Cara Menggunakan Indikator ATR (Average True Range)

Average True Range (ATR) adalah indikator volatilitas yang menunjukkan seberapa banyak aset bergerak, rata-rata, selama jangka waktu tertentu. Indikator ini dapat membantu day trader mengonfirmasi kapan mereka mungkin ingin memulai perdagangan, dan dapat digunakan untuk menentukan penempatan order stop-loss.

Memeriksa Indikator ATR


Indikator ATR bergerak naik dan turun saat harga bergerak dalam suatu aset menjadi lebih besar atau lebih kecil. Pembacaan ATR baru dihitung setiap periode waktu berlalu. Pada grafik satu menit, pembacaan ATR baru dihitung setiap menit. Pada grafik harian, ATR baru dihitung setiap hari. Semua bacaan ini diplot untuk membentuk garis kontinu, sehingga trader dapat melihat bagaimana volatilitas telah berubah dari waktu ke waktu.

Untuk menghitung ATR secara manual, Anda harus terlebih dahulu menghitung rangkaian True Range (TRs). TR untuk periode perdagangan tertentu adalah yang terbesar dari berikut ini:

  1. Harga Tertinggi saat ini dikurangi penutupan sebelumnya
  2. Harga Terrendah saat ini dikurangi penutupan sebelumnya
  3. Harga Tertinggi saat ini dikurangi Harga Terrendah saat ini

Apakah angkanya positif atau negatif tidak masalah. Nilai absolut tertinggi digunakan dalam perhitungan.

Nilai-nilai tersebut dicatat untuk setiap periode, dan kemudian diambil rata-ratanya. Biasanya, jumlah periode yang digunakan dalam penghitungan adalah 14. J. Welles Wilder, Jr., yang mengembangkan ATR, menggunakan rumus berikut untuk periode berikutnya — setelah ATR 14 periode awal selesai — untuk memuluskan data:

Current ATR = ((Prior ATR x 13) + Current TR) / 14


Bagaimana ATR Dapat Membantu dalam Keputusan Perdagangan


Pedagang harian dapat menggunakan informasi tentang seberapa besar aset biasanya bergerak dalam periode tertentu untuk merencanakan target keuntungan dan menentukan apakah akan mencoba masuk ke perdagangan.

Asumsikan saham bergerak rata-rata $ 1 per hari. Tidak ada berita signifikan yang keluar, tetapi saham sudah naik $ 1,20 pada hari itu. Rentang perdagangan (tinggi minus rendah) adalah $ 1,35. Harga telah bergerak 35% lebih tinggi dari rata-rata, dan sekarang, bisa dikatakan Anda mendapatkan sinyal beli dari sebuah strategi ini. Sinyal beli mungkin valid, tetapi, karena harga telah bergerak secara signifikan lebih besar daripada rata-rata, bertaruh bahwa harga akan terus naik dan memperluas trading range mungkin bukan keputusan yang bijaksana. 

Karena harga sudah naik secara substansial dan telah bergerak lebih dari rata-rata, harga kemungkinan besar akan turun dan tetap dalam kisaran harga yang sudah ditetapkan. Meskipun membeli setelah harga mendekati puncak kisaran harian — dan kisarannya jauh di atas rata-rata — tidak bijaksana, penjualan atau shorting mungkin merupakan opsi yang baik, dengan asumsi sinyal jual yang valid terjadi.

Masuk dan keluar tidak boleh berdasarkan ATR saja. ATR adalah alat yang harus digunakan bersama dengan strategi menyeluruh untuk membantu memfilter perdagangan.

Misalnya, dalam situasi di atas, Anda tidak boleh menjual atau menjual hanya karena harga telah naik dan kisaran harian lebih besar dari biasanya. Hanya jika sinyal jual yang valid terjadi, berdasarkan strategi khusus Anda, ATR akan membantu mengkonfirmasi perdagangan.

Hal sebaliknya juga dapat terjadi jika harga turun dan diperdagangkan mendekati titik terendah hari itu dan kisaran harga untuk hari itu lebih besar dari biasanya. Dalam kasus ini, jika suatu strategi menghasilkan sinyal jual, Anda harus mengabaikannya atau mengambilnya dengan sangat hati-hati. Meskipun harga mungkin terus turun, itu bertentangan dengan kemungkinannya. Kemungkinan besar harga akan naik dan tetap berada di antara harga tertinggi dan terendah harian yang telah ditetapkan. Cari sinyal jual berdasarkan strategi Anda.

Anda juga harus meninjau pembacaan ATR historis. Meskipun saham mungkin diperdagangkan di luar ATR saat ini, pergerakannya mungkin cukup normal berdasarkan riwayat saham.

Tendensi ATR untuk Day Trading


Grafik yang menunjukkan bagaimana volatilitas saham dan ATR biasanya menurun seiring berjalannya hari.

Jika Anda menggunakan ATR pada grafik intraday, seperti grafik satu atau lima menit, ATR akan melonjak lebih tinggi tepat setelah pasar dibuka. Untuk saham, ketika bursa utama AS dibuka pada 9:30 a.m. ATR bergerak naik selama menit pertama. Itu karena pembukaan adalah waktu yang paling tidak stabil dalam sehari, dan ATR hanya menunjukkan bahwa volatilitas lebih tinggi daripada pada penutupan kemarin.

Setelah lonjakan di pembukaan, ATR biasanya menghabiskan sebagian besar hari itu dengan penurunan. Osilasi dalam indikator ATR sepanjang hari tidak memberikan banyak informasi kecuali seberapa banyak harga bergerak rata-rata setiap menit. Dengan cara yang sama mereka menggunakan ATR harian untuk melihat seberapa banyak aset bergerak dalam sehari, pedagang harian dapat menggunakan ATR satu menit untuk memperkirakan seberapa banyak harga dapat bergerak dalam lima atau 10 menit. Strategi ini dapat membantu menetapkan target laba atau order stop-loss.

Ambil keuntungan yang Anda harapkan, bagi dengan ATR, dan biasanya itu adalah jumlah menit minimum yang dibutuhkan agar harga mencapai target keuntungan.

Jika ATR pada grafik satu menit adalah 0,03, maka harga bergerak sekitar 3 sen per menit. Jika Anda memperkirakan harga akan naik dan Anda membeli, Anda dapat memperkirakan bahwa harga kemungkinan akan membutuhkan waktu setidaknya lima menit untuk naik 15 sen.

ATR Trailing Stop Loss


Trailing stop loss adalah cara untuk keluar dari perdagangan jika harga aset bergerak berlawanan dengan Anda, tetapi juga memungkinkan Anda untuk memindahkan titik keluar jika harga bergerak sesuai keinginan Anda. Banyak pedagang harian menggunakan ATR untuk mencari tahu di mana harus meletakkan trailing stop loss mereka.

Pada saat perdagangan, lihat pembacaan ATR saat ini. Aturan praktisnya adalah mengalikan ATR dengan dua untuk menentukan titik hentikan kerugian yang wajar. Jadi jika Anda membeli saham, Anda mungkin menempatkan stop loss pada level dua kali ATR di bawah harga masuk. Jika Anda menjual saham, Anda akan menempatkan stop loss pada tingkat dua kali ATR di atas harga masuk.

Jika Anda long/beli dan harga bergerak dengan baik, terus gerakkan stop loss menjadi dua kali ATR di bawah harga. Dalam skenario ini, stop loss hanya bergerak naik, bukan turun. Setelah digerakkan naik, itu tetap di sana sampai dapat digerakkan lagi atau perdagangan ditutup sebagai akibat dari penurunan harga untuk mencapai tingkat trailing stop loss. Proses yang sama bekerja untuk perdagangan short/jual, hanya dalam kasus itu, stop loss hanya bergerak turun.

Misalnya, Anda mengambil perdagangan long/beli pada IDR 1000 dan ATR adalah IDR 40. Anda akan menempatkan stop loss pada IDR 920 (2 * IDR 40 di bawah IDR 1000). Harganya naik menjadi IDR 1020, dan ATR tetap di IDR 40. Trailing stop loss sekarang naik ke IDR 940. Ketika harga bergerak naik ke IDR 1100, stop loss naik ke 1020, mengunci setidaknya IDR 20 keuntungan pada perdagangan. Ini akan berlanjut sampai harga jatuh untuk mencapai titik stop-loss.

AKSI KORPORASI DISINYALIR JADI PENDORONG PERGERAKAN SAHAM BKSW DI BURSA


PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) mengaku bahwa pihaknya tidak mengetahui pergerakan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal itu disampaikan Manajemen Bank QNB Indonesia perihal Permintaan penjelasan atas volatilita transaksi efek BKSW oleh BEI belum lama ini.

"Kami tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal,"jelas Manajemen BKSW.

Namun demikian Perseroan menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan keterbukaan informasi mengenai Pendaftaran Obligasi PUB I Tahap III pada hari Senin 12 Oktober 2020. Pada periode penawaran awal (bookbuilding) yang berlangsung pada 22 September - 6 Oktober 2020, "penawaran obligasi ini mendapatkan respon positif dari para investor dengan kelebihan permintaan (over subscribe),"tulisnya.

Sekedar informasi,PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) berencana menggelar aksi korporasi di pasar modal melalui penerbitan obligasi berkelanjutan I tahap III tahun 2020 senilai Rp448 miliar. Obligasi ini bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp1 triliun.

Dalam keterangan resmi Perusahaan, Selasa (13/10), disebutkan bahwa obligasi tahap III tersebut ditawarkan dengan tingkat bunga tetap sekitar 6,25% per tahun dan dengan tenor 367 hari. Semnetara dalam hajatan ini, Perusahaan akan dibantu oleh penjamin emisi obligasi yakni CIMB Sekuritas Indonesia dan Indo Premier Sekuritas, dengan wali amanat Bank Permata.

Obligasi tersebut telah mendapatkan pemeringkatan 'AAA' dari Fitch Ratings Indonesia. Rencananya, Perusahaan akan mempergunakan dana dari hasil emisi obligasi ini untuk modal kerja dalam rangka pengembangan usaha dalam bentuk ekspansi kredit.

Namun, jika dana belum dipergunakan seluruhnya, maka penempatan sementara dananya tersebut harus dilakukan perseroan dengan memperhatikan keamanan dan likuiditas serta dapat memberikan keuntungan finansial yang wajar bagi perseroan dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Setelah mengantongi pernyataan efektif dari OJK pada 28 Juni 2020, masa penawaran umum rencananya akan berlangsung pada 22-26 Oktober 2020, penjatahan pada 27 Oktober 2020, pengembalian kelebihan uang pemesanan dan distribusi secara elektronik 3 November 2020, pencatatan obligasi di BEI 4 November 2020.(end/as)

Sumber: IQPLUS

DSNG DAN EREX JEPANG KERJA SAMA PASOK CANGKANG SAWIT UNTUK PLT BIOMASA


PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) melalui PT Dharma Sumber Energi (DSE) menandatangani perjanjian kerja sama dengan eREX Singapore Pte Ltd, untuk memasok cangkang kelapa sawit (palm kernel shell) ke Jepang selama 15 tahun yang akan diolah sebagai bahan baku pembangkit listrik tenaga biomasa.

eREX Singapore PTE Ltd merupakan anak perusahaan dari eREX Co. Ltd, sebuah perusahaan publik dan terkemuka di Jepang yang berpengalaman dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga biomasa. Penandatanganan kerja sama kedua perusahaan tersebut berlangsung secara virtual pada tanggal 8 Oktober 2020 oleh Efendi Sulisetyo selaku Direktur Utama dari DSE dan Shuji Yoda selaku Managing Director dari eRex Pte Ltd.

Direktur Utama Perseroan, Andrianto Oetomo, mengatakan dalam kerja sama tersebut, beberapa pabrik kelapa sawit Perseroan yang berlokasi di Muara Wahau, Kalimantan Timur, akan memasok cangkang kelapa sawit untuk diekspor ke Jepang dengan volume mencapai 70.000 ton per tahun.

"Selama ini cangkang kelapa sawit dari hasil pengolahan Tandan Buah Segar menjadi CPO digunakan sebagai bahan bakar di boiler. Namun, kontrak jangka panjang dengan eREX ini membuka peluang kami untuk mengekspor cangkang ke Jepang sebagai bahan baku biomas bagi pembangkit listrik berbasis biomas milik eREX tersebut," kata Andrianto Oetomo dalam pernyataannya.

Menurut Andrianto, kerja sama dengan eREX tersebut merupakan langkah strategis bagi Perseroan dalam menerapkan kebijakan keberlanjutan (sustainability), yakni dengan memanfaatkan limbah yang dihasilkan dari proses produksi CPO menjadi produk yang bernilai ekonomis dan sesuai dengan prinsip-prinsip Environment, Social and Governance (ESG).

Sebelumnya pada September 2020 lalu, Perseroan melakukan commissioning atas Instalasi Bio-CNG yang pertama, yang mengolah limbah cair pabrik kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent) menjadi energi terbarukan dalam bentuk listrik dengan kapasitas 1,2 megawatt serta Bio-CNG dalam tabung dengan kapasitas sebesar 280 m3 per jam.

"Kami bertekad untuk mengintegrasikan ESG dalam segala aspek usaha sebagai cara kami berbisnis. Semua proses produksi baik di segmen usaha kelapa sawit maupun produk kayu harus mengimplementasikan kerangka keberlanjutan sehingga produk kami dihasilkan melalui praktik bisnis yang baik serta tersertifikasi berdasarkan standar internasional. Tak hanya itu, limbah yang dihasilkan dari proses produksi pun harus diberdayagunakan agar dapat memberikan manfaat ekonomis maupun manfaat terhadap lingkungan," ujarnya.

Sementara itu, Mr.Hitoshi Honna,President Erex Co.Ltd, mengatakan, "dengan mendirikan operasi stockpile bersama dengan DSN (pemilik pabrik kelapa sawit), kami dapat memastikan lebih jauh terhadap operasi jangka panjang dan cangkang yang ekonomis. Terlebih lagi, cangkang sawit yang diproduksi oleh pabrik DSN sudah tersertifikasi oleh RSPO yang disetujui oleh Kementrian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri di Jepang. Kami dapat mewujudkan pengadaan cangkang yang berkelanjutan dan tersertifikasi secara konsisten."

Sebelumnya, limbah PKS lainnya seperti janjang kosong (jankos) hanya dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang ditabur di kebun. Namun sekarang Perseroan dapat juga memanfaatkan jankos tersebut sebagai bahan bakar biomas untuk boiler di pabrik kelapa sawit pengganti cangkang

"Dengan memanfaatkan jankos sebagai bahan bakar biomasa, kami dapat mengurangi emisi metane yang timbul karena pembusukan jangkos yang semula ditabur di kebun sebagai pupuk organik. Dengan demikian, cangkang sawit yang tidak terpakai dapat diekspor ke eREX, Jepang untuk dijadikan bahan bakar biomasayang ramah lingkungan," kata Andrianto.

Ke depan, Perseroan akan mengintegrasikan instalasi BioCNG dengan proyek biomasa untuk mengurangi penggunaan energi fosil atau diesel secara signifikan di Pabrik Kelapa Sawit, Pabrik Pengolahan Kernel, sarana transportasi maupun perumahan di sekitar kebun, sehingga tercipta efisiensi biaya sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca agar lebih ramah lingkungan. (end/as)

Sumber: IQPLUS

BANK BJB SOSIALISASIKAN DPLK KE PETERNAK DI BANDUNG


Pensiun merupakan suatu kondisi yang pasti dihadapi setiap orang yang bekerja. Namun belum semua orang mempersiapkan dana pensiunnya. Faktanya hampir sebagian besar pekerja baik formaI maupun Informal di Indonesia belum memiliki Dana Pensiun untuk hari tuanya. Padahal Masa Depan yang sejahtera dan terjamin adalah keinginan setiap orang.

Dalam rangka mendorong upaya mempersiapkan hari tua sejak dini, bank bjb menyelenggarakan literasi mengenai program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) kepada para peternak sapi perah di Desa Caringin, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Literasi dilakukan kepada perwakilan kelompok dan para peternak di Desa Caringin pada hari Kamis (8/10/2020) di mana pemaparan tentang produk DPLK disampaikan langsung oleh Unit DPLK bank bjb bersama dengan Kantor Pembantu Ciwidey Cabang Soreang.

Unit DPLK bank bjb merupakan badan hukum yang menyelenggarakan program pensiun iuran pasti, yaitu suatu program yang menjanjikan sejumlah uang yang pembayarannya secara berkala dan dikaitkan dengan pencapaian usia tertentu.

Direktur Konsumer dan Ritel bank bjb Suartini mengatakan literasi ini dilakukan untuk memberikan edukasi dan pemahaman kritis kepada masyarakat tentang pentingnya mempersiapkan kemampuan finansial dalam rangka kehidupan yang sejahtera di masa pensiun.

"Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya perseroan untuk melakukan penetrasi literasi dan inklusi keuangan sehingga seluruh kelompok masyarakat dapat mengenali manfaat dari seluruh produk keuangan yang dimiliki perbankan, khususnya DPLK, yang tersedia untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk menunjang berbagai kebutuhan. Selain itu kegiatan ini merupakan salah satu program dalam mendukung citarum harum" kata Suartini.

DPLK bank bjb merupakan program pensiun iuran pasti yang dapat dimiliki oleh siapapun dari berbagai kalangan profesi, tak terkecuali para peternak sapi perah di Desa Caringin di mana mereka dapat menyetor iuran DPLK dengan memanfaatkan uang hasil dari pengolahan kotoran hewan yang semula hanya dibuang ke sungai dan belum dikelola dengan baik. Bekerja sama dengan kelompok tani di kecamatan.

Program DPLK bank bjb ini terbuka bagi kalangan umum baik individu, kelompok dan pemberi kerja/perusahaan di mana usia pensiun ditentukan sendiri oleh peserta dengan sekurang-kurangnya usia 45 tahun dan setinggi-tingginya usia 65 tahun.

Pembukaan rekening DPLK sangatlah mudah, dengan setoran awal minimal Rp 100.000,- dan iuran selanjutnya minimal Rp 50.000,- dimana frekuensi iuran bisa disesuaikan dengan kemampuan peserta.

Diharapkan kegiatan sosialisasi ini dapat menumbuhkan kesadaran para peternak tentang pentingnya mempersiapkan masa pensiun sejak dini, sehingga mereka nantinya akan memiliki masa hari tua yang sejahtera.(end)

Sumbr: IQPLUS

TANGKAP PELUANG BISNIS, TEMAS BENTUK ANAK USAHA BARU DIBIDANG PELABUHAN


Emiten Jasa Pelayaran Angkutan Laut, PT Temas Tbk (TMAS) membentuk anak usaha baru yang diberi nama PT Pelabuhan Temas Nusantara (PT PTN). Anak usaha barunya tersebut akan bergerak dalam bidang usaha kepelabuhanan.

Corprate Secretary TMAS, Marthalia Vigita menuturkan bahwa pendirian anak usaha baru telah dilakukan pada 14 Oktober 2020, dengan modal dasar sebesar Rp500 miliar. Adapun komposisi kepemilikan saham yakni 99,9% dikuasai oleh TMAS dan sisanya 0,1% oleh Ganny Zheng.

"Tujuan dari pembentukan PT PTN adalah untuk pengembangan jenis kegiatan usaha pendukung bisnis Perseroan dalam bidang kepelabuhan,"tutur Marthalia, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/10).

Ia mengaskan, dengan dibentuknya entitas anak yakni PT PTN, diharapkan akan semakin memperlancar kegiatan oeprasional Perseroan. "Investasi atau pembentukan unit usaha baru ini akan memberikan kontribusi penambahan pendapatan bagi Perseroan, sehingga akan berdampak positif terhadap laporan keuangan konsolidasi TMAS,"pungkasnya. (end/as)

Sumber: IQPLUS

IKUTI PROYEK PATIMBAN, KIJA BENTUK KONSORSIUM DENGAN SAMUDERA INDONESIA



PT Jababeka Tbk (KIJA) dan PT Samudera Indonesia Tangguh telah menyampaikan dokumen prakualifikasi pada proyek Pelabuhan laut Internasional Patimban, Jawa Barat.

Dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/10), disebutkan bahwa kedua perusahaan yakni KIJA dan PT Samudera Indonesia Tangguh atau induk usaha dari PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) sebelumnya telah membentuk konsorsium yang dinamakan "Konsorsium Samudera-Jababeka".

"Dokumen prakualifikasi pengadaan Badan Usaha Pelaksana Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha Pelabuhan Patimban Provinsi Jawa Barat telah disetor ke Kementerian Perhubungan Republik Indonesia oleh 'Konsorsium Samudera-Jababeka' pada tanggal 15 Oktober 2020,"tulis Manajemen KIJA, dalam keterangan tersebut.

Mengingat pada saat ini pengajuan Proyek tersebut baru dalam tahap prakualifikasi, "maka belum terdapat dampak secara material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha Perseroan."terang KIJA. (end)

Sumber: IQPLUS

SURYA ESA PERKASA BAKAL EMISI OBLIGASI AS$650 JUTA



PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) melalui anak usahanya yakni PT Panca Amara Utama (PAU) berencana menerbitkan surat utang maksimum senilai AS$650.000.000. Tingkat bunga obligasi tersebut tetap yang diperkirakan akan berada dalam kisaran setinggi-tingginya 8% per tahun.

Dalam prospektus ringkasnya, Selasa (20/10), disebutkan bahwa dana hasil emisi obligasi ini akan dipergunakan oleh PAU untuk pembiayaan kembali (refinancing) seluruh utang PAU kepada International Finance Corporation. Adapun sisanya untuk modal kerja Perseroan dan PAU secara umum.

"Realisasi dana yang diperoleh dari Transaksi yang diperoleh oleh PAU diharapkan dapat meningkatkan keberlanjutan usaha PAU di masa depan,"tulis Manajemen ESSA.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan per 31 Desember 2019, nilai Rencana Transaksi lebih dari 50% dari nilai ekuitas Perseroan, sehingga merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 17/2020 dan memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari pemegang saham Perseroan.

"Setelah melakukan analisis yang mendalam, Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan merekomendasikan kepada seluruh Pemegang Saham untuk menyetujui Rencana Transaksi dalam RUPSLB yang menurut rencana akan dilaksanakan 25 November 2020, karena Direksi dan Dewan Komisaris berkeyakinan bahwa Rencana Transaksi dilakukan untuk kepentingan terbaik Perseroan dan Pemegang Saham Perseroan."harap Perseroan.

Perseroan meyakini bahwa penerbitan Surat Utang dan/atau Pinjaman Bank akan mendatangkan manfaat bagi PAU dikemudian hari antara lain menambah likuiditas di PAU dan fleksibilitas untuk melaksanakan rencana-rencana Perseroan sejalan dengan strategi bisnis yang telah disusun oleh Perseroan.

"Selain itu manfaat lain yakni diversifikasi sumber pendanaan PAU, dan PAU akan memperoleh pendanaan untuk pembiayaan kembali (refinancing) hutang yang akan jatuh tempo dan tambahan modal kerja,"imbuhnya. (end/as)

Sumber: IQPLUS

PGN DORONG PEREKONOMIAN DI PROYEK PIPA MINYAK ROKAN


PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) grup berkomitmen memberikan dukungan terbaik untuk Holding Migas PT Pertamina (Persero) agar proses transisi pengelolaan Blok Rokan berjalan lancar dan dapat meningkatkan pencapaian efisiensi pembiayaan dalam pelaksanaan Proyek Strategis Nasional pipa minyak Rokan.

Dalam pembangunan Pipa Transmisi Minyak Rokan tersebut, PGN menargetkan dapat memberikan dampak positif terhadap pembangunan wilayah. Dikarenakan pembangunan proyek strategis nasional ini melibatkan lebih dari 60% scope konstruksi dan tenaga kerja lokal.

"Dengan pembangunan yang melibatkan sumber daya lokal, maka diharapkan multiplier effectnya mampu berkontribusi secara nyata bagi peningkatan kapasitas SDM dan transfer knowledge di daerah," ujar Direktur Utama PGN Suko Hartono, (18/10/2020).

Menurut Suko, pemberdayaan pengusaha dan tenaga kerja lokal juga turut menunjang pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat di masa krisis. Dari transfer knowledge yang nanti terjadi, dapat memberikan manfaat dalam pengelolaan SDM khususnya pada aspek pemahaman teknologi dan komersial dalam pembangunan Pipa Minyak Rokan.

"Pembangunan proyek Pipa Minyak Rokan termasuk proyek strategis yang penuh risiko dan berbiaya besar, sehingga dibutuhkan peningkatan penguasaan teknologi dan pemahaman yang baik terhadap aspek komersial. Dua aspek ini menjadi patokan utama, agar hasilnya dapat optimal dan memberikan manfaat yang luas," imbuh Suko.

Melalui PT Pertagas sebagai pelaksana pembangunan, telah dilakukan kerja sama dalam pengadaan material pipa baja untuk Pipa Minyak Rokan dengan PT Krakatau Steel. Dari kerja sama ini ditargetkan dapat menekan biaya pengadaan material sebesar 16% dan memberikan nilai lebih bagi industri baja dalam negeri karena menjadi upaya peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN).

"Pada prinsipnya pembangunan Pipa Minyak Rokan ini menjadi upaya untuk mendorong efisiensi anggaran energi di Indonesia, seiring dengan upaya pemerintah untuk mengurangi impor minyak. Dengan nilai CAPEX USD 300 juta, optimasi efisiensi yang didapatkan sebesar USD 150 juta atau sekitar Rp2,1 Triliun, karena nilai alokasi CAPEX pada awalnya sebesar USD 450 juta," ungkap Suko.

Proyek ini dibangun untuk menjaga ketahanan produksi energi setelah alih kelola Blok Rokan Hulu dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) pada 2021 mendatang.

"PGN grup sebagai subholding gas Pertamina berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi bagi pemenuhan energi nasional. Dengan kompetensi kami dalam pengembangan infrastruktur migas dan penyaluran energi baik gas bumi keseluruh sektor, kami berupaya untuk meningkatkan efektifitas & efisiensi seluruh mata rantai penyaluran energi. Selain itu dalam pelaksanaan operasi investasi selalu ditujukan untuk menggerakkan roda perekonomian daerah maupun nasional, terlebih lagi dimasa yang sangat menantang saat ini dalam pemulihan ekonomi di masa pandemi," tutup Suko.(end)

Sumber: IQPLUS

Rekomendasi Saham BBKP, AGRO dan DSNG oleh Mirae Asset Sekurita | 20 Oktober 2020


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

Oktober 20, 2020
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 5,126.33(+0.45%), consolidation, trading range 5,086 – 5,153. Indikator MFI optimized akan menguji support trendline dan indikator RSI optimized masih cenderung naik. Pada periode  weekly mulai terlihat pola uptrend namun belum begitu kuat. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized mulai bergerak naik. Daily support di 5,086 dan daily resistance di 5,153. Cut loss level di 5,030.

BBKP Daily, 248 (+1.64%), buy on weaknees, trading range 242 – 262. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung naik. Daily support di 242 dan daily resistance di 262. Cut loss level di 240.

AGRO Daily, 426 (-4.48%), buy on weaknees, trading range 414 – 460. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized akan menguji support trendline. Daily support  di 414 dan daily resistance di 460. Cut loss level di 406.

DSNG Daily, 480 (-0.41%), buy on weaknees, trading range 474 – 500. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung bergerak naik. Perkiraan daily support di 474 dan daily resistance terdekat di 500. Cut loss level di 464.

Ulasan Pasar Global | 20 Oktober 2020


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Oct 20, 2020)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

Wall Street ditutup lebih rendah karena tenggat waktu stimulus semakin dekat tanpa kesepakatan

Indeks utama Wall Street ditutup lebih rendah pada hari Senin karena anggota parlemen Washington masih tampak berjuang untuk mencapai kesepakatan tentang stimulus virus corona menjelang tenggat waktu Selasa yang akan memungkinkan paket bantuan menjelang pemilihan 3 November.

Dow Jones turun 410,89 poin atau 1,44% menjadi 28.195,42. S&P 500 kehilangan 56,89 poin atau 1,63% menjadi 3.426,92. Nasdaq Composite turun 192,67 poin atau 1,65% menjadi 11.478,88.

Ketua DPR Nancy Pelosi mengatakan Minggu bahwa untuk mendorong kesepakatan sebelum pemilihan, itu harus diselesaikan pada hari Selasa. Pelosi dan Menteri Keuangan Steve Mnuchin "terus mempersempit perbedaan mereka" dalam percakapan pada hari Senin dan Pelosi berharap pada akhir Selasa akan ada "kejelasan" tentang apakah stimulus virus korona mungkin dilakukan sebelum pemilihan 3 November, menurut juru bicara untuk Pelosi.

Eropa

Pembatasan pandemi membebani bursa Eropa

Bursa Eropa berakhir lebih rendah pada hari Senin karena melonjaknya kasus COVID-19 meningkatkan kemungkinan pembatasan ekonomi lebih lanjut, melebihi optimisme dari tanda-tanda kemajuan pada kesepakatan perdagangan Brexit dan harapan stimulus fiskal di Amerika Serikat.

Indeks STOXX 600 Eropa ditutup turun 0,3%.

Ketika kasus COVID-19 harian di Italia mencapai rekor baru selama akhir pekan, negara itu menyetujui penutupan lapangan publik mulai pukul 9 malam. untuk menghentikan pertemuan. Di Spanyol, banyak kawasan memperketat pembatasan karena negara tersebut tampaknya akan menetapkan pelanggaran 1 juta kasus minggu ini. Sementara Wales memberlakukan penguncian selama dua minggu, penasihat ilmiah pemerintah Inggris mengatakan negara tersebut perlu memberlakukan periode penguncian nasional selama tiga minggu. Teknologi utama SAP SAPG.DE membebani DAX .GDAXI Jerman, sementara CAC 40 .FCHI Prancis beralih ke kerugian pada penutupan. Operator bursa Euronext ENX.PA melanjutkan perdagangan setelah memperbaiki kesalahan teknis yang membekukan semua transaksi di Paris, Amsterdam, Brussel, dan Lisbon selama lebih dari tiga jam.

Analisa Saham ESSA | 20 Oktober 2020


Analisa Saham ESSA

Saham ESSA pada tanggal 19 Oktober 2020 ditutup menguat pada harga 142, naik 1,42%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 88% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah ke arah atas. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan mendatar.

Rekomendasi Saham:

Beli jika di atas 145

Jika naik di atas 155 maka berpeluang ke 165

Jika turun di bawah 138 maka berpeluang ke 133

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:

Pola Chart Pattern Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc

Pola Candlestick Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB

Indikator Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk

Dasar-dasar Investasi Saham :

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xjIEXYMlU_5iB69MK04svld


https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Update Harga Komoditas dan Indeks | 20 Oktober 2020


Dow closes more than 400 points lower with one day left until Pelosi’s stimulus deadline

Stocks fell sharply on Monday ahead of a key deadline set by House Speaker Nancy Pelosi to reach a deal on new coronavirus stimulus before the election while Covid-19 cases rise.


Dow........28195   -410.9      -1.44%

Nasdaq..11479   -192.7      -1.65%

S&P 500..3427    -56.9        -1.63%

 

FTSE.......5885    -34.9         -0.59%

Dax.........12855  -54.3         -0.42%

 CAC.........4929   -6.6           -0.13%


Nikkei....23671    +260.5     +1.11%

HSI.........24542   +155.5     +0.64%

Shanghai .3313    -23.7        -0.71%

ST Times..2544   +10.6       +0.42%


IDX..5126.32  +22.92     +0.45%

LQ45.790.45  +7.00        +0.89%


JAKMIND......897.89    +7.51     +0.84%

JAKCONS.....1850.01   -8.66      -0.47%

JAKTRADE....636.47    +1.98     +0.31%

JAKBIND........752.93   +1.31     +0.17%

JAKAGRI......1166.38   -9.32       -0.79%

JAKFIN.........1137.51   +12.10   +1.07%

JAKPROP......321.30     +2.59     +0.81%

JAKINFR.......827.21      -4.17      -0.50%

JAKMANU....1213.42    -1.02      -0.08%    

JAKMINE.....1442.33    +20.28   +1.43%

 

Indo10Yr...6.9317     -0.0383      -0.55%

ICBI.........299.7504  +0.6151     +0.18%

US10Yr........0.7610   +0.0170      +2.28%

VIX...............29.18     +1.77           +6.46%

  

USDIndx .....93.4180   -0.2640   -0.28%

Como Indx....151.61  +0.13       +0.09%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN........120.73   +0.57      +0.47%

DJUSCL........     -             -                -%

 (Dow Jones US Coal. Index) 


IndoCDS.......94.005    -0.808   -0.852%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14707.50    +10.00      +0.07%

Jisdor....14766      +6.00         +0.04%



Euro.........1.1717  +0.0008   +0.07%


TLKM..18.50    -0.35     -1.86%

(2732)

EIDO....18.42   +0.06    +0.33%

EEM.....45.43   -0.13     -0.29%

 

Oil..........40.71           -0.17         -0.42%

Gold ......1906.90     +0.50        +0.03%

Timah....18597.50   +257.50   +1.40%

Nickel....15657.50    -17.50       -0.11%

 

Coal price...57.40   +1.40    +2.48%

(Okt/Newcastle) 

Coal price....58.05   +0.55    +0.95%

(Nov/Newcastle)

Coal price....57.10   +0.10    +0.18%

(Okt/Rotterdam) 

Coal price....57.55   +0.35    +0.61%

(Nov/ Rotterdam)

 

CPO(Des)....2827    -93         -3.18%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn............405.25  +3.25    +0.81%

SoybeanOil...32.53   -0.46     -1.39%

Wheat.........627.00  +1.75    +0.28%


Wood pulp. 3612.5  unch      +0%


( DE/ Phintraco(AT)  20-10-20)

Bandarmologi Saham ADRO, TBIG, SMRA, MBAP dan ASII | 20 Oktober 2020


New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives 

(Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA:registered:., CIB:registered:-MNC Sekuritas) 

Monday (19/10/2020) 


IDX Composite 5,054 - 5,138

SUMMARY: STRONG BUY


11 TECHNICAL INDICATORS:

RSI (14): BUY

STOCH (9,6): OVERBOUGHT

MACD(12,26): BUY

ATR (14): NEUTRAL

ADX (14): WEAK TREND SELL

CCI (14): BUY

HIGHS/LOW (14): BUY

VO: BUY

ROC: BUY

WILLIAMS R: BUY

BULLBEAR (13): BUY


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER  ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION



STOCKS PICK:


ADRO 1,150 - 1,280

TECHNICAL INDICATORS: BUY 1,180

TARGET PRICE: 1,280

STOP-LOSS: 1,150



BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION



TBIG 1,435 - 1,510

TECHNICAL INDICATORS: BUY 1,465

TARGET PRICE: 1,510

STOP-LOSS: 1,435



BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION



SMRA 600 - 670

TECHNICAL INDICATORS: BUY 620

TARGET PRICE: 670

STOP-LOSS: 600



BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION



MBAP 2,150 - 2,310

TECHNICAL INDICATORS: BUY 2,170

TARGET PRICE: 2,310

STOP-LOSS: 2,150


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



ASII 4,720 - 5,075

TECHNICAL INDICATORS: BUY 4,870

TARGET PRICE: 5,075

STOP-LOSS: 4,720



BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): 

DISTRIBUTION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION



(Dr Cand. ES, MBA, CSA:registered:., CIB:registered:-MNCSek/Disc On)

Rekomendasi Saham HMSP, WSKT, BBRI dan ERAA oleh MNC Sekuritas | 20 Oktober 2020


MNC Daily Scope Wave

20 Oktober 2020

Pada awal pekan ini (19/10), IHSG ditutup menguat tipis 0,5% di level 5,126. Selama IHSG tidak terkoreksi kembali ke bawah 5,067 dan mampu menguat menembus 5,182-5,187, maka kami memperkirakan saat ini IHSG sedang berada awal wave (v) dari wave [c] dari wave B. Hal tersebut berarti IHSG akan menguji ke area 5,200-5,250. Namun, apabila IHSG terkoreksi di bawah 5,067, maka IHSG sedang membentuk wave (iv) dalam skenario merah dan level koreksi IHSG kami perkirakan berada pada 5,000-5,050.

Support: 5,000, 4,840

Resistance: 5,187, 5,250

HMSP - Buy on Weakness (1,500)

Kemarin (19/10), HMSP ditutup terkoreksi 1,6% di level 1,500. Saat ini pada skenario biru, kami perkirakan posisi HMSP sudah berada di akhir wave [iv] dari wave 1 dari wave (C). Hal tersebut berarti, koreksi HMSP sudah cenderung terbatas dan berpotensi berbalik menguat. Namun waspadai apabila HMSP terkoreksi di bawah 1,465, maka HMSP akan membentuk skenario merah.

Buy on Weakness: 1,480-1,500

Target Price: 1,580, 1,650

Stoploss: below 1,465

WSKT - Buy on Weakness (730)

WSKT ditutup menguat 2,1% ke level 730 pada perdagangan kemarin (19/10). Kami memperkirakan, apabila WSKT mampu menembus resistance yang berada pada 745 maka saat ini posisi WSKT berada di wave (v) dari wave [iii]. Hal tersebut berarti, WSKT berpeluang untuk melanjutkan penguatannya kembali.

Buy on Weakness: 700-730

Target Price: 750, 800

Stoploss: below 640

BBRI - Buy on Weakness (3,280)

Pada perdagangan kemarin (19/10), BBRI ditutup menguat 0,9% ke level 3,280 disertai dengan munculnya tekanan beli. Kami perkirakan saat ini posisi BBRI sedang berada pada bagian dari wave [c] dari wave B, sehingga BBRI berpotensi melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 3,220-3,280

Target Price: 3,400, 3,500

Stoploss: below 3,080

ERAA - Sell on Strength (1,600)

ERAA ditutup menguat 1,8% ke level 1,680. Kami perkirakan posisi ERAA saat ini sudah berada di akhir wave (i) dari wave [iii] dari wave 5. Hal tersebut berarti, ERAA rentan terkoreksi terlebih dahulu untuk membentuk wave (ii). Kami perkirakan level koreksi ERAA berada pada 1,600 dan 1,550, area tersebut dapat digunakan sebagai area buyback.

Sell on Strength: 1,680-1,710


Disclaimer On