saham ELSA pada perdagangan tanggal 7 April 2021 ditutup pada harga 332, tidak mengalami perubahan dibandingkan hari sebelumnya. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 35% dibandingkan hari sebelumnya. Indikator Stochastic Slow menunjukkan bahwa saham ini berada pada kondisi jenuh jual dengan arah bearish. Indikator MACD menunjukkan bahwa saat ini berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bearish.

Rekomendasi :

Beli Spekulatif jika di atas 340

Jika naik di atas 356 maka berpotensi menuju 374-390

Jika turun di bawah 328 maka berpotensi menuju 326

Disclaimer: ON

https://www.youtube.com/channel/UCXM_s4ZsWIL835TdMZwPxXQ

www.sahamonline.id

Rekomendasi Saham BBTN, ITMG, INDF dan WSKT oleh MNC Sekuritas | 8 April 2021


MNC Daily Scope Wave

8 April 2021

IHSG ditutup menguat 0,6% ke level 6,036 diiringi dengan tekanan beli yang cukup signifikan. Selama tidak terkoreksi ke bawah 5,892, maka pergerakan IHSG selanjutnya diperkirakan akan cenderung menguat untuk menguji ke area 6,060-6,170. IHSG akan lebih terkonfirmasi menguat bila mampu menembus ke atas 6,230.

Support: 5,892, 5,735

Resistance: 6,230, 6,390

BBTN - Buy on Weakness (1,700)

Pada perdagangan kemarin (7/4), BBTN ditutup terkoreksi 2% ke level 1,700 dengan tekanan jual yang cukup besar. Kami perkirakan, posisi BBTN saat ini sedang berada di akhir wave 5 dari wave (A). Hal ini berarti, koreksi BBTN akan relatif terbatas dan berpeluang untuk berbalik menguat.

Buy on Weakness: 1,620-1,700

Target Price: 1,750, 1,950

Stoploss: below 1,500

ITMG - Buy on Weakness (12,600)

ITMG ditutup menguat 0,2% ke level 12,600 pada perdagangan kemarin (7/4). Saat ini, posisi ITMG kami perkirakan berada di wave (ii) dari wave [iii] dari wave 5 pada skenario biru, atau pada bagian dari wave [c] pada skenario merah. Hal ini berarti, ITMG diperkirakan masih berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 12,000-12,600

Target Price: 13,200, 14,000

Stoploss: below 11,425

INDF - Buy on Weakness (6,775)

Kemarin (7/4), INDF ditutup menguat 0,4% ke level 6,775. Saat ini, diperkirakan, posisi INDF sedang berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [iii]. Hal tersebut berarti, INDF berpeluang untuk melanjutkan penguatannya, terlebih jika mampu break resistance 6,825.

Buy on Weakness: 6,550-6,750

Target Price: 7,000, 7,275

Stoploss: below 6,425

WSKT - Sell on Strength (1,040)

WSKT ditutup terkoreksi cukup signifikan sebesar 5,5% ke level 1,040 pada perdagangan kemarin (7/4). Posisi WSKT saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave (iv) dari wave [iii], sehingga WSKT berpeluang untuk menguat terlebih dahulu. Namun, perlu diperhatikan, penguatan ini merupakan bagian dari fase koreksi WSKT. Koreksi WKST akan terkonfirmasi bila menembus support 985 dan rentang koreksi WSKT berada di 760-900. 

Sell on Strength: 1,055-1,200

Disclaimer On

Rekomendasi Saham ADHI, SMRA dan KRAS oleh Artha Sekuritas Indonesia | 8 April 2021


Artha Sekuritas Indonesia 

8 April 2021

by Dennies Christopher

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS)

Masih bergerak dalam tren konsolidasi jangka pendek

Target harga: Rp 660–Rp 680

Entry Level: Rp 610–Rp 625

Stop Loss: Rp 595

PT Adhi Karya Tbk (ADHI)

Kembali mengalami koreksi dan breakdown support. Sell/Cutloss.

Target harga: Rp 1.200–Rp 1.240

Entry Level: Rp 1.100–Rp 1.035

Stop Loss: Rp 1.075

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)

Mengalami koreksi setelah menguat signifikan. Pergerakan masih dalam tren bullish jangka pendek.

Target harga: Rp 1.050-Rp 1.080

Entry Level: Rp 960-Rp 990

Stop Loss: Rp 945

Analisa Saham BBRI | 8 April 2021


Saham BBRI pada perdagangan tanggal 7 April 2021 ditutup pada harga 4200 tidak mengalami perubahan dibandingkan hari sebelumnya. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 69% dibandingkan hari sebelumnya. Indikator Stochastic Slow menunjukkan bahwa saham ini berada pada kondisi jenuh jual dengan arah bearish. Indikator MACD menunjukkan bahwa saat ini berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bearish.

Rekomendasi :

Beli jika di atas 4240

Jika naik di atas 4480 maka berpotensi menuju 4880

Jika turun di bawah 4150 maka berpotensi menuju 3950

Disclaimer: ON

https://www.youtube.com/channel/UCXM_s4ZsWIL835TdMZwPxXQ

www.sahamonline.id

Rekomendasi Saham BRPT, HMSP, PTBA dan WIKA oleh Binaartha Sekuritas | 8 April 2021


Binaartha Sekuritas Daily

8 April 2021

oleh Nafan Aji

Barito Pacific (BRPT)

Saham BRPT ditutup di Rp 980. (RoE: 1.23%; PER: 177.01x; EPS: 5.48; PBV: 2.18x; Beta: 1.86). Pergerakan harga saham BRPT telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 965 – Rp 980, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.025, Rp 1.195, Rp 1.370 dan Rp 1.540. Support ada di Rp 930.

HM Sampoerna (HMSP)

Saham HMSP ditutup di Rp 1.350. (RoE: 28.38%; PER: 18.30; EPS: 73.79; PBV: 5.19x; Beta: 1.14). Pergerakan harga saham HMSP masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Akumulasi pada area Rp 1.340 – Rp 1.350, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.375, Rp 1.395, Rp 1.470, Rp 1.550, Rp 1.625 dan Rp 2.550. Support ada di Rp 1.315.

Jasa Marga (JSMR)

Saham JSMR ditutup di Rp 4.220. (RoE: 2.02%; PER: 61.48x; EPS: 68.64; PBV: 1.24x; Beta: 1.51). Pergerakan harga saham JSMR menguji garis MA 10 maupun MA 200 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 4.180 - Rp 4.220, dengan target harga secara bertahap di level Rp 4.360, Rp 4.570, Rp 5.325 dan Rp 6.100. Support ada di Rp 4.180 dan Rp 4.000.

Medco Energi Internasional (MEDC)

Saham MEDC ditutup pada Rp 580. (RoE: -13.05%; PER: -5.63x; EPS: -103.11; PBV: 0.73x; Beta: 2.51). Pergerakan harga saham MEDC telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 570 - Rp 580, dengan target harga secara bertahap di Rp 605, Rp 625, Rp 700, Rp 775 dan Rp 850. Support ada di Rp 550.

Bukit Asam (PTBA)

Saham PTBA ditutup pada level Rp 2.520. (RoE: 14.09%; PER: 12.14x; EPS: 207.55; PBV: 1.71x; Beta: 1.08). Pergerakan harga saham PTBA telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulasi pada area Rp 2.440 – Rp 2.520, dengan target harga secara bertahap di level Rp 2.720, Rp 2.810, Rp 2.980, Rp 3.120 dan Rp 3.700. Support ada di Rp 2.440 dan Rp 2.290.

Wijaya Karya (WIKA)

Saham WIKA ditutup di Rp 1.460. (RoE: 1.12%; PER: 70.74x; EPS: 20.64; PBV: 0.79x; Beta: 2.43). Pergerakan harga saham WIKA masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Akumulasi pada area level Rp 1.400 – Rp 1.460, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.490, Rp 1.710, Rp 2.230 dan Rp 2.750. Support ada di Rp 1.400 dan Rp 1.315.

Update Harga Komoditas dan Indeks | 8 April 2021


S&P 500 ekes out a record close as Fed plans to stick with easy policy

The S&P 500 gained slightly to hit a record high on Wednesday as minutes from the Federal Reserve’s last meeting showed the central bank’s commitment to accommodative policy in order to support a full economic recovery.


Dow.......33446   +16.02    +0.05%

Nasdaq.13689    -9.5          -0.07%

S&P 500..4080   +6.01       +0.15%

 

FTSE...... .6885   +61.8       +0.91%

Dax........15176    -36.3        -0.24%

CAC........6131     -0.7           -0.01%


Nikkei...29731    +34.2       +0.12%

HSI........28675    -263.9     -0.91%

Shanghai .3480  -3.3          -0.10%

ST Times..3196  -11.9       -0.37%


IDX.....6037.62   +33.85   +0.56%

LQ45.....904.13  +4.11     +0.46%


JAKMIND...1002.60    -5.20       -0.52%

JAKCONS....1680.98 +4.44       +0.26%

JAKTRADE...875.04   +11.33     +1.31%

JAKBIND......964.41   +1.97       +0.20%

JAKAGRI...1434.96     -0.14        -0.01%

JAKFIN.. ....1373.07   +9.98       +0.73%

JAKPROP......358.76   -0.65        -0.18%

JAKINFR...1051.18     +9.39       +0.90%

JAKMANU..1278.71   +1.60       +0.13%   

JAKMINE....1816.93   +7.61       +0.42%

 

Indo10Yr..6.6969   -0.0847     -1.24%👍

ICBI....311.8175    +1.3446     +0.43%👍

US10Yr....1.6530    -0.0030      -0.18%

VIX............17.16   -0.96           -5.30%‼

  

USDIndx .....92.4380 +0.1030 +0.11%

Como Indx...186.31   +0.47     +0.25%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN..... .145.15   -1.01      -0.69%


IndoCDS.....83.8343  -0.4561  -0.54%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14495.00 -10            -0.07%

Jisdor....14513   -6              -0.04%



Euro.........1.1867  -0.0005   -0.04%



TLKM........23.43    -0.22       -0.93%

(3400)

EIDO..........21.66    -0.25       -1.14%

EEM...........53.57    -0.80      -1.47%


Oil.............59.77      +0.44      +0.74%

Gold ......1741.60     -3.20       -0.18%

Timah....25775.00   -60.00     -0.23%

Nickel...16630.50    -102.50   -0.61%

 

Coal price.....94.70   -0.15     -0.16%

(Apr/Newcastle) 

Coal price.....88.50   -1.60     -1.78%

(May/Newcastle)

Coal price.....68.80   -1.50     -2.13%

(Apr/Rotterdam) 

Coal price.....68.80   -1.50     -2.12%

(May/ Rotterdam)

 

CPO(Jun)....3845     +53        +1.39%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn..........560.50    +6.25     +1.13%

SoybeanOil...52.85   -1.07      -1.96%

Wheat....... 616.25    +0.75     +0.12%


Wood pulp.5500.50  unch     +0%


( DE/ Phintraco(AT)  08-04-21)