PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Sampaikan Pengguna Mobile Banking BNI Tumbuh 58,4 Persen Per Tahun


Direktur IT dan Operasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Hariantono mengatakan pengguna mobile banking BNI rata-rata tumbuh 58,4 persen setiap tahunnya, sejak tahun 2019 hingga 2021.

"Mobile banking BNI ini adalah channel utama dari pelanggan ritel kami," ujar Hariantono dalam media update secara daring di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, jumlah pengguna mobile banking tersebut kian meningkat pesat semenjak adanya pandemi COVID-19 yang menyebabkan masyarakat tak bisa keluar rumah.

Selain itu tercatat rata-rata nilai transaksi yang dilakukan pengguna di mobile banking BNI mencapai Rp1,45 juta pada triwulan I 2021.

Kemudian Hariantono menjelaskan terdapat rata-rata 10,4 kali transaksi per pengguna aktif per bulannya pada triwulan I 2021.

"Jadi memang cukup aktif orang yang melakukan transaksi di BNI mobile banking," katanya.

Ia menilai peningkatan jumlah pengguna tersebut menjadikan volume transaksi mobile banking semakin pesat dan hampir menyamai volume transaksi di mesin ATM.

Volume transaksi di mesin ATM BNI mulai menurun sejak tahun 2018 hingga tahun 2021, yang salah satunya diakibatkan oleh COVID-19.

Sementara volume transaksi mobile banking mulai naik sejak tahun 2016 hingga 2021, sedangkan volume transaksi di internet banking cenderung datar sejak tahun 2016.(end)

Sumber: IQPLUS

PT Media Nusantara Citra Tbk Akan Selesaikan Movieland dan Mulai Operasi Tahun 2022


PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) pembangunan Movieland bakal rampung dan mulai beroperasi pada tahun 2022. Hal itu ditegaskan Direktur Utama PT Media Nusantara Citra Tbk Noersing, dalam acara Paparan Publik Virtual, Selasa (7/9).

Noersing menuturkan, Movieland memiliki status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Lido yang disebut sebagai The Most Integrated and One Stop Studios yang berlokasi di MNC Lido City, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Movieland bukan sekadar proyek pariwisata, tetapi sebuah proyek yang bisa mentransformasikan kondisi keuangan perusahaan.

"Saat ini masih proses, dan kami berharap pembangunan Movieland segera selesai dan dapat beroperasi di 2022,"ucapnya.

Untuk tahun ini, kata Noersing, MNCN telah menganggarkan belanja modal atau capital expenditure sekitar US$ 45 juta, dan paling besar digunakan untuk pembangunan Movieland. Hingga saat ini, dana yang telah terserap sekitar 52% dari total dana yang dianggarkan.

"Dana telah dialokasikan untuk pembangunan Movieland. Selain itu, dana juga digunakan untuk kegiatan regular seperti maintenance serta penguatan terkait aset-aset kami untuk mendukung revenue digital. Sebab equipment kami semua sudah menuju untuk memproduksi konten-konten yang high quality,"pungkasnya. (end/as)

Sumber: IQPLUS

PT FKS Multi Agro Tbk Raih idA sebagai Obligor


PEFINDO menetapkan peringkat "idA" untuk PT FKS Multi Agro Tbk (FISH). Outlook untuk peringkat Perusahan adalah "stabil".

Obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi.

Peringkat tersebut mencerminkan posisi Perusahaan yang kuat di industri, kebijakan perdagangan yang konservatif, dan jaringan distribusi yang ekstensif. Peringkat tersebut dibatasi oleh struktur permodalan yang moderat, paparan terhadap terhadap pasar komoditas global, dan paparan terhadap risiko perubahan kebijakan Pemerintah.

Peringkat dapat dinaikkan jika FISH secara signifikan memperkuat posisi bisnisnya yang tercermin dari sumber pendapatan yang lebih terdiversifikasi dan marjin EBITDA yang secara signifikan lebih tinggi, dan memperbaiki struktur permodalan dan proteksi arus kas secara berkelanjutan. Hal ini juga harus disertai dengan posisi likuiditas yang kuat untuk mendanai kebutuhan modal kerja yang tinggi.

Namun, peringkat dapat diturunkan jika kinerja operasional Perusahaan melemah, yang dapat disebabkan oleh persaingan yang semakin ketat di industri, dan jika Perusahaan berutang lebih tinggi dari yang diekspektasikan untuk membiayai belanja modalnya. Pasar komoditas global yang tidak menguntungkan dan perubahan kebijakan pemerintah yang berdampak buruk pada kinerja FISH juga dapat menurunkan peringkat. Walaupun dampak pandemi Covid-19 terhadap industri minimal, hal tersebut dapat memperburuk daya beli konsumen, yang secara tidak langsung mengganggu kinerja para pelaku industri.

FISH adalah Perusahaan agri logistik terkemuka di Indonesia. Bisnis utama perusahaan adalah memperdagangkan dan mendistribusikan kedelai dan bungkil kedelai ditambah komoditas lain, seperti olahan gandum dan produk turunannya, jagung dan produk turunannya, dan pakan protein hewani. Perusahaan menyediakan komoditas agrikultur dari berbagai lokasi di seluruh dunia bagi pelanggan-pelanggan domestic. Pada tanggal 31 Maret 2021, pemegang saham Perusahaan terdiri dari PT FKS Corporindo Indonesia (kepemilikan 79,1%), PT Caturkartika Perdana (10,4%), dan publik (10,5%). (end)

Sumber: IQPLUS

PT Indo Tambangraya Megah Tbk Anggarkan Capex USD 40,5 Juta


PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) tahun ini menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar US$40,5 juta. Hingga semester I-2021, dana yang sudah terserap sekitar US$4,8 juta.

"Hampir sekitar 40% dari dana capex yang telah terserap itu untuk maintenance alat tambang pada PT Tambang Raya Usaha Tama Kontraktor Pertambangan (TRUST),"kata Direktur Indo Tambangraya Megah Junius Prakasa Darmawan, dalam Public Expose Vitual IDX, Selasa (7/9).

ITMG menargetkan volume produksi di sepanjang tahun 2021 diprediksi bisa mencapai 19 juta ton hingga 19,9 juta ton. Sementara hingga semester pertama 2021, ITMG berhasil mencetak volume penjualan hingga 9 juta ton.

"Kami berharap target tersebut akan tercapai seiring dengan tren produksi batubara yang terus meningkat sejak awal tahun 2021,"tuturnya. (end)

Sumber: IQPLUS

PT Semen Baturaja Tbk Anggarkan Capex IDR 84,9 milyar


Emiten produsen semen, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) menganggarkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 84,9 miliar. Dana modal tersebut digunakan untuk mendukung sejumlah agenda bisnis perseroan di tahun ini.

Direktur Utama Semen Baturaja Jobi Triananda Hasjim menyatakan, capex tahun ini diprioritaskan untuk kegiatan penambangan guna memastikan cadangan batu kapur, dengan mempersiapkan lahan tambang baru di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan yang telah berprogres sebesar 77,92%.

"Capex di tahun ini mencapai Rp 84,9 miliar, di mana realiasi sampai dengan Juni 2021 mencapai 28%, dan investasi kami prioritasnya adalah di kegiatan pertambangan," ujar Jobi dalam Paparan Publik Virtual, Selasa (7/9).

Selain itu, perseroan juga menyiapkan investasi untuk pengembangan program efisiensi  operasional perusahaan. Pertama, ada program automation production process berbasis industri 4.0, di mana progresnya telah mencapai 35% hingga Juni 2021.

Kedua yakni program pengembangan aplikasi pemasaran berbasis digital, yang juga menjadi prioritas perseroan di tahun ini. Jobi bilang, progres pengembangannya hingga semester I-2021 baru mencapai 34%.

Terkait dengan target bisnis di tahun ini, perseroan pun seraya optimistis dapat mencapai target yang telah ditetapkan. Di mana, SMBR membidik pertumbuhan pendapatan sebesar 11% dibandingkan dengan realisasi pendapatan di tahun 2020.

"Kami yakin pertumbuhan di semester dua akan lebih baik daripada semester pertama. Sehingga kami bisa mengejar target-target seperti yang diharapkan oleh para pemegang saham," terang Jobi.

Optimisme SMBR bukan tanpa alasan, hal itu didorong oleh program pemulihan ekonomi (PEN) dan juga vaksinasi yang sudah mulai berjalan di wilayah pasar utama perseroan, yakni Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

Kemudian, Jobi pun membeberkan bahwa tren kinerja SMBR di bulan Agustus terpantau cukup positif dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Sehingga perseroan pun semakin yakin kinerja di semester kedua akan tumbuh sesuai dengan prediksi pertumbuhan ekonomi dari pemerintah.

Sedikit informasi, hingga paruh pertama tahun ini, SMBR berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 763,63 miliar. Jumlah itu meningkat 14% dari realisasi di semester pertama tahun lalu senilai Rp 671,82 miliar.

Sedangkan dari sisi bottom line, SMBR mampu meraup laba bersih sebesar Rp 2,65 miliar setelah sebelumnya menderita kerugian hingga Rp 137,62 miliar di periode yang sama tahun lalu.


Sumber: KONTAN

Jadwal Pembagian Saham Bonus SIDO, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk


PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) akan membagikan saham bonus. Rencana ini telah mengantongi restu pemegang saham dalam rapat uum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar pada Jumat (4/9) yang lalu. 

Mengutip keterbukaan informasi, Senin (6/9), rapat tersebut menyetujui pembagian saham bonus yang berasal dari saham treasuri. "Saham bonus yang akan dibagikan sebesar 227,25 juta saham atau sebesar Rp 11,36 miliar berdasarkan nilai nominal dengan rasio pembagian saham bonus ini sebesar 131:1," ungka manajemen SIDO seperti yang tertulis dalam keterbukaan informasi, Senin (6/9).

Per per 30 Juni 2021 saham treasuri SIDO tercatat 229,77 juta saham atau sebesar Rp 11,48 miliar berdasar nilai nominal. 

Berikut jadwal lengkapnya pembagian saham bonus SIDO: 


Cum saham bonus di pasar reguler dan negosiasi: 27 September 2021

Ex saham bonus di pasar reguler dan negosiasi: 28 September 2021

Cum saham bonus di pasar tunai: 29 September 2021

Daftar pemegang saham (recording date) yang berhak mendapatkan saham bonus di pasar tunai: 30 September 2021

Pendistribusian saham bonus: 5 Oktober 2021


Sebelumnya, Direkrut SIDO Leonard mengungkapkan, pembagian saham bonus ini sejalan dengan komitmen SIDO untuk meningkatkan dan menjaga likuiditas perdagangan saham di bursa. " Diharapkan penyebaran saham Sido Muncul akan lebih merata di masyarakat dan saham SIDO menjadi lebih likuid serta mencerminkan kinerja perusahaan," ujar Leonard, Jumat (4/9). 


Sumber: KONTAN

Rekomendasi Saham JSMR, ISAT, INDF, HMSP, BSDE dan JPFA oleh Valbury Sekuritas | 8 September 2021


VALBURY SEKURITAS INDONESIA Daily News 

08 Sep 2021

Prediksi IHSG :

IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan peluang menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (08/09), ditengah bauran katalis baik dari internal maupun ekstenal bagi pasar BEI, sebagai berikut : Sentimen dalam negeri ; 1) Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan besarnya peran APBN 2020 dalam membuat Indonesia terhindar dari kontraksi ekonomi yang lebih dalam (+), 2) Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, pandemi Covid-19 menimbulkan naiknya anggaran penanganan dan perlindungan kepada masyarakat (+), 3) Posisi cadangan devisa Indonesia pada Agustus 2021 naik menjadi US$ 144,78 miliar dan tercatat sebagai posisi cadangan devisa tertinggi sepanjang sejarah RI (+), Sentimen pasar ; 1) Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS (-), 2) Indeks bursa regional Asia bergerak beragam (+/-), 3) Indeks Wall Street pada perdagangan Selasa (07/09) ditutup variatif (+/-), 4) Indeks berjangka Wall Street sementara bergerak baragam (+/-), Sentimen global ; 1) Perdagangan Cina laju pertumbuhan melampaui perkiraan pada Agustus (+), 2) Japan, BoP Current Account Balance, Jul, naik menjadi ¥1910.8b dari ¥905.1b (+), 3) Japan, GDP Annualized SA QoQ, 2Q F, naik menjadi 1.90% dari 1.30% (+) dan, 4) US, JOLTS Job Openings, Jul, diperkirakan turun menjadi 10049k dari 10073k (-).


Perspektif tenikal

Support Level :    6094/6075/6049

Resistance Level :   6138/6164/6183

Major Trend : Up

Minor Trend : Down

Pattern : Up to down (+)


TRADING IDEAS :

These recommendations based on technical and only intended for one day trading


JSMR: Trading Buy

Close 4060, TP 4120

Boleh buy di level 4010-4060

Resistance di 4120 & support di 4010

Waspadai jika tembus di 4010

Batasi resiko di 3970


ISAT: Trading Buy

Close 6700, TP 6825

Boleh buy di level  6575-6700

Resistance di 6825 & support di 6575

Waspadai jika tembus di 6575

Batasi resiko di 6475


INDF : Trading Buy

Close 6250, TP 6375

Boleh buy di level  6200-6250

Resistance di 6300 & support di 6200

Waspadai jika tembus di 6200

Batasi resiko di 6125


HMSP:  Trading Buy

Close 1045, TP 1070

Boleh buy di level  1020-1045

Resistance di 1070 & support di 1020

Waspadai jika tembus di 1020

Batasi resiko di 1000


BSDE:  Trading Buy

Close 1010, TP 1035

Boleh buy di level  990-1010

Resistance di 1035 & support di 990

Waspadai jika tembus di 990

Batasi resiko di 970


JPFA:  Trading Buy

Close 1890, TP 1930

Boleh buy di level  1815-1890

Resistance di 1930 & support di 1815

Waspadai jika tembus di 1815

Batasi resiko di 1790


Ket.  TP : Target Price


WATCHING ON SCREEN;

ICBP, TBIG, TOWR, CTRA, CPIN, KLBF.  


(Disclaimer ON)

Rekomendasi Saham DMMX, EXCL dan ASSA oleh Mirae Asset Sekuritas | 8 September 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

September 8, 2021

(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,112.4(-0.24%), Consolidation. Trading range 6,081 – 6,150. Indikator MFI optimized dan indikator RSI  optimized akan menguji support trend line. Pada periode weekly terlihat indikator MFI optimized dan  indikator RSI optimized masih bergerak naik. Daily support di 6,081 dan daily resistance di 6,150. Cut loss level di 6,050.

DMMX Daily, 3,170 (+2.26%), buy on weakness,  trading range 3,080 – 3,270. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung bergerak naik. Daily support di 3,080 dan daily resistance di 3,270. Cut loss level di 3,070.

EXCL Daily, 2,640 (0.00%), buy on weakness,  trading range 2,590 – 2,680. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized mulai terbatas dan sudah berada di oversold area. Daily support di 2,590 dan daily resistance di 2,680. Cut loss level di 2,570.

ASSA Daily,2,620 (-2.24%), buy on weakness, trading range 2,570 – 2,720. Indikator MFI optimized dan RSI Optimized masih bergerak turun namun sudh berada di oversold area. Perkiraan daily support di 2,570 dan daily resistance terdekat di 2,720. Cut loss level di 2,560.

Rekomendasi Saham BBRI, ITMG, TOWR dan TINS oleh Indopremier | 8 September 2021


IHSG (6.065 – 6.155) : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak melemah. Target pelemahan indeks pada level 6.065 dan 6.020 dengan resist di level 6.155 kemudian 6.200.

BBRI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 3.960 kemudian 4.010 dengan support di level 3.860, cut loss jika break 3.710.

ITMG (Buy) : Target kenaikan harga pada level 17.250 kemudian 17.525 dengan support di level 16.700, cut loss jika break 16.425.

TOWR (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 1.325 dengan resist di level 1.370 kemudian 1.395.

TINS (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 1.480 dengan resist di level 1.525 kemudian 1.550.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbwd4

Ulasan Pasar Global | 8 September 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Sept 8, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

A.S

S&P 500 berakhir turun, Big Tech mengangkat Nasdaq ke rekor

S&P 500 ditutup lebih rendah pada hari Selasa sementara Nasdaq naik tipis ke rekor tertinggi, karena investor menyeimbangkan kekhawatiran tentang perlambatan pemulihan ekonomi dengan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang akomodatif.

Dow Jones turun 0,76% menjadi berakhir pada 35.100 poin. S&P 500 kehilangan 0,34% menjadi 4.520,03. Nasdaq naik 0,07% menjadi 15.374.33.

S&P 500 ditutup lebih rendah pada hari Selasa sementara Nasdaq naik tipis ke rekor tertinggi, karena investor menyeimbangkan kekhawatiran tentang perlambatan pemulihan ekonomi dengan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang akomodatif. Nasdaq didukung oleh saham Big Tech yang telah memicu kenaikan Wall Street dalam beberapa tahun terakhir. Apple naik 1,6% dan Netflix menambahkan 2,7%, keduanya mencapai rekor tertinggi.

Eropa

Bursa Eropa tergelincir dari rekor tertinggi baru-baru ini, kesepakatan telekomunikasi dalam fokus

Bursa Eropa berakhir lebih rendah pada hari Selasa karena kehati-hatian menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa akhir pekan ini, sementara fokus beralih ke serangkaian kesepakatan telekomunikasi yang dipimpin oleh Deutsche Telekom.

Indeks STOXX 600 Eropa tergelincir 0,5%.

Saham utilitas (.SX6P), perawatan kesehatan (.SXDP) dan bahan kimia (.SX4P) termasuk di antara penurunan teratas. Mendorong pergerakan di bidang telekomunikasi, Deutsche Telekom (DTEGn.DE) membuat kesepakatan pertukaran saham dengan SoftBank Group (9984.T) untuk meningkatkan kepemilikannya di unit AS T-Mobile (TMUS.O). Sahamnya turun sedikit. Perusahaan dan operator telekomunikasi Swedia Tele2 (TEL2b.ST) juga setuju untuk menjual unit Belanda mereka ke grup ekuitas swasta dengan nilai perusahaan sebesar 5,1 miliar euro ($6,05 miliar).

Rekomendasi Saham BMRI, ICBP, BSDE dan ACES oleh MNC Sekuritas | 8 September 2021


MNC Daily Scope Wave

8 September 2021

IHSG ditutup terkoreksi 0,2% ke level 6,112 pada perdagangan kemarin (7/9), koreksi IHSG kemarin tertahan oleh MA20-nya namun demikian terjadi peningkatan tekanan jual. Best case-nya, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave E dari wave (B) dimana IHSG masih berpeluang menguat ke 6,200-6,250 atau ke 6,350 bila mampu break 6,263 untuk membentuk wave (Y). Namun demikian, tetap cermati support 6,054, 6,021, dan 5,938, apabila IHSG terkoreksi ke bawah level support-suportnya tersebut, maka IHSG akan mengarah ke 5,850-5,900.

Support: 6,054, 6,021

Resistance: 6,170, 6,263

BMRI - Buy on Weakness (6,250)

Kemarin (7/9), BMRI ditutup menguat 0,8% ke level 6,250, pergerakan BMRI pun sempat menembus level resistancenya. Kami perkirakan, posisi BMRI saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C sehingga BMRI diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 6,150-6,250

Target Price: 6,550, 6,750

Stoploss: below 5,950

ICBP - Buy on Weakness (8,425)

ICBP ditutup terkoreksi 1,2% ke level 8,425 pada perdagangan kemarin (7/9). Kami perkirakan, pergerakan ICBP saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave 3. Hal ini berarti, selama ICBP tidak terkoreksi ke bawah 8,075 maka ICBP berpeluang berbalik menguat.

Buy on Weakness: 8,225-8,425

Target Price: 8,800, 9,475

Stoploss: below 8,075

BSDE - Buy on Weakness (1,010)

Pada perdagangan kemarin (7/9), BSDE ditutup menguat 2,5% ke level 1,010, pergerakan BSDE pun telah menembus resistancenya dan diikuti dengan meningkatnya tekanan beli. Posisi BSDE saat ini diperkirakan sedang berada di akhir wave (i) dari wave [iii], sehingga pun terkoreksi akan relatif terbatas dan manfaatkan untuk BoW.

Buy on Weakness: 950-1,000

Target Price: 1,060, 1,125

Stoploss: below 910

ACES - Spec Buy (1,400)

ACES ditutup cenderung flat ke level 1,400 pada perdagangan kemarin (7/9). Selama ACES tidak terkoreksi di bawah 1,370 sebagai supportnya, maka saat ini ACES sedang berada di awal wave (v) dari wave [i] dari wave 3, sehingga ACES masih berpeluang menguat kembali.

Spec Buy: 1,380-1,400

Target Price: 1,470, 1,535

Stoploss: below 1,370

Disclaimer On

Analisa Saham MNCN | 8 September 2021


Analisa Saham MNCN

Saham MNCN pada tanggal 8 September 2021 ditutup melemah pada harga 865, turun -0,57%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 57% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas dengan kecenderungan bullish. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah sideway

Rekomendasi dari kami adalah beli jika di atas 890

Jika naik di atas 940 maka berpeluang ke 1040

Jika turun di bawah 845 maka berpeluang ke 840

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.


Disclaimer ON


Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram: https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Instagram : https://www.instagram.com/sahamonlineid/

Facebook Page : https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/

Aplikasi Android : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini

Website : http://www.sahamonline.id/


Bandarmologi Saham JPFA, BBRI, ITMG, SMRA dan PRDA | 8 September 2021


Technical & Bandarmology Prespectives

Wednesday (08/09/2021) 

By Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA®., CIB®.


IDX Composite 6,051 - 6,142

SUMMARY: BUY


11 TECHNICAL INDICATORS:

RSI (14): NEUTRAL

STOCH (9,6,3): BUY!!

MACD(12,26): BUY!!

ATR (14): LESS VOLATILITY

ADX (14): NEUTRAL

CCI (14): *BUY!!

HIGHS/LOW (14): NEUTRAL

UO: BUY!!

ROC: SELL‼️

WILLIAMS R: BUY!!

BULLBEAR (13): BUY!!


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER  ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



STOCKS PICK:


JPFA 1,820 - 1,990

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY & OVERBOUGHT, BUY 1,890

TARGET PRICE: 1,990

STOP-LOSS: 1,820


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



BBRI 3,860 - 4,010

TECHNICAL INDICATORS: *BUY, BUY 3,910

TARGET PRICE: 4,010

STOP-LOSS: 3,860


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



ITMG 16,775 - 17,275

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY & OVERBOUGHT, BUY 16,975

TARGET PRICE: 17,275

STOP-LOSS: 16,775


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



SMRA 870 - 930

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY, BUY 890

TARGET PRICE: 930

STOP-LOSS: 870


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️



PRDA 6,275 - 7,075

TECHNICAL INDICATORS: *NEUTRAL BUY 6,575

TARGET PRICE: 7,075

STOP-LOSS: 6,275


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️

(Dr Cand. ES, MBA, CSA®., CIB® /Disclaimer On)

Update Harga Komoditas dan Indeks | 8 September 2021


The Dow Jones Industrial Average fell on Tuesday amid lingering concerns about the delta variant’s impact on the economic reopening.


Dow.......35100   -269.1     -0.76%

Nasdaq.15374   +10.8      +0.07%

S&P 500..4520   -15.4        -0.34%.


FTSE.......7149   -37.8         -0.53%

Dax........15843  -89.03       -0.56%

CAC........6726   -17.4          -0.26%


Nikkei...29916     +256.3    +0.86%

HSI........26354     +190.6    +0.73%

Shanghai..3677   +54.7       +1.51%

ST Times..3106   +7.5         +0.24%


IDX.....  6112.40   -14.54     -0.24%

LQ45.....871.38    -3.17       -0.36%

 

Indo10Yr..6.2860  +0.0019 +0.03%

ICBI.....328.1426   +0.0850  +0.03%

US10Yr...1.3700   +0.0480  +3.63%

VIX............18.14   +1.73      +10.54%

  

USDIndx .....92.5260   +0.4910  +0.53%

Como Indx.....217.91   -2.20        -1.00%

(Core Commodity CRB)I

BCOMIN........162.52   -0.03        -0.02%


IndoCDS..66.3716   -0.5414    -0.81%👍

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14212.50      -10.00     -0.07%👍

Jisdor..14195.00     -44           -0.31%👍


Euro.........1.1845   -0.0026    -0.22%


TLKM........23.77     +0.02        +0.08%

(3374)

EIDO..........21.58     +0.02        +0.09%

EEM..........53.43      +0.31        +0.58%


Oil............68.35        -0.45        -0.65%

Gold .....1798.50      -25.40      -1.42%

Timah ...31910.00   -935.00   -2.85%

Nickel....19542.50   -80.00      -1.50%

Silver..........24.74     -0.37        -0.27%

Copper......426.15    -5.25        -1.21%

 

Coal price...177.20    -0.80       -0.45%

(Sep/Newcastle) 

Coal price...175.00    -3.35       -1.88%

(Okt/Newcastle)

Coal price....168.20   +0.20     +0.12%

(Sep/Rotterdam) 

Coal price....166.20   +0.70     +0.42%

(Okt/ Rotterdam)


CPO(Nov).....4392   +62         +1.43%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn..........510.75   -13.25     -2.53%

SoybeanOil..57.76  -1.24       -2.10%

Wheat.......719.75   -6.50       -0.89%


Wood pulp.....4675.00  unch   +0%


©️Phintraco Sekuritas 

Broker Code: AT

Desy Erawati/ DE


Source: Bloomberg, Investing, IBPA, CNBC, Bursa Malaysia

Copyright: Phintraco Sekuritas