Tampilkan postingan dengan label Saham MTLA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham MTLA. Tampilkan semua postingan

Metland (MTLA) Bidik Pendapatan Rp200 Miliar Dari Program Blanjaproperti


PT Metropolitan Land Tbk (MTLA)
menargetkan pendapatan penjualan pemasaran sebesar Rp200 miliar dari program Metland Blanjaproperti yang terdiri dari hunian residensial maupun apartemen.

"Pembelian unit rumah sebagai tempat tinggal di Metland saat ini kondisinya masih cukup baik. Kemudahan dengan memberikan gratis biaya-biaya dan subsidi uang muka bisa menjadi pertimbangan konsumen melakukan pembelian," kata Direktur Metland Wahyu Sulistio dalam konferensi pers Metland Blanjaproperti, di Bekasi, Jawa Barat, Rabu.

Metland Blanjaproperti diselenggarakan pada 11 Juli 2023 sampai dengan 11 Oktober 2023 secara hybrid, baik online yang dapat diakses melalui situs resmi www.blanjaproperti.com, maupun offline melalui pameran di Metropolitan Mall Bekasi, Metropolitan Mall Cibubur, Grand Metropolitan, dan beberapa agenda di pusat perbelanjaan Jabodetabek.

Wahyu menuturkan konsumen yang membeli produk selama periode Blanjaproperti berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa logam mulia 10 gram atau Iphone 14. Produk yang ditawarkan dalam program ini beragam, mulai dari produk siap huni hingga rumah inden yang dikelola dan dimiliki Metland.

Penawaran menarik lainnya seperti subsidi kredit pemilikan rumah (KPR) Rp30 juta, gratis berbagai biaya, dan beragam hadiah langsung. Sedangkan pada unit apartemen, calon konsumen berkesempatan untuk membeli apartemen yang sudah langsung ada penyewanya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Pameran virtual BlanjaProperti diikuti oleh seluruh proyek residensial, apartemen, dan perkantoran yang dikembangkan Metland, yaitu Metland Menteng, Metland Puri, Metland Cyber Puri, Metland Transyogi Cibubur, Metland Tambun, Metland Cibitung, Metland Cileungsi, M Gold office & apartment, Kallana Apartment, serta preview untuk proyek Metland Cikarang.

Selain itu, Metland Blanjaproperti juga didukung oleh Bank Mandiri dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

"Dukungan perbankan penyedia layanan KPR menjadi poin penting dalam tercapainya target yang ditetapkan, karena lebih dari 80 persen pembelian produk hunian Metland dilakukan melalui KPR," ujarnya. (end/ant)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Indolife Pensiontama Kurangi Kepemilikan Saham MTLA


PT Indolife Pensiontama sebagai pemegang saham Metropolitan Land Tbk (MTLA) telah mengurani porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 2 Agustus 2022.

Dalam keterangan tertulisnya Olivia Surodjo Corporate Secretary MTLA Jumat (9/9) menyampaikan bahwa PT Indolife Pensiontama telah menjual sebanyak 13.400.000 lembar saham MTLA di harga Rp356 per saham senilai Rp4,77 miliar.

"Tujuan transaksi ini adalah untuk Divestasi dengan kepemilikan saham langsung, tuturnya.

Pasca penjualan, maka kepemilikan saham PT Indolife Pensiontama di MTLA bekurang menjadi 375,1 juta lembar saham setara dengan 4,9% dibandingkan sebelumnya sebanyak 388,5 juta lembar saham atau sekitar 5,08%. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Indolife Pensiontama Tambah Kepemilikan Saham MTLA


PT Indolife Pensiontama sebagai pemegang saham Metropolitan Land Tbk (MTLA) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 26 Juli 2022.

Dalam keterangan tertulisnya Olivia Surodjo Corporate Secretary MTLA Selasa (9/8) menyampaikan bahwa PT Indolife Pensiontama telah membeli sebanyak 71.500.000 lembar saham MTLA di harga Rp350 per saham senilai Rp25,02 miliar.

"Tujuan transaksi ini adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung, tuturnya.

Pasca pembelian, maka kepemilikan saham PT Indolife Pensiontama di MTLA bertambah menjadi 388,5 juta lembar saham setara dengan 5,08 % dibandingkan sebelumnya sebanyak 317,06 juta lembar saham atau sekitar 4,14%. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) Catat Pendapatan Rp488,81 Miliar Hingga Juni 2022


PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) mencatat pendapatan Rp488,81 miliar hingga periode 30 Juni 2022 naik dari pendapatan Rp362,47 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, laba bruto diraih Rp255,42 miliar naik dari laba bruto Rp202,94 miliar.

Laba sebelum pajak mencapai Rp125,75 miliar meningkat dari laba sebelum pajak Rp91,34 miliar

Laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk diraih Rp110,65 miliar naik dari laba bersih Rp84,52 miliar tahun sebelumnya.

Jumlah liabilitas mencapai Rp2,12 triliun hingga periode 30 Juni 2022 naik dari jumlah liabilitas Rp2,00 triliun hingga periode 31 Desember 2021.

Jumlah aset mencapai Rp6,66 triliun hingga periode 30 Juni 2022 naik dari jumlah aset Rp6,41 triliun hingga periode 31 Desember 2021. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

RUPST PT. Metropolitan Land Tbk. (MTLA) Setujui Bagikan Dividen Rp65 Miliar


 PT. Metropolitan Land Tbk. (MTLA) telah menggelar Rapat Umum Para Pemegang Saham Tahunan pada tanggal 1 Juli 2022.

Rapat Umum Pemegang Saham dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 5.861.263.184 saham atau 76,567% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan, sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan Peraturan Perundangan yang berlaku.

Dalam keterangan tertulis Manajemen MTLA pada keterbukaan Informasi Selasa (5/7) menyampaikan bahwa dalam RUPST Agenda I pemegang saham menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku 2021, yang meliputi laporan mengenai kegiatan Perseroan, laporan mengenai tugas pengawasan dari Dewan Komisaris, Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2021.

Selanjutnya Agenda 2 RUPST menyetujui penggunaan sebesar 17,5% dari laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun buku 2021 atau sebesar Rp65,06 miliar dibagikan sebagai dividen tunai kepada para pemegang saham sehingga setiap saham akan memperoleh dividen tunai sebesar Rp8,5 per saham.

Adapun Cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada tanggal 8 Juli 2022 sedangkan Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada tanggal 11 Juli 2022 dan Cum dividen di pasar tunai pada 13 Juli 2022.

Selanjutnya Ex Dividen di pasar Tunai pada tanggal 14 Juli 2022 dan daftar pemegang saham/DPS (recording date) tanggal 13 Juli 2022 selanjutnya pembagian dividen jatuh pada tanggal 4 Agustus 2022. (end)

Sumber: iqplus

Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi Website Saham Online. 

Untuk belajar trading, silakan subscribe Channel Youtube Saham Online. 

Metropolitan Land (MTLA) Raih Marketing Sales Rp 607 Miliar Hingga Mei 2022


[Saham MTLA] PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) menilai progres marketing sales selama lima bulan pertama masih berada di bawah target. Kendati begitu, perseroan masih optimistis mengejar target yang telah ditetapkan di awal tahun.

Direktur Keuangan Metropolitan Land, Olivia Surodjo, mengungkapkan bahwa marketing sales masih di bawah target yang ditetapkan. Hingga Mei 2022, perseroan mencatatkan marketing sales sebesar Rp 607 miliar.

"Untuk pencapaian semester I ini memang masih agak slow, tapi di semester II seperti biasanya akan mengalami kenaikan," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (10/6).

Olivia juga menanggapi bahwa di semester II sendiri masih terdapat beberapa tantangan yang perlu dihadapi.

Pertama, potensi kenaikan suku bunga. Kedua, inflasi yang mengakibatkan kenaikan harga-harga dan juga bahan baku industri properti.

Kendati begitu, perseroan telah menyiapkan beberapa strategi menyiasati hal tersebut. Dia mengatakan, untuk target tahunan perusahaan akan genjot penjualan terutama melalui proyek residensial.

"Kami menyiapkan produk-produk yang fast moving dengan range harga Rp 500 juta - Rp 900 jutaan di Metland Cibitung dan Cileungsi," ujarnya.

Selain itu, perseroan juga akan memasarkan produk baru, yakni The Emerald di Metland Tambun dengan harga mulai Rp 700 jutaan, Cluster Samara di Metland Transyogi Cibubur dengan harga mulai Rp 800 jutaan.

Kemudian, untuk market di atas Rp 1 miliar kami memasarkan Jura B Lite Fase 2 di Metland Menteng dengan harga Rp 1,6 miliar dan Ruko Amethys di Metland Puri dengan harga mulai Rp 2 miliar.

Kemudian, strategi lainnya dengan memberikan kemudahan cara bayar seperti cicilan down payment (DP), installment hingga 36x dan juga tambahan gimmick berupa hadiah langsung maupun free biaya-biaya.

"Sejauh ini kami tetap mengikuti target yang telah ditetapkan, tidak berencana untuk melakukan revisi target," imbuhnya.


sumber : kontan

Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

Marketing Sales Masih Di Bawah Target, Ini Upaya Metropolitan Land (MTLA)



[Saham MTLA] PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) mengantongi marketing sales dan recurring income Rp 301 miliar di kuartal pertama 2022.

Direktur MTLA Olivia Surodjo mengungkapkan, pencapaian marketing sales pada kuartal pertama 2022 masih di bawah target yang ditetapkan. Penyebabnya adalah kenaikan kasus Covid-19 (omicron) pada awal tahun 2022 sehingga tingkat kunjungan calon konsumen ke proyek emiten properti yang kerap disebut dengan Metland ini menurun drastis. 

“Hal ini juga turut andil dalam penjualan kuartal pertama, seperti yang kita ketahui bahwa pembelian rumah masih memerlukan emotional bonding untuk melihat proyek secara langsung sebelum memutuskan untuk pembelian,” kata Olivia kepada Kontan.co.id, Minggu (24/4). 

Raihan marketing sales Metland didominasi oleh penjualan produk perumahan dengan harga di bawah Rp 1 miliar misalnya dari Metland Cileungsi, Metland Cibitung dan Metland Transyogi. 

“Untuk range harga di atasnya berasal dari Metland Menteng, Metland Tambun, Metland Puri dan Metland Cyber City. Penjualan dari masing-masing segmen tersebut menyumbang 50:50 dari total penjualan dari proyek perumahan,” imbuh Olivia. 

Adapun, di sepanjang tahun ini Metland akan memasarkan beberapa produk teranyar seperti Cluster Lisse di Metland Cibitung dengan kisaran harga Rp 600 jutaan, Cluster Aimara dan Adenia di Metland Cileungsi dengan kisaran harga Rp 500 juta sampai Rp 700 jutaan, Cluster New Auckland di Metland Transyogi dengan kisaran harga Rp 800 jutaan dan Metland Tambun dengan kisaran harga mulai Rp 900 jutaan.

Sementara untuk produk-produk dengan harga di atas Rp 1 miliar ada di Cluster Oxalis Metland Puri dengan kisaran harga Rp 1,3 miliar dan Metland Menteng mulai dari harga Rp 2 miliar 

“Tahun ini kami akan mengembangkan beberapa fasilitas kawasan seperti pembangunan wahana rekreasi Waterland Cibitung di Metland Cibitung, pembangunan Water Play wahana rekreasi air dan restoran di Grand Metropolitan dan mulai melanjutkan pengembangan hotel Royal Venya Ubud,” ungkap Olivia. 

Selain itu, pihaknya juga tengah mempersiapkan peluncuran produk-produk baru di Metland Tambun, Metland Menteng, Metland Puri, Metland Cyber City, Metland Cileungsi dan Metland Cibitung.  “Serta penambahan beberapa fasilitas rekreasi baru di Grand Metropolitan dan Metropolitan Mall Cileungsi,” tutup Olivia. 


sumber : kontan

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Metropolitan Land (MTLA) Alokasi Capex Rp 650 Miliar Tahun Ini



Emiten properti, PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) akan mengalokasikan belanja modal atau capex sebesar Rp 650 miliar di tahun 2022. 

Direktur MTLA, Olivia Surodjo menuturkan alokasi belanja modal itu nantinya akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur di proyek-proyek residensial yang akan dikembangkan. 

“Selain itu, rencananya juga akan digunakan untuk pembayaran pembangunan Horison Ultima Kertajati, pembangunan Metland Hotel Puri dan untuk akuisisi lahan,” ujar Olivia saat dihubungi Kontan.co,id, Minggu (16/1). 

Di samping itu, perseroan juga akan menggarap beberapa proyek-proyek lainnya di tahun ini seperti memulai pembangunan Metland Hotel Puri, hotel bintang 3 di Metland Cyber City kemudian merampungkan pembangunan hotel Royal Venya Ubud di Bali. 

Selanjutnya yakni merampungkan progress pembangunan Water Play sebagai amenities tambahan dari Grand Metropolitan Mall Bekasi, dan beberapa pengembangan kawasan di proyek-proyek perumahan seperti Waterland di Metland Cibitung, dan pembangunan infrastruktur di proyek-proyek residensial.

Dengan adanya berbagai proyek yang digarap, MTLA pun menargetkan perolehan marketing sales tahun ini sebesar Rp 1,8 triliun. Angka itu lebih tinggi dari target tahun lalu yang sebesar Rp 1,6 triliun.

Olivia menambahkan, selain menggarap beberapa proyek itu, tahun ini perseroan juga telah menyiapkan sejumlah strategi bisnis. Diantaranya yakni menciptakan produk-produk yang sesuai dengan permintaan pasar saat ini seperti rumah-rumah compact siap huni, melengkapi dengan fitur-fitur smart technology sesuai dengan tren saat ini. 

“Dengan semakin membaiknya kondisi, dimana mobilitas sudah semakin baik kami mulai melalukan expo/exhibition onsite, selain online. Dalam waktu dekat kami akan menyelenggarakan expo hybrid (online dan onsite) yang tentunya memaksimalkan pemanfaatan digital channel,” harapnya. 

Sebagai informasi, untuk realisasi marketing sales di tahun lalu, Olivia belum membeberkannya. Yang jelas, sampai November 2021 perusahaan mencatat progres marketing sales telah mencapai 92% dari target atau setara Rp 1,47 triliun. Sebagai perbandingan, raihan tersebut tumbuh 38% secara year on year (yoy).

Raihan itu dikontribusi dari proyek residensial seperti penjualan rumah tapak dan rumah toko mencapai 80%. Sedangkan, sisanya berasal dari proyek komersial yakni hotel dan mal.

Sementara dari sisi kinerja, sampai kuartal III 2021 MTLA mencatatkan pendapatan sebesar Rp 595,64 miliar. Angka itu turun 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 676,92 miliar. Adapun, MTLA berhasil meningkatkan perolehan laba bersih menjadi Rp 202,48 miliar atau tumbuh 5,24% yoy.


sumber : kontan

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Tahun ini, Target Marketing Sales Metropolitan Land (MTLA) Sebesar Rp 1,8 Triliun


PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) menargetkan perolehan marketing sales Rp 1,8 triliun pada 2022.Direktur MTLA, Olivia Surodjo memproyeksikan, pasar properti tahun ini bisa lebih baik dibandingkan tahun lalu.

"Selama kondisi semakin kondusif, vaksin booster bisa segera dilakukan untuk masyarakat umum dan tidak ada pemberlakuan PPKM kembali, kami optimistis tahun 2022 pasar properti akan dan semakin membaik," ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (6/1).

Karenanya, perusahaan meningkatkan target perolehan marketing sales tahun ini menjadi Rp 1,8 triliun. Angka itu lebih tinggi dari target tahun lalu sebesar Rp 1,6 triliun.

Untuk realisasi tahun lalu, Olivia belum membeberkannya. Yang jelas, sampai November 2021 perusahaan mencatat progres marketing sales telah mencapai 92% dari target atau setara Rp 1,47 triliun. Sebagai perbandingan, raihan tersebut tumbuh 38% secara year on year.

Adapun kontribusi utama berasal dari proyek residensial seperti penjualan rumah tapak dan rumah toko mencapai 80%. Sedangkan, sisanya berasal dari proyek komersial yakni hotel dan mall.

Dari sisi kinerja, sampai kuartal III 2021 MTLA mencatatkan pendapatan sebesar Rp 595,64 miliar. Angka itu turun 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 676,92 miliar.

Hanya saja, perusahaan berhasil meningkatkan perolehan laba bersih menjadi Rp 202,48 miliar. Realisasi itu tumbuh  5,24% yoy.


sumber : kontan

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

PT Metropolitan Land Tbk Alami Pertumbuhan Laba | Saham MTLA

IQPlus, (09/04) - PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) mencatata laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp486,97 miliar hingga periode 31 Desember 2019 naik tipis dari laba Rp481,70 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, pendapatan naik menjadi Rp1,40 triliun  dari Rp1,38 triliun tahun sebelumnya dan beban pokok pendapatan naik menjadi Rp872,92 miliar dari Rp530,44 miliar membuat laba bruto turun menjadi Rp739,84 miliar dari laba bruto Rp848,42 miliar tahun sebelumnya.

Laba sebelum pajak penghasilan turun menjadi Rp490,46 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp508,30 miliar. Jumlah aset perseroan mencapai Rp6,11 triliun hingga periode 31 Desember 2019 naik dari jumlah aset Rp5,19 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)

MTLA | METLAND OPTIMIS PENDAPATAN TUMBUH DI AKHIR TAHUN


IQPlus, (19/09) - PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) berharao laba bersih 2019 bisa mencatatkan pertumbuhan, mengingat pada semester pertama tahun ini laba bersih perseroan mengalami penurunan cukup dalam hingga 11,42 persen (year-on-year) menjadi Rp210 miliar.

Hal tersebut sebagaimana dikemukakan oleh Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Thomas J Angfendy Di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu.

"Semester I-2019, laba Metland turun menjadi Rp210 miliar dari semester pertama tahun lalu sebesar Rp234 miliar. Jadi, penurunan laba kami itu sekitar 10 persenan," ujarnya.

Thomas menyebutkan, hingga akhir Juli 2019, MTLA mampu membukukan marketing sales sebesar Rp1,13 triliun atau sebesar 52 persen dari target di sepanjang 2019. "Kami optimistis target marketing sales sebesar Rp2,2 triliun hingga akhir tahun ini bisa terpenuhi," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Direktur MTLA, Olivia Surodjo mengaku, perseroan tetap optimistis total pendapatan di sepanjang 2019 akan mencatatkan pertumbuhan, lantaran ada penjualan di 2017 yang serah-terima di Semester II-2019. "Jadi, secara accounting sudah ada pengakuan penjualan," imbuhnya.

Terkait proyeksi laba bersih di 2019, kata Olivia, MTLA berharap bisa mencatatkan pertumbuhan positif. "Kami belum bisa memprediksi laba bersih (2019). Namun, kami tetap yakin revenue di 2019 akan mengalami kenaikan," ucap Olivia.

Dia menyebutkan, pada Semester I-2019, MTLA mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp598 miliar atau mengalami kenaikan tipis dibanding periode yang sama di 2018 sebesar Rp596 miliar. Olivia mengatakan, Metland Cileubgsi dan Metland Cibitung menjadi kontributor utama terhadap pendapatan penjualan MTLA.

"Penjualan rumah kelas middle to middle low masih cukup baik dan tidak terpengaruh oleh isu pemilu di awal tahun ini," tutur Olivia sembari menegaskan bahwa penjualan untuk produk middle-up jalan di tempat sejak awal 2019 yang terpengaruh isu pemilu.

Dia berharap, penjualan untuk produk middle-up bisa berjalan normal di sisa semester kedua tahun ini, sehingga target marketing sales sebesar Rp2,2 triliun bisa tercapai. Olivia menambahkan, pendapatan berulang MTLA masih didorong oleh Metropolitan Mall Bekasi dan Metropolitan Mall Cileungsi.

Menurut Olivia, hingga akhir Agustus 2019, belanja modal (capex) MTLA sudah terserap senilai Rp259 miliar dari total anggaran capex tahun ini sebesar Rp700 miliar.

"Sebenarnya capex yang besar itu untuk penambahan landbank, tetapi saat ini baru dibelanjakan Rp55 miliar. Semester kedua ini kami akan tingkatkan penambahan landbank," pungkasnya. (end/fu)


MTLA | Hingga Mei Metropolitan Land Gelontorkan Capex Rp 200 Miliar


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) telah merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp 200 miliar hingga Mei tahun ini. Manajemen MTLA menggunakan dana tersebut untuk menambah cadangan lahan.

Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Olivia Surodjo, menyebutkan total belanja modal pada tahun ini sebesar Rp 700 miliar. "Sekitar Rp 200 miliar telah terserap hingga Mei lalu," ujar dia kepada KONTAN, Senin (24/6).

Olivia tak memerinci penggunaan dana belanja modal tersebut untuk apa saja. Satu hal yang pasti, manajemen Metropolitan Land menyatakan telah mengakuisisi sejumlah lahan, kendati tidak menjelaskan secara mendetail.

Yang jelas berdasarkan catatan KONTAN, MTLA menganggarkan belanja modal untuk keperluan akuisisi lahan dan pengembangan proyek existing seperti Venya Ubud Bali dan Apartemen Kaliyana. Adapun perinciannya sebesar Rp 200 miliar untuk akuisisi lahan dan sisanya Rp 500 miliar untuk menggarap proyek-proyek yang telah berjalan.

Olivia mengungkapkan, sepanjang semester I 2019 dengan tren bisnis properti yang masih berat, kinerja MTLA cukup baik. "Karena ada yang baik dan ada yang masih kurang baik," kata dia.

Dengan kondisi demikian, MTLA tetap optimistis dengan kinerja pada semester kedua tahun ini bakal lebih baik ketimbang periode sebelumnya. "Khususnya setelah Agustus nanti. Oleh karena itu, untuk mencapai target marketing sales Rp 2,2 triliun, kami akan segera meluncurkan proyek hasil joint operations dengan Keppel Land yang berlokasi di Jakarta Timur," beber Olivia.

Tahun ini Metropolitan Land membidik marketing sales lebih Rp 2,2 triliun, lebih tinggi ketimbang target tahun lalu yang senilai Rp 2 triliun.

Selain itu, MTLA meyakini pendapatan pada semester kedua tahun ini akan meningkat signifikan. Salah satu pemicunya adalah kontribusi pendapatan dari proyek Riviera mulai dibukukan pada semester kedua nanti.

Mengacu laporan keuangan pada kuartal pertama tahun ini, MTLA hanya mencatatkan pendapatan sebesar Rp 257,66 miliar. Jumlah tersebut lebih rendah 19,17% dibandingkan pendapatan di kuartal pertama tahun lalu Rp 318,76 miliar. Penjualan plot lahan di kuartal pertama tahun lalu memang tinggi, berbeda dengan penjualan tahun ini.

Saham MTLA | METROPOLITAN LAND BAGI DIVIDEN Rp9,40 PER LEMBAR


IQPlus, (21/05) -  PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) akan membagikan dividen tunai kepada para pemegang sahamnya sebesar Rp9,40 per lembar saham pada 20 Juni 2019.

Menurut keterangan perseroan Selasa disebutkan, cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 27 Mei 2019 dan 28 Mei 2019 sedangkan di pasar tunai pada 29 Mei 2019 dan 31 Mei 2019 dengan DPS hingga 29 Mei 2019.

Pembagian dividen tersebut berdasarkan hasil keputusan RUPS Tahunan pada 17 Mei 2019 lalu dimana disetujui penggunaan laba bersih Rp71,95 miliar atau 15% dari laba bersih untuk dividen tunai dan Rp2 miliar untuk dana cadangan serta sisanya sebagai laba ditahan. (end)

Saham MTLA | Kinerja Metland Pada Kuartal I-2019 Tidak Terpengaruh Pemilu


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Efek negatif dari pemilihan umum alias pemilu 2019 yang sempat membayangi emiten properti tidak terbukti, setidaknya bagi PT Metropolitan Land Tbk (Metland). Hingga akhir kuartal pertama tahun ini, mereka justru meraih marketing sales sesuai harapan.

Manajemen Metland menilai, secara umum penjualan proyek awal tahun 2019 meningkat. "Kalau overall tumbuh meskipun ada beberapa proyek naik dan beberapa proyek menurun," ujar Olivia Surodjo, Direktur PT Metropolitan Land Tbk kepada KONTAN, Kamis (25/4) pekan lalu.

Dari Januari hingga Maret tahun ini, Metropolitan Land mengantongi marketing sales Rp 533 miliar. Sebanyak 40% adalah penjualan dari proyek The Riviera at Puri di Tangerang, Banten.

The Riviera at Puri merupakan proyek rumah tapak seluas 12 hektare (ha) yang berada di dalam proyek Metland Puri. Proyek tersebut adalah hasil kongsi antara Metland dan pengembang asal Singapura yakni Keppel Land Limited (Keppel Land). Adapun proyek The Riviera at Puri membidik segmen pasar menengah ke atas.

Menurut informasi dalam laporan tahunan Metland 2018, pada 18 Oktober 2018 Metland dan Keppel Land merilis The Riviera tahap ketiga. Terdapat 145 unit rumah tapak di dalamnya. Pengembangan tahap ketiga menggenapi total unit rumah di The Riviera menjadi 460.

Selain marketing sales, Metland juga membukukan recurring income alias pendapatan berulang selama kuartal I 2019. Perusahaan berkode saham MTLA di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu mengaku perolehannya mencapai Rp 122 miliar.

Perlu diketahui, torehan pendapatan pra penjualan maupun pendapatan berulang tadi, berasal dari aneka proyek yang sudah ada. "Belum ada yang benar-benar baru (bahkan) sampai semester II nanti," terang Olivia.

Artinya kalaupun ada rilis proyek anyar tahun ini, proyek tersebut merupakan bagian dari pengembang di proyek kawasan yang sudah ada. Kembali mengintip laporan keuangan tahunan 2018, proyek kawasan Metland selain Metland Puri seperti Metland Cyber City dan Metland Cileungsi.

Semester kedua

Meskipun cukup puas dengan marketing sales kuartal I-2019, kinerja keuangan Metland justru menciut ketimbang kuartal I-2018. Tanpa menyebutkan nilai, mereka mengaku tidak bisa membukukan pendapatan pra penjualan The Riviera at Puri pada kinerja keuangan kuartal I tahun ini. Sementara kinerja pendapatan triwulan tahun lalu, terdongkrak oleh pencatatan atas penjualan lahan pada periode sebelumnya.

Alhasil, Metland memperkirakan kinerja pendapatan baru akan melejit mulai paruh kedua tahun ini. "Akan kami catch up di semester II karena pengakuan untuk proyek Riviera dimulai di semester II," beber Olivia.

Sebagai perbandingan saja, selama kuartal I 2018 Metland mencetak penjualan dan pendapatan usaha Rp 318,76 miliar atau tumbuh 37,33% year on year (yoy). Penjualan real estate berkontribusi hingga Rp 198,15 miliar. Sisanya adalah kontribusi pusat perbelanjaan, hotel, pusat rekreasi dan proyek lain-lain.

Sembari mengharapkan pencatatan dari proyek yang sudah terjual, Metland mengejar sisa target marketing sales. Hingga tutup 2019 nanti, perusahaan itu mengejar pendapatan pra penjualan sebesar Rp 2,2 triliun.

PT Metropolitan Land Tbk. (MTLA) Gunakan Capex Untuk Beli Lahan

PT Metropolitan Land Tbk. (MTLA) Gunakan Capex Untuk Beli Lahan


PT Metropolitan Land Tbk. telah membelanjakan Rp177 miliar belanja modalnya pada semester I/2018 untuk pembelian lahan seluas 170 hektare.

Direktur Keuangan PT Metropolitan Land Tbk. (MTLA) Olivia Surodjo mengatakan secara keseluruhan realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan adalah Rp330 miliar per Juli 2018, dari total anggaran sepanjang tahun yang senilai Rp450 miliar.

“Total lahan kami di area eksisting ada 650 hektare (ha), sekitar itu. Masih ada lokasi baru yang belum bisa saya sebutkan, masih di Jawa tetapi bukan Jabodetabek, itu sekitar 170 ha, jadi luas land bank kami sekitar 800 ha,” terangnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (29/8/2018).

Hingga Juli 2018, perseroan mengantongi marketing sales sebesar Rp1,4 triliun atau sudah 70% dari target tahun ini yang senilai Rp2 triliun.

Olivia menyebutkan pada semester I/2018 perseroan membukukan laba Rp234 miliar, naik 109% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp112 miliar. Adapun total pendapatan usaha MTLA pada semester I/2018 sebesar Rp596 miliar atau tumbuh 22% secara year-on-year (yoy) dari sebelumnya Rp488 miliar.

“Revenue untuk di Metland Cibitung itu di atas 20%, sedangkan Metland Menteng sekitar 11%. Paling besar di Cibitung karena kami plotting lahan untuk jual ke rumah sakit dan sekolah,” jelasnya.

Olivia menerangkan sangat penting untuk menggandeng mitra dalam pengelolaan lahan komersial agar dapat memberikan nilai tambah bagi proyek perseroan.

Di Metland Cileungsi misalnya, MTLA sudah menjual lahan untuk pembangunan sekolah Al-Azhar. Sementara itu, di Metland Cibitung, perseroan menjual lahan komersial untuk RS Hermina.
http://market.bisnis.com/read/20180830/192/833150/mtla-andalkan-capex-beli-lahan-170-ha