Rekomendasi Saham ASII, BEBS, CPRO dan GJTL oleh MNC Sekuritas | 8 September 2022
Rekomendasi Saham CPRO, DGIK, GOTO dan HRUM oleh MNC Sekuritas | 18 Agustus 2022
MNCS Daily Scope Wave
IHSG
CPRO - Buy on Weakness (66)
DGIK - Buy (123)
GOTO - Buy on Weakness (324)
HRUM - Spec Buy (1,630)
PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO) Raih Penjualan Rp4,06 Triliun Hingga Juni 2022
PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO) mencatat penjualan Rp4,06 triliun hingga periode 30 Juni 2022 naik dari Rp3,96 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.
Rekomendasi Saham ADRO, CPRO, PGAS dan TOBA oleh MNC Sekuritas | 28 Juli 2022
ADRO - Buy on Weakness
CPRO - Buy on Weakness
PGAS - Buy on Weakness
TOBA - Buy on Weakness
Rekomendasi Saham CPRO, BUKA, FREN dan JPFA oleh MNC SEKURITAS | 23 Mei 2022
MNCS Daily Scope Wave
23 Mei 2022
Menutup akhir pekan kemarin (20/5), bergerak menguat 1,4% ke level 6,918, namun penguatan IHSG tertahan oleh MA60nya. Kami memperkirakan, pada label hitam pergerakan IHSG sudah berada di akhir wave [iv] dari wave A, sehingga IHSG rawan terkoreksi terlebih dahulu ke rentang area 6,790-6,860. Namun demikian, pada label merah IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji 6,980-7,032 untuk membentuk wave B.
Support: 6,800, 6,620
Resistance: 7,000, 7,120
CPRO - Spec Buy
Pada perdagangan Jumat kemarin (20/5), CPRO ditutup flat di level 67. Selama tidak terkoreksi ke bawah 66 sebagai level supportnya, maka kami memperkirakan posisi CPRO sudah berada di akhir wave [b] dan berpeluang menguat untuk membentuk wave [c].
Spec Buy: 66-67
Target Price: 83, 92
Stoploss: below 66
FREN - Spec Buy
FREN ditutup menguat 1,3% ke level 78 pada perdagangan Jumat (20/5). Selama FREN tidak terkoreksi ke bawah 71 sebagai level supportnya, maka posisi FREN saat ini sedang berada di awal wave C sehingga FREN berpeluang melanjutkan penguatannya.
Spec Buy: 73-78
Target Price: 84, 92
Stoploss: below 71
BUKA - Buy on Weakness
BUKA ditutup menguat cukup signifikan, sebesar 6,8% ke level 316 pada perdagangan Jumat (20/5). Kami perkirakan, posisi BUKA saat ini sedang berada di awal wave 3, sehingga BUKA masih berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.
Buy on Weakness: 300-312
Target Price: 350, 400
Stoploss: below 284
JPFA - Buy on Weakness
Menutup perdagangan Jumat kemarin (20/5), JPFA ditutup menguat 0,7% ke level 1,390. Selama JPFA tidak terkoreksi ke bawah 1,330 sebagai supportnya, maka posisi JPFA saat ini sedang berada di awal wave [C] atau wave [Y] sehingga JPFA berpeluang berpeluang melanjutkan penguatannya.
Buy on Weakness: 1,350-1,390
Target Price: 1,470, 1,550
Stoploss: below 1,330
Disclaimer On
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
Rekomendasi Saham CPRO, INCO, ANTM dan BRMS oleh MNC SEKURITAS | 10 Mei 2022
MNCS Daily Scope Wave
10 Mei 2022
IHSG ditutup terkoreksi agresif sebesar 4,4% ke level 6,909 pada perdagangan kemarin (9/5), pergerakan IHSG pun menembus MA20 dan MA60-nya. Dengan tertembusnya level-level support yang kami berikan, maka kami update skenario dari IHSG. Untuk posisi IHSG saat ini kami perkirakan sedang berada di akhir wave A untuk menguji rentang area 6,840-6,850, sehingga koreksi IHSG akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali. Hal tersebut dapat terjadi dengan catatan, pergerakan IHSG masih berada di atas level support terdekat 6,814.
Support: 6,814, 6,698
Resistance: 6,978, 7,040
CPRO - Buy on Weakness
Pada perdagangan kemarin (9/5), CPRO ditutup menguat sebesar 8,2% ke level 79, penguatan CPRO pun diiringi oleh meningkatnya tekanan beli namun masih tertahan oleh MA20. Kami memperkirakan, selama CPRO masih mampu berada di atas 66 sebagai level supportnya, maka saat ini posisi CPRO sedang berada di awal wave (Y).
Buy on Weakness: 74-79
Target Price: 92, 102
Stoploss: below 66
INCO - Spec Buy
INCO ditutup terkoreksi 1,7% ke level 7,175 pada perdagangan kemarin (9/5). Selama INCO tidak terkoreksi ke bawah 6,800 sebagai supportnya, maka saat ini kami pekirakan posisi INCO sedang membentuk awal dari wave B sehingga INCO berpeluang berbalik menguat.
Spec Buy: 6,950-7,150
Target Price: 7,575, 8,025
Stoploss: below 6,800
ANTM - Spec Buy
Kemarin (9/5), ANTM ditutup terkoreksi 2,7% ke level 2,530. Selama tidak terkoreksi ke bawah 2,450 sebagai supportnya, maka kami memperkirakan posisi ANTM sedang berada di awal wave c dari wave (v) pada label hitam sehingga ANTM berpeluang menguat kembali.
Spec Buy: 2,480-2,520
Target Price: 2,700, 2,980
Stoploss: below 2,450
BRMS - Buy on Weakness
BRMS ditutup terkoreksi 1,8% ke level 220 pada perdagangan kemarin (9/5), pergerakan BRMS pun masih tertahan oleh MA20-nya. Selama BRMS masih sanggup bergerak di atas 198 sebagai supportnya, maka kami perkirakan posisi BRMS saat ini sedang berada pada bagian dari wave B dan berpeluang menguat kembali.
Buy on Weakness: 210-218
Target Price: 238, 248
Stoploss: below 198
Disclaimer On
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
Rekomendasi Saham MPMX, AKRA, PWON dan CPRO oleh SAMUEL SEKURITAS | 27 April 2022
INVESTASI KONTAN
27 APRIL 2022
Samuel Sekuritas menilai, candle doji-doji berkepanjangan yang terus terbentuk pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memberi indikasi pelemahan momentum pasar. Pada perdagangan Selasa (26/4), IHSG tercatat naik 0,22% ke level 7.232,15.
"IHSG (7.232) terus ditutup di atas angka psikologis 7.000. Uptrend line patah, berlanjut tutup gap 7.150. Candle doji-doji berkepanjangan terus terbentuk, memberi indikasi pelemahan momentum market," kata Analis Teknikal Samuel Sekuritas William Mamudi dalam risetnya, Rabu (27/4).
Untuk hari ini, William menyukai saham PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) dengan rekomendasi trading buy, serta PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) dengan rekomendasi trading sell.
Berikut adalah ulasannya:
1.MPMX
MPMX menguji resistance Rp 1.380 dengan bullish marubozu dan spiking volume. Antisipasi breakout dengan target resistance berikut di Rp 1.500. Rekomendasi buy dengan target harga Rp 1.450 dan cut loss Rp 1.295. MPMX pada Selasa (26/4) ditutup di level Rp 1.365 per saham.
2. AKRA
AKRA menguji resistance Rp 1.035 dengan bullish marubozu dan spiking volume. Antisipasi breakout dengan target uji level Rp 1.100. Rekomendasi buy dengan target harga Rp 1.060 dan cut loss Rp 980. AKRA pada Selasa (26/4) ditutup di level Rp 1.020 per saham.
3. PWON
PWON breakout resistance Rp 560 dengan bullish marubozu. Target resistance berikut bisa ke Rp 615. Rekomendasi buy dengan target harga Rp 615 dan cut loss Rp 550. PWON pada Selasa (26/4) ditutup di level Rp 580 per saham.
4. CPRO
CPRO breakdown support Rp 71 dengan bearish marubozu. Waspada lanjut koreksi selama downtrend line solid. Rekomendasi sell dengan target harga Rp 64 dan cover Rp 72. CPRO pada Selasa (26/4) ditutup di level Rp 68 per saham.
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
Rekomendasi Saham PGAS, AALI, CPRO dan IRRA oleh MNC SEKURITAS | 29 Maret 2022
MNC Daily Scope Wave29 Maret 2022
Pada penutupan perdagangan kemarin (28/3), IHSG menguat 0,7% ke level 7,049. Kami memperkirakan saat ini posisi IHSG sedang berada di akhir wave (a) dari wave [iii], sehingga penguatan IHSG akan relatif terbatas dan rawan terkoreksi. Adapun level koreksi IHSG diperkirakan akan menguji level area 6,926-6,955. Selama IHSG tidak terkoreksi ke bawah 6,814 maka IHSG berpeluang menguat kembali.
Support: 6,926, 6,853
Resistance: 7,060, 7,100
PGAS - Buy on Weakness (1,415)
PGAS ditutup flat di level 1,415 pada perdagangan kemarin (28/3). Saat ini, kami memperkirakan posisi PGAS sedang berada pada bagian dari awal wave [c] dari wave B di label hitam, atau wave (b) dari wave [b] di label merah. Hal tersebut berarti, arah pergerakan PGAS berpeluang menguat terlebih dahulu.
Buy on Weakness: 1,385-1,415
Target Price: 1,500, 1,580
Stoploss: below 1,355
AALI - Buy on Weakness (12,950)
Menutup perdagangan kemarin (28/3), AALI menguat 2% ke level 12,950 dan menembus level resistancenya di 12,925. Kami memperkirakan, selama AALI masih bergerak di atas 11,825 sebagai supportnya, maka posisi AALI saat ini sedang berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [v] dan masih berpeluang melanjutkan penguatannya.
Buy on Weakness: 12,700-12,925
Target Price: 13,350, 14,000
Stoploss: below 11,825
CPRO - Spec Buy (94)
CPRO ditutup terkoreksi 2,1% ke level 94 pada perdagangan kemarin (28/3). Selama CPRO masih bergerak di atas 86 sebagai supportnya, maka diperkirakan saat ini posisi CPRO sedang berada di awal wave [iii] dari wave 3 pada label hitam atau wave [iii] dari wave C pada label merah.
Spec Buy: 91-94
Target Price: 106, 112
Stoploss: below 86
IRRA - Spec Buy (1,740)
Kemarin (28/3), IRRA ditutup flat di level 1,740, pergerakan IRRA pun masih tertahan oleh MA20. Selama IRRA tidak terkoreksi ke bawah 1,700, maka kami memperkirakan posisi IRRA sedang berada di awal wave (c) dari wave [y] dan IRRA berpeluang menguat.
Spec Buy: 1,710-1,740
Target Price: 1,900, 2,030
Stoploss: below 1,700
Disclaimer On
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
Rekomendasi Saham PGAS, CTRA, BIRD dan CPRO oleh MNC SEKURITAS | 2 Maret 2022
MNC Daily Scope Wave2 Maret 2022
IHSG ditutup menguat 0,5% ke level 6,921 pada perdagangan kemarin (1/3), pergerakan IHSG kemarin pun menimbulkan gap yang berada pada rentang 6,904-6,915. Dengan tertembusnya resistance di 6,927, maka kami update untuk posisi IHSG, sehingga saat ini posisi IHSG sedang berada di akhir wave i dari wave (i) dari wave [i] pada label hitam atau akhir wave (y) dari wave [i] pada label merah. Hal ini berarti, pergerakan IHSG rawan terkoreksi untuk membentuk wave ii ke rentang area 6,850-6,905 dan berpeluang menguat kembali untuk menguji 6,996 sebagai resistance-nya.
Support: 6,758, 6,698
Resistance: 7,000, 7,050
PGAS - Buy if Breakout (1,475)
Kemarin (1/3), PGAS ditutup menguat 2,4% ke level 1,475 diiringi dengan peningkatan volume transaksi. Kami memperkirakan, saat ini posisi PGAS sedang berada di awal dari wave (iii) dari wave [c] sehingga PGAS masih berpeluang melanjutkan penguatannya, terlebih bila mampu untuk menembus level resistancenya.
Buy if Breakout: 1,480
Target Price: 1,530, 1,600
Stoploss: below 1,370
CTRA - Buy on Weakness (910)
CTRA ditutup terkoreksi 1,6% ke level 910 pada perdagangan kemarin (1/3). Posisi CTRA saat ini kami perkirakan sedang berada di akhir wave [ii] dari wave C. Hal ini berarti, meskipun terkoreksi akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.
Buy on Weakness: 890-910
Target Price: 1,020, 1,125
Stoploss: below 860
BIRD - Spec Buy (1,375)
BIRD ditutup menguat 2,2% ke level 1,375 pada perdagangan kemarin (1/3), penguatan BIRD masih tertahan oleh MA20-nya. Kami perkirakan, posisi BIRD sedang berada di awal wave [y] dari wave B sehingga BIRD berpeluang melanjutkan penguatannya.
Spec Buy: 1,335-1,375
Target Price: 1,440, 1,530
Stoploss: below 1,300
CPRO - Sell on Strength (96)
Pada perdagangan kemarin (1/3), CPRO ditutup menguat 1,1% ke level 96, pergerakan CPRO masih tertahan oleh cluster MA20 dan MA60. Posisi CPRO saat ini kami perkirakan sedang berada pada bagian dari wave [b] dari wave 2. Hal ini berarti, penguatan CPRO akan relatif terbatas dan rawan terkoreksi ke rentang area 86-91 untuk membentuk wave [c] dari wave 2.
Sell on Strength: 97-104
Disclaimer On
Rekomendasi Saham BRPT, BBYB, CPRO dan MYOR oleh MNC SEKURITAS | 18 Februari 2022
MNC Daily Scope Wave18 Februari 2022
Kemarin (17/2), IHSG ditutup terkoreksi 0,2% ke level 6,835 dan telah menutup gap yang terbentuk pada rentang 6,807-6,821. Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C, sehingga meskipun kembali terkoreksi nampaknya IHSG akan menguji rentang area 6,760-6,779. Selama IHSG tidak terkoreksi ke bawah 6,698 atau bahkan 6,648 maka kami perkirakan skenario ini akan berjalan.
Support: 6,727, 6,648
Resistance: 6,875, 6,930
BRPT - Spec Buy (1,010)
Pada perdagangan kemarin (17/2), BRPT ditutup terkoreksi 0,5% ke level 1,010. Selama BRPT tidak terkoreksi ke bawah 965 sebagai level supportnya, maka saat ini posisi BRPT sedang berada pada bagian awal dari wave (v) dari wave [c].
Spec Buy: 985-1,010
Target Price: 1,055, 1,110
Stoploss: below 965
BBYB - Buy if Break (1,415)
Kemarin (17/2), BBYB ditutup menguat 6,5% di level 2,300, pergerakan BBYB pun sempat menguji level resistancenya di 2,380. Kami memperkirakan, posisi BBYB saat ini sedang berada di awal wave [c] dari wave B dan hal ini akan lebih terkonfirmasi bila BBYB mampu break kembali level resistancenya.
Buy if Break: 2,380
Target Price: 2,440, 2,640
Stoploss: below 2,100
CPRO - Buy on Weakness (101)
CPRO ditutup terkoreksi cukup agresif sebesar 5,6% ke level 101 pada perdagangan kemarin (17/2). Selama CPRO masih mampu bergerak di atas 94 sebagai level supportnya, maka kami perkirakan posisi CPRO saat ini sedang membentuk wave [iv[ dari wave 1 dari wave (C), sehingga koreksi CPRO akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.
Buy on Weakness: 98-101
Target Price: 109, 120
Stoploss: below 94
MYOR - Spec Buy (1,800)
MYOR ditutup terkoreksi 0,6% ke level 1,800 pada perdagangan kemarin (17/2). Selama MYOR masih bergerak di atas 1,720 sebagai level supportnya, maka posisi MYOR saat ini sedang berada di awal wave B dari wave (Y), sehingga MYOR berpeluang untuk menguat terlebih dahulu.
Spec Buy: 1,760-1,800
Target Price: 1,970, 2,130
Stoploss: below 1,720
Disclaimer On
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
Rekomendasi Saham INCO, BBYB, WEGE dan CPRO oleh MNC SEKURITAS | 28 Januari 2022
MNCS Daily Scope Wave 28 Januari 2022
Menutup perdagangan kemarin (27/1), IHSG ditutup menguat 0,2% ke level 6,611 dan penguatannya tertahan oleh MA60. Kami memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat untuk menutup gap yang berada di rentang 6,632-6,645, namun demikian tidak menutup kemungkinan bahwa penguatan ini merupakan bagian dari wave (iii) dari wave [c] di label hitam (skenario terburuknya) atau berada di awal wave C di label merah. Tetap cermati level support berikutnya di 6,523 dan 6,484, apabila IHSG menembus level tersebut maka terkonfirmasi IHSG sedang berada di wave (iii) label hitam dengan arah koreksi 6,375-6,468.
Support: 6,523, 6,480
Resistance: 6,630, 6,738
INCO - Buy on Weakness (4,740)
INCO ditutup terkoreksi 1,9% ke level 4,740 pada perdagangan kemarin (27/1), koreksi INCO pun masih tertahan oleh MA20-nya. Kami memperkirakan, posisi INCO saat ini sedang berada di akhir wave [b] dari wave E pada pola trianglenya, sehingga koreksi INCO akan relatif terbatas dan berpeluang untuk menguat kembali.
Buy on Weakness: 4,600-4,700
Target Price: 5,180, 5,400
Stoploss: below 4,240
BBYB - Spec Buy (1,785)
Menutup perdagangan kemarin (27/1), BBYB terkoreksi 0,8% dan ditutup di level 1,785. Kami perkirakan, posisi BBYB saat ini sedang berada di akhir wave [y] dari wave A sehingga koreksi BBYB akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.
Spec Buy: 1,600-1,700
Target Price: 1,930, 2,250
Stoploss: below 1,485
WEGE - Buy on Weakness (173)
Pada perdagangan kemarin (27/1), WEGE ditutup flat di level 173. Saat ini, posisi WEGE kami perkirakan sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave C dari wave (Y). Hal ini berarti, pergerakan WEGE masih dapat terkoreksi dan dapat dimanfaatkan untuk BoW.
Buy on Weakness: 160-168
Target Price: 190, 214
Stoploss: below 154
CPRO - Buy on Weakness (72)
CPRO ditutup terkoreksi cukup signifikan, sebesar 4% ke level 72 pada perdagangan kemarin (27/1). Kami perkirakan, posisi CPRO saat ini sedang berada di akhir wave [v] dari wave C dari wave (B). Hal ini berarti, koreksi CPRO relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.
Buy on Weakness: 68-72
Target Price: 84, 93
Stoploss: below 66
Disclaimer On
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
Rekomendasi Saham IRRA, TOWR, AKRA dan CPRO oleh MNC SEKURITAS | 14 Januari 2022
MNC Daily Scope Wave14 Januari 2022
Pada perdagangan kemarin (13/1), IHSG ditutup menguat 0,2% ke level 6,658, pergerakan IHSG masih cenderung sideways. Selama IHSG tidak terkoreksi ke bawah 6,625 sebagai support terdekatnya, maka selanjutnya IHSG kami perkirakan berpeluang melanjutkan penguatannya. Namun demikian, apabila menembus 6,625 maka target koreksi berikutnya ke area 6,609 dan 6,593. _Worst case_-nya, apabila IHSG menembus 6,593 maka IHSG rawan koreksi menuju ke 6,529-6,574 terlebih dahulu.
Support: 6,593, 6,581
Resistance: 6,738, 6,754
IRRA - Buy on Weakness (2,100)
Pada perdagangan kemarin (13/1), IRRA ditutup terkoreksi 0,5% ke level 2,100. Kami perkirakan, posisi IRRA saat ini sedang berada pada bagian dari wave (ii) dari wave [c] sehingga IRRA cenderung bergerak terkoreksi dan dapat dimanfaatkan untuk BoW.
Buy on Weakness: 1,980-2,080
Target Price: 2,200, 2,280
Stoploss: below 1,910
TOWR - Spec Buy (1,060)
Kemarin (13/1), TOWR ditutup menguat 1% ke level 1,060. Posisi TOWR pun, pada skenario terbaiknya saat ini kami perkirakan sedang membentuk awal dari wave [C], sehingga dalam jangka menengahnya pergerakan TOWR akan cenderung menguat dan hal ini akan terkonfirmasi bila TOWR tidak terkoreksi ke bawah 1,030 sebagai supportnya.
Spec Buy: 1,040-1,060
Target Price: 1,170, 1,255
Stoploss: below 1,030
AKRA - Buy on Weakness (845)
AKRA ditutup menguat 3% ke level 845 pada perdagangan kemarin (13/1). Saat ini, kami memperkirakan posisi AKRA sedang berada di awal wave [c] dari wave B sehingga AKRA masih berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.
Buy on Weakness: 815-845
Target Price: 880, 920
Stoploss: below 795
CPRO - Sell on Strength (88)
CPRO ditutup menguat cukup signifikan, sebesar 6% di level 88 pada perdagangan kemarin (13/1), namun penguatan CPRO masih tertahan oleh MA60. Kami perkirakan, penguatan CPRO tersebut masih merupakan pada fase downtrendnya dan akan terkonfirmasi apabila CPRO menembus 80 sebagai supportnya. Untuk rentang level koreksi CPRO diperkirakan berada pada level 68-76.
Sell on Strength: 91-94
Disclaimer On
Rekomendasi Saham MAPI, TINS, IRRA dan CPRO oleh MNC SEKURITAS | 23 Desember 2021
MNC Daily Scope Wave23 Desember 2021
IHSG terkoreksi 0,4% dan ditutup di level 6,529, penguatan IHSG pun masih tertahan oleh MA20 dan MA60. Kami memperkirakan, pergerakan IHSG masih rawan terkoreksi terlebih dahulu untuk menguji 6,514-6,525 terlebih dahulu. Selama IHSG masih bertahan di atas 6,480 sebagai supportnya, maka kami perkirakan IHSG berpeluang menguat untuk kembali menguji 6,580-6,620.
Support: 6,514, 6,480
Resistance: 6,688, 6,750
MAPI - Buy on Weakness (735)
Pada perdagangan kemarin (22/12), MAPI ditutup cenderung flat ke level 735, pergerakan MAPI pun belum mampu menembus MA20. Kami memperkirakan, selama MAPI tidak terkoreksi ke bawah 690 sebagai supportnya, maka kami perkirakan posisi MAPI saat ini sedang berada di awal wave [b] dari wave B.
Buy on Weakness: 700-735
Target Price: 780, 830
Stoploss: below 690
TINS - Buy on Weakness (1,485)
TINS ditutup terkoreksi 1% ke level 1,485 pada perdagangan kemarin (22/12). Kami perkirakan, posisi TINS saat ini sedang berada di akhir wave [y] dari wave D pada pola trianglenya. Hal ini berarti, koreksi TINS akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.
Buy on Weakness: 1,450-1,485
Target Price: 1,585-1,650
Stoploss: below 1,430
IRRA - Spec Buy (2,090)
Kemarin (22/12), IRRA ditutup terkoreksi 1,9% ke level 2,090. Kami memperkirakan, posisi IRRA saat ini sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii].
Spec Buy: 2,020-2,090
Target Price: 2,250, 2,400
Stoploss: below 1,965
CPRO - Sell on Strength (105)
CPRO ditutup menguat 1% ke level 105 pada perdagangan kemarin (22/12). Selama CPRO belum mampu break 120 sebagai level resistancenya, maka penguatan CPRO akan relatif terbatas untuk membentuk wave [ii] dari wave C dan CPRO masih rawan untuk terkoreksi. Adapun level koreksi CPRO kami perkirakan berada pada rentang 83-92.
Sell on Strength: 108-113
Disclaimer On
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
Saham naik, Central Proteina (CPRO) juga sukses raih laba Rp 2,12 triliun dari merugi
Setelah lima tahun tidak bergerak dari level gocap, saham PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) kembali bergerak. Kamis (11/11), saham CPRO naik 21,43% ke level Rp 68 per saham.
Kenaikan harga saham CPRO tersebut lantaran adanya pemegang saham baru yang menguasai saham CPRO. Selasa (9/11), investor baru tersebut melakukan transaksi crossing saham CPRO sebanyak 44,91% saham. Saham tersebut ternyata dikuasai oleh PT Central Pangan Prima.
Siapa yang ada dibalik PT Central Pangan Prima adalah emiten yang dikendalikan oleh Keluarga Jiaravanon melalui beberapa nama pemegang saham. Pemegang saham ini secara internal melakukan penyatuan kepemilikan saham CPRO ke dalam Central Pangan Prima.
Selain karena memiliki pemegang saham baru. Sejatinya kinerja CPRO sepanjang tahun ini mencatatkan pertumbuhan kinerja yang tinggi. Hingga September 2021, CPRO mengantongi pendapatan Rp 6 triliun, atau naik 7,3% secara year on year (yoy). Yang paling menarik adalah laba bersih CPRO dalam sembilan bulan di tahun ini mencapai Rp 2,12 triliun. Padahal periode sama pada tahun 2020, CPRO masih mencatatkan rugi bersih Rp 68,59 miliar.
Akibatnya, emiten produsen udang ini membukukan laba bersih per saham Rp 35,6 dari sebelumnya Rp 1,2 per saham.
Meski neraca laba rugi CPRO terlihat apik, emiten ini ternyata masih mencatatkan saldo laba akumulasi kerugian sebesar Rp 4,25 triliun. Angka ini turun dari akhir Desember 2020 sebesar Rp 6,37 triliun.
Per 29 Oktober 2021, kepemilikan saham CPRO PT Surya Hidup Satwa mengempit 3,86 miliar saham setara 6,48%. Benjamin Jiaravanon memiliki 3,68 miliar saham setara 6,18%.
Lalu Leedon Capital Limited sebelumnya memiliki 10,73 miliar saham setara dengan 18,01%. Snow Lion Investment Limited sebanyak 5,4 miliar saham setara 9,06%.
Empat pemegang saham tersebut yang yang sebenarnya milik Keluarga Jiaravanon, dan menyatukan kepemilikannya ke PT Central Pangan Prima. Mereka adalah PT Surya Hidup Satwa, Benjamin Jiaravanon, Leedon Capital Limited dan Snow Lion Investment Limited.
Selain empat pemegang saham tersebut, saham CPRO digenggam oleh UOB Kay Hian (Hong Kong) Ltd sebesar 22,71%. Masyarakat juga menjadi pemilik saham CPRO terbanyak yakni 14,62 triliun atau berkontribusi sebanyak 24,54%.
sumber : investasikontan
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
PT Central Proteina Prima Tbk.Targetkan EBITDA 2021 Capai Rp800 Miliar
Emiten makanan laut, PT Central Proteina Prima Tbk., mematok target Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization atau EBITDA pada 2021 di posisi Rp750 miliar hingga Rp800 miliar.
Manajemen Central Proteina Prima mengatakan bahwa perseroan masih optimistis terdapat peluang untuk tumbuh kendati tahun depan masih dihadapkan ketidakpastian kondisi ekonomi global, termasuk dampak dari perang dagang AS-China, fluktuasi kurs rupiah, dan pandemi Covid-19.
“Oleh karena itu, perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan sekiar 5 persen dengan target EBITDA antara Rp750-Rp800 miliar,” tulis Manajemen Central Proteina Prima seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima Bisnis, Selasa (17/11/2020).
Manajemen menjelaskan bahwa keyakinan itu berdasarkan cerminan kinerja sepanjang 2020 ketika sektor makanan menjadi salah satu sektor yang paling bertahan seiring dengan masyarakat masih membutuhkan nutrisi dari produk ikan dan udang.
Adapun, emiten berkode saham CPRO itu mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp102 miliar pada tahun depan.
Capex itu terdiri atas biaya peremajaan fasilitas lama, peningkatan kapasitas produksi pakan, dan makanan hewan kesayangan sebesar Rp65 miliar, penambahan kapasitas produksi pembibitan udang sebesar Rp13 miliar, dan peremajaan fasilitas unit usaha lain sebesar Rp24 miliar.
Sepanjang Januari-September 2020, CPRO telah merealisasikan capex sebesar Rp45 miliar dan mengestimasikan tambahan capex sebesar Rp40 miliar pada kuartal IV/2020.
Mayoritas pengeluaran capex didominasi untuk peningkatan kapasitas produksi untuk pakan dan makanan hewan kesayangan dan juga penambahan gudang di pabrik yaitu sebesar Rp61 miliar, ekspansi pembibitan udang di Aceh Rp5 miliar, dan peremajaan fasilitas produksi yang ada Rp19 miliar.
Di sisi lain, hingga kuartal III/2020 CPRO telah membukukan penjualan sebesar Rp5,6 triliun, naik tipis daripada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,5 triliun.
Perseroan optimistis pendapatan untuk setahun penuh ini akan naik dari capian 2019, yaitu di kisaran Rp7,4-7,5 triliun dengan EBITDA diperkirakan akan mencapai Rp725-750 miliar.
“Sementara itu, perseroan juga optimis bahwa proses restrukturisasi obligasi anak perusahaan Perseroan Blue Ocean Resources Pte Ltd yang sedang dalam proses negosiasi dan diskusi dengan para pemegang obligasi akan mencapai kesepakatan pada 2020 dan akan tuntas pada 2021,” tulis Manajemen Central Proteina Prima.
Sumber: BISNIS
Saham CPRO | CPRO Bidik Pertumbuhan Penjualan Domestik 66,67%
Saham CPRO | Strategi PT Central Proteina Prima Tbk. Pasca Resrukturisasi
Emiten perikanan PT Central Proteina Prima Tbk. (CPRO) menerapkan sejumlah strategi untuk memacu pertumbuhan kinerja setelah melakukan restrukturisasi obligasi.
Presiden Direktur Central Proteina Prima Irwan Tirtariyadi menuturkan, perseroan akan fokus kepada pertumbuhan fundamental kinerja selepas menyelesaikan restrukturisasi utang. Sejumlah strategi yang dijalankan antara lain memacu penjualan ekspor, menambah produk olahan perikanan, dan penetrasi pasar makanan hewan peliharaan (petfood).
“Setelah menyelesaikan restrukturisasi, kami fokus mengembangkan kinerja,” ujarnya, Rabu (19/9/2018).
Dari sisi ekspor, CPRO akan menggenjot penjualan udang. Adapun, di bisnis makanan olahan, perusahaan akan menambah sejumlah varian baru yang saat ini mencapai 80 produk.
Terbaru, CPRO memasarkan keripik kulit ikan patin untuk segmen menengah ke atas. Makanan kudapan ini dipasarkan di sejumlah outlet Freshmart bersama dengan sejumlah produk bermerek Fiesta lainnya.
Irwan menyampaikan, perseroan juga mencoba penetrasi pasar petfood untuk ikan dan burung. Saat ini, memelihara hewan sudah menjadi bagian gaya hidup kelas menengah, sehingga permintaan makanannya kian bertumbuh.
“Memelihara hewan sudah menjadi gaya hidup kelas menengah. Tahun depan kami akan masuk ke petfood untuk kucing dan anjing,” imbuhnya.
Perihal restrukturisasi, perseroan sudah merealisasikannya pada Juni 2018. CPRO mengurangi liabilitas melalui restrukturisasi obligasi anak usahanya, Blue Ocean Pte. Ltd.
http://market.bisnis.com/read/20180919/192/840132/ini-strategi-central-proteina-prima-cpro-setelah-restrukturisasi


.jpg)







