Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri saham bjtm. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri saham bjtm. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Analisa Saham BJTM | 28 Maret 2018

Analisa Saham BJTM


Pasca membagikan deviden pada akhir bulan februari 2018 lalu, saham BJTM terus bergerak turun. Saat ini BJTM tengah menguji area support level di kisaran 615-625. Apabila bertahan di support tersebut dan bergerak menguat menembus resistance 665, maka BJTM akan membentuk double bottom reversal dengan target terdekat menuju 700. Nantinya jika kenaikan saham ini masih berlanjut, maka BJTM akan menuju terget berikutnya di level 740, dan mencoba menutup gap atas dikisaran 750-770. Indikator teknikal MACD yang masih bergerak turun namun mulai condong bergerak mendatar, mengindikasikan bahwa saham ini sedang berkonsolidasi.

Rekomendasi: Spekulasi BOW dikisaran 615-630. Add position jika break out level 665 dengan disertai volume besar. Batasi resiko apabila gagal bertahan dan close di bawah 615.

Sentimen positif bagi saham BJTM adalah emiten telah tuntas melakukan buyback saham sebesar 1,39 juta saham. Pembelian saham dilakukan untuk periode 7 Desember 2017-1 April 2018. Direksi BJTM dalam keterbukaan informasi ke BEI hari Senin tanggal 26 Maret 2018 bilang, terkait buyback, bank ini telah merogoh kocek sebesar Rp 1 miliar, dengan harga rata-rata pembelian kembali sahamnya adalah Rp 725 per saham.

Source:
StepTrader

Rekomendasi Saham ASRI, BJTM, INDF dan INKP oleh Binaartha Sekuritas | 18 Mei 2021


Binaartha Sekuritas Daily

18 Mei 2021

by M Nafan Aji Gusta Utama

Alam Sutera Realty (ASRI)

Saham ASRI ditutup di Rp 186. (RoE: -10.95%; PER: -3.60x; EPS: -52.43; PBV: 0.40x; Beta: 2.33). Pergerakan harga saham ASRI telah menguji garis MA 200 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Rekomendasi untuk saham ASRI adalah akumulasi pada area Rp 183 – Rp 186, dengan target harga secara bertahap di level Rp 195, Rp 200, Rp 206 dan Rp 222. Support saham ASRI di Rp 180 dan Rp 175.

Astra Otoparts (AUTO)

Saham AUTO ditutup di Rp 1.150. (RoE: 5.66%; PER: 8.42x; EPS: 136.60; PBV: 0.48x; Beta: 1.14). Pergerakan harga saham AUTO telah menguji beberapa garis MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Rekomendasi untuk saham AUTO adalah akumulasi pada area level Rp 1.135 – Rp 1.150 dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.180, Rp 1.240, Rp 1.375 dan Rp 1.510. Support ada di Rp 1.135 dan Rp 1.105.

BPD Jawa Timur (BJTM)

Saham BJTM ditutup di Rp 760. (RoE: 16.57%; PER: 6.36x; EPS: 120.32; PBV: 1.05x; Beta: 1.51). Terlihat pola doji candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. Rekomendasi saham BJTM adalah akumulasi pada area level Rp 750 – Rp 760, dengan target harga secara bertahap di level Rp 775, Rp 790, Rp 855, Rp 920 dan Rp 985. Support ada di Rp 725.

Charoen Pokphand Indonesia (CPIN)

Saham CPIN ditutup di harga Rp 6.400. (RoE: 13.46%; PER: 34.51; EPS: 185.45; PBV: 4.64x; Beta: 0.82). Pergerakan harga saham CPIN telah menguji garis MA 200 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Rekomendasi untuk saham CPIN adalah akumulasi pada area level Rp 6.300 – Rp 6.400, dengan target harga secara bertahap di level Rp 6.600, Rp 7.275 dan Rp 7.975. Support ada di Rp 6.300 dan Rp 6.075.

Indofood Sukses Makmur (INDF)

Saham INDF ditutup di harga Rp 6.350. (RoE: 8.16%; PER: 8.72x; EPS: 733.59; PBV: 0.71x; Beta: 0.57). Pergerakan harga saham INDF telah menguji garis MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Rekomendasi untuk saham INDF adalah akumulasi pada area level Rp 6.250 – Rp 6.350, dengan target harga secara bertahap di level Rp 6.450, Rp 6.550, Rp 7.000, Rp 7.325 dan Rp 8.275. Support ada di Rp 6.100.

Indika Energy (INDY)

Saham INDY ditutup di Rp 1.435. (RoE: -13.68%; PER: -13.68x; EPS: -104.92; PBV: 0.60x; Beta: 2.2). Pergerakan harga saham INDY telah menguji beberapa garis MA 20 maupun MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Rekomendasi untuk saham INDY adalah akumulasi pada area level Rp 1.425 - Rp 1.435, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.470, Rp 1.500, Rp 1.615, Rp 1.735 dan Rp 1.850. Support ada di Rp 1.400 dan Rp 1.380.

Indah Kiat Pulp and Paper (INKP)

Saham INKP ditutup di Rp 9.500. (RoE: 6.92%; PER: 12.60x; EPS: 754.11; PBV: 0.87x; Beta: 1.84). Pergerakan harga saham INKP telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Rekomendasi untuk saham INKP adalah akumulasi pada area level Rp 9.300 – Rp 9.500, dengan target harga secara bertahap di level Rp 10.125, Rp 13.725 dan Rp 17.325. Support ada di Rp 9.000 dan Rp 8.600.

Timah (TINS)

Saham TINS ditutup di harga Rp 1.695. (RoE: 0.82%; PER: 302.68x; EPS: 5.60; PBV: 2.50x; Beta: 2.53). Pergerakan harga saham TINS telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Rekomendasi untuk saham TINS adalah akumulasi pada area level Rp 1.680 – Rp 1.700, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.775, Rp 1.925 dan Rp 2.070. Support ada di Rp 1.660 dan Rp 1.630.

Tips Trading Hari Ini, by AnggunTrader, 10 Januari 2017

Tips trading buat hari ini, Selasa, tanggal 10 Januari 2017 :

1.AALI : Saham ini memperlihatkan bottom reversal, minor resits 17.200, mayor resist : 18.000.ADHI : Saham ini menguji level 2270, tembus 2270-2300 targetnya  cukup jauh yaitu 2400-2600..
2.ASII : Saham paling keren di IHSG, harga mendekati 7000 yang jelas adalah kesempatan beli, dan jual harga diatas 8250.ASRI : Saham property masih tidak begitu bagus, ASRI jika harga mencapai harga 500 berarti property sudah bagus kembali, saat ini ASRI bergerak dalam range 330-400.

3.BBCA : Saham ini semakin turun dari level 15.000 sangat menarik untuk dibeli, support kuat ada di level 14.300-14.500 


4.BBRI : Saham blue chips BUMN ini sangt menarik di level dibawah 11.000, apalagi mendekati level 10.000, tentunya keberuntungan buat anda. 

5.BMRI : Saham BUMN ini saat ini mirip dengan BBRI, Support kuat dilevel 10.000an, dan resisten di level 12.000BBNI : Saha ini beli kalau dibawah 5000, dan jual pada area 5600-6000.

6.BJBR : Terkoreksi dari level tertinggi 3500 menuju 2800, dan akhirnya kemarin mulai ada tanda-tanda reversal. Saham ini jika tidak turun dari level 2800, maka berpeluang rebound kembali diatas level 3000an kembali.

7.BJTM :Jika BJBR kembali ditarik, maka boleh diperhatikan juga saudaranya BJTM,  posisi saham ini secara tehnical sangat bagus karena Close>MA5>MA20>MA50>MA200, berpeluang menguji level 650 kembali, syarat jangan turun dari 590.

8.BBTN : Mencoba break out dari level 1830-1850, jika berhasil, maka target selanjutnya adalah menuju level 2000-2100.

9.BRMS : Saham BUMI naik, maka saham BRMS ini juga ikut naik, Tembus level 74-75, maka berpeluang menuju level 80an, namun batasi resiko jika turun dari 66.

10.BRPT : Saham ini strong up trend, ot menuju 1745, namun waspadai aksi profit taking sewaktu. sehingga batasi sesiko jika turun dari level 1500.

11.BSDE : Ada gap down belum tertutup 1910-1850, Jika tidak mampu menuju level 1890-1910, sebaiknya profit taking dulu, karena berpotensi doble top.

12.BUMI : Saham ini break out dari level tertingginya 322, target berikutnya adalah 400, saham ini belum jenuh beli karena naik, baru hari ke-2, batasi resiko jika turun dari 310.

13.COWL :Saham ini naik tanpa henti dari level 600 hingga 1100, level tertinggi sepanjang masa 1115, nampakanya perlu didalami dulu secara fundamentalnya.

14.DOID : Saham ini secara tehnical strong up trend, Close>MA5>MA20>MA50>MA200, berpotensi menguji level tertingginya 600, gerakan saham ini saat ini jauh lebih halus daripada BUMI.

15.DSFI : Tunggu saham ini break out dulu dari level 170

16.ERAA : Saham ini turun dari level 930 hingga 530, saat ini mulai ada tanda-tanda rebound kembali, tembus level 650 menuju 680 dahulu.

17.EXCL : Saham ini berhasil break out level 2580, maka target terdekat berikutnya adalah 2790-2800.

18.GJTL : Saham ini juga senasib dengan ERAA, dari harga 1755 hibawa turun hingga 955, harga saham ini dibawah 1000 murah sekali, apalagi saham ini sudah membukukan laba yang positif, jika tidak mampu tembus level 1250, sebaiknya take profit ahulu.I

19.CBP : Saham blue chips ini boleh perhatikan jika harganya pada area 7500-8000.

20.INCO : good job berhasil Break out 2850, berpeluang menuju diatas 3000an kembali, saham ini tidak jenuh beli.

21.INDF mencoba bermain diatas level 8000an kembali, harga mendekati level 7000 adalah rejeki anda.

22.INPC : Kemarin AR kanan, saham ini habis right isue di harga 111, cepat atau lambat pasti kembali bermain diatas level 111.Namun bermain saham ini berspekulasi tinggi, buat invest tunggu saja kalau harganya mendekati 70. (Saham ini luar biasa sekali, akhirnya saham ini AR kanan untuk ke2 kali, sehingga kenaikan mencapai hampir 100%).

23.INTP :Saham semen secara fundamental saat ini masih belum bagus, area support saham ini di sekitar 14.000-15.000.

24.ITMG : Saham ini sedang up trend juga, saat ini berkonsolidasi di area 15.800-17.600.

25.KIJA : Saham property mulai ada tanda-tanda kehidupan, saham ini akan menguju level 300, jika tidak mampu tembus sebaiknya profit taking dulu.
26.KRAS : Saham ini kalau ramai gerakannya besar, tetapi kalau sepi gerakannya sempit, so sangat cocok buat trading saja.

27.KREN : Saham ini mendekati 400 beli, mendekati 500 jual.

28.LPCK : Saham ini belum ada tanda-tanda kehidupan, namun support mulai terbaca yaitu dilevel 5000.

29.LPPF : Saham blue chips ini beli di area 14.000-15.000, jual jika tidak tembus level 16.000. Namun jika tembus 16.000, bepotensi naik hingga level 20.000.

30.LSIP : Saham ini sedang mid term down trend, penurunan dari level 1900 hingga  1660, tunggu hingga ada tanda-tanda rebound.

31.MAPI : saham supermarket ini saat ini malah sedang up trend, support kuat dilevel 5000, dan resist di level 5600-5750.

32.MEDC : Saham ini kalau sedang naik bisa tinggi sekali, namun setelah itu pelan-pelan dibawa turun hingga harga kembali lagi hingga semula, so berhati-hatilah dengan saham ini.

33.MLPL : Boleh diperhatikan saat ini, apa peluang break out dari level 370, maka berpeluang menuju level 400 kembali.

34.PGAS : Beli saham ini dekat harga 2400, dan jual harga ini diaerah 2800-3000.

35.TBIG : Saham ini terjadi bottom reversal, peluang naik hingga 5600-5700.

36.TELE : Saham ini boleh perhatikan ketika koreksi, support kuat di level 600, dan resist kuat di harga 1000.

37.TLKM : Saham blue chips ini sangat menarik kalau harga dibawah 4000, harga paling bagus adalah sekitar 3500-3600, akan cepat kembali mantul diats 4000.

38.WIKA : Saham ini sedang konsolidasi 2300-2600, kalau mampu tembus level 2600, maka target berikutnya adalah 3000.

39.UNVR : Saham blue chips ini dibawah 40.000 lumayan menarik, tunggu harga di area 37500-38000.

40.UNTR : Saham ini sudah lumayan up trend, cukup menarik kalau harga dibawa dibawah /didekat level 20.000 kembali.

Credit thx to angguntrader

Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia | 7 Desember 2017

Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia

Market Review 6 December 2017
(Investment Information Team,  Mirae Asset Sekuritas Indonesia)

IHSG ditutup melemah 28 poin (-0.47%) ke level 6,006.835 pada perdagangan hari ini. Tercatat 147 saham menguat dan 200 saham melemah. Mayoritas sektor ditutup di zona negatif hari ini dipimpin oleh pelemahan sektor agriculture (-1.44%) dan mining (-1.25%), sementara hanya sektor basic industry dan property yang ditutup menguat masing-masing 1.31% dan 0.33%. Investor asing mencatatkan transaksi net sell sejumlah Rp890 miliar di seluruh Pasar hari ini. US Dollar menguat 27 poin (+0.2%) terhadap Rupiah, sehingga Rupiah melemah ke level Rp13,546 terhadap US Dollar di akhir perdagangan.

Unusual Market Activity (UMA)
- PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk (BMSR)
Bursa Efek Indonesia (BEI) menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham BMSR yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini.

Advance Stocks:

- TPIA: Harga saham TPIA ditutup menguat Rp100 (+1.83%) ke level Rp5.550 pada perdagangan hari ini. TPIA membukukan laba bersih sebesar US$250,6 juta sepanjang sembilan bulan pertama 2017. Peningkatan laba tersebut didorong oleh tingginya volume dan margin produk yang sehat, diimbangi dengan meningkatnya harga bahan baku yang mencerminkan peningkatan harga minyak mentah. Pendapatan meningkat sebesar 28,6% menjadi US$1.797,9 juta dari US$1.398,4 juta sepanjang kuartal III/2017, didorong kenaikan volume penjualan dari tingkat utilisasi pabrik yang lebih tinggi.

- BJTM: Di akhir perdagangan hari ini, harga saham BJTM ditutup menguat Rp10 (+1.40%) ke level Rp720. BJTM berencana melakukan pembelian kembali saham (Buyback) di pasar reguler pada 2018, setelah melihat positifnya kinerja bank tersebut hingga akhir 2017. Buyback dilakukan dalam rangka pelaksanaan pemberian remunerasi dalam bentuk variabel berupa saham. BJTM menyiapkan alokasi dana sebesar Rp1,01 miliar untuk aksi korporasi tersebut. Nantinya, saham yang dibeli kembali akan masuk sebagai treasury stock perseroan.

Decline Stocks:

- LINK: Harga saham LINK ditutup melemah Rp10 (-0.2%) ke level Rp4.990 hari ini. LINK berencana membeli kembali alias buyback saham yang dikeluarkan sebanyak-banyaknya 7,1% dari modal ditempatkan dan disetor. Angka ini setara dengan 216,03 juta saham. Perseroan akan meminta persetujuan aksi korporasi ini pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 15 Januari 2018. Sedangkan periode pelaksanaan pembelian kembali akan berlangsung sejak persetujuan RUPSLB hingga 14 Juli 2019.

- BKSW: Melemah untuk hari ketiga, harga saham BKSW ditutup melemah Rp6 (-2.91%) ke level Rp200 hari ini. BKSW telah menerima penempatan dana dari pemegang saham pengendalinya yaitu Qatar National Bank pada 4 Desember 2017. Nilai penempatan dana sebesar US$61 juta yang bertujuan untuk memperkuat permodalan dan meningkatkan rasio KPMM Perseroan.

- IMJS: Pada penutupan perdagangan hari ini, harga saham IMJS melemah Rp10 (-3.64%) ke level Rp264. IMJS menggelar penawaran umum terbatas (PUT) I sehubungan penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. IMJS akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 692 juta saham baru bernilai nominal Rp 200 dengan harga penawaran Rp 500 per saham. Jumlah saham baru yang terbitkan tersebut setara dengan 13,79% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PUT I. Rasio yang ditetapkan adalah sebesar 4:25.

- BUMI: BUMI segera merealisasikan proses penukaran utangnya yang lama dengan saham dan utang baru. Tiga special purpose vehicle (SPV) BUMI telah menyurati para kreditur untuk menukarkan haknya dengan utang baru dan saham baru BUMI. Konversi utang ini bakal efektif pada 11 Desember 2017 mendatang

Analisa Sore Pasar Saham Mirae Asset 9 Juni 2017


IHSG ditutup melemah 27 poin (-0.48%) ke level 5,675.523 pada perdagangan hari ini. Hingga akhir perdagangan tercatat hanya sektor Infrastructur dan Basic Industry yang menguat dengan ditutup naik 0.39% dan 0.10%, sementara sektor lain melemah dipimpin oleh sektor Miscellaneous Industry yang ditutup turun 1.61%. Tercatat 149 saham menguat dan 182 saham melemah hari ini. Investor asing mencatatkan transaksi net sell sejumlah Rp1.02 triliun di seluruh Pasar hingga akhir perdagangan. US Dollar melemah  poin (-0.05%) terhadap Rupiah, sehingga pada penutupan perdagangan hari ini Rupiah menguat ke level Rp13,291 terhadap US Dollar.

Unusual Market Activity (UMA)
- PT Panasia Indo Resources Tbk (HDTX)
Bursa Efek Indonesia (BEI) menginformasikan bahwa telah terjadi Penurunan harga saham HDTX yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini.

Advance Stocks:

- FIRE : FIRE mencatatkan sahamnya hari ini di Bursa Efek Indonesia (BEI) dimana emiten ini adalah yang ke-545 di papan pengembangan. FIRE melepas sebanyak 300 juta lembar saham baru kepada publik dengan nilai saham perdana yang ditawarkan pada kisaran harga Rp500 per lembar saham. Pada perdagangan perdananya, harga saham FIRE ditutup menguat Rp250 (+50%) ke level Rp750

- SMGR : Harga saham SMGR ditutup menguat Rp350 (+3.87%) ke level Rp9.375. Meski belum melakukan penambangan, namun pabrik SMGR di Rembang, Jawa Tengah, saat ini sudah mulai berproduksi. Pada tahun 2017 pabrik Semen Indonesia di Rembang dapat menyumbang produksi sebesar 1-1,2 juta ton semen. Perseroan berharap sumbangan dari pabrik Rembang nantinya sekitar 3 juta ton per tahun.

- LMSH, LION : Harga saham LMSH dan LION ditutup menguat masing-masing Rp40 (+6.10%) ke level Rp695 dan Rp50 (+5.10%) ke level Rp1.030 hari ini. LMSH akan membagikan dividen tunai Rp10 per lembar kepada pemegang sahamnya atau senilai Rp960.000.000 kepada 96.000.000 saham perseroan. Sementara, LION akan membagikan dividen tunai Rp40 per lembar pada pemegang sahamnya atau senilai Rp20.806.400.000 kepada 520.160.000 saham.

- BIRD : BIRD akan membagikan dividen tunai kepada pemegang saham perseroan senilai Rp152,63 miliar atau sekitar 30,09% dari total laba perseroan pada tahun buku 2016 yang senilai Rp507,3 miliar. Harga saham BIRD ditutup menguat Rp250 (+5.82%) ke level Rp4.540.

Decline Stocks:

- FAST : berencana menambah 35 gerai di sejumlah wilayah di Indonesia, Selain itu FAST juga akan membuka 20 KFC Box (kotak layanan dengan mesin). Untuk memenuhi pembukaan gerai baru, perseroan akan melakokasikan belanja modal sebesar Rp300 miliar-Rp350 miliar yang berasal dari kas internal. Harga saham FAST ditutup melemah Rp150 (-9.61%) ke level Rp1.410 hari ini.

- BJTM : Harga saham BJTM ditutup melemah Rp30 (-4.34%) ke level Rp660 hari ini. BJTM akan mengalihkan saham hasil buyback untuk program Long Term Insentive (LTI). Perseroan telah melaksanakan buyback saham dari 1 Februari hingga 1 Juni 2017. alokasi saham dalam program LTI dilaksanakan dengan memperhatikan persetujuan Pemegang Saham terkait remunerasi yang bersifat variable dalam bentuk saham dan persetujuan pemegang saham dalam rangka buyback yang dapat dialokasikan dalam program LTI.

- AISA : Anak AISA akan melepas 20% saham melalui pada akhir tahun ini. Perseroan menargetkan perolehan dana sebesar Rp400 miliar. Selain itu, AISA tengah mendekati perusahaan produsen minyak goreng berskala besar untuk bekerja sama. Perseroan akan branding minyak gorengnya karena kemampuan perusahaan adalah distribusi. Dengan branding yang baik, produknya akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Harga saham AISA ditutup melemah Rp55 (-2.86%) ke level Rp1.864 hari ini.

Investasi Saham? Kurang Afdol Kalau Gak Kenal Indeks IDX Quality30 (IDXQ30)



Dalam berinvestasi saham di pasar modal, jangan cuma tahunya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Investor wajib mengenal indeks saham lain untuk dijadikan acuan investasi

Bagi kamu calon investor atau investor pemula, indeks saham adalah ukuran statistik yang mencerminkan keseluruhan pergerakan harga atas sekumpulan saham yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu dan dievaluasi secara berkala.

Seperti diketahui, banyak perusahaan menerbitkan aneka saham yang dapat menjadi portofolio investasimu. Nah supaya lebih mudah dipantau, dibuatlah berbagai macam indeks saham. Ada indeks yang memuat saham-saham tertentu berdasarkan kapitalisasi pasar dan likuiditasnya.

Indeks saham penting dipahami karena dapat menjadi acuan investasi bagi investor reksa dana indeks, ETF Indeks serta produk turunannya. Selain itu, membantu investor dalam mengambil keputusan, apakah mau jual, beli, atau tahan sebuah saham.

Saat ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki 35 indeks saham. Yang terbaru, yaitu indeks saham IDX Quality30 atau IDXQ30. Masih fresh, baru diluncurkan 10 Agustus lalu. Yuk, simak ulasan mengenai indeks saham teranyar ini

Pengertian IDXQ30

IDX Quality30 atau IDXQ30 adalah indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham dari perusahaan-perusahaan dengan profitabilitas tinggi, solvabilitas baik, dan pertumbuhan laba stabil. Tentunya juga dengan likuiditas transaksi, serta kinerja keuangan yang baik.

Untuk masuk dalam jajaran saham di indeks IDXQ30 tidak mudah. Saham-saham yang layak untuk dipilih dalam pemilihan indeks disaring secara ketat. Dasar kriteria penilaiannya, antara lain:

Rasio profitabilitas : Return-on-Equity (ROE)

Rasio solvabilitas : Debt-to-Equity-Ratio (DER), dan

Variabilitas laba : Volatilitas dari pertumbuhan Earning per Share (EPS).

Metodologi yang digunakan, yakni Capped Free Float Market Capitalization Weighted & Quality Factored. Pada saat evaluasi, bobot tiap saham pada indeks dibatasi paling tinggi 15%. Saham mana yang memiliki quality score (skor berkualitas) tertinggi, mereka pantas menghuni IDXQ30.

Saham-saham IDXQ30 akan dievaluasi rutin pada bulan-bulan tertentu.

Evaluasi Mayor (M):bertujuan memilih saham konstituen indeks untuk periode selanjutnya disertai dengan menyesuaikan jumlah saham untuk indeks dan/atau bobot dari konstituen. Dievaluasi bulan Januari dan Juli (Efektif Februari dan Agustus).

Evaluasi Minor (m):hanya bertujuan menyesuaikan jumlah saham untuk indeks dan/atau bobot dari konstituen tanpa pemilihan konstituen indeks untuk periode selainjutnya. Dievaluasi rutin pada bulan April dan Oktober (Efektif Mei dan November).

30 Saham Penghuni IDXQ30

Indeks Saham

Ada 30 saham penghuni indeks IDX Quality30 (IDXQ30)

Dari hasil seleksi ketat, terpilihlah 30 saham unggulan yang masuk dalam IDXQ30. Berikut daftar 30 saham penghuni IDXQ30:


No.   |     Kode    |    Nama Saham


1

ACES

Ace Hardware Indonesia Tbk.


2

BBCA

Bank Central Asia Tbk.


3

BBNI

Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.


4

BBRI

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.


5

BJBR

Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.


6

BJTM

Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk.


7

BMRI

Bank Mandiri (Persero) Tbk.


8

BTPS

Bank BTPN Syariah Tbk.


9

CLEO

Sariguna Primatirta Tbk.


10

CPIN

Charoen Pokphand Indonesia Tbk


11

DMAS

Puradelta Lestari Tbk.


12

GGRM

Gudang Garam Tbk.


13

HMSP

H.M. Sampoerna Tbk.


14

HOKI

Buyung Poetra Sembada Tbk.


15

ICBP

Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.


16

INTP

Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.


17

KLBF

Kalbe Farma Tbk.


18

LINK

Link Net Tbk.


19

MIKA

Mitra Keluarga Karyasehat Tbk.


20

MNCN

Media Nusantara Citra Tbk.


21

MYOR

Mayora Indah Tbk.


22

PTBA

Bukit Asam Tbk.


23

PWON

Pakuwon Jati Tbk.


24

RALS

Ramayana Lestari Sentosa Tbk.


25

SCMA

Surya Citra Media Tbk.


26

SIDO

Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.


27

SMSM

Selamat Sempurna Tbk.


28

TLKM

Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.


29

UNTR

United Tractors Tbk.

30 UNVR Unilever Indonesia Tbk.

Daftar Harga Saham Penghuni IDXQ30

Jika kamu ingin investasi atau membeli saham-saham unggulan di atas, cek dulu nih daftar harga sahamnya. Berikut contoh rincian harga saham penghuni IDXQ30 per tanggal 7 September 2020, seperti dikutip dari laman resmi IDX:


No | Kode   |       Harga Saham 

                           per Lembar (Rp)

1   ACES              1.570

2   BBCA            31.425

3   BBNI               5.250

4   BBRI                3.510

5   BJBR                1.030

6   BJTM                  590

7   BMRI                5.850

8   BTPS                 3.710

9   CLEO                    515

10  CPIN                  6.075

11  DMAS                    228

12  GGRM              47.100

13  HMSP                   1.640

14  HOKI                      755

15  ICBP                   10.325

16  INTP                   11.975

17  KLBF                   1.600

18  LINK                    2.220

19  MIKA                   2.410

20  MNCN                    860

21  MYOR                   2.590

22  PTBA                     2.110

23  PWON                        40

24  RALS                        610

25  SCMA                    1.200

26  SIDO                      1.400

27  SMSM                    1.185

28  TLKM                     2.900

29  UNTR                      23.150

30. UNVR                      8.375



*Harga saham di atas dapat bergerak naik turun mengikuti kondisi pasar maupun kinerja perusahaan.

*Untuk mengecek pergerakan harga saham penghuni IDXQ30 setiap harinya dapat dilihat di sini. 

Mau Koleksi Saham IDXQ30? Sesuaikan dengan Bujetmu

Kalau dilihat harga saham yang masuk indeks saham IDXQ30 tidak semuanya mahal. Ada yang masih terjangkau dengan kemampuan finansialmu. 1 lot = 100 lembar. Bila kamu punya uang Rp 5 juta dan tertarik beli saham BBRI (Bank BRI) seharga Rp 3.510, berarti kamu bisa mengoleksi 1.424 lembar saham atau sekitar 14 lot 24 lembar saham.

Yang terpenting dalam investasi adalah memahami portofolio yang kamu pilih, mengelola risikonya dengan tepat, dan tanam modal sesuai dengan bujetmu.


sumber : cermati


Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

Marak Fenomena Saham Pompom ala Influencer, Bikin Tambah Kaya atau Miskin?


 

Investasi saham akhir-akhir ini lagi jadi perbincangan di jagat maya. Khususnya selepas beberapa publik figur ‘koar-koar’ saham jagoannya.

Impeknya, saham-saham yang disebutkan publik figur melejit dalam sekejap. Itu berarti, banyak yang beli saham rekomendasi dari orang terkenal ini, sehingga mengerek harga sahamnya.

Tindakan ini namanya pom-pom saham. Sebuah istilah di pasar modal. Pom-pom saham adalah suatu cara mengajak atau menghasut orang untuk membeli atau menjual saham di waktu tertentu.

Biasanya pom-pom saham dilakukan oleh oknum. Bisa juga bandar saham. Dan kini malah marak dari influencer.


Fenomena Influencer Saham

Influencer saham sedang jadi fenomena. Mulai dari artis, ustadz, sampai anak Presiden ramai-ramai merekomendasikan saham.

Yusuf Mansyur

Dai kondang, Ustadz Yusuf Manyur pernah merekomendasikan saham PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS) pada 2018. Tahun itu, pertama kalinya BRIS melantai di bursa efek.

Selanjutnya pendiri layanan fintech, PayTren ini juga aktif bersuara saat aksi merger tiga bank BUMN Syariah, termasuk salah satunya BRIS.

Yusuf Manyur kemudian mengomentari kinerja saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Lalu membahas pula saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF).

Berikutnya di akun Instagramnya, Pendiri Pondok Pesantren Daarul Qur’an tersebut juga memposting saham-saham BUMN karya, seperti WIKA, PTPP, ADHI, dan WSKT yang sedang mencatatkan kenaikan harga saham.

Kaesang Pangarep

Putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep mencuri perhatian netizen. Beberapa kali, ia mengunggah postingan saham di akun Twitter miliknya. Di antaranya KAEF, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Terakhir, Kaesang menjagokan saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) dengan membuat analisis sahamnya.

Raffi Ahmad dan Ari Lasso

Dua artis ini disemprit regulator pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI) karena aksi pamer sahamnya. Raffi Ahmad dan Ari Lasso sama-sama mempromosikan atau merekomendasikan saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS).


Artis Bukan Analis

Ngeliat artis atau publik figur pamer kinerja saham yang dikoleksinya emang bikin mupeng. Lalu akhirnya ikut-ikutan atau istilah kerennya FOMO (Fear Of Missing Out).

Jadi latah pengen beli saham yang sama, biar cuan juga. Beli saham bukan kayak beli kacang goreng. Asal pilih, tanpa pertimbangan. Apalagi cuma ngekor artis.

Perlu diingat, artis bukan analis saham. Rekomendasinya bisa saja salah dan bikin kamu jatuh miskin, termasuk buat pemula. Sudah keluar duit banyak untuk investasi saham, gegara FOMO beli saham yang dipromosikan influencer, harganya malah ambles.

Siapa yang buntung? Kamu juga kan. Mau nuntut ganti rugi ke artis atau publik figur? Ya gak bisa dong. Maka dari itu, cerdas dalam menyikapi fenomena pompom saham dari influencer dengan cara berikut ini:

1. Jangan gampang tergiur

Artis atau publik figur mungkin saja termasuk pemula di investasi saham. Belum punya banyak pemahaman tentang analisis teknikal dan fundamental tentang saham.

Kalau rekomendasi sahamnya hanya berdasarkan dia sedang cuan berlipat, bisa jadi karena faktor hoki. Bukan karena strategi dan hitung-hitungan yang pas.

Jadi, saring dulu setiap informasi yang masuk. Ini dilakukan agar kamu gak kena jebakan betmen karena tergiur saham yang disebutkan influencer.


2. Keuntungan sebanding dengan risikonya

Dalam berinvestasi, selalu ingat prinsip dasar bahwa keuntungan atau imbal hasil berbanding lurus dengan risikonya. Saham merupakan instrumen investasi yang dikenal high risk, high return. Keuntungan besar, risikonya pun tinggi.

Kalau kamu sudah mantap investasi saham, maka harus siap dengan risikonya. Pergerakan saham sangat fluktuatif, bak roller coaster. Rawan digoreng atau dimainkan pula, sehingga kalau lagi anjlok, bisa parah banget.

Jadi buat kamu yang gak kuat risikonya, lebih baik mundur atau beralih ke instrumen investasi lain yang aman.


3. Kenali perusahaan dan kinerjanya

Beli saham jangan karena hasutan, bujukan, rayuan, atau karena ikut-ikutan orang lain. Ini sama saja seperti beli kucing dalam karung.

Tetapi belilah saham lantaran kamu telah mengenali perusahaan dan reputasi pemiliknya. Semua itu dilakukan dengan cara analisis.

Di cek, yang punya siapa, laporan keuangannya masuk akal gak. Dalam laporan keuangan, dibedah lagi, misal utangnya wajar gak, valuasinya murah atau mahal, return on equity (ROE) atau tingkat pengembalian investasi minimal 15% atau kurang, dan lainnya.

Dengan begitu, beli saham pakai otak, bukan nafsu. Sehingga hasilnya pun jelas dan maksimal. Gak cuma 5% atau 10% saja, tetapi ratusan sampai ribuan persen.

Investasi Saham? Mulai dari Modal Kecil Saja

Gak usah iri kalau orang lain pamer keuntungan sahamnya. Kamu gak pernah tahu berapa banyak mereka rugi sebelumnya. Seperti Lo Kheng Hong, pernah rugi besar sebelum jadi konglomerat seperti sekarang dari investasi saham.

Buat pemula, gak perlu langsung hajar beli saham dalam jumlah banyak. Mulai saja dulu dengan modal kecil. Punya satu atau dua lot.

Begitu sudah tahu ilmunya, baru deh tambah modal investasi saham. Yang pasti gak usah takut ketinggalan. Utamakan analisis teknikal dan fundamental dalam jual beli saham.


sumber : cermati


Lebih lengkapnya silahkan klik :Saham Online

Analisa Saham Indonesia Hari Ini Sore | Mirae Asset Sekuritas | 18 Juli 2017

Analisa Saham Indonesia Hari Ini Sore | Mirae Asset Sekuritas | 18 Juli 2017

Setelah menguat lima hari berturut-turut pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah pada perdagangan hari ini sebesar 18 poin (-0.32%) ke level 5,822.352. Tercatat 128 saham menguat dan 213 saham melemah. Mayoritas sektor ditutup melemah hari ini. Hanya sektor basic industry yang ditutup menguat 0.21%, sementara sektor property melemah terdalam dengan ditutup turun 1.19%. Investor asing mencatatkan transaksi net sell sejumlah Rp1,07 triliun di seluruh Pasar hingga akhir perdagangan. US Dollar melemah 17 poin (-0.13%) terhadap Rupiah, sehingga Rupiah menguat ke level Rp13,309 terhadap US Dollar hari ini.

Advance Stocks:

- RIMO: Harga saham RIMO ditutup menguat Rp40 (+15.74%) ke level Rp294 pada hari ini, setelah melemah pada perdagangan kemarin. RIMO meraih penjualan neto sebesar Rp77,07 miliar hingga periode 31 Maret 2017, naik tajam dibandingkan penjualan neto Rp3,13 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Laba bersih tercatat sejumlah Rp52,75 miliar dibanding rugi pada tahun sebelumnya yang tercatat sejumlah Rp10,24 miliar.

- BJTM: Menutup perdagangan hari ini, harga saham BJTM menguat Rp15 (+2.36%) ke level Rp650. Hingga Juni 2017, BJTM mencatatkan laba bersih Rp 738,21 miliar atau naik 31,57% secara tahunan atau year on year (yoy). Kenaikan laba ini didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih dari penyaluran kredit yang naik tipis sebesar 2,96% yoy menjadi Rp 1,74 triliun. Dari pertumbuhan kinerja ini total aset BJTM mengalami kenaikan 7,28% yoy menjadi Rp 51,56 triliun.

- GPRA: Sepanjang semester I/2017 lalu, GPRA berhasil mencatatkan prapenjualan Rp300 miliar.  Angka ini diharapkan akan lebih baik pada paruh kedua sehingga target Rp700 miliar hingga akhir tahun akan tercapai. Penjualan sepanjang paruh pertama lalu pun masih ditopang dari sejumlah proyek eksisting salah satunya perumahan Bukit Cimanggu City di Bogor, Jawa Barat. Menguat untuk hari kedua, harga saham GPRA ditutup menguat Rp6 (+3.92%) ke level Rp159 pada perdagangan hari ini.

- HRUM: HRUM sudah melakukan buyback saham sebanyak 43.413.900 lembar hingga periode 30 Juni 2017harga rata-rata pembelian di level Rp2.269 per lembar saham dimana jumlah buyback tersebut baru sebesar 20,95% dari jumlah buyback yang diizinkan sesuai RUPS. Adapun sisa biaya pembelian kembali saham mencapai Rp265,38 miliar. Harga saham HRUM ditutup menguat Rp70 (+3.30%) ke level Rp2.190 hari ini.

Decline Stocks:

- ITMG: Harga saham ITMG ditutup melemah Rp550 (-2.75%) ke level Rp19.400 hari ini. Rencana ekspansi usaha di sektor ketenagalistrikan ITMG mengalami hambatan sehingga target porsi pendapatan sekitar 30% dari total pendapatan diperkirakan tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Saat ini ITMG melakukan studi kelayakan untuk pembangkit listrik tenaga air di Kalimantan yang diharapkan bisa selesai pada tahun ini. Biaya investasi untuk PLTA mencapai US$3 juta per megawatt.

- MAYA: MAYA berniat melakukan penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) X kepada para pemegang saham perseroan dalam jumlah sebanyak-banyaknya 546.592.860 lembar saham baru seri B atau sebesar 10,00% dari modal dietor setelah PUT X dengan harga nominal Rp100 per lembar. Seluruh dana yang diperoleh dari PUT X ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan dipergunakan untuk memperkuat struktur permodalan dalam meningkatkan aktiva produktif dalam bentuk kredit. Harga saham MAYA ditutup melemah Rp80 (-2.28%) ke level Rp3.420 pada perdagangan hari ini.

- BUMI: Harga saham BUMI ditutup melemah Rp6 (-1.71%) ke level Rp344 hari ini. Dalam tiga tahun terakhir pendapatan BUMI turun tajam karena tidak lagi memperoleh penghasilan dari penjualan batu bara melainkan hanya mengandalkan pendapatan dari management fee. Hingga kuartal I 2017 pendapatan BUMI hanya sebesar Rp132 miliar anjlok 98,6 persen jika dibandingkan periode kuartal I 2014 yang masih mengantongi Rp9,5 triliun.

Market Review 18 Juli 2017
(Investment Information Team,  Mirae Asset Sekuritas Indonesia)

Rekomendasi Saham BBNI, BJTM, BMRI dan TPIA oleh Binaartha Sekuritas | 9 Maret 2021


Binaartha Sekuritas Daily

9 Maret 2021

Nafan Aji 

Bank Negara Indonesia (BBNI)

Pergerakan harga saham BBNI telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulasi pada area Rp 5.825 – Rp 6.025, dengan target harga di level Rp 6.175, Rp 6.450, Rp 6.750, Rp 7.500 dan Rp 7.950. Support ada di Rp 5.825 dan Rp 5.625. Saham BBNI ditutup di Rp 6.000. (RoE: 2.91%; PER: 33.98x; EPS: 177.32; PBV: 0.99x; Beta: 1.99). 

BPD Jawa Timur (BJTM)

Pergerakan harga saham BJTM telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 715 – Rp 830, dengan target harga secara bertahap di level Rp 875 dan Rp 1.040. Support ada di Rp 790 dan Rp 710. Saham BJTM ditutup di Rp 830. (RoE: 14.78%; PER: 8.33x; EPS: 98.39; PBV: 1.23x; Beta: 1.51).

Bank Mandiri (BMRI)

Saham BMRI ditutup di Rp 6.425. (RoE: 8.83%; PER: 17.34x; EPS: 370.55; PBV: 1.53x; Beta: 1.38). Pergerakan harga saham BMRI telah menguji garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulasi pada area Rp 6.325 – Rp 6.425, dengan target harga secara bertahap di level Rp 6.575, Rp 7.125, Rp 7.550, Rp 7.850 dan Rp 8.050. Support saham BMRI ada di Rp 6.325, Rp 6.050 dan Rp 5.600.

Bumi Serpong Damai (BSDE)

Pergerakan harga saham BSDE masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Akumulasi pada area level Rp 1.200 – Rp 1.210, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.230, Rp 1.255, Rp 1.285 dan Rp 1.425. Support ada di Rp 1.180 dan Rp 1.145. Saham BSDE ditutup di Rp 1.210. (RoE: 1.82%; PER: 40.80x; EPS: 29.53; PBV: 0.74x; Beta: 1.65). 

Indocement Tunggal Prakasa (INTP)

Pergerakan harga saham INTP telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 13.050 – Rp 13.300, dengan target harga secara bertahap di level Rp 13.850, Rp 14.875, Rp 17.250 dan Rp 19.625. Support ada di Rp 13.050 dan Rp 12.300.  Saham INTP ditutup di Rp 13.250. (RoE: 6.58%; PER: 33.17x; EPS: 402.43; PBV: 2.17x; Beta: 1.33). 

Chandra Asri Petrochemical (TPIA)

Pergerakan harga saham TPIA masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Akumulasi pada area level Rp 9.350 – Rp 9.550, dengan target harga secara bertahap di level Rp 9.700, Rp 10.100, Rp 10.425 dan Rp 11.800. Support ada di Rp 9.050. Saham TPIA ditutup ditutup di Rp 9.550. (RoE: 2.83%; PER: 234.70x; EPS: 40.69; PBV: 6.67x; Beta: 1.61). 

Analisa Saham BJTM | 3 September 2018

Analisa Saham BJTM | 3 September 2018

Dari Laporan Keuangan Bulanan yang terakhir, Pendapatan Bunga Bersih Jan-Juli 2017 di bandingkan Jan-Juli 2018, naik dari Rp. 2.039.568 juta ke Rp. 2.091.962 juta (naik tipis 2.56%). Laba Bersih tahun berjalan sampai dengan Juli 2017 di bandingkan Juli 2018, naik dari Rp. 815.767 juta ke Rp. 842.227 juta (naik 3.24%).

Dividen Payout Ratio (DPR) saham ini rata – rata di angka 44.62% *1 dengan Dividen Yield  terakhir yang cukup menarik 5.69 %.

Dari Materi Public Expose BJTM Agustus 2018 *2, Pertumbuhan Kredit Juni 2018 +5.34% YoY, Dana Pihak Ketiga +17.35% YoY. Net Interest Margin (NIM) Juni 2018 sebesar 6.41%, BOPO sebesar 61.40%, LDR 64.86%, Non Performing Loan (NPL) Gross 1H18 sebesar 4.79%. Menurut penulis data-data tersebut di atas cukup Bagus.

Secara statistic 6 tahun terakhir dari pergerakan Harga (Price Action); jika kita membeli BJTM di akhir tahun, (saya ambil data sekitar 27-29 Desember), jadi menjelang bursa tutup tahun, dan kita hold maksimum 1 tahun, maka potensial Profit dari “Capital Gain (selisih harga Beli dan Harga tertinggi) adalah minimum 14.89% dalam 55 hari dan maksimum 62.89% dalam 247 hari (Lihat Figure 1.). Apakah tahun 2019 bisa terulang kembali kenaikan di atas 14% dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun? Kita lihat poin berikutnya.


BJTM mulai IPO tanggal 12 July 2012 di harga Rp430 per lembar, dan harga 31 Agustus 2018 Rp 670 per lembar, berarti dalam 6.2 tahun sudah mendapatkan Capital Gain sebesar 55.81%  (Capital Gain 9% per tahun). Jika di tambah dengan Rata-Rata Dividend 5 tahun terakhir, Yield per tahun 8.35% *1 maka Imbal hasil Investasi per tahun berkisar 15%

Secara Analisa Teknikal, Support kuat BJTM saat ini berada di 630. Terakhir di tutup di dekat Fibonacci Retracements 38.2% di 670. Minggu ini jika bertahan di atas 670, Target Price terdekat adalah 700, 740 dan 810 (Figure 2)


https://sahamprofit.co.id/2018/09/analisa-saham-bjtm-investing-alert-target-price-800/

Ulasan Pasar Modal Hari Ini, IHSG Penutupan, 12 Januari 2017

Meskipun sempat bergerak di zona hijau selama perdagangan hari ini, IHSG kembali melemah di akhir perdagangan dan ditutup turun 8 poin (-0.16%) ke level 5,292.75. Tercatat 171 saham menguat dan 139 saham melemah. Mayoritas sektor masih melemah dipimpin oleh sektor miscellaneous indsutry yang mencatatkan pelemahan terdalam dengan ditutup turun 1.08%, sementara sektor property memimpin penguatan dengan ditutup naik 0.66%. Investor asing mencatatkan transaksi net sell sejumlah Rp155 miliar di seluruh Pasar hari ini. US Dollar melemah 0.29% terhadap Rupiah, sehingga pada penutupan perdagangan hari ini Rupiah menguat ke level Rp13,281 terhadap US Dollar.

Unusual Market Activity (UMA)
- PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI), PT Magna Finance Tbk (MGNA) & Waran Seri I PT Magna Finance Tbk (MGNA-W)
Bursa Efek Indonesia (BEI) menginformasikan bahwa telah terjadi penurunan harga saham CANI, serta peningkatan harga dan aktivitas efek MGNA dan MGNA-W yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini.

Advance Stocks:

- WOMF, BNII: BNII melakukan penandatanganan perjanjia pembelian saham bersyarat (CSPA) dengan PT Reliance Capital Managemen (RCM). Penandatanganan CSPA ini bertujuan untuk menjual, memindahtangankan seluruh saham perseroan dalam WOMF kepada RCM. Sebanyak 2.386.646.729 saham dalam WOM Finance milik perseroan atau mewakili 68,55 persen dari total saham WOMF akan dilepas ke RCM. Harga saham WOMF melonjak ke level tertingginya dalam 11 pekan terakhir dengan ditutup menguat Rp51 (+34.69%) ke level Rp198. Harga saham BNII ditutup menguat Rp32 (+9.24%) ke level Rp378.

- LEAD: Harga saham LEAD ditutup melonjak 34.86% atau Rp38 ke level Rp147 setelah rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) LEAD menyetujui rencana rights issue perseroan. Logindo menargetkan tambahan dana segar USD7 juta-USD10 juta dari rights issue. Tambahan modal akan digunakan untuk menambah kas perseroan.

- KKGI: KKGI tengah berfokus menggarap pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) Cicatih di Sukabumi, Jawa Barat. Dana investasi proyek setrum berkapasitas 6,4 megawatt (MW) tersebut tak murah, yakni US$ 14,2 juta. Resource Alam sedang membikin mesin turbin khusus dengan vertikal kaplan. Harga saham KKGI ditutup menguat Rp80 (+5.42%) ke level Rp1.555 hari ini.

- BBTN: BBTN merogoh Rp73,93 miliar untuk pembayaran bunga obligasi yang jatuh tempo. Tercatat, ada empat obligasi yang dibayarkan oleh BTN. pembayaran bunga tersebut merupakan keenam kalinya dari obligasi berkelanjutan II BTN Tahap I Tahun 2015. Harga saham BBTN ditutup menguat Rp45 (+2.44%) ke level Rp1.885 hari ini, merupakan penguatan untuk hari ketiga berturut-turut.

Decline Stocks:

- INCO: Setelah menguat dua hari berturut-turut, harga saham INCO ditutup melemah Rp70 (-2.31%) ke level Rp2.950 hari ini. Kinerja INCO bergantung pada harga nikel global. Sementara, ada potensi harga nikel merosot tahun ini, disebabkan oleh relaksasi aturan ekspor mineral mentah di Indonesia. Dengan adanya peraturan tersebut, pendapatan perseroan akan bertambah, namun ekspor nikel dari Indonesia akan memperbanyak pasokan sehingga dapat menyebabkan penurunan harga nikel.

- BJTM: Buyback saham sebesar Rp 1,2 miliar diperkirakan akan berdampak pada penurunan aset dan ekuitas BJTM. Setelah proses buyback akan terjadi penurunan jumlah aset sebesar Rp 2,4 miliar menjadi Rp 50,15 triliun. Selain itu, ekuitas perusahaan juga akan turun Rp 1,2 miliar menjadi Rp 7,01 triliun. Harga saham BJTM ditutup melemah Rp10 (-1.6%) ke level Rp615 pada perdagangan hari ini.

Rekomendasi Saham ADRO, ASII, BMRI dan BMTR oleh Binaartha Sekuritas | 26 Maret 2021


Binaartha Sekuritas Daily

26 Maret 2021

oleh Nafan Aji

Adaro Energy (ADRO)

Pergerakan harga saham ADRO telah menguji garis MA 200 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 1.190 – Rp 1.210, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.255, Rp 1.305, Rp 1.360 dan Rp 1.715. Support ada di Rp 1.150 dan Rp 1.030. Saham ADRO ditutup di Rp 1.205. (RoE: 3.72%; PER: 18.53x; EPS: 64.76; PBV: 0.69x; Beta: 1.32). 

AKR Corporindo (AKRA)

Pergerakan harga saham AKRA masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Akumulasi pada area level Rp 3.210 – Rp 3.260, dengan target harga secara bertahap di level Rp 3.370, Rp 3.540, Rp 3.720, Rp 3.890 dan Rp 4.000. Supportada di Rp 3.190 dan Rp 3.010.  Saham AKRA ditutup di Rp 3.260. (RoE: 8.76%; PER: 14.10x; EPS: 231.23; PBV: 1.24x; Beta: 1.76).

Astra International (ASII)

Pergerakan harga ASII masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Akumulasi saat di area Rp 5.350 – Rp 5.450, dengan target harga secara bertahap di level Rp 5.550, Rp 5.700, Rp 5.850, Rp 6.000, Rp 6.650 dan Rp 7.775. Support ada di Rp 5.000.  Saham ASII ditutup di Rp 5.450.(RoE: 8.27%; PER: 13.72x; EPS: 399.11; PBV: 1.13x; Beta: 0.81). 

Bank Rakyat Indonesia (BBRI)

Saham BBRI ditutup pada level Rp 4.620. (RoE: 9.33%; PER: 30.11x; EPS: 152.78; PBV: 2.81x; Beta: 1.46). Pergerakan harga saham BBRI telah menguji garis MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 4.580 - Rp 4.620, dengan target harga secara bertahap di level Rp 4.750, Rp 4.950, Rp 5.450 dan Rp 5.950. Support pada Rp 4.450 dan Rp 4.190.

BPD Jawa Timur (BJTM)

Pergerakan harga saham BJTM telah menguji garis MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 775 – Rp 790, dengan target harga secara bertahap di level Rp 805, Rp 825, Rp 855, Rp 920 dan Rp 985. Support ada di Rp 775 dan Rp 755.  Saham BJTM ditutup pada Rp 790. (RoE: 14.78%; PER: 7.98x; EPS: 98.39; PBV: 1.18x; Beta: 1.5).

Bank Mandiri (BMRI)

Pergerakan harga saham BMRI telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulas pada area Rp 6.300 – Rp 6.400, dengan target harga secara bertahap di level Rp 6.575, Rp 7.125, Rp 7.550, Rp 7.850 dan Rp 8.050. Support ada di Rp 6.050 dan Rp 5.600. Saham BMRI ditutup di Rp 6.400. (RoE: 8.83%; PER: 17.14x; EPS: 370.55; PBV: 1.51x; Beta: 1.39). 

Global Mediacom (BMTR)

Terlihat pola spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham BMTR. 

Akumulasi pada area level Rp 260 – Rp 268, dengan target harga secara bertahap di level Rp 280, Rp 320, Rp 360 dan Rp 400. Support ada di Rp 260 dan Rp 240. Saham BMTR ditutup di Rp 268. (RoE: 4.97%; PER: 4.46x; EPS: 60.03; PBV: 0.22x; Beta: 1.89). 


Ulasan Pasar Modal Hari Ini, 13 Desember 2016 IHSG Penutupan

Ulasan Pasar Modal Hari Ini, 13 Desember 2016 IHSG Penutupan
(Investment Information Team,  Daewoo Securities Indonesia)

IHSG ditutup melemah 14 poin (-0.27%) ke level 5,293.61 pada perdagangan hari ini. Mayoritas sektor melemah dipimpin oleh sektor property (-0.99%), sementara sektor infrastructure memimpin penguatan dengan ditutup naik 0.38%. Hingga akhir perdagangan tercatat 105 saham menguat dan 197 saham melemah. Bursa saham Asia ditutup mixed pada hari ini, menjelang suku bunga Fed yang akan dirilis pada 15 Desember mendatang. Pelaku pasar mengekspektasi Federal Reserve akan menaikkan suku bunga, seiring dengan kondisi ekonomi US yang diyakini telah cukup membaik. Investor asing mencatatkan transaksi net sell sejumlah Rp234 miliar di seluruh Pasar pada perdagangan hari ini. Hingga penutupan perdagangan, US Dollar melemah 0.04% terhadap Rupiah, sehingga Rupiah menguat ke level Rp13,325 terhadap US Dollar.

Advance Stocks:

- MEDC: Harga saham menguat seiring dengan harga minyak yang menguat mendekati level tertingginya sejak Juli 2015, dipicu oleh sentimen positif dari OPEC dan negara-negara non OPEC yang sepakat mengurangi produksi minyak untuk mengurangi kelebihan suplai. Arab Saudi memberi sinyal bahwa akan bersiap memangkas produksi lebih dari kesepakatan awal. Harga saham MEDC sempat melonjak 6.7% ke level Rp1.435, yang merupakan level intraday tertingginya sejak 11 November, dan menutup perdagangan hari ini menguat Rp50 (+3.71%) ke level Rp1.395.

- HRUM: Harga saham HRUM ditutup menguat Rp10 (+0.42%) ke level Rp2.340 hari ini. RUPS HRUM yang dilaksanakan pada Jumat (9/12) telah menyetujui pembelian saham kembali (Buyback). Pembelian saham kembali akan dilakukan pada 13 Desember 2016 sampai 18 bulan kemudian. HRUM mengalokasikan dana sebesar USD27 juta atau Rp352,56 miliar. Rencana Ini, untuk mengurangi dampak negatif terhadap tekanan jual pada perdagangan saham HRUM.

- MYOR: MYOR mencatatkan penjualan bersih Rp13,31 triliun per September 2016 dari Rp10,69 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Laba bersih naik dari Rp870,14 miliar pada tahun lalu menjadi Rp897,85 miliar. Harga saham perseroan ditutup menguat Rp5 (+0.31%) ke level Rp1.600.

Decline Stocks:

- BRMS: BRMS alami penurunan pendapatan menjadi US$2,17 juta hingga periode September 2016 dibandingkan pendapatan periode sama tahun sebelumnya yang US$9,17 juta. Rugi bersih tercatat sejumlah US$345,89 juta dari laba bersih US$8,52 juta tahun lalu. Harga saham BRMS ditutup melemah Rp2 (-2.85%) ke level Rp68 hari ini.

- MAYA: Cathay Life Insurance Co Ltd akan segera menjadi pemegang saham pengendali MAYA. Untuk itu, Bank Mayapada akan menggelar RUPSLB pada awal Januari 2017 untuk meminta restu kepada pemegang saham. Nantinya, saham JPMCB-Cathay Life Insurance Co Ltd akan bertambah menjadi 40% di Bank Mayapada. Harga saham MAYA melemah pertama kalinya sejak ditutup menguat pada perdagangan 16 November lalu dan ditutup turun Rp350 (-10%) ke level Rp3.150 pada perdagangan hari ini.

- BJTM: BJTM gagal merealisasikan pemisahan atau spin off unit Syariahnya tahun ini, pasalnya beberapa persyaratan terkait pengajuan Ijin Prinsip Bank Umum Syariah (BUS) ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih dalam proses pemenuhan. Harga saham BJTM ditutup melemah Rp10 (-1.72%) ke level Rp570 hari ini.

Analisa Saham | BJTM | 20 Juli 2017

Analisa Saham | BJTM | 20 Juli 2017

BJTM memang membukukan kenaikan laba bersih yang signifikan (+31.6%), diiringi dengan kenaikan harga yang cukup signifikan pula. Namun tampaknya market belum melihat hal ini sebagai sentimen positif yang domminan karena posisi BJTM masih belumlah ‘aman’. Kenaikan BJTM masih tertahan area resisten di 660 yang dahulu menjadi level support. Jika BJTM belum mampu kembali ke atas 660, terbuka peluang bagi saham ini untuk tes support baru (target penurunan) di 585. Memang ada peluang ke 510 namun kami lihat masih belum relevan untuk saat ini. 585 akan menjadi level support & rebound yang menarik bagi BJTM jika tercapai.

Sebaliknya jika saham ini mampu bertahan di atas 660, target jangka pendek BJTM ada di level 725 dan akan menjadi pintu tren naik barunya.

Rekomendasi: Sell on rebound. Tunggu konsolidasi untuk pembentukan resisten dan support barunya.

by GaleriSaham

Lebih Tinggi Dari Tahun Sebelumnya, Bank Jatim (BJTM) Siap Bagi Dividen Rp53,08 Per Saham


PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim/BJTM) berencana memberikan apresiasi kepada pemegang saham setianya melalui pembagian dividen tunai. Dividen tersebut akan diambil dari laba bersih yang diraih bankjatim pada tahun 2022.

Adapun besaran dividen tunai yang akan dibagikan kali ini berpotensi lebih besar jika dibandingkan sebaran dividen yang telah di alokasikan perseroan pada tahun sebelumnya. Hal itu sejalan dengan kinerja bankjatim yang semakin cemerlang pada tahun 2022.

Direktur Utama BJTM, Busrul Iman menuturkan, bankjatim dalam waktu dekat atau pada bulan April 2023, akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Dan, salah satu agenda yang diusung dalam Rapat itu adalah pembagian dividen tunai kepada pemegang saham.

"Kami akan berikan yang terbaik untuk pemegang saham BJTM. Kami perkirakan untuk besaran dividen tunai yang akan dibagikan kali ini akan lebih besar sekitar 1,8% dari besaran dividen yang dialokasikan pada tahun sebelumnya," katanya saat acara Analyst Meeting, di Jakarta, Selasa.

Artinya, jika sebelumnya bankjatim membagikan dividen tunai tahun buku 2021 sebesar Rp52,11 per lembar saham. Maka, bankjatim akan membagikan dividen sekitar Rp53,08 per lembar saham dari laba bersih yang diperoleh pasa tahun 2022.

"Ya, angkanya itu sekitar Rp53,08 per lembar saham, dan kita tunggu saja nanti pada saat RUPS Tahunan pada bulan April 2023," tegasnya. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Ulasan Pasar Modal Hari Ini, IHSG Penutupan by Mirae Asset, 10 Januari 2017


Market Review 10 Januari 2017
(Investment Information Team,  Mirae Asset Sekuritas Indonesia)

Melanjutkan pelemahan perdagangan kemarin, IHSG kembali ditutup melemah 6 poin (-0.12%) ke level 5,309.92 pada perdagangan hari ini. Sektor-sektor ditutup variatif. Sektor agriculture menguat tertinggi dengan ditutup naik 0.71%, sementara sektor mining memimpin pelemahan dengan ditutup melemah 0.61%. Hingga akhir perdagangan tercatat 142 saham menguat, 184 saham melemah, 116 saham tidak mengalami pergerakan dan 184 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Investor asing mencatatkan transaksi net sell sejumlah Rp184 miliar di seluruh Pasar pada perdagangan hari ini. Di akhir perdagangan, US Dollar melemah 0.4% terhadap Rupiah, sehingga Rupiah menguat ke level Rp13,308 terhadap US Dollar. 

Advance Stocks:

- ADHI: Harga saham ADHI menguat untuk hari ketiga dan menguat Rp80 (+3.7%) ke level Rp2.240 pada penutupan perdagangan hari ini. ADHI berencana menerbitkan obligasi korporasi di kuartal kedua tahun ini sebesar Rp2 triliun. Sebagian besar hasil penerbitan obligasi dipergunakan untuk mendanai proyek kereta cepat ringan atau light rapid transit(LRT) Jabodebek.

- WIKA: Harga saham ditutup menguat Rp110 (+4.54%) ke level Rp 2.530 hari ini seiring dengan kepastian bahwa tahap pertama proyek kereta cepat (LRT) dapat diselesaikan sebelum mulainya Asian Games di tahun 2018.

- BJTM: Harga saham BJTM menguat tiga hari berturut-turut dan ditutup menguat Rp10 (+1.62%) ke level Rp625 hari ini. BJTM mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 16.25% menjadi Rp1,03 triliun di tahun 2016, dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp884,5 miliar. Laba kotor tercatat meningkat 15.13% YoY menjadi Rp1,45 triliun. 

- BMTR: Harga saham menguat seiring dengan rencana Hary Tanoesoedibjo untuk memantapkan kerjasama proyek- proyek barunya dengan Trump Organization seperti taman hiburan, serta menambahkan dua resort yang akan dikelola oleh perusahaan Trump. Pada perdagangan hari ini harga saham BMTR ditutup menguat Rp5 (+0.77%) ke level Rp650, setelah sempat mencapai level tertingginya di Rp670.

- BABP: BABP memastikan target pertumbuhan kredit sebesar 15% pada tahun ini secara year on year. Total penyaluran kredit sepanjang tahun lalu menyentuh Rp7,9 triliun. Selain itu, perseroan tetap berkeinginan mengakuisisi bank tahun 2017 ini, dengan tujuan memperbesar bisnis Bank MNC. Perseroan mengincar bank kelompok BUKU (Bank Umum Kelompok Umum) I atau II untuk diakuisisi. Harga saham BABP ditutup menguat Rp1 (+1.49%) ke level Rp68 hari ini.

- BINA: BINA akan melakukan right issue untuk memperkuat modal inti. Perseroan akan melepas sebanyak-banyaknya 2,92 miliar saham dengan nilai nominal Rp100. Perseroan menetapkan harga pelaksanaan rights issue Rp240 per saham, sehingga total dana yang diperoleh dari hasil rights issue sekitar Rp703,05 miliar. Harga saham BINA melonjak pada tiga hari terakhir dan ditutup menguat Rp84 (+24.7%) ke level Rp424 hari ini.

Decline Stocks:

- GGRM, HMSP: Industri rokok menghadapi tahun yang berat pada 2017 seiring dengan kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) yang bersamaan dengan kenaikan cukai rokok. Pemerintah resmi menetapkan tarif baru cukai dan PPN tembakau yang efektif mulai 1 Januari 2017. Tiap golongan dikenakan tarif cukai yang berbeda. Kenaikan rata-rata tertimbang 10,54% dan kenaikan harga jual eceran (HJE) rata-rata 12,26%. Sementara, tarif PPN ditetapkan sebesar 9,1 persen. Harga saham GGRM mengalami penurunan Rp600 (-0.94%) ke level Rp63.000 dan HMSP melemah Rp20 (-0.5%) ke level Rp3.950 di akhir perdagangan hari ini.

Analisa Saham BJTM | 29 Juli 2021


Analisa Saham BJTM

Saham BJTM pada tanggal 29 Juli 2021 ditutup melemah pada harga 700, turun -0,7%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 118% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas dengan kecenderungan bullish. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah sideway

Rekomendasi dari kami adalah beli jika di atas 710

Jika naik di atas 740 maka berpeluang ke 760-780

Jika turun di bawah 695 maka berpeluang ke 680

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.


Disclaimer ON


Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram:

https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : 

https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Instagram : 

@sahamonlineid ( https://www.instagram.com/sahamonlineid/ )

Facebook Page : 

@sahamindonesiahariini ( https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/ )

Aplikasi Android :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini

Website : 

http://www.sahamonline.id/


Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia | 23 Januari 2018

Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia

Market Review 23 Januari 2018
(Investment Information Team,  Mirae Asset Sekuritas Indonesia)

IHSG menguat 134 poin (+2.07%) ke level 6,635.334 pada perdagangan hari ini. Tercatat 207 saham menguat dan 167 saham melemah. Seluruh sektor ditutup di zona positif, penguatan sektor tertinggi di sektor consumer (+3.42%) hari ini. Investor asing mencatatkan transaksi net buy sejumlah Rp 574 miliar di seluruh Pasar pada perdagangan hari ini. US Dollar melemah 19 poin (-0.14%) terhadap Rupiah, sehingga Rupiah menguat ke level Rp13,331  terhadap US Dollar di akhir perdagangan.

Advance Stocks:

-GIAA : Harga saham GIAA ditutup menguat Rp 4 (+1.27%) ke level Rp 318 pada perdagangan hari ini. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. menargetkan dapat meraup pendapatan senilai US$3,6 miliar sepanjang tahun ini, mengandalkan kenaikan jumlah penumpang sebanyak 2,5 juta orang dan peningkatan pemasukan dari beberapa lini bisnis seperti kargo, carter, dan pendapatan lain-lain. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Helmi Imam Satriyono menyampaikan emiten penerbangan pelat merah tersebut menyasar profit pada 2018 setelah setiap kuartal pada tahun lalu menderita kerugian. Hingga akhir 2017, perseroan memprediksi masih akan rugi.

-TBLA : Pada penutupan perdagangan hari ini, harga saham TBLA menguat Rp 15 (+1.21%) ke level Rp 1.245.  Riset UOB Kay Hian Pte. Ltd., menuliskan PT Tunas Baru Lampung Tbk., (TBLA) menerbitkan obligasi global senilai US$200 juta dengan kupon 7% per tahun. Analis UOB Kay Hian Edward Lubis menyampaikan, TBLA mengklaim global bond itu mengalami oversubscribed 9x karena tingginya minat dari investor regional dan internasional.

-BBNI : Pada penutupan perdagangan hari ini, harga saham BBNI menguat Rp 250 (+2.65%) ke level Rp 9.650. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) memproyeksi pertumbuhan kredit 2018 sebesar 11%-14% secara tahunan atau year on year (yoy). Sebagai gambaran, pencapaian pertumbuhan kredit Bank BNI tahun 2017 lalu sebesar 12,2% year on year. Achmad Baiquni, Direktur Utama Bank BNI memproyeksikan, seiring dengan pertumbuhan kredit, simpanan dana nasabah atau dana pihak ketiga (DPK) pada tahun ini juga tumbuh 13%-15%. Pertama, meningkatkan bisnis kementerian instribusi BUMN dan korporasi secara menyeluruh. Kedua, dengan meningkatkan bisnis menengah. Sedangkan, ketiga adalah meningkatkan bisnis kecil dengan meningkatkan program rantai pasok atau supply chain.

-GMFI : Pada penutupan perdagangan hari ini, harga saham GMFI menguat Rp 32 (+9.14%) ke level Rp 382. PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) siap melepas 20% saham kepada investor strategis. Adapun kandidat utama pembeli saham tersebut adalah Air France-KLM, maskapai penerbangan yang berbasis di Prancis. Sekretaris Perusahaan GMF Aero Asia M Arif Faisal mengatakan, terdapat empat investor yang berniat menjadi investor strategis perseroan. Meski belum ada penandatanganan perjanjian jual beli bersyarat (conditional sale and purchase agreement /CSPA), Air France-KLM berpeluang besar menjadi pembeli saham GMFI.

Decliner Stocks:

-BJTM : harga saham BJTM ditutup melemah Rp 10 (-1.35%) ke level Rp 730 hari ini. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) meraih kenaikan laba bersih sebesar 12,75% hingga periode 31 Desember 2017 menjadi Rp1,15 triliun dibandingkan laba bersih Rp1,02 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, pendapatan bunga bersih diraih Rp3,51 triliun naik dari pendapatan bunga bersih Rp3,46 triliun. Beban operasional selain bunga bersih turun menjadi Rp1,85 triliun dari beban Rp2,00 triliun.

Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia | 30 Agustus 2017

Market Review 30 Agustus 2017
(Investment Information Team,  Mirae Asset Sekuritas Indonesia)

IHSG ditutup melemah 15 poin (-0.26%) ke level 5,872.506 pada perdagangan hari ini, melemah tiga hari berturut-turut sejak awal pekan. Tercatat 166 saham menguat dan 196 saham melemah. Sektor infrastructure memimpin penguatan dengan ditutup naik 0.53%, sementara sektor consumer memimpin pelemahan dengan ditutup turun 0.97%. Investor asing kembali mencatatkan transaksi net sell sejumlah Rp103 miliar di seluruh Pasar hari ini. Hingga akhir perdagangan, US Dollar menguat 6 poin (+0.04%) terhadap Rupiah, sehingga Rupiah melemah ke level Rp13,346 terhadap US Dollar.

Unusual Market Activity (UMA)
- PT Arthavest Tbk (ARTA)
Bursa Efek Indonesia (BEI) menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham ARTA yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini.

Advance Stocks:

- BJTM: Menguat untuk hari kedua, harga saham BJTM ditutup naik Rp30 (+4.34%) ke level Rp720 pada perdangan hari ini. BJTM meraih laba bersih sebesar Rp815,76 miliar hingga periode 31 Juli 2017, naik 33,23 persen jika dibandingkan dengan raihan laba bersih Rp612,31 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan bunga bersih perseroan tercatat meningkat menjadi Rp2,03 triliun dari sebelumnya Rp1,96 triliun.

- ANTM: Harga saham ANTM ditutup menguat Rp25 (+3.42%) ke level Rp755 hari ini. ANTM menargetkan produksi feronikel sebanyak 22.100 ton hingga akhir tahun 2017. Jumlah ini lebih besar dari tahun lalu sebanyak 20.000 ton hingga akhir tahun. Meski capaian di semester I tidak sesuai target, tapi perseroan yakin bisa mengejar target keseluruhan hingga akhir tahun. Karena saat ini produksi Feronikel per bulannya sudah mencapai 2.400 ton Feronikel per bulan.

- EXCL: Di akhir perdagangan hari ini, EXCL ditutup menguat Rp10 (+0.27%) ke level Rp3.640. Tahun ini, EXCL akan menambah 17.000 BTS 4G LTE di seluruh Indonesia. Langkah ini untuk memastikan pelanggan operator ini bisa mengakses jaringan broadband. Untuk itu, EXCL anggarkan belanja modal yang cukup besar untuk ekspansi tersebut. Dari total belanja modal tahun ini sebesar Rp 7 triliun, sekitar 40% ditujukan untuk pembangunan jaringan 4G LTE di seluruh Indonesia.

- MAPI: Harga saham MAPI ditutup menguat Rp325 (+4.72%) ke level Rp7.200 pada perdagangan hari ini. Di tengah pelemahan daya beli, MAPI tengah berupaya membangun jaringan gerai baru.Perseroan bahkan menargetkan membuka hingga 200 jaringan gerai baru. Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan tahun ini sebesar 13 persen, seiring ekspansi penambahan 200 gerai baru tersebut.

Decline Stocks:

- PTBA: Harga saham PTBA ditutup melemah Rp550 (-4.23%) ke level Rp12.425 hari ini. PTBA targetkan penjualan sebesar 23,17 juta ton hingga akhir 2017. Komposisi domestik sebesar 15 juta ton atau 58 persen dari total target penjualan. Sedangkan ekspor sebesar 8,17 juta ton atau sebanyak 42 persen dari total penjualan. Semester-I 2017, PTBA tercatat mengalami peningkatan volume penjualan sebesar 13,4 persen. Besaran volume penjualan mencapai 11,36 juta ton selama Januari hingga Juni 2017. 

- BUMI: Harga saham BUMI telah melemah lima hari berturut-turut sejak perdagangan akhir pekan lalu. Pada perdagangan hari ini, harga saham BUMI ditutup melemah Rp10 (-4.09%) ke level Rp234. Berita terbaru mengenai BUMI adalah pernyataan perseroan untuk memperpanjang waktu penawaran nota penukaran (exchange offer memorandum/EOM) untuk para kreditur separatis guna ditukarkan dengan instrumen restrukturisasi. Perpanjangan waktu akan dilakukan hingga 11 September 2017 pukul 4.00 PM waktu London.

- TBIG: Harga saham TBIG ditutup melemah Rp250 (-3.70%) ke level Rp6.500 pada perdagangan hari ini. TBIG berencana menjual obligasi senilai Rp700 miliar. Perseroan akan menawarkan surat utang bertenor 3 tahun dengan bunga 8.4%. Obligasi akan dikenakan biaya setelah satu tahun.

Tips trading hari ini 18 Januari 2017

Tips trading hari ini 18 Januari 2017 :

Pedoman umum trading :

1. AALI : Saham ini memperlihatkan bottom reversal, minor resits 17.200, mayor resist : 18.000.

2. ADHI : Saham ini menguji level 2270, tembus 2270-2300 targetnya cukup jauh yaitu 2400-2600..

3. ASII : Saham paling keren di IHSG, harga mendekati 7000 yang jelas adalah kesempatan beli, dan jual harga diatas 8250.

4. ASRI : Saham property masih tidak begitu bagus, ASRI jika harga mencapai harga 500 berarti property sudah bagus kembali, saat ini ASRI bergerak dalam range 330-400.

5. BBCA : Saham ini semakin turun dari level 15.000 sangat menarik untuk dibeli, support kuat ada di level 14.300-14.500

6. BBRI : Saham blue chips BUMN ini sangt menarik di level dibawah 11.000, apalagi mendekati level 10.000, tentunya keberuntungan buat anda.

7. BMRI : Saham BUMN ini saat ini mirip dengan BBRI, Support kuat dilevel 10.000an, dan resisten di level 12.000

8. BBNI : Saham ini beli kalau dibawah 5000, dan jual pada area 5600-6000.

9. BJBR : Terkoreksi dari level tertinggi 3500 menuju 2800, dan akhirnya kemarin mulai ada tanda-tanda reversal. Saham ini jika tidak turun dari level 2800, maka berpeluang rebound kembali diatas level 3000an kembali.

10. BJTM :Jika BJBR kembali ditarik, maka boleh diperhatikan juga saudaranya BJTM, posisi saham ini secara tehnical sangat bagus karena Close>MA5>MA20>MA50>MA200, berpeluang menguji level 650 kembali, syarat jangan turun dari 590.

11. BBTN : Mencoba break out dari level 1830-1850, jika berhasil, maka target selanjutnya adalah menuju level 2000-2100.

12. BRMS : Saham BUMI naik, maka saham BRMS ini juga ikut naik, Tembus level 74-75, maka berpeluang menuju level 80an, namun batasi resiko jika turun dari 66.

13. BRPT : Saham ini strong up trend, ot menuju 1745, namun waspadai aksi profit taking sewaktu. sehingga batasi sesiko jika turun dari level 1500.

14. BSDE : Ada gap down belum tertutup 1910-1850, Jika tidak mampu menuju level 1890-1910, sebaiknya profit taking dulu, karena berpotensi doble top.

15. BUMI : Saham ini break out dari level tertingginya 322, target berikutnya adalah 400, saham ini belum jenuh beli karena naik, baru hari ke-2, batasi resiko jika turun dari 310.

16. COWL :Saham ini naik tanpa henti dari level 600 hingga 1100, level tertinggi sepanjang masa 1115, nampkanya perlu didalami dulu secara fundamentalnya

by AnggunTrader