Langsung ke konten utama

PENJUALAN PT DISTRIBUSI VOUCHER NUSANTARA CAPAI Rp2,39 TRILIUN HINGGA JUNI 2021


Penjualan PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) mencapai Rp2,39 triliun hingga periode 30 Juni, 2021 naik dari penjualan Rp1,78 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, beban pokok penjualan naik menjadi Rp2,35 triliun naik dari Rp1,73 triliun.

Laba kotor turun menjadi Rp44,57 miliar dari laba kotor Rp48,51 miliar tahun sebelumnya.

Beban usaha naik menjadi Rp41,43 miliar dari beban usaha Rp32,61 miliar dan laba usaha turun menjadi Rp3,14 miliar dari laba usaha Rp15,89 miliar.

Total penghasilan lain-lain melonjak menjadi Rp679,88 miliar dari Rp3,03 miliar setelah naiknya keuntungan investasi lainnya menjadi Rp682,73 miliar dari Rp7,13 miliar.

Laba sebelum pajak tercatat Rp683,03 miliar naik dari laba sebelum pajak Rp18,93 miliar tahun sebelumnya.

Laba neto yang diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp682,11 miliar naik dari laba neto Rp16,92 miliar.

Total aset perseroan mencapai Rp1,84 triliun hingga periode 30 Juni 2021 naik dari total aset Rp1,15 triliun hingga periode 31 Desember 2020.(end/af)

Sumber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Analisa Saham ANTM | 12 Janauari 2022

Setelah gagal bertahan diatas support minor 2220 (garis hitam), ANTM juga gagal bertahan diatas support konsolidasi panjangnya di 2130 (garis merah). Kedepannya, selama saham ini tidak mampu bertahan dan berkonsolidasi diatas area support konsolidasinya, maka segala kenaikan saham ini hanyalah technical rebound dalam tren turun. Target penurunan ANTM selanjutnya berada di 1830 dengan minor target 1970. Harga yang sudah berada dibawah rangkaian moving averagenya menunjukan saham ini berada dalam tren penurunan jangka menengah – panjang. Trading plan : Sell on strength area support konsolidasi. Hindari saham ini sementara waktu. Disclaimer ON sumber :  galerisaham Lebih lengkapnya silahkan klik :   Saham Online

Analisa Saham BRIS | 13 Januari 2022

BRIS melemah di bawah support penting 1700. Penembusan support ini membuat BRIS membentuk pola bearish double tops. Pola ini menandakan bahwa BRIS berisiko terus melemah menuju kisaran 1000-1300. Rekomendasi: Hindari. Sell bagi yang masih punya. Target penurunan 1000-1300 sumber :  doktermarket Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Analisa Saham PGAS | 12 Januari 2022

PGAS mencapai target penurunan pola bearish head and shoulders di 1250-1300 seperti yang diulas dalam PGAS Dalam Tekanan. Setelah mencapai target penurunan ini, PGAS masih belum menunjukkan potensi rebound sehingga PGAS berisiko melanjutkan pelemahannya menuju target lanjutan di 1100-1150. Rekomendasi: Tetap hindari. Kalau PGAS melemah di bawah MA200, target penurunan selanjutnya berada di 1100-1150. sumber :  doktermatrket Lebih lengkapnya silahkan klik :   Saham Online