Tampilkan postingan dengan label Saham MGRO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham MGRO. Tampilkan semua postingan

PT Mahkota Group Tbk (MGRO) Catat Penjualan Rp5,62 Triliun Hingga September 2022


PT Mahkota Group Tbk (MGRO) mencatat penjualan Rp5,62 triliun hingga periode 30 September 2022 meningkat dari penjualan Rp4,77 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, beban pokok penjualan naik menjadi Rp5,03 triliun dari Rp4,17 triliun dan laba bruto tercatat Rp585,31 miliar turun dari laba bruto Rp597,43 miliar.

Rugi sebelum pajak penghasilan diderita Rp20,80 miliar usai meraih laba sebelum pajak penghasilan Rp72,76 miliar tahun sebelumnya dan rugi yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk diderita Rp48,12 miliar dari laba Rp49,51 miliar yang diraih tahun sebelumnya.

Jumlah liabilitas meningkat menjadi Rp2,02 triliun hingga periode 30 September 2022 dari jumlah liabilitas Rp1,11 triliun hingga periode 31 Desember 2021 dan jumlah aset mencapai Rp2,64 triliun hingga periode 30 September 2022 naik dari jumlah aset Rp1,82 triliun hingga periode 31 Desember 2021. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Saham MGRO | PENDAPATAN MAHKOTA GROUP Rp1,29 TRILIUN HINGGA JUNI 2020


IQPlus, (29/07)  - PT Mahkota Group Tbk (MGRO) meraih pendapatan Rp1,29 triliun hingga periode 30 Juni 2020 naik dari pendapatan Rp817,35 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, beban pokok pendapatan naik menjadi Rp1,23 triliun dari Rp742,77 miliar tahun sebelumnya dan laba bruto turun menjadi Rp55,17 miliar dari laba bruto Rp74,58 miliar tahun sebelumnya.

Beban operasional turun menjadi Rp56,44 miliar dari Rp57,28 miliar dan rugi operasi diderita Rp1,26 miliar dari laba operasi Rp17,30 miliar tahun sebelumnya. Rugi sebelum pajak diderita Rp30,25 miliar usai meraih laba sebelum pajak Rp486,89 juta.

Rugi bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk diderita Rp33,33 miliar naik dari rugi bersih Rp3,07 miliar tahun sebelumnya. Jumlah aset perseroan mencapai Rp1,40 triliun hingga periode 30 Juni 2020 naik dari jumlah aset Rp1,36 triliun hingga 31 Desember 2019. (end)

Rekomendasi Saham Panin Sekuritas | APLN, KAEF, MGRO, TBIG

Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Rabu 29 April 2020.

IHSG ditutup menguat sebesar 16,41 poin (+0.36%) menuju level 4.529,55 pada perdagangan hari Selasa, 28 April 2020 kemarin. IHSG kembali menguat terimbas sentimen re-opening, yang mana menjadi cerminan harapan berakhirnya peran sentimen negatif dari COVID-19. Namun penguatan ini sangat tipis karena tekanan jual investor asing lagi. Dengan kondisi demikian, secara teknikal IHSG kembali bergerak sideways dengan kecenderungan masih menurun karena perdagangan yang juga sepi dengan tekanan jual.
Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung melemah dalam range 4.436 s/d 4.603.

[APLN]
Candlestick Pattern: Membentuk pola bullish engulfing yang secara teknikal merupakan pola bullish. Namun perhatikan dimana volume baru mulai meninggi kemarin sehingga indikasi penguatan jangka pendek.
Rekomendasi: Speculative buy 100 s/d 104, TP 110 s/d 116, stop loss <95 .="" p="">
Support: 95.
Resistance: 110.

[KAEF]
Momentum Indicator: Membentuk golden cross MA5 dan MA20 yang merupakan indikasi teknikal untuk penguatan jangka pendek.
Rekomendasi: Buy 1295 s/d 1345, TP 1400 s/d 1430, stop loss <1200 .="" p="">
Support: 1200.
Resistance: 1430.

[MGRO]
Resistance Breakout: Melanjutkan penguatan dengan breakout resistance pada 645.
Rekomendasi: Hold, TP 700 s/d 740.
Support: 645.
Resistance: 685.

[TBIG]
Technical Rebound: Menguat dan rebound dari support trend line pada 1065.
Rekomendasi: Buy and hold >1065, TP 1200 s/d 1250.
Support: 1065.
Resistance: 1250.

Semoga bermanfaat, happy trading!

Full Report:

PABRIK REFINARY MAHKOTA GROUP MULAI PRODUKSI | SAHAM MGRO


IQPlus, (21/04) - Pabrik Refinery baru dari PT Mahkota Group Tbk yang dibangun sejak akhir tahun 2018 dan berlokasi di Bengkalis, Riau sudah mulai beroperasi. Pada tahap awal ini produk yang dihasilkan adalah RBDPO, dengan total produksi sampai saat ini telah mencapai 3.000 ton. Dari jumlah tersebut sudah terjadi penjualan sebesar 2.500 ton.

Dengan dukungan ketersediaan bahan baku dari internal dan eksternal, beberapa jenis produk produk turunan lainnya juga akan segera menyusul dihasilkan dari pabrik tersebut. Selain itu kapasitas produksi juga akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai kapasitas penuh yakni 1.500 ton per hari. Hal ini menandakan awal dari komitmen PT Mahkota Group Tbk.

Hal ini menandakan awal dari komitmen PT Mahkota Group Tbk untuk fokus pada sektor hilirisasi yang juga merupakan salah satu sektor strategis yang didukung oleh pemerintah kita. Dengan memperkuat kinerja di sektor hilirisasi diharapkan dapat meningkatkan pendapatan Perseroan.(end)

Saham MGRO | Mahkota Group Resmi Akuisisi PKS


Produsen minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) PT Mahkota Group Tbk (MGRO), melalui anak usahanya, PT Berlian Inti Mekar resmi mengakuisisi pabrik kelapa sawit (PKS) milik PT Mahkota Andalan Sawit per 8 November 2019. Nilai pembelian aset pabrik yang terletak di Jl. Lintas Palembang-Muara Enim Km. 54, Sumatera Selatan ini mencapai Rp 120 miliar.

Aset yang dibeli juga termasuk seluruh sarana dan prasarana pendukung pabrik tersebut. Mulai dari mesin-mesin, inventaris pabrik, kantor, kendaraan, hingga alat berat. Dana akuisisi ini berasal dari pinjaman bank oleh entitas anak MGRO.

Sekretaris Perusahaan MGRO Elvi mengatakan, akuisisi ini memberikan dampak positif pada MGRO baik dari segi operasional maupun keuangan karena dibeli oleh anak perusahaan yang terkonsolidasi dengan MGRO.

"Dengan kapasitas olah TBS (tandan buah segar) per jam dan produksi CPO/PK yang relatif sama dengan pabrik kami yang lain, tentunya besaran pendapatan dan laba yang terkonsolidasi di MGRO juga akan bertambah,"  ucap dia saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (15/11).

Perlu diketahui, akuisisi pabrik ini adalah bagian dari rencana bisnis MGRO untuk meningkatkan hilirisasi produk. Pasalnya, pabrik kelapa sawit yang memiliki kapasitas produksi mencapai 45 ton TBS per jam ini dapat menambah pasokan CPO untuk mendukung pabrik refinery yang tengah MGRO kembangkan di Dumai, Riau.

Pabrik refinery ini akan menghasilkan produk turunan CPO seperti Olein atau minyak goreng, strearin bahan baku margarin atau oleochemical dengan kapasitas produksi minyak goreng 1.500 ton per hari.

Dengan memperhitungkan kontribusi dari pabrik yang baru diakuisisi ini, hingga akhir 2019, MGRO menargetkan pendapatan naik 183% secara tahunan menjadi Rp 5,66 triliun. Pada 2018, MGRO mencatatkan pendapatan sebesar Rp 2 triliun atau naik 13,6% secara year on year (yoy).

Target agresif MGRO pada tahun ini didukung oleh kontribusi dari penjualan refinery yang diperkirakan mencapai 40% dari pendapatan. Meskipun begitu, per September 2019, pendapatan MGRO baru mencapai Rp 1,37 triliun atau turun 6,8% dibanding periode sama 2018.

Pada 2019 ini, MGRO juga bakal menggenjot target produksi CPO-nya menjadi 203.308 ton. Angka ini naik 4,95% dari target 2018 yang sebesar 193.715 ton. Meskipun begitu, realisasi 2018 lebih tinggi dari target, yakni sebanyak 219.149 ton.

Untuk tahun depan, MGRO memproyeksi, pertumbuhan pendapatan dan laba bersih secara tahun penuh akan berlanjut. "Dari perhitungan proyeksi, perusahaan mengharapkan adanya tambahan sebesar kurang lebih 12,5% untuk konsolidasi ke pendapatan dan laba MGRO pada 2020," kata Elvi.

Analisa Saham MGRO | Main Pelan-Pelan

Analisa Saham MGRO


Saham MGRO pada tanggal 30 September 2019 ditutup menguat pada harga 890, naik 1,13 %. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 209% dari hari sebelumnya. Proses akumulasi saham ini terlihat baik.
Volatilitas saham ini berada pada area Jenuh Beli. Jika ditinjau dari trendnya, maka secara garis besar saham ini dalam keadaan Uptrend.
Support : 850 - 825 - 805
Resisten : 890 - 915 - 940 - 975
Silahkan Beli (nambah) jika menembus resisten ke atas, dan Jual (kurangi) jika menembus support ke bawah. Support akan menjadi Resisten setelah ditembus. Resisten akan menjadi Support setelah ditembus.

by Abduh

Disclaimer ON

MGRO | Mahkota Group Akuisisi Pabrik Kelapa Sawit


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) PT Mahkota Group Tbk (MGRO), melalui anak usahanya, PT Berlian Inti Mekar akan mengakuisisi pabrik kelapa sawit di Sumatra Selatan. Nilai pembelian aset pabrik milik PT Mahkota Andalan Sawit ini mencapai Rp 120 miliar.

Presiden Direktur Mahkota Group Usli Sarsi mengatakan, dana akuisisi berasal dari pinjaman bank oleh entitas anak. "Proses akuisisi diharapkan selesai sebelum akhir tahun ini sehingga nanti akan berkontribusi signifikan meningkatkan pendapatan dan laba sesuai target yang sudah ditentukan," ucap dia kepada KONTAN, Senin (23/9).

Pabrik kelapa sawit yang akan diakuisisi ini memiliki kapasitas produksi mencapai 45 ton tandan buah segar per jam. Menurut Usli, akuisisi ini untuk menambah pasokan CPO demi mendukung pabrik refinery yang akan segera beroperasi.

Mahkota Group tengah dalam tahap penyelesaian pembangunan refinery CPO di Dumai, Riau. Ini untuk memuluskan ekspansi bisnis ke segmen hilir.

Pabrik refinery ini akan menghasilkan produk turunan CPO seperti olein atau minyak goreng, strearin bahan baku margarin atau oleochemical dengan kapasitas produksi minyak goreng 1.500 ton per hari.

Di samping itu, pembangunan pabrik kernel crushing akan mengolah inti sawit menjadi minyak inti sawit telah memasuki tahap akhir. Pabrik ini kelak akan mampu mengolah inti sawit sebanyak 400 ton per hari.

Sebelumnya KONTAN mencatat, tahun ini, MGRO menargetkan pendapatan naik 183% secara tahunan menjadi Rp 5,66 triliun. Pada 2018, MGRO mencatatkan pendapatan naik 13,6% menjadi Rp 2 triliun secara year on year (yoy).

Target agresif MGRO pada tahun ini didukung oleh kontribusi dari penjualan refinery yang diperkirakan mencapai 40% dari pendapatan.

Pada 2019 ini, MGRO juga bakal menggenjot target produksi CPO menjadi 203.308 ton. Angka ini naik 4,95% dari target 2018 yang sebesar 193.715 ton. Meskipun begitu, realisasi 2018 lebih tinggi dari target yakni sebanyak 219.149 ton.

Analisa Saham MGRO: Refinery as the new backbone

Analisa Saham MGRO: Refinery as the new backbone

MGRO mencatatkan pendapatan di 2018 sebesar Rp2,0 triliun (+13,5% YoY), inline dengan estimasi (PANS: 97,5%). Pertumbuhan pendapatan ini didukung oleh kenaikan volume penjualan yang lebih tinggi dibandingkan penurunan ASP CPO MGRO. Sejalan dengan kinerja di 2018, kami merevisi naik penjualan dan laba bersih di 2019 masing-masing sebesar 1,0% dan 1,7% di 2019. Revisi ini didukung oleh pembangunan pabrik refinery yang sesuai jadwal sehingga akan mulai berkontribusi di 4Q19. Marjin keuntungan diperkirakan sedikit tertekan seiring dengan marjin produk refinery yang lebih rendah. Selain itu, GAPKI memperkirakan produksi CPO di tahun ini akan bertumbuh lebih lambat pasca anomali yang terjadi di tahun 2018, sehingga kami memperkirakan volume produksi CPO MGRO juga berpotensi melambat dan berdampak terhadap tingkat utilisasi pabrik. Dengan demikian kami menurunkan rekomendasi dari BUY menjadi HOLD untuk MGRO namun menaikkan TP ke Rp870 (sebelumya: Rp640) didorong oleh: (1) rilis laporan keuangan yang positif di 2018 serta (2) kontribusi positif dari pabrik refinery, target harga kami setara dengan 10% discount terhadap peers (implied PE 25,2x di 2019).

Pendapatan inline ditopang pertumbuhan volume penjualan. MGRO mencatatkan pendapatan di 2018 sebesar Rp2 triliun (+13,5% YoY), inline dengan estimasi (PANS: 97,5%) didukung oleh kenaikan volume penjualan sepanjang tahun 2018. Volume penjualan CPO MGRO tercatat sebesar 212.129 ton (+34,7% YoY), meningkat lebih tinggi dibandingkan penurunan harga ASP CPO sepanjang 2018 yang secara rata-rata tercatat sebesar -13,3% YoY. Meningkatnya volume penjualan CPO didukung oleh meningkatnya demand CPO dari salah satu konsumen terbesar MGRO yaitu PT Musim Mas. Pendapatan masih didominasi oleh segmen CPO yang berkontribusi sebesar 75,7% dari total pendapatan, atau setara dengan Rp1,65 miliar.

Peningkatan volume penjualan inline dengan volume produksi. Sepanjang tahun 2018, MGRO mampu mencatatkan kenaikan volume produksi CPO mencapai 38% YoY atau setara dengan 219.149 ton (2017: 158.720 ton). Hal ini didukung oleh meningkatnya jumlah pembelian TBS sebesar 35,6% YoY menjadi 1,2 juta ton (2017: 909.175 ton) yang dipicu oleh meningkatnya hasil panen TBS sepanjang tahun 2018. Selain itu, utilisasi 4 PKS yang dimiliki oleh MGRO juga meningkat lebih tinggi dibandingkan historis seiring dengan meningkatnya pembelian TBS. Manajemen perusahaan memperkirakan tingkat utilisasi PKS sepanjang 2018 dapat mencapai ~80% meningkat dibandingkan tren historis di kisaran 60%-70%.

Marjin keuntungan meningkat seiring penurunan biaya. Ditengah meningkatnya pembelian TBS, harga beli TBS tercatat turun sebesar 9,2% YoY, sehingga MGRO mencatatkan peningkatan marjin laba kotor di 2018 menjadi 13,0% (2017: 9,1%). Sejalan dengan hal ini, marjin laba operasi dan laba bersih juga turut meningkat di 2018 dengan masing-masing tercatat sebesar 7,7% (2017: 4,2%), dan 4,2% (2017: 0,7%). Selain dari turunnya harga pemblian TBS, MGRO juga mencatatkan penurunan beban keuangan sebesar Rp10,7 miliar didukung oleh penurunan tingkat utang dimana net gearing ratio tercatat sebesar 0,28x di 2018 (2017: 0,96x).

Kinerja kedepan meningkat, didukung kontribusi refinery. Memasuki tahun 2019, manajemen optimis mampu mencatatkan pendapatan mencapai Rp5 triliun, didukung oleh kontribusi dari penjualan refinery yang diperkirakan mencapai 40% dari total pendapatan. Sebagai informasi, pabrik refinery tersebut diperkirakan akan beroperasi pada Agustus 2019. Sejalan dengan hal ini, kami memperkirakan pendapatan MGRO di 2019 dapat mencapai Rp4,7 triliun, sedikit lebih rendah dari perkiraan manajemen disebabkan oleh ASP CPO yang diperkirakan stagnan dan berdampak terhadap harga produk refinery. Selain itu, MGRO menganggarkan belanja modal sebesar Rp200 miliar di 2019 yang akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan refinery dan membangun tangki timbun. Sumber pendanaan akan berasal dari sisa dana IPO dan external financing. Dengan demikian kami memperkirakan utang MGRO akan sedikit meningkat ke kisaran Rp400 miliar dengan net gearing ratio berada di level 0,25x di 2019.

Rekomendasi HOLD menaikan target harga ke Rp870. Sejalan dengan kinerja di 2018, kami merevisi naik penjualan dan laba bersih di 2019 masing-masing sebesar 1,0% dan 1,7% di 2019. Revisi ini didukung oleh penjualan produk refinery yang akan mulai berkontribusi di 4Q19. Marjin keuntungan diperkirakan sedikit tertekan seiring dengan marjin produk refinery yang lebih rendah. Selain itu, GAPKI memperkirakan produksi CPO di tahun ini akan bertumbuh lebih lambat pasca anomali yang terjadi di tahun 2018, sehingga kami memperkirakan volume produksi CPO MGRO juga berpotensi melambat dan berdampak terhadap tingkat utilisasi pabrik. Dengan demikian kami menurunkan rekomendasi dari BUY menjadi HOLD untuk MGRO dan menaikkan TP ke Rp870 (sebelumya: Rp640), 10% discount terhadap peers (implied PE 25,2x di 2019).


Best Regards,
Panin Sekuritas

Saham MGRO | Mahkota Group (MGRO) Perbesar Kapasitas Tangki Timbun

Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten perkebunan, PT Mahkota Group Tbk. (MGRO) bakal memperbesar kapasitas tangki timbun menjadi 98.000 ton pada tahun ini.

Direktur Utama MGRO Usli Sarsi mengungkapkan, kapasitas tangki timbun saat ini masih 78.000 ton. Saat ini, perseroan tengah melakukan proses penambahan tangki timbun sebanyak 20.000 ton, dengan belanja modal senilai Rp20 miliar.

"Tangki timbun saat ini sudah penuh, karena sebagian kami sewakan," ungkapnya saat dihubungi Bisnis.com, Selasa (19/3/2019).

Dia mengungkapkan, lemahnya harga CPO menjadikan perusahaan kebun ragu untuk ekspansi. Menurutnya, sentimen negatif yang belakangan ini muncul pemicu keraguan dalam ekspansi, sehingga tangki timbun perseroan kini penuh.

Alasan lain yang menyebabkan penuhnya tangki timbun perseroan adalah harga CPO yang belum membaik. Kendati begitu, katanya, prospek CPO bakal membaik untuk jangka panjang.

Belum lama ini, harga CPO sempat menembus 2.200 ringgit per ton dan kembali turun hampir menuju level 2.000 ringgit per ton. Dalam Bursa Malaysia, harga CPO pada penutupan perdagangan Selasa (19/3/2018) naik 24 poin menuju level 2.129 poin.

Di sisi lain, Usli menilai, sentimen-sentimen negatif dari Uni Eropa memang cukup berpengaruh terhadap ekspor produk CPO dan turunannya. Namun dengan adanya campur tangan dari pemerintah, harapnya, masalah ini bisa diselesaikan.

Bercermin dari hal sentimen negatif yang sering dilontarkan Uni Eropa, Usli menilai, pemerintah perlu melakukan kerja sama yang baik antarnegara penghasil CPO di tingkat regional guna melawan sentimen-sentimen tersebut di tingkat internasional.

Usli menambahkan, perseroan membatalkan rencana ekspansi ke biodiesel pada tahun ini. Sebab, MGRO tengah fokus menyiapkan pembangunan pabrik refinery dan Kernel Crushing Plant (KCP) guna memasuki industri penghiliran yang sedang gencar digalakkan oleh pemerintah.

Sekretaris Perusahaan Mahkota Group Elvi menambahkan, MGRO tengah membuat kajian yang mendalam dari berbagai sisi terkait dengan keberagaman produk yang bisa dihasilkan dalam industri penghiliran.


Sumber : BISNIS

Berita Saham MGRO | 8 Januari 2019

NAGIAN TONI KURANGI KEPEMILIKAN SAHAM MGRO.
IQPlus,(07/01) - Nagian Toni selaku direktur Independen PT. Mahkota Group Tbk (MGRO) mengurangi kepemilikan sahamnya di perusahaan tersebut.

Menurut keterangan perseroan disebutkan Nagian Toni melepas sebanyak 100.000 lembar saham dengan harga Rp990 per lembar atau total transaksi senilai Rp99.000.000 dilakukan pada 28 Desember 2019.

Selanjutnya tgl 2 januari 2019 melepas kembali sebanyak 400.000 lembar saham seharga Rp.1070 dengan total transaksi Rp 428.000.000

Dengan demikian maka kepemilikan saham Nagian Toni berkurang menjadi 1.000.000 saham atau 0.028%. (end)


Analisa Saham MGRO, CLEO, INKP dan DOID | 26 November 2018

MGRO
Pergerakan saham ini masih dalam pola uptrendnya, untuk besok masih ada potensi menguat untuk uji resistenya di 605 dan support di 550.

CLEO
Pergerakan saham ini masih akan cenderung bergerak sideways sebelum berhasil diatas harga 292. Untuk besok masih akan uji resisten di 302,306 dan support di 288.

INKP
Pergerakan saham ini masih dalam trend kenaikanya dan ada potensi lanjut naik untuk uji resisten selanjutnya di 13775 kalau tidak berhasil break ada potensi koreksi sesaat dan support di 13.000,12500.

DOID
Pergerakan bebrapa aham coal memang sedang lagi turun termasuk doid yg masih dalam trend turunya, waspadai jika tembus support di 610.

StockPreneur


Analisa Saham MGRO | 6 November 2018

MGRO: Road back to positive territory

MGRO mencatatkan pendapatan di 3Q18 sebesar Rp633 miliar (+31,6% YoY; -24,3% QoQ) dan laba bersih sebesar Rp63 miliar, membaik dibandingkan rugi di 2Q18 sebesar -Rp18 miliar, sehingga membawa pendapatan di 9M18 sebesar Rp1,5 triliun (+18,9% YoY), inline dengan estimasi (PANS: 75,2%), dan laba bersih di 9M18 tercatat sebesar Rp45 miliar, membaik jika dibandingkan rugi di 9M17 sebesar Rp17 miliar, diatas estimasi (PANS: 113,4%). Kinerja perusahaan yang baik ini didukung oleh peningkatan  volume penjualan CPO dan PK sebesar 68,7% dan 60,2% QoQ di 3Q18, sehingga volume penjualan CPO dan PK di 9M18 meningkat 34,0% dan 36,2% YoY. Meskipun demikian, harga jual rata-rata CPO dan PK turun 11% dan 5% QoQ di 3Q18, sehingga harga jual rata-rata CPO dan PK di 9M18 mengalami penurunan sebesar 9% dan 14% YoY. Selain itu, marjin laba kotor dan laba operasi di 3Q18 meningkat signifikan menjadi 18,7% (2Q18: 6,4%) dan 14,2% (2Q18: 0,8%), didorong oleh: 1) penurunan harga beli bahan baku TBS sebesar 20,4% QoQ menjadi Rp1.225/kg, 2) economies of scale, dimana peningkatan volume produksi mendorong penurunan fixed cost per unit. Menyusul hasil posifif dari kinerja perseroan ini, kami menaikkan estimasi laba bersih kami di 2018 ke Rp63 miliar (+56,3%) dan 2019: Rp119 miliar (+14,2%). Kami masih merekomendasikan BUY untuk MGRO dan menaikan TP ke Rp640/saham (previously: Rp450), 40% premium terhadap peers, didorong oleh fase high growth period kedepannya, saat ini MGRO diperdagangkan di PER 16,8x di 2019. 

Pendapatan inline. MGRO mencatatkan pendapatan di 3Q18 sebesar Rp633 miliar (+31,6% YoY; -24,3% QoQ), sehingga membawa pendapatan di 9M18 sebesar Rp1,5 triliun (+18,9% YoY), inline dengan estimasi (PANS: 75,2%). Pertumbuhan pendapatan didukung oleh peningkatan volume penjualan CPO dan PK sebesar 68,7% dan 60,2% QoQ di 3Q18, sehingga volume penjualan CPO dan PK di 9M18 meningkat 34,0% dan 36,2% YoY menjadi 148 kton dan 44 kton. Meskipun demikian, harga jual rata-rata CPO dan PK turun 11% dan 5% QoQ di 3Q18, sehingga harga jual rata-rata CPO dan PK di 9M18 mengalami penurunan sebesar 9% dan 14% YoY menjadi Rp7.468/kg dan Rp6.057/kg. Kami mengekspektasi peningkatan volume penjualan CPO di 4Q18 yang didorong oleh realisasi inventory CPO, dimana sampai 9M18, inventory CPO perseroan tecatat sebesar ~6-7 kton (normal level: 2-3 kton) akibat shipping problem. Selain itu, manajemen mengindikasikan bahwa inventory sudah memiliki kontrak jual, dimana sampai 10M18, level inventory sudah berkurang ke ~4 kton.

Laba bersih diatas estimasi. MGRO mencatatkan laba bersih di 3Q18 sebesar Rp63 miliar, membaik jika dibandingkan rugi di 2Q18 sebesar Rp18 miliar, sehingga membawa laba bersih di 9M18 tercatat sebesar Rp45 miliar, membaik jika dibandingkan rugi di 9M17 sebesar Rp17 miliar, diatas estimasi (PANS: 113,4%). Hal ini didukung oleh membaiknya marjin laba kotor dan laba operasi di 3Q18 menjadi 18,7% (2Q18: 6,4%) dan 14,2% (2Q18: 0,8%), didorong oleh: 1) penurunan harga beli bahan baku TBS sebesar 20,4% QoQ menjadi Rp1.225/kg, dimana ~90% dari COGS perusahaan berasal dari pembelian bahan baku TBS dari pihak ketiga, 2) economies of scale, dimana peningkatan volume produksi mendorong penurunan fixed cost per unit.

Produksi CPO dan PK mengalami pertumbuhan. Produksi CPO dan PK di 3Q18 tumbuh 49,9% QoQ dan 52,1% QoQ menjadi 69 kton dan 20 kton, sehingga produksi CPO dan PK di 9M18 tercatat sebesar 152 kton (+38,8% YoY) dan 44 kton (+37,4% YoY). Peningkatan produksi didorong oleh high crop cycle, serta peningkatan pembelian bahan baku TBS sebesar 392 kton (+55,6% YoY; +46,1% QoQ), membawa total pembelian bahan baku TBS di 9M18 sebesar 871 kton (+38,8% YoY). Meskipun demikian, kami memperkirakan produksi di 4Q18 akan mengalami penurunan secara QoQ akibat lower crop cycle.

Merevisi naik laba bersih. Menyusul hasil posifif dari kinerja perseroan ini, kami menaikkan estimasi laba bersih kami di 2018 ke Rp63 miliar (+56,3%) dan 2019: Rp119 miliar (+14,2%), didorong oleh membaiknya marjin perseroan yang didukung oleh penurunan harga beli bahan baku TBS, economies of scale seiring dengan peningkatan volume produksi, dan cost efficiency.

Rekomendasi BUY menaikan target harga ke Rp640. Kami memprediksi peningkatan volume penjualan CPO di 4Q18 yang didorong oleh realisasi inventory CPO, namun produksi akan mengalami penurunan secara QoQ akibat lower crop cycle. Selain itu, marjin kami perkirakan akan membaik didukung oleh penurunan harga beli bahan baku TBS, economies of scale seiring dengan peningkatan volume produksi, dan cost efficiency. Kami masih merekomendasikan BUY untuk MGRO dan menaikan TP ke Rp640/saham (previously: Rp450), 40% premium terhadap peers, didorong oleh fase high growth period kedepannya, saat ini MGRO diperdagangkan di PER 16,8x di 2019. 

Best Regards,
Panin Sekuritas


Saham MGRO | PT Mahkota Group Tbk Peroleh Laba 45 Milyar per 30 September 2018


MAHKOTA GROUP RAIH LABA Rp45,41 MILIAR HINGGA SEPTEMBER.
IQPlus, (30/10) - PT Mahkota Group Tbk (MGRO) berhasil meraih laba yang didistribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp45,41 miliar hingga periode 30 September 2018 usai mencatat rugi sebesar Rp17,27 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, pendapatan naik menjadi Rp1,46 triliun dari pendapatan Rp1,23 triliun tahun sebelumnya dan laba bruto naik menjadi Rp172,05 miliar dari laba bruto Rp95,82 miliar tahun sebelumnya.

Laba sebelum pajak penghasilan tercatat diraih Rp64,98 miliar usai mencatat rugi sebelum pajak penghasilan Rp13,76 miliar tahun sebelumnya. Total aset mencapai Rp1,04 triliun hingga 30 September 2018 naik dari total aset Rp964,71 miliar hingga 31 Desember 2017. (end)
http://www.iqplus.info/news/stock_news/mgro-mahkota-group-raih-laba-rp45-41-miliar-hingga-september,02083819.html

PT Mahkota Group Tbk. (MGRO) Tak Kesulitan Bangun Pabrik

PT Mahkota Group Tbk. (MGRO)


Emiten pengolahan sawit PT Mahkota Group Tbk. (MGRO) mengakui tak mengalami kesulitan dalam mendanai proyek hilirisasi senilai Rp330 miliar.

Presiden Direktur Mahkota Group Usli Sarsi menyampaikan, pengembangan industri hilir berupa pembangunan pabrik refinery berkapasitas 1.500 ton per hari dan kernel crushing plant 200--400 ton per hari di Kabupaten Bengkalis, Riau, dapat berjalan bulan ini.

Proyek yang dijalankan melalui cucu usaha MGRO, yakni PT Intan Sejati Andalan, ditargetkan rampung pada Juni 2019. Biaya pengembangan pabrik baru ini mencapai Rp330 miliar.

“Untuk pendanaan kami tidak ada kesulitan. Ada dana dari kas internal, kemudian hasil IPO. Saat ini kami dalam proses pengajuan pinjaman perbankan sekitar Rp50—Rp100 miliar,” tuturnya kepada Bisnis, Senin (3/9).

Dalam IPO pada 12 Juli 2018, perseroan melepas 703,68 juta saham baru atau setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga pelaksanaan Rp225, sehingga perseroan meraih dana Rp158,33 miliar.

Menurut Usli, 60% dana tersebut atau sekitar Rp95 miliar dialokasikan untuk pembangunan pabrik baru. Adapun, 40% sisanya dipakai sebagai modal kerja entitas anak.

Dengan adanya pabrik refinery dan kernel crushing plant, perusahaan dapat menghasilkan produk turunan CPO seperti olein atau minyak makan dan sterin, sebagai bahan baku margarin atau oleochemical.

Perseroan pun memertahankan target pendapatan dan laba bersih pada 2018 masing-masing sebesar Rp2 triliun dan Rp50 miliar. Faktor yang mendorong kinerja ialah potensi penaikan produksi CPO hingga 3 kali lipat pada semester II/2018 dibandingkan periode 6 bulan sebelumya.

Per Juni 2018, pendapatan MGRO mencapai Rp836,59 miliar, naik 10,80% year on year (yoy) dari sebelumnya Rp755,05 miliar. Adapun, rugi sebelum pajak penghasilan senilai Rp18,8 miliar, menurun dari per Juni 2017 sebesar Rp24,79 miliar.
http://market.bisnis.com/read/20180903/192/834624/bangun-pabrik-mgro-tak-kesulitan-pendanaan

Analisa Saham MGRO | 20 Agustus 2018


MGRO mencatatkan pendapatan di 1H18 sebesar Rp837 miliar (+10,8% YoY) sesuai dengan estimasi (PANS: 42,8%), sementara laba bersih tercatat mengalami kerugian sebesar -Rp18 miliar, namun membaik jika dibandingkan 1H17, yang juga mencatat kerugian sebesar -Rp25 miliar. Laba kotor meningkat 6,0% YoY menjadi Rp54 miliar, namun marjin laba kotor masih mengalami tekanan di 6,4% (1H17: 6,7%) disebabkan oleh meningkatnya pembelian bahan baku sebesar 14,9% YoY yang menyebabkan COGS naik 11,1% YoY. Sementara itu, laba operasi tumbuh 33,9% YoY menjadi Rp7 miliar yang didorong oleh penurunan 1,1% YoY pada beban administrasi dan umum. Kinerja perusahaan di 1H18 yang cukup baik ini didukung oleh peningkatan  volume penjualan CPO sebesar 23,1% YoY yang membantu meng-offset penurunan harga jual rata-rata CPO sebesar 8,0% YoY. Kami memprediksi peningkatan produksi CPO di 2H18 akibat faktor seasonality, dan harga CPO yang stabil didorong oleh katalis positif dari kebijakan pemerintah Indonesia untuk memperluas penggunaan biodiesel (B20) ke sektor non-PSO. Sehingga kami mengestimasi pendapatan perseroan di 2018 akan tumbuh 11% YoY ke Rp1,96 triliun dan laba bersih tumbuh 223% YoY ke Rp40 miliar. Kami merekomendasikan BUY saham MGRO dengan target harga Rp450, saat ini MGRO diperdagangkan pada PER 13,2x di 2019, 1,1% discount terhadap sektor.  Risiko terhadap rekomendasi kami: gangguan produksi CPO akibat cuaca buruk dan volatilitas harga global CPO.

Pendapatan meningkat 10,8% YoY. MGRO mencatatkan pertumbuhan pendapatan di 1H18 sebesar 10,8% YoY menjadi Rp837 miliar, sesuai dengan estimasi (PANS: 42,8%), didorong oleh peningkatan penjualan CPO (+13,2% YoY), PK (6,6% YoY), dan Cangkang (+15,9% YoY)  perusahaan, sementara pendapatan dari jasa sewa tangki timbun sedikit mengalami penurunan (-3,9% YoY). Perlu diketahui, 74,5% dari total pendapatan perusahaan berasal dari penjualan CPO, 18,4% dari penjualan PK, 4,1% dari Jasa sewa tangki timbun, 2,6% dari penjualan Cangkang, dan sisanya dari penjualan produk turunan lainnya. 

Volume penjualan CPO dan PK meningkat. Kinerja MGRO yang cukup baik di 1H18 didukung oleh peningkatan volume penjualan CPO dan PK menjadi 79 kton (+23,1% YoY) dan 24 kton (+25,1% YoY), yang membantu meng-offset penurunan harga jual rata-rata CPO dan PK ke level Rp7.857/kg (-8,0% YoY) dan Rp6.422/kg (-14,8% YoY).

Rugi mengalami penurunan. Laba kotor perusahaan meningkat 6,0% YoY menjadi Rp54 miliar, namun marjin laba kotor masih mengalami tekanan di 6,4% (1H17: 6,7%) disebabkan oleh meningkatnya pembelian bahan baku sebesar 14,9% YoY, dimana volume pembelian TBS naik 27,5% YoY menjadi 480 kton, sementara harga beli TBS mengalami penurunan sebesar 9,8% YoY menjadi ~Rp 1.600/kg. Hal ini menyebabkan COGS naik 11,1% YoY, dimana 94% dari COGS perusahaan berasal dari pembelian bahan baku TBS dari pihak ketiga. Laba operasi perusahaan tumbuh 33,9% YoY menjadi Rp7 miliar, didorong penurunan 1,1% YoY pada beban administrasi & umum. Meskipun demikian, MGRO masih mencatatkan kerugian sebesar Rp18 miliar di 1H18, namun membaik dibandingkan dengan rugi di 1H17 sebesar Rp25 miliar, kerugian disebabkan oleh beban keuangan sebesar Rp21,5 miliar di 1H18 (1H17: Rp28,2 miliar), namun kami memperkirakan struktur modal perusahaan akan membaik didorong oleh hasil dana IPO.

Produksi CPO dan PK mengalami pertumbuhan. Produksi CPO dan PK perusahaan di 1H18 mengalami peningkatan menjadi 83 kton (+27,3% YoY) dan 24 kton (+25,6% YoY), seiring dengan pemulihan produksi TBS dari pihak eksternal dan petani, serta cuaca yang mendukung. Kami mengestimasikan produksi CPO di 2018 akan meningkat menjadi 193 kton (+~20% YoY), sementara produksi PK di 2018 kami perkirakan akan tumbuh menjadi 53 kton (+~15% YoY).

Net gearing diharapkan akan membaik. MGRO menargetkan capex sebesar Rp40-50 miliar dari hasil IPO yang mencapai Rp158,82 miliar. Dengan dana hasil IPO ini, net gearing kami perkirakan akan membaik, seiring dengan penambahan terbatas interest debt untuk modal kerja. Kami memprediksi net gearing akan berada di level 0,66x di 2018 (1H18: 0,97x).

Rekomendasi BUY dengan target harga Rp450. Kami mengestimasi pendapatan MGRO di 2018 akan tumbuh 11% YoY ke Rp1,96 triliun, didorong oleh peningkatan volume penjualan CPO, seiring dengan peningkatan produksi akibat cuaca yang baik, yang meng-offset perkiraan penurunan harga jual rata-rata CPO. Selain itu, katalis positif datang dari kebijakan pemerintah Indonesia untuk memperluas penggunaan biodiesel (B20) ke sektor non-PSO, yang akan membuat harga CPO nasional menjadi lebih stabil. Selain itu, laba bersih di 2018 kami perkirakan akan tumbuh 223% YoY ke Rp40 miliar, didorong oleh membaiknya marjin akibat cost efficiency. Kami merekomendasikan BUY saham MGRO dengan target harga Rp450, saat ini MGRO diperdagangkan pada PER 13,2x di 2019, 1,1% discount  terhadap sektor.

Best Regards,
Panin Sekuritas

IPO PT Mahkota Group Tbk (MGRO)

PT Mahkota Group Tbk

Mirae Asset Sekuritas Indonesia
Investment Information Team

IPO PT Mahkota Group Tbk (MGRO)


Pada hari ini (12/17/2018), PT Mahkota Group Tbk (MGRO) mencatatkan sahamnya di lantai bursa untuk pertama kalinya dengan PT Panin Sekuritas dan PT Jasa Utama Capital Sekuritas selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

Jumlah Saham yang ditawarkan dalam IPO ini adalah sebanyak 703.688.000 lembar saham baru atau sekitar 20% dari modal ditempatkan dan disetor, sedangkan harga penawaran Rp 225 per saham.

Pada IPO ini MGRO dapat mengantongi dana sebesar Rp 158 milliar.

MGRO merupakan perusahaan yang fokus pada industri kelapa sawit dengan jangkauan distribusi ke wilayah Riau dan Sumatera Utara.

Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari IPO saham ini :

- 60% untuk ekspansi industri hilir dengan membangun pabrik refinery (untuk produk minyak goreng dan turunan lainnya) dan Kernel Crushing Plant (pabrik inti kelapa sawit) yang akan dikembangkan melalui PT Mutiara Unggul Lestari.

- 40% sisanya digunakan untuk modal kerja entitas anak, yaitu PT PT Mutiara Unggul Lestari, PT Berlian Inti Mekar dan PT Intan Sejati Andalan dengan menambah unit tangki timbun berkapasitas 20.000 ton, mengakuisisi are perkebunan kelapa sawit seluas 5.000-20.000 hektar, serta melakukan bisnis perdagangan minyak kelapa sawit dan logistik. 

FY 2017, MGRO mencatatkan total aset Rp 964,71 miliar, total liabilitas Rp 550,19 miliar, total ekuitas Rp 414,51 miliar.

Tahun ini, perusahaan menargetkan pedapatan sebesar Rp 2 triliun dan laba bersih Rp 50 miliar.