Saham INCO | PRODUKSI NIKEL VALE INDONESIA DI TRIWULAN IV 20.494 METRIK TON



IQPlus, (11/02) - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Selasa ini mengumumkan telah memproduksi sebanyak 20.494 metrik ton (t) nikel dalam matte di triwulan keempat tahun 2019.

Jumlah itu menunjukkan adanya peningkatan 3% dari voluem produksi yang direalisasikan pda triwulan ketiga tahun 2019.

"Kami sampaikan penghargaaan dan terima kasih kepada semua karyawan untuk kerja keras dan pencapaian ini," kata Nico Kanter, CEO dan Presiden Direktur Perseroan. "Dengan pencapaian ini kami yakin dapat mempertahankan tingkat produksi kami pada tahun 2020," lanjut Kanter.

Sedangkan total produksi nikel dalam matter sepanjang tahun 2019 mencapai 71.025 ton turun dari 74.806 ton di tahun sebelumnya. (end)

Saham SMMA | SINAR MAS MULTIARTHA TAMBAH MODAL DI SINAR ARTHA TRADING



IQPlus, (11/02) - PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) telah melakukan tambahan setoran modal ke PT Sinar Artha Trading yang berkedudukan di Jakarta Pusat.

Menurut keterangan perseroan Selasa, Jumlah tambahan modal sebesar Rp987,5 juta dimana jumlah tersebut tidak melebihi 20% dari ekuitas perusahaan sehingga penyertaan tidak material.

Transaksi tambahan modal dilakukan pada 10 Februari 2020. Adapun kepemilikan PT Sinar Mas Multiartha di PT Sinar Artha Gading sebesar 92% sedangkan PT Shinta Utama sebesar 8%. (end)

Saham TOWR | PROTELINDO BELI 1.728 MENARA XL SENILAI Rp2,248 TRILIUN




IQPlus, (11/02) - Anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yakni PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) telah menandatangani perjanjian jual beli dan sewa menara dengan PT XL Axiata Tbk pada 7 Februari 2020.

Menurut keterangan perseroan Selasa disebutkan, penandatangan transaksi ini merupakan bagian dari proses tender atas penjualan 2,782 menara telekomunikasi XL Axiata.

Protelindo telah ditetapkan oleh XL Axiata sebagai pemenang tender 1.728 menara telekomunikasi dengan nilai transaksi Rp2,248 triliun.Penyelesaian transaksi akan selesai pada akhir triwulan pertama tahun 2020. (end)

Saham BNII | NAIK KELAS, MAYBANK MARATHON RAIH WORLD BRONZE LABEL




IQPlus, (11/02) - PT Bank Maybank Indonesia Tbk atau Maybank Indonesia resmi mengumumkan penyelenggaraan lomba lari Maybank Marathon kesembilan di Bali pada 30 Agustus 2020. Registrasi peserta dibuka mulai 25 Februari 2020 dengan kategori yang diperlombakan meliputi marathon (42,195 km), half-marathon (21,0975 km), 10K dan lomba lari anak (kid dash).

"Pencapaian Bronze Label dari World Athletics bukan hanya menjadikan Maybank Marathon sebagai lomba lari yang telah memenuhi standar internasional tetapi juga mengangkat Indonesia di kancah lomba lari maraton internasional," sebut Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria, seperti dikutip Selasa.

Selain pencapaian Bronze Label dari World Athletics, Maybank Marathon kini juga termasuk dalam lomba lari Abbott World Marathon Majors (WMM) Wanda Age Group World Rankings, di mana peserta pelari Marathon Maybank mendapat poin/ranking sesuai kriteria WMM.

Bronze Label hanya dapat diraih setelah memenuhi beberapa persyaratan yang ditetapkan dan diverifikasi oleh World Athletics. Persyaratan tersebut antara lain meliputi jarak tempuh serta rute yang telah disertifikasi oleh official course measurer dari Association of International Marathons and Distance Races (AIMS).

Kemudian, road closure, sistem pencatatan waktu, kehadiran pelari elit internasional, medical, liputan media, standarisasi kenyamanan dan keselamatan pelari serta kepatuhan terhadap seluruh regulasi lomba yang ditetapkan oleh World Athletics. 

"Dengan diraihnya Bronze Label ini, kami terus berkomitmen untuk tetap meningkatkan kualitas lomba secara berkesinambungan, terutama dalam faktor kenyamanan dan keamanan lomba, termasuk peningkatan infrastruktur untuk mendukung jalannya lomba, dan kualitas medis di lapangan," pungkas Taswin. (end/ba)

Saham WSKT | Dapat kas Rp 44 triliun, Waskita Karya batalkan penerbitan obligasi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Waskita Karya Tbk (WSKT) memutuskan untuk menarik peringkat atas penawaran umum berkelanjutan IV (PUB IV) yang dilakukan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Direktur Keuangan Waskita Karya Haris Gunawan menjelaskan latar belakang penarikan peringkat atas PUB IV dilakukan karena pihaknya tidak jadi melaksanakan penerbitan obligasi PUB IV tahun 2019. Obligasi tersebut belum terlaksana tahun lalu karena perusahaan telah mendapatkan arus kas masuk dari pembayaran proyek dan dana talangan.

"Karena WSKT memperoleh kas masuk sebesar Rp 21,5 triliun pada akhir tahun lalu ditambah kondisi market yang kurang stabil," ungkap Haris melalui keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Senin (10/2).

Dengan adanya penerimaan kas sebesar Rp 44 triliun sepanjang tahun 2019 lalu, gearing ratio WSKT pada akhir Desember 2019 turun menjadi 2,3x-2,4x. Haris pun menambahkan bahwa di tahun 2020 WSKT masih akan menerima tambahan kas dari pembayaran beberapa turnkey dengan total sekitar Rp 10 triliun dan pengembalian dana talangan tanah dari Lembaga Aset Manajemen Negara (LMAN) sekitar Rp 4,5 triliun.

"Manajemen WSKT akan selalu menjaga rasio keuangan di tahun 2020 melalui strategi divestasi beberapa ruas jalan tol,dan percepatan pencairan piutang dari proyek yang dikerjakan dengan skema turnkey maupun konvensional," jelas dia.

Saham EXCL | XL Axiata meraup pendapatan Rp 25,13 triliun pada 2019, data jadi penopang

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT XL Axiata Tbk (EXCL) membukukan pendapatan Rp 25,13 triliun sepanjang 2019. Jumlah tersebut naik 9,56% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 22,94 triliun.

Kenaikan pendapatan ini didorong oleh segmen data yang bertumbuh 29,53% menjadi Rp 19,29 triliun. Segmen tersebut menjadi kontributor terbesar pendapatan EXCL, yakni mencapai 76,75%.

Di sisi lain, pendapatan nondata, jasa interkoneksi, sirkit langganan, dan jasa telekomunikasi lainnya justru menunjukkan penurunan. "Memang sejak 2015 XL Axiata fokus ke layanan data. Sementara voice dan SMS terus menurun seiring dengan perubahan perilaku pelanggan yang lebih banyak menggunakan data," kata Group Head Corporate Communication EXCL Tri Wahyuningsih kepada Kontan.co.id, Senin (10/2).

Menurut Ayu, kenaikan pendapatan data EXCL juga sejalan dengan pembangunan infrastruktur data EXCL, terutama di luar Jawa. Hal ini mendorong perluasan dan peningkatan jumlah pengguna EXCL. Per akhir 2019, EXCL ini memiliki 56,7 juta pelanggan, meningkat dari 2018 yang sebanyak 54,9 juta pelanggan.

Selain itu, pertumbuhan pendapatan data juga didorong oleh strategi dual brand dengan menggunakan merek XL dan AXIS demi menyasar segmen pasar yang berbeda. EXCL juga terus menyediakan paket dan layanan-layanan data baru pada konsumennya.

Menurut Ayu, program-program upselling dengan menggunakan penerapan analisis perilaku kebutuhan pelanggan dengan menggunakan semua saluran (omni channel) mendorong kenaikan average revenue per user (ARPU) atau rata-rata pendapatan per pengguna. Memang, pada 2019 ARPU EXCL adalah sebesar Rp 35.000, meningkat dari 2018 yang sebesar Rp 32.000.

Sepanjang 2019, EXCL juga berhasil membukukan laba bersih Rp 712,58 miliar. Padahal, pada tahun sebelumnya, EXCL masih mencatatkan rugi Rp 3,3 triliun. "Pembalikan rugi menjadi laba ini disebabkan oleh peningkatan EBITDA dan menurunnya depresiasi karena write off BTS 2G yang dilakukan pada tahun 2018," ucap Ayu.

Sementara itu, dari segi aset, EXCL mencatatkan kenaikan 8,87% menjadi Rp 62,73 triliun per 2019. Sejalan dengan liabilitas yang naik 11,03% menjadi 43,6 triliun dan ekuitas yang tumbuh 4,25% menjadi Rp 19,12 triliun.

Saham CENT | CENT TEKEN PERJANJIAN JUAL BELI DAN SEWA MENARA DENGAN XL


IQPlus, (11/02) - PT Central Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) melalui anak usahanya PT Centratama Menara Indonesia (CMI) melakukan penandatanganan perjanjian Jual Beli dengan PT XL Axiata Tbk.

Menurut keterangan perseroan Senin disebutkan, penandatangan perjanjian induk sewa tower CMI dimana CMI sebagai pemberi sewa dan XL Axiata sebagai penyewa. Penandatanganan ini dilakukan sebagai bagian dari proses tender atas penjualan 1.054 menara telekomunikasi milik XL.

XL menetapkan CMI sebagai pemenang tender atas penjualan 1.054 menara telekomuniask tersebut. Total nilai transaksi berdasarkan pernjanjian jual beli terhadap 1.054 menara yang akan dibeli oleh CMI sebesar Rp1,62 triliun.

Penyelesaian transaksi rencananya sebelum akhir tahun 2020 akan dilakukan setelah dipenuhinya syarat-syarat pendahuluan yang disepakati. Lebih lanjut XL akan menewa kembali menara-menara tersebut selama 10 tahun dari CMI dimulai sejak dilakukannya penyelesaian transaksi. (end)

Saham HDFA | RUBICON LAKUKAN PENAWARAN TENDER 0,89% SAHAM HDFA.


IQPlus, (11/02) - Rubicon Investment Holding akan melakukan penawaran tender wajib atas sebanyak-banyaknya 54.464.853 saham yang mewakili sebanyak-banyaknya 0,89A% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Menurut keterangan perseroan sehubungan dengan pelaksanaan penawaran tender wajib Tiara Marga Trakindo (TMT) selaku pemegang 44,77% dikecualikan dalam penawaran tender wajib.

Penawaran tender wajib dilakukan dengan harga penawaran Rp154 per saham sehingga total nilai seluruhnya penawaran tender wajib Rp8.387.587.362.Pengendali baru menyatakan memiliki ketersediaan dana yang cukup dan sanggup untuk melakukan pembayaran penuh dalam tender wajib.

Periode penawaran tender wajib pada 11 Februari-11 Maret 2020 dan tanggal pembayaran pada 23 Maret 2020. (end)

Rekomendasi Saham Mirae Asset | BRPT, CPIN, SIMP

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Embun Pagi (11 Februari, 2020)
Research Team (research@miraeasset.co.id)

Market comment by Hariyanto Wijaya, CFA, CPA (Aust), CMT (hariyanto.wijaya@miraeasset.co.id)

IHSG dalam konsolidasi kemarin sejalan dengan melemahnya indeks regional didukung oleh coronavirus risk-off mood. Indonesia membukukan Neraca Pembayaran 4Q19 (BoP) surplus USD3,3 miliar (vs defisit BoP - USD46juta di 3Q19) karena surplus neraca keuangan yang lebih tinggi mampu mengompensasi pelebaran defisit neraca berjalan. Kami berharap IHSG akan diperdagangkan lebih tinggi hari ini.

Indeks AS ditutup pada rekor tertinggi baru dengan sebagian besar sektor maju pada Senin karena investor terus menilai dampak ekonomi potensial dari coronavirus yang memiliki tingkat kematian 1%, yang jauh lebih rendah daripada tingkat kematian SARS 9,5%. 

Market Indicator
JCI: 5,952.08 (-0.79%)
EIDO: 24.54 (-0.16%)
DJIA: 29,276.82 (+0.60%)
FTSE100: 7,446.88 (-0.27%)
USD/IDR: 13,712 (+0.27%)
10yr GB yield: 6.60% (+1bps)
Oil Price: 49.57 (-1.49%)
Foreign net purchase: IDR330.3bn 

Foreign net purchase on single stocks (HOTS screen #0141) 
TOP BUY: TLKM, BBCA, BMRI, UNTR, BBNI
TOP SELL: BBRI, ASII, HMSP, MIKA, SMGR

Most actively traded stocks (HOTS screen #0102) 
BBRI, BBCA, MYOR, TLKM, BMRI


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Equity Movers 
Investment Information Team (saryanto@miraeasset.co.id)
Actual   Forecast  Previous
Italian Industrial Production (MoM) (Dec) -2.7% -0.5% 0.1% 
Italian Industrial Production (YoY) (Dec) -4.3% -0.2% -0.8% 

*TAMA +69.1%. Pada hari ini (10/1/2020), PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA) mencatatkan sahamnya di lantai bursa untuk pertama kalinya. PT Lancartama Sejati Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi properti khususnya perumahan dan komersial sejak 1990. Proyek perseroan umumnya menyebar di Jabodetabek dan Sumatera Selatan. Rata-rata portofolio proyek berupa ruko, perumahan bahkan gedung perkantoran.
*TOTO -1.5%. PT Surya Toto Indonesia Tbk. (TOTO) menyatakan bakal fokus menggarap segmen menengah ke bawah untuk penjualan produk sanitasi di dalam negeri. Perseroan juga akan tetap mengandalkan segmen pasar ekspor untuk menopang penjualan, Managemen mengatakan pasar domestik saat ini memang sedang lesu.
*EXCL -3.4%. Lelang menara masih proses, XL Axiata ingin harga sewa kembali yang lebih rendah.
*TINS -3.4%. Harga Timah USD16255.00 turun 2.49%.
*INCO -1.5%. Harga Nikel USD 12832.50 turun 2.10%.
*AALI -4.9%, LSIP -5.4%, BWPT -7.8%. Harga minyak sawit RM2776 turun 1.49%.


Technical Insight by Tasrul (tasrul@miraeasset.co.id)
*IHSG Daily, 5,952.08 (-0.79%), consolidation, trading range 5,925 – 5,973. Indikator MFI optimized , indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized cenderung turun. Sementara itu pada periode weekly indikator MFI optimized koreksi terbatas, indikator W%R optimized cenderun naik dan indikator RSI optimized masih konsolidasi . Daily support di 5,926  dan daily resistance di 5,973. Cut loss level di 5,889.

*BRPT Weekly, 1,245 (-1.58%), buy on weakness, trading range 1,190 – 1,320. Indikator MFI optimized , indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized sudah berada di oversold area. Weekly support  di 1,190 sementara itu weekly  resistance  1,320.  Cut loss level  1,170.

*CPIN Weekly, 6,225(-2.35%), buy on weakness, trading range 6,000 – 6,600. Indikator MFI optimized ,indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized sudah berada di oversold area. Weekly support  di 6,150 sementara itu Weekly resistance  di  6,400. Cut loss level  di 6,000.

*SIMP Weekly, 366 (-3.68%), buy on wekaness, trading range 358 –386. Indikator MFI optimized cenderung naik, ,indikator RSI optimized serta indikator W%R optimized masih cenderung konsolidasi. Perkiraan weekly support di  362 dan weekly resistance di 386.Cut loss level di 346.



Daily write up
Weekly Commodity Alerts - Hope rests on tin and CPO by Andy Wibowo Gunawan ( andy.wibowo@miraeasset.co.id ) 

-Harga timah dan CPO global akan menarik minggu ini. Sementara itu, kami kurang optimis bahwa harga komoditas lainnya akan menarik.

-Harga batubara global akan turun minggu ini, mengingat pertumbuhan laba industri Cina yang lebih rendah pada bulan Desember.

-Kami memperkirakan bahwa harga timah global akan rebound minggu ini, kami optimis bahwa persediaan timah LME akan terus turun minggu ini. Selain itu, kami berpikir bahwa perkiraan yang lebih tinggi untuk CPI Januari Cina Tahunan akan menjadi risiko terbalik terhadap harga timah global untuk minggu ini.

-Kami kurang optimis bahwa harga nikel global akan diperdagangkan lebih tinggi minggu ini, mengingat kurangnya katalis positif.

-Kami berpikir bahwa meningkatnya kekhawatiran tentang coronavirus adalah satu-satunya risiko naiknya harga emas global untuk minggu ini.

-Kami optimis bahwa produksi CPO Malaysia Januari akan turun karena pengaruh musim. Dengan demikian, kami berpikir bahwa kekhawatiran tentang coronavirus akan tetap sebagai katalis negatif untuk harga CPO global karena China adalah salah satu konsumen CPO global terbesar.

(See full report: http://bit.ly/3bqsyN2 )

Rekomendasi Saham Panin Sekuritas | BULL, PICO, IRRA, VOKS


Daily Technical 11 Februari 2020

Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Selasa 11 Februari 2020.

IHSG ditutup menurun sebesar -47,52 poin (-0.79%) menuju level 5.952,08 pada perdagangan hari Senin 10 Februari 2020 kemarin. Kembali menurun dengan sentimen penurunan bursa Asia, IHSG kembali harus menguji support level pada 5.940, dan berhasil bertahan di atasnya. IHSG masih dalam pergerakan mixed menguji level ini dan berpotensi untuk menguat terbatas pada resistance 6.000, strategi trading jangka pendek masih disarankan di saat seperti ini.
Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung menguat dalam range 5.940 s/d 6.000.

BULL
Candlestick Pattern: Membentuk pola hammer yang mengindikasikan rebound.
Rekomendasi: Buy 168 s/d 170, TP 180, stop loss <160 .="" p="">Support: 160.
Resistance: 180.

IRRA
Testing Resistance: Menguji resistance pada 730. Jika mampu breakout maka penguatan berlanjut.
Rekomendasi: Buy on breakout 730, TP 800, stop loss <700 .="" p="">Support: 700.
Resistance: 800.

PICO
Resistance Breakout: Menguat menembus resistance pada 995, berpotensi menguat untuk jangka pendek.
Rekomendasi: Buy and hold >995, TP 1200 s/d 1490.
Support: 995.
Resistance: 1200.

VOKS
Momentum Indicator: Membentuk golden cross MA5 dengan MA20, mengindikasikan penguatan jangka pendek.
Rekomendasi: Buy 290 s/d 308, TP 324 s/d 350, stop loss <282 .="" p="">Support: 282.
Resistance: 324.

Semoga bermanfaat, happy trading!

 Best Regards,
Panin Sekuritas

Analisa Saham TCPI, MDKA dan ACES | 11 Februari 2020

1. PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)


Pergerakan saham TCPI mencoba bertahan di MA200 yang berada di kisaran 6.325. Indikator potensi golden cross di area overbought. Berpeluang menguji resistance 7.000 sebagai konfirmasi penguatan lanjutan ke level 8.050 yang merupakan ratio fibonacci 161.8% dari wave uptrend jangka menengahnya. Support under 6.200.

Rekomendasi: Speculative buy
Support: Rp 6.300
Resistance: Rp 7.000
Lanjar Nafi, Reliance Sekuritas

2. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)


Mulai muncul white body dengan RSI menguat dan MACD berpotongan golden cross serta volume perdagangan meningkat namun stochastic oversold.

Rekomendasi: Trading buy
Support: Rp 1.190
Resistance: Rp 1.275
Achmad Yaki, BCA Sekuritas

3. PT Aces Hardware Indonesia Tbk (ACES)


Pergerakan ACES menunjukkan adanya black crows candlestick sementara stochastic juga terlihat downtrend. MACD mulai downtrend dan histogramnya negatif.

Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 1.570
Resistance: Rp 1.680
Dimas Wahyu Putera, Profindo Sekuritas

Rekomendasi Saham IPOT | BBCA, MDKA, BBRI


IHSG (5.910-5.985) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah. Target pelemahan indeks pada level 5.910 kemudian 5.875 dengan resist di level 5.985 dan 6.035.
BBCA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 34.250 kemudian 34.700 dengan support di level 33.500, cut loss jika break 33.125.
MDKA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.255 kemudian 1.275 dengan support di level 1.200, cut loss jika break 1.170.
BBRI (buy on Weakness) : Target harga beli pada level 4.450 dengan resist di level 4.580 kemudian 4.640.
XPLQ (Sell) : Target pelemahan harga pada level 477 kemudian 473 dengan resist di level 486 dan 491.
XPLC (Sell) : Target pelemahan harga pada level 470 kemudian 466 dengan resist di level 478 dan 482.
XPID (Sell) : Target pelemahan harga pada level 520 kemudian 516 dengan resist di level 528 dan 532.
Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9ltq

Bandarmologi Saham ERAA, ITIC, HOKI, MDKA, TBIG

Tuesday (11/02/2020) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas) 

IDX Composite 5,905 - 5,996
SUMMARY: STRONG SELL

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): SELL
STOCH (9,6): SELL
MACD(12,26): SELL
ATR (14): HIGH VOLATILITY
ADX (14): SELL
CCI (14): SELL
HIGHS/LOW (14): SELL
VO: SELL
ROC: SELL
WILLIAMS R: OVERSOLD
BULLBEAR (13): SELL

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


STOCKS PICK:

ERAA 1,720 - 1,775
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


ITIC 2,340 - 2,540
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


HOKI 885 - 970
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


MDKA 1,195 - 1,250
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


TBIG 1,210 - 1,270
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
(Dr Cand. ES, CSA®., CIB®-MNCSek/Disc On) For more info www.mncsekuritas.id

Rekomendasi Saham MNC Sekuritas | TINS, ADRO, SMGR, BMRI


MNC Daily Scope Wave
11 Februari 2020

Selama IHSG tidak terkoreksi di bawah 5,876, maka koreksi IHSG kemarin (11/2) merupakan bagian dari wave (ii) yang berada pada range 5,930-5,960. IHSG masih berpotensi untuk menguat, terlebih jika IHSG mampu bertahan di atas area 6,000-6,050. Namun, jika IHSG ternyata menembus 5,876, maka arah IHSG berpotensi menuju level 5,700-5,750.
Support: 5,930, 5,900
Resistance: 6,000, 6,050

TINS - Buy on Weakness (705)

Kami perkirakan, selama TINS tidak terkoreksi di bawah 685, maka saat ini TINS sedang berada di wave (ii), dimana koreksi TINS sudah relatif terbatas dan selanjutnya TINS dalam jangka pendek akan rebound kembali.
Buy on Weakness: 690-705
Target Price: 820, 920
Stoploss: below 685

ADRO - Buy on Weakness (1,280)

Saat ini, posisi ADRO kami perkirakan berada di akhir wave [b], dimana koreksi ADRO sudah cenderung terbatas. Setelah terkonfirmasi membentuk wave [b], maka ADRO berpeluang untuk berbalik arah membentuk wave [c].
Buy on Weakness: 1,215-1,250
Target Price: 1,385, 1,450
Stoploss: below 1,175

SMGR - Buy on Weakness (12,300)

Posisi SMGR saat ini diperkirakan berada di akhir wave (ii) dari wave [iii], dimana koreksi SMGR kami perkirakan sudah relatif terbatas. Selanjutnya, bila sudah terkonfirmasi membentuk wave (ii), maka SMGR akan berbalik menguat membentuk wave (iii) dari wave [iii]. 
Buy on Weakness: 11,900-12,150
Target Price: 12,800, 13,500
Stoploss: below 11,675

BMRI - Sell on Strength (7,725)

Kami perkirakan BMRI saat ini sudah berada pada awal wave C dari wave (B), dimana BMRI rentan terkoreksi untuk membentuk wave C dari wave (B). Adapun level koreksi BMRI berada pada area 7,100 dan 6,925.
Sell on Strength: 7,725-7,800

Disclaimer On

Analisa Saham TLKM | 11 Februari 2020


Saham TLKM pada tanggal 10 Februari 2020 ditutup menguat pada harga 3810, naik 0,52% dan ini artinya baru breakout resistance pertama di 3800. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 161% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah ke arah atas. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan mendatar.

Rekomendasi :
BUY
Berpeluang ke 3930-4030
Jika turun di bawah 3720 maka berpeluang strong bearish

www.sahamonline.id
Disclaimer ON

Analisa Saham HOKI | 11 Februari 2020


Saham HOKI pada tanggal 10 Februari 2020 ditutup menguat pada harga 930, naik 3,91% ini juga sekaligus breakout resistance pertamanya. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 187% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan ke arah atas. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Rekomendasi :
BUY
Berpeluang ke 955-975
Jika turun di bawah 850 maka berpeluang ke 845-810

Disclaimer ON