Langsung ke konten utama

PT Semen Baturaja Tbk Anggarkan Capex IDR 84,9 milyar


Emiten produsen semen, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) menganggarkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 84,9 miliar. Dana modal tersebut digunakan untuk mendukung sejumlah agenda bisnis perseroan di tahun ini.

Direktur Utama Semen Baturaja Jobi Triananda Hasjim menyatakan, capex tahun ini diprioritaskan untuk kegiatan penambangan guna memastikan cadangan batu kapur, dengan mempersiapkan lahan tambang baru di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan yang telah berprogres sebesar 77,92%.

"Capex di tahun ini mencapai Rp 84,9 miliar, di mana realiasi sampai dengan Juni 2021 mencapai 28%, dan investasi kami prioritasnya adalah di kegiatan pertambangan," ujar Jobi dalam Paparan Publik Virtual, Selasa (7/9).

Selain itu, perseroan juga menyiapkan investasi untuk pengembangan program efisiensi  operasional perusahaan. Pertama, ada program automation production process berbasis industri 4.0, di mana progresnya telah mencapai 35% hingga Juni 2021.

Kedua yakni program pengembangan aplikasi pemasaran berbasis digital, yang juga menjadi prioritas perseroan di tahun ini. Jobi bilang, progres pengembangannya hingga semester I-2021 baru mencapai 34%.

Terkait dengan target bisnis di tahun ini, perseroan pun seraya optimistis dapat mencapai target yang telah ditetapkan. Di mana, SMBR membidik pertumbuhan pendapatan sebesar 11% dibandingkan dengan realisasi pendapatan di tahun 2020.

"Kami yakin pertumbuhan di semester dua akan lebih baik daripada semester pertama. Sehingga kami bisa mengejar target-target seperti yang diharapkan oleh para pemegang saham," terang Jobi.

Optimisme SMBR bukan tanpa alasan, hal itu didorong oleh program pemulihan ekonomi (PEN) dan juga vaksinasi yang sudah mulai berjalan di wilayah pasar utama perseroan, yakni Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

Kemudian, Jobi pun membeberkan bahwa tren kinerja SMBR di bulan Agustus terpantau cukup positif dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Sehingga perseroan pun semakin yakin kinerja di semester kedua akan tumbuh sesuai dengan prediksi pertumbuhan ekonomi dari pemerintah.

Sedikit informasi, hingga paruh pertama tahun ini, SMBR berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 763,63 miliar. Jumlah itu meningkat 14% dari realisasi di semester pertama tahun lalu senilai Rp 671,82 miliar.

Sedangkan dari sisi bottom line, SMBR mampu meraup laba bersih sebesar Rp 2,65 miliar setelah sebelumnya menderita kerugian hingga Rp 137,62 miliar di periode yang sama tahun lalu.


Sumber: KONTAN

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Saham Akan Naik atau Turun

Inti dari trading saham adalah bahwa kita harus tahu ciri-ciri apakah saham akan naik atau turun. Bagaimana cara mengetahui saham akan naik atau turun? Pada kesempatan ini kami akan berbagi tentang hal tersebut. buy , sell atau hold ? Tanda Saham Anda Akan Naik Sebenarnya ada banyak formasi yang terdapat dalam candlestick, namun kali ini kita akan membahas pola dalam candlestick yang menunjukan jika saham anda akan naik. so happy reading ,. Bullish Engulfing Bullish Engulfing berasal dari bahasa Inggris yang berarti memeluk, pola ini biasanya diidentifikasikan sebagai pola pembalikan atau reversal dari down trend dengan dua warna  yang berbeda pada body candlelistiknya yang solit. Contonya seperti di bawah ini : Dalam menentukan pola bullish engulfing, Kita harus memperhatikan sebuah pola  kecenderungan untuk down trend yang sedang berlangsung. Biasanya pada dasar pola tersebut terdapat candle merah yang terbentuk terlebih dahulu, Namun kemudian keesokan ha

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

FTSE GLOBAL EQUITY INDEX SERIES ASIA PACIFIC EX JAPAN EX CHINA SEPTEMBER 2021 SEMI-ANNUAL REVIEW

FTSE GLOBAL EQUITY INDEX SERIES ASIA PACIFIC EX JAPAN EX CHINA SEPTEMBER 2021 SEMI-ANNUAL REVIEW The changes will be effective after the close of business on Friday, 17 September 2021 (i.e. on Monday, 20 September 2021) INDONESIA • Large Cap Inclusions : BRIS (Small to Large) Exclusions : SMGR (Large to Mid) • Mid Cap Inclusions : SMGR (Large to Mid) Exclusions : - • Small Cap Inclusions : AGRO, BFIN (Add to Small) Exclusions : BWPT (Delete from Small/Fail Invt Mkt Cap), BRIS (Small to Large) • Micro Cap Inclusions : INAF, DMAS, SSMS, TSPC, SMBR, ARNA, DSNG, AGII, MSIN, KIJA, UFOE, BWPT, PZZA, DILD, AISA, CFIN (Micro Cap Addition) Exclusions : HRUM, LINK, ERAA (Micro Cap DELETION), IMAS, GMFI, WMUU, PTRO, WEGE, PPRE, TOTL, MBSS, JSKY (Micro Cap DELETION /Fail Microcap invcap) • FTSE All-World (LM) Inclusions : BRIS Exclusions : - • FTSE All-Cap (LMS) Inclusions : AGRO, BFIN Exclusions : BWPT • FTSE Total-Cap (LMSĀµ) Inclusions : AGRO, BFIN, INAF, DMAS, SSMS, TSPC, SMBR, ARNA, DSNG, AGII