Rekomendasi Saham ANJT, SMGR, SRTG dan UNIQ oleh MNC Sekuritas | 21 Juni 2023
Rekomendasi Saham AISA, ANJT, HMSP dan INDY oleh MNC Sekuritas | 13 Juni 2023
MNCS Daily Scope Wave
IHSG
AISA - Buy on Weakness
ANJT - Buy on Weakness
HMSP - Buy on Weakness
INDY - Buy on Weakness
Austindo Nusantara (ANJT) Akan Bagikan Dividen Tunai Rp27,8 Per Saham
PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) akan membagkan dividen tunai tahun buku 2022 sesuai dengan hasil Rapat Umum Para Pemegang Saham Tahunan pada tanggal 7 Juni 2023.
Rekomendasi Saham AKRA, ANJT, BBCA dan GZCO oleh MNC Sekuritas | 9 Maret 2023
MNCS Daily Scope Wave
IHSG
AKRA - Spec Buy
ANJT - Buy on Weakness
BBCA - Buy on Weakness
GZCO - Buy on Weakness
ANAK USAHA ANJT TEKEN PERJANJIAN PINJAMAN SENILAI USD15 JUTA.
[Saham ANJT] PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) menyampaikan bahwa telah ditandatangani Perjanjian Pinjaman Antar Grup Perusahaan. Kedua belah pihak atau anak usaha Perseroan yang melakukan transaksi afiliasi ini adalah PT Austindo Nusantara Jaya Agri (ANJA) dan PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais (ANJAS).
Sekretaris Perusahaan ANJT, Naga Waskita menuturkan, jumlah fasilitas pinjaman adalah sebesar USD15 juta. Pinjaman ini memiliki suku bunga sebesaar 3,25% per tahun.
"Tujuan Penggunaan dana adalah pembiayaan kegiatan operasional dan modaI kerja,"katanya.
Ia menambahkan bahwa ketersediaan fasilitas pinjaman yakni satu tahun sampai dengan tanggal 18 Mei 2023 dan akan diperpanjang secara otomatis untuk satu tahun berikutnya.
Sebagai informasi saja, ANJA dan ANJAS merupakan anak perusahaan-anak perusahaan Perseroan dengan kepemilikan langsung maupun tidak langsung lebih dari 99%. (end)
sumber : IQPLUS
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
Anak Usaha Austindo Nusantara Jaya Bagikan Premi ke 5 Koperasi Petani Sawit
[Saham ANJT] Anak usaha PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT), yakni PT Sahabat Mewah dan Makmur (SMM) membagikan premi hasil penjualan minyak sawit bersertifikasi kepada lima koperasi di Pulau Belitung pada Kamis (31/3). Total nilai premi yang diberikan adalah sebesar Rp 157.281.394.
Lima koperasi yang dimaksud adalah Koperasi Mitra Lestari (KML), Koperasi Mitra Anugrah (KMA), Koperasi Sambar Jaya Makmur (KSJM), Koperasi Berimpun Sejahtera (KBS), dan Koperasi Lindong Raya (KLR) yang secara keseluruhan menaungi 340 petani di Pulau Belitung. Pada tahun 2021, SMM memberikan premi sebanyak Rp 19.677.149 untuk tiga koperasi, yaitu KML, KMA, dan KJSM.
Resident Director SMM Juli Wankara Purba mengatakan, premi penjualan crude palm oil (CPO) tersebut diberikan kepada petani mitra karena sudah memiliki sertifikasi RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil). “Pemberian premi kepada petani ini bertujuan untuk terus memotivasi petani dalam menerapkan praktik perkebunan terbaik untuk mengelola kebun kelapa sawit, sehingga dapat terus mempertahankan sertifikasi yang diperoleh," kata Juli dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/4).
Menurutnya, praktik perkebunan sawit berkelanjutan dari SMM membantu para pekebun plasma anggota koperasi mitra untuk lebih memahami sistem persyaratan sawit global. Melalui praktik pertanian terbaik dan berkelanjutan, hal ini dapat membawa hasil positif.
Wakil Direktur ANJT Geetha Govindan menambahkan, kemitraan perusahaan dengan petani dapat menjadi salah satu jawaban untuk menekan deforestasi dan memastikan pengelolaan ramah lingkungan berstandard international oleh petani kelapa sawit. Hal tersebut juga sejalan dengan ESG Ambition dari perusahaan.
Sebagai informasi, perkebunan SMM merupakan perkebunan kelapa sawit yang sudah mendapatkan sertifikasi dari RSPO dengan luas area kebun petani yang mendapatkan pembinaan sebesar 599.5 Ha. Selain sudah tersertifikasi RSPO, perkebunan SMM juga sudah mendapatkan sertifikasi dari Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).
Ketua Koperasi Berhimpun Sejatera (KBS) Heriadi Manoppo mengatakan, hasil dari premi minyak sawit berkelanjutan telah memotivasi petani untuk lebih baik lagi dalam mengelola perkebunan. “Kerja sama dengan SMM yang telah terjalin baik selama ini membuahkan hasil yang positif untuk keberlanjutan koperasi dan anggota kami. Pembagian nilai premi akan kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga bermanfaat bagi pembangunan koperasi ke depannya agar lebih berkelanjutan lagi,” ucap Heriadi.
Sebelumnya pada 22 Maret 2022, PT Kayung Agro Lestari (KAL), anak perusahaan ANJT yang berada di Ketapang, Kalimantan Barat, telah melakukan pemberian premi minyak sawit berkelanjutan dengan total Rp 480.336.648 kepada 642 petani di bawah naungan Koperasi Laman Mayang Sentosa (LMS). Adapun nilai premi yang diberikan oleh KAL pada tahun ini mengalami kenaikan sebesar 48% dari tahun sebelumnya.
Sebagai informasi, semua produk minyak sawit ANJT diproses sesuai dengan standard keberlanjutan yang berpedoman pada prinsip dan kriteria RSPO. ANJT memiliki target untuk mensertifikasi semua program plasma dan kemitraan di bawah naungan perkebunan ANJT paling lambat pada akhir tahun 2025.
sumber : kontan
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
Kinerja Moncer, Laba Bersih Austindo Nusantara Jaya (ANJT) Melonjak 1.695% di 2021
[Saham ANJT] PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) mencatatkan kinerja moncer di sepanjang tahun 2021. Perusahaan berhasil laba bersih US$ 39, 7 juta di tahun lalu.
Dengan nilai tersebut, laba bersih Austindo Nusantara Jaya melonjak 1.695% secara year-on-year (yoy). Mengingat laba bersih ANJT di tahun 2020 silam hanya US$ 2,2 juta.
Menurut Lucas Kurniawan, Direktur Utama ANJT, peningkatan kinerja keuangan perusahaan didorong faktor penawaran dan permintaan. Dengan perekonomian dunia yang mulai pulih, permintaan terhadap kelapa sawit dan produk turunannya juga meningkat.
"Kenaikan volume penjualan didukung oleh penerapan praktik kelapa sawit berkelanjutan, inovasi agronomi, serta peningkatan volume produksi, terutama dari tanaman muda yang baru menghasilkan dari kebun yang baru beroperasi di Papua Barat dan kebun di Pulau Belitung, dengan peningkatan masing-masing sebesar 63% dan 19%," kata Lucas dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Kamis (17/3).
Austindo Nusantara Jaya mengakhiri 2021 dengan total produksi Tandan Buah Segar (TBS) 838.191 metrik ton (mt), naik sebesar 6,7% dibandingkan dengan produksi TBS 785.202 mt pada 2020.
Adapun pada 2021, perkebunan Papua Barat ANJT yang baru menghasilkan sudah memproduksi TBS 98.343 mt, 62,9% lebih tinggi dari produksi pada 2020 sebesar 60.356 mt.
Sedangkan perkebunan Sumatra Utara I mengalami penurunan produksi TBS sebesar 15,1% sebagai dampak dari program penanaman kembali.
Sementara itu, perkebunan ANJT di Sumatra Utara II, Kalimantan Barat dan Pulau Belitung mencatat peningkatan produksi TBS masing-masing sebesar 2,2%, 3,3% dan 19,3%, terutama disebabkan oleh program peningkatan produktivitas yang telah kami terapkan sejak tahun 2019 di perkebunan-perkebunan tersebut.
Program peningkatan produktivitas tersebut terintegrasi dengan inisiatif keberlanjutan (ESG) kami, termasuk mengutamakan penggunaan kompos dan teknologi fertigasi untuk memasok nutrisi organik ke tanaman kelapa sawit seraya mempertahankan tingkat kelembaban tanah, dan inovasi untuk meningkatkan proses penyerbukan.
Pada 2021 produksi minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil atau CPO) dan inti sawit (Palm Kernel atau PK) mengalami kenaikan masing-masing sebesar 7,4% dan 4,6% menjadi 262.683 mt dan 51.531 mt.
Sementara itu, ANJT juga mencatat kenaikan volume penjualan CPO sebesar 11,6% yoy menjadi sebesar 268.289 mt dan PK hingga 6,8% menjadi 51.991 mt pada 2021.
Sepanjang 2021 tren harga CPO terus meningkat, sehingga ANJT mencatat Harga Jual Rata-rata (HJR) CPO sebesar US$ 801 per mt, lebih tinggi 38,0% dari HJR di 2020 sebesar US$ 581 per mt. Sementara itu, HJR PK pada 2021 sebesar US$ 527 per mt, lebih tinggi 67,2% dibandingkan dengan HJR PK pada 2020.
sumber : kontan
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
Lima Tahun ke Depan, Austindo (ANJT) Pasang Target Kenaikan Volume Produksi CPO 8%
Emiten perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) menargetkan pertumbuhan volume produksi crude palm oil (CPO) sebesar 15% untuk tahun 2022.
Kemudian, selama lima tahun mendatang, ANJT memasang target kenaikan rata-rata volume produksi CPO sebesar 8% per tahun.
Direktur Utama ANJT Lucas Kurniawan yakin, ANJT dapat mencapai target pertumbuhan tersebut melalui penerapan strategi peremajaan kembali yang telah dilakukan sejak 2014.
Inovasi di bidang agronomi berkelanjutan, seperti penerapan teknologi fertigasi dan aplikasi pupuk organik juga telah membantu meningkatkan produktivitas kebun sekaligus memitigasi risiko terkait perubahan iklim.
Menurut Lucas, dengan penerapan inovasi tersebut, ANJT berhasil menjaga kelembaban tanah serta mengendalikan dampak biaya pupuk kimia yang meningkat pesat akhir-akhir ini. Penggunaan pupuk organik berhasil mengurangi ketergantungan terhadap pupuk anorganik hingga 50%.
"Sementara itu, penerapan fertigasi berhasil menjaga asupan nutrisi tanaman sawit dan kelembaban air sehingga produktivitasnya terjaga," kata Lucas dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/2).
Sebagai informasi, pada tahun 2021, ANJT berhasil membukukan volume produksi CPO sebesar 262.683 ton atau meningkat sebesar 7,4% dibandingkan tahun sebelumnya 244.485 ton. Sebanyak 62.022 ton dari capaian produksi 2021 merupakan produksi di kuartal IV.
Peningkatan produksi berdampak positif terhadap kinerja perusahaan karena tingginya harga jual rata-rata (HJR) CPO pada tahun 2021. Hingga 30 September 2021, HJR mencapai US$ 752 per metrik ton yang membuat ANJT berhasil membukukan laba bersih sebesar US$ 26 juta.
Manajemen ANJT memperkirakan, HJR perusahaan selama periode tahun 2021 dapat mencapai lebih dari US$ 800 per MT. "Dengan begitu, kami optimistis bahwa kinerja operasi dan keuangan tahun 2021 akan sangat baik," ucap Lucas.
Asal tahu saja, ANJT kini memiliki dan mengoperasikan enam perkebunan kelapa sawit yang telah berproduksi dan terintegrasi dengan lima pabrik CPO, serta memiliki satu perkebunan kelapa sawit dalam tahap pengembangan di Sumatra Selatan.
Sampai akhir September 2021, ANJ memiliki 154,6 ribu Ha cadangan lahan dan 54,6 ribu Ha untuk total area tertanam.
Dari total area tertanam, sebesar 44,0 ribu Ha merupakan area menghasilkan dengan profil umur tanaman rata-rata 13 tahun, sedangkan 10,6 ribu Ha untuk area belum menghasilkan.
Sementara itu, total area hutan NKT yang telah dicadangkan sebagai area konservasi untuk perlindungan flora, fauna, dan habitatnya adalah 57.260 ha.
sumber : kontan
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
Analisa Saham INTP, ANJT dan HMSP | 30 Maret 2021
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
Muncul Inverted hammer candle dengan Stochastic berpotensi Golden Cross dan volume perdagangan meningkat namun RSI melemah dan MACD berpotensi dead cross.
Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 12.450
Resistance: Rp 13.825
Achmad Yaki - BCA Sekuritas
PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT)
Pergerakan secara teknikal menguji support MA20 dengan momentum indikator RSI dan Stochastic yang cukup rendah di area oversold. Potensi bergerak mencoba bertahan dan rebound.
Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 685-Rp 655
Resistance: Rp 715-Rp 745
Lanjar Nafi - Reliance Sekuritas
PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP)
HMSP pada perdagangan kemarin ditutup menguat bergerak konsolidasi. HMSP nampak ditransaksikan dengan volume transaksi yang relatif ramai melebihi rata-rata perdagangan HMSP 5 hari ke belakang.
HMSP Nampak masih mencoba kembali menguji resistant MA20 sekaligus mencoba menutup Gap Rp 1.425. Terjadi golden cross pada indikator stochastic di areal oversold / jenuh jual.
Rekomendasi: Buy
Support: Rp 1.350
Resistance: Rp 1.425
Hendri Widianto - Erdikha Elit Sekuritas
[ANJT] PT Austindo Nusantara Jaya Tbk Akan Tambah Kapasitas Produksi Edamame dan Sagu
PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) akan menambah kapasitas produksi edamame dan sagu di tahun ini. Masing-masing direncanakan peningkatan produksi mencapai dua kali lipat.
"Berdasarkan unaudited data, untuk produksi tahun 2020 adalah sebesar 2.233 ton untuk sagu dan sebesar 843 ton untuk edamame," ujar Head Of Commercial Sago and Edamame Austindo Nusantara Jaya Nelda Hermawan kepada kontan.co.id, Kamis (4/2).
Nelda mengatakan, peningkatan produksi, khususnya edamame tersebut seiring dengan akan dimulainya tahap komersial fasilitas pabrik pembekuan edamame. Peningkatan produksi tersebut nantinya akan difokuskan untuk penjualan pasar ekspor ke beberapa negara tujuan seperti Jepang, Amerika maupun Kanada.
"Namun, negara tujuan ekspor yang kami targetkan tidak terbatas pada ketiga negara tersebut, sebab kami tetap upayakan untuk perluasan pasar secara cakupan geografis," jelasnya.
Di samping pasar ekspor, ANJT juga berupaya melakukan pemasaran di pasar domestik karena pihaknya pasar domestik memiliki potensi yang besar. Namun, memang memerlukan upaya edukasi agar dapat memahami kualitas edamame beku dengan baik.
"Kami percaya bahwa produk edamame yang dihasilkan oleh entitas anak perusahaan kami, PT Gading Mas Indonesia Teguh (GMIT), akan mengusung nilai keberlanjutan yang baik sebab bahan baku edamame tersebut dihasilkan dari budidaya edamame oleh para petani binaan GMIT serta melalui proses pelatihan dan pembinaan yang berkesinambungan," imbuhnya.
Selain edamame, ANJT juga menargetkan pertumbuhan produksi sagu, setelah tahun lalu berfokus pada peningkatan produktivitas melalui peningkatan tingkat ekstraksi. ANJT berharap pada tahun ini produksi sagu dapat meningkat 2 kali lipat sehingga mampu berkontribusi pada peningkatan produksi dan penjualan.
Penjualan ekspor edamame untuk pasar AS dan Kanada ditargetkan pada semester satu tahun 2021. Proses yang cepat tersebut lantaran rekan strategis ANJT telah memiliki jaringan pemasaran di kedua negara tersebut.
Setelah produksi komersial di tahun 2021 dimulai, baru kemudian ANJT akan berupaya mengembangkan pasar ekspornya ke negara lain selain Jepang, AS, dan Kanada.
"Sedangkan untuk sagu, kami masih meneruskan upaya ekspor ke Jepang, akan tetapi kami antisipasi bahwa realisasi ekspor ke Jepang akan terkendala karena penurunan permintaan akibat dampak pandemi Covid-19," lanjutnya.
Dengan rencana tersebut, ANJT berharap produk edamame dan sagu akan semakin memberikan peningkatan kontribusi pendapatan di masa mendatang. Sementara tahun ini, ANJT melihat kelapa sawit masih akan menjadi kontributor utama pendapatan.
Mengutip laporan keuangan ANJT, pendapatan ANJT hingga kuartal III-2020 tercatat sebesar US$ 118,39 juta. Adapun tepung sagu dan edamame baru menyumbang 1,1% dari total pendapatan. Rinciannya, penjualan tepung sagu menyumbang pendapatan US$ 941.717 dan edamame berkontribusi US$ 342.704.
Sumber: KONTAN
Saham ANJT | Bangun 2 Pabrik, Rencana Investasi ANJT Tak Terpengaruh Kurs
Emiten perkebunan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) tidak merevisi anggaran pengembangan dua pabrik meskipun terjadi fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Direktur Keuangan Austindo Nusantara Jaya Lucas Kurniawan menyampaikan, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak membuat manajemen melakukan perubahan anggaran investasi pengembangan pabrik. Namun demikian, pada 2019 ANJT akan menyesuaikan anggaran investasi dengan kondisi harga CPO yang rendah.
"Untuk 2018, kami tidak melakukan perubahan anggaran investasi karena dampak USD/IDR. Namun, kami akan menyesuaikan anggaran 2019 dengan harga CPO yang masih lesu," tuturnya saat dihubungi, Selasa (23/10/2018).
ANJT akan merampungkan pengembangan dua pabrik senilai US$29,4 juta pada 2019. Pabrik pertama merupakan pengolahan edamame di Jember, Jawa Timur, yang menyerap investasi senilai US$6,4 juta.
Fasilitas ini dibangun mulai Oktober 2017, dan diharapkan rampung pada awal 2019. “Pengembangan pabrik edamame di Jember hampir rampung, saat ini dalam tahap uji coba,” ujarnya.
Adapun, pabrik kedua yang sedang dibangun ANJT ialah fasilitas pengolahan minyak kelapa sawit (CPO), minyak kernel sawit (PKO), dan sagu di Papua Barat. Biaya investasinya sekitar US$23 juta.
Pembangunan pabrik berkapasitas 90 ton per jam itu sudah dimulai sejak September 2017. Diharapkan fasilitas pengolahan CPO dan PKO tersebut dapat rampung pada pertengahan 2019 untuk memproses produksi tandan buah segar (TBS) perdana milik perusahaan di Papua.
http://market.bisnis.com/read/20181024/192/852568/bangun-2-pabrik-rencana-investasi-anjt-tak-terpengaruh-kurs
Saham ANJT | PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. Replanting di Belitung dan Sumut
Emiten perkebunan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) menargetkan penanaman kembali (replanting) perkebunan kelapa sawit di Belitung dan Sumatera Utara.
Direktur Keuangan Austindo Nusantara Jaya Lucas Kurniawan menyampaikan, perseroan tidak menargetkan penanaman baru dalam jumlah besar. Namun, ekspansi lahan dilakukan dengan replanting luasan 1.000 ha di Belitung dan Sumatera Utara.
“Replanting akan dilakukan pada 2019 dan selanjutnya,” tuturnya kepada Bisnis, Rabu (16/10/2018).
Dalam ekspansi lahan, ANJT juga belum merencanakan akuisisi. Namun, perseroan selalu melihat peluang bersinergi untuk peningkatan nilai perusahaan.
Arean tertanam perusahaan per Agustus 2018 mencapai 52.271 hektare (ha) dengan perincian 48.824 ha kebun inti, dan 3.447 ha kebun plasma. Saat ini, ANJT memiliki 4 lokasi perkebunan yakni, 2 di Sumatera Utara, 1 di Belitung, dan 1 di Kalimantan Barat.
Sementara itu, kinerja produksi ANJT mengalami peningkatan sepanjang tahun ini. Per September 2018, produksi tandan buah segar (TBS) sejumlah 584.195 ton, naik 13,4% year-on-year (yoy).
Produksi minyak kelapa sawit (CPO) naik lebih tinggi, yakni 24,9% yoy menjadi 186.914 ton. Adapun, hasil kernel atau inti sawit meningkat 34,2% yoy menuju 40.822 ton.
http://market.bisnis.com/read/20181017/192/850461/austindo-nusantara-anjt-siap-tanami-1.000-ha-lahan-pada-2019


.jpg)







