Tampilkan postingan dengan label Saham TOPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham TOPS. Tampilkan semua postingan

Totalindo Investama Kurangi Kepemilikan Saham TOPS


PT Totalindo Investama Persada selaku pemegang saham pengendali PT Totalindo Eka Persada Tbk. (TOPS) telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 3 Maret 2023.

Dalam keterangan tertulisnya Donald Sihombing Direktur Utama PT Totalindo Investama Persada (13/3) menyampaikan bahwa telah menjual sebanyak 1,2 miliar lembar saham TOPS di harga Rp5 per saham.

"Tujuan dari transaksi adalah untuk Divestasi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Pasca penjualan, maka kepemilikan saham PT Totalindo Investama Persada di TOPS berkurang menjadi 15,8 miliar lembar saham setara dengan 47,42% dibandingkan sebelumnya sebanyak 17,003 miliar lembar saham setara dengan 51,02%. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Sepanjang 2023 Totalindo (TOPS) Optimistis Raup Kontrak Baru Rp1,75 Triliun, Ini Pemicunya


Totalindo Eka Persada (TOPS) sepanjang 2023 mematok kontrak baru Rp1,75 Triliun. Totalindo optimistis bisa meraih proyeksi tersebut sekaligus mengulang performa apik tahun lalu. Di mana, akhir tahun lalu sukses membukukan kontrak baru Rp1,3 triliun.

Nah, untuk menggapai impian tersebut, Totalindo menyiapkan sejumlah strategi. Misalnya, penguatan strategi bisnis kantor cabang, diversifikasi usaha, mengikuti proyek Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Selain itu, juga menggandeng mitra bisnis guna memperkuat kinerja pendanaan perseroan di tahun depan. Dan, terbaru perseroan telah melakukan seremonial Topping Off Tower Fritz Apartemen Kingland Avenue di Serpong, Tangerang, Rabu (25/1). 

Sebelumnya, Totalindo dipercaya mengerjakan sejumlah bagian gedung, dan fasilitas Kingland Avenue seperti Podium Facility Pool Area, struktur, dan finishing Tower Venetian. Totalindo sejauh ini telah berhasil membuktikan kepercayaan project owner dengan memberikan hasil maksimal, dan berharap kerja sama sudah berlangsung terus berlanjut.

”Totalindo mendapat kepercayaan berulang untuk mengerjakan proyek Kingland Avenue. Ini menunjukkan kepercayaan mitra kepada kami sangat besar, dan saya berharap kerja sama Totalindo dengan Hongkong Kingland tidak berhenti sampai di sini,” harap Salomo Sihombing, Wakil Direktur Utama Totalindo. 

Seremonial Topping Off Tower Fritz Apartemen Kingland Avenue dihadiri perwakilan proyek Totalindo, Hongkong Kingland, project owner, dan melakukan potong tumpeng sebagai tanda syukur sudah melaksanakan topping off. Tower Fritz merupakan rangkaian pengerjaan proyek Kingland Avenue. (*)
Author: J S
Sumber: emitennews-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

TOTALINDO TOPPING OFF PROYEK RUSUNAMI DP O RUPIAH NUANSA CILANGKAP.


Proyek Tower A Rusunami DP 0 Rupiah Nuansa Cilangkap di kawasan Cilangkap - Jakarta Timur yang merupakan salah satu proyek yang dikerjakan PT Totalindo Eka Persada Tbk. (Totalindo) sebagai kontraktor utama, telah memasuki tahap Topping Off pada hari Rabu, 26 Januari 2022.

Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran Direksi Totalindo dan jajaran Direksi Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan Sarana Jaya.

Direktur Totalindo, Donald Sihombing menerangkan bahwa pelaksanaan Topping Off ini menunjukkan bahwa pengerjaan struktur utama telah rampung dan memasuki tahap finishing . Proyek ini telah sesuai dengan target yang telah direncakanan Totalindo, dimana sesuai dengan surat perjanjian perintah kerja proyek ini akan menyelenggarakan serah terima pada pertengahan tahun 2022.

"Kami bersyukur kepada Tuhan YME atas terselenggaranya acara Topping Off hari ini dengan meriah dan lancar. Totalindo selalu mengerahkan seluruh kemampuannya dalam pengerjaan setiap proyek yang dipercayakan kepada kami dengan mengedepankan safety dan on schedule. Penyelenggaraan Topping Off sebagai pembuka pada awal tahun ini menjadi semangat baru dan pembuktian kami dalam pengerjaan proyek dengan baik dan sempurna" ujarnya.

Seperti diketahui, proyek Tower A Rusunami DP 0 Rupiah Nuansa Cilangkap Proyek ini adalah proyek Pemerintah melalui PD Pembangunan Sarana Jaya yang telah dimulai sejak penandatanganan kontrak dengan Totalindo pada tanggal 9 Desember 2019 dan perencanaan serah terima pada tanggal 29 Juli 2022 dengan total nilai kontrak sebesar Rp253,8 Miliar. (end)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

Saham TOPS | HARGA SAHAM ANJLOK, TOPS TUNDA RIGHTS ISSUE



IQPlus, (21/02) - PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) mengaku, penurunan harga saham perseroan dalam tiga bulan terakhir telah mengubah sikap perseroan atas rencana melakukan penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD/rights issue) sebanyak empat miliar lembar saham.

Pernyataan tersebut seperti disampaikan Direktur TOPS, Eko Wardoyo saat Public Expose Insidentil di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Jumat (21/2). Pelaksanaan paparan publik tersebut atas permintaan BEI terkait penurunan kumulatif harga saham TOPS hingga ke level Rp50 per lembar.

Menurut Eko, saat harga saham TOPS di level Rp400, emiten anggota Indeks Kompas100 ini masih optimistis untuk melaksanakan rights issue dengan melepas empat miliar saham. "Kami tidak menyangka dalam waktu yang cepat, sekitar tiga sampai empat bulan terakhir harga saham turun," ucap Eko.

Dia mengatakan, rencana rights issue tersebut diharapkan bisa menghimpun dana sekitar Rp400 miliar-Rp500 miliar yang akan digunakan untuk belanja modal dan pengurangan utang TOPS. "Perkiraan saat itu, kami akan mendapatkan Rp400 miliar-Rp500 miliar, tetapi setelah harga saham turun, kami masih wait and see saat ini," paparnya.

Eko mengungkapkan, jika perseroan memaksakan untuk melakukan rights issue di tahun ini dan harga saham masih rendah, maka dikhawatirkan para pemegang saham eksisting tidak menggunakan haknya saat pelaksanaan rights issue. "Kami dari emiten menunggu pemegang saham saja. Yang mempunyai kerja, ada di holding company (PT Totalindo Investama Persada)," ucap Eko.

Manajemen TOPS mengaku, rencana rights issue tersebut masih berproses di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sedang menunggu pernyataan efektif. Sebelumnya pada 23 Desember 2019, TOPS sudah mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham untuk melakukan rights issue. (end/bd)

Saham TOPS | PT Totalindo Eka Perkasa Tbk Raih 91% Total Target 2019


IQPlus, (20/12) - PT Totalindo Eka Perkasa Tbk (TOPS) telah meraih kontrak baru senilai Rp2,3 triliun atau 91% dari target tahun ini yang Rp2,5 triliun.

Direktur Utama Perseroan, Eka Persada Donald Sihombing meyakini bisa mencapai target kontrak baru di tahun mendatang. Pasalnya sampai awal tahun depan perseroan masih mengikuti proses tender dengan pipeline sebesar Rp9 triliun dan pipeline tersebut bisa terus bertambah.

"Perseroan mendapatkan penambahan kontrak baru di akhir Desember 2019 senilai Rp88 miliar untuk proyek apartemen 31 Sahid Sudirman Makassar," ujarnya Rabu. (end)

TOPS | Raih Kontrak Baru Rp 1,83 Triliun, Totalindo (TOPS) Optimistis Penuhi Target


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga Juli 2019, PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) berhasil merealisasikan kontrak baru sebesar 73% dari target senilai Rp 2,5 triliun. Salah satu proyek baru yang mereka raih adalah Kingland Avenue Apartment The Venetian Tower.

Sekretaris Perusahaan PT Totalindo Eka Persada Tbk, Novita Festiani, menyebutkan pada periode Juli lalu mereka mendapatkan tiga proyek baru. "(Ketiga) Proyek itu nilainya mencapai Rp 470 miliar," ujar dia kepada KONTAN, Senin (5/8) lalu.

Namun Novita tidak memerinci ketiga proyek baru yang telah mereka kantongi. Adapun salah satu proyek itu adalah kontrak pembangunan Kingland Avenue Apartment The Venetian Tower. "Hingga Juli, realisasi kontrak baru sebesar Rp 1,83 triliun atau 73,40% dari target tahun ini," jelas dia.

Terkait proses konstruksi, Novita bilang, hingga saat ini masih berjalan sesuai rencana. Sedangkan untuk jangka waktu dekat, Totalindo akan menyelesaikan tiga proyek. "Salah satunya Klapa Village Tower A yang sudah mendekati 100% di bulan Agustus ini," ujar dia.

Berdasarkan materi paparan publik, emiten properti bersandi TOPS di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini menggarap proyek rusunami Klapa Village Tower A senilai Rp 189,09 miliar lewat skema kerjasama operasi bersama BUMD PD Pembangunan Sarana Jaya.

Di semester I-2019, Totalindo mencatatkan pendapatan Rp 386,18 miliar, merosot 53,75% dibandingkan pendapatan di periode sama tahun lalu Rp 834,94 miliar. Novita menjelaskan, penurunan pendapatan lantaran TOPS belum mendapatkan kontribusi dari proyek baru, sehingga hanya mengandalkan proyek lama.

TOPS meraih beberapa proyek baru antara lain Gedung Kejaksaan, Apartemen Sahid, Rusun Cilangkap dan Apartemen Hongkong Kingland. "Dari proyek tersebut, sebagian besar masih tahap persiapan," kata Novita.

Di semester II-2019, Novita mengaku masih optimistis bisa mengejar target kinerja. Proyeksi itu sejalan dengan kontrak baru di tahun 2019 dan tender yang masih diikuti sesuai dengan pipeline. "Sehingga kami yakin mampu mendorong tren positif di semester II," klaim dia.

TOPS | Totalindo Menggantung Asa di Semester Kedua 2019


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manajemen PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) kian optimistis mampu mencapai target bisnis tahun ini. Hingga akhir Mei 2019, emiten properti ini telah mengikuti tender sejumlah proyek dengan nilai Rp 9,20 triliun.

Saat ini, TOPS sudah menggenggam kontrak (order book) senilai Rp 3,2 triliun. Perinciannya, proyek carry over tahun lalu sebesar Rp 1,5 triliun dan kontrak baru senilai Rp 1,7 triliun. "Melihat posisi kami sekarang, kami optimistis bisa mencapai target," ujar dia dalam paparan publik, Senin (24/6).

Sedangkan untuk tender yang sedang diikuti, Andre membeberkan antara lain proyek apartemen yang berlokasi di Jakarta dan Tangerang. Totalindo juga membidik proyek rumahsakit di Pontianak, pusat perbelanjaan di Medan, dan kawasan industri di Karawang. "Di luar itu, ada proyek pemerintah sebesar Rp 1 triliun," sebut Andre.

Hingga Mei tahun ini, Totalindo telah memiliki kontrak baru, baik dari proyek swasta maupun hasil kerjasama operasi (KSO) dengan pemerintah. Proyek KSO itu adalah pembangunan Klapa Village Tower B senilai Rp 315 miliar dan proyek Rusun Cilangkap senilai Rp 938 miliar. Di luar proyek KSO, beberapa proyek lain adalah Gedung Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan Agung senilai Rp 90,15 miliar, Kingland Avenue Apartment Rp 275 miliar, serta Apartemen Sahid Asena dengan nilai proyek Rp 105 miliar.

Separuh dari target

Hingga Mei tahun ini, realisasi kontrak baru TOPS sudah 68,92% dari target senilai Rp 2,5 triliun. Perinciannya, senilai Rp 1,25 triliun berasal dari sektor pengembangan properti, Rp 90 miliar dari pemerintah, serta Rp 380 berasal dari swasta. Di periode Juni 2019, TOPS belum membukukan kontrak baru. "Pada bulan ini masih belum ada proyek baru," ujar Andre.

Totalindo mengharapkan pada semester kedua tahun ini bisa meraih hasil bagus di sejumlah tender yang mereka ikuti. Sejatinya, TOPS sudah banyak mengikuti proses tender sejak awal tahun. Cuma, mayoritas keputusan pemenang tender masih mempertimbangkan hasil pemilu. "Sepertinya begitu," kata dia saat menjawab terkait pemilu yang turut mempengaruhi sektor konstruksi.

Untuk mendukung kelancaran rencana bisnis pada tahun ini, terutama pengembangan proyek properti, Totalindo mengucurkan belanja modal Rp 200 miliar. "Kami berinvestasi hanya sebagai minoritas," ungkap Andre tanpa memerinci proyek properti baru yang mereka garap.

Sejak 2018, TOPS mengembangkan proyek TOD Lebak Bulus, Rumah Susun Cilangkap, Rusun Klapa Village Tower A dan B. Dengan sejumlah proyek itu, TOPS membidik pertumbuhan aset 10,7% year on year (yoy) menjadi Rp 3,73 triliun. Pertumbuhan aset ini juga lantaran TOPS sebelumnya menjual beberapa aset seperti tanah dan apartemen yang dinilai tidak produktif.

Saham TOPS | PENDAPATAN DAN LABA TOTALINDO EKA PERKASA TURUN HINGGA DESEMBER 2018

Logo Totalindo Eka Persada

IQPlus, (26/04) - Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) alami penurunan pendapatan menjadi Rp1,46 triliun hingga periode yang berakhir 31 Desember 2018 dari pendapatan Rp2,28 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan, beban pokok pendapatan turun jadi Rp1,23 triliun dari beban pokok pendapatan Rp1,87 triliun dan laba kotor turun menjadi Rp229,55 miliar dari laba kotor Rp412,32 miliar tahun sebelumnya.

Laba usaha turun menjadi Rp202,07 miliar dari laba usaha Rp387,75 miliar tahun sebelumnya dan laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp 82,48 miliar turun dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp275,09 miliar.

Laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp30,71 miliar dari laba tahun berjalan Rp206,50 miliar tahun sebelumnya. Total aset perseroan mencapai Rp3,37 triliun hingga periode 31 Desember 2018 turun dari total aset Rp3,78 triliun hingga 31 Desember 2017. (end)

Analisa Saham CLEO, WOOD, TOPS dan PTBA | 4 Juli 2018


Selamat Pagi Sahabat Stock Preneur
Berikut beberapa saham pilihan hari ini 04 JULI 2018 (DAILY)

1. (CLEO) Hari ini akan uji Resisten terdekat di 277 Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 284 dan 330. Stop Loss jika turun dibawah 244. Range Buy hari ini di 260-270.
2. (WOOD) Hari ini akan uji resisten terdekat di 515, Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 535 dan 550. Stop loss jika turun dibawah 480. Range Buy hari ini 490-510.
3. (TOPS) Hari ini akan uji resisten terdekat di 4140 Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 4176 dan 4240. Stop loss jika turun dibawah 4040. Range Buy hari ini di 4070 - 4120.
4. (PTBA) Hari ini akan uji resisten terdekat di 4090  Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 4110 dan 4170. Stop loss jika turun dibawah 3940. Range Buy hari ini di 3960-4030.

TRADING CEPAT (FAST TRADE)
1. FREN BUY JIKA BREAK 80, Target di 85 dan 90. Stoploss jika turun dibawah 72.
2. MITI BUY JIKA BREAK 91, Target di 96 dan 105. Stoploss jika turun dibawah 84.

TETAP PERHATIKAN KONDISI MARKET JUGA YAH
Disclaimer On
STOCK PRENEUR
Semoga pada cuan hari ini:relaxed:

PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) Targetkan 4 Trilyun


IQPlus, (05/06) - PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) menargetkan dapat mmengantongi kontrak sebesar Rp4 triliun pada tahun 2018. Jika berjalan mulus, makan perusahaan menargetkan raihan laba sebesar Rp280 miliar tahun ini.

Pihaknya merasa optimis target tersebut akan tercapai di tahun politik yang penuh tantangan, mengingat sejumlah proyek infrastruktur sedang giat-giatnya dibangun baik oleh pemerintah maupun swasta. Optimistis perusahaan juga mendasar, jika dilihat capaian kontrak baru perusahaan di lima bulan pertama tahun ini yang mencapai 51,69% dari target atau sebesar Rp2,07 triliun.

"Sekitar Rp1,38 triliun itu dari proyek pemerintah, dan proyek swasta menyumbang Rp693 miliar," kata Direktur Perseroan Andre Chandra Biantoro.

Untuk memuluskan target tersebut, perusahaan mencanangkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp130 miliar pada tahun ini. Dana tersebut akan berasal dari kas infernal. Selain itu, perusahaan juga tengah megkaji rencana aksi korporasi di pasar modal yakni Medium Term Note (MTN).

"Yang penting, kami sudah dapat persetujuan dari pemegang saham kalau ingin cari dana di pasar modal terlebih dahulu. Terkait realisasinya masih kita hitung kebutuhan dananya dahulu serta mekihat pasar," kata Direktur TOPS, Eko Wardoyo. (end/as)

Berita Saham TOPS | 17 April 2018

TOTALINDO EKA PERKASA AKAN TAMBAH KEGIATAN USAHA.
IQPlus, (17/04) - PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) berniat menambah kegiatan usaha utamanya yakni pada bidang pengembang properti baik secara langsung maupun penyertaan saham yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan perseroan.

Menurut keterangan perseroan Selasa, perseroan adalah perusahaan yang bergerak saat ini di bidang pembangunan properti atau real estate yang beroperasi secara komersial mulai 1996.

Dalam pengembangan kegiatan usaha ini, perseroan akan menggandeng PD Pembangunan Sarana Jaya (PSJ) sebuah Perusahaan Daerah DKI yang bergerak dalam pembangunan properti dan real estae.

Perseroan dan PSJ telah membentuk Kerjasama Operasi (KSO) sehubungan dengan rencana pembangunan bangunan komersial dan hunian beserta dengan fasilitas pendukungnya di atas tanah seluas 18.854m2 yang terletak di Lebak Bulus Jakarta dengan penyertaan perseroan dan PSJ pada KSO masing-masing 49,00% dan 51,00%.

Perseroan telah menunjuk kantor Jasa Penilai Publik Jennywati, Kusnanto & Rekan untuk memberikan pendapat atas kelayakan rencana perubahan kegiatan usaha. Perseroan akan menggelar RUPS Luar Biasa pada 24 Mei 2018 mendatang. (end)

Berita Saham TOPS | 26 Februari 2018

Berita Saham TOPS

PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) mengucurkan dana sebesar Rp34 miliar untuk penyertaan modal kerja sama operasi (KSO) di proyek DP 0 Rupiah Rusun Klapa Village. Dana sebesar itu mewakili penyertaan modal sebesar 25 persen. Sisa 75 persen dimiliki oleh BUMD DKI Jakarta, yaitu PD Pembangunan Sarana Jaya.

Menurut Direktur Utama Totalindo, Donald Sihombing, kucuran dana sebesar itu dialokasikan untuk melunasi utang dari salah satu pihak KSO sebelumnya kepada Bank DKI. KSO sebelumnya terdiri dari Sarana Jaya dan PT Gemilang Usaha Terbilang (GUT)

Akibat utang yang belum terbayar, pembangunan proyek rusun ini sempat terhenti alias mangkrak. Padahal, beberapa unit rusun telah laku terjual. .Kami juga harus mengeluarkan uang Rp9 miliar lantaran sudah laku 109 unit," kata Donald di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, akhir pekan lalu.

KSO yang baru ini akan menggarap 4 tower rusun, dimana 3 tower berstatus proyek komersial yang akan berdiri di lahan yang sama di wilayah Pondok Kelapa Jakarta Timur. Adapun, harga jual untuk rumah susun subsidi DP 0 Rupiah dan rusun komersial tentu berbeda.

Ia menjelaskan, untuk tower DP Rp 0 yang terdiri atas 703 unit akan dijual dengan harga Rp 8,8 juta/meter persegi (m2). Sedangkan, harga jual unit komersial mencapai Rp13 juta/m2. Adapun total nilai investasi untuk membangun 4 tower itu sekitar Rp 600 miliar.

Donald menambahkan, sebagian hasil penjualan dari rusun komersial itu akan digunakan untuk memberi subsidi bagi tower DP 0 Rupiah.

.Jujur lebih suka komersial, tapi menolong orang kecil banyak pahala. Tidak rugi,. pungkasnya. (end/fu)

sumber:
IQPLUS

Analisa Saham PSAB, BJBR, PGAS, BCIP dan TOPS [QuickReview] | 17 Januari 2018

Analisa Saham PSAB, BJBR, PGAS, BCIP dan TOPS [QuickReview]

1. #PSAB : posisi saat ini masih sideways di area 198 - 184 belum terbentuk pola reversal sebaiknya wait and see boleh buy jika break 200 dengan target penguatan 210 - 220 batasi resiko anda di 183

2. #BJBR : posisi saat masih sideways di area 2340 - 2260 belum terbentuk pola reversal sebaiknya wait and see boleh buy jika di > 2350 dengan target 2400 - 2490 batasi resiko di 2200

3. #PGAS : posisi saat ini masih sideways di area 1900 - 1760 mulai terbentuk pola reversal boleh buy jika bertahan di 1995 dengan target 2190 - 2290 batasi resiko di 1915

4. #BCIP : posisi saat ini masih sideways di area 133 - 139 belum terbentuk pola reversal sebaiknya wait and see boleh buy jika bertahan 138 dengan target 144 - 200 batasi resiko di 131

5. #TOPS : posisi saat ini cenderung uptrend dengan support 3420 belum terjadi pola akumulasi sebaiknya wait and see boleh buy jika bertahan 3510 dengan target 3590 - 3750 batasi resiko di 3410

Berita Saham TOPS | 4 Desember 2017

Berita Saham TOPS

PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) berhasil mencatat kinerja yang positif pada periode kuartal III 2017. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan pada laba bersih yang dibukukannya kendati pendapatan perseroan mengalami sedikit penurunan.

Menurut laporan keuangan perseroan, Senin, hingga kuartal III 2017 TOPS berhasil membukukan laba bersih Rp187,33 miliar, naik tipis dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp186,35 miliar.

Turunnya pendapatan dan juga beban pokok pendapatan disinyalir mampu mendorong laba perseroan naik.

Sampai dengan September 2017 perseroan hanya membukukan pendapatan Rp1,84 triliun, sementara pendapatan pada periode yang sama yakni sebesar Rp2,43 triliun. Sedang beban pokok pendapatan turun menjadi Rp1,47 miliar dari sebelumnya Rp1,48 triliun dari sebelumnya Rp2,08 miliar.

Laba kotor naik menjadi Rp363,51 miliar dari sebelumnya Rp352,82 miliar. Lalu laba usaha naik menjadi Rp343,67 miliar dari sebelumnya Rp331,07 miliar.

Aset sampai dengan kuartal III 2017 naik menjadi Rp3,53 triliun dari sebelumnya Rp2,78 triliun. Sedang untuk liabilitas dan ekuitas masing-masing naik menjadi Rp2,21 triliun dan Rp1,32 triliun dari sebelumnya Rp2,15 triliun dan Rp634,91 miliar. (end)

IQPLUS

Berita Saham TOPS | 22 November 2017

Berita Saham TOPS

PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS), meneken perjanjian pembangunan proyek senilai Rp 3 triliun. Pembangunan kawasan terpadu itu dikerjakan secara kolektif dengan PD Pembangunan Sarana Jaya. Proyek itu terdiri atas tower apartemen, perkantoran dan area komersial.

"Proyek ini berdiri di atas lahan delusa 1,8 hektar (ha) berlokasi di samping terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan," tutur Direktur Utama Totalindo, Donald Sihombing, di Jakarta, Rabu.

Totalindo dalam kerja bareng itu punya porsi 49% PD Pembangunan Saya Jaya sebesar 51%. Proyek Pembangunan kawasan itu merupakan langkah awal dan diharap menjadi pijakan positif dalam menjalin relasi secara berkelanjutan.

Pembangunan kawasan terpadu (TOD) sangat krusial di Jakarta. Ini lantaran Jakarta sebagai kawasan megapolitan butuh solusi praktis atas kemacetan yang mendera.

"Karena itu, TOD harus terus dikembangkan, baik sebagai hunian maupun komersial terintegrasi dalam satu kawasan dengan sistem Transportasi masal," ucap Donald.

Di samping itu, pembangunan hunian terpadu di Lebak Bulus merupakan bukti dan komitmen perusahaan dalam menyukseskan Program pemerintah. Terutama dalam penyediaan sejuta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). (end/fu)

IQPLUS

Analisa Saham TOPS, TKIM dan ELSA [Flash] | 20 November 2017

Pacific Trader Stocks Review

TOPS: waspada karena RSI keadaan overbought disertai pergerakan keatas mulai melemah. berpeluang koreksi ke area 3020 - 2770. apabila harga menembus upper bollinger band di 2970 berpotensi ke area 3030 atau lebih tinggi.

TKIM: keadaan cenderung sideway dengan volume perdagangan rendah. jika harga memantul MA 9 maka berpeluang menuju 3840 - 4030. apabila harga menembus support di 3540 maka potensi ke area 3250 - 3100.

ELSA: berpeluang memantul MA9 ke area 385 - 400 disertai stokastik mengalami pola golden cross. apabila harga menembus 368 maka potensi ke 364 - 344.