10 Tips Investasi Pasar Modal untuk Investor Pemula


Banyak orang yang ingin hidup sejahtera di masa mendatang. Kalau kamu merupakan salah satunya, tentu investasi bisa menjadi jawabannya. Tapi, bagaimana, ya, cara memulai investasi? Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan? Yuk, simak 10 tips yang bisa membantu kamu si investor pemula dalam memulai berinvestasi!

1.Mulailah sedini mungkin

Faktor waktu memegang peranan penting dalam berinvestasi. Semakin muda usia kamu saat mulai berinvestasi, semakin ringan persiapan kebutuhan dan pencapaian tujuan kamu di masa depan. Mau mulai merencanakan investasi? Coba fitur Simulasi Investasi di halaman https://www.most.co.id/ . Sesuaikan lama waktu investasi, profil risiko yang kamu miliki, modal awal, dan komitmen investasi per bulan yang kamu rencanakan. Dengan fitur ini, semoga rencana investasi jadi lebih terarah. 

2.Tentukan tujuan investasi secara spesifik 

Setiap investasi sebaiknya ditentukan tujuannya. Beberapa tujuan investasi yang umum antara lain mempersiapkan dana pendidikan, rencana pensiun, membeli rumah/apartemen, membeli kendaraan, renovasi properti, wisata, percepatan pelunasan KPR/KPA, atau mempersiapkan dana pensiun. Jika kamu memiliki jasa perencana atau penasihat keuangan, kamu bisa konsultasikan rencana-rencana ini untuk mendiskusikan waktu dan instrumen investasinya. Jika tidak memiliki penasihat keuangan juga tidak masalah, kok, pilih saja satu impian atau tujuan yang menurutmu penting dan membuatmu semangat dalam memulai berinvestasi. 

3.Tentukan jangka waktu dan target dana yang diperlukan

Menentukan jangka waktu berinvestasi akan mempengaruhi nominal investasi dan jenis instrumen yang dipilih untuk mencapai dana yang dibutuhkan. Semakin pendek jangka waktu berinvestasi, maka nominal yang harus dialokasikan juga biasanya relatif lebih besar, pilihan instrumen juga akan jatuh pada yang lebih aman/stabil atau volatilitas rendah. Contoh: Sobat Mandy, berusia 25 tahun, menentukan tujuan investasi untuk pergi umrah, sejumlah 30 juta Rupiah. Jika Mandy ingin mencapai tujuan ini dalam 5 tahun, misalnya melalui Reksa Dana Pasar Uang, Mandy bisa mulai dengan modal kurang dari Rp500,000 untuk disisihkan setiap bulannya. Namun jika ingin umrah lebih cepat, misalnya 3 tahun, maka Mandy harus rela mengalokasikan lebih dari Rp500,000 menggunakan instrumen yang sama. Sekali lagi, waktu merupakan faktor penting, ya! Tentukan jangka waktu dan target dana spesifik kamu sebelum mulai berinvestasi.

4.Alokasikan dana untuk investasi secara konsisten

Idealnya, kamu bisa mengalokasikan 10% hingga 30% dari pendapatan bulanan untuk investasi. Pastikan uang yang dipakai untuk berinvestasi tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari, cicilan hutang, ataupun dana darurat. Ingat selalu bahwa investasi tidak hanya menawarkan keuntungan, namun juga memiliki risiko. Jangan sampai saat risikonya terjadi, kelangsungan hidup jadi terganggu. 

Untuk para investor pemula, awali dulu dengan persen alokasi dana yang membuatmu nyaman, kemudian jaga konsistensinya. Jadikan kegiatan investasi sebagai kebiasaan yang menyenangkan. Sejalan dengan bertambahnya pendapatan, pengetahuan, dan kepercayaan diri dalam berinvestasi, kamu bisa menambah alokasi investasi secara berkesinambungan.

5.Mulai berinvestasi dengan cara investasi tidak langsung bagi investor pemula

Pasar modal memang identik dengan produk saham. Namun, tahukah kamu bahwa ada dua pilihan produk pasar modal lainnya yaitu Obligasi dan Reksa Dana?

Untuk investor pemula yang masih belum percaya diri bertransaksi saham, solusi memulai investasi pasar modal bisa secara tidak langsung, yaitu dengan membeli produk Reksa Dana. Melalui Manajer Investasi, investor punya beragam pilihan mulai dari Reksa Dana Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Campuran, hingga yang lebih berisiko yakni Reksa Dana Saham. 

Setelah sudah lebih paham dan yakin dengan Reksa Dana, kamu bisa beranjak ke investasi langsung, surat berharga (Obligasi Ritel dan Saham). Lebih jauh lagi, bahkan bisa memulai bisnis riil sendiri dan mulai bergabung dengan mitra bisnis yang cocok dengan kamu.

6.Pelajari secara seksama berbagai alternatif investasi beserta aspeknya

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada satu instrumen, kamu perlu mencermati aspek investasi seperti tingkat risiko dan imbal hasil. Contoh, jika profil risiko dalam berinvestasi kamu cukup rendah, maka pastikan volatilitas emiten atau instrumen yang akan kamu pilih masuk dalam kategori konservatif. Jika berencana mencapai tujuan investasi dengan proyeksi imbal hasil 7%, maka pelajari apakah instrumen ini kiranya mampu memenuhi ekspektasimu. 

Jangan lupa dengan proyeksi para ahli tentang perkembangan ekonomi dan bisnis ke depan yang dipadupadankan dengan tujuan investasi kamu. Banyak ya yang harus dipelajari? Santai! Ingat ya, investasi itu harus menyenangkan. Untuk pemula, kuncinya mau memulai dengan segera, mulai saja dulu di instrumen konservatif atau dengan nominal yang kecil.

7.Pilih investasi aset finansial yang diawasi oleh OJK.

Dengan semakin maraknya minat publik dalam berinvestasi, banyak juga bermunculan lembaga keuangan di Indonesia. Bagaimana cara memilih partner yang tepat dalam berinvestasi? Untuk industri pasar modal, semua lembaga keuangan wajib terdaftar dan diawasi oleh pemerintah, dalam hal ini OJK. Pastikan kamu menjatuhkan pilihan pada perusahaan yang memiliki izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta terdaftar dan diawasi oleh OJK. Kamu bisa selalu dapatkan daftar perusahaan efek legal terkini di laman resmi OJK, di sini. Selain aspek legalitas, pahami juga rekam jejak, pimpinan, dan pengalamannya dalam menjalani bisnis pasar modal di Indonesia. Pilih yang terpercaya ya! 

8.Jangan letakkan semua telur dalam satu keranjang.

Untuk investor pemula, memilih satu instrumen saja rasanya butuh banyak pemahaman ya, apalagi mempelajari banyak instrumen untuk diversifikasi? Tenang. Semua tidak harus dilakukan bersamaan kok. Semua bisa dilakukan bertahap, satu per satu. 

Misalnya, Sobat Mandy yang memiliki risk profile konservatif, memilih memulai investasi dengan Reksa Dana Pasar Uang. Setelah 3 bulan rutin melakukan investasi setiap tanggal gajian, Mandy mulai memahami cara kerja dan pergerakan investasinya. Kemudian Mandy mulai percaya diri, melangkah lagi ke diversifikasi instrumen pertamanya, yaitu Obligasi Negara (SBN). Mandy memilih SBN karena pokok dan imbal hasil dijamin oleh pemerintah, sehingga tergolong aman, ini masih sesuai dengan profil risiko rendah yang Mandy miliki. 

Setelah rutin di instrumen Reksa Dana dan SBN, kini Mandy lebih berani melangkah ke investasi Saham. Mandy mulai diversifikasi keduanya, dengan mempelajari indeks LQ45 di laman resmi Bursa Efek Indonesia. Setelah mempelajari bagaimana menganalisis rasio fundamental beberapa perusahaan, Mandy mulai memilih BBRI dan ICBP sebagai saham blue chip pertamanya. Inilah proses Sobat Mandy! Tidak singkat, namun sesuai dengan profil risiko dan kemauan belajar yang konsisten dalam berinvestasi di pasar modal.

Nah, Sobat Mapan, ayo buatlah portofolio investasi sendiri yang sesuai dengan risk profile kamu ya!

9.Potensi Keuntungan harus sejalan dengan Potensi Risiko.

 Ketika mulai berinvestasi, kamu pasti ingin mendapat keuntungan yang besar dalam waktu yang cepat, kan? Eits, tapi jangan mudah tergiur dengan bentuk investasi yang memberikan keuntungan tinggi ya, Sobat Mapan! Penawaran investasi dengan keuntungan tinggi biasanya didampingi oleh risiko yang tinggi. Contoh sederhananya, instrumen saham memiliki potensi keuntungan yang lebih tinggi dibanding Reksa Dana Pasar Uang. Namun, risiko fluktuasi harga saham jauh lebih besar dibanding potensi fluktuasi Reksa Dana Pasar Uang yang cenderung sangat kecil. Potensi keuntungan seharusnya sejalan dengan potensi risiko dari suatu produk investasi. Maka, apabila Sobat Mapan mendapat tawaran investasi menguntungkan dengan risiko minimal, langsung bersikap waspada, ya!

10.Lakukan pengawasan secara periodik untuk memantau kinerja investasi.

Apabila sudah memilih produk investasi, Sobat Mapan harus ingat untuk mengevaluasi kinerja produk tersebut dari waktu ke waktu. Untuk investasi saham, hal ini bisa kamu lakukan dengan membandingkan harga saham saat ini dengan harga ketika kamu membelinya. Apakah mengalami kenaikan atau malah penurunan? Kamu pun bisa membandingkan saham tersebut dengan harga acuan pasar atau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Apakah saham yang kamu punya memiliki pertumbuhan positif dibandingkan IHSG di periode yang sama? Setelah dievaluasi, Sobat Mapan dapat menentukan strategi yang lebih sesuai untuk kondisi kinerja investasi yang kamu miliki. 

Sumber : MOST

Kisah Andika Sutoro, Anak Muda yang Kaya Raya dari Saham


Petualangan merintis jalan sukses setiap tentunya berbeda-beda. Hal ini pula yang diakui Andika Sutoro Putra  si investor muda berusia 24 tahun.


Meski tidak lahir dari keluarga investor tapi bakat investasinya sudah mulai tumbuh sejak usia 15 tahun. Setahun sebelumnya, Andika sudah mulai melakukan pencarian di internet dan mencari tahu tentang informasi orang terkaya di Indonesia.


"Saat usia 14 tahun saya mulai belajar,saat usia 15 tahun saya mulai terjun dan sudah mulai mengenal internet lalu saya iseng mencari di google, 'sebenarnya orang kaya itu ngapain?' Saya mencari tahu 10 orang terkaya di dunia, muncul 10 orang terkaya di Amerika dan ada juga di Indonesia," kata Andika kepada CNBC Indonesia.


Andika pun menemukan jawabannya bagaimana orang bisa kaya. Dan menurutnya jawabannya pun cuma satu yakni karena bergelut di pasar saham.

Kala itu pun dia melihat sosok Warren Buffet yang menjadi pria terkaya nomor 1 di dunia dan kini menjadi panutannya. Dia  pun mulai mencari uang untuk berinvestasi.

"Saya menemukan pola yang sama, kok semua orang kaya ini berinvestasi dipasar saham awalnya?! Waktu itu kebetulan orang terkaya nomor 1 adalah Warren Buffett. Dia mengumpulkan kekayaan hanya dengan berinvestasi dipasar saham. Saya kaget, apa itu pasar saham? Lalu saya menemukan juga ada Bill Gates, saham kekayaannya meningkat 30%," kata dia.


Sebelum berinvestasi saham, Andika berjualan  online yakni CD suara burung wallet dimana sarang itu ada dirumahnya dan milik sang ayah. Dari hal coba-coba, Andika bisa mengumpulkan uang Rp 100 juta selama 6 bulan.


"Jadi sebelum saya investasi saham, saya berjualan online. Saya tinggal di Kalimantan dan berjualan CD suara sarang walet, jadi sarang walet itu ada rumahnya dan papa saya adalah kontraktornya. Tugas saya waktu itu membuat dan mengkopi sarang walet. Lalu saya iseng mencari di Google juga, ternyata harga CD itu mahal banget,harganya beragam dan bisa sampai 6 juta. Dari situ saya bisa mengumpulkan hingga Rp 100 jutaan selama setengah tahun," kata dia. 
Mengantongi uang Rp 100 juta di usia 15 tahun, Andika pun berinvestasi Rp 10 juta dengan bantuan sang ayah. 

"Disitu saya berhenti tapi saya sudah punya untung sekitar 100 jutaan. Jadi saya merasa orang paling kaya saat usia 15 tahun masih sekolah itu. Lalu saya beralih ke pasar saham setelah mencari di google. Disitu saya mulai belajar dan berani invest sebesar 10 juta. Tapi karena belum cukup umur, akhirnya bapak saya yang buka saham," kata dia.


Bak gayung bersambut, saat 6 bulan pertama dia pun mendapatkan untung hingga 50 %. Dan, akhirnga dia pun memberanikan semua uangnya Rp 100 juta  dan sempat rugi 30% di masa awal pasar saham.


Sudah berkecimpung selama 9 tahun di pasar saham, dia berhasil mengumpulkan uang sekitar Rp 40 miliar. Kekayaannya pun terus bertambah dengan dia banyak menginvestasi beberapa start-up dan perusahaan baru.


"Saya juga invest di beberapa perusahaan startup seperti salah satunya Step In, perusahaan yang menyewakan properti. Sudah 1 tahun.  Saya sudah 9 tahun, mulai di usia 15 tahun sampai sekarang. Keuntungan yang didapat selama 9 tahun? Sekitar Rp 3 juta dolar atau Rp 40 miliar," kata dia. 

Sumber : CNBC

SUCOFINDO DAN PELINDO DUKUNG MITIGASI PERUBAHAN IKLIM.



Dua Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT Superintending Company of Indonesia (Persero) atau SUCOFINDO dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendukung upaya mitigasi penanganan krisis iklim, khususnya dalam konteks penurunan emisi karbon dan kelestarian keanekaragaman hayati pada pertemuan ke-26 Conference of the Parties (CoP26) yang berlangsung di Glasgow, United Kingdom. Kegiatan ini diselenggarakan secara online dan offline pada tanggal 31 Oktober . 12 November 2021.

Pada kesempatan ini, Paviliun Indonesia COP26 United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) menyampaikan salah satu Talk Show Session dengan mengusung tema Green and Smart Ports In Climate Actions. Direktur Utama SUCOFINDO, Mas Wigrantoro Roes Setiyadi menyampaikan pemaparan yang bertajuk Smart Port through Digitalized System and Energy Efficiency Practices in Mitigating Climate Change.

Sesuai dengan kesepakatan pada COP21 yang tercantum pada Paris Agreement Indonesia berkomitmen untuk mitigasi perubahan iklim dengan rencana penurunan emisi. Wakil Menteri BUMN 1, Pahala Nugraha Mansury menyampaikan pada pemaparannya bahwa dalam mencapai target untuk menurunkan emisi karbon, Kementerian BUMN melakukan kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan BUMN.

"Kementerian BUMN memiliki target dalam rangka mengurangi emisi karbon melalui perusahaan-perusahaan BUMN yang dimiliki".

Lebih lanjut Pahala menambahkan bahwa, "Green Port Guideline merupakan salah satu upaya penting dalam mengurangi emisi karbon, yang telah dikembangkan oleh SUCOFINDO sebagai perusahaan surveyor, untuk mengukur terhadap standar-standar yang sudah ditentukan. Kami optimis bahwa perusahaan surveyor yang kita miliki dapat menggerakan perkembangan pada kluster - kluster industri termasuk di dalamnya terkait dengan pengurangan emisi di Indonesia".

Direktur Utama PT SUCOFINDO (Persero), Mas Wigrantoro Roes Setiyadi memaparkan, .SUCOFINDO merespon beberapa isu strategis dan merujuk beberapa peraturan pada saat memulai studi dan mengembangkan Green Port Guidelines, yaitu salah satunya merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No.51 Tahun 2015, dan perhatian terhadap isu penggunaan konsumsi energi yang efisien, penggunaan energi terbarukan, dan aspek lingkungan. Kami telah mendampingi Pelindo dan beberapa pelabuhan di Indonesia untuk menerapkan Green Port Guideline.

Interaksi kami dengan Pelindo, sangat intens, dan memastikan bahwa parameter-paramater yang disepakati para pihak dapat terukur dan memenuhi standar yang disepakati, sehingga kami dapat memastikan bahwa guideline ini dapat diimplementasikan.

Mas Wigrantoro menyampaikan bahwa, "Key success dalam implementasi pengembangan Green Port yaitu keterlibatan intensif, memanfaatkan berbagai sumber dalam beradaptasi dan menerapkan pedoman Green Port, melakukan peningkatan secara terus menerus terhadap kriteria penilaian dan impact yang terukur," jelas Mas Wigrantoro.

Setelah sukses berkolaborasi dengan pelabuhan dalam mengembangkan penerapan Green Port Guideline, maka saat ini SUCOFINDO mendorong pelabuhan transisi penerapan kepada tahap selanjutnya yaitu Smart Port. Melalui implementasi Smart port diharapkan pelabuhan dapat meningkatkan produktivias dan efisien dalam proses bisnis. Hal ini merupakan respons selanjutnya untuk mengadaptasi tantangan Industri 4.0 dengan menyelaraskan prinsip-prinsip dan perspektif internasional tentang Smart Port ke pelabuhan di Indonesia dan mensinergikan aksi mitigasi perubahan iklim.

Melalui talkshow yang sama, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Arif Suhartono juga turut menyampaikan perhatian khusus terkait Green and Smart Ports In Climate Actions melalui pemaparan bertajuk Developing Green and Smart Port Management Through Port Wastes Management.

Mulai 1 Oktober 2021 lalu, BUMN Kepelabuhanan yakni PT Pelabuhan Indonesia I, II, III dan IV (Persero) telah resmi menjadi satu yaitu PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui proses merger. Adapun salah satu program terpenting pasca merger adalah standarisasi operasi termasuk digitalisasi. Digitalisasi di Pelabuhan ini merupakan inisiatif yang sejalan dengan program penghijauan, dikarenakan penggunaan sumber daya yang lebih efisien dalam proses operasional, pengelolaan limbah yang ramah lingkungan serta waktu bongkar muat yang lebih cepat sehingga mengurangi waktu tunggu kapal di pelabuhan.

"Program digitalisasi ini juga harus diikuti dengan digitalisasi para pemangku kepentingan sehingga seluruh proses bisnis menjadi lebih efisien," ujar Arif Suhartono.

Program digitalisasi Pelindo mencakup hampir semua kegiatan operasional mulai dari Seaside, Terminal, Line 2, di back office dan proses interaksi dengan pelanggan.

Digitalisasi dalam bisnis kepelabuhanan merupakan suatu keharusan karena dapat meningkatkan Pelayanan Kepelabuhanan dengan menjawab Tantangan Bisnis serta mendukung kelestarian lingkungan melalui kegiatan operasional yang efisien dan bersih.

"Kami mengelola terminal petikemas New Priok Container Terminal One (NPCT1) di Jakarta yang terhubung langsung dengan akses tol untuk meminimalisir kemacetan lalu lintas yang berdampak pada minimnya polusi. Di Surabaya, kami mengelola Terminal Teluk Lamong, yang merupakan Inisiatif Terminal Hijau Pelindo yakni Pelabuhan dengan desain operasi yang ramah lingkungan," ungkap Arif Suhartono dalam paparannya.

Di penghujung presentasi, Arif Suhartono menyampaikan bahwa Pelindo telah menanam lebih dari 40.000 pohon bakau di beberapa wilayah di seluruh Indonesia hanya pada semester pertama tahun 2021 sebagai bagian dari rencana besar Indonesia untuk merehabilitasi hutan bakau yang dipimpin oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

"Program kami adalah memiliki tambahan 375.000 pohon bakau pada akhir tahun ini," ungkap Arif Suhartono.Arif Suhartono juga menyampaikan bahwa salah satu hal terpenting untuk melestarikan Hutan Bakau adalah dengan melibatkan partisipasi Masyarakat sekitar untuk melindunginya dengan cara mendorong masyarakat mendapatkan manfaat dari hutan bakau itu sendiri. (end)

Sumber : IQPLUS

PEFINDO TEGASKAN PERINGKAT OBLIGASI MANDIRI TUNAS FINANCE DI "idAA+".



 PEFINDO menegaskan peringkat "idAA+" untuk Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I/2019 Seri A senilai Rp800 miliar yang diterbitkan PT Mandiri Tunas Finance (MTF) yang akan jatuh tempo pada 8 Januari 2022.

Kesiapan Perusahaan untuk melunasi obligasi tersebut didukung oleh fasilitas kredit sebesar Rp3,4 triliun pada akhir September 2021 dan rata-rata penerimaan angsuran bulanan atas piutang pembiayaan sekitar Rp2,1 triliun.

Efek utang dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan. Kemampuan emiten untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut, dibandingkan dengan emiten lainnya di Indonesia, adalah sangat kuat. Tanda tambah (+) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif kuat dan di atas rata-rata kategori yang bersangkutan.

MTF merupakan perusahaan pembiayaan mobil yang sahamnya dimiliki oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (51%) dan PT Tunas Ridean Tbk (49%). Pada 30 September 2021, MTF memiliki 101 kantor cabang yang tersebar di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali, dan Sulawesi.(end)

Sumber : IQPLUS

KINERJA POSITIF, JASA MARGA CETAK LABA Rp749,42 MILIAR DI KUARTAL III 2021.


 

 PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) tetap menunjukkan kinerja positif pada Kuartal III Tahun 2021 di tengah meningkatnya kasus Covid-19 pada bulan Juli 2021 yang mengakibatkan diimplementasikannya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sepanjang Kuartal III 2021 yang dimulai sejak 3 Juli 2021. Hal ini tercermin dalam pencapaian Perseroan dimana Perseroan berhasil mengantongi laba bersih pada Kuartal III Tahun 2021 sebesar Rp749,42 miliar.

Kinerja Kuartal III Tahun 2021 mengalami perbaikan dimana hal ini tercermin dari Pendapatan Usaha yang naik sebesar 20,75% karena telah beroperasinya ruas-ruas jalan tol baru yang juga didukung oleh meningkatnya mobilisasi masyarakat sehingga berdampak pada peningkatan volume lalu lintas apabila dibandingkan dengan Kuartal III Tahun 2020. Tidak hanya itu, EBITDA juga mengalami peningkatan sebesar 29,39% seiring dengan meningkatnya Pendapatan Tol di Kuartal III Tahun 2021. Hal ini juga menyebabkan peningkatan EBITDA Margin yang mencapai 65,07%.

Jasa Marga mengoperasikan total 1.246 Km jalan tol yang merupakan 51% dari total jalan tol yang telah beroperasi di Indonesia. Sementara itu, total konsesi jalan tol yang dimiliki oleh Jasa Marga saat ini telah mencapai 1.603 Km di seluruh Indonesia. Sepanjang tahun 2021 hingga Kuartal III, Jasa Marga telah mengoperasikan jalan tol sepanjang 55,94 Km, dengan rincian sebagai berikut:

- Jalan Tol BORR Seksi IIIA (Simpang Yasmin-Simpang Semplak) sepanjang 2,85 Km

- Jalan Tol Cinere-Serpong Seksi I (Serpong-Pamulang) sepanjang 6,50 Km

- Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran sepanjang 14,19 Km

- Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Seksi I dan V (Balikpapan-Samboja) sepanjang 32,40 Km

Jasa Marga menargetkan masih ada penambahan jalan tol operasi hingga akhir tahun 2021, yaitu Jalan Tol Manado-Bitung Ruas Danowudu-Bitung yang ditargetkan beroperasi pada Kuartal IV. Dengan turunnya level PPKM di berbagai daerah serta melihat pergerakan mobilitas masyarakat sejak September 2021, Jasa Marga memproyeksikan hingga akhir tahun 2021 tren peningkatan lalu lintas masih terjadi di Jalan Tol Jasa Marga Group.

Hal ini berdasarkan histori realisasi volume lalu lintas harian rata-rata (LHR) pada Oktober 2021, Jasa Marga mencatat peningkatan LHR Jalan Tol Jasa Marga Group di seluruh Indonesia sebesar 63,03% jika dibandingkan dengan LHR pada masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Bulan Juli 2021 dan 25,23% pada masa PPKM Level 4 Bulan Agustus 2021.

Sementara itu, jika LHR Oktober 2021 dibandingkan dengan LHR September 2021 atau masa PPKM level 3 meningkat sebesar 6,64%. Adapun tiga ruas Jalan Tol Jasa Marga Group dengan LHR tertinggi di bulan Oktober 2021 adalah Jalan Tol Dalam Kota dengan 492 ribu kendaraan, Jalan Tol Jakarta . Cikampek dengan 450 ribu kendaraan dan Jalan Tol Jagorawi dengan 394 ribu kendaraan.

Untuk mengantisipasi tren peningkatan volume lalu lintas, Jasa Marga selalu berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik kepada pengguna jalan, termasuk di masa pandemi, dengan tetap menjaga pemenuhan Standar Pelayanan Minimal di jalan tol. Di antaranya yaitu, memastikan pelayanan lalu lintas, pelayanan transaksi hingga pelayanan konstruksi tetap optimal, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaannya. Tidak hanya itu, Jasa Marga juga selalu meningkatkan pelayanan berbasis teknologi, salah satunya saat ini dengan melakukan pengembangan fitur Mobile Apps Travoy untuk cek saldo dan top-up uang elektronik, hingga menampilkan struk transaksi di jalan tol dalam bentuk digital.(end/as)

Sumber : IQPLUS

BANK MANDIRI KEMBANGKAN RUMAH BUMN BANTU UMKM NAIK KELAS.



  PT Bank Mandiri (Persero) mengembangkan Rumah BUMN sebagai wadah bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mendapatkan pelatihan dan pembinaan sehingga dapat naik kelas lewat optimalisasi bisnis hingga digitalisasi.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha dalam rilis di Jakarta, Senin, mengatakan, Rumah BUMN merupakan pengkayaan dari Program Rumah Kreatif BUMN (RKB) yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas UMKM guna mewujudkan UMKM Indonesia yang unggul dan berkualitas.

Bank Mandiri secara aktif memberikan pelatihan dan pembinaan terhadap UMKM binaan perseroan yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Langkah ini merupakan upaya Bank Mandiri sebagai salah satu insan BUMN untuk meningkatkan kelas bagi UMKM di Indonesia melalui empat tahapan yaitu Go Modern, Go Digital, Go Online dan Go Global," ujar Rudi.

Sejak program tersebut dijalankan pada 2017 Bank Mandiri telah membina lebih dari 13.500 UMKM dan mendirikan 22 Rumah BUMN yang tersebar di seluruh Indonesia seperti di kabupaten Kampar sampai Bintuni serta kota besar lainnya yaitu Jakarta, Bogor, Semarang dan Surabaya.

Rudi menambahkan, Bank Mandiri juga turut berkolaborasi dengan beberapa pihak untuk mempertajam kapasitas UMKM. Hasilnya, sepanjang 2021 Rumah BUMN telah menyelenggarakan lebih dari 160 pelatihan dan pembinaan, bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM setempat hingga lokapasar seperti Tokopedia, Blibli dan Shopee.

Rumah BUMN binaan Bank Mandiri juga memberikan pelatihan kepada UMKM untuk memodernisasi bisnis dengan memanfaatkan sosial media sebagai wadah pemasaran.

"Ke depan, kami akan lebih mengaktifkan peran Rumah BUMN dengan memberikan pelatihan dan pembinaan kepada UMKM agar Go Digital dan Go Global, bukan saja untuk mitra binaan, namun akan dimanfaatkan sebagai co-working space bagi pelaku usaha dan sarana inkubasi para alumni Wirausaha Muda Mandiri," kata Rudi.(end/ant)

Sumber : IQPLUS


LPPF SIAPKAN DANA Rp500 MILIAR UNTUK BUYBACK SAHAM TAHAP II.


PT. Matahari Department Store Tbk. (LPPF) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback) tahap II. "Aksi korporasi itu akan dilakukan paling lama 3 bulan terhitung sejak tanggal keterbukaan informasi ini dan paling lambat sampai tanggal 4 Februari 2022 dengan biaya yang akan dikeluarkan maksimal Rp500 miliar, termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya,"tutur Direksi LPPF, Jumat (5/11)

Direksi LPPF memaparkan buyback tahap II 2021 akan dilakukan atas sebanyak-banyaknya 10% dari modal disetor dan ditempatkan Perseroan, atau maksimum sebanyak 262.614.878 lembar saham dan LPPF akan membatasi harga maksimal sebesar Rp4.700 per saham.

Sebagai informasi, Pada tanggal 6 Agustus 2021, LPPF telah mengumumkan rencananya untuk membeli kembali saham perseroan sebanyak-banyaknya 15% dari modal disetor dan ditempatkan atau sebanyak-banyaknya 393.922.000 saham (Pembelian Kembali Saham I 2021) dengan jumlah maksimum batas harga Rp3.050 per saham dengan biaya maksimal sebesar Rp450 miliar, buyback Saham tahap I tahun 2021 telah dilaksanakan sejak tanggal 6 Agustus 2021 sampai dengan tanggal 5 November 2021.

"LPPF memperkirakan tidak ada dampak signifikan atas biaya buyback II 2021 dan tidak ada penurunan pendapatan secara signifikan sebagai akibat dari pelaksanaan buyback dan akan dilakukan baik melalui Bursa atau di luar Bursa dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,"terang Direksi LPPF.

Pelaksanaan buyback II 2021 diharapkan tidak akan memengaruhi kegiatan usaha dan operasional dikarenakan Perseroan telah memiliki modal kerja yang cukup untuk menjalankan kegiatan usaha. "Manajemen berkeyakinan bahwa pasar perseroan saat ini kurang dinilai dan mengharapkan buyback Saham II 2021 akan meningkatkan nilai pasar Perseroan,"pungkasnya.(end/ar)

Sumber : IQPLUS

TRIMEGAH SUMBER MAS KANTONGI Rp10 MILIAR DARI HASIL DIVESTASI SAHAM UVCR.



  PT Trimegah Sumber Mas telah melakukan divestasi kepemilikan saham di PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR). Corporate Secretary UVCR, Cynthia Novalina menjelaskan, PT Trimegah Sumber Mas telah melepas sebagian saham UVCR miliknya pada tanggal 19 Oktober 2021. Jumlah saham yang dijual sebanyak 20 juta lembar saham (1,00%).

Saham UVCR di lepas di kisaran harga Rp500 per lembar sahamnya. Dengan demikian diperkirakan PT Trimegah Sumber Mas telah mengantongi dana sekitar Rp10 miliar. "Tujuan dari penjualan saham UVCR adalah untuk keperluan internal Perusahaan,"katanya.

Pasca penjualan saham tersebut, maka kepemilikan saham PT Trimegah Sumber Mas di UVCR berkurang menjadi sejumlah 1.026.116.667 lembar saham atau sekiyar 51,31%, dari sebelumnya sebanyak 1.046.116.667 lembar saham atau sekitar 52,31%. Sebagai catatan saja, saham UVCR tercatat selama satu bulan sejak tanggal 8 Oktober 2021, hingga 5 November 2021, mengalami penurunan yang cukup dalam hingga 18,49%, dari level Rp530 per lembar saham menjadi Rp432 per saham. (end/as)

Sumber : IQPLUS

PENGENDALI BLUE BIRD KEMBALI TAMBAH KEPEMILIKAN SAHAM.


 Salah satu pemegang saham pengendali, Purnomo Prawiro kembali melakukan pembelian saham PT Blue Bird Tbk (BIRD). Adapun tujuan dari penambahan kepemilikan saham tersebut adalah investasi.Dalam laporan kepemilikan saham BIRD, disebutkan bahwa Purnomo telah membeli saham BIRD secara bertahap. Pembelian saham itu dilakukan sejak tanggal 3-5 November 2021.

"Jumlah saham BIRD yang dibeli total sebanyak 3,45 juta lembar saham. Saham BIRD di beli dikisaran harga Rp1.415 hingga Rp1.470 per lembar sahamnya,"tulis Manajemen BIRD.

Dengan demikian, jumlah kepemilikan saham Purnomo Prawiro di BIRD menjadi sebanyak 274.443.600 lembar atau sekitar 10,968%, dari sebelumnya memegang sejumlah 270.993.600 lembar saham atau sekitar 10,831%. (end/as)

Sumber : IQPLUS

Rekomendasi Saham TLKM, INCO, SMGR, JSMR, KLBF dan ACES Oleh VALBURY SEKURITAS | 8 November 2021

VALBURY SEKURITAS INDONESIA
08 NOVEMBER  2021

 Prediksi IHSG :

IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan peluang menguat pada perdagangan hari ini, Senin (08/11), ditengah dominasi katalis positif dari internal dan eksternal bagi pasar BEI, sebagai berikut : Sentimen dalam negeri ; 1) Pemerintah bakal mengimplementasikan beberapa tarif pajak baru seiring diberlakukannya Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (+), 2) BI melaporkan selama periode 1-4 November 2021, aliran modal asing yang masuk ke Indonesia tercatat sebesar Rp 12,66 triliun (+), Sentimen pasar ; 1) Rupiah diperkirakan apresiasi terhadap dolar AS (+), 2) Indeks bursa regional Asia diperkirakan bergerak beragam (+/-), 3) Indeks Wall Street pada perdagangan Jumat (05/11) ditutup menguat (+), 4) Indeks berjangka Wall Street sementara bergerak mixed (+/-), Sentimen global ; 1) Kongres AS sahkan paket UU  infrastruktur  US$ 1 triliun (+), 2) Pemerintah Cina telah meningkatkan laju perdagangan luar negerinya hingga sembilan kali lipat dalam 20 tahun (+) dan, 3) Japan, Leading Index CI, Sep P, diperkirakan turun menjadi 99.8 dari 101.3 (-).

Perspektif tenikal

Support Level :    6552/6522/6493

Resistance Level :   6610/6638/6668

Major Trend : Up

Minor Trend : Down

Pattern : Down to up (+)


TRADING IDEAS :

These recommendations based on technical and only intended for one day trading

TLKM: Trading Buy

• Close 3770, TP 3820

• Boleh buy di level 3720-3770

• Resistance di 3820 & support di 3720

• Waspadai jika tembus di 3720

• Batasi resiko di 3680

INCO: Trading Buy

• Close 4810, TP 4850

• Boleh buy di level  4750-4810

• Resistance di 4850 & support di 4750

• Waspadai jika tembus di 4750

• Batasi resiko di 4710

SMGR : Trading Buy

• Close 9900, TP 10050

• Boleh buy di level  9700-9900

• Resistance di 10050 & support di 9700

• Waspadai jika tembus di 9700

• Batasi resiko di 9575

JSMR:  Trading Buy

• Close 4300, TP 4350

• Boleh buy di level  4250-4300

• Resistance di 4350 & support di 4250

• Waspadai jika tembus di 4250

• Batasi resiko di 4210

KLBF:  Trading Buy

• Close 1630, TP 1650

• Boleh buy di level  1615-1630

• Resistance di 1650 & support di 1615

• Waspadai jika tembus di 1615

• Batasi resiko di 1595

ACES:  Trading Buy

• Close 1490, TP 1520

• Boleh buy di level  1450-1490

• Resistance di 1520 & support di 1450

• Waspadai jika tembus di 1450

• Batasi resiko di 1420

Ket.  TP : Target Price

Disclaimer ON

Rekomendasi Saham TOWR dan MEDC Oleh HP FINANCIALS | 8 November 2021


HP FINANCIALS
8 NOVEMBER 2021



Saham TOWR


TOWR berhasil menguat dan ditutup di atas MA10 @1190 . Seiring V olume yang juga menguat, TOWR berpotensi melanjutkan penguatan menuju Dynamic Resis tance MA50 di s ekitar 1270 . Target selanjutnya yaitu Trendline jk.panjang biru di seputaran 1400-1430 . Stoploss jika TOWR melemah di bawah Dynamic Support MA10 @ 1160 .

Rekomendasi

Spec ulative Buy, E ntry Level: 1200-1190 ; T arget:1270 / 1400-1430 ; Stoploss : 1160


Saham MEDC


MEDC bertengger tepat pada Support Lower Wedge merah di s ekitar 545 . Seiring harga komiditas oil yang hari ini menguat, MEDC diharapkan mampu menguat menuju MA10 & 20 di s eputaran 570-590 . Setelah area ini terlewati, MEDC berpeluang melanjutkan perjalanan ke utara menuju T rendline hijau di seputaran 625 sampai dengan titik previous H igh 650 .

Rekomendasi

Spec ulative Buy, E ntry Level: 550-545 ; T arget: 570-590 / 625-650 ; Stoploss : 535


Rekomendasi Saham CTRA, TLKM, BBRI dan ICBP Oleh INDOPREMIER | 8 November 2021



INDOPREMIER
8 NOVEMBER 2021

 IHSG (6.540 – 6.620) :

  Indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak menguat. Target kenaikan indeks pada level 6.620 dan 6.660 dengan support di level 6.540 dan 6.500.


CTRA (Buy) :

 Target kenaikan harga pada level 1.100 kemudian 1.115 dengan support di level 1.070, cut loss jika break 1.055.



TLKM (Buy) : 

Target kenaikan harga pada level 3.800 kemudian 3.830 dengan support di level 3.740, cut loss jika break 3.710.



BBRI (Buy on Weakness) : 

Target harga beli pada level 4.220 dengan resist di level 4.280 kemudian 4.330.


ICBP (Buy on Weakness) :

 Target harga beli pada level 8.750 dengan resist di level 8.925 kemudian 9.000.

Rekomendasi Saham AKRA, LSIP, IRRA dan PWON Oleh MNC SEKURITAS | 8 November 2021


MNC Daily Scope Wave

8 November 2021

Menutup pekan kemarin (5/11), IHSG terkoreksi 0,1% ke level 6,581. Kami memperkirakan, terdapat beberapa skenario, dimana skenario terbaiknya saat ini IHSG sedang membentuk wave (ii) dari wave [v] dimana selama IHSG tidak break support 6,480. Namun, apabila IHSG break support maka pergerakan selanjutnya IHSG akan mengarah ke 6,457.

Support: 6,480, 6,436

Resistance: 6,627, 6,687

AKRA - Buy on Weakness (4,150)

AKRA ditutup terkoreksi 1,2% ke level 4,150 pada perdagangan Jumat kemarin (5/11). Kami memperkirakan, saat ini posisi AKRA sedang berada di akhir wave A dari wave (2). Diperkirakan koreksi AKRA akan relatif terbatas dan berpeluang menguat.

Buy on Weakness: 4,060-4,150

Target Price: 4,310, 4,460

Stoploss: below 3,980

LSIP - Spec Buy (1,420)

Pada perdagangan pekan kemarin (5/11), LSIP ditutup terkoreksi cukup agresif sebesar 3,7% ke level 1,420, namun demikian koreksi LSIP masih tertahan MA20-nya. Saat ini, posisi LSIP kami perkirakan sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave C dari wave (B), sehingga LSIP berpeluang berbalik menguat kembali.

Spec Buy: 1,390-1,420

Target Price: 1,500, 1,550

Stoploss: below 1,310

IRRA - Spec Buy (1,770)

IRRA ditutup terkoreksi 0,3% ke level 1,770 pada perdagangan Jumat kemarin (5/11). Selama IRRA tidak terkoreksi ke bawah 1,700, maka saat ini pergerakan IRRA sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C. Hal ini berarti, IRRA berpeluang berbalik menguat.

Spec Buy: 1,725-1,760

Target Price: 1,900, 2,100

Stoploss: below 1,700

PWON - Buy on Weakness (515)

Jumat kemarin (5/11), PWON ditutup terkoreksi 1% ke level 515. Kami perkirakan, posisi PWON saat ini sedang berada di awal wave 3 dari wave (3) sehingga diperkirakan koreksi PWON akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.

Buy on Weakness: 490-515

Target Price: 535, 570

Stoploss: below 482

Disclaimer On

Analisa Saham PTBA | 8 November 2021


SAHAM PTBA

 Saham PTBA sedang berkonsolidasi membentuk pola bullish flag pattern. Perhatikan area gap 2730-2760 (kotak kuning) yang saat ini menjadi area reistance saham ini. Apabila mampu ditembus dan dilewati, maka PTBA berpeluang menuju target di 3000 lagi, dengan minor target di 2850. Nantinya jika kenaikan saham ini mampu berlanjut, maka PTBA berpeluang menuju target selanjutnya di 3180.

Rekomendasi : Buy jika breakout dan bertahan diatas 2760. Batasi resiko jika turun dan close di bawah 2600.

Disclaimer ON

sumber : STEPTRADER

Analisa Saham BBTN | 8 November 2021

Saham BBTN

 BBTN berkonsolidasi sehat dan menguji area resisten 1810. Jika saham ini mampu menembus area resisten tersebut, maka secara teknikal terbuka peluang kenaikan yang lebih tinggi menuju 2175 dengan minor target 1895.Area major target 2175 juga berdekatan dengan area tertinggi sebelumnya. Akan sangat menarik jika BBTN berhasil menembus dan berkonsolidasi diatas area ini. Harga yang berada diatas rangkaian moving averagenya menunjukan saham ini berada dalam tren kenaikan jangka menengah – panjang.

Trading plan : Buy jika mampu break resisten 1810. Stoploss level 1675.

Disclaimer ON

sumber : GaleriSaham