Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri kmtr. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri kmtr. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Berita Saham KMTR | 27 November 2018

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten pengolahan karet PT Kirana Megatara Tbk. (KMTR) siap merealisasikan rights issue pada 17—23 Januari 2019. Aksi korporasi ini akan mengurangi kepemilikan Group Triputra terhadap KMTR.

Dalam keterbukaan informasi Senin (26/11/2018), entitas Grup Triputra ini menyampaikan akan melakukan penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Jumlah saham yang dilepas berjumlah 1,1 miliar lembar, atau 14,32% dari total modal ditempatkan dan disetor sebanyak 7,68 miliar lembar.

“Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli saham batu akan mengalami dilusi maksimal sebesar 14,32%,” paparnya.

Per 22 November 2018, pemegang saham utama KMTR ialah PT Triputra Persada Megatara 47,5%, HSF (S) Pte. Ltd. 47,20%, dan publik 5,3%. Komposisi tersebut berubah dari akhir Oktober 2018.

Pada 31 Oktober 2018, komposisi pemegang saham KMTR ialah  PT Triputra Persada Megatara (TPM) 47,5%, HSF (S) Pte. Ltd. 45%, dan publik 7,5%. Mengutip data Bloomberg, HSF merupakan perusahaan distribusi karet yang berbasis di Singapura.

Menurut manajemen KMTR, HSF Pte. Ltd. memiliki induk usaha di China, yakni Herbert Smith Freehills (HSF) Group. Perusahaan tersebut memiliki kebun karet terluas di Negeri Panda.
Dalam aksi rights issue, TPM tidak akan melaksanakan haknya sehingga akan mengalami dilusi. Sebaliknya, HSF akan melaksanakan haknya untuk membeli saham KMTR. Dengan demikian, kepemilihan Group Triputra di KMTR bakal berkurang.

Penerbitan saham baru akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 Januari 2019. Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD berlangsung sampai dengan 23 Januari 2019.

Perseroan belum memberikan harga pelaksanaan. Dengan perhitungan harga hari ini di level Rp282, KMTR berpotensi meraih dana senilai Rp310,2 miliar. Seluruh pendanaan akan digunakan sebagai ekspansi usaha dan modal kerja.


Berita Saham KMTR | 13 November 2017

Produsen remah karet PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) berencana menambah satu pabrik pengolahan. Penambahan pabrik ini dilakukan untuk mengerek kapasitas produksi perusahaan.

Produsen bahan baku ban ini akan menambahkan kapasitas produksinya sebesar 30.000 ton per tahun. Hal ini membuat kapasitas produksi perusahaan bertambah dari sebelumnya 720.000 ton per tahun menjadi 750.000 ton per tahun.

"Saat ini proses pembangunan pabrik untuk penambahan kapasitas sedang dalam proses. Pabrik ini akan bisa mulai beroperasi mulai tahun 2018," ujar Sekretaris Perusahaan KMTR Ferry Sidik, Senin (13/11).

Walau KMTR menambah kapasitas produksi, produksi remah karet perusahaan ini sebenarnya belum mencapai kapasitas maksimal. Hingga September ini saja, total produksi Kirana baru mencapai angka 400.000 ton. Sementara di akhir tahun nanti, KMTR menargetkan total produksi sebesar 500.000 ton.

Penambahan kapasitas ini merupakan langkah antisipasi KMTR. Perusahaan ini mengoperasikan pabrik di lokasi yang berbeda-beda, yaitu di Sumatra dan Kalimantan. Dengan penambahan kapasitas ini, Kirana berharap bisa mengantisipasi apabila terjadi gangguan hasil produksi di lokasi pabrik lainnya.

Menurut Ferry, pihaknya membutuhkan dana sebesar Rp 130 miliar untuk membangun pabrik tersebut. Namun, ia mengaku alokasi dana untuk pembangunan pabrik tersebut disebar ke beberapa tahun. "Pembangunan pabrik ini kan membutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun sehingga dana yang dibutuhkan untuk pembangunan pabrik baru tidak seluruhnya menggunakan dana belanja modal di tahun ini saja," papar Ferry.

Adapun di tahun 2017 ini, KMTR telah menganggarkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 100 miliar hingga Rp 150 miliar. Emiten ini akan menggunakan sebagian capex untuk pembangunan pabrik baru yang terletak di Lampung Tengah dan sisanya untuk keperluan rutin.

Di tahun depan, Kirana mengalokasikan dana belanja modal sekitar Rp 170 miliar. Dana yang berasal dari kas internal perusahaan tersebut akan digunakan sebagian untuk penyelesaian pabrik tersebut dan juga kegiatan rutin.

kontan

PT Kirana Megatara Tbk. (KMTR) Melakukan Penambahan Penyertaan Modal Pada Anak Usahanya


PT Kirana Megatara Tbk. (KMTR) melakukan penambahan penyertaan modal pada anak usahanya yaitu PT Kirana Sapta (KSP) dan PT Kirana Permata (KPT) pada tanggal 21 Oktober 2022.

Ferry Sidik Corporate Secretary KMTR dalam keterangan tertulisnya Jumat (21/10) menyampaikan bahwa KMTR telah meninigkatkan modal disetor kepada KSP dan KPT masing-masing sebesar Rp15 miliar.

Sebagai informasi, KSP dan KPT adalah anak usaha KMTR dengan kepemilikan saham sebesar 7.984.000 lembar saham dam 39.999 lembar saham setara dengan 99,8% dan 99,9975% sedangkan Djambi Waras selaku anak usaham KMTR juga memiliki saham KSP dan KPT masng-masing sebesar 16.000 lembar saham dan 1 lembar saham sehingga transaksi ini merupakan transaksi afiliasi sesuai regulasi OJK nomor 42/2020.

Dalam penuturannya Ferry menegaskan bahwa transaksi ini dilakukan dengan tujuan meningkarkan modal kerja di KSP dan KPT. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia | 7 Maret 2018

Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia

Market Review 07 Maret 2018
(Investment Information Team,  Mirae Asset Sekuritas Indonesia)

IHSG melemah -131.84 poin (-2.02%) ke level 6,368.267 pada perdagangan hari ini. Tercatat 69 saham menguat dan 355 saham melemah. Seluruh sektor ditutup melemah, dipimpin oleh pelemahan sektor Mining (-3.56%), sektor Consumer  (-3.07%), sektor Manufacture (-2.78%) dan sektor  Misc-Industry (-2.56%) hari ini. Investor asing mencatatkan transaksi net sell sejumlah Rp 1,16 Triliun di seluruh Pasar pada perdagangan hari ini. US Dollar melemah (-0.04%) terhadap Rupiah, sehingga Rupiah menguat terhadap dollar yaitu di level Rp 13,762 terhadap US Dollar di akhir perdagangan.

Advance Stocks:

-KMTR : Harga saham KMTR ditutup menguat Rp 155 (+25.00%) ke level Rp 775 pada perdagangan hari ini. PT Kirana Megatara Tbk menyiapkan belanja modal sebesar Rp 200 miliar di tahun 2018. Belanja modal ini naik dua kali lipat dari tahun lalu yang sebesar Rp 100 miliar. Sebagian besar belanja modal ini akan dialokasikan untuk membangun pabrik pengolahan karet di Lampung. Dengan pembangunan pabrik tersebut, emiten dengan kode saham KMTR ini akan meningkatkan kapasitas produksi pabrik pengolahan karet miliknya. Tahun lalu total kapasitas produksi karet KMTR sebanyak 720.000 ton per tahun. Tahun ini, KMTR menargetkan kapasitas produksi sekitar 770.000 ton.

-KDSI : Harga saham KDSI ditutup menguat Rp 145 (+24.78%) ke level Rp 730 pada perdagangan hari ini. PT Kedawung Setia Industrial Tbk (KDSI) meraih laba neto yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp69,96 miliar hingga periode 31 Desember 2017 naik dibandingkan laba Rp47,12 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, penjualan neto naik menjadi Rp2,24 triliun dibandingkan penjualan neto Rp1,99 triliun dan laba bruto meningkat menjadi Rp313,04 miliar naik dari laba bruto tahun sebelumnya yang Rp273,39 miliar.

Decline Stocks:

-HMSP : harga saham HMSP ditutup melemah Rp 200 (-4.24%) ke level Rp 4.510 hari ini. Kinerja keuangan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mulai sedikit goyah. Laba bersih perusahaan rokok ini di sepanjang tahun lalu turun tipis sebesar 0,7% menjadi Rp 12,67 triliun. Padahal, di 2016 silam, HMSP masih bisa mencatatkan pertumbuhan laba bersih. Pada periode tersebut, produsen rokok merek A Mild ini bisa mencatatkan kenaikan laba bersih sekitar 23% dari sebelumnya Rp 10,36 triliun menjadi Rp 12,76 triliun. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan ini yang dirilis Selasa (6/3), sejatinya HMSP masih mencatatkan pertumbuhan pendapatan sekitar 4% menjadi Rp 99,09 di tahun 2017. Di 2016, pendapatan perusahaan ini tercatat sebesar Rp 95,47 triliun.

-NIKL : harga saham NIKL ditutup melemah Rp 160 (-4.57%) ke level Rp 3.340 hari ini. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) mencatatkan peningkatan pendapatan pada tahun lalu. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasi pada hari ini, emiten yang tenar dengan nama Latinusa ini mencatat kenaikan pendapatan 15,29% dari US$ 131,66 juta menjadi US$ 151,79 juta. Penjualan Latinusa sepanjang tahun lalu didominasi oleh penjualan lokal senilai US$ 152,86 juta. Penjualan domestik ini naik dibandingkan tahun 2016 yang tercatat US$ 133,08 juta. Sedangkan untuk penjualan ekspor hanya mencuil porsi kecil sebesar US$ 182.259, susut 46,11% ketimbang penjualan ekspor periode sebelumnya US$ 338.184.

-KREN : harga saham KREN ditutup melemah Rp 25 (-3.75%) ke level Rp 640 hari ini. PT Danasupra Erapacific Tbk. akan membeli saham PT Digital Tunai Kita (DTK) dari PT Kresna Usaha Kreatif (KUK), yang merupakan anak usaha dari perusahaan terafiliasi, yakni PT Kresna Graha Investama Tbk. (KREN). Emiten berkode DEFI tersebut telah melakukan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBSB) untuk membeli saham PT DTK. Selain dari KUK, perseroan juga membeli saham PT DTK dari PT JAS Kapital.

-BDMN : harga saham BDMN ditutup melemah Rp 175 (-2.76%) ke level Rp 6.150 hari ini. Berdasarkan catatan Kontan.co.id, dari 10 bank besar yang sudah mempublikasikan laporan keuangan tahunan, ada lima bank yang melakukan pengurangan kantor cabang selama 2017. Dari lima bank ini, empat bank tercatat telah memangkas jumlah pegawainya. Lima bank yang telah mengurangi jumlah cabangnya ini di antaranya adalah Bank Danamon, Bank BTPN, Maybank Indonesia, Bank OCBC NISP dan Bank Panin. Sedangkan bank yang mengurangi jumlah pegawainya ini adalah Bank BTPN, Bank Danamon, Bank OCBC NISP dan Maybank Indonesia. Jika diurutkan Bank Danamon merupakan bank yang paling banyak memangkas kantor cabang yaitu 243 cabang dan 2.322 pegawai.

Ling Chan Yew Mengundurkan Diri Sebagai Direktur PT Kirana Megatara Tbk. (KMTR)


PT Kirana Megatara Tbk. (KMTR)
menyampaikan bahwa telah menerima surat pengunduran diri Ling Chan Yew selaku Direktur pada tanggal 26 April 2023.

Corporate Secretary KMTR Ferry Sidik dalam keterangan tertulisnya (28/4) menyampaikan bahwa sehubungan dengan hal tersebut, KMTR akan memutuskannya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang akan digelar pada tanggal 5 Mei 2023

Sebagai informasi, Ling Chan Yew saat ini menjabat sebagai Direktur Kirana Megatara Group dan Deputy Chief Operating Officer R1 International Malaysia Sdn Bhd sejak 2016.

Dalam penuturannya Ferry menambahkan bahwa pengunduran diri ini tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha KMTR. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia | 1 Maret 2018

Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia

Market Review 01 Maret 2018
(Investment Information Team,  Mirae Asset Sekuritas Indonesia)

IHSG menguat +8.83 poin (+0.13%) ke level 6,606.053 pada perdagangan hari ini. Tercatat 186 saham menguat dan 192 saham melemah. Sektor saham ditutup mixed, dipimpin oleh penguatan sektor Agri  (+4.23%), sektor Trade  (+1.54%), dan sektor yang melemah adalah sektor Basic-Ind (-0.78%) dan sektor  Property (-0.68%) hari ini. Investor asing mencatatkan transaksi net sell sejumlah Rp 673 Milyar di seluruh Pasar pada perdagangan hari ini. US Dollar menguat (+0.05%) terhadap Rupiah, sehingga Rupiah melemah terhadap dollar yaitu di level Rp 13,745 terhadap US Dollar di akhir perdagangan.

Advance Stocks:

-RBMS : Harga saham RBMS ditutup menguat Rp 62 (+25.00%) ke level Rp 310 pada perdagangan hari ini. PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk telah mendapat persetujuan dari para pemegang saham terkait rencana melakukan rights issue dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung di Jakarta, Rabu (28/2). Richard Rachmadi Wiriahardja, Direktur Utama Ristia Bintang mengatakan RUPSLB yang kuorum menyetujui aksi korporasi ini. Mengutip keterbukaan informasi, emiten berkode saham RBMS di Bursa Efek Indonesia itu akan menerbitkan HMETD Saham yang ditawarkan dalam rangka penawaran umum terbatas pertama berjumlah 1.185.213.000 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 200 per saham dengan harga pelaksanaan Rp 216 per saham. Dengan begitu, nilai penerbitan saham baru tersebut sekitar Rp 256 miliar.

-TBLA : Harga saham TBLA ditutup menguat Rp 50 (+4.13%) ke level Rp 1.260 pada perdagangan hari ini. PT Tunas Baru Lampung menargetkan komposisi pendapatan dari penjualan gula mencapai 50% pada 2018. Wakil Presiden Direktur TBLA Sudarmo Tasmin menyampaikan, kinerja perusahaan pada tahun lalu cukup menggembirakan. Estimasi pendapatan pada 2017 mencapai Rp8,8 triliun-Rp9 triliun, sedangkan laba bersih sebesar Rp1 triliun. Per kuartal III/2017, TBLA membukukan pendapatan Rp6,6 triliun dan laba bersih Rp708 miliar. Nilai itu sudah melampaui kinerja setahun penuh 2016 masing-masing sebesar Rp6,51 triliun dan Rp621,01 miliar.

-KMTR : Harga saham KMTR ditutup menguat Rp 121 (+25.00%) ke level Rp 605 pada perdagangan hari ini. Produsen karet, PT Kirana Megatara Tbk. membukukan laba bersih sebesar Rp423,17 miliar pada 2017. Raihan tersebut meningkat 101,6% secara tahunan. Berdasarkan laporan keuangan 2017 yang dipublikasikan perseroan, Kirana Megatara mengantongi penjualan bersih senilai Rp12,1 triliun pada tahun lalu. Penjualan emiten berkode saham KMTR ini melompat 57,42% dari raihan Rp7,69 triliun pada 2016.Penjualan KMTR terdiri dari barang jadi karet senilai Rp12,05 triliun, bahan baku karet Rp36,06 miliar, dan sawit Rp18,06 miliar.

Decline Stocks:

-BSDE : harga saham BSDE ditutup melemah Rp 85 (-4.39%) ke level Rp 1.850 hari ini. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menetapkan target marketing sales tahun ini sebesar Rp 7,2 triliun. BSDE menyiapkan sejumlah proyek baru, antara lainThe Zora di BSD City serta Apartemen Southgate di TB Simatupang dan Klaska Residence di Surabaya. Marketing sales BSDE tahun lalu meningkat sekitar 16% menjadi Rp 7,23 triliun dari Rp 6,25 triliun pada tahun 2016. Artinya, marketing sales BSDE sama dengan capaian tahun lalu. Tahun lalu, BSDE membukukan kenaikan laba bersih Rp 4,92 triliun atau naik 173% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp 1,79 triliun. Hermawan Wijaya, Direktur BSDE menyatakan kenaikan laba bersih didukung oleh pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 57% menjadi Rp 10,35 triliun secara year on year (yoy). Sedangkan pada tahun 2016, BSDE membukukan pendapatan Rp 6,6 triliun.

Analisa Saham Indonesia Hari Ini Sore | Mirae Asset Sekuritas | 19 Juli 2017

Analisa Saham Indonesia Hari Ini Sore | Mirae Asset Sekuritas | 19 Juli 2017

IHSG ditutup melemah untuk hari kedua sebesar 15 poin (-0.26%) ke level 5,806.690 pada perdagangan hari ini. Tercatat 161 saham menguat dan 166 saham melemah. Mayoritas sektor ditutup di zona negatif hari ini dipimpin oleh pelemahan sektor miscellaneous industry sebesar 1.89%. Sementara, hanya sektor mining yang ditutup menguat 1.77% hingga akhir perdagangan. Investor asing kembali mencatatkan transaksi net sell sejumlah Rp1,6 triliun di seluruh Pasar pada perdagangan hari ini. Di akhir perdagangan, US Dollar menguat 12 poin (+0.09%) terhadap Rupiah, sehingga Rupiah melemah ke level Rp13,321 terhadap US Dollar.

Suspensi Saham Hari Ini:
Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara terhadap perdagangan dua saham di bawah ini di Pasar Reguler dan Pasar Tunai. Saham tersebut yaitu:
1. PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK)
Sehubungan dengan ditetapkanya perseroan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan
2. PT Jakarta Kyoei Steel Works Tbk (JKSW)
Sehubungan dengan informasi bahwa perseroan kehilangan kontrak kerja sama pabrik dan distributor yang menyebabkan perseroan belum melakukan produksi sampai dengan tanggal 18 Juli 2017.

Unusual Market Activity (UMA)
- PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW)
Bursa Efek Indonesia (BEI) menginformasikan bahwa telah terjadi penurunan harga dan peningkatan aktivitas saham BKSW yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini.

Advance Stocks:

- NISP: NISP menargetkan pertumbuhan kredit pada kuartal III-2017 ini mencapai 10% sampai 15%. Hal ini salah satunya dari pertumbuhan sektor ritel dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Bank Indonesia (BI) memperkirakan sektor perdagangan besar dan eceran akan menjadi pendorong pertumbuhan kredit di kuartal III-2017. Harga saham NISP ditutup menguat Rp30 (+1.69%) ke level Rp1.795 hari ini.

- KMTR: Menguat untuk hari kedua, harga saham KMTR ditutup menguat Rp40 (+7.07%) ke level Rp605 hari ini, setelah melemah sepekan berturut-turut. Pengendali Hainan Rubber akan memiliki prioritas 45% saham di KMTR dan 62.5% saham perusahaan Singapura, Archipelago Rubber Trading. Pengendali membeli 45% saham KMTR senilai $119.1 juta dan 62.5% saham Archipelago Rubber senilai $17.5 juta.

Decline Stocks:

- ASII: Harga saham ASII ditutup melemah hari ini setelah laporan penjualan otomotif domestik mencatatkan penurunan menjadi 66.370 unit di bulan Juni dari 91.488 pada periode yang sama tahun lalu. Penjualan motor turun menjadi 379.467 di bulan Juni dibandingkan 518.878 pada Juni 2016. Menutup perdagangan hari ini, harga saham ASII melemah Rp200 (-2.30%) ke level Rp8.475.

- MYTX: MYTX menandatangani perjanjian utang pemegang saham dengan PT World Harvest Textile dengan total US$4,71 juta. Rencananya, pinjaman tersebut digunakan untuk restrukturisasi utang anak usaha. Harga saham MYTX ditutup melemah Rp14 (-6.79%) ke level Rp192 pada perdagangan hari ini, merupakan pelemahan selama dua hari berturut-turut.

- PTPP: Harga saham PTPP ditutup melemah Rp40 (-1.33%) ke level Rp2.960 pada perdagangan hari ini. Belanja modal PTPP belum terserap terlalu banyak. Saat ini, perusahaan ini baru menyerap belanja modal senilai Rp 1,5 triliun. Penyerapan ini masih terbilang sangat kecil dibandingkan dengan anggaran belanja modal perusahaan tahun ini yakni Rp 21 triliun, atau sekitar 7%. Saat ini, anak perusahan perseroan juga sedang dalam proses membesarkan aset sehingga banyak terjadi akuisisi di anak perusahaan sebelum dilepas untuk Initial Public Offering (IPO) di semester kedua yang akan datang.

Berita Saham KMTR 19 Juni 2017

IQPlus, (19/06) - PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) hari ini resmi melantai di pasar modal. Perusahaan yang bergerak di bidang industri karet ini menjadi emiten ke 12 yang listing tahun ini.

Pada saat dicatatkan saham yang memiliki kode KMTR ini langsung menguat 142 poin atau 31% ke level Rp 600 dan sudah bertengger di level Rp685 atau naik 49,5% (Rp227) pada jam 10.05 WIB. Adapun harga penawaran awal dipatok pada level Rp 458 per saham.

Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat menyambut baik kedatangan KMTR. Dia berharap perseroan bisa ikut memajukan pasar modal

"Kita berharap ke depannya ikut aturan main pasar modal Indonesia," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Senin.(end)

Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia | 2 November 2017

Market Review 2 November 2017
(Investment Information Team,  Mirae Asset Sekuritas Indonesia)

IHSG ditutup melemah 7 poin (-0.11%) ke level 6,031.107 pada perdagangan hari ini. Tercatat 140 saham menguat dan 211 saham melemah. Sektor-sektor ditutup variatif dipimpin penguatan sektor infrastructure (+1.05%) dan pelemahan sektor consumer (-1.46%). Investor asing mencatatkan transaksi net sell sejumlah Rp4,48 triliun di seluruh Pasar hari ini. US Dollar melemah 28 poin (-0.2%) terhadap Rupiah, sehingga Rupiah menguat ke level Rp13,552 terhadap US Dollar di akhir perdagangan.

Advance Stocks:

- SRIL: Harga saham SRIL menguat untuk hari kedua dengan ditutup naik Rp18 (+4.86%) ke level Rp388 pada perdagangan hari ini. SRIL akan melakukan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) dengan menerbitkan saham baru maksimal 1.859.288.804 atau mewakili 10% dari total modal ditempatkan dan disetor dengan harga nominal Rp100. Dana hasil penerbitan saham baru ini akan digunakan untuk tambahan memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi perseroan dan anak usaha.

- EXCL: Harga saham EXCL ditutup menguat Rp60 (+1.71%) ke level Rp3.560 hari ini. EXCL berencana membiayai kembali (refinancing) utangnya senilai Rp3,5 triliun tahun depan. Perseroan tengah mempertimbangkan instrumen keuangan yang akan digunakan untuk membiayai kembali tersebut, termasuk dengan pinjaman perbankan. XL Axiata akan menghadapi utang jatuh tempo sekitar Rp3,5 triliun tahun depan. Utang jatuh tempo tersebut terdiri atas utang sukuk dan utang bank.

- MRAT: Harga saham MRAT ditutup menguat Rp4 (+2.04%) ke level Rp200 hari ini. MRAT meraih penjualan neto Rp236,17 miliar hingga 30 September 2017 turun dibandingkan penjualan neto Rp259,96 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Laba neto yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,49 miliar dibandingkan rugi sejumlah Rp5,60 miliar pada tahun sebelumnya.

- HOKI: Harga saham HOKI ditutup menguat Rp16 (+5.09%) ke level Rp330 pada perdagangan hari ini. HOKI berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 900 miliar pada Kuartal III tahun 2017. Penjualan ini meningkat sebesar 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dimana pada kuartal III 2016 HOKI meraih penjualan sebesar Rp 816 miliar. HOKI mencatat kenaikan laba bersih sebesar 24% menjadi Rp36 miliar, lebih tinggi dari periode sama tahun sebelumnya yang mencatat laba bersih sebesar Rp 29 miliar.

- KMTR: Di akhir perdagangan hari ini, harga saham KMTR ditutup menguat Rp20 (+5.15%) ke level Rp408. Penjualan neto KMTR melonjak tajam menjadi Rp9,46 triliun hingga periode 30 September 2017 dibandingkan penjualan neto Rp5,52 triliun periode sama tahun sebelumnya. Laba neto tercatat sejumlah meningkat dari Rp120,49 di tahun sebelumnya menjadi Rp391,09 miliar.

Decline Stocks:

- UNVR: Harga saham UNVR ditutup melemah Rp525 (-1.05%) ke level Rp49.075 pada perdagangan hari ini. UNVR dikabarkan akan menjual salah satu produknya yaitu Blue Band. Menanggapi kabar yang beredar, Direktur Keuangan Unilever Indonesia mengatakan bahwa saat ini hal tersebut sedang ditangani oleh Unilever secara global. Unilever global memang berencana akan menjual sebagai total business spread seperti produk untuk backing, cooking dan spread. Mengenai kapan produk tersebut resmi dijual, beliau tidak berkomentar banyak.

- MABA: Harga saham MABA ditutup melemah Rp20 (-1.02%) ke level Rp1.940 hari ini. MABA meraih pendapatan usaha sebesar Rp23,68 miliar hingga periode 30 September 2017 turun dari pendapatan usaha Rp25,14 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Rugi bersih mengalami kenaikan dari Rp34,65 miliar di tahun sebelumnya menjadi Rp53,33 miliar.

- POOL: Harga saham POOL ditutup melemah Rp40 (-1.20%) ke level Rp3.290 hari ini. Pemegang saham utama POOL yakni PT Advista Multi Artha mengurangi kepemilikannya. Advista Multi Artha melepas sebanyak 49.332.900 lembar saham POOL di harga Rp3.240 per lembar pada 25 Oktober 2017. Adapun tujuan transaksi tersebut adalah untuk perhitungan bisnis. Dengan pelepasan ini maka sisa kepemilikan PT Advista Multi Artha di Pool Advista turun menjadi 934.665,964 lembar atau 41,54% dari total keseluruhan saham POOL.

Analisa Saham WTON, BSDE dan KMTR | 6 Desember 2017

Analisa Saham WTON, BSDE dan KMTR

Pacific Trader Stock Review 5 Desember 2017:

Saham WTON
harga cenderung bearish dengan MACD masih membentuk pola death cross. bila menembus area support ada di 520 aka berpotensi jatuh lebih dalam. apabila harga mula menunjuka tanda - tanda rebound aka berpeluang buy on weakness dan berpotensi ke area 530 - 560.

Saham BSDE
harga menembus lower bollinger band disertai MACD mengalami death cross. berpotensi untuk ke area support selanjutnya di 1500 - 1400. apa bila harga kembali rebound disertai volume yang cukup tinggi akan berpotensi menuju area 1625.

Saham KMTR
harga menembus middle bollinger band, berpeluang menuju area 444 - 418. apabila harga cenderung memantul midle bollinger band maka berpotensi menuju 505 - 520. support berada di area 398 dan resistance di 545.

Analisa Saham RIMO, KMTR dan TLKM [flash] | 30 November 2017

Analisa Saham RIMO, KMTR dan TLKM | 30 November 2017

Hasil Review berdasarkan data 29 November 2017:

Saham RIMO
harga sideway di area support di 180 dengan tingkast volatilitas rendah sehingga cenderung sideway. jika harga menembus 208 maka bepeluang ke area 226. apabila harga turun disertai volume penjualan besar maka berpotensi ke area support baru di 162- 160.

Saham KMTR
keadaan memantul midle bollinger band disertai stokastik mulai golden cross. jika harga penutupan berhasil menembus 532 maka berpotensi ke 542 - 575. apabila harga turun menembus 498 maka berpeluang menuju area 490 - 460.

Saham TLKM
harga cenderung downtrend dengan enembus MA9. jika harga menembus middle bollinger band di area 4160 maka potensi menuju 4130 - 4070. bila harga memantul bollinger band maka berpotensi menuju 4220 - 4240.

Alpine PW

Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia | 6 Desember 2017

Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia

Market Review 6 Desember 2017
(Investment Information Team,  Mirae Asset Sekuritas Indonesia)

IHSG menguat 35 poin (+0.58%) ke level Rp6,035.508 pada perdagangan hari ini. Tercatat 152 saham menguat dan 212 saham melemah. Sektor-sektor ditutup variatif dipimpin oleh penguatan sektor miscellaneous industry (+1.56%) dan pelemahan sektor Infrastructure (-0.81%) hari ini. Investor asing mencatatkan transaksi net sell sejumlah Rp451 miliar di seluruh Pasar pada perdagangan hari ini. US Dollar melemah 8 poin (-0.06%) terhadap Rupiah, sehingga Rupiah menguat ke level Rp13,519 terhadap US Dollar di akhir perdagangan.

Unusual Market Activity (UMA)
-  PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK)
Bursa Efek Indonesia (BEI) menginformasikan bahwa telah terjadi penurunan harga dan aktivitas saham SMDR yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini.

Advance Stocks:

- KMTR: Harga saham KMTR ditutup menguat Rp46 (+9.91%) ke level Rp510 pada perdagangan hari ini. KMTR akan membagikan dividen interim tahun buku 2017 sebesar Rp25,45 per lembar saham. Dividen interim tersebut akan dibagikan pada 20 Desember 2017 dengan cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 11 dan 12 Desember 2017 serta di pasar tunai 14 dan 15 Desember 2017. Total dividen interim yang dibayarkan maksimal sebesar Rp195.550.000.000.

- MLPT: Pada penutupan perdagangan hari ini, harga saham MLPT menguat Rp70 (+8.64%) ke level Rp880. MLPT meraih penjualan bersih sebesar Rp1,46 triliun hingga periode 30 September 2017 naik dibandingkan penjualan bersih Rp1,34 triliun di periode sama tahun sebelumnya. Laba periode berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp72,67 miliar dari laba Rp110,23 miliar hingga September tahun lalu.

- KAEF: Harga saham KAEF ditutup menguat Rp120 (+5.58%) ke level Rp2,270 hari ini.  KAEF mengalokasikan anggaran sekitar Rp2 triliun-Rp3 triliun sebagai belanja modal pada 2018. Dana tersebut akan digunakan untuk penyelesaian pembangunan pabrik farmasi di Banjaran, Bandung dan pabrik bahan baku obat di Cikarang, Jawa Barat. dana untuk belanja modal itu berasal dari berbagai sumber seperti dana sendiri dan utang. Salah satu utang yang telah diperoleh perusahaan beberapa adalah dana hasil penerbitan surat utang jangka menengah senilai Rp600 miliar.

- IMJS: Pada penutupan perdagangan hari ini, harga saham IMJS menguat Rp22 (+8.73%) ke level Rp274. IMJS melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT I) jepada pemegang saham dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. ) melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT I) jepada pemegang saham dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Setiap pemegang saham yang memiliki 25 saham yang namanya berhak atas 4 HMETD dimana 1 HMETD ini memiliki hak untuk membeli 1 saham baru.

Decline Stocks:

- BUMI: harga saham BUMI ditutup melemah Rp14 (-5.10%) ke level Rp260 hari ini. BUMI berencana menaikkan produksi batu bara perseroan hingga 10% pada tahun depan dibandingkan dari target produksi tahun ini. Salah satunya, peningkatan akan digenjot dari tambang Arutmin dengan memproduksi batu bara berkalori tinggi. sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini produksi batu bara relatif stabil di angka 62,1 juta ton dibandingkan dengan 62,7 juta ton pada sembilan bulan pertama tahun lalu. Penurunan tipis itu disebabkan dengan tingginya curah hujan yang berdampak pada produksi batu bara pada kuartal I/2017.

- JSMR: Pada perdagangan hari ini, harga saham JSMR ditutup melemah Rp150 (-2.33%) ke level Rp6,275. JSMR melakukan penyesuaian tarif Tol Cawang-Tomang-Pluit dan Cawang-Tanjung Priok-Ancol Timur-Jembatan Tiga/Pluit. Dengan penyesuaian tarif, akan diimbangi dengan pelayanan. Di ruas tol dalam kota sudah dilakukan perbaikan layanan, misalnya perbaikan CCTV yang memantau lalu lintas di ruas tol.

Berita Saham KMTR | 6 Desember 2017

Berita Saham KMTR

PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) akan membagikan dividen interim tahun buku 2017 kepada pemegang sahamnya sebesar Rp25,45 per lembar saham.

Menurut keterangan Ferry Sidik, Sekretaris Perusahaan Perseroan Rabu, dividen interim tersebut akan dibagikan pada 20 Desember 2017 mendatang dengan cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 11 dan 12 Desember 2017 serta di pasar tunai 14 dan 15 Desember 2017 dengan DPS hingga 14 Desember 2017.

Pembagian dividen interim tunai tersebut berdasarkan keputusan rapat direksi perseroan pada 4 Desember 2017. Total dividen interim yang dibayarkan maksimal sebesar Rp195.550.000.000. (end)

IQPLUS

IPO KMTR 19 Juni 2017

KMTR akan listing hari ini 19 Juni 2017 di BEI, dengan harga Rp 458.

Perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan karet ini memperoleh dana sekitar Rp 527 miliar dari 15% saham yang di distribusi ke publik.

Dana IPO ini dialokasikan antara lain untuk pembayaran utang (porsi 22%) dan investasi anak usaha (58%) serta modal kerja (20%).

Pada Laporan Keuangan 2016 emiten mencatat penjualan Rp 7.69 triliun dengan Aset Rp 3.8 triliun, utang Rp 2.75 triliun serta laba Rp 209 miliar,

Saat ini KMTR (Rp 458) diperdagangkan pada PBV 3.3x (BV 137) dan PE 16.9x (EPS 27).

Penambahan Modal Dengan HMETD PT Kirana Megatara Tbk (KMTR)


PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) berniat melakukan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Rights Issue).

Menurut keterangan perseroan yang diperoleh Rabu, jumlah saham yang ditawarkan sebanyak-banyaknya 1.100.000.000 saham dengan nominal Rp100 per saham. Sehubungan dengan hal tersebut perseroan akan menggelar RUPS Luar Biasa pada 28 Juni 2018 mendatang.

Periode pelaksanaan PHMETD tidak lebih dari 12 bulan sejak tanggal pelaksanaan RUPSLB yang menyetujui penambahan modal tersebut. Rencana ini akan berpengaruh terhadap pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya.

Perseroan bermaksud untuk menggunakan seluruh dana yang diterimanya untuk memperkuat struktur modal dan pengembangan usaha. (end)
http://www.iqplus.info/news/stock_news/kmtr-kirana-megatara-berniat-tambah-modal-dengah-hmetd,42074151.html

Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia | 27 November 2018

*Mirae Asset Sekuritas Indonesia*
Investment Information Team

*Market Review 27 November 2018*

Tercatat 183 saham menguat dan 227 saham melemah. *IHSG -9.1 poin (-0.15%) ke level 6,013.5*, dan *LQ-45 -2.2 poin (-0.23%) ke level 960.6*.

*Sectoral Return :*
- Agri +0.34%
- Mining -1.58%
- Basic-Ind -2.04%
- Misc-Ind +0.99%
- Consumer -0.16%
- Property -0.39%
- Infrastructure -1.51%
- Finance +1.04%
- Trade -0.40%
- Manufacture -0.46%

Investor asing *net buy senilai Rp 155 Miliar*.

*USD/IDR +40.00 poin (+0.28%)* terhadap Rupiah di angka 14,515.

*Unusual Market Activity: MTSM*
Bursa Efek Indonesia (BEI) menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham PT Metro Realty Tbk Tbk yang di luar kebiasaan. Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini.

*Saham yang ditutup menguat*

- *DIVA menguat Rp 330 (+11.18%) ke level Rp 3,280*. PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa secara resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan dengan kode DIVA ini menawarkan saham sebesar 214,28 juta lembar saham dengan potensi dana segar senilai Rp632,14 miliar. Khusus modal kerja, nantinya perusahaan berencana untuk melakukan ekspansi ke luar negeri. Adapun ekspansi bisnis yang akan ditawarkan adalah berupa layanan Inteligent IM Tour MiFi.

- *ISAT menguat Rp 20 (+0.98%) ke level Rp 2,050*. PT Indosat Tbk bakal memanfaatkan Palapa Ring Timur untuk peningkatan cakupannya di wilayah Timur Indonesia. Adapun Indosat memang berencana lebih ekspansif di tahun 2019. Group Head Corporate Communications PT Indosat Tbk Turina Farouk mengakui, pihaknya akan memanfaatkan Palapa Ring Timur untuk perluasan wilayah. Tak hanya Palapa Ring, tapi kemudahan subsidi pemerintah lewat proyek pembangunan base transceiver station (BTS) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

- *ROTI menguat Rp 20 (+1.90%) ke level Rp 1,070*. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memutuskan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), produsen Sari Roti bersalah akibat telat melapor aksi korporasinya mengakuisisi saham mayoritas PT Prima Top Boga. Nippon dihukum untuk membayar denda senilai Rp 2,8 miliar. Pasalnya, ROTI melanggar pasal 29 UU 5/1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat disebutkan bahwa notifikasi merger paling lambat dalam 30 hari setelah akuisisi terjadi.

*Saham yang ditutup melemah*

- *LPLI melemah Rp 13 (-9.77%) ke level Rp 120*. PT Star Pacific Tbk. melakukan restrukturisasi utang senilai Rp203,83 miliar dengan PT Bank KEB Hana Indonesia sebagai kreditur. Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, Senin (26/11/2018), Direktur Independen Star Pacific Dandy Fantoan menuturkan utang yang direstrukturisasi berjenis pinjaman investasi. Per 5 November 2018, nilainya mencapai Rp203,83 miliar.

- *HITS melemah Rp 40 (-5.88%) ke level Rp 640*. Perusahaan kapal pengangkut PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) kian optimistis bisa mencatat pertumbuhan laba hingga akhir tahun. Bahkan perusahaan berharap pendapatan bisa tumbuh 18,5% dibandingkan pendapatan tahun lalu. Budi Haryono, Presiden Direktur HITS mengatakan meskipun industri perkapalan masih belum tumbuh signifikan tetapi perseroan tetap optimistis bisa mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar US$ 80,23 juta.

- *KMTR melemah Rp 32 (-11.34%) ke level Rp 250*. PT Kirana Megatara Tbk. (KMTR) siap merealisasikan rights issue pada 17-23 Januari 2019. Aksi korporasi ini akan mengurangi kepemilikan Group Triputra terhadap KMTR. Dalam keterbukaan informasi Senin (26/11/2018), entitas Grup Triputra ini menyampaikan akan melakukan penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Jumlah saham yang dilepas berjumlah 1,1 miliar lembar, atau 14,32% dari total modal ditempatkan dan disetor sebanyak 7,68 miliar lembar.

Analisa Pembukaan Pasar Saham Indonesia | 7 Desember 2017

Analisa Pembukaan Pasar Saham Indonesia

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Embun Pagi (Des 7, 2017)
Research Team (research@miraeasset.co.id)

Market comment by Darmawan Halim (darmawan.halim@miraeasset.co.id)
Harga minyak turun lebih dari 2% menjadi sekitar USD57/bbl karena persediaan bahan bakar AS yang lebih tinggi dari perkiraan. Pasar sepertinya mengabaikan keputusan Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, sebuah langkah yang diperkirakan dapat mengganggu perdamaian di wilayah tersebut. Dari sisi domestik, BI mengindikasikan tidak memiliki rencana untuk menurunkan tingkat suku bunga pada pertemuan dewan yang akan datang mengingat inflasi dan nilai tukar masih dalam perkiraam.

Market Indicator
JCI: 6,035.51 (+0.58%)
EIDO: 26.87 (+0.41%)
DJIA: 24,140.91 (-0.16%)
FTSE100: 7,348.03 (+0.28%)
USD/IDR: 13,546 (+0.20%)
10yr GB yield: 6.53% (+1bps)
Oil Price: 55.96 (-2.88%)
Foreign net purchase: -IDR451.6bn

Foreign net purchase on single stocks (HOTS screen #0141)
TOP BUY: BBRI, BBCA, BBNI, ASII, MNCN
TOP SELL: JSMR, UNVR, TLKM, WIKA, SMRA

Most actively traded stocks (HOTS screen #0102)
BBRI, BBCA, TLKM, ASII, BMRI

Technical insight by Tasrul (tasrul@miraeasset.co.id)

*IHSG Daily, 6,035.51(+0.58%), test resistance at 6,056, trading range hari ini  5,013 – 6,056.  IHSG masih coba  naik lebih lanjut mendekati center line .  Hal ini mengingat indikator MFI optimized akan menguji support trend line, indikator RSI optimized dan indikator Stochastic %D cenderung naik. Sementara itu pada indikator Bollinger Band optimized indeks ini akan menguji center line. Pada pergerakkan weekly, Indikator MFI optimized akan menguji support trend line, indikator W%R optimized dan Stochastic%D optimized cenderung naik  dan harga pada Bollinger Band optimized akan coba naik mendekati BBTop.
*TKIM Weekly, 1,300 (-10,79%), buy on weakness, trading range 2,730 – 2,870. Indikator MFI optimized, indikator RSI optimized dan indikator Stochastic % akan akan menguji support trend line. Sementara itu harga pada indikator Bollinger Band optimized akan coba bertahan diatas BBBottom.  ). Pada pergerakkan daily harga saat ini naik ke level +1.801 % , normal kenaikkan sekitar +2.81 %. Sementara itu pada pergerakkan weekly harga terkoreksi ke level -10.73%, normal koreksi sekitar -5.07 %. Dengan demikian potensi koreksi relatif terbatas dengan kecenderungan menguat Daily resistance terdekat di 2,870 sebelum ke weekly resistance di 3,070. Daily dan weekly support di 2,730 dan 2,720.Cut loss level di 2,600
*JSMR Weekly, 6,275 (-1.57%), buy on weakness, trading range 6,150 – 6,500, indikator RSI optimized cenderung turun terbatas dan indikator Stochastic %D optimized cenderung turun terbatas. Disisi lain pada indikator Bollinger Band optimized  harga akan coba bertahan sekitar center line. Lebih lanjut potensi koreksi normal harga pada pergerakkan daily sekitar -1.32%, saat ini di level -2.34 %. Sementara itu pada pergerakkan weekly koreksi normal sekitar -2.54 % saat ini harga di level -1,57%. Dengan demikian potensi kenaikkan masih terlihat namun mulai tertahan. Weekly resistance di 6,500 dengan catatan daily resistance 6,325 dapat ditembus. Sementara itu daily dan weekly support di 6,175 dan 6,150. Cut loss level di 6,100.
*ACES Weekly, 1,115(-6.3%), buy on weakness, trading range 1,090 – 1,180, indikator MFI optimized dan indikator Stochastic %D optimized cenderung naik, sementara itu indikator W%R optimized akan menguji support trend line. Pada indikator Bollinger Band optimized  harga akan coba naik diatas BBBottom. Dengan demikian diperkirakan potensi kenaikkan mulai terlihat. Jika dilihat lebih lanjut potensi koreksi pada pergerakkan daily sekitar -2.51 %, saat ini di level -0.889 %. Sementara itu pada pergerakkan weekly koreksi normal sekitar -3.99 % saat ini naik ke level -6.30%. Dengan demikan potensi koreksi mulai terbatas. Perkiraan daily resistance di 19,950 dan weekly resistance di 19,500. Daily support di 1,100 dan weekly support di 1,090. Cut loss level di 1,090.

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Equity Movers
Investment Information Team (saryanto@miraeasset.co.id)

* Output A.S. kuartal ketiga meningkat menjadi 4,1% dari 3,8%
* Peningkatan produktivitas kuartal A.S. tidak berubah pada 3%

*MLPT +8.6%. Penjualan Multipolar Technology Rp. 1.46 Triliun hingga September.
*KMTR +9.9%. Kirana Megatara (KMTR) Tebar Dividen Interim Rp195,55 Miliar.
*MPPA +1.0%. MPPA Akan keluarkan maksimal 3 miliar saham dalam PMEHETD V.
*IMJS +8.7%. Indomobil Multi Jasa gelar PUT I senilai Rp 346 miliar.
*ADHI -5.1%. ADHI jajaki pendanaan ke Amerika Serikat
*PGAS -3.3%. Akuisisi Pertagas ke PGN, langkah awal holding migas.
*TOWR -1.7%. Sarana Menara Nusantara bagi dividen Rp 30.

Daily write up
Poultry: Expecting cost improvement by Mimi Halimin (mimi.halimin@miraeasset.co.id)
- Kami mempertahankan rekomendasi Netral kami untuk sektor Poultry. Kami masih percaya industri poultry memiliki ruang yang cukup luas untuk tumbuh di masa depan karena konsumsi ayam per kapita masih rendah.
- Margin diharapkan pulih dalam fase bertahap seiring dengan upaya pemerintah mewujudkan program swasembada pangan terutama jagung.
- Namun, kelebihan pasokan dikhawatirkan masih bertahan; Dengan demikian, penyesuaian pasokan mungkin masih diperlukan.

<Market Headlines>

Laba bersih Chandra Asri meningkat 15,8% (Investor Daily)
PT Chandra Asri Petrokimia Tbk (TPIA) menunjukkan hasil keuangan yang solid pada 9M17. TPIA membukukan keuntungan bersih sebesar USD250.6 juta (+15,8% YoY) pada 9M17 didukung volume penjualan yang lebih tinggi.

Indomobil Multi Jasa akan right issue sebesar IDR346 miliar (Investor Daily)
PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) berencana menerbitkan saham baru melalui skema right issue. Perusahaan akan menerbitkan 692 juta saham baru dengan harga pelaksanaan IDR500/saham.

Kenaikan tariff 4 tol milik JSMR ditunda  (Bisnis Indonesia)
Pemerintah menunda kenaikan tariff empat dari 9 ruas jalan tol yang diajukan JSMR karena tidak memenuhi persyaratan standar pelayanan minimum

Untung TPIA tumbuh 15.8% (Bisnis Indonesia)
Chandra Asri Petrochemical membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 15.8% YoY menjadi USD250.6mn di 9M17.

Kontrak baru ACST lampaui target (Bisnis Indonesia)
Acset Indonusa membukukan kontrak baru IDR7.8tr sampai akhir November 2017 atau telah melampaui target kontrak baru IDR7.5tr sepanjang tahun.

Siap-siap Bayar Jalan Tol Lebih Mahal Lagi (Kontan)
Tarif lima ruas jalan tol akan berkisar IDR500-IDR1.500 mulai 8 Desember 2017: Belawan-Medan-Tanjung Morawa, Palimanan-Kanci,  Surabaya-Gempol,  Semarang  seksi A, B, C dan jalan tol dalam kota.

Menjala Rp 5 Triliun dari Harbolnas (Kontan)
Jumlah peserta Harbolnas 2017 mencapai 254 situs belanja dari beragam bidang, naik dibanding dengan tahun lalu (2016: 211). Sementara itu, nilai transaksi tahun lalu mencapai IDR3.3tr.

(Kompas)
Nontunai Menjadi Penopang: Perekonomian Bisa Lebih Efisien dan Transaksi Makin Transparan
Akses Masyarakat Terus Diperluas: Laku Pandai dan LKD Akan Disinergikan
Stok Bulog Mesti Ditambah: Persediaan Beras 700.000 Ton di Akhir Tahun Terlalu Kecil
Usaha Kecil Mulai Berpartisipasi: Hari Belanja Online Nasional 2017 Disiapkan Serius
RI di Masa Menentukan: Kebijakan Industrial Penting untuk Memperbaiki Struktur Ekonomi

Berita Saham KMTR | KIRANA MEGATARA TARGETKAN DANA Rp583 MILIAR DARI RIGHTS ISSUE



IQPlus, (18/01) -  PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) akan melakukan Penawaran Umum Terbatas I (Rights Issue) kepada pemegang sahamnya untuk Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).

Menurut keterangan Jumat disebutkan bahwa sebanyak-banyaknya 1.100.000.000 saham baru dengan nominal Rp100 per saham atau sebanyak-banyaknya 12,52% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Setiap pemegang 13.969 saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada 28 Januari 2019 berhak atas 2.000 HMETD dimana 1 HMETD memberikan hak untuk membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp530 per lembar sehingga jumlah dana yang diterima perseroan sebanyak-banyaknya 583.000.000.000.

PT Triputra Persada Megatara (TPM) yang merupakan pemegang saham pengendali perseroan mengatakan tidak akan melaksanakan seluruh HMETDnya dan tidak akan mengalihkan kepada pihak lainnya.

Sedangkan HSF Pte Ltd pemegang saham utama perseroan hanya akan melaksanakn seluruh haknya sesuai porsi kepemilikan dimana dalam PMHMETD ini tidak terdapat pihak sebagai pembeli siaga.

Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD 30 Januari-6 Februari 2019 dan dana hasil Rights Issue ini sekitar 45% untuk meningkatkan penyertaan modal pada entitas anak PT Kirana Musi Persada dan sisanya untuk memperkuat modal perseroan.

Pemegang saham lama yang tidak melaksanakan haknya akan mengalami dilusi dalam jumlah maksimum 12,52%. (end)

Saham KMTR | PENJUALAN NETO KIRANA MEGATARA TURUN 16,06%


IQPlus, (21/03) - Penjualan neto PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) alami penurunan sebesar 16,06% hingga periode yang berakhir 31 Desember 2018 menjadi Rp10,16 triliun dibandingkan penjualan Rp12,11 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, beban pokok penjualan turun menjadi Rp9,48 triliun dari Rp10,75 triliun namun laba bruto juga turun menjadi Rp678,08 miliar dari laba bruto Rp1,35 triliun tahun sebelumnya.

Laba usaha turun menjadi Rp169,61 miliar dari laba usaha Rp845,06 miliar tahun sebelumnya. Laba sebelum pajak turun menjadi Rp39,22 miliar dari laba sebelum pajak Rp706,77 miliar dan laba neto tahun berjalan yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk turun tajam menjadi Rp1,58 miliar dari Rp423,17 miliar tahun sebelumnya.

Total aset perseroan mencapai Rp3,55 triliun hingga 31 Desember 2018 turun tipis dari total aset Rp3,57 triliun yang tercatat hingga 31 Desember 2017. (end)


Sumber: IQPLUS

Analisa Saham INCO, ELSA dan KMTR | 21 November 2017

Pacific Trader Stocks Review

INCO: trend cenderung downtrend disertai MACD keadaan death cross. jika menembus 2870 maka potensi ke area 2810. bila harga menembus 2960 maka potensi ke  3030 - 3080. support terendah berada di 2770.

ELSA: harga memantul MA 9 dengan MACD dan stokastik masih terlihat baik, sehingga berpeluang ke  area upper bollinger band di 412. jika harga menembus support di 372 maka berpeluang ke 362 - 344.

KMTR: cenderung memantul MA 9. dengan stokastik peluang golden cross. apabila harga menembus 560 maka potensi ke 585 - 610. apabila harga menembus area 520 maka potensi ke 500 - 488.