google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Anak Usaha Austindo Nusantara Jaya Bagikan Premi ke 5 Koperasi Petani Sawit Langsung ke konten utama

Anak Usaha Austindo Nusantara Jaya Bagikan Premi ke 5 Koperasi Petani Sawit



[Saham ANJT] Anak usaha PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT), yakni PT Sahabat Mewah dan Makmur (SMM) membagikan premi hasil penjualan minyak sawit bersertifikasi kepada lima koperasi di Pulau Belitung pada Kamis (31/3). Total nilai premi yang diberikan adalah sebesar Rp 157.281.394.

Lima koperasi yang dimaksud adalah Koperasi Mitra Lestari (KML), Koperasi Mitra Anugrah (KMA), Koperasi Sambar Jaya Makmur (KSJM), Koperasi Berimpun Sejahtera (KBS), dan Koperasi Lindong Raya (KLR) yang secara keseluruhan menaungi 340 petani di Pulau Belitung. Pada tahun 2021, SMM memberikan premi sebanyak Rp 19.677.149 untuk tiga koperasi, yaitu KML, KMA, dan KJSM.

Resident Director SMM Juli Wankara Purba mengatakan, premi penjualan crude palm oil (CPO) tersebut diberikan kepada petani mitra karena sudah memiliki sertifikasi RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil). “Pemberian premi kepada petani ini bertujuan untuk terus memotivasi petani dalam menerapkan praktik perkebunan terbaik untuk mengelola kebun kelapa sawit, sehingga dapat terus mempertahankan sertifikasi yang diperoleh," kata Juli dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/4).

Menurutnya, praktik perkebunan sawit berkelanjutan dari SMM membantu para pekebun plasma anggota koperasi mitra untuk lebih memahami sistem persyaratan sawit global. Melalui praktik pertanian terbaik dan berkelanjutan, hal ini dapat membawa hasil positif.

Wakil Direktur ANJT Geetha Govindan menambahkan, kemitraan perusahaan dengan petani dapat menjadi salah satu jawaban untuk menekan deforestasi dan memastikan pengelolaan ramah lingkungan berstandard international oleh petani kelapa sawit. Hal tersebut juga sejalan dengan ESG Ambition dari perusahaan.

Sebagai informasi, perkebunan SMM merupakan perkebunan kelapa sawit yang sudah mendapatkan sertifikasi dari RSPO dengan luas area kebun petani yang mendapatkan pembinaan sebesar 599.5 Ha. Selain sudah tersertifikasi RSPO, perkebunan SMM juga sudah mendapatkan sertifikasi dari Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Ketua Koperasi Berhimpun Sejatera (KBS) Heriadi Manoppo mengatakan, hasil dari premi minyak sawit berkelanjutan telah memotivasi petani untuk lebih baik lagi dalam mengelola perkebunan. “Kerja sama dengan SMM yang telah terjalin baik selama ini membuahkan hasil yang positif untuk keberlanjutan koperasi dan anggota kami. Pembagian nilai premi akan kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga bermanfaat bagi pembangunan koperasi ke depannya agar lebih berkelanjutan lagi,” ucap Heriadi.

Sebelumnya pada 22 Maret 2022, PT Kayung Agro Lestari (KAL), anak perusahaan ANJT yang berada di Ketapang, Kalimantan Barat, telah melakukan pemberian premi minyak sawit berkelanjutan dengan total  Rp 480.336.648 kepada 642 petani di bawah naungan Koperasi Laman Mayang Sentosa (LMS). Adapun nilai premi yang diberikan oleh KAL pada tahun ini mengalami kenaikan sebesar 48% dari tahun sebelumnya.

Sebagai informasi, semua produk minyak sawit ANJT diproses sesuai dengan standard keberlanjutan yang berpedoman pada prinsip dan kriteria RSPO. ANJT memiliki target untuk mensertifikasi semua program plasma dan kemitraan di bawah naungan perkebunan ANJT paling lambat pada akhir tahun 2025.


sumber : kontan

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...