Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri saham antm. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri saham antm. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Dividen Saham ANTM Mendekati Rp 1 Triliun, Kapan Jadwal Pembayarannya?



[Saham ANTM] Musim panen pembayaran dividen saham terasa manis pada Mei 2022 ini. Terbaru, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) akan melakukan pembayaran dividen saham dengan nilai mendekati Rp 1 triliun.

Pembayaran dividen saham tersebut merupakan hasil keputusan rapat umum pemegang saham (RUPS) yang digelar hari Selasa 24 Mei 2022. Manajemen ANTM memutuskan sebesar 50% dari laba bersih tahun 2021 atau Rp 930,87 miliar untuk pembayaran dividen saham.

Nilai pembayaran dividen saham ANTM tahun kerja 2021 ini lebih besar dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada kinerja tahun 2020, pembayaran dividen saham ANTM hanya sebesar Rp 402 miliar.

Sebagai gambaran, emiten pelat merah ini membukukan laba bersih sebesar Rp 1,86 triliun pada 2021. Sementara sisanya sebesar 50% atau Rp 930,87 miliar dicatat sebagai saldo laba.

Realisasi laba bersih ini melonjak 61,96% dibandingkan dengan laba bersih di 2020 yang hanya Rp 1,15 triliun.  Kenaikan laba bersih ANTM ini sejalan dengan kenaikan pendapatan. Di mana, sepanjang tahun lalu, ANTM membukukan pendapatan sebesar Rp 38,44 triliun, naik 40,45% dari realisasi pendapatan di 2020 yang hanya Rp 27,37 triliun.

Asal tahu saja, saham ANTM masuk ke dalam jajaran Indeks High Dividen 20. Indeks ini merupakan indeks yang berisikan 20 emiten yang rutin membagikan dividen. 

ANTM merupakan penghuni baru di indeks ini, yang berlaku efektif mulai 4 Februari 2022 hingga 2 Agustus 2022.

Jadwal pembayaran dividen saham ANTM

Lalu kapan jadwal pembayaran dividen saham ANTM?

Sejauh ini belum ada keputusan resmi manajemen ANTM untuk jadwal pembayaran dividen saham ANTM. Namun mengacu kebiasaan sebelumnya, jadwal pembayaran saham ANTM dilakukan tak lama setelah RUPS.

Seperti pada tahun 2021, setiap pemegang saham ANTM akan menerima pembayaran dividen Rp 16,74 per saham. Pembayaran dividen saham ANTM ini telah mengantongi persetujuan pada rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada Rabu, 7 April 2021.

Saat itu, jadwal pembayaran dividen saham tunai pada 7 Mei 2022. Sedangkan cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi tanggal 15 April 2021.

Selain menetapkan dividen, RUPS Aneka Tambang juga menyetujui perubahan susunan pengurus. Dalam RUPST ini, telah diangkat kembali Gumilar Rusliwa Somantri dan Anang Sri Kusuwardono sebagai Komisaris Independen ANTM.


Dengan demikian, berikut ini Susunan Pengurus Aneka Tambang :


Komisaris

Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: F.X. Sutijastoto

Komisaris Independen: Gumilar Rusliwa Somantri

Komisaris Independen: Anang Sri Kusuwardono

Komisaris: Bambang Sunarwibowo

Komisaris: Dilo Seno Widagdo


Direksi 

Direktur Utama: Nicolas D. Kanter

Direktur Operasi dan Produksi: I Dewa Wirantaya

Direktur Pengembangan Usaha: Dolok Robert Silaban

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Elisabeth RT Siahaan

Direktur Sumber Daya Manusia: Basar Simanjuntak



sumber : kontan

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Berita Saham ANTM | 4 Januari 2018

Berita Saham ANTM

Saham PT Antam Tbk (ANTM) menjadi bagian dari tiga indeks baru di Bursa Efek Indonesia (BEI) yakni indeks IDX small-mid cap (SMC) Composite, indeks IDX SMC Liquid dan indeks PEFINDO Investment Grade (i-Grade).

Direktur Keuangan ANTAM, Dimas Wikan Pramudhito dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu menyatakan bahwa masuknya saham ANTM pada indeks itu mencerminkan penghargaan positif para pemegang saham terhadap kinerja saham perusahaan.

"Antam berkomitemen untuk terus melakukan berbagai invoasi dan pengembangan usaha untuk memberikan imbal hasil positif dan kinerja terbaik bagi para pemegang saham," kata Dimas Wikan Pramudhito.

Ia mengemukakan bahwa indeks IDX SMC composite dan indeks IDX SMC liquid merupakan kelompok saham-saham dengan kapitalisasi pasar kecil dan menengah. Sedangkan indeks PEFINDO i-Grade merupakan kelompok 30 saham yang mendapatkan investment grade dari PT Pemeringklat Efek Indonesia (Pefindo).

Ia menyampaikan bahwa pada periode waktu Januari hingga November 2017, kinerja saham ANTM positif, dan itu dapat dilihat dari peningkatan jumlah investor yang menanamkan dananya pada saham ANTM, yaitu naik 9,01 persen dari 33.808 investor menjadi 36.853 investor.

"Saham ANTM setiap harinya aktif diperdagangkan di BEI, sampai dengan November 2017 rata-rata volume perdagangan saham ANTM sebesar 42.557.526 saham dengan rata-rata nilai transaksi sebesar Rp31,59 miliar," paparnya.

Pada 21 Desember 2017, PT Bursa Efek Indonesia bersama anak usahanya PT Pefindo meluncurkan tiga indeks saham baru. Ketiga indeks saham itu adalah IDX SMC composite, indeks IDX SMC liquid, dan Pefindo i-Grade.

Kriteria indeks IDX SMC composite yaitu saham-saham yang memiliki kapitalisasi pasar antara Rp1 triliun-Rp50 triliun. Sedangkan kriteria indeks IDX SMC liquid dipilih dari saham-saham IDX SMC composite yang memenuhi kriteria-kriteria likuiditas yang dilihat dari nilai transaksi, kapitalisasi pasar atas saham free float dan harga saham, serta memperhatikan aspek lainnya seperti kondisi keuangan, kelangsungan usaha dan cakupan riset dari analis efek.

Sedangkan kriteria indeks PEFINDO i-Grade yaitu memperoleh peringkat investment grade antara dari Pefindo, kepatuhan dan indikasi manipulasi perdagangan yang dilihat dari jumlah sanksi suspensi dan indikator unusual market activity (UMA) di BEI dan kapitalisasi pasar.(end)

IQPLUS

Prospek Saham ANTM | 17 Juli 2018


Sejak awal tahun, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menoreh kinerja yang terbilang kuat. Produksi maupun penjualan komoditas ANTM yang meliputi nikel, emas, dan bauksit mencatat pertumbuhan yang signifikan. Hingga akhir tahun ini, ANTM diperkirakan masih akan melanjutkan kinerja yang apik sehingga harga saham ANTP mengalami menanjak.

Analis Sinarmas Sekuritas Richard Suherman menilai, kinerja ANTM masih akan terus bersinar di sisa tahun ini. Ini didukung prospek pembangunan dua proyek BUMN tambang ini. Pertama, proyek tambang feronikel di Halmahera Timur yang diprediksi mulai beroperasi secara komersial pada pengujung tahun ini. "Sampai Maret 2018 lalu sudah komplit 55% proyeknya. Tambang Halmahera Timur ini diperkirakan menambah 50% kapasitas produksi feronikel dari yang ada sekarang," tulis Richard dalam risetnya, 10 Juli 2018.

Kedua, Antam juga tengah menanti hasil diskusi dengan PT Inalum mengenai pembangunan pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan. Jika berhasil direalisasikan pada tahun 2021 sesuai rencana, pabrik diperkirakan memiliki total kapasitas pengolahan bauksit mencapai 1 juta ton.

Selain itu, analis Kresna Graha Investama Robertus Yanuar Hardy, menambahkan, bertambahnya kepemilikan PT Inalum terhadap saham Freeport turut menjadi katalis positif buat Antam. "Aksi korporasi itu diyakini dapat mengamankan suplai anoda slime Antam karena selama ini bahan baku emas tersebut banyak diekspor oleh Freeport," ujar Robertus.

Harapannya, ANTM dapat memperkuat posisi sebagai penyerap anoda slime yang dihasilkan Freeport. "Ada juga harapan bagi Antam untuk dapat mewujudkan rencana pembangunan smelter bersama Freeport (Smelting Gresik), yang telah terhenti sejak Oktober 2017," tambah Robertus. Dengan demikian, produksi dan penjualan emas Antam akan ikut meningkat.

Setali tiga uang, melihat kinerja ANTM di kuartal I 2018 yang cemerlang, Richard optimistis, ANTM dapat mencapai targetnya untuk setahun penuh. Hingga akhir 2018, produksi feronikel diperkirakan akan tumbuh 96,3% menjadi 26.000 TNi. Sementara, meski produksi emas bepotensi berkurang seiring dengan menipisnya cadangan, Richard melihat penjualan emas tahun ini tetap dapat mencapai target 24 ton atau naik 82% dibanding tahun sebelumnya.

Lantas, Richard memprediksi, ANTM akan membukukan kenaikan pendapatan sebesar 65,5% menjadi Rp 20,9 triliun di akhir tahun menadatang. Adapun, laba bersih diperkirakan bakal melesat 329% menjadi Rp 586 miliar.

Menilik valuasinya, Richard menilai, saat ini harga saham ANTM masih diperdagangkan pada level yang menarik. Berdasarkan hitungannya, saat ini harga saham ANTM berada pada posisi PBV 2019 sebesar 1,1 kali. "Ini lebih rendah dari rata-rata sebelumnya secara historis, maupun dibandingkan dengan saham lain di sektornya," imbuh Richard.

Untuk itu, ia memberi rekomedasi beli saham ANTM dengan target harga Rp 1.150 per saham. Begitu pun Roberttus yang merekomendasikan beli ANTM dengan target harga yang lebih optimistis pada level Rp 1.500 per saham.

http://investasi.kontan.co.id/news/prospek-kinerja-antm-diproyeksikan-cerah-simak-rekomendasi-analis

Prospek Kinerja PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) | 17 Juli 2018


Sejak awal tahun, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menoreh kinerja yang terbilang kuat. Produksi maupun penjualan komoditas ANTM yang meliputi nikel, emas, dan bauksit mencatat pertumbuhan yang signifikan. Hingga akhir tahun ini, ANTM diperkirakan masih akan melanjutkan kinerja yang apik sehingga harga saham ANTP mengalami menanjak.

Analis Sinarmas Sekuritas Richard Suherman menilai, kinerja ANTM masih akan terus bersinar di sisa tahun ini. Ini didukung prospek pembangunan dua proyek BUMN tambang ini. Pertama, proyek tambang feronikel di Halmahera Timur yang diprediksi mulai beroperasi secara komersial pada pengujung tahun ini. "Sampai Maret 2018 lalu sudah komplit 55% proyeknya. Tambang Halmahera Timur ini diperkirakan menambah 50% kapasitas produksi feronikel dari yang ada sekarang," tulis Richard dalam risetnya, 10 Juli 2018.

Kedua, Antam juga tengah menanti hasil diskusi dengan PT Inalum mengenai pembangunan pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan. Jika berhasil direalisasikan pada tahun 2021 sesuai rencana, pabrik diperkirakan memiliki total kapasitas pengolahan bauksit mencapai 1 juta ton.

Selain itu, analis Kresna Graha Investama Robertus Yanuar Hardy, menambahkan, bertambahnya kepemilikan PT Inalum terhadap saham Freeport turut menjadi katalis positif buat Antam. "Aksi korporasi itu diyakini dapat mengamankan suplai anoda slime Antam karena selama ini bahan baku emas tersebut banyak diekspor oleh Freeport," ujar Robertus.

Harapannya, ANTM dapat memperkuat posisi sebagai penyerap anoda slime yang dihasilkan Freeport. "Ada juga harapan bagi Antam untuk dapat mewujudkan rencana pembangunan smelter bersama Freeport (Smelting Gresik), yang telah terhenti sejak Oktober 2017," tambah Robertus. Dengan demikian, produksi dan penjualan emas Antam akan ikut meningkat.

Setali tiga uang, melihat kinerja ANTM di kuartal I 2018 yang cemerlang, Richard optimistis, ANTM dapat mencapai targetnya untuk setahun penuh. Hingga akhir 2018, produksi feronikel diperkirakan akan tumbuh 96,3% menjadi 26.000 TNi. Sementara, meski produksi emas bepotensi berkurang seiring dengan menipisnya cadangan, Richard melihat penjualan emas tahun ini tetap dapat mencapai target 24 ton atau naik 82% dibanding tahun sebelumnya.

Lantas, Richard memprediksi, ANTM akan membukukan kenaikan pendapatan sebesar 65,5% menjadi Rp 20,9 triliun di akhir tahun menadatang. Adapun, laba bersih diperkirakan bakal melesat 329% menjadi Rp 586 miliar.

Menilik valuasinya, Richard menilai, saat ini harga saham ANTM masih diperdagangkan pada level yang menarik. Berdasarkan hitungannya, saat ini harga saham ANTM berada pada posisi PBV 2019 sebesar 1,1 kali. "Ini lebih rendah dari rata-rata sebelumnya secara historis, maupun dibandingkan dengan saham lain di sektornya," imbuh Richard.

Untuk itu, ia memberi rekomedasi beli saham ANTM dengan target harga Rp 1.150 per saham. Begitu pun Roberttus yang merekomendasikan beli ANTM dengan target harga yang lebih optimistis pada level Rp 1.500 per saham.

http://investasi.kontan.co.id/news/prospek-kinerja-antm-diproyeksikan-cerah-simak-rekomendasi-analis

Rekomendasi Saham ANTM, BMRI, INTP dan KRAS oleh Binaartha Sekuritas | 21 Mei 2021


Binaartha Sekuritas Daily

21 Mei 2021

oleh Nafan Aji 

Aneka Tambang (ANTM)

Saham ANTM ditutup di Rp 2.420. (RoE: 12.44%; PER: 23.13x; EPS: 105.08; PBV: 2.88x; Beta: 2.34). Pergerakan harga saham ANTM telah menguji garis MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Rekomendasi saham ANTM adalah akumulasi pada area level Rp 2.400 – Rp 2.420, dengan target harga secara bertahap di level Rp 2.510, Rp 2.560, Rp 2.600 dan Rp 2.750. Support ada di Rp 2.370, Rp 2.320, Rp 2.280 dan Rp 2.250.

Astra International (ASII)

Saham ASII ditutup di Rp 5.200. (RoE: -13.68%; PER: -13.68x; EPS: -104.92; PBV: 0.60x; Beta: 2.2). Pergerakan harga saham ASII masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Rekomendasi saham ASII adalah akumulasi pada area level Rp 5.000 – Rp 5.200, dengan target harga secara bertahap di level Rp 5.550, Rp 6.650 dan Rp 7.775. Support ada di Rp 5.000 dan Rp 4.630.

Astra Otoparts (AUTO)

Saham AUTO ditutup di Rp 1.135. (RoE: 5.66%; PER: 8.31x; EPS: 136.60; PBV: 0.47x; Beta: 1.14). Pergerakan harga saham AUTO masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Rekomendasi saham AUTO adalah akumulasi pada area level Rp 1.105 – Rp 1.135 dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.180, Rp 1.240, Rp 1.375 dan Rp 1.510. Support saham AUTO ada di Rp 1.105 dan Rp 1.075.

Bank Mandiri (BMRI)

Saham BMRI ditutup di Rp 5.650. (RoE: 11.72%; PER: 11.03x; EPS: 512.40; PBV: 1.29x; Beta: 1.35). Terlihat pola doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham BMRI. 

Rekomendasi saham BMRI adalah akumulasi pada area Rp 5.550 – Rp 5.650, dengan target harga secara bertahap di level Rp 5.775, Rp 6.025, Rp 6.350, Rp 7.100 dan Rp 7.850. Support saham BMRI adalah di Rp 5.425 dan Rp 5.200.

Indocement Tunggal Prakasa (INTP)

Saham INTP ditutup di harga Rp 12.025. (RoE: 0.82%; PER: 308.93x; EPS: 5.60; PBV: 2.55x; Beta: 2.53). Terlihat pola doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham INTP. 

Rekomendasi saham INTP adalah akumulasi pada area level Rp 11.850 – Rp 12.050, dengan target harga secara bertahap di level Rp 12.500, Rp 14.875, Rp 17.250 dan Rp 19.625. Support ada di Rp 11.250.

Krakatau Steel (KRAS)

Saham KRAS ditutup di harga Rp 3.160. (RoE: -9.00%; PER: -21.78x; EPS: -28.24; PBV: 1.96x; Beta: 2.03). Pergerakan harga saham KRAS menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Rekomendasi saham KRAS adalah akumulasi pada area level Rp 600 – Rp 615, dengan target harga secara bertahap di Rp 630, Rp 660, Rp 765, Rp 875 dan Rp 980. Support ada di Rp 600 dan Rp 550.

ANTM | Aneka Tambang Memvaluasi Saham Divestasi Nusa Halmahera


(Baca juga: INVERTED YIELD CURVE)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tidak serta merta bisa langsung menadah saham divestasi PT Nusa Halmahera Minerals milik Newcrest Mining Limited. Memang Aneka Tambang digadang-gadang bakal mendapatkan hak penawaran terlebih dulu atas saham yang dijual atau rights of first refusal. Sejatinya, manajemen Aneka Tambang masih memerlukan sejumlah proses untuk mengambil alih saham divestasi Nusa Halmahera.

Direktur Keuangan PT Aneka Tambang Tbk, Dimas Wikan Pramudhito, mengungkapkan hingga kini ANTM masih melaksanakan proses evaluasi untuk menyerap saham divestasi tersebut. "Sementara belum (ada keputusan), masih dalam kajian dan evaluasi," ungkap dia kepada KONTAN, Minggu (7/7).

Direktur Utama ANTM, Arie Prabowo Ariotedjo, pernah menyebutkan divestasi saham Nusa Halmahera masih tahap pembicaraan dan belum menemui keputusan final. Yang jelas, kata Arie, ANTM sedang mengkaji nilai valuasi saham Nusa Halmahera.

ANTM mengkaji valuasi Nusa Halmahera bersama Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). "Lagi pula jatuh tempo divestasi Nusa Halmahera pada Juni tahun depan, jadi masih ada waktu," kata Arie beberapa waktu lalu.

Mengacu amendemen Kontrak Karya (KK) Nusa Halmahera pada Juni 2018, perusahaan yang 75% sahamnya dimiliki Newcrest Mining Limited tersebut mesti mendivestasikan sahamnya kepada pihak nasional hingga mencapai total 51%. Tenggat waktu divestasi paling lama dua tahun setelah amendemen KK berlangsung.

Saat ini, ANTM memiliki 25% saham Nusa Halmahera. Sehingga, perusahaan yang mengoperasikan pertambangan emas di Gosowong, Maluku Utara, itu harus melepaskan 26% saham kepada pihak nasional, sesuai amendemen kontrak tadi.

Belum lapor

Terkait proses divestasi ini, Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yunus Saefulhak bilang, hingga kini belum menerima laporan divestasi dari Nusa Halmahera maupun Newcrest.

Meski tenggat waktu divestasi belum jatuh tempo dan proses pembicaraan secara business to business dapat dilakukan, menurut Yunus, Nusa Halmahera tetap harus memberikan laporan soal proses divestasi kepada Kementerian ESDM.

Hal itu agar pengalihan saham bisa secara resmi diakui sebagai hasil divestasi. "Sampai sekarang belum (melaporkan ke Kementerian ESDM). Kalau mau diperlakukan sebagai divestasi, harus lapor ke pemerintah," kata Yunus kepada KONTAN, Minggu (7/7).

Saat ini, Kementerian ESDM masih menunggu laporan sejumlah perusahaan yang sudah melewati jatuh tempo divestasi. Catatan KONTAN, PT Vale Indonesia Tbk dan PT Natarang Mining sudah memberikan penawaran divestasi ke Kementerian ESDM.

Sebenarnya Vale Indonesia baru wajib divestasi Oktober 2019. Namun, perusahaan ini ingin menawarkan divestasi saham sebelum memasuki masa jatuh tempo tersebut. Perusahaan dengan komoditas nikel ini akan melakukan divestasi saham sebesar 20%.

Adapun PT Natarang Mining memiliki kewajiban divestasi saham sebesar 22%. Produsen emas itu sudah melewati masa wajib penawaran divestasi.Selain Natarang, ada tiga perusahaan lainnya yang sudah melewati masa wajib penawaran divestasi. Namun hingga kini ketiga perusahaan itu belum menyerahkan penawaran divestasi.

Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Ensbury Kalteng Mining, PT Kasongan Bumi Kencana, serta PT Galuh Cempaka.

PT Ensbury Kalteng Mining memiliki kewajiban divestasi 44% saham. Ensbury Kalteng Pte Ltd masih menguasai mayoritas saham produsen emas itu, yakni mencapai 94% saham, diikuti Ensbury International Ltd sebesar 4% dan pemegang saham lainnya sebesar 2%.

Adapun PT Kasongan Bumi Kencana harus melaksanakan divestasi sebesar 19% saham. Komposisi pemegang saham produsen emas itu adalah Pelsart Kasongan Pty Ltd sebesar 45%, Idaman Kasongan Pty 40%, dan PT Wisma Budi Kerti 15%.

Sementara Produsen intan PT Galuh Cempaka wajib divestasi 31% saham. Pemegang saham Galuh Cempaka adalah Ashton MMC Pte Ltd sebesar 80% dan PT Aneka Tambang Tbk 20% saham.

Yunus menegaskan, Kementerian ESDM telah mendesak ketiga perusahaan itu untuk segera mengajukan penawaran divestasi. "Kami memberikan tenggat waktu hingga Juli 2019," ungkap dia.

Analisa Saham ANTM | 14 Februari 2019

Analisa Saham 13/02/2019 

ANTM- Pada perdagangan hari ini ANTM mampu rebound dari Support MA 20 nya disaat market mengalami tekanan Jual setelah sebelumnya selama 4 hari mengalami Penurunan untuk koreksi, Jika Analisa secara VPA ANTM sudah memberikan signal kepada kita jika kita jeli bahwa penurunan yang terjadi akan rebound. Hari ini ANTM rebound diikuti dengan kenaikan Volume yang besar dimana Volume hari ini Break VMA 20 nya . Kemungkinan Besar ANTM masih akan melanjutkan kenaikannya menuju target >1100. 
MACD saham ANTM masih dalam keadaan bellow Signal dan masih berada diatas Center Line (0). histogram MACD saham ANTM masih berada di bawah Center Line (0). 
Jika ANTM mampu melanjutkan kenaikan MACD akan mencoba kembali untuk Golden Cross Above Center Line (0) . 

Trend 
Secara Trend ANTM masih dalam Fase Uptrendnya , dan masih belum patah Trend nya . Just Follow The Trend. 

Support & Resisten 
Support ANTM sekarang berada di kotak merah yang merupakan Support Kuat ANTM saat ini. 
Dan resisten ANTM saat ini bisa dijadikan patokan untuk Target, jika sudah Mencapai atau Mendekati target bisa diamankan Profit dengan Trailing Stop. 



Trading Idea 
Spekbuy ANTM 
Entry : 1000-1020 
Stop Loss : 895 
Target : +> 1100. 

#DisclaimerON 

Best Regrads, 
ANALYSIS CORNER SYARIAH
https://id.tradingview.com/chart/ANTM/xnvwIGQG/

ANTM | Laba Bersih Aneka Tambang Tertahan Penurunan Produksi


Laba bersih PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tumbuh tipis. Sepanjang semester pertama tahun ini, laba bersihnya hanya tumbuh 6% secara tahunan menjadi Rp 365,75 miliar. Padahal, pendapatan emiten ini naik 22% menjadi Rp 14,43 triliun.

Pertumbuhan laba tersendat lantaran ANTM mencatat kenaikan beban pokok yang cukup signifikan. Kenaikannya mencapai 25% menjadi Rp 12,05 triliun dari sebelumnya Rp 9,64 triliun.

"Naiknya beban pokok sejalan dengan naiknya pertumbuhan penjualan," ujar SVP Corporate Secretary ANTM Kunto Hendrapawoko kepada KONTAN, (1/10).

Penjualan emas masih menjadi tulang punggung pemasukan ANTM. Kontribusi bisnis emas sebesar Rp 9,61 triliun, atau 67% dari pendapatan konsolidasi.

Volume produksi emas ANTM di enam bulan pertama tahun ini sebesar 979 kilogram (kg), turun 6% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, 1.041 kg. Namun, volume penjualannya tercatat mencapai 15.741 kg. Angka ini naik 14% secara tahunan dari sebelumnya 13.760 kg.

Alhasil, beban pokok untuk pembelian logam mulia ANTM naik 16% menjadi Rp 9,22 triliun, guna menutup selisih antara volume produksi dan penjualan tersebut. Ini menjadi salah satu faktor yang membuat beban pokok ANTM naik melampaui pertumbuhan pendapatannya.

Meski begitu, manajemen menilai kinerja perusahaan sejauh ini masih sesuai dengan ekspektasi. Tentu, sejumlah proyek lainnya juga bakal digenjot guna menghasilkan output yang lebih moncer.

Selain bisnis emas, ANTM tengah mengembangkan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Kalimantan Barat dengan kapasitas produksi tahap pertama sebesar satu juta ton.

Analis Samuel Sekuritas Dessy Lapagu mengatakan, investor perlu mengamati potensi pelemahan lanjutan pada harga saham ANTM. Kemarin, saat rilis laporan keuangan, saham ANTM turun 20 poin ke level Rp 955.

Namun, di sisi lain, prospek harga emas masih menarik. "Kami mempertimbangkan kondisi harga komoditas global dengan performa harga emas tahun ini yang cukup leading, ujar Dessy.

Dia merekomendasikan buy saham ANTM dengan target harga Rp 1.250 per saham.

Sumber: https://insight.kontan.co.id/news/laba-bersih-aneka-tambang-antm-tertahan-penurunan-produksi?page=2

Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia | 13 September 2017

Market Review 13 September 2017
(Investment Information Team,  Mirae Asset Sekuritas Indonesia)

Setelah menguat empat hari berturut-turut pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah 26 poin (-0.45%) ke level 5,845.734 pada perdagangan hari ini didorong oleh pelemahan sektor mining yang anjlok 4.45% di akhir perdagangan. Hanya sektor agriculture yang berhasil menguat dengan ditutup naik 1.05%. Tercatat 128 saham menguat dan 222 saham melemah hari ini. Sektor mining terkoreksi dipicu oleh rencana pemerintah untuk merombak harga batubara untuk pembangkit listrik. Harga saham PTBA dan ADRO memimpin pelemahan sektor mining dengan ditutup melemah masing-masing 17.24% dan 8.04%. Investor asing mencatatkan transaksi net sell sejumlah Rp480 miliar di seluruh Pasar hari ini. US Dollar menguat 1 poin (+0.01%) terhadap Rupiah, sehingga Rupiah melemah ke level Rp13,210 terhadap US Dollar di akhir perdagangan.

Advance Stocks:

- MBAP: Setelah melemah dua hari berturut-turut pada perdagangan sebelumnya, harga saham MBAP ditutup menguat Rp200 (+9.30%) ke level Rp2.350 pada perdagangan hari ini. MBAP akan membagikan dividen tunai interim tahun fiskal 2017 sebesar total Rp223.363.495.264 atau Rp182 per lembar saham. Cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 19 dan 20 September 2017 dan di pasar tunai pada 25 dan 26 September 2017 dengan DPS hingga 25 September 2017.

- YULE: Di akhir perdagangan hari ini, harga saham YULE ditutup menguat Rp17 (+10.11%) ke level Rp185. YULE akan menambah modal melalui rights issue. YULE akan menerbitkan 1,53 miliar saham baru dengan harga Rp200 per saham. Lewat aksi korporasi ini, YULE akan mengantongi setidaknya Rp306 miliar dana segar sebelum dikurangi biaya emisi. Jumlah saham rights issue mencapai enam kali lipat dari jumlah modal disetor YULE saat ini sebesar 255 juta saham. Jadi, total saham YULE setelah rights issue mencapai 1,78 miliar saham.

- SCMA: Harga saham SCMA menguat di tengah kemungkinan bahwa perseroan akan mendapat untung dari pemulihan konsumsi rumah tangga tahun depan dan tetap akan menjadi perusahaan yang paling menguntungkan diantara perusahaan media lainnya. Harga saham perseroan ditutup menguat Rp140 (+6.89%) ke level Rp2.170 pada perdagangan hari ini.

- WICO: Harga saham WICO ditutup menguat Rp6 (+1.57%) ke level Rp386 hari ini. WICO akan melakukan pengalihan sebanyak 11 asetnya kepada pihak terafilasi PT Wira Logitama Saksama dan PT Jakarana Tama. Ke-11 aset itu berupa gudang dan tanah kosong yang terletak di Jakarta, Jawa Timur dan sisanya di Sumatera utara dengan nilai sebesar Rp223,609 miliar. Rencana penjualan atau pengalihan aset ini dalam rangka memperoleh dana kas secara tepat sebagai modal kerja perseroan.

Decline Stocks:

- PTBA: Harga saham PTBA ditutup melemah Rp2.100 (-17.24%) ke level Rp10.075 hari ini, pelemahan selama tiga hari berturut-turut, seiring dengan rencana Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk merombak harga batubara untuk pembangkit listrik. Proposal untuk formula harga baru berasal dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). PLN menilai patokan pembelian batubara berdasarkan harga acuan saat ini membuat biaya produksi listrik tinggi. PLN mengusulkan harga batu bara untuk kewajiban pasar domestik (domestic market obligation/DMO) menggunakan formula biaya produksi ditambah keuntungan yang wajar. Dengan begitu, PLN bisa menakar ongkos yang dikeluarkan untuk membangkitkan listrik.

- ANTM: Harga saham ANTM ditutup melemah Rp10 (-1.47%) ke level Rp670 hari ini. ANTM meminta kuota tambahan untuk mengekspor 1.2 juta ton bijih nikel kadar rendah dikarenakan perusahaan melanjutkan proyek feronikel barunya di provinsi Maluku Utara di Indonesia di tengah kenaikan harga. Sejauh ini, ANTM telah mengekspor 487 ribu ton bijih nikel dari kuota 2.7 juta ton.

- BUMI: Di akhir perdagangan hari ini, harga saham BUMI ditutup melemah Rp22 (-9.16%) ke level Rp218. BUMI akan menjual saham hasil pembelian kembali (buyback) kepada suatu perusahaan bernama Wyoming International Limited. Jumlah saham treasury perseroan sebanyak 473,21 juta saham.

Marak Fenomena Saham Pompom ala Influencer, Bikin Tambah Kaya atau Miskin?


 

Investasi saham akhir-akhir ini lagi jadi perbincangan di jagat maya. Khususnya selepas beberapa publik figur ‘koar-koar’ saham jagoannya.

Impeknya, saham-saham yang disebutkan publik figur melejit dalam sekejap. Itu berarti, banyak yang beli saham rekomendasi dari orang terkenal ini, sehingga mengerek harga sahamnya.

Tindakan ini namanya pom-pom saham. Sebuah istilah di pasar modal. Pom-pom saham adalah suatu cara mengajak atau menghasut orang untuk membeli atau menjual saham di waktu tertentu.

Biasanya pom-pom saham dilakukan oleh oknum. Bisa juga bandar saham. Dan kini malah marak dari influencer.


Fenomena Influencer Saham

Influencer saham sedang jadi fenomena. Mulai dari artis, ustadz, sampai anak Presiden ramai-ramai merekomendasikan saham.

Yusuf Mansyur

Dai kondang, Ustadz Yusuf Manyur pernah merekomendasikan saham PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS) pada 2018. Tahun itu, pertama kalinya BRIS melantai di bursa efek.

Selanjutnya pendiri layanan fintech, PayTren ini juga aktif bersuara saat aksi merger tiga bank BUMN Syariah, termasuk salah satunya BRIS.

Yusuf Manyur kemudian mengomentari kinerja saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Lalu membahas pula saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF).

Berikutnya di akun Instagramnya, Pendiri Pondok Pesantren Daarul Qur’an tersebut juga memposting saham-saham BUMN karya, seperti WIKA, PTPP, ADHI, dan WSKT yang sedang mencatatkan kenaikan harga saham.

Kaesang Pangarep

Putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep mencuri perhatian netizen. Beberapa kali, ia mengunggah postingan saham di akun Twitter miliknya. Di antaranya KAEF, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Terakhir, Kaesang menjagokan saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) dengan membuat analisis sahamnya.

Raffi Ahmad dan Ari Lasso

Dua artis ini disemprit regulator pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI) karena aksi pamer sahamnya. Raffi Ahmad dan Ari Lasso sama-sama mempromosikan atau merekomendasikan saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS).


Artis Bukan Analis

Ngeliat artis atau publik figur pamer kinerja saham yang dikoleksinya emang bikin mupeng. Lalu akhirnya ikut-ikutan atau istilah kerennya FOMO (Fear Of Missing Out).

Jadi latah pengen beli saham yang sama, biar cuan juga. Beli saham bukan kayak beli kacang goreng. Asal pilih, tanpa pertimbangan. Apalagi cuma ngekor artis.

Perlu diingat, artis bukan analis saham. Rekomendasinya bisa saja salah dan bikin kamu jatuh miskin, termasuk buat pemula. Sudah keluar duit banyak untuk investasi saham, gegara FOMO beli saham yang dipromosikan influencer, harganya malah ambles.

Siapa yang buntung? Kamu juga kan. Mau nuntut ganti rugi ke artis atau publik figur? Ya gak bisa dong. Maka dari itu, cerdas dalam menyikapi fenomena pompom saham dari influencer dengan cara berikut ini:

1. Jangan gampang tergiur

Artis atau publik figur mungkin saja termasuk pemula di investasi saham. Belum punya banyak pemahaman tentang analisis teknikal dan fundamental tentang saham.

Kalau rekomendasi sahamnya hanya berdasarkan dia sedang cuan berlipat, bisa jadi karena faktor hoki. Bukan karena strategi dan hitung-hitungan yang pas.

Jadi, saring dulu setiap informasi yang masuk. Ini dilakukan agar kamu gak kena jebakan betmen karena tergiur saham yang disebutkan influencer.


2. Keuntungan sebanding dengan risikonya

Dalam berinvestasi, selalu ingat prinsip dasar bahwa keuntungan atau imbal hasil berbanding lurus dengan risikonya. Saham merupakan instrumen investasi yang dikenal high risk, high return. Keuntungan besar, risikonya pun tinggi.

Kalau kamu sudah mantap investasi saham, maka harus siap dengan risikonya. Pergerakan saham sangat fluktuatif, bak roller coaster. Rawan digoreng atau dimainkan pula, sehingga kalau lagi anjlok, bisa parah banget.

Jadi buat kamu yang gak kuat risikonya, lebih baik mundur atau beralih ke instrumen investasi lain yang aman.


3. Kenali perusahaan dan kinerjanya

Beli saham jangan karena hasutan, bujukan, rayuan, atau karena ikut-ikutan orang lain. Ini sama saja seperti beli kucing dalam karung.

Tetapi belilah saham lantaran kamu telah mengenali perusahaan dan reputasi pemiliknya. Semua itu dilakukan dengan cara analisis.

Di cek, yang punya siapa, laporan keuangannya masuk akal gak. Dalam laporan keuangan, dibedah lagi, misal utangnya wajar gak, valuasinya murah atau mahal, return on equity (ROE) atau tingkat pengembalian investasi minimal 15% atau kurang, dan lainnya.

Dengan begitu, beli saham pakai otak, bukan nafsu. Sehingga hasilnya pun jelas dan maksimal. Gak cuma 5% atau 10% saja, tetapi ratusan sampai ribuan persen.

Investasi Saham? Mulai dari Modal Kecil Saja

Gak usah iri kalau orang lain pamer keuntungan sahamnya. Kamu gak pernah tahu berapa banyak mereka rugi sebelumnya. Seperti Lo Kheng Hong, pernah rugi besar sebelum jadi konglomerat seperti sekarang dari investasi saham.

Buat pemula, gak perlu langsung hajar beli saham dalam jumlah banyak. Mulai saja dulu dengan modal kecil. Punya satu atau dua lot.

Begitu sudah tahu ilmunya, baru deh tambah modal investasi saham. Yang pasti gak usah takut ketinggalan. Utamakan analisis teknikal dan fundamental dalam jual beli saham.


sumber : cermati


Lebih lengkapnya silahkan klik :Saham Online

Analisa Saham ANTM dan INCO

Analisa Saham ANTM dan INCO

Analisa Saham ANTM

Saham ANTM ditutup menguat pada harga 1065 dengan kenaikan 2,89% pada perdagangan terakhir. Hal ini disertai dengan penurunan volume yang tidaksignifikan. Proses akumulasi saham ini terlihat baik.
Volatilitas saham ini berada pada area jenuh beli. Jika ditinjau dari trendnya, maka secara garis besar saham ini berada pada uptrend dengan kecenderungan penguatan.
Rekomendasi : Buy if Break 1065
Resistance : 1085 - 1150
Support : 1035 - 960

Analisa Saham INCO

Saham INCO ditutup menguat pada harga 3340 dengan kenaikan 3,08% pada perdagangan terakhir. Hal ini disertai dengan penurunan volume yang tidak signifikan. Proses akumulasi saham ini terlihat menarik.
Volatilitas saham ini berada pada area jenuh beli. Jika ditinjau dari trendnya, maka secara garis besar saham ini berada pada uptrend dengan kecenderungan penguatan.
Rekomendasi : BUY
Resistance : 3390 - 3500 - 3880
Support : 3240 - 3030 - 2810


Analisa Fundamental Saham ANTM | 19 September 2018


Proyeksi peningkatan kinerja fundamental PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) diperkirakan turut mendorong kenaikan harga sahamnya menembus Rp1.000.

Analis Mirae Asset Sekuritas Andy Wibowo Gunawan menyampaikan, pada 2018 kinerja keuangan ANTM diperkirakan meningkat signifikan seiring dengan pertumbuhan penjualan sejumlah komoditas utama perseroan, yakni emas, nikel, dan bauksit.

Pendapatan dan laba bersih ANTM pada 2018 diperkirakan masing-masing senilai Rp25,58 triliun dan Rp1,1 triliun. Kinerja itu meningkat signifikan dari realisasi 2017 masing-masing sejumlah Rp12,65 triliun dan Rp136 miliar.

“Pencapaian laba bersih semester I/2018 senilai Rp344,5 miliar mencakup 31,2% estimasi kami. Namun, Mirae tetap memertahankan proyeksi kinerja ANTM pada 2018,” paparnya dalam riset, dikutp Minggu (16/9/2018).

Per Juni 2018 pendapatan ANTM mencapai Rp11,81 triliun, melonjak 292,41% year-on-year (yoy) dari sebelumnya Rp3,01 triliun. Laba bersih sejumlah Rp344,45 miliar, berbalik dari rugi bersih pada semester I/2017 senilai Rp496,12 miliar.

Kendati meningkat signifikan secara tahunan, laba bersih ANTM pada kuartal II/2018 hanya sejumlah Rp98,8 miliar, turun 59,8% dari triwulan sebelumnya. Andy menyampaikan, penurunan laba secara kuartalan disebabkan tekanan selisih kurs Rp191,8 miliar.

Bila selisih kurs tidak dianggap, laba perseroan pada kuartal II/2018 mencapai Rp290,5 miliar, naik 18,3% dari triwulan sebelumnya. Selain itu, penurunan laba disebabkan ada sejumlah penjualan yang terealisasi pada semester I/2018 tetapi belum tercatat sehingga baru dibukukan pada semester selanjutnya.

Andy menuturkan, ANTM memang cukup terpapar risiko penurunan nilai tukar rupiah. Pasalnya, 71% total utang per Juni 2018 berada dalam mata uang dolar AS. Risiko lain yang membayangi kinerja perseroan ialah penurunan harga emas dan nikel global.

Secara keseluruhan, Andy memandang ANTM memiliki prospek yang positif. Oleh karena itu, dia merekomendasikan beli terhadap sahamnya dengan target harga Rp1.400. Target harga saham itu mencerminkan PER 17,3 kali, dan EV/EBITDA 12,x kali.

Analis Samuel Sekuritas Arandi Ariantara dan Sharlita Malik dalam laporannya memberikan rekomendasi beli terhadap saham ANTM dengan target harga Rp1.050. Salah satu sentiment pendorong ialah proyeksi bullish terhadap harga nikel.

Sampai dengan akhir 2018, harga nikel akan bergerak ke level US$13.500 per ton. Dengan demikian, rerata harga sepanjang tahun ini mencapai US$13.200 per ton.
http://market.bisnis.com/read/20180918/189/839350/saham-antam-antm-diprediksi-mengilap-harga-bisa-tembus-rp1.000

Analisa Saham ANTM | 1 Juni 2018

Analisa Saham ANTM

Analisa Saham ANTM
Saham ANTM kemarin ditutup di harga 865 dengan formasi candle yang membentuk Higher High plus Higher Low setelah Lower - High Lower Low. Ini artinya bullish reversal.

Volume mengalami kenaikan dan memotong VMA5 ke atas disertai akumulasi yang cukup baik dengan peningkatan.

Ketertarikan investor Saham ANTM ini berada dalam keadaan middle to overbought. Sementara saham ini masih dalam awal-awal uptrend.

Rekomendasi : BUY jika hari ini ditutup di atas 875

Target jika naik : 900 - 945
Resiko jika turun : 840 - 810

Silahkan dicek kembali. Untung-Resiko pada anda sendiri.

www.sahamonline.id

Watchlist Saham Moerdo | 1 Agustus 2018


Saham-saham pilihan saya adalah ERAA, INKP, PTBA, CARS, INDS, ANTM, CLEO, INDY, KREN, MBAP dan ESSA

Dari seluruh saham-saham pilihan saya, melihat hasil hari ini, kedepannya saya akan mengeluarkan INDS, ANTM, MBAP dan ESSA. Hal ini karena saham-saham tersebut sudah masuk dalam tahap sideways lagi. Saya akan menginformasikan kembali ketika ada momentum yang cukup bagus di kemudian hari.

Saat ini belum ada penambahan baru lagi pada list saham-saham pilihan saya.

Action yang bisa dilakukan terhadap saham-saham pilihan tersebut adalah:

ERAA --> Waiting for Breakout. Walaupun harga reject daripada level supportnya akan tetapi nampaknya masih akan bergerak menguat. Tunggu harga bergerak breakout menguat level resistance.

INKP --> Hold bagi swing trading dan Buang sebagian untuk short term trader. Khusus untuk short term trader, nampaknya di saham ini, ada beberapa aksi jual yang cukup tinggi dari pelaku pasar sehingga menyebabkan harga agak tertekan pada menjalang penutupan sesi 2.

PTBA --> Waiting for Breakout.
Hari ini ternyata sesuai dengan perkiraan saya kemarin, harga bergerak terbatas dan harga reject level 4280. Walaupun begitu, harga masih bergerak terbatas diatas level support.

CARS --> Hold. Harga masih bergerak terbatas. Jaga dengan EMA5, jika besok harga close dibawah EMA5, maka bisa take profit.

INDS --> Harga ternyata masih bergerak sideways sampai dengan hari ini dan tidak pernah close diatas level 2150. Saya akan mencabut/take out saham ini dari list saham pilihan saya.

ANTM --> Harga ternyata bergerak melemah kembali dan mengkonfirmasikan bahwa harga masih bergerak terbatas atau sideways. Bagi short term trader bisa jual sementara saham ini karena saham ini berpeluang sideways kembali. Saya akan mencabut/take out saham ini dari list saham pilihan saya.

CLEO --> Hold danJaga posisi harga dengan menggunakan EMA5.
Harga masih bergerak terbatas/sideways diatas support dan EMA5.

INDY --> Hold. Harga Hari ini bergerak melemah dan diperkirakan pergerakkan ini untuk menguji level support.

KREN --> Waiting. Menunggu Breakout level 740 untuk bisa diikuti. Saat ini harga masih berkutat di area konsolidasi.

MBAP --> Harga ternyata bergerak melemah kembali dan masuk kembali ke area sidewaysnya. Bagi short term trader direkomendasikan untuk jual sementara terlebih dahulu karena ada kecenderungan harga masih akan bergerak sideways cenderung turun. Saya akan mencabut/take out saham ini dari list saham pilihan saya.

ESSA --> Harga ternyata bergerak melemah dan mengkonfirmasikan bahwa harga gagal breakout dan harga masuk ke dalam level sideways kembali. Saya akan mencabut/take out saham ini dari list saham pilihan saya.

Source:
Moerdo.com

Analisa Saham TINS dan ANTM

Analisa Saham TINS dan ANTM

Saham TINS


Saat ini mencoba untuk mengakhiri tren turunnya apabila mampu menembus keatas downtrend resistance channelnya di level 1200. Indikator teknikal MACD bergerak naik dan mencoba untuk cross up keatas centreline, mengindikasikan bahwa saham ini masih cenderung bergerak positif. Apabila mampu menembus ke atas level 1200, maka TINS berpotensi menuju target di 1400, dengan minor target di 1300. Jika nantinya penguatan saham ini mampu berlanjut, maka TINS akan menuju target selanjutnya di level 1525.

Rekomendasi: Buy jika break out 1200. Batasi resiko jika kembali bergerak turun dan gagal bertahan di 1125.

Saham ANTM


ANTM akhirnya mampu break out dan keluar dari down trend channelnya, setelah berhasil menembus keatas resistance level 800. Bahkan ANTM telah berhasil mencapai target terdekat kami di 850 pada perdagangan hari ini. Jika dilihat indikator teknikal MACD yang masih bergerak naik dengan cross up keatas centreline, mengindikasikan bahwa saham ini masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya dengan bergerak positif menuju target di 950. Apabila nantinya ANTM mampu mempertahankan momentum penguatannya, maka saham ini berpeluang bergerak naik menuju target selanjutnya di area gap 1025-1040.

Rekomendasi: Hold. Trailing stop jika kembali turun dan gagal bertahan di 780.

Sumber:
Step Trader

Analisa Saham ANTM | 24 Juli 2018


ANTM saat ini masih berkonsolidasi. Setelah menutup minor gap dikisaran 865-875, ANTM mencoba untuk bergerak menguat lagi. Indikator teknikal Stochastic kembali golden cross, sedangkan MACD bergerak naik dan mencoba cross up keatas centreline. Dari kondisi teknikal ini, mengindikasikan bahwa saham ANTM masih cenderung bergerak positif dalam jangka pendek.  Target terdekat ke level kisaran 945-960. Apabila penguatan saham ini berlanjut, maka ANTM berpeluang menuju target berikutnya di kisaran 1015-1055.

Rekomendasi: Hold. Trailing stop apabila gagal bertahan dan close di bawah 865.

Sentimen positif jelang rilis kinerja laporan keuangan Q2/2018:

“ANTM mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional positif pada periode semester pertama tahun 2018, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Produksi dan penjualan feronikel, emas, bijih nickel dan bijih bauksit semua mencatatkan kinerja pertumbuhan yang positif, sehingga dapat menjadi katalis untuk mengangkat harga saham ANTM saat publikasi laporan keuangan Q2/2018 keluar nanti.”

Disclaimer ON

http://step-trader.com/2018/07/23/antm-moving-on-up/

Analisa Saham ESSA, TKIM dan ANTM

Saham ESSA


Setelah bertahan di suppot 240, saham ESSA mulai mencoba rebound dengan bergerak naik. Apabila mampu melewati 294, maka ESSA akan membentuk pola double bottom reversal pattern, dengan target teoritis menuju level 348 dan minor target di 320. Indikator teknikal MACD yang bergerak naik dan mulai cross up keatas centreline mengindikasikan bahwa saham ini mulai bergerak positif.

Rekomendasi: Spekulasi buy. Add position jika break out ke atas 294. Batasi resiko jika kembali turun dan gagal bertahan di 240.


Saham TKIM


TKIM saat ini berkonsolidasi minor pasca menembus resist line (garis putih) di kisaran 10500. Jika mampu bertahan di atas level ini dan melampaui level 10800, terbuka ruang bagi TKIM menguat menuju resisten major di 12500 hingga 13475. Kedepannya, kemapuan TKIM melampaui 2 target harga ini akan membuka ruang kenaikan dalam fase bullish kembali dengan potensi besar kembali ke level all time high di 18450 terlebih dahulu.

Rekomendasi: Speculative Buy jika break 10800. Stoploss level 9600 (high entry risk).


Saham ANTM


ANTM mencapai target pelemahan pola bearish head and shoulders seperti yang diulas dalam ANTM Berbalik Arah. Saat ini pelemahan ANTM tertahan di support 915. Jika ANTM mampu bertahan di atas level ini, ANTM berpeluang rebound. Namun jika ANTM tidak mampu bertahan di atas support 915,ANTM berisiko melanjutkan pelemahan menuju target penurunan lanjutan di 830-850.

Rekomendasi: Pantau terlebih dahulu, apakah mampu bertahan di atas support 915 atau tidak.

[ANTM] Arif Baharudin Tambah Saham ANTM

antam

Arif Baharudin selaku Komisaris PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) telah melakukan pembelian sahamnya pada tanggal 2 Februari 2021.

Menurut keterangan tertulis Arif Baharudin pada keterbukaan Informasi menyampaikan bahwa telah membeli saham ANTM sebanyak 400 ribu lembar saham di harga Rp2.500 per saham. Dengan demikian Arif mengeluarkan dana sebesar Rp1 miliar.

"Tujuan pembelian saham adalah untuk Investasi dengan kepemilikan langsung,"tutur Arif.

Pasca penjualan saham, maka kepemilikan Arif Baharudin atas saham ANTM bertambah menjadi sebanyak 2.270.000 lembar saham atau setara dengan 0,0094% dibandingkan sebelumya sebanyak 1.870.000 lembar saham setara dengan 0,0078%. (end)

Sumber: IQPLUS

Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia | 11 Oktober 2017

Market Review 11 Oktober 2017
(Investment Information Team,  Mirae Asset Sekuritas Indonesia)

IHSG ditutup melemah 22 poin (-0.38%) ke level 5,882.787 pada perdagangan hari ini. Tercatat 152 saham menguat dan 196 saham melemah. Mayoritas sektor melemah dipimpin oleh pelemahan sektor infrastructure sebesar 1.62%. Sementara, sektor miscellaneous industry menguat tertinggi dengan ditutup naik 0.43%. Investor asing mencatatkan transaksi net sell sejumlah Rp800 miliar di seluruh Pasar hari ini. US Dollar menguat 18 poin (+0.13%) terhadap Rupiah, sehingga Rupiah melemah ke level Rp13,530 terhadap US Dollar di akhir perdagangan.

Advance Stocks:

- MTWI: Pada perdagangan perdananya, harga saham MTWI ditutup menguat Rp70 (+70.00%) ke level Rp170. Perusahaan asuransi PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI0 resmi mencatatkan saham perdananya di BEI pada perdagangan hari ini. Perseroan melepas 310 juta saham ke publik. Saham pendiri yang tercatat 1,21 miliar saham. Jadi total saham tercatat 1,52 miliar saham. Perusahaan melepas saham dengan harga Rp 100 dan nominal Rp 100. Dana yang diperoleh dari penawaran saham publik ini sebesar Rp 31 miliar. Sementara, kapitalisasi pasar perseroan menjadi Rp 152,58 miliar. Perseroan menggunakan 100 persen dana dari penawaran saham ke publik untuk memperkuat modal kerja.

- JSMR: Menguat selama empat hari berturut-turut, harga saham JSMR ditutup menguat Rp150 (+2.53%) ke level Rp6.075 pada perdagangan hari ini. JSMR berencana menjual kepemilikan jalan tol di atas Laut Bali Mandara. Hasil penjualan jalan tol yang dioperasikan oleh PT Jasa Marga Bali Tol itu akan digunakan untuk pembangunan ruas-ruas jalan tol baru. Saat ini, perseroan mengaku masih dalam tahap awal untuk menjajaki minat investor. Penawaran penjualan pun belum dilakukan secara resmi dan terbuka.

- PGAS: Harga saham PGAS ditutup menguat Rp10 (+0.71%) ke level Rp1.415 hari ini. Penyaluran gas PGAS sepanjang triwulan III/2017 naik 17% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Kenaikan ini dikontribusikan dari peningkatan konsumsi gas baik yang berasal dari sektor industri maupun dari sektor kelistrikan. Salah satunya upaya untuk mendongkrak konsumsi gas bumi yakni, PGN memperluas jaringan gas bumi ke Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten.

- ADHI: Di akhir perdagangan hari ini, harga saham ADHI ditutup menguat Rp30 (+1.49%) ke level Rp2.040. ADHI akan memperoleh dana Rp 5 triliun. Dana ini merupakan pembayaran dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) atas pengerjaan proyek light rail transit (LRT) Fase I. Hingga akhir tahun ini, diperkirakan masih ada lagi dana sekitar Rp 1 triliun yang bakal dikeluarkan untuk LRT.Dus, sepanjang 2017, ADHI bakal menalangi investasi LRT sekitar Rp 5 triliun. Nilai inilah yang bakal dibayarkan KAI.

Decline Stocks:

- ANTM: Harga saham ANTM ditutup melemah Rp20 (-3.03%) ke level Rp640 hari ini. ANTM telah mengeluarkan biaya eksplorasi preliminary sebesar Rp1,32 miliar untuk bulan September 2017 dimana kegiatan eksplorasi fokus pada komoditas emas, nikel dan bauksit. Kegiatan eksplorasi emas ANTAM dilaksanakan di Pongkor, Jawa Barat, eksplorasi luar negeri dan tinjauan ke beberapa daerah prospek. Total biaya eksplorasi preliminary emas ANTAM pada bulan September 2017 mencapai Rp409,74 juta. Total biaya eksplorasi preliminary nikel ANTAM pada bulan September 2017 mencapai Rp910,73 juta.

- LPPF: Di akhir perdagangan, harga saham LPPF ditutup melemah Rp300 (-3.15%) ke level Rp9.200. LPPF tetap memantau kinerja penjualan gerainya tahun ini namun belum tentu mengarah pada penutupan toko tambahan. Perseroan telah menutup 2 gerainya di Jakarta pada tahun ini. Tahun depan, perseroan berencana membuka 6-8 gerai baru. LPPF dan The Walt Disney Company South Asia telah menandatangani kesepakatan multiyears dimana beragam produk eksklusif Walt Disney seperti karakter Disney, Marvel dan Star Wars dapat ditemukan di gerai Matahari.

- TLKM: Harga saham TLKM ditutup melemah Rp130 (-2.86%) ke level Rp4.400 pada perdagangan hari ini seiring dengan beredarnya berita sangkaan mengenai hancurnya satelit Telkom-1. Ditambah, pernyataan yang cenderung manipulatif yang diberikan direksi perseroan memberi kesan bahwa perseroan tengah melakukan kebohongan publik.

Analisa IHSG Penutupan 5 Mei 2017


IHSG menguat untuk hari kedua dan menutup perdagangan akhir pekan ini di zona positif dengan menguat 13 poin (+0.24%) ke level 5,683.377. Sektor-sektor ditutup variatif dipimpin oleh penguatan sektor property (+1.27%) dan pelemahan sektor mining (-1.74%). Tercatat 155 saham menguat dan 176 saham melemah hari ini. Setelah mencatatkan net sell pada perdagangan kemarin, investor asing kembali mencatatkan transaksi net buy hari ini sebesar Rp691 miliar di seluruh Pasar. US Dollar menguat 2 poin (+0.01%) terhadap Rupiah, sehingga Rupiah melemah ke level Rp13,330 terhadap US Dollar di akhir perdagangan hari ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) pada hari ini merilis data ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun 2017 yang mencatatkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5.01% YoY dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang tercatat 4.92%. Secara kuartalan, PDB Indonesia pada kuartal I-2017 tercatat mengalami penurunan sebesar 0.34% QoQ.

Unusual Market Activity (UMA)
- PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) dan PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA)
Bursa Efek Indonesia (BEI) menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham PTSN dan MINA yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham tersebut.

Advance Stocks:

- CLEO: PT Sariguna Primatirta Tbk resmi melantai di BEI setelah melakukan Initial public offering/IPO. Jumlah saham CLEO yang dicatatkan yakni 2,2 miliar saham. Nilai nominal saham yakni Rp 100 per saham, dengan harga penawaran saham sebesar Rp 115 per saham, sehingga dari aksi tersebut, perseroan sukses menghimpun dana segar sebesar Rp51,75 miliar. Sebagian besar dana hasil go public untuk membeli mesin yang akan digunakan sebagai penunjang operasional pabrik tahun ini, termasuk juga rencana membangun dua pabrik baru. Pada perdagangan perdananya hari ini, harga saham CLEO ditutup menguat Rp80 (+69.56%) ke level Rp195.

- PTPP: Setelah melemah empat hari berturut-turut pada perdagangan sebelumnya, harga saham PTPP ditutup menguat di akhir pekan ini sebesar Rp280 (+10.37%) ke level Rp2.980. PTPP membukukan kontrak baru Rp6,67 triliun selama kuartal I/2017, meningkat 38% dibanding Rp4,83 triliun pada periode yang sama 2016.

- TBLA: Pendapatan TBLA naik menjadi Rp2,23 triliun hingga periode 31 Maret 2017 dibandingkan pendapatan Rp1,02 triliun di periode sama tahun sebelumnya. Laba bersih yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk juga meningkat mencapai Rp278,16 miliar dari laba Rp65,21 miliar tahun sebelumnya. Harga saham TBLA menguat Rp75 (+5.85%) ke level Rp1.355 pada penutupan perdagangan hari ini.

- NRCA: Harga saham NRCA ditutup menguat Rp14 (+3.3%) ke level Rp438 pada perdagangan hari ini. NRCA berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp 1 triliun sepanjang 4M17, setara 30,3% dari target kontrak Rp3,3 triliun di 2017. Dengan pencapaian kontrak anyar tersebut maka total kontrak yang dihadapi NRCA saat ini mencapai Rp 4,5 triliun, di mana Rp 3,5 triliun merupakan carry over tahun 2016.

- WOMF: Menutup perdagangan akhir pekan ini, harga saham WOMF menguat Rp14 (+8.91%) ke level Rp171. Hingga 1Q17, WOMF mencatatkan laba bersih sejumlah Rp27,7 miliar, meningkat 33% YoY dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan perseroan juga meningkat hampir 10% mencapai Rp503,9 miliar. Pencapaian tersebut didorong oleh efisiensi berbisnis perseroan. Kenaikan laba juga didukung membaiknya posisi non performing finance sehingga pencadangan berhasil ditekan

Decline Stocks:

- MEDC: Harga saham MEDC melemah untuk hari kedua dan ditutup turun Rp60 (-2.31%) ke level Rp2.530 pada perdagangan hari ini. MEDC akan meminta persetujuan dari pemegang saham untuk melakukan pemecahan nilai saham (stock split) 4:1 pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang akan diselenggarakan pada 16 Juni mendatang. Perseroan juga tengah melakukan finalisasi rencana melakukan rights issue yang akan diajukan kepada OJK.

- INCO, ANTM: Harga saham INCO dan ANTM melanjutkan pelemahan hingga perdagangan akhir pekan seiring dengan pelemahan harga nikel ke level terendahnya dalam lebih dari 10 bulan. Persediaan nikel di London Metal Exchange (LME) meningkat 210 ton menjadi 380.712 ton. LME Nickel melemah 5.3% pekan ini.  Harga saham INCO dan ANTM kembali ditutup melemah masing-masing Rp70 (-3.41%) ke level Rp1.980 dan Rp15 (-2.32%) ke level Rp630 pada perdagangan hari ini.

Market Review 5 Mei 2017
(Investment Information Team,  Mirae Asset Sekuritas Indonesia)