Tampilkan postingan dengan label Saham PZZA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham PZZA. Tampilkan semua postingan

PT Sari Melati Kencana Tbk (PZZA) Catat Penjualan Rp1,81 Triliun Hingga Juni 2023


PT Sari Melati Kencana Tbk (PZZA)
mencatat penjualan Rp1,81 triliun hingga periode 30 Juni 2023 naik dari penjualan Rp1,75 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa mneyebutkan, beban pokok penjualan naik menjadi Rp614,47 miliar dari Rp560,60 miliar dan laba kotor naik menjadi Rp1,20 triliun dari laba kotor Rp1,18 triliun.

Namun naiknya beban usaha membuat rugi operasi diderita Rp27,95 miliar dari laba operasi Rp11,27 miliar tahun sebelumnya. Rugi sebelum pajak diderita Rp57,68 miliar naik dari rugi sebelum pajak Rp5,93 miliar.

Rugi neto tahun berjalan diderita Rp45,12 miliar naik dari rugi neto tahun berjalan Rp5,70 miliar tahun sebelumnya. Total aset mencapai Rp2,39 triliun hingga periode 30 Juni 2023 turun dari total aset Rp2,51 triliun hingga periode 31 Desember 2022. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Jeo Sasanto Tambah Kepemilikan Saham PZZA


Jeo Sasanto selaku Direktur PT Sarimelati Kencana Tbk. (PZZA) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 23 Mei dan 24 Mei 2023.

Dalam keterangan tertulisnya pada keterbukaan Informasi Rabu (24/5) Jeo menuturkan telah membeli sebanyak 691.500 lembar saham PZZA di harga rata-rata penjualan per saham Rp419 per saham senilai Rp289,7 juta.

"Tujuan transaksi ini adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Pasca penjualan, maka kepemilikan saham Jeo Sasanto di PZZA bertambah menjadi 1.441.500 lembar atau 0,046% dibandingkan sebelumnya sebanyak 750.000 lembar saham setara dengan 0,024%. (end)
Sumber: IQPLUS-
Dapatkan informasi pasar dan rekomendasi saham dengan aplikasi Android: Saham Indonesia
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Jeo Sasanto Kurangi Kepemilikan Saham PZZA


Jeo Sasanto selaku Direktur PT Sarimelati Kencana Tbk. (PZZA) telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 17 Januari dan 8 Januari 2023.

Dalam keterangan tertulisnya pada keterbukaan Informasi Kamis (19/1) Jeo menuturkan telah menjual sebanyak 96.500 lembar saham PZZA di harga rata-rata penjualan per saham Rp535 per saham senilai Rp51,6 juta.

"Tujuan transaksi ini adalah untuk Divestasi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Pasca penjualan, maka kepemilikan saham Jeo Sasanto di PZZA berkurang menjadi 750.000 lembar atau 0,024% dibandingkan sebelumnya sebanyak 845.500 lembar saham setara dengan 0,0028%. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Minyak Goreng Langka, Sarimelati Kencana (PZZA) Tak Terdampak


Kelangkaan minyak goreng rupanya tak berefek besar bagi PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA). Seperti yang diketahui, produk minyak goreng untuk konsumen ritel mengalami kelangkaan di sejumlah pasar atau supermarket, meski pemerintah telah menetapkan kebijakan harga minyak goreng murah.

Sekretaris Perusahaan PZZA Kurniadi Sulistyomo menyampaikan, pihaknya tidak terlalu terpengaruh oleh persoalan minyak goreng yang melanda Indonesia saat ini. Sebab, sekitar 90% produk makanan yang ada di menu Pizza Hut disajikan dengan cara dipanggang, seperti pizza, pasta, dan spaghetti.

“Hanya menu ayam seperti chicken wing saja yang digoreng pakai minyak goreng. Jumlah menu yang mengkonsumsi minyak goreng juga tidak banyak,” ungkap dia, Minggu (20/2). Dengan demkian, ia menyebut tidak ada rencana menaikkan harga jual makanan di restoran Pizza Hut.

Meski tidak disebut secara gamblang, PZZA memiliki penyuplai minyak goreng dari produsen atau brand lokal dengan skema kerja sama business to business (B2B). Sampai saat ini, tidak ada masalah pasokan minyak goreng yang diterima PZZA di seluruh restoran Pizza Hut yang ada di Indonesia. “Suplai minyak goreng kami masih aman di berbagai cabang,” imbuh Kurniadi.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Eddy Sutanto mengaku, krisis minyak goreng yang terjadi saat ini jelas mempengaruhi bisnis pelaku usaha restoran cepat saji, terutama bagi restoran yang menyajikan menu makanan yang digoreng seperti ayam, kentang, dan lain sebagainya.

Apkrindo menuturkan, pihak restoran pada dasarnya sudah memiliki kontrak kerja sama secara B2B dengan perusahaan-perusahaan minyak goreng. Adapun kontribusi minyak goreng terhadap proses pembuatan makanan di restoran cepat saji sekitar 10%--20%.

Krisis minyak goreng saat ini diawali oleh tingginya harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) yang menjadi bahan baku produk tersebut. Apkrindo pun berharap masalah tersebut bisa cepat diatasi, terutama jika harga CPO mengalami penurunan. “Karena ini komoditas, kami berharap krisis minyak goreng tidak akan terjadi dalam waktu yang lama,” tukas dia, hari ini.


sumber : kontan

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

PT Sarimelati Kencana Tbk Optimis Rencana Ekspansi Tercapai


Kasus Covid-19 yang sempat melonjak di bulan Juli dan Agustus lalu berdampak negatif pada PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA). Selain menyeret kinerja dari emiten pengelola jaringan gerai Pizza Hut itu, rencana ekspansi PZZA pun agak tersendat. Padaha; perusahaan mengejar target 50 gerai baru di tahun ini.

Sekretaris Perusahaan PZZA Kurniadi Sulistyomo membeberkan, sebenarnya kinerja penjualan dan profitabilitas Pizza Hut sedang menanjak pada periode semester pertama. Namun, adanya lonjakan kasus Covid-19 yang disusul kebijakan PPKM Darurat telah kembali menyeret bisnis PZZA.

Merujuk pada laporan keuangan perusahaan, penjualan neto PZZA pada enam bulan pertama 2021 tercatat sebesar Rp 1,68 triliun. Jumlah itu turun 7,18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang capai Rp 1,81 triliun.

Kendati begitu, PZZA mampu menurunkan sejumlah pos beban, sehingga bisa mendongkrak laba periode berjalan menjadi Rp 31,52 miliar, atau melesat 201% dibandingkan raihan pada semester I-2020 yang sebesar Rp 10,47 miliar.

Kurniadi bilang, kinerja penjualan Pizza Hut meningkat selama masa Idul Fitri. Sejalan dengan itu, penghematan biaya pun terus dilakukan dengan efisiensi di berbagai pos pengeluaran yang bersifat tersier. Alhasil, PZZA bisa menumbuhkan keuntungan dari hasil penjualan.

"Alhamdulillah kepercayaan konsumen terhadap produk-produk kami tinggi, dan kinerja penjualan membaik, terutama pada saat Lebaran. Kami lakukan penghematan biaya, jadi lebih efisien dalam mengontrol cash flow," ujar dia saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (22/9).

Selain itu, PZZA melihat adanya dorongan positif dari upaya pemerintah untuk meningkatkan daya beli masyarakat seperti pencairan Gaji ke-13. Stimulus yang dikucurkan juga dinilai mampu menggerakkan konsumsi masyarakat sehingga memutar roda perekonomian.

Faktor lain yang disoroti Kurniadi adalah penurunan tarif test Covid-19. "Karena dalam sistem kerja kami kan banyak travelling. Terus terang kami bersyukur dengan kebijakan penurunan tarif test PCR, harga alat-alat kesehatan juga menjadi lebih stabil," ungkapnya.

Meski begitu, diakui Kurniadi, PPKM ketat yang diterapkan Juli-Agustus membuat kinerja bisnis PZZA kembali tertekan untuk periode kuartal ketiga ini. Apalagi, kebijakan pembatasan waktu makan di tempat (dine in) dengan durasi 30 menit yang kemudian diperpanjang menjadi 60 menit, dinilai masih sulit untuk bisa menarik konsumen.

Pasalnya, pendapatan Pizza Hut dan pelaku usaha restoran secara umum masih didominasi oleh penjualan yang dilakukan secara dine in. "Untuk restoran, dine in nggak ada lawan. Jadi kalau untuk sales komposisinya lebih besar," jelas Kurniadi.

Di sisi lain, meski secara bisnis masih menantang, tapi PZZA terus mengejar target penambahan gerai baru Pizza Hut. Di awal tahun, PZZA mencanangkan ekspansi 50 gerai baru. Hingga Juni, ada 22 gerai baru Pizza Hut yang sudah buka di berbagai daerah.

Dari realisasi 22 gerai tersebut, Pizza Hut terus melanjutkan ekspansi ke wilayah di luar Jawa-Bali seperti di Makassar, Sampit (Kalimantan Tengah), Bontang (Kalimantan Timur), dan Payakumbuh (Sumatra Barat). Hingga saat ini, Pizza Hut memiliki total 522 gerai.

Sayangnya, ekspansi PZZA tak sepenuhnya mulus. Sebab, akibat PPKM Darurat pada Juli-Agustus, beberapa program ekspansi Pizza Hut mundur dari jadwal. Namun, Kurniadi memastikan, di sisa tahun ini pihaknya akan mengejar rencana ekspansi sesuai yang ditargetkan.

Dia menekankan, PZZA telah memiliki roadmap pengembangan usaha untuk ekspansi Pizza Hut yang akan dijalankan setiap tahunnya. Namun sebagai catatan, rencana ekspansi di tahun ini masih tergantung dari penanganan pandemi dan kebijakan pembatasan mobilitas pada periode kuartal IV-2021.

Sejalan dengan itu, untuk proyeksi kinerja sampai tutup tahun, PZZA juga masih akan melihat perkembangan pandemi dan kebijakan yang diambil pemerintah.

"Kami berharap pemerintah tidak memberlakukan kebijakan yang sangat ketat terhadap pelaku usaha. Kami butuh fleksibilitas, karena tujuannya kan mendorong ekonomi Indonesia, memberikan multiplier effect yang besar," pungkas Kurniadi.

Sumber: KONTAN

[PZZA] Tahun ini, Sarimelati Kencana yakin bisa tambah 50 gerai Pizza Hut baru

 


Meski masih diliputi pandemi, PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) optimistis bisa terus menjalankan ekspansi di tahun ini. Emiten pengelola gerai Pizza Hut tersebut membidik tambahan 50 gerai baru.

Sekretaris Perusahaan PZZA Kurniadi Sulistyomo menyampaikan, penambahan gerai terus dijalankan lantaran sudah masuk ke dalam rencana kerja perusahaan. Bahkan saat pandemi covid-19 melanda pada tahun lalu, PZZA masih bisa menambah gerai Pizza Hut sebanyak 32 outlet.

Kurniadi bilang, PZZA menyasar wilayah yang belum terjangkau oleh Pizza Hut. Meski begitu, realisasi penambahan 50 gerai baru masih akan mempertimbangkan sejumlah hal, utamanya analisa bisnis serta kondisi makro ekonomi.

"Rencana kerja sudah ada, menambah minimal 50 outlet. Parameternya kami lihat dulu Semester I. Realisasi akan tergantung review, analisa bisnis dan makro ekonominya bagaimana," ujar Kurniadi saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (15/4).

Hingga Kuartal I-2021, PZZA sudah menambah 11 outlet Pizza Hut. Rincinya, pada bulan Januari ada penambahan gerai di Banjarmasin, Batu (Jawa Timur), Kuningan (Jawa Barat), Tomohon (Sulawesi Utara), dan Pati (Jawa Tengah).

Pada bulan Februari, penambahan gerai berlokasi di rest area Sidoarjo, rest area Cikampek, Curug (Tangerang), dan Pringsewu (Lampung). Pada bulan Maret, gerai Pizza Hut didirikan di Bitung (Sulawesi Utara) dan Jalang Bangka Kemang (Jakarta).

Pemulihan ekonomi dan momentum ramadan menjadi katalis positif untuk meningkatkan kinerja. Kendati begitu, pemulihan ekonomi dan mobilitas masyarakat masih belum signifikan mengangkat penjualan Pizza Hut.

"Tapi memang sudah membaik. Mungkin baru akan terjawab setelah ada datanya di Semester I. Ramadan biasanya tumbuh dengan asumsi ekonomi positif dan THR lancar," sambung Kurniadi.

Mengenai Tunjangan Hari Raya (THR). Dia pun memastikan bahwa PZZA akan memberikan THR dengan jangka waktu dan besaran sesuai dengan ketentuan pemerintah, sebagaimana yang diatur oleh Kementerian Tenaga Kerja.

"Insha Allah (THR) di minggu pertama Mei, dua minggu sebelum Lebaran, formulanya sesuai peraturan pemerintah," pungkas Kurniadi.

Sumber: KONTAN

JEMPUT KONSUMEN, PZZA GENJOT BISNIS MAKANAN PAKAI MOBIL (FOOD TRUCK)



Pemegang lisensi waralaba Pizza Hut di Indonesia, PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) terus berupaya mempertahankan dan menggenjot bisnisnya di tengah Pandemi. Pasalnya dengan terus berinovasi, perusahaan optimis laju bisnisnya akan terus berjalan.

Dalam rangka menangkap peluang bisnis serta menjemput bola, PZZA akan melakukan penambahan kegiatan usahanya. Demikian disampaikan Sekretaris Perusahaan PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) Kurniadi Sulistyomo, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan, PZZA akan melakukan perubahan kegiatan usaha penyediaan makanan keliling biasa disebut food truck. "Kami berencana melakukan perubahan usaha menjadi penyedia makanan keliling,"katanya.

Untuk malancarkan niatnya tersebut, Manajemen PZZA akan meminta restu dari pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang rencananya akan digelar pada tanggal 19 November 2020. Pasalnya, PZZA telah melakukan studi kelayakan atas rencanya bisnisnya tersebut.(end)

Sumber: IQPLUS

Saham PZZA | PT Sarimelati Kencana Tbk Tegaskan Tak Terafiliasi NPC International Inc.

IQPlus, (06/07) - Pemegang lisensi waralaba Pizza Hut di Indonesia PT Sarimelati Kencana Tbk menegaskan tidak terafiliasi dengan operator Pizza Hut di Amerika Serikat (AS) NPC International Inc. yang tengah mengajukan permohonan kepailitan.

"Perseroan dengan ini menyatakan bahwa NPC tidak memiliki hubungan usaha maupun hubungan hukum dengan perseroan," kata Sekretaris Perusahaan PT Sari Melati Kencana Tbk Kurniadi Sulistyomo dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin pagi.

Kurniadi menuturkan, hal tersebut dapat dibuktikan bahwa nama NPC tidak tercatat dalam daftar pemegang saham, laporan keuangan (sudah diaudit dan belum diaudit), dan laporan tahunan dari perseroan yang telah disampaikan dan dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI.

NPC merupakan salah satu penerima waralaba (franchisee) atas merek dagang Pizza Hut yang melakukan kegiatan usaha dan operasional di AS.

NPC merupakan salah satu dari 110 penerima waralaba (franchisee) Pizza Hut di Negeri Paman Sam.

"Perseroan dengan ini menyampaikan penegasan bahwa perseroan tidak mengetahui rincian latar belakang dan duduk perkara yang terjadi berkenaan dengan pengajuan permohonan kepailitan yang dilakukan oleh NPC di Amerika Serikat," ujar Kurniadi.

Ia pun menegaskan, pengajuan permohonan kepailitan NPC, termasuk putusan badan peradilan dan pelaksanaan atau eksekusi putusan kepailitan di AS tidak akan memiliki dampak, baik dari aspek keberlangsungan usaha, kegiatan operasional, kondisi keuangan dan/atau hukum, baik secara langsung maupun tidak langsung, terhadap perseroan.

Perusahaan berkode emiten PZZA itu juga menyampaikan dan memastikan kepada publik, termasuk pemegang saham, investor, konsumen dan keluarga besar karyawan Pizza Hut di seluruh Indonesia, bahwa saat ini perseroan masih tetap berada dalam keadaan finansial yang baik dengan menjalankan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan, serta tidak akan mengalami dampak apapun, baik secara operasional maupun finansial, yang mmungkin terjadi sebagai akibat dari perkara kepailitan NPC di AS.

Sarimelati Kencana melakukan perikatan perjanjian lisensi waralaba dengan Pizza Hut Asia Pacific Holdings, LLC, (PHAPH) selaku pihak pemberi waralaba (franchisor). PHAPH merupakan badan hukum yang terpisah dan tidak memiliki hubungan terafiliasi dengan NPC.

"Dalam hal ini, perkara kepailitan yang tengah berlangsung terhadap NPC tidak akan memiliki dampak apapun terhadap status hukum dan keberlanjutan dari perjanjian lisensi waralaba oleh dan diantara perseroan dengan PHAPH," kata Kurniadi.

Ia menambahkan, perseroan juga tidak mengetahui adanya informasi, fakta atau kejadian penting lain yang bersifat material dan dapat mempengaruhi fluktuasi harga saham perseroan serta kelangsungan kegiatan usaha dari perseroan, yang belum diungkapkan kepada publik.(end/ant)

Rekomendasi Saham Panin Sekuritas | ADRO, BBCA, MDKA, PZZA

Daily Technical 11 Juni 2020

Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Kamis 11 Juni 2020.
IHSG ditutup menurun sebesar -114,37 poin (-2.27%) menuju level 4.920,68 pada perdagangan hari Rabu 10 Juni 2020 kemarin. 112 saham menguat, 343 saham menurun, dan 126 saham ditutup tidak mengalami perubahan. Menurun kembali, IHSG gagal bertahan di atas support 4.947, dengan tekanan besar pada sektor perbankan dan beberapa mengalami net sell asing. Dengan kondisi tersebut IHSG kini kembali memasuki fase konsolidasi cenderung melemah. Disarankan wait and see pada saham-saham perbankan khususnya yang mengalami net sell asing.
Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung melemah dalam range 4.866 s/d 4.992.

[ADRO]

Technical Pattern: Membentuk pola evening star yang merupakan pola bearish.
Rekomendasi: Sell on strength.
Support: 1000.
Resistance: 1230 s/d 1270.

[BBCA]

Technical Pattern: Membentuk pola doji yang mengindikasikan adanya potensi untuk rebound.
Rekomendasi: Speculative buy 29000, TP 29900 s/d 30300, stop loss <27000.
Support: 27000.
Resistance: 29900.

[MDKA]

Technical Rebound: Mengalami rebound dari support trend line pada 1270.
Rekomendasi: Buy 1270 s/d 1300, TP 1350 s/d 1400, stop loss <1240.
Support: 1240.
Resistance: 1400.

[PZZA]

Technical Pattern: Membentuk pola doji yang mengindikasikan adanya potensi untuk rebound.
Rekomendasi: Speculative buy 830, TP 900 s/d 1000, stop loss <770.
Support: 770.
Resistance: 1000.

Semoga bermanfaat, happy trading!
Best Regards,
Panin Sekuritas

Bandarmologi Saham UNVR, SMGR, BRPT, MIKA, PZZA | 13 Mei 2020

Wednesday (13/05/2020) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA®️., CIB®️-MNC Sekuritas) 


IDX Composite 4,539- 4,619
SUMMARY: STRONG SELL

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): SELL
STOCH (9,6): BUY
MACD(12,26): SELL
ATR (14): LESS VOLATILE
ADX (14): WEAK TREND SELL
CCI (14): NEUTRAL
HIGHS/LOW (14): SELL
VO: NEUTRAL
ROC: BUY
WILLIAMS R: NEUTRAL
BULLBEAR (13): SELL

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


STOCKS PICK:

UNVR 8,025 - 8,350
TECHNICAL INDICATORS: BUY 8,125
TARGET PRICE: 8,350
STOP-LOSS: 8,000

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


SMGR 7,950 - 8,500
TECHNICAL  INDICATORS: BUY 8,050
TARGET PRICE: 8,500
STOP-LOSS: 7,925

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


BRPT 1,200 - 1,320
TECHNICAL INDICATORS: BUY 1,250
TARGET PRICE: 1,320
STOP-LOSS: 1,195


BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


MIKA 1,880 - 2,660
TECHNICAL INDICATORS: BUY 2,190
TARGET PRICE: 2,660
STOP-LOSS: 1,875

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


PZZA 700 - 750
TECHNICAL INDICATORS: BUY 720
TARGET PRICE: 750
STOP-LOSS: 695

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

(Dr Cand. ES, MBA, CSA®️., CIB®️-MNCSek/Disc On) For more info www.mncsekuritas.id

Prospek Saham PZZA,FAST dan MAPB Di Masa Pandemi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi Covid-19 turut mengancam prospek bisnis makanan dan minuman cepat saji. Pasalnya, banyak gerai yang berlokasi di pusat perbelanjaan harus ditutup mengikuti peraturan pemerintah dalam membatasi penyebaran Covid-19.

Meski demikian Analis Ciptadana Robert Sebastian menilai, prospek bisnis emiten makanan cepat saji masih cukup baik di tengah tekanan Covid-19. Ia bilang, pemain sektor ini bisa meningkatkan pendapatan melalui penjualan secara daring ataupun dengan layanan pengiriman ke rumah.

Para emiten juga bisa melakukan kerja sama dengan pihak Gojek atau Grab dalam memberikan promo untuk mengerek penjualan secara online. Menurutnya, realisasi penjualan dari layanan online ini bisa menahan penurunan kinerja di tengah pandemi.

Di lain sisi, harga dari makanan siap saji juga masih terjangkau, sehingga masih memiliki banyak peminat dari masyarakat. Meski begitu, ia memprediksi kinerja secara tahunan berpotensi mengalami koreksi.

“Pasti kinerja mereka (emiten makanan siap saji) terdampak, tapi masih bisa tertolong dari penjualan online,” ujarnya ketika dihubungi Kontan, Senin (27/4).

Dari segi fundamental, ia menjelaskan emiten seperti PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) dan PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) masih cukup bagus.

Sepanjang tahun lalu, pengelola gerai Pizza Hut, PZZA membukukan pendapatan sebesar Rp 3,99 triliun atau tumbuh 11,76% secara tahunan. Kinerja PT Map Boga Adiperkasa Tbk juga moncer pada tahun lalu.

Pendapatan pengelola gerai kopi Starbucks ini melejit 19,78% menjadi Rp 3,09 triliun di tahun 2019, padahal pendapatan pada tahun sebelumnya tercatat sebesar Rp 2,58 triliun.


Robert melihat, secara jangka panjang MAPB memiliki prospek bisnis yang cerah seiring dengan tren milenial yang betah lama-lama nongkrong di Starbucks. Akan tetapi, pergerakan saham MAPB ataupun FAST kurang likuid.

Dari sektor restoran cepat saji, ia menyarankan pelaku pasar untuk dapat mengoleksi saham PZZA. Pada penutupan perdagangan Senin (27/4), saham PZZA ditutup menguat sebesar 2,50% ke harga 615 per saham.

Analisa Saham PZZA | 6 April 2020


Saham PZZA pada tanggal 3 April 2020 ditutup menguat pada harga 570, naik 2,7%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 345% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah ke arah atas. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan sideways.

Rekomendasi Saham:
Beli jika di atas 635
Jika naik di atas 635 maka berpeluang ke 940
Jika turun di bawah 535 maka berpeluang ke 498

Disclaimer ON


Kami juga merekomendasikan anda untuk menyimak yang di bawah ini:

Strategi Trading Menggunakan STOCHASTIC OSCILLATOR

Jangan lupa like, subscribe dan share channel youtube : 

Bandarmologi Saham BRPT, BBTN, TOWR, PZZA, SRTG


Friday (22/11/2019) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas)

IDX Composite 6,079 - 6,171

SUMMARY: STRONG SELL

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): SELL
STOCH (9,6): SELL
MACD(12,26): SELL
ATR (14): LESS VOLATILITY
ADX (14): SELL
CCI (14): SELL
HIGHS/LOW (14): SELL
VO: BUY
ROC: SELL
WILLIAMS R: SELL
BULLBEAR (13): SELL

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION   


STOCKS PICK:


BRPT 1,165 - 1,255

TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


BBTN 2,040 - 2,230

TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


TOWR 664 - 700

TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


PZZA 1,160 - 1,200

TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


SRTG 3,680 - 3,890
TECHNICAL INDICATORS: BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
(Dr Cand. ES, CSA®., CIB®-MNCSek/Disc On) For more info www.mncsekuritas.id

Bandarmologi Saham EXCL, MARK, PZZA, MDKA, PTPP


Friday (15/11/2019) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas)

IDX Composite 6,047 - 6,139

SUMMARY: STRONG SELL

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): SELL
STOCH (9,6): SELL
MACD(12,26): SELL
ATR (14): LESS VOLATILITY
ADX (14): SELL
CCI (14): SELL
HIGHS/LOW (14): SELL
VO: BUY
ROC: SELL
WILLIAMS R: OVERSOLD
BULLBEAR (13): SELL

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION   


STOCKS PICK:


EXCL 3,440 - 3,530

TECHNICAL INDICATORS: BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


MARK 482 - 486

TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


PZZA 1,140 - 1,150

TECHNICAL INDICATORS: BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATON

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATON


MDKA 1,030 - 1,090

TECHNICAL INDICATORS: BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


PTPP 1,550 - 1,580

TECHNICAL INDICATORS: BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION   

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

(Dr Cand. ES, CSA®., CIB®-MNCSek/Disc On) For more info www.mncsekuritas.id

Saham PZZA | PIZZA HUT HADIRKAN OUTLE KE-500 DI BEKASI


IQPlus, (08/11) - PT Sarimelati Kencana Tbk. (PZZA), pemegang hak waralaba pizza terbesar di Indonesia, Pizza Hut, hari Kamis meluncurkan outlet ke-500 yang berlokasi di Golden City, Bekasi Utara. Melalui peluncuran outlet ini, Pizza Hut Indonesia membuktikan eksistensinya yang telah hadir selama 35 tahun untuk terus mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia.

Peluncuran outlet tersebut diumumkan melalui acara jumpa pers yang dihadiri oleh Steven Christopher Lee, Presiden Direktur PT Sarimelati Kencana Tbk., Jeo Sasanto, Direktur PT Sarimelati Kencana Tbk., perwakilan dari Pizza Hut Asia Pacific Franchise Pte. Ltd.  sebagai pemilik brand Pizza Hut dan PT Sriboga Raturaya sebagai pemegang saham terbesar PT Sarimelati Kencana Tbk.

Steven Christopher Lee,  (PZZA) pada saat jumpa pers mengungkapkan bahwa, hadirnya outlet ke-500 merupakan wujud cinta dan terima kasih Pizza Hut Indonesia kepada seluruh masyarakat, "Kami memiliki komitmen untuk terus dapat menyajikan Pizza terbaik dengan beragam pilihan dan harga yang bersahabat bagi keluarga Indonesia. Dengan menghadirkan outlet ke-500 ini merupakan upaya kami untuk terus mendekatkan diri kepada masyarakat yang ingin merasakan Pizza favorit nomor 1 di Indonesia. Hadirnya outlet ini juga menandakan keberlanjutan bisnis Pizza Hut Indonesia yang mampu bertahan hingga 35 tahun di tengah persaingan yang semakin kompetitif."ujarnya.

Sektor industri makanan dan minuman terus mengalami peningkatan setiap tahunnya dan memiliki potensi yang sangat besar. Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian hingga triwulan I 2019, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) industri makanan dan minuman mencapai 7% dan telah berkontribusi terhadap PDB sebesar 36% dan diprediksi hingga akhir tahun 2019, industri makanan dan minuman masih dapat berkembang hingga 9%.

"Tingginya pertumbuhan PDB dari industri makanan dan minuman di Indonesia tentunya memberikan peluang bagi PT Sarimelati Kencana Tbk. untuk terus mengembangkan bisnisnya di Indonesia dan mengukuhkan posisi sebagai pemegang waralaba pizza nomor 1 di Indonesia. Hal ini tentu saja akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian Indonesia serta membuka lapangan pekerjaan di sektor industri makanan dan minuman. Saat ini kami telah memiliki lebih dari 15.000 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia. Kami meyakini Pizza Hut Indonesia akan terus bertumbuh dan dapat memberikan kontribusi besar bagi negara Indonesia. Kami akan terus menghadirkan berbagai inovasi dan terus konsisten memberikan yang terbaik bagi keluarga Indonesia," ungkap Direktur PT Sarimelati Kencana Tbk, Jeo Sasanto.

Bersamaan dengan pembukaan outlet Pizza Hut ke-500 di Pizza Hut Restaurant Golden City, Bekasi Utara,  Pizza Hut Indonesia secara resmi meluncurkan inovasi pizza terbarunya yaitu Cheesebomb Pizza yang memiliki 4 rasa keju berbeda yaitu original, barbeque, salsa, dan truffle yang tersedia sebagai pinggiran ataupun topping. Selain itu Pizza Hut Restaurant memberikan promo spesial diseluruh outletnya berupa pembelian pizza kedua hanya seharga Rp 500,- yang berlaku untuk dine in mulai dari tanggal 5 November hingga 7 November 2019, dan secara khusus untuk outlet Pizza Hut Restaurant Golden City, Bekasi Utara,  dibagikan voucher pizza gratis untuk pelanggan yang melakukan pembelian di outlet tersebut mulai dari tanggal 29 Oktober 2019 sampai 12 November 2019.

Steven Christopher Lee, Presiden Direktur PT Sarimelati Kencana Tbk. menambahkan alasan mengapa outlet ke-500 dibuka di Golden City, Bekasi Utara, "Di Kota Bekasi saat ini kami sudah memiliki 33 outlet terdiri dari 12 outlet Pizza Hut Restaurant, 19 outlet Pizza Hut Delivery (PHD) dan 2 outlet Pizza Hut Express, kami melihat potensi pasar yang sangat besar untuk terus melakukan ekspansi di Bekasi. Maka dari itu, kami melakukan serangkaian proses survey internal, dan menetapkan Golden City Bekasi Utara merupakan pilihan yang tepat untuk membuka outlet ke-500,"tambah Steven. (end/as)

Rekomendasi Saham Panin Sekuritas | CAMP, INDF, KIJA, PZZA


Daily Technical 1 November 2019

Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Jumat 1 November 2019.

IHSG ditutup menurun sebesar -67,43 poin (-1.07%) menuju level 6.228,31 pada perdagangan hari Kamis 31 Oktober 2019 kemarin. IHSG gagal menguji resistance 6.300 bersamaan dengan maraknya aksi ambil untung kemarin.
Namun secara teknikal IHSG menguji support pada MA60, sehingga akan ada pengujian baru hari ini, dan IHSG berpotensi menguat kembali pada pekan depan jika bertahan di atas support 6.200.
Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed dalam range 6.200 s/d 6.300.

CAMP
Momentum Indicator: Membentuk golden cross MA5 dengan MA20 (bagian dilingkari pada gambar) pada 414.
Rekomendasi: Buy  414 s/d 430, TP 434 s/d 450, stop loss <400 .="" p="">
INDF
Making New Support: Membentuk support baru pada 7500, toleransi penurunan jika ditembus adalah pada 7275 yang mengartikan tren kembali sideways.
Rekomendasi: Buy and hold >7275, TP 7800 s/d 8000.

KIJA
Momentum Indicator: Membentuk golden cross MA5 dengan MA20 (bagian dilingkari pada gambar) pada 316.
Rekomendasi: Buy 316 s/d 320, TP 330, stop loss <310 .="" p="">
PZZA
Trend Continuation: Menguat kembali setelah koreksi sebelumnya namun bertahan di atas support pada 1060.
Rekomendasi: Buy 1150 s/d 1190, TP 1200 s/d 1250, stop loss <1060 .="" p="">
Semoga bermanfaat, happy trading!

Best Regards,
Panin Sekuritas

Bandarmologi Saham PZZA, ISAT, SRTG, NFCX dan DMAS


Friday (01/11/2019) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas)

IDX Composite 6,183 - 6,276
SUMMARY: BUY

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): NEUTRAL
STOCH (9,6): BUY
MACD(12,26): BUY
ATR (14): LESS VOLATILITY
ADX (14): BUY
CCI (14): NEUTRAL
HIGHS/LOW (14): NEUTRAL
VO: BUY
ROC: BUY
WILLIAMS R: NUTRAL
BULLBEAR (13): BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION   


STOCKS PICK:

PZZA 1,100 - 1,230
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION   

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION   

ISAT 3,190 - 3,330
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


SRTG 3,590 - 3,950
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


NFCX 3,430 - 3,500
TECHNICAL INDICATORS: BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION 


DMAS 300 - 306
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION   

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION (Dr Cand. ES, CSA®., CIB®-MNCSek/Disc On) For more info www.mncsekuritas.id

Bandarmologi Saham PGAS, MTDL, ERAA, BNLI dan PZZA

Tuesday (24/09/2019) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas)

IDX Composite 6,155 - 6,248
SUMMARY: STRONG SELL

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): SELL
STOCH (9,6): OVERSOLD
MACD(12,26): SELL
ATR (14): LESS VOLATILITY
ADX (14): NEUTRAL
CCI (14): SELL
HIGHS/LOW (14): SELL
VO: SELL
ROC: SELL
WILLIAMS R: OVERSOLD
BULLBEAR (13): SELL

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


STOCKS PICK:

PGAS  2,170 - 2,360
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


MTDL 1,305 - 1,425
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


ERAA 1,920 - 2,090
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


BNLI 1,085 - 1,155
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION 

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


PZZA 1,095 - 1,195
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION (Dr Cand. ES, CSA®., CIB®-MNCSek/Disc On) For more info www.mncsekuritas.id

PZZA | SARIMELATI KENCANA MASIH SIMPAN DANA SISA IPO Rp4,61 MILIAR



IQPlus, (16/07) - Hingga periode 30 Juni 2019, PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) masih memiliki sisa dana IPO sebesar Rp4,61 miliar.

Dari hasil bersih IPO Rp641,58 miliar, perseroan sudah menggunakan sebanyak Rp636,98 miliar yang antara lain untuk belanja modal sebesar Rp412,52 miliar serta pembayaran dimuka kewajiban utang Rp224,46 miliar.

Sisa dana hasil IPO tersebut kini disimpan sebesar Rp691,23 juta dalam bentuk rekening giro rupiah Bank CIMB Niaga dan US$277,07 ribu di rekening dolar AS bank CIMB Niaga. (end)

PZZA | Sarimelati Kencana Membuka 33 Gerai Baru Pizza Hut



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sarimelati Kencana Tbk, pemilik gerai Pizza Hut Indonesia, menginjak pedal gas ekspansi gerai dan jaringan pemasaran. Manajemen Sarimelati menargetkan bisa pembukaan 65 unit gerai baru pada tahun ini.

Untuk memuluskan rencana tersebut, manajemen rela merogok kocek investasi belanja modal sebesar Rp 450 miliar. Emiten dengan kode saham PZZA di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini menyiapkan dana investasi sebesar Rp 3 miliar hingga Rp 10 miliar per gerai, itu pun tergantung luas dan lokasinya. "Realisasi pembukaan gerai baru sampai dengan tanggal 30 Juni 2019 adalah 33 gerai, sehingga total gerai kami 484 gerai," ujar Jeo Sasanto, Direktur Sarimelati Kencana Tbk, kepada KONTAN, akhir pekan lalu.

Yang terang, seluruh rencana penambahan gerai Sarimelati Kencana pada tahun ini merupakan ekspansi organik. Sejauh ini, baru ada dua gerai Pizza Hut yang dibuka melalui skema kemitraan.

Tak hanya membuka gerai Pizza Hut dan Pizza Hut Delivery (PHD) manajemen juga membuka gerai Pizza Hut Express (PHE) yang lebih compact untuk mengisi ruang-ruang komersial dengan lahan terbatas. Tahun ini, PZZA menargetkan jumlah PHE bisa mencapai 15 unit gerai di akhir tahun nanti.

Dengan serangkaian ekspansi tersebut, Jeo berharap, pertumbuhan kinerja tahun ini bisa naik di level 14% hingga 18%. Apalagi juga sebaran kota baru juga terus diperluas, mengingat demand masih tinggi dengan kompetitor yang tak terlalu banyak.

Jeo memaparkan, ada beberapa kota baru yang dibidik perusahaan pada tahun ini. Yang terang, tidak hanya berfokus di Pulau Jawa, manajemen juga melirik potensi di luar Jawa, bahkan 40% gerai baru akan menyasar kota-kota di luar Pulau Jawa dengan rincian 20% menyasar pasar Sumatra dan sisanya menyasar pulau-pulau lain termasuk Papua.

Selain ekspansi gerai, perusahaan juga tengah proses pembangunan pabrik sausage di Bekasi, Jawa Barat, dengan dana investasi Rp 125 miliar. Rencananya, pembangunan akan selesai pada akhir tahun dan beroperasi pada kuartal pertama tahun depan. Pabrik tersebut akan menopang kebutuhan sausage PZZA sampai tujuh tahun ke depan.

Kehadiran pabrik baru di Bekasi akan melengkapi sejumlah fasilitas produksi yang sudah berdiri. Mengacu laporan tahunan 2018, Sarimelati memiliki pabrik pasta, pabrik sosis dan pabrik adonan roti yang tersebar di Pulogadung, Jakarta, serta di Bandung, Jawa Barat.

Mengenai kinerja keuangan, PZZA membukukan pertumbuhan pendapatan penjualan dan laba bersih dua digit sepanjang kuartal I-2019. Laba bersih tumbuh 21% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dari senilai Rp 33 miliar menjadi sekitar Rp 40 miliar.

Adapun laba bersih sebesar itu mewakili margin bersih yang sebesar 4,5%. Selain itu, penjualan bersih juga tumbuh 12,4% pada kuartal I-2019 sebesar Rp 902,285 miliar dari sebelumnya senilai Rp 802,79 miliar year on year (yoy).