Saham UNVR | UNILEVER MENCATAT PENJUALAN Rp42,92 TRILIUN DI TAHUN 2019
IQPlus, (31/01) - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatat adanya peningkatan pada penjualannya disepanjang periode tahun buku 2019 bila dibandingkan dengan penjualan serupa di tahun 2018.
Dalam laporan keuangannya, Kamis, tercatat sepanjang periode tahun buku 2019 perseroan membukukan penjualan sebesar Rp42,92 triliun, angka ini meningkat bila dibandingkan dengan penjualan di tahun 2018 yang mencatat angka sebesar Rp41,80 triliun.
Sementara laba bruto di tahun 2019 tercatat naik menjadi Rp22,03 triliun dibanding tahun 2018 yang membukukan laba bruto sebesar Rp21,10 triliun.
Untuk laba usaha di tahun 2019 tercatat mengalami sedikit penurunan dibanding tahun 2018 dikarenakan adanya peningkatan pada beban pemasaran dan penjualan.
Tercatat laba usaha yang dibukukan tahun 2019 yakni sebesar Rp10,12 triliun, sedangkan di tahun 2018 sebesar Rp12,32 triliun. Adapun untuk laba perseroan yang dibukukan sepanjang tahun 2019 yakni sebesar Rp7,39 triliun, turun dibanding tahun 2018 yang membukukan sebesar Rp9,08 triliun.
Adapun total aset yang dibukukan oleh perseroan sepanjang tahun 2019 naik tipis menjadi Rp20,65 triliun dari total aset perseroan di tahun 2018 yang mencapai Rp20,33 triliun.
Sedang untuk total equitas turun menjadi Rp5,28 triliun dari sebelumnya Rp7,38 triliun di 2018, dan untuk liabilitas naik menjadi Rp15,37 triliun dari sebelumnya Rp12,94 triliun di tahun 2018. (end)
Saham BALI | BALI TOWERINDO TAWARKAN BUNGA OBLIGASI DIKISARAN 9,2% HINGGA 10,3%
IQPlus, (31/1) - PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Bali Tower Tahap I tahun 2020 sebanyak-banyaknya senilai Rp800 miliar. Surat utang itu merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan I Bali Tower dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp1,6 triliun.
Managing Director PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), David Agus selaku penjamin emisi mengatakan, Obligasi terdiri dari seri A dengan jangka waktu tiga tahun dan seri B dengan jangka waktu lima tahun.
Untuk Seri A kisaran kupon 9,2% hingga 9,8% dan Seri B dengan kisaran kupon 9,7% hingga 10,3%,. kata David di Jakarta, Kamis (30/1/2020).
Sementara Direktur Utama BALI, Jap Owen Ronadhi menerangkan bahwa sebanyak 80% dana hasil penerbitkan surat utang itu akan digunakan untuk membayar atau pelunasan utang kepada Bank Mandiri sebesar Rp173,95 miliar, Bank Sinarmas sebesar Rp159,22 miliar dan sebesar Rp306,8 miliar.
Sedangkan sebanyak 15% dana hasil obligasi akan digunakan untuk investasi pembangunan Microcell Pole (MCP) dan perluasan jaringan FTTX pada segmen corporate maupun ritel. Sementara sisanya 5% dana hasil obligasi akan digunakan untuk biaya operasional dan perawatan jaringan, serta instalasi perangkat ke pelanggan.
"Tahun ini Kami akan bangun sebanyak 400-500 MCP dengan tambahan 500-700 tenant,. kata dia.
Menariknya, PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) bertindak sebagai penanggung obligasi. Adapun jumlah obligasi yang akan ditanggung oleh IIF senilai Rp400 miliar.
Surat utang dengan peringkat A dari Pefindo tersebut, dijamin dengan kesanggupan penuh atau full commitment oleh penjamin emisinya.
Adapun penjamin emisinya adalah PT Mandiri Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia dan PT Sinarmas Sekuritas. (end/as)
Rekomendasi Saham Panin Sekuritas | DIVA, NFCX, PSAB, SQMI
Daily Technical 31 Januari 2020
Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Jumat 31 Januari 2020.
IHSG ditutup menurun sebesar -55,44 poin (-0.90%) menuju level 6.057,59 pada perdagangan hari Kamis 30 Januari 2020 kemarin. Rebound gagal lagi dan kini IHSG menuju konfirmasi pola triple top pada support 6.020.
Secara teknikal sudah terkonfirmasi strong downtrend, dengan volume perdagangan yang tipis karena efek pemblokiran akun di beberapa sekuritas yang sedang diperiksa terkait kasus Jiwasraya dan Asabri.
Hari ini IHSG berpotensi bergerak menurun dalam range 6.020 s/d 6.100.
DIVA
Resistance Breakout: Menguat menembus resistance pada 2460, mengawali penguatan jangka pendek.
Rekomendasi: Buy 2460 s/d 2500, TP 2700, stop loss <2400 .="" p="">Support: 2400.
Resistance: 2570.
NFCX
Testing Support: Menguji support trend line pada 2730, jika mampu bertahan maka penguatan berlanjut kembali.
Rekomendasi: Buy 2750 s/d 2810, TP 3000 s/d 3300, stop loss <2730 .="" p="">Support: 2730.
Resistance: 3000.
PSAB
Testing Resistance: Menguji resistance pada 262, jika mampu breakout akan menjadi sinyal penguatan jangka pendek.
Rekomendasi: Buy on breakout 262, TP 274 s/d 280, stop loss <250 .="" p="">Support: 250.
Resistance: 262.
SQMI
Pattern Confirmation: Melanjutkan uptrend dengan pola higher low.
Rekomendasi: Buy and hold >250, TP 300 s/d 312.
Support: 250.
Resistance: 300.
Semoga bermanfaat, happy trading!
Best Regards,
Panin Sekuritas250>2730>2400>
Rekomendasi Saham Mirae Asset | ERAA, BBRI, LSIP
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
(Januari 31, 2020)
(tasrul@miraeasset.co.id)
IHSG Daily, 6,057.6 (-0.91%), tets support at 6,018, trading range 6,018– 6,079. Indikator MFI optimized , indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized cenderung konsolidasi. Sementara itu pada periode weekly indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized juga masih cenderung turun. Daily support di 6,019 dan daily resistance di 6,079. Cut loss level di 6,000.
ERAA Daily, 1,655 (-3.50%), buy on weakness, trading range 1,635– 1,720. Indikator MFI optimized, indikator W%R optimized, dan indikator RSI optimized koreksi terbatas. Daily support di 1,635 sementara itu daily resistance 1,720. Cut loss level 1,620.
BBRI Daily, 4,580 (-0.87%), buy on weakness, trading range 4,580 – 4,620. Indikator MFI optimized masih cenderung naik, indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized sudah berada di oversold area. Daily support di 4,560 sementara itu weekly resistance di 4,620. Cut loss level di 4,460.
LSIP Weekly, 1,200(-1.23%), buy on weakness, trading range 1,175 – 1,235. Indikator MFI optimized ,indikator RSI optimized serta indikator W%R optimized sudah berada di oversold area,. Perkiraan weekly support di 1,175 dan weekly resistance di 1,235.Cut loss level di 1,150.
Rekomendasi Saham Valbury Sekuritas | BMRI, TLKM, PWON, PGAS, ELSA
PT Valbury Sekuritas Indonesia
Market Summary
31 January 2020
VIEW MARKET
Sentimen pasar dari dalam negeri:
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan virus corona memberikan dampak bagi Indonesia terutama ke sektor pariwisata. Pasalnya selama ini wisatawan asing yang paling banyak berkunjung ke Indonesia adalah Cina. Jika jumlah wisatawan menurun maka akan berdampak juga pada perekonomian dalam negeri. Karena pada tahun ini pemerintah ingin menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor prioritas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Demikian dengan negara-negara lain yang mempunyai hubungan perdagangan dengan Cina akan berdampak. Ketidakpastian mulai terlihat dari para investor terhadap semua negara yang kemungkinan akan terkena pencemaran virus tersebut..Kian menjadi kekhawatiran hingga saat ini belum ada penjelasan utama bagaimana cara penularannya, seberapa cepat inkubasinya dan pengaruhnya jika terkena virus tersebut.
Dipihak lain, Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 akan berada di kisaran 5,1% sampai 5,5%. Perkiraan tersebut menyusul perkiraan perbaikan pertumbuhan perekonomian global, yang ditandai peningkatan volume perdagangan dunia pasca perbaikan kesepakatan dagang antara China dan AS pada fase awal 2020. BI mengarahkan kebijakannya pada bauran kebijakan yang akomodatif.
Bank Dunia mengatakan saat ini sebanyak 52 juta orang Indonesia masuk dalam kelas menengah atau memiliki porsi 20% dari total populasi di Indonesia. Porsi kelas menengah tersebut lebih tinggi dari porsi 11% kelas tidak mampu atau miskin, namun lebih kecil dibandingkan dengan porsi kelas yang rentan (vulnerable) sebesar 24%. Kendati demikian, Indonesia perlu memerhatikan masyarakat miskin yang baru saja keluar dari garis kemiskinan yang jumlahnya mencapai 45% dari penduduk Indonesia atau sebanyak 115 juta orang. Artinya, Indonesia perlu memerlukan berbagai reformasi untuk bisa memperluas kelas menengah. Caranya dengan menciptakan lapangan kerja, dan juga investasi pada keterampilan yang diperlukan.
Sentimen pasar dari luar negeri :
Penentuan nasib Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) akan ditentukan pada Jumat nanti. Apabila kubu Demokrat solid dan berhasil membujuk empat senator Republikan untuk mendukung pemanggilan John Bolton sebagai saksi, maka sidang akan berlanjut. Namun, jika Republikan solid dan tidak ada satupun yang mendukung pemanggilan saksi, maka Trump diyakini akan bertahan sebagai Presiden AS hingga Pemilu pada November 2020.
Prediksi IHSG :
Kendati saham AS ditutup pada Kamis kemarin menguat, namun potensi untuk memberikan dukungan bagi IHSG masih tetap dihadapi oleh faktor dari ketidakpastian di global lainnya. Diperkirakan IHSG pun hanya akan bergerak mixed dengan pola up to down pada hari ini.
Perspektif tenikal
Support Level : 6027/5997/5945
Resistance Level : 6109/6161/6191
Major Trend : Down
Minor Trend : Down
Pattern : Up to down
TRADING IDEAS :
These recommendations based on technical and only intended for one day trading
TLKM: Trading Buy
• Close 3860, TP 3900
• Boleh buy di level 3840-3860
• Resistance di 3900 & support di 3840
• Waspadai jika tembus di 3840
• Batasi resiko di 3820
BMRI: Trading Buy
• Close 7650, TP 7775
• Boleh buy di level 7550-7650
• Resistance di 7775 & support di 7550
• Waspadai jika tembus di 7550
• Batasi resiko di 7500
PGAS : Trading Buy
• Close 1800, TP 1830
• Boleh buy di level 1785-1800
• Resistance di 1830 & support di 1785
• Waspadai jika tembus di 1785
• Batasi resiko di 1770
PWON: Trading Buy
• Close 535, TP 545
• Boleh buy di level 530-535
• Resistance di 545 & support di 530
• Waspadai jika tembus di 530
• Batasi resiko di 520
KLBF: Trading Buy
• Close 1515, TP 1535
• Boleh buy di level 1500-1515
• Resistance di 1535 & support di 1500
• Waspadai jika tembus di 1500
• Batasi resiko di 1485
ELSA: Trading Buy
• Close 274, TP 282
• Boleh buy di level 270-274
• Resistance di 282 & support di 270
• Waspadai jika tembus di 270
• Batasi resiko di 265
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
AALI, UNVR, INDF, BSDE, BBRI.,
(Disclaimer ON)
Analisa Saham UNVR | 31 Januari 2020
Saham UNVR pada tanggal 31 Januari 2020 ditutup melemah pada harga 8225, turun -0,3%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 90% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan ke arah bawah. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan mendatar.
Rekomendasi :
BUY if Break 8300
Jika naik di atas 8300 maka berpeluang ke 8525
Jika turun di bawah 8075 maka berpeluang ke 8050
www.sahamonline.id
Disclaimer ON
Analisa Saham TCPI | 31 Januari 2020
Saham TCPI pada tanggal 30 Januari 2020 mengalami solid comeback dengan ditutup menguat pada harga 6175, naik 6%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 108% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area oversold ke arah atas. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan mendatar.
Rekomendasi :
Buy if Break 6325
Jika naik di atas 6325 maka berpeluang ke 7200
Jika turun di bawah 5750 maka berpeluang ke 5525
Disclaimer ON
Analisa Saham SMGR | 31 Januari 2020
Saham SMGR pada tanggal 30 Januari 2020 ditutup stabil pada harga 12300. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 76% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan ke arah bawah. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan mendatar.
Rekomendasi :
Buy if Break 12800
Jika naik di atas 12800 maka berpeluang ke 13250
Jika turun di bawah 12150 maka berpeluang ke 11950
Disclaimer ON
Rekomendasi Saham MNC Sekuritas | TINS, UNVR, EXCL, JPFA
MNC Daily Scope Wave
31 Januari 2020
Pada perdagangan kemarin (30/1), IHSG ditutup terkoreksi 0,9% ke level 6,057. Dengan ditutupnya IHSG di bawah level 6,065, maka kami memperkirakan IHSG akan melanjutkan koreksinya ke arah 6,026. Sekalipun terjadi overshoot maka IHSG diperkirakan akan menutup gap yang ada pada level 6,015-6,023 untuk menyelesaikan wave (c) dari wave [ii]. Apabila sudah terkonfirmasi terbentuk wave [ii], maka IHSG dapat berbalik menguat untuk membentuk wave [iii]. Skenario ini berlaku bila IHSG tidak terkoreksi di bawah 5,939.
Support: 6,020, 5,939
Resistance: 6,100, 6,160
TINS - Buy on Weakness (735)
Selama tidak kembali terkoreksi di bawah 700, maka kami memperkirakan saat ini TINS sudah mengkonfirmasi terbentuknya wave [y] dari wave B dan TINS berpotensi menguat untuk membentuk awal dari wave C.
Buy on Weakness: 720-735
Target Price: 835, 920
Stoploss: below 700
UNVR - Buy on Weakness (8,225)
Kami perkirakan saat ini UNVR sedang berada pada awal wave 3 dari wave (C), dimana UNVR berpeluang menguat dalam jangka pendek terlebih dahulu. Skenario ini berlaku apabila UNVR tidak terkoreksi di bawah 8,060.
Buy on Weakness: 8,160-8,210
Target Price: 8,475, 8,950
Stoploss: below 8,060
EXCL - Buy on Weakness (2,940)
Saat ini posisi EXCL diperkirakan sudah berada di akhir wave [c] dari wave Y dari wave [B], yang berarti koreksi EXCL sudah relatif terbatas. Selanjutnya, EXCL berpeluang menguat kembali untuk membentuk wave [C].
Buy on Weakness: 2,870-2,920
Target Price: 3,050, 3,200
Stoploss: below 2,700
JPFA - Sell on Strength (1,490)
Diperkirakan saat ini JPFA sedang berada di wave C dari wave (B), dimana JPFA berpotensi untuk terkoreksi kembali ke arah 1,440 dan 1,390.
Sell on Strength: 1,490-1,530
Disclaimer On
Analisa Saham MDKA | 31 Januari 2020
Saham MDKA pada tanggal 31 Januari 2020 ditutup menguat tipis pada harga 1190, naik 0,84%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 314% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan ke arah atas. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan mendatar.
Rekomendasi :
Buy if Break 1250
Jika naik di atas 1250 maka berpeluang ke 1335 dan melanjutkan trend naiknya
Jika turun di bawah 1155 maka berpeluang ke 1120-1025
Disclaimer ON
Analisa Saham BMRI | 31 Januari 2020
Saham BMRI pada tanggal 30 Januari 2020 ditutup melemah pada harga 7650, turun -1,92%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 77% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan ke arah bawah. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan mendatar.
Rekomendasi :
Buy if Break 7925
Jika naik di atas 7925 maka berpeluang ke 8000 dan melanjutkan trend naik
Jika turun di bawah 7600 maka berpeluang ke 7375
www.sahamonline.id
Disclaimer ON
Langganan:
Postingan (Atom)








