google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham HKMU | Kinerja HK Metals Utama Ciamik Berkat Ekspansi Langsung ke konten utama

Saham HKMU | Kinerja HK Metals Utama Ciamik Berkat Ekspansi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) berharap kinerja tahun ini bakal meningkat berkat ekspansi yang dilakukan. Perusahaan yang menjual dan memproduksi besi, baja serta aluminium ekstrusi ini mengaku akan menambah empat mesin untuk menggenjot kapasitas produksi aluminium.

Emiten ini melihat kebutuhan bahan material bangunan masih cukup tinggi. Direktur Utama HKMU William Ngasidjo Achmad mengatakan, tahun ini HKMU akan mengembangkan pasar industri. Meski begitu, kontribusi dari penjualan ritel dinilai masih akan mendominasi.

Sekretaris Perusahaan HK Metals Utama Imelda Feryani mengatakan, produk baja ringan dan lainnya telah digunakan oleh banyak proyek perumahan. "Tahun ini kami targetkan langsung masuk ke proyek landed house maupun apartemen," terang Imelda.

Tak hanya pasar dalam negeri, HK Metals juga akan melebarkan sayap ke pasar luar negeri. HKMU mengincar pasar ekspor baru di Kanada dan Australia. Sebelumnya, perusahaan ini juga memiliki pelanggan di Amerika Serikat (AS) dan Belanda. Penjualan ekspor ini, menurut Imelda, akan menjadi pemicu kenaikan kinerja.

Meski permintaan cukup besar, lanjut Imelda, volume produksi HKMU masih sangat mini. Dia bilang, permintaan ekspor aluminium ekstrusi saat ini sekitar 500 ton per bulan. "Potensi ini belum bisa dipenuhi semua karena kapasitas saat ini dijalankan oleh tiga mesin saja," ujar dia.

Untuk itu, HK Metals akan menambah empat mesin di tahun ini. Imelda bilang, satu mesin sudah beroperasi akhir Februari 2019. Kemudian dua mesin selanjutnya beroperasi di Maret dan Mei 2019. "Seluruhnya adalah mesin ekstrusi aluminium," papar dia.

Untuk menambah kapasitas produksi, perusahaan ini menggunakan dana dari hasil penawaran umum perdana alias initial public offering (IPO). Sebelumnya, HKMU telah memperoleh dana IPO senilai Rp 235 miliar pada Oktober 2018.

Dalam keterbukaan informasi di BEI, HK Metals memaparkan, hingga 15 Januari 2019 perusahaan telah menggunakan dana IPO Rp 37 miliar untuk penyertaan saham di PT Handal Aluminium Sukses (HAS) yang bergerak di industri aluminium ekstrusi. Selain itu, HKMU juga telah memakai Rp 132,64 miliar untuk modal kerja.

Dus, total dana IPO setelah dipangkas biaya penawaran umum Rp 10,36 miliar sebesar Rp 180 miliar. Sisa dana ditempatkan di deposito dan tabungan.

Ekspansi HKMU sepanjang tahun lalu membuahkan hasil. Sepanjang tahun 2018, HK Metals membukukan kenaikan penjualan sebesar 73,86% secara tahunan menjadi Rp 864,98 miliar dengan laba bersih melesat 117,74% jadi Rp 66,92 miliar.


Sumber : KONTAN

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Saham ? Pengertian, Contoh, Jenis, Keuntungan, Resiko

Apa itu Saham? Saham adalah jenis surat berharga yang menandakan kepemilikan secara proporsional dalam sebuah perusahaan penerbitnya. Saham kadang disebut ekuitas. Saham memberikan hak kepada pemegang saham atas proporsi aset dan pendapatan perusahaan.  Saham pada umumnya  dijual dan dibeli di bursa saham . Akan tetapi saham juga dijual secara pribadi. Transaksi saham harus sesuai dengan peraturan pemerintah yang dimaksudkan untuk melindungi investor dari praktik penipuan.  Secara historis, investasi saham telah mengungguli sebagian besar investasi lainnya dalam jangka panjang. Investasi saham dapat dilakukan melalui broker saham online atau sekuritas saham yang terdaftar di lembaga yang mengaturnya di sebuah negara.  Sebuah perusahaan terbuka menerbitkan / menjual saham dalam rangka mengumpulkan dana untuk menjalankan bisnisnya. Pemegang saham, ibaratnya telah membeli secuil perusahaan dan memiliki hak atas sebagian aset dan pendapatannya. Dengan...

PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) Dapatkan Rating Negatif

MOODYS UBAH PROSPEK SPINDO DARI STABIL MENJADI NEGATIF. IQPlus, (23/08) - Moodys Investor Service merubah prospek PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) menjadi negatif dari stabil dimana pada saat yang sama menegaskan peringkat B2 corporate family rating perseroan. "Perubahan prospek menjadi negatif mencerminkan espektasi Moodys dimana gross margin Spindo masih mendapatkan tekanan karena volatilitas harga baja dalam 12-18 bulan ke depan yang menghasilkan peningkatan leverage dan cakupan bunga yang lemah," ujar Brian Grieser, vice president Moodys. Karena baja menyumbang hingga 95% dari harga pokok penjualan, Spindo terkena fluktuasi harga baja global dan domestik. Meski perusahaan menggunakan model biaya plus harga, Spindo tidak sepenuhnya meneruskan peningkatan harga baja kepada pelanggannya secara tepat waktu. Akibatnya margin kotor Spinti turun menjadi 15% dalam 12 bulan di Juni 2018 dari 18% di 2017 dan 25% di 2016. "Selain itu tingkat utang Spindo meningkat ka...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...