Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Saham TOWR. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Saham TOWR. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Keuntungan Buyback Saham Bagi Investor


Jika emiten buyback saham, investor untung apa?

Ada cara yang dilakukan sebuah emiten untuk mengerek harga sahamnya dengan sengaja. Ya, salah satu cara legal yang dilakukan dengan Buyback saham.

Aksi korporasi yang didahului dengan RUPS ini merupakan sentimen positif dan berimbas pada kenaikan harga saham di pasar dan investor ikut diuntungkan.

Buyback sendiri merupakan aksi yang dilakukan sebuah korporasi dengan membeli kembali sahamnya yang beredar di publik. Imbasnya, saham yang beredar di publik atau shareoutstanding menjadi berkurang dan valuasi saham menjadi naik.

Ketika saham publik berkurang maka laba per saham (Earning Per Share/EPS) menjadi naik. Kenaikan EPS akan mempengaruhi minat investor di pasar.

Peter Lynch, seorang manajer portofolio dari Fidelity, mengatakan bahwa jika terjadi sesuatu pada perusahaan maka pihak manajemen akan mengetahuinya terlebih dahulu. Cara mudah mengenali “ada sesuatu yang salah pada emiten” adalah dengan melihat transaksi internal emiten.

Jika sebuah emiten kerap menjual sahamnya kepada pihak lain, atau misalnya karyawan dan top manajemennya terus menjual saham miliknya maka kita boleh curiga jangan-jangan memang ada udang di balik batu.

Kita mengenal ada beberapa emiten yang tidak menjadi pengendali atas saham-sahamnya sendiri misalnya saja MDLN dan AISA. Buyback adalah sinyal positif yang menandakan bahwa emiten dan manajemennya percaya akan masa depan perusahaannya.

Dengan melakukan buyback, bisa dikatakan manajemen yakin bahwa fundamental perusahaannya layak dihargai lebih tinggi dan akan naik lebih tinggi lagi di kemudian hari.

Lalu apa yang terjadi dengan saham yang sudah dibeli kembali?

Saham yang dibeli kembali akan disimpan sebagai saham treasuri. Namun harap diingat bahwa saham yang sudah dibeli kembali tidak akan bisa disimpan selamanya oleh perusahaan. Saham buyback harus diterbitkan kembali oleh perusahaan dalam tiga tahun.

Biasanya dalam tiga tahun harga saham sudah meningkat. Ketika melepas saham kembali ke masyarakat emiten biasanya mendapat untung karena sebelumnya membeli di harga rendah.


Aturan buyback

Saham publik yang dibeli kembali alias di-buyback oleh perusahaan akan disimpan sebagai bagian dari saham treasuri. Aturannya jumlah maksimal yang bisa dibeli kembali dari masyarakat adalah 10% saja. Dana yang digunakan untuk buyback berasal dari cadangan kas dan setara kas. Buyback dilaksanakan dengan cara;

Tender offer. Perusahaan membeli sahamnya dari tangan pemegang sahamnya sendiri. Misalnya Pak LKH yang memiliki 11% saham PTRO. Ketika manajemen PTRO hendak melakukan buyback maka PTRO bisa langsung menghubungi pak LKH untuk membeli sebagian saham miliknya. Harga buyback biasanya lebih tinggi dari harga pasaran agar sang pemegang saham lebih memilih menjualnya ke perusahaan daripada langsung melepasnya ke publik.

Beli di pasar terbuka. Jika emiten hendak membeli langsung dari publik maka sebelumnya akan diumumkan terlebih dahulu agar para investor bisa bersiap menjual di periode yang sudah ditentukan.


Alasan Emiten Melakukan Buyback Saham

Untuk menyelematkan reputasi emiten. Aksi korporat buyback saham dilakukan saat emiten merasa bahwa harga sahamnya sedang berada di bawah harga wajarnya.


Keuntungan capital gain bagi perusahaan

Menghemat pembayaran deviden. Dengan berkurangnya saham beredar di masyarakat maka emiten akan membayarkan dividen lebih rendah.

Untuk menggagalkan upaya pengambilalihan oleh pihak lain. Seingat penulis ada beberapa emiten di Amerika Serikat yang melakukan buyback hanya karena punya cadangan kas berlebih dan tidak mau ada pihak lain yang membeli sahamnya secara besar-besaran.

Jika kamu perhatikan di atas maka kamu akan melihat bahwa kebanyakan aksi buyback memang lebih banyak memberikan keuntungan kepada perusahaan. Lalu apa dong keuntungan buyback bagi investor?


Keuntungan #1 – Saham gratis untuk investor yang berperan sebagai karyawan

Ada beberapa emiten yang melakukan buyback untuk kemudian saham hasil buyback tersebut diberikan kepada karyawan. Misalnya saja BBCA dan INDF. Pemberian saham kepada karyawan disebut juga dengan program ESOP. Ini adalah keuntungan lainnya bagi karyawan sekaligus investor tempatnya bekerja. Saham ESOP bisa dijual kembali oleh karyawan di kemudian hari ketika harganya naik. Yang menyenangkan adalah saham ESOP diberikan secara cuma-cuma alias gratis untuk mengikat karyawan agar loyal kepada perusahaan.


Keuntungan #2 – Buyback meningkatkan harga saham

Buyback seringkali dilakukan untuk meningkatkan harga saham. Hal ini berhubungan dengan EPS yang membesar setelah Buyback. Laba per saham atau EPS didapat dengan membagi laba bersih dengan jumlah saham beredar. Jika jumlah saham beredar di masyarakat berkurang akibat aksi buyback maka EPS akan terlihat membesar.

Namun jika buyback dilakukan dalam rangka memberikan insentif kepada karyawan maka tidak akan memberikan pengaruh kepada EPS. Saham yang diberikan kepada karyawan diistilahkan sebagai ESOP (Employee Stock Option Program).


Keuntungan #3 – Buyback mampu meredam kepanikan pasar.

Kamu mungkin masih ingat dengan kejadian dua bulan lalu saat IHSG terjun bebas saat pembatasan sosial terkait covid-19 dilakukan. Saat itu pemerintah mengusulkan agar sejumlah emiten melakukan buyback untuk meredam kepanikan pasar. Lalu akhirnya 19 emiten mengajukan buyback. Dengan melakukan aksi buyback pasar mendapat sinyal bahwa keadaan emiten-emiten ini sebenarnya masih baik-baik saja. Bahwa emiten memberikan sinyal bahwa covid-19 hanya berpengaruh sedikit saja kepada mereka. Buyback berhasil meredam kepanikan pasar dan pasar saham secara keseluruhan pulih.


Contoh Emiten yang Melakukan Buyback

Misalnya saja PT Sarana Nusantara Tbk (TOWR) yang melakukan buyback di tahun 2018. Sebanyak 5% dari total jumlah saham yang beredar atau sebanyak 2,55 miliar lembar saham dibeli kembali oleh TOWR. Periode buyback dilakukan selama18 bulan sejak RUPSLB. Alasan emiten melakukannya adalah karena harga saham saat itu tidak mencerminkan fundamentalnya. Saat itu TOWR diperjual-belikan sebesar Rp500-an per lembar saham.

Buyback yang dilakukan oleh emiten berhasil meningkatkan likuiditas alias meningkatkan jumlah transaksi harian saham TOWR. Harga saham pun terkerek naik dari Rp500-an menjadi Rp900-an.

Saham infrastruktur yang juga melakukan aksi buyback adalah PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk (TBIG). Saham TBIG diperjual-belikan di harga Rp1900 per lembar saham di tahun 2015. Setelah melakukan buyback sahamnya ternyata tidak lantas naik. TBIG malah turun ke Rp1100 per lembar saham. Usut punya usut TBIG sudah dianggap mahal sebelumnya sehingga buyback yang dilakukan tidak menarik bagi banyak investor.


Sumber: Ajaib

Berita Saham TOWR | Sarana Menara Nusantara (TOWR) ingin jadi penghuni LQ45 pada Agustus 2019

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mengklaim volume dan likuiditas perdagangan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) naik signifikan di bulan Januari 2019. Kenaikan saham secara signifikan terjadi sejak akhir tahun 2018 lantaran saham emiten menara telekomunikasi ini masuk ke dalam indeks IDX80. IDX80 merupakan indeks baru yang dibentuk oleh BEI yang terdiri dari 80 saham paling likuid.

Direktur Utama Sarana Menara Nusantara Aming Santoso mengatakn, likuiditas perdagangan di BEI punya peran penting bagi perusahaan untuk meningkatkan harga saham dan merefleksikan nilai intrinsik perusahaan dan pertumbuhan yang kuat selama beberapa tahun terakhir.

“Perkembangan terkini dari likuiditas saham ini merupakan pengakuan atas pertumbuhan yang baik, posisi keuangan yang solid, serta valuasi dari perusahaan kami,” kata dia melalui keterangan tertulis Selasa (12/2).

Seperti telah diberitakan sebelumnya, emiten yang tergabung dalam Grup Djarum ini saat ini memiliki new contracted revenue sebesar Rp 5,8 triliun dari order pipeline serta sewa menara dan fiber beserta kontrak satelit.

Untuk kontrak satelit, Sarana Menara Nusantara melalui anak usahanya PT iForte Solusi Infotek telah memperoleh kontrak untuk untuk menyiapkan jaringan di 1.939,2 Mhz satelit multifungsi atau high throughput satellite (HTS) dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti).

Sementara itu Wakil Direktur Utama Sarana Menara Nusantara Adam Gifari menjelaskan rata-rata perdagangan saham alias Average Daily Traded Value (ADTV) saham TOWR mencapai Rp 30 miliar di bulan Januari 2019. “Di bulan Juli 2018, ADTV saham TOWR adalah Rp 1,1 miliar, volume perdagangan terus meningkat hingga hampir 30 kali sejak bulan tersebut,” ungkap Adam.

Menurut Adam, sebelumnya saham TOWR bisa dibilang sebagai salah satu saham yang tidak likuid di bursa dengan volume perdagangan tertinggi berupa transaksi di pasar negosiasi berupa block trade.

Saat ini volume perdagangan saham TOWR berada pada parameter ADTV yang lebih baik daripada saham-saham yang tergabung dalam indeks LQ45. “Pada tingkat likuiditas saat ini dengan free float kami yang cukup besar di 48,9% kami berharap bahwa kami bisa disertakan di indeks LQ45 pada bulan Agustus 2019 mendatang,” tutup Adam.


Analisa Saham TOWR | 19 April 2018

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) telah menetapkan rasio stock split alias pemecahan nilai saham perusahaan satu berbanding lima (rasio 1:5). Sehingga, nantinya satu saham TOWR akan terkonversi menjadi lima saham.

"Kami merasa rasio tersebut cukup untuk tujuan TOWR mencoba mencapai likuiditas yang lebih baik atas perdagangan saham TOWR di BEI," kata Wakil Direktur Utama TOWR Adam Gifari kepada KONTAN, Rabu (18/4).

Adam mengatakan, TOWR akan meminta persetujuan RUPS untuk melaksanakan stock split.

Muhammad Nafan Aji, analis Binaartha Parama Sekuritas mengatakan, upaya stock split yang dilakukan oleh perusahaan terbilang positif, apalagi price to earning ratio (PER) sebesar 16 kali.

"Bagi saya patut diapresiasi. Menurunkan valuasi sehingga dianggap murah," kata Nafan, Rabu (18/4).

Lanjutnya, rencana perusahaan untuk melakukan stock split ini merupakan komitmen baik dari manajemen TOWR untuk meningkatkan volatilitas dan meningkatkan daya beli investor ritel.

Secara jangka panjang, Nafan merekomendasikan hold saham TOWR. Sementara untuk jangka pendek, investor bisa melakukan trading dengan level support di Rp 3.200 dan level resistance Rp 3.350-Rp 3.460 per saham.

http://investasi.kontan.co.id/news/analis-berencana-stock-split-hold-saham-sarana-menara

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) Berencana BUYBACK Saham


Emiten infrastruktur telekomunikasi PT Sarana Menara Nusantara Tbk. memutuskan untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback) perseroan yang telah dilepas ke publik. Perseroan menunjuk PT BCA Sekuritas untuk mengeksekusi buyback tersebut.

Wakil Direktur Utama Sarana Menara Nusantara (TOWR) Adam Ghifari menyampaikan buyback dilakukan karena pihaknya menilai harga saham perseroan saat ini berada di bawah harga wajar.

“Kami melihat valuasi saham perseroan itu relatif lebih rendah dibandingkan dengan saham perusahaan menara lain. Oleh karena itu, kami mempertimbangkan untuk mengajukan buyback kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS),” ungkapnya saat dikonfirmasi Bisnis, Rabu (4/7/2018).

Dana untuk buyback akan diambil dari kas internal perusahaan. Dalam aksi ini, TOWR bakal membeli 2,55 miliar saham dengan nilai nominal sebesar Rp10 per saham sehingga nilai nominal saham yang akan dibeli kembali adalah sebanyak-banyaknya Rp25,51 miliar.

Perseroan mengklaim memiliki arus kas yang memadai dan tingkat kewajiban utang atau leverage yang cukup rendah, sehingga memungkinkan dilakukannya buyback dengan kas internal.

Pada penutupan perdagangan Rabu (4/7), saham emiten menara Grup Djarum tersebut tercatat menguat 5,26% atau 30 poin ke level Rp600. Saham TOWR diperdagangkan dengan level Price Earning Ratio (PER) sebesar 14,63 kali.

TOWR juga telah menyelesaikan stock split dengan rasio 1:5 pada akhir bulan lalu.

Pada Maret 2018, TOWR melalui anak usahanya yaitu PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) baru saja mengakuisisi 100% saham PT Komet Infra Nusantara, perusahaan menara yang sebelumnya dikuasai oleh PT Nusantara Infrastructure Tbk (META).
http://market.bisnis.com/read/20180704/192/812862/valuasi-perusahaan-dinilai-terlalu-rendah-towr-buyback-saham

Rekomendasi Saham ADRO, TOWR dan LSIP oleh Artha Sekuritas | 24 Mei 2021


Artha Sekuritas Indonesia Daily

24 Mei 2021

by Dennies Christoper Jordan

PT Adaro Energy Tbk (ADRO)

Saham ADRO mengalami koreksi dan breakdown support. Investor disarankan sell atau cutloss. 

Masuk saham ADRO di harga Rp 1.180-Rp 1.220 per sahamnya.
Stop loss di Rp 1.150 per saham.
Target harganya berada di Rp 1.250-Rp 1.300 per saham. 

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Saham TOWR menguat didukung kenaikan volume. Sahamnya akan menguji resistance terdekat. 

Masuk saham TOWR di harga Rp 1.160- Rp 1.170 per saham.
Stop loss Rp 1.135 per saham.
Target harganya dipatok di Rp 1.220-Rp 1.250 per saham. 

PT London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP)

Saham LSIP mengalami koreksi dan breakdown support. Dennies rekomendasi saham LSIP untuk sell atau cutloss. 

Masuk saham LSIP di harga Rp 1.350-Rp 1.370 per saham.
Stop loss di Rp 1.320 per saham.
Target harganya berada di Rp 1.420-Rp 1.450 per saham.

Jadwal Pembagian Dividen Saham TOWR 2020


PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) akan membagikan dividen interim tahun buku 2020. Emiten menara ini akan menebar dividen interim Rp 6 per saham kepada para pemegang saham.

"Berdasarkan keputusan direksi Sarana Menara Nusantara serta persetujuan dewan komisaris, Sarana Menara Nusantara akan membagikan dividen interim sebesar Rp 6 per saham," ungkap Sarana Menara Nusantara dalam pengumuman pembagian dividen, Senin (7/12).

Berikut jadwal pembagian dividen TOWR:


Cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 14 Desember 2020

Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 15Desember 2020

Cum dividen di pasar tunai: 16 Desember 2020

Ex dividen di pasar tunai: 17 Desember 2020

Recording date: 16 Desember 2020

Pembayaran dividen: 21 Desember 2020

Baca Juga: IHSG hari ini rawan profit taking, saham-saham apa saja yang bisa dicermati?


Hingga September 2020, TOWR meraup laba per saham Rp 38. Sehingga pembayaran dividen ini sebesar 15,79% dari laba per saham tersebut. Dengan harga saham TOWR yang berada di Rp 1.055 per saham pada Jumat (4/12), yield dividen interim emiten ini sebesar 0,57%.

Emiten menara ini mencatat laba bersih Rp 1,91 triliun pada periode Januari-September tahun ini. Laba tersebut naik 19,37% dari periode yang sama tahun lalu. Penopang utama kenaikan laba TOWR adalah peningkatan pendapatan yang juga mencapai 19,35% menjadi Rp 5,55 triliun. 


Sumber: KONTAN

Rekomendasi Saham GJTL, ASII dan TOWR oleh Artha Sekuritas | 26 April 2021


Artha Sekuritas Indonesia 

26  April 2021

oleh Dennies Christoper 

PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL)

Mengalami koreksi, masih bergerak dalam tren konsolidasi jangka pendek. 

Masuk saham ini di harga Rp 875 per saham hingga Rp 900 per saham. Stop loss di Rp 860 per saham. Adapun target harganya dipatok Rp 940 per saham hingga Rp 965 per saham.

PT Astra International Tbk (ASII)

Breakout resistance dengan volume yang cukup tinggi. Target harga/ Stop Loss/Entry Level ditingkatkan. 

Masuk saham ini diharga Rp 5.550 per saham hingga Rp 5.650 per saham. Stop loss di Rp 5.500 per saham. Sementara, target harga ASII berada di Rp 5.800 per saham hingga Rp 5.900 per saham.

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

TOWR masih bergerak dalam tren konsolidasi jangka pendek. 

Masuk saham ini di harga Rp 1.110 per saham hingga Rp 1.135 per saham. Stop loss di Rp 1.090 per saham. Adapun target harga TOWR berada di Rp 1.160 per saham hingga Rp 1.185 per saham.

Saham TOWR | Sarana Menara Jawara Pemilik Menara


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) menjual 3.100 unit menara telekomunikasinya, kepemilikan menara tiga perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia juga akan turut berubah. Emiten dengan kode saham ISAT ini akan menjual dan menyewa kembali 2.100 unit ke PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dan 1.000 unit ke PT Dayamitra Teknologi (Mitratel).

Setelah transaksi ini selesai, maka kepemilikan menara terbanyak akan diisi oleh PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang merupakan induk usaha Protelindo. TOWR akan memiliki 19.233 unit menara, naik dari jumlah per September 2019 yang sebanyak 18.233 unit.

Selanjutnya, peringkat kedua akan ditempati oleh Mitratel yang merupakan anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Perusahaan ini akan memiliki 15.800 unit menara, bertambah dari jumlah saat ini yang sebanyak 13.700 menara.

Seakan tak mau ketinggalan, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) yang kalah dalam lelang jual-beli menara ISAT ini, tercatat memiliki 15.396 menara per September 2019.

Memang, Moody's Investors Service dalam riset yang dirilis Jumat (15/11) menyatakan, akuisisi 1.000 menara Indosat oleh Protelindo akan menjadikan perusahaan ini menggenggam 20% pangsa pasar industri menara telekomunikasi di Indonesia. Pasalnya, Moody's mencatat, rasio sewa menara yang diakuisisi ini mencapai 1,9 kali, jauh lebih tinggi dari rasio sewa perusahaan menara independen terkemuka di Indonesia, yakni 1,6 kali-1,7 kali.

Kepala Riset Bahana Sekuitas Lucky Ariesandi menambahkan, pembelian menara ini membuat TOWR  tidak lagi sepenuhnya bergantung pada penyewaan menara Hutchinson. Hal ini juga akan mengurangi konsentrasi basis pelanggannya dengan penambahan yang signifikan pada sewa Indosat dan Telkomsel.

Dengan pembelian ini, Bahana Sekuritas memperkirakan pendapatan bersih TOWR akan meningkat sekitar Rp 49 miliar per tahun. Oleh karena itu, Bahana merekomendasikan buy atas saham TOWR dengan target harga Rp 780 per saham. Hari ini, harga saham TOWR naik 2,24% ke Rp 685 per saham.

Rekomendasi Saham BBNI, BJBR, DOID dan EMTK oleh Binaartha Sekuritas | 20 April 2021


Binaartha Sekuritas Daily

20 April 2021

by M. Nafan Aji Gusta Utama

Bank Negara Indonesia (BBNI)

Saham BBNI ditutup di Rp 5.875. (RoE: 2.91%; PER: 33.27x; EPS: 177.32; PBV: 0.97x; Beta: 1.97). Pergerakan harga saham BBNI telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Akumulasi pada area Rp 5.775 – Rp 5.875, dengan target harga di level Rp 6.050, Rp 6.900 dan Rp 7.950. Support ada di Rp 5.450.

BPD Jawa Barat (BJBR)

Saham BJBR ditutup di Rp 1.480. (RoE: 14.05%; PER: 8.54x; EPS: 173.94; PBV: 1.20x; Beta: 1.89). Pergerakan harga saham BJBR telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 1.470 – Rp 1.480, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.510, Rp 1.530, Rp 1.610, Rp 1.695 dan Rp 1.775. Support ada di Rp 1.450.

Delta Dunia Makmur (DOID)

Saham DOID ditutup di Rp 376. (RoE: -1.73%; PER: -43.99x; EPS: -8.55; PBV: 0.76x; Beta: 3.17). Pergerakan harga saham DOID masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Akumulasi pada area level Rp 364 – Rp 376, dengan target harga secara bertahap di level Rp 390, Rp 420, Rp 494 dan Rp 565. Support Rp 364, Rp 346 dan Rp 330.

Elang Mahkota Teknologi (EMTK)

Saham EMTK ditutup di Rp 2.450. (RoE: 16.60%; PER: 72.26x; EPS: 33.63; PBV: 11.06x; Beta: 0.52). Pergerakan harga saham EMTK telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 2.400 – Rp 2.450, dengan target harga secara bertahap di level Rp 2.500, Rp 2.580, Rp 2.780 dan Rp 2.970. Support ada di Rp 2.380, Rp 2.340 dan Rp 2.280.

Lippo Karawaci (LPKR)

Saham LPKR ditutup di Rp 196. (RoE: -10.18%; PER: -4.45x; EPS: -44.01; PBV: 0.45x; Beta: 1.98): Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 192 – Rp 196, dengan target harga secara bertahap di Rp 212, Rp 224, Rp 234 dan Rp 274. Support ada di Rp 177.

Bukit Asam (PTBA)

Saham PTBA ditutup di Rp 2.420. (RoE: 14.09%; PER: 11.66x; EPS: 207.55; PBV: 1.65x; Beta: 1.07). Pergerakan harga saham PTBA masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola morning star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Akumulasi pada area level Rp 2.360 – Rp 2.420, dengan target harga secara bertahap di level Rp 2.540, Rp 3.120 dan Rp 3.700. Support ada di Rp 2.290.

Semen Indonesia (SMGR)

Saham SMGR ditutup di Rp 10.450. (RoE: 7.83%; PER: 22.29x; EPS: 473.27; PBV: 1.76x; Beta: 1.57). Pergerakan harga saham SMGR telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Akumulasi beli pada area level Rp 10.250 – Rp 10.450, dengan target harga secara bertahap di level Rp 10.700, Rp 11.275, Rp 12.625 dan Rp 13.950. Support ada di Rp 10.250 dan Rp 9.925.

Sarana Menara Nusantara (TOWR)

Saham TOWR ditutup di Rp 1.100. (RoE: 24.95%; PER: 22.15x; EPS: 49.89; PBV: 5.53x; Beta: 0.83). Pergerakan harga saham TOWR telah menguji beberapa garis MA 10, MA 20 maupun MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 1.090 - Rp 1.100, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.140, Rp 1.250 dan Rp 1.360. Support ada di Rp 1.055.

Rekomendasi Saham BEST, BNGA, UNVR dan TOWR oleh Binaartha Sekuritas | 25 Maret 2021


Binaartha Sekuritas Daily

25 Maret 2021

oleh Nafan Aji 

Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST)

Pergerakan harga saham BEST telah menguji garis MA 200 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulasi pada area Rp 152 – Rp 155, dengan target harga secara bertahap di level Rp 163, Rp 198 dan Rp 234. Support ada di Rp 148 dan Rp 136. Saham BEST ditutup di Rp 155. (RoE: -3.31%; PER: -10.58x; EPS: -14.93; PBV: 0.35x; Beta: 1.8). 

Bank CIMB Niaga (BNGA)

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulasi pada area Rp 1.070 – Rp 1.080, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.135, Rp 1.170, Rp 1.200 dan Rp 1.325. Support ada di Rp 1.020. Saham BNGA ditutup di Rp 1.080. (RoE: 4.90%; PER: 13.55x; EPS: 80.82; PBV: 0.66x; Beta: 1.94).

Ciputra Development (CTRA)

Terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham CTRA. 

Akumulasi pada area Rp 1.060 – Rp 1.110, dengan target harga secara bertahap di level harga Rp 1.130, Rp 1.255 dan Rp 1.375. Support ada di Rp 1.040. Saham CTRA ditutup di Rp 1.110. (RoE: 1.83%; PER: 66.41x; EPS: 16.64; PBV: 1.21x; Beta: 2.08). 

Pakuwon Jati (PWON)

Pergerakan harga saham PWON menguji garis MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulasi pada level Rp 535 – Rp 545, dengan target harga secara bertahap di Rp 560, Rp 580 dan Rp 665. Support ada di Rp 535 dan Rp 498. Saham PWON ditutup di Rp 545. (RoE: 4.61%; PER: 33.11x; EPS: 16.61; PBV: 1.52x; Beta: 1.7). 

Sarana Menara Nusantara (TOWR)

Pergerakan harga saham TOWR masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Akumulasi pada area level Rp 1.080 - Rp 1.100, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.140, Rp 1.250 dan Rp 1.360. Support ada di Rp 1.055 dan Rp 1.030. Saham TOWR ditutup di Rp 1.100. (RoE: 24.95%; PER: 22.05x; EPS: 49.89; PBV: 5.50x; Beta: 0.79). 

Unilever Indonesia (UNVR)

Pergerakan harga saham UNVR telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 6.500 – Rp 6.600, dengan target harga secara bertahap di level Rp 6.800, Rp 7.200, Rp 7.725, Rp 8.950 dan Rp 10.175. Support ada di Rp 6.500 dan Rp 6.200. Saham UNVR ditutup di Rp 6.575. (RoE: 145.09%; PER: 35.10x; EPS: 188.02; PBV: 51.00x; Beta: 0.42). 

Jadwal Dividen Saham TOWR 2020

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) akan membagikan sisa dividen tunai tahun buku 2019 sebesar Rp 17,86 per saham. Secara keseluruhan, nilai sisa dividen ini mencapai Rp 896,67 miliar.

Sebelumnya, TOWR telah membagikan dividen interim sebesar Rp 6 per saham atau sekitar Rp 302,88 miliar pada Desember 2019. Dengan begitu, total dividen dari tahun buku 2019 adalah sebesar Rp 1,2 triliun.

Baca Juga: Grup Djarum meraup Rp 609,65 miliar dari dividen Sarana Menara Nusantara (TOWR)

Artinya, rasio pembayaran dividen atau payout ratio Sarana Menara Nusantara setara 51,26% dari total laba bersih tahun lalu. Sepanjang 2019, TOWR membukukan laba bersih Rp 2,34 triliun.

Jumlah ini naik 6,4% dibandingkan laba bersih tahun 2018 yang sebesar Rp 2,2 triliun.

Berikut adalah jadwal pembagian sisa dividen TOWR tahun buku 2019:

Cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 14 Mei 2020
Ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi: 15 Mei 2020
Cum dividen di pasar tunai: 18 Mei 2020
Tanggal pencatatan ( recording date): 18 Mei 2020
Ex dividen di pasar tunai: 19 Mei 2020
Pembayaran dividen tunai: 27 Mei 2020
Baca Juga: Simak jadwal lengkap pembagian dividen TGKA, AKRA dan SDRA

Hingga perdagangan Jumat (8/5) pukul 11.15 WIB, harga saham TOWR berada di level Rp 885 per saham. Dengan begitu,  yield dividen TOWR adalah sebesar 2,02%.

Rekomendasi Saham ADHI, HMSP, TOWR dan PSAB oleh Binaartha Sekuritas | 10 Maret 2021


Binaartha Sekuritas Daily

10 Maret 2021

by Nafan Aji

Adhi Karya (ADHI)

Pergerakan harga ADHI masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Akumulasi pada area level Rp 1.290 – Rp 1.305, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.350, Rp 1.400, Rp 1.445, Rp 1.615, Rp 1.790, Rp 1.960 dan Rp 2.210. Support ada di Rp 1.270. Saham ADHI ditutup di Rp 1.305. (RoE: 0.37%; PER: 229.07x; EPS: 5.76; PBV: 0.84x; Beta: 2.85). 

HM Sampoerna (HMSP)

Pergerakan harga saham HMSP menguji garis MA 10 maupun MA 20, sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulasi pada area Rp 1.390 – Rp 1.405, dengan target harga secara bertahap di level level Rp 1.435, Rp 1.470, Rp 1.550, Rp 1.625 dan Rp 2.550. Support ada di Rp 1.390 dan Rp 1.315. Saham HMSP ditutup di Rp 1.405. (RoE: 30.33%; PER: 17.73; EPS: 79.23; PBV: 5.38x; Beta: 1.14). 

Telkom Indonesia (TLKM)

Pergerakan harga saham TLKM telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulasi pada area Rp 3.260 – Rp 3.290, dengan target harga secara bertahap di level Rp 3.330, Rp 3.540, Rp 4.040 dan Rp 4.540. Support ada di Rp 3.260 dan Rp 3.040. Saham TLKM ditutup di Rp 3.290. (RoE: 18.22%; PER: 14.88x; EPS: 224.40; PBV: 2.71x; Beta: 0.81).

Sarana Menara Nusantara (TOWR)

Pergerakan harga saham TOWR telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 1.140 - Rp 1.165, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.190, Rp 1.225, Rp 1.250 dan Rp 1.360. Support ada di Rp 1.140 dan Rp 1.095. Saham TOWR ditutup di Rp 1.165. (RoE: 24.95%; PER: 23.35x; EPS: 49.89; PBV: 5.83x; Beta: 0.79). 

PP Presisi (PPRE)

Terlihat pola white opening bozu candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham PPRE. 

Akumulasi pada area level Rp 200 – Rp 206, dengan target harga secara bertahap di level Rp 224, Rp 270 dan Rp 316. Support ada di Rp 189. Saham PPRE ditutup di Rp 206. (RoE: 0.78%; PER: 98.44x; EPS: 2.13; PBV: 0.77x; Beta: 2.29).

J Resources Asia Pasifik (PSAB)

Pergerakan harga saham PSAB telah menguji garis MA 200 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 212 - Rp 216, dengan target harga secara bertahap di level Rp 222, Rp 230, Rp 240, Rp 266 dan Rp 290. Support ada di Rp 208, Rp 202 dan Rp 190. Saham PSAB ditutup di Rp 216. (RoE: -1.66%; PER: -66.80x; EPS: -3.29; PBV: 1.11x; Beta: 1.57).

Rekomendasi Saham TOWR, BFIN dan PGAS oleh Artha Sekuritas | 28 Oktober 2021


Artha Sekuritas Indonesia Daily Insight

28 Oktober 2021

Dennies Christoper Jordan

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Mengalami koreksi dan breakdown support. Analis menyarankan untuk sell/cut loss. Investor bisa masuk saham TOWR di harga Rp 1.180-Rp 1.200 per saham. Stop loss di Rp 1.160 per saham. Target harga TOWR di Rp 1.250-Rp 1.270 per saham. 

PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN)

Mengalami koreksi namun masih bertahan di atas level support. Analis menyarankan masuk saham ini di harga Rp 995-Rp 1.015 per saham. Stop loss di Rp 980 per saham. Target harga BFIN di Rp 1.040-Rp 1.060 per saham. 

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)

Mengalami koreksi namun masih bertahan di atas level support. Investor disarankan masuk di harga Rp 1.520-Rp 1.550 per saham. Stop loss di Rp 1.495 per saham. Target harganya di Rp 1.620–1.650 per saham. 

DI RESTUI PEMEGANG SAHAM, TOWR SIAP BUY BACK SAHAM 2,55 MILIAR UNIT.



PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) telah menyetujui rencana aksi korporasi di pasar modal yaitu pembelian kembali (buyback) saham.

"Dalam RUPS Luar Biasa yang digelar hari ini, pemegang saham telah menyetujui rencana Perseroan untuk melakukan buyback saham sebanyak-banyaknya 2,55 miliar lembar saham,"kata Wakil Direktur Utama, Adam Gifari saat Public Expose secara virtual, Senin (20/12).

Adapun saham hasil pembelian kembali yang sebanyak 5 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh itu merupakan tambahan saham treasury. Saat ini TOWR memiliki sebanyak 1,22 miliar saham treasury atau setara dengan 2,38 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Saham treasury tersebut berasal dari pelaksanaan buyback saham yang dilakukan berdasarkan persetujuan para pemegang saham dalam keputusan RUPS-LB pada 10 Agustus 2018 dan 5 Mei 2020.

Perlu diketahui, jumlah saham dalam program buyback yang telah mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham pada RUPS-LB hari ini, tidak termasuk jumlah saham yang telah dibeli kembali pada 2018 dan 2020 tersebut. (end/as)

sumber : IQPLUS


Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia | 18 Agustus 2017

Market Review 18 Agustus 2017
(Mirae Asset Sekuritas Indonesia)

Menutup perdagangan akhir pekan ini, IHSG menguat 1 poin (+0.03%) ke level 5,893.841 pada perdagangan hari ini. Sektor-sektor ditutup variatif dipimpin penguatan sektor consumer (+0.95%) dan pelemahan sektor basic industry (-1.00%) hingga akhir perdagangan. Tercatat 185 saham menguat dan 157 saham melemah hari ini. Investor asing mencatatkan transaksi net sell sejumlah Rp278 miliar di seluruh Pasar hari ini. US Dollar menguat 4 poin (+0.03%) terhadap Rupiah, sehingga Rupiah menguat ke level Rp13,362 terhadap US Dollar pada penutupan perdagangan.

Unusual Market Activity (UMA)
- PT Rimau Multi Putra Pratama Tbk (CMPP)
Bursa Efek Indonesia (BEI) menginformasikan bahwa telah terjadi kenaikan harga dan peningkatan aktivitas saham CMPP yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini.

Suspensi Saham Hari Ini
- PT Mitra Komunikasi Nusantara (MKNT)
Bursa Efek Indonesia melakukan penghentian sementara perdagangan saham MKNT di Pasar Reguler dan Pasar Tunai sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham tersebut.

Advance Stocks:

- HEXA: Harga saham HEXA ditutup menguat Rp90 (+2.23%) ke level Rp4,110 hari ini. Lancarnya produksi dan penjualan alat berat di awal tahun ini berimbas positif bagi PT Hexindo Adiperkasa Tbk. Penjualan alat berat pada tahun ini merupakan yang terbaik dalam tiga tahun terakhir. Tahun ini Hexindo menargetkan penjualan alat berat sebanyak 1.300 unit. Jumlah ini meningkat sebesar 53% bila dibandingkan tahun lalu. Melihat tren pencapaian tersebut Hexindo optimistis, penjualan alat berat tahun ini akan melebihi target yang ditetapkan sebelumnya.

- MAPI: Harga saham MAPI ditutup menguat Rp75 (+1.14%) ke level Rp6,625 di akhir perdagangan. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) melakukan pembayaran bunga obligasi ke-14 untuk Obligasi Seri B Obligasi Berkelanjutan I MAPI Tahap II Tahun 2014. Menurut Johanes Ridwan, Direktur Perseroan menyebutkan total pembayaran bunga sebesar Rp8.050.000.000 yang dilakukan ke rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia. Seperti diketahui bahwa jumlah pokok Obligasi Berkelanjutan I Mapi Tahap II Tahun 2014 Seri B sebesar Rp280.000.000.000 dengan tingkat bunga 11,5 persen per tahun.

- TOWR: PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mencatatkan peningkatan pendapatan di semester 1 2017. Tapi, naiknya pendapatan perusahaan tak mampu mendorong naik laba perusahaan di periode ini. pendapatan TOWR di separuh pertama tahun ini meningkat 8,68% year-on-year (yoy) menjadi Rp 2,64 triliun. Naiknya pendapatan perusahaan belum mampu membuat laba perusahaan ikut meningkat. Di semester pertama tahun ini, TOWR hanya mampu mencatatkan laba sebesar Rp 1,28 triliun atau turun 3,91% yoy. Harga saham TOWR ditutup menguat Rp20 (+0.43%) ke level Rp4,580 hari ini.

Analisa Saham TOWR | 30 November 2021

Saham TOWR

Saham TOWR berkonsolidasi dan tertahan di area kisaran support 1130-1150 (area kotak merah) dengan mencoba rebound menembus ke atas area resistance garis MA 200 hariannya dikisaran 1215-1225 (area kotak kuning). Apabila TOWR mampu melewati resistance kotak kuning tersebut, terbuka potensi bagi saham ini untuk bergerak menguat menuju target terdekat dikisaran 1290. Nantinya jika kenaikan saham ini mampu berlanjut, maka TOWR akan menuju target berikutnya di level 1370. Indikator teknikal MACD yang bergerak naik mengindikasikan bahwa momentum saham ini cenderung bergerak positif.


Rekomendasi : Spekulasi buy selama bertahan diatas 1150. Add position jika breakout 1225. Batasi resiko jika turun dan gagal bertahan di 1130.


Disclaimer ON

sumber : steptrader


Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online


Analisa Saham TOWR dan ERAA

Saham TOWR


TOWR berpeluang untuk kembali menguat dengan membentuk pola bullish double bottoms. Pola ini menandakan jika TOWR mampu menguat menembus resisten 700, maka TOWR berpeluang untuk memasuki fase uptrendnya dengan target pertama di 750. Jika target pertama terlewati, selanjutnya TOWR berpeluang terus menguat menuju target kedua di 780.


Rekomendasi
Trading buy kalau naik di atas 700 target pertama di 750 dan target kedua di 780.
http://www.doktermarket.com/2019/11/towr-berpeluang-kembali-menguat.html

Saham ERAA


Kegagalan ERAA menguat menembus resisten konsolidasi berakhir anomali dengan penembusan support. Posisi harga saat ini bisa dibilang di area support previous low, namun perlu diwaspadai jika tidak mampu bertahan di atas 1520. Jika hal ini terjadi, ERAA berpeluang melemah menuju 1185 dengan minor target 1395. Jika momentum penurunan tetap kuat, bukan tidak mungkin saham ini melemah menuju ke bawah 1000, yakni di 880.


Rekomendasi: 
Sell on strength.
https://galerisaham.com/eraa-kembali-ke-bawah-1000/

Analisa Saham TOWR | 14 April 2023

Analisa Saham TOWR


TOWR berpeluang untuk memulai uptrendnya dengan membentuk pola bullish double bottoms. Pola ini memberikan sinyal bahwa jika TOWR berhasil menguat menembus resisten 965, TOWR berpeluang terus menguat menuju target pertama di 1010. Jika target pertama terlewati, target kedua berada di 1080. Indicator teknikal MACD yang sudah golden cross mendukung prediksi kenaikan TOWR.
Rekomendasi: Trading buy kalau naik di atas 965. Target perta,a di 1010 dan target kedua di 1080.
Disclaimer ON
Sumber: doktermarket-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Saham Murah Yang Sudah Bisa Dicicil Tahun 2020


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan jual yang melanda pasar saham domestik kian berat. Sejak awal tahun atau secara year-to-date, aksi jual bersih (net sell) yang terjadi di pasar reguler mencapai 12,88 triliun.

Beberapa saham dengan kapitalisasi besar atau big caps memuncaki daftar saham-saham yang paling banyak dilepas asing. Sebut saja saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang sejak awal tahun aksi jual bersihnya mencapai Rp 4,6 triliun.


Selain itu, investor asing juga melepas kepemilikannya di saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), hingga saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF).

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani menilai beberapa saham tersebut sudah terdiskon dan memiliki valuasi yang cukup murah. Di antara saham-saham tersebut, saham BBCA, BBNI, BBRI, TLKM, HMSP, dan BMRI dinilai sudah memiliki valuasi yang murah.

Investor pun sudah mulai bisa melakukan aksi cicil beli untuk saham-saham ini. "Dicicil beli karena potensi downside-nya masih ada," terang dia kepada Kontan.co.id.

Melansir RTI Business, pada perdagangan Jumat (20/3), saham BBCA diperdagangkan dengan price to earning ratio (PER) 20,43 kali. Sejak awal tahun, saham BBCA rontok 29,17% di level Rp 23,675.
Saham BBNI diperdagangkan dengan PER 4,41 kali dan sejak awal tahun saham emiten pelat merah ini ambles 53,63%. Saham emiten pelat merah lain, BBRI, diperdagangkan dengan PER 10,07 kali dan sejak awal tahun saham BBRI telah terkoreksi 36,14%.

Saham emiten telekomunikasi milik Negara, TLKM, diperdagangkan dengan PER 12,97 kali dan sahamnya telah mengalami penurunan 27,46% sejak awal tahun. Saham HMSP diperdagangkan dengan PER 11,5 kali dan sejak awal tahun saham emiten rokok ini rontok 35,95%.

Sementara saham BMRI diperdagangkan dengan PER 7,57 kali dan saham emiten perbankan pelat merah ini ambles 41,89% sejak awal tahun.

Analisa Saham TOWR | 10 Februari 2023

Analisa Saham TOWR


TOWR bergerak mencapai area swing low-nya di 1045 – 1070 (box biru). Jika besok TOWR dibuka kembali turun, ada peluang bagi saham ini untuk mengalami technical rebound sementara dengan target kenaikan berada di area 1160 – 1170 (box merah). bagi Anda yang ingin swing trading di saham ini, bisa cermati area swing low untuk buy on weakness dan segera sell on strength jika sudah mencapai ataupun mendekati area swing high-nya.

Trading plan : Speculative buy on weakness di area 1045 – 1070. Sell on strength jika mencapai 1160 – 1170. Stoploss jika dalam beberapa hari terakhir saham ini tidak mampu kembali dan bertahan di atas area swing low-nya.

Disclaimer ON
Sumber: galerisaham-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online.