Jadwal Dividen Saham TLKM Tahun 2020

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) akan membagikan dividen dari keuntungan tahun buku 2019 sebesar Rp 15,26 triliun atau Rp 154,0682 per saham. Jumlah tersebut terdiri dari dividen tunai Rp 113,0361 per saham dan dividen spesial Rp 41,0321 per saham.

Secara rinci, besaran dividen tunai mencapai Rp 11,2 triliun atau 60% dari laba bersih 2019. Sementara itu, total nilai dividen spesial adalah Rp 4,06 triliun atau 21,78% dari laba bersih tahun lalu.

Alhasil, rasio pembayaran atau  dividend payout ratio TLKM secara keseluruhan untuk tahun buku 2019 adalah sebesar 81,78% dari laba bersih. Sepanjang 2019, Telkom membukukan keuntungan Rp 18,66 triliun atau tumbuh 3,9% secara tahunan.

Dividen tunai dan dividen spesial tersebut akan dibayarkan sekaligus, selambat-lambatnya pada 23 Juli 2020. Yang berhak menerima dividen ini adalah pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham per tanggal 1 Juli 2020 sampai pukul 16.15 WIB. 

Berikut adalah jadwal lengkapnya:

Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 29 Juni 2020
Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 30 Juni 2020
Cum dividen di pasar tunai: 1 Juli 2020
Tanggal pencatatan ( recording date): 1 Juli 2020
Ex dividen di pasar tunai: 2 Juli 2020
Tanggal pembayaran dividen: 23 Juli 2020

Berdasarkan data RTI, jumlah saham TLKM yang beredar per 31 Mei 2020 mencapai 99,06 miliar. Sebanyak 52,09% dimiliki oleh pemerintah Negara Republik Indonesia dan 47,90% oleh masyarakat.

SAHAM BMTR | PEFINDO REVISI PERINGKAT GLOBAL MEDIACOM JADI idA



IQPlus, (24/06) - PEFINDO telah merevisi peringkat untuk PT Global Mediacom Tbk (BMTR) dan Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2017, menjadi "idA" dari "idA+" dan merevisi peringkat untuk Sukuk Ijarah I Berkelanjutan Tahun 2017 menjadi "idA(sy)" dari "idA+(sy)".

Pefindo juga merevisi outlook peringkat Perusahaan menjadi "CreditWatch dengan implikasi negatif" dari "negatif". Revisi peringkat dan outlook dilakukan karena Pefindo mengantisipasi meningkatnya risiko pembiayaan kembali untuk Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2017 senilai Rp250,0 miliar, Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2017 senilai Rp150,0 miliar, dan Obligasi dengan bunga mengambang senilai USD40 juta yang akan jatuh tempo pada paruh kedua tahun 2020 (2H2020).

Perusahaan berencana untuk membiayai kembali utang yang akan jatuh tempo dengan menerbitkan surat utang baru pada 2H2020, yang kami pandang berisiko karena kondisi ekonomi yang melemah dan sentimen investor yang lemah. Selain itu, obligasi dengan bunga mengambang yang akan jatuh tempo didenominasi dalam mata uang dolar Amerika Serikat (AS), yang kemungkinan meningkatkan risiko nilai tukar jika rupiah terdepresiasi.

Walaupun BMTR memiliki akses terhadap kas dari anak-anak perusahaannya, Pefindo memandang anak-anak perusahaan tersebut juga memiliki kewajiban finansial kepada kreditor dan perlu membiayai kebutuhan modal kerja. Pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) telah menyebabkan sedikit penyesuaian pada kegiatan produksi PT Media Citra Nusantara Tbk (MNCN), anak perusahaan BMTR di bisnis yang berbasis konten dan iklan, terutama untuk program berbasis audiensi, yang harus dijalankan dengan kehadiran audiensi secara parsial.

Kegiatan produksi pada sebagian besar jenis program dapat dilakukan seperti biasa karena MNCN memiliki fasilitas produksi/studio sendiri. Kekhawatiran kami sebelumnya dalam mengantisipasi melemahnya struktur modal dan ukuran perlindungan arus kas secara berkelanjutan telah dimitigasi karena manajemen telah menurunkan belanja modal yang sebelumnya agresif dan Perusahaan dapat mempertahankan pertumbuhan utangnya dalam jangka pendek ke menengah. Sedangkan, proses mencari investor strategis melalui private placement pada PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) di tahun 2019.

Peringkat tersebut mencerminkan kepemilikan mayoritas BMTR pada perusahaan-perusahaan media terbesar dan terkemuka; beragamnya jasa layanan media mulai dari media televisi, TV berlangganan, bisnis konten, media online dan broadband internet yang disediakan oleh entitas entitas anak; dan profitabilitas operasional yang baik. Peringkat dibatasi oleh akses tidak langsung terhadap arus kas operasional, leverage keuangan yang relatif tinggi dengan risiko fluktuasi mata uang asing sehubungan dengan utang dalam dolar AS yang dimiliki entitas anak, dan persaingan yang ketat pada industri media.

Peringkat akan diturunkan jika BMTR tidak berhasil menghasilkan arus kas untuk memitigasi risiko pembiayaan kembali; jika BMTR dan/atau entitas anak memiliki utang lebih besar dari yang diproyeksikan karena adanya rencana belanja modal yang signifikan dan/atau adanya rencana akuisisi yang menyebabkan rasio debt to EBITDA lebih dari 3x dan rasio fund from operation to debt kurang dari 25% secara berkelanjutan; jika arus kas dari entitas anak utama turun karena pelemahan profil kredit mereka secara berkelanjutan, dan/atau jika ada tuntutan hukum di masa mendatang, yang dapat mempengaruhi arus kas secara negatif. Outlook akan direvisi menjadi stabil jika BMTR telah berhasil melunasi utang di 2H2020. (end)

SAHAM ROTI | PENDANAAN FAKTOR PENTING JAGA KELANGSUNGAN BISNIS PT Nippon Indosari Corpindo Tbk DI TENGAH COVID-19



IQPlus, (24/06) - PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (Sari Roti) menyampaikan bahwa pendanaan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelangsungan bisnis di tengah pandemi COVID-19.

"Hal pertama yang saya lakukan saat pandemi muncul dan penguncian pada Maret adalah mencari pendanaan. Meski kita punya likuiditas yang baik, kita ingin secure untuk mengamankan bahan baku lebih banyak," ujar President Director and CEO Sari Roti, Wendy Yap dapam diskusi daring bertema "Business Resilience and Recovery to COVID-19 for Sustainable Finance" di Jakarta, Selasa.

Kemudian, lanjut dia, memastikan pegawai agar tidak terpapar COVID-19. Dan berupaya untuk menambah jumlah produksi sekaligus memperbaiki sistem pemasaran.

"Sistem adalah yang penting dalam krisis. Saat kita punya sistem yg baik maka kita bisa melalui krisis. Selalu ada kesempatan di setiap krisis, kita punya chanel distribusi yg bagus, kita fokus pada online," paparnya.

Di tengah pandemi, lanjut dia, masyarakat membutuhkan pekerjaan dan perusahaan mengambil kesempatan itu dengan merekrut pegawai baru untuk membantu distribusi.

Di sisi lain, lanjut dia, perusahaan juga menambah jumlah produksi untuk memenuhi permintaan masyarakat di tengah pandemi.

"Kita tidak memberhentikan. Kita bahkan rekrut orang untuk memenuhi permintaan. Kita aktivasi pabrik tambahan untuk memenuhi produksi. Karena itu kita tambah orang untuk bekerja di produksi," katanya.

Dalam kesempatan itu, Wendy menyampaikan pihaknya optimistis perekonomian Indonesia akan kembali pulih, apalagi didukung kondisi perbankan nasional yang dalam keadaan kondusif.

"Tidak seperti krisis 1998, kita lebih baik. Sumber daya kita baik dan perbankan baik. Indonesia punya kesempatan besar membaik lebih cepat," ujarnya.

Menurut dia, produk domestik bruto (PDB) Indonesia masih relatif baik meski terjadi kontraksi. Perekonomian Indonesia tetap akan tumbuh salah satunya ditopang oleh sektor konsumsi.

"Daya beli memang akan turun tapi kita akan membaik lebih cepat, mungkin di 2021 kita akan lebih baik," ucapnya.(end)

SAHAM INTP | INDOCEMENT BANGKITKAN POTENSI WISATA TEBING SIDOMBA



IQPlus, (24/06) -  PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk bersama Pemerintah Desa Leuwikaret Kecamatan Klapanunggal Kabupaten Bogor Jawa Barat akan menata Tebing Sidomba, demi membangkitkan potensi wisata di lokasi yang kerap dijadikan arena panjat tebing.

"Ini adalah salah satu alternatif kita dalam memanfaatkan kondisi lahan yang ada, yang mana tentunya bukan di area tambang yang aktif. Sehingga masyarakat bisa dengan aman memanfaatkannya," ujar Direktur Indocement, Antonius Marcos saat meninjau lokasi Tebing Sidomba, Kabupaten Bogor, Selasa.

Menurutnya, tebing dengan tinggi sekitar 20 meter itu akan ditata, sehingga para pecinta alam merasa nyaman ketika menggelar aktivitas panjat tebing di bebatuan yang menjadi batas aman area tambang milik Indocement.

"Jarak tebing dengan aktifitas tambang sekitar 300 meter, artinya sudah aman untuk aktifitas masyarakat. Kebisingan dan debu tidak sampai ke sini. Bahkan sampling kualitas udara pun masih relatif aman," katanya.

Sementara itu, Bendahara Desa Leuwikaret, Ahmad Sundawa di tempat yang sama menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya Pemerintah Desa mendukung penuh pembangkitan potensi wisata yang ia harapkan dapat membangkitkan perekonomian masyarakat.

"Kita menyambut baik rencana ini. Dan ini akan ditindaklanjuti bersama Indocement. Karena selama ini mungkin hambatan yang terjadi adalah koordinasi. Mudah-mudahan bisa sesuai harapan kita," kata Ahmad.

Senda, Ketua Pecinta Alam Leuwikaret (Pelikar) Zulhaidir menyambut baik rencana penataan Tebing Sidomba. Ia berharap langkah penataan itu tidak selesai di Tebing Sidomba, melainkan juga satu tebing lainnya di desa yang sama, yakni Tebing Jeger.

"Harus dilihat dulu karakteristik tebingnya. Sejauh ini baru satu jalur atau baru dua hanger (pengaman) saat dipanjat. Kita harus lihat apakah tebing ini tebing muda atau sudah tua. Kita harus pikirkan aspek keselamatannya," tuturnya.(end)

Rekomendasi Saham Mirae Asset Sekuritas | JPFA, WTON, SMBR

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
June 24, 2020
(tasrul@miraeasset.co.id)

Technical Insight, June 23, 2020

IHSG Daily, 4,879.13 (-0.81%),consolidation ,trading range 4,861-4,939. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized turun terbatas.Pada periode weekly  indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized akan menguji support trendline.Daily support di 4,861 dan daily resistance di 4,939. Cut loss level di 4,840.

JPFA Daily, 1,220 (-0.81%), buy on weaknees, trading range 1,180– 1,230. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized akan menguji support trendline. Daily support  di 1,180 sementara itu daily resistance di 1,230 Cut loss level di 1,170.

WTON Daily, 290 (+0.69%), trading buy, trading range 280 – 300. indikator MFI optimized akan menguji support trendline dan indikator W%R optimized masih cenderung naik. Daily support  di 280 sementara itu daily resistance  di  300.Cut loss level  di  260

SMBR Daily, 310 (+0.65%),trading buy,trading range 302 – 322. Indikator MFI optimized akan menguji support trendline dan indikator W%R optimized cenderung naik. Perkiraan daily support di 302 dan daily resistance di 322. Cut loss level  296.

Ulasan Pasar Global | 24 Juni 2020

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Juni 24, 2020)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S


Wall Street berakhir lebih tinggi karena harapan pemulihan, Nasdaq mencapai rekor

Tiga indeks utama Wall Street ditutup lebih tinggi pada hari Selasa karena membaiknya data ekonomi dan prospek lebih banyak stimulus yang mendorong harapan pemulihan cepat, sementara lompatan dalam saham teknologi mendorong Nasdaq ke rekor tertinggi.

Dow Jones naik 131,14 poin atau 0,5% menjadi 26.156,1. S&P 500 naik 13,43 poin atau 0,43% menjadi 3.131,29. Nasdaq Composite menambahkan 74,89 poin atau 0,74% menjadi 10.131,37.

Data menunjukkan bahwa laju kontraksi di sektor manufaktur dan jasa AS melambat pada Juni karena bisnis dibuka kembali setelah penguncian yang dimulai pada pertengahan Maret. Juga, penjualan rumah baru melonjak 16,6% pada bulan Mei, melampaui perkiraan kenaikan 2,9%. Meskipun kasus koronavirus meningkat, Luschini mencatat bahwa kurangnya selera untuk penguncian ekonomi lebih lanjut di antara pejabat federal dan negara bagian kemungkinan bersorak investor. Suasana hati mungkin sedikit berkurang oleh laporan New York Times bahwa negara-negara Uni Eropa siap untuk menghalangi orang Amerika masuk karena Amerika Serikat telah gagal mengendalikan pandemi coronavirus. Tapi itu membantu pejabat pemerintah berbicara tentang stimulus lebih lanjut. Kemudian Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa RUU stimulus berikutnya akan difokuskan pada membuat orang kembali bekerja dengan cepat dan bahwa ia akan mempertimbangkan penundaan lebih lanjut dari batas waktu pengajuan pajak.

Eropa


Bursa Eropa ditutup mendekati poin tertinggi dua minggu karena data PMI membawa harapan

Bursa Eropa ditutup pada level tertinggi dalam hampir dua minggu pada hari Selasa, didukung oleh saham siklus, mengikuti tanda-tanda bahwa aktivitas bisnis di benua itu rebound lebih cepat dari yang diharapkan dari kemerosotan yang didorong oleh coronavirus.

Indeks STOXX 600 Eropa berakhir 1,3% lebih tinggi.

Saham zona euro .STOXXE naik 1,6% setelah Indeks Pembelian Manajer IHS Markit (PMI) menunjukkan penurunan bersejarah yang disebabkan oleh penutupan akibat virus korona telah mereda lagi pada Juni karena bisnis dibuka kembali setelah minggu-minggu penguncian. Indeks pulih lebih dari yang diharapkan menjadi 47,5 dari 31,9 Mei, setelah menyentuh rekor terendah 13,6 pada April. DAX Jerman. GDAXI melonjak 2,1%, CAC 40 Prancis. FCHI naik 1,4% dan FTSE 100 Inggris. FTSE naik 1,2% setelah pembacaan yang lebih baik dari perkiraan dari negara-negara ekonomi terbesar di Eropa.

Analisa Saham BBCA | 24 Juni 2020

Saham BBCA pada tanggal 23 Juni 2020 ditutup menguat pada harga 28100 setelah mantul dari garis MA20, naik 1,44%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 135% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah ke arah bawah. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan mendatar.

Rekomendasi :
Beli Spekulasi
Jika naik di atas 29000 maka berpeluang ke 29975-30500
Jika turun di bawah 27600 maka berpeluang ke 27400-26600

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:

Pola Chart Pattern Lengkap
Pola Candlestick Saham Lengkap
Indikator Saham Lengkap
Dasar-dasar Investasi Saham :

Analisis Saham PGAS | 24 Juni 2020

Saham PGAS pada tanggal 23 Juni 2020 ditutup menguat dengan candlestick Bullish Engulfing pada harga 1095, naik 3,30%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 138% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas ke arah mendatar. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan mendatar.

Rekomendasi :
Beli Spekulasi atau Fast Trade
Jika naik di atas 1160 maka berpeluang ke 1340
Jika turun di bawah 1040 maka berpeluang ke 960

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:

Pola Chart Pattern Lengkap
Pola Candlestick Saham Lengkap
Indikator Saham Lengkap
Dasar-dasar Investasi Saham :

Analisa Saham ITMG | 24 Juni 2020

Saham ITMG pada tanggal 23 Juni 2020 ditutup melemah pada harga 7400, turun -1,00%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 32% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area oversold / jenuh jual ke arah mendatar. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bearish.

Rekomendasi :
Beli jika di atas 7800
Jika naik di atas 7800 maka berpeluang ke 8025-9175
Jika turun di bawah 7225 maka berpeluang ke 6975

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:

Pola Chart Pattern Lengkap
Pola Candlestick Saham Lengkap
Indikator Saham Lengkap
Dasar-dasar Investasi Saham :

Rekomendasi Saham MNC Sekuritas | CTRA, PTBA, BBRI, LSIP

MNC Daily Scope Wave

24 Juni 2020

IHSG ditutup terkoreksi 0,8% ke level 4,879 pada perdagangan kemarin (23/6) dan koreksi IHSG tertahan oleh MA20. Saat ini kami memperkirakan IHSG memasuki fase koreksinya untuk membentuk wave C dari wave (2) ke area 4,400-4,500, waspadai support terdekat IHSG yang berada pada level 4,816 dan support penting di 4,712. Untuk pergerakan hari ini kami memperkirakan pergerakan IHSG akan cenderung terkoreksi ke arah 4,850-4,860, meskipun menguat pergerakannya akan cenderung terbatas pada area 4,950-4,975.
Support: 4,860, 4,816
Resistance: 5,020, 5,140

CTRA - Spec Buy (645)

Pada perdagangan kemarin (23/6), CTRA terkoreksi agresif sebesar 6,5% dan diikuti dengan tekanan jual yang besar juga. Selama tidak terkoreksi melebihi 615, kami memperkirakan pergerakan CTRA saat ini merupakan bagian dari wave [v] dari wave C dari wave (A).
Spec Buy: 620-645
Target Price: 750, 850
Stoploss: below 615

PTBA - Buy on Weakness (2,080)

Kemarin (23/6), PTBA ditutup terkoreksi 2,3% ke level 2,080 dan tertahan di fibo 38.2%. Kami memperkirakan PTBA saat ini sudah berada di akhir wave [a], dimana koreksi PTBA akan relatif terbatas dan berpotensi menguat untuk membentuk wave [b].
Buy on Weakness: 2,020-2,080
Target Price: 2,200, 2,300
Stoploss: below 1,950

BBRI - Buy on Weakness (3,010)

Pergerakan BBRI kemarin (23/6) terkoreksi 1,6% ke level 3,010. Pada skenario biru, kami memperkirakan saat ini BBRI sedang berada di awal wave (c) dari wave [b], sehingga penguatan pada BBRI nantinya akan cukup pendek. Namun, pada skenario merah kami, bila BBRI ternyata sanggup menguat di atas 3,200 maka BBRI akan membentuk wave (iii) dari wave [c].
Buy on Weakness: 2,900-2,950
Target Price: 3,030, 3,060
Stoploss: below 2,800

LSIP - Sell on Strength (875)

LSIP menguat 1,2% pada perdagangan kemarin (23/6) dan masih disertai tekanan beli. Kami memperkirakan saat ini LSIP sudah berada diakhir wave [v] dari wave C, dimana penguatan LSIP akan relatif terbatas dan rentan untuk terkoreksi. Kami memperkirakan level koreksi LSIP terdekat berada pada area 820 dan idealnya 700.
Sell on Strength: 880-920

Disclaimer On

Update Harga Komoditas dan Indeks | 24 Juni 2020

Stock futures flat after Nasdaq Composite notches new record

Futures contracts tied to the major U.S. stock indexes held steady Tuesday evening as Wall Street looked to take a breather from healthy gains clinched earlier in the week.

Dow.......26156      +131.1      +0.50%
Nasdaq...10131    +74.9         +0.74%
S&P 500..3131      +13.4         +0.43%
 
FTSE.......6320   +79.50       +1.21%
Dax.........12524 +260.8       +2.13%
CAC.........5018  +68.98       +1.39%

Nikkei....22549    +111.8      +0.50%
HSI........24907    +396.0       +1.62%
Shanghai.2971    +5.4           +0.18%
ST Times.2634    +5.2           +0.20%

IDX.......4879.13    -39.70      -0.81%
LQ45.....754.31      -6.90        -0.91%
 
Indo10Yr....7.4471    -0.0121    -0.16%
ICBI.........283.2835  +0.1611   +0.06%
US10Yr.......0.7090   +0.0050   +0.71%
VIX................31.37   -0.40         -1.26%
 
USDIndx .....96.6460   -0.3860   -0.40%
Como Indx....138.59   -0.46        -0.33%
(Core Commodity CRB)
DJUSCL..........5.77      unch        +0%
 (Dow Jones US Coal Index) 


IndoCDS....124.454   -1.313      -1.044%
 (5-yr INOCD5)  
 
IDR.....14161.50  +12.00    +0.08%
Jisdor...14265     +56          +0.39%


Euro.........1.1313   +0.0051  +0.45%

TLKM...22.15  -0.11    -0.49%
(3160)
EIDO....18.55   -0.04    -0.22%
EEM.....40.80  +0.39   +0.97%
 
Oil..........40.16          -0.30         -0.74%
Gold ......1785.00   +20.70     +1.17%
Timah....16897.50   +10.00     +0.06%
Nickel....12700.50   +72.50     +0.57%
 
Coal price....53.00    -0.10       -0.19%
(Jun/Newcastle) 
Coal price....52.85    -0.50       -0.94%
(Jul/Newcastle)
Coal price....44.85    -0.75       -1.64%
(Jun/Rotterdam) 
Coal price....47.65    +0.85     +1.82%
(Jul/ Rotterdam)
 
CPO(Augt)...2509   +34         +1.37%
(Source: bursamalaysia.com)             
Corn............329.00    -4.00      -1.20%
SoybeanOil...29.04    -0.18      -0.62%
Wheat.........491.00    +1.50     +0.31%
 
Rubber..........158.30  +0.60     +0.38%

( DE/ Phintraco(AT)  24-06-20)