google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Pola Flag dan Pennant dalam Analisis Saham Langsung ke konten utama

Pola Flag dan Pennant dalam Analisis Saham

Pola Flag dan Pennant adalah pola kelanjutan. Mereka diperdagangkan dengan cara yang sama, tetapi masing-masing memiliki bentuk yang sedikit berbeda. Istilah Flag dan Pennant sering digunakan secara bergantian.

Pola Flag dan Pennant terbentuk ketika harga rally tajam, kemudian bergerak ke samping atau sedikit ke bawah. Gerakan menyamping ini biasanya mengambil bentuk atau persegi panjang (Flag) atau segitiga kecil (Pennant). Gambarlah trendline di sepanjang pasang surut price action saat sideways. Kenaikan harga yang tajam sebelum Flag atau Penant disebut Flag Pole.

Periode sideways sering diikuti oleh kenaikan tajam lainnya. Di sinilah peluang perdagangan masuk. Setelah Flag Pole dan Flag atau Pennant telah terbentuk, pedagang mengawasi harga untuk breakout di atas bendera atas / trendline panji. Ketika ini terjadi, maka kita siap Beli Saham.

pola flag pennant saham bullish
pola flag pennant saham bullish

Pola pada gambar di atas adalah bullish, karena pola dimulai dengan reli tajam. Ada juga pola bearish, di mana harga turun tajam kemudian membentuk bendera atau panji. Dengan pola ini, perhatikan harga ketika breakdown di bawah Flag / Pennant.

pola flag pennant saham bearish
pola flag pennant saham bearish
Jika sedang dalam posisi Short (jual saham) pada breakout downside, letakkan stop loss di atas tinggi Flag / Pennant (bukan Flag Pole).

Jika sedang dalam posisi Long dimulai pada breakout ke atas, letakkan stop loss di bawah harga rendah Flag atau Pennant (bukan Flag Pole).

Target Harga

Konsep di balik pola Flag dan Pennant adalah bahwa momentum yang terlihat selama fase Flag Pole dapat berlanjut setelah pola selesai. Oleh karena itu, ukur ukuran Flag Pole, lalu tambahkan panjang itu ke bagian bawah Flag / Pennant untuk pola bullish.

target harga pola flag pennant saham
target harga pola flag pennant saham saat bullish

Untuk pola bearish, kurangi panjang Flag Pole dari atas Flag / Pennant.

target harga pola flag pennant saham saat bearish
target harga pola flag pennant saham saat bearish

Kesimpulan

Flag dan Pennant muncul di tren naik dan turun. Fokus pada perdagangan breakout naik dari pola bullish selama tren naik. Sementara penembusan sisi bawah mungkin mengindikasikan harga bisa bergerak lebih rendah untuk sementara waktu, mengambil posisi Short selama tren naik adalah tidak tepat.

Demikian pula, jika suatu aset cenderung lebih rendah, fokuslah pada penembusan downside perdagangan dari pola bearish.

Karena Flag Pole bisa sangat besar, dan ukuran Flag / Pennant cukup kecil, jenis pola ini menghasilkan rasio risiko / imbalan yang menguntungkan. Target imbalan atau keuntungan didasarkan pada pergerakan kuat Flag Pole. Stop loss, di sisi lain, didasarkan pada area kecil yang membentuk Flag / panji. Potensi penghargaan pada perdagangan ini seringkali melebihi risiko tiga kali lipat, atau lebih.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Saham ? Pengertian, Contoh, Jenis, Keuntungan, Resiko

Apa itu Saham? Saham adalah jenis surat berharga yang menandakan kepemilikan secara proporsional dalam sebuah perusahaan penerbitnya. Saham kadang disebut ekuitas. Saham memberikan hak kepada pemegang saham atas proporsi aset dan pendapatan perusahaan.  Saham pada umumnya  dijual dan dibeli di bursa saham . Akan tetapi saham juga dijual secara pribadi. Transaksi saham harus sesuai dengan peraturan pemerintah yang dimaksudkan untuk melindungi investor dari praktik penipuan.  Secara historis, investasi saham telah mengungguli sebagian besar investasi lainnya dalam jangka panjang. Investasi saham dapat dilakukan melalui broker saham online atau sekuritas saham yang terdaftar di lembaga yang mengaturnya di sebuah negara.  Sebuah perusahaan terbuka menerbitkan / menjual saham dalam rangka mengumpulkan dana untuk menjalankan bisnisnya. Pemegang saham, ibaratnya telah membeli secuil perusahaan dan memiliki hak atas sebagian aset dan pendapatannya. Dengan...

PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) Dapatkan Rating Negatif

MOODYS UBAH PROSPEK SPINDO DARI STABIL MENJADI NEGATIF. IQPlus, (23/08) - Moodys Investor Service merubah prospek PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) menjadi negatif dari stabil dimana pada saat yang sama menegaskan peringkat B2 corporate family rating perseroan. "Perubahan prospek menjadi negatif mencerminkan espektasi Moodys dimana gross margin Spindo masih mendapatkan tekanan karena volatilitas harga baja dalam 12-18 bulan ke depan yang menghasilkan peningkatan leverage dan cakupan bunga yang lemah," ujar Brian Grieser, vice president Moodys. Karena baja menyumbang hingga 95% dari harga pokok penjualan, Spindo terkena fluktuasi harga baja global dan domestik. Meski perusahaan menggunakan model biaya plus harga, Spindo tidak sepenuhnya meneruskan peningkatan harga baja kepada pelanggannya secara tepat waktu. Akibatnya margin kotor Spinti turun menjadi 15% dalam 12 bulan di Juni 2018 dari 18% di 2017 dan 25% di 2016. "Selain itu tingkat utang Spindo meningkat ka...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...