Cara Memilih Broker Saham Online yang Baik

Apakah Anda ingin membuka akun trading dan investasi saham? Apa saja yang harus Anda pertimbangkan dalam memilih broker atau sekuritas saham? Memilih online atau offline? Bagaimana cara tahu mana yang terbaik?

Cara Memilih Broker Saham Online yang Baik

Perusahaan sekuritas atau broker di Indonesia sudah banyak sekali. Banyak di antara mereka yang menjadi anggota Bursa Efek Indonesia. Kondisi ini berbeda dengan dahulu, dimana memilih perusahaan broker/sekuritas relatif lebih susah.

Faktor keamanan menjadi salahsatu pertimbangan utama dalam memilih broker saham. Ini karena pernah terjadi kasus penyalahgunaan rekening milik nasabah.

Saat ini, memilih broker saham atau perusahaan sekuritas menjadi lebih mudah. Pemerintah sudah mengaplikasikan berbagai undang-undang yang membuat investasi saham menjadi jauh lebih aman.

Satu dari banyak UU yang diberlakukan oleh pemerintah yaitu contohnya adalah dilakukan pemisahan antara dana milik nasabah dan milik sekuritas. Saat ini semua dana nasabah disimpan di RDI (Rekening Dana Investor).

Dana nasabah yang ditempatkan di RDI dijamin pemerintah melalui peran PT Penyelenggara Program Perlindungan Investor Efek Indonesia (PPPIEI), atau juga dikenal dengan nama SIPF (Securities Investor Protection Fund).

Saham yang dipunyai nasabah kemudian menjadi aman karena disimpan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), bukan di sekuritas. Jadi dana dan saham milik nasabah dijamin keamanannya oleh pemerintah secara langsung.


Pengertian Broker/Pialang/Sekuritas Saham

Broker (pialang), bisa juga disebut dengan Perantara Pedagang Efek, adalah perusahaan yang aktivitas utamanya yaitu berdagang efek yang terdaftar di bursa saham, yang memiliki izin dan kuasa untuk melakukan transaksi tersebut.

Broker Saham dibutuhkan oleh investor saham dalam rangka melakukan aksi jual beli di pasar saham.

Ini misalnya semacam bila Anda ingin membeli beras, Anda tidak perlu ke sawah, namun Anda hanya perlu datang ke toko minimarket.

Demikian juga jika Anda ingin membeli saham sebuah perusahaan, Anda juga tidak perlu pergi dan berhubungan langsung dengan perusahaan tersebut, melainkan Anda bisa membelinya melalui yang kita sebut dengan broker saham ini.

Kriteria Memilih Broker Saham / Sekuritas

Pada intinya broker/sekuritas hanya berguna sebagai perantara transaksi trading saham saja.

Dengan adanya undang-undang pengaman dari pemerintah, bila saat ini investor ingin memilih sekuritas atau broker, maka bisa lebih difokuskan pada kemudahan dan pelayanan yang diberikan oleh sekuritas yang ada.

Mencari broker saham, tidak hanya untuk pelayanan pembukaan rekening dana investor di awal. Ketika Anda melakukan trading saham, Anda memerlukan hubungan yang intens dengan broker yang melayani trading Anda. Di bawah ini adalah beberapa hal yang bisa menjadi kriteria dalam memilih broker saham / sekuritas:


Kriteria 1 : Broker Terdaftar sebagai Anggota Bursa

Broker juga diketahui adalah perantara pedagang efek. Sebuah korporasi yang berprofesi sebagai broker tentu wajib memiliki sertifikat perantara pedagang efek, dan terdaftar oleh Bursa Efek Indonesia sebagai bagian dari anggota bursa.

Broker yang Anda pilih merupakan wakil dari perusahaan sekuritas Anda, karena itu, Anda perlu mengecek apakah broker Anda memiliki sertifikasi WPPE (Wakil Perantara Pedagang Efek)

Kriteria 2 : Besarnya Setoran Awal

Besarnya setoran awal guna melakukan investasi saham biasanya bervariasi, dari Rp100.000 hingga Rp100.000.000. Besarnya setoran awal yang berbeda ini disebabkan ada sekuritas yang membidik komunitas mahasiswa, dan ada pula sekuritas yang mentarget kelompok eksekutif.

Untuk kenyamanan Anda, berusahalah untuk mencari sekuritas yang mempunyai fasilitas deposit dan penarikan dana yang cepat dan mudah.

Kriteria 3 : Fee Transaksi Broker

Fee transaksi broker merupakan uang yang dibayarkan oleh investor setiap terjadi transaksi baik beli ataupun jual. Biasanya komisi jual lebih besar 0,1% dibandingkan dengan komisi beli.

Rata-rata komisi beli guna pembelian saham berkisar antara 0,1% hingga 0,3%. Di lain sisi, untuk komisi jual berada di antara 0,2% hingga 0,4%.

Sudah pasti investor mencari komisi yang sekecil mungkin, tapi perlu dipikirkan, ada kalanya broker yang menetapkan komisi rendah, mempunyai batas minimal komisi per hari, hal ini dapat memberikan pengaruh pada strategi harian Anda.

Untuk memperoleh persetujuan komisi yang rendah, biasanya investor dapat berdiskusi dengan sekuritas/broker. Jika dana investor cukup besar, biasanya mudah untuk memperoleh komisi yang rendah.

Selain itu, dengan melakukan investasi memakai sistem online trading, komisi transaksi biasanya relatif rendah.


Kriteria 4 : Analisis, Berita dan Rekomendasi Saham

Analisis, Berita dan Rekomendasi Saham harian yang diberikan oleh broker, bisa berguna jika Anda tidak dapat atau tidak memiliki waktu untuk analisis saham sendiri.

Broker saham yang baik itu biasanya akan memberi rekomendasi saham yang bisa dipertanggungjawabkan, bukan gosip dan scientific. Broker yang baik juga memberi pertimbangan tentang bagaiimana risiko serta dapat berdiskusi dengan baik dengan para nasabah.

Kriteria 5 : Fasilitas Transaksi

Secara konvensional, aktifitas transaksi saham umumnya dieksekusi di kantor broker, yang dipesan oleh nasabah melalui telepon. Akan tetapi jika Anda menginginkan keleluasaan untuk bertransaksi, Anda bisa memilih pada sekuritas yang mempunyai fasilitas online trading, baik via internet, komputer, atau smartphone.

Kriteria 6 : Rekening Dana Investor

Jika rekening tabungan yang Anda punya tidak sama dengan RDI, Anda biasanya dikenakan tambahan biaya saat melakukan top up dana atau menarik dana.

Saham PBRX | Emiten Garmen Jemput Peluang di Tengah Tantangan


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri garmen dan tekstil masih optimistis dengan prospek bisnis tahun ini. Meski menghadapi tantangan fluktuasi kurs, daya beli, hingga efek politik, para produsen terus memaksimalkan kinerja bisnisnya.

PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY), misalnya, mulai menggenjot penjualan saat memasuki kuartal kedua tahun ini. "Mulai bulan Mei sudah ada peningkatan penjualan menjelang Lebaran," ungkap Tirta Heru Citra, Direktur PT Ricky Putra Globalindo Tbk kepada KONTAN, Minggu (19/5).

Dia mengatakan, manajemen harus tetap optimistis menyambut permintaan pasar meski di awal tahun ini masih mengalami perlambatan. Berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2019, pendapatan RICY turun 30% year on year (yoy) menjadi Rp 364,95 miliar. "Untuk tiga bulan pertama 2019 di luar ekspektasi. Pelanggan kami semua wait and see, sehingga tidak mau stok barang," kata Tirta.

Adapun penyumbang penurunan terbesar pendapatan berasal dari produk spinning untuk pasar lokal. Di kuartal I-2019, penjualan produk spinning senilai Rp 100,4 miliar, merosot 61% dibandingkan realisasi kuartal I-2018 sebesar Rp 263,54 miliar.

Sementara itu penjualan pakaian dalam RICY di pasar lokal tetap bertumbuh 6,2% (yoy) menjadi Rp 117,01 miliar di kuartal I-2019. Penjualan pakaian luar di pasar ekspor juga tumbuh sebesar 6% (yoy) menjadi Rp 87,58 miliar.

Ekspansi belum banyak dilakukan lantaran utilitas pabrik RICY hanya sekitar 80%. Artinya, masih ada ruang untuk mengerek utilitas pabrik.

Kini kapasitas pabrik garmen Ricky Putra sebesar 30 juta potong pakaian per tahun. Dus, mereka yakin bisa meraih pertumbuhan berkisar 10% hingga 15% pada tahun ini.

Produsen tekstil lainnya, PT Trisula International Tbk (TRIS) juga diklaim bakal mengalami peningkatan penjualan saat Lebaran. Kresna Wilendrata, Corporate Secretary PT Trisula International Tbk menyebutkan, penjualan di saat Lebaran berpotensi menanjak 10%-15% dibandingkan bulan-bulan biasa.

Itulah sebabnya TRIS memperbanyak produk sesuai permintaan pasar yang meningkat seperti baju koko dan kasual. "Juga menyediakan baju Lebaran yang lebih banyak pilihan warna, motif dan detail. Lalu memastikan inventory kami agar bisa sesuai target," ungkap dia, kemarin.

Sepanjang kuartal I-2019, Trisula meraih pertumbuhan penjualan 22% (yoy) menjadi Rp 243,35 miliar di kuartal I-2019. Penjualan TRIS didominasi segmen ekspor yang kontribusinya mencapai 83% dari total pendapatan. Porsi ekspor meningkat 27% (yoy) menjadi Rp 202,13 miliar pada kuartal I-2019.

PT Pan Brothers Tbk (PBRX) juga tak menyangkal pasar garmen dan tekstil masih prospektif. Dus, manajemen PBRX meyakini target pertumbuhan 10%-15% di tahun ini akan terwujud. "Apalagi kalau benar bea masuk China ke Amerika Serikat naik signifikan, kami mengharapkan next year order ke AS akan naik," ujar Sekretaris Perusahaan PBRX, Iswar Deni, kemarin.

Saham PTBA dan UNTR | Emiten Pacu Penjualan Batubara Kalori Tinggi


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang kuartal pertama tahun ini, kinerja keuangan sejumlah emiten tambang batubara tergencet penurunan harga batubara. Demi mempertahankan kinerja, produsen menerapkan strategi menekan biaya produksi atau efisiensi sekaligus mengerek produksi batubara berkalori tinggi.

Salah satunya adalah PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Emiten ini memproyeksikan volume penjualan batubara kalori tinggi atau high calorie value (HCV) sebesar 3,9 juta ton di sepanjang 2019. Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam Tbk, Suherman mengemukakan, hingga April tahun ini, volume penjualan batubara berkalori tinggi mencapai 526.000 ton.

Sebagian besar dari target penjualan HCV sebanyak 3,9 juta tahun ini sudah menggenggam kontrak jual beli. "Pasar utama batubara kalori tinggi PTBA seperti Jepang, Filipina, Malaysia, Srilangka, dan pasar dalam negeri. Pembelinya sebagian besar Jepang dan Filipina," ungkap dia kepada KONTAN, Sabtu (18/5).

Emiten anggota indeks Kompas100 ini, mulai mengembangkan tambang HCV sejak pertengahan tahun lalu. Saat ini, mereka fokus mengoptimalkan cadangan tambang existing. Alasannya, jumlah sumber daya dan cadangan tertambang batubara yang dimiliki PTBA masih cukup besar. "Namun tidak tertutup kemungkinan kami menambah cadangan, jika ada sumber lain yang prospektif dan ekonomis," sebut Suherman.

Sedangkan cadangan tertambang batubara HCV PTBA sebesar 3% dari total cadangan tertambang. Hingga April tahun ini, porsi penjualan batubara kalori tinggi PTBA mencapai lebih dari 6% terhadap total penjualan batubara.

Di sepanjang kuartal pertama tahun ini, PTBA mengantongi pendapatan Rp 5,34 triliun, atau menurun 7,1% dibandingkan tahun sebelumnya Rp 5,75 triliun. Laba bersihnya juga menurun sekitar 21,38% year on year (yoy) menjadi Rp 1,14 triliun.

Produsen tambang lainnya, yakni PT United Tractors Tbk (UNTR) juga terus meningkatkan target volume produksi batubara pada tahun ini. Sekretaris PT United Tractors Tbk, Sara K Loebis mengatakan, dari tiga konsesi tambang yang dimiliki, dua di antaranya memproduksi thermal coal berkalori tinggi, dan satu produksi coking coal. "Penjualan tahun lalu sekitar 5,5 juta ton, target tahun ini sekitar 7 juta ton, belum termasuk off takes," tutur dia kepada KONTAN, kemarin.

Hingga kuartal I 2019, anak usaha Grup Astra ini telah memproduksi thermal coal sebanyak 2,24 juta ton, sementara produksi batubara kokas sebesar 325.000 ton. Berdasarkan berita KONTAN sebelumnya, beberapa anak usaha UNTR yang bergerak di bisnis pertambangan seperti PT Tuah Turangga Agung (TTA) memproduksi batubara dengan kandungan kalori di atas 6.000 kilokalori per kilogram (kkal/kg).

Namun Sara enggan menyebutkan harga jual batubara mereka saat ini. Yang terang, salah satu keuntungan memproduksi batubara kalori tinggi adalah harga jual batubara yang lebih tinggi.

Sementara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melalui anak usaha PT Arutmin Indonesia membidik batubara kalori tinggi sebesar 9 juta ton, tumbuh 80% ketimbang tahun lalu sebesar 5 juta ton. Selain Arutmin, anak usaha lainnya PT Kaltim Prima Coal juga memproduksi batubara kalori tinggi. "Kami berharap menghasilkan 30% batubara berkalori tinggi dan 70% batubara sedang atau rendah dari total target produksi 88-90 juta ton," kata Dileep Srivastava, Direktur BUMI, kemarin.

Selama periode Januari hingga Maret tahun ini, BUMI mengantongi pendapatan senilai US$ 234,16 juta, atau menyusut 24,58% dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 310,47 juta. Alhasil, laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk ikut menurun 46,27% (yoy) menjadi US$ 48,44 juta.

Saham BBTN | BTN RAMADHAN FAIR TARGETKAN 2.200 PENGUNJUNG


IQPlus, (20/05) - Bank BTN menggelar bazar bertajuk Ramadhan Fair 2019 dengan menargetkan sebanyak 2.200 pengunjung dalam acara tersebut.

Consumer Bisnis Head UUS BTN Fitri kepada Antara di Jakarta melalui pesan tertulis menyampaikan bahwa Ramadhan Fair kali ini juga akan menampilkan berbagi produk UMKM binaan.

Transaksi dalam Ramadhan Fair akan menggunakan aplikasi Linkaja dan juga debit kartu BTN sendiri. Ramadhan Fair merupakan acara tahunan untuk memeriahkan semangat ramadhan.

Lebih dari gerai dan produk nasional juga hadir dalam bazar tersebut seperti Ambalantik, Kimia Farma, Kalbe Farma, Shafira, HijUp dan lainnya dengan tawaran diskon hingga 70 persen.

Upaya ini merupakan salah satu cara Bank BTN meningkatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan jumlah rekening baru.

Sebelumnya, pada tahun 2018 Ramadan Fair ditargetkan bisa membukukan 2.500 transaksi dan pendapatan non bunga sebesar Rp 100 juta dengan mengoptimalkan transaksi non tunai. Adapun transaksi non tunai Bank BTN terus menanjak, didorong peningkatan transaksi online di e-commerce.

Per Mei 2016, dari jumlah transaksi non tunai sebesar 96.899 hanya 4.079 di antaranya adalah transaksi online. Namun, Mei 2017, transaksi non tunai meningkat 34 persen menjadi 130.797 transaksi dibandingkan posisi Mei 2016.(end)

Saham JSMR | Lebaran Idul Fitri Kembali Memberikan Berkah Bagi Jasa Marga (JSMR)


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manajemen PT Jasa Marga Tbk (JSMR) akan melayani arus mudik dan arus balik pada momentum Lebaran tahun ini. Pengelola jalan tol pelat merah tersebut memproyeksikan volume kendaraan yang melintas di jalan tol mereka berpotensi menanjak pada tahun ini. 

Khusus untuk arus mudik dan arus balik Lebaran, ruas jalan tol yang paling dominan mencatatkan trafik kencang adalah jalan tol Jakarta-Cikampek (Japek) menuju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Potensi pertumbuhan trafik di ruas jalan tol tersebut sebesar 7%.

Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga Tbk, Agus Setiawan, menjelaskan pihaknya melihat arus mudik di jalan tol yang mereka kelola akan didominasi oleh kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabodetabek menuju arah Barat, Selatan dan Timur. "Jadi, arus kendaraan akan menuju ke Sumatra, Bogor Cileunyi, serta bakal didominasi ke arah Jawa Tengah/Jawa Timur dengan kenaikan sebesar 7% dibanding tahun lalu," ujar dia kepada KONTAN, Jumat (17/5) .

Untuk arah Selatan, pada H-7 hingga H-1 akan ada peningkatan hingga 5,43% dibandingkan dengan momentum Lebaran pada tahun lalu. Sedangkan untuk tahun ini, Agus memproyeksikan bakal ada 202.630 unit kendaraan dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 192.200 unit kendaraan. Sementara untuk Gerbang Tol Kalihurip Utama diperkirakan meningkat 12,48% menjadi 369.921 unit kendaraan dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 328.886 unit kendaraan.

Adapun untuk arah Barat pada gerbang tol Cikupa, pada H-7 hingga H-1 akan ada peningkatan 5,08% dibandingkan Lebaran 2018. Pada tahun ini, gerbang tol tersebut bakal dilintasi sebanyak 369.237 unit kendaraan dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 351.383 kendaraan.

Kemudian trafik dari arah Timur melalui Gerbang Tol Cikampek Utama diproyeksikan meningkat 6,80% year on year (yoy). Pada tahun ini, setidaknya ada potensi trafik sebanyak 442.041 unit kendaraan yang melintas dibandingkan Lebaran 2018 sebanyak 413.880 unit kendaraan.

Terkait dengan peningkatan volume kendaraan selama periode arus mudik H-7 hingga H-1 Lebaran, Agus enggan menyampaikan proyeksi kontribusi pendapatan. 

Kinerja jalan tol

Sementara itu, Analis NH Korindo Sekuritas Firman Hidayat memprediksikan pendapatan Jasa Marga pada periode tersebut berkisar 15% hingga 20% dari target pendapatan pada akhir tahun. Menurut dia, meskipun volume kendaraan penumpang meningkat drastis, di satu sisi kendaraan seperti truk dilarang beroperasi.

Sekadar informasi, tahun ini emiten tersebut menargetkan pertumbuhan pendapatan dari operasional sebesar 10% hingga 15%. Berdasarkan laporan keuangan Jasa Marga pada akhir tahun lalu, tercatat total pendapatannya mencapai Rp 36,97 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 5,35% dibandingkan pendapatan tahun tahun 2017 sebesar Rp 35,09 triliun.

Dari total pendapatan tersebut, pendapatan jalan tol dan usaha lainnya tercatat menyumbang Rp 9,78 triliun, atau tumbuh sebesar 9,64% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 8,92 triliun.

Sementara selama kuartal pertama tahun ini, Jasa Marga mengantongi pendapatan senilai Rp 7,64 triliun, menurun 20,75% dibanding setahun lalu sebesar Rp 9,64 triliun. Pendapatan jalan tol berkontribusi Rp 2,52 triliun atau setara 32,98% dari total pendapatan. Sedangkan pendapatan konstruksi mencapai Rp 5,12 triliun, yang setara dengan 67,02% dari total pendapatan. Di kuartal I 2019, JSMR meraup laba bersih Rp 584,83 milir, naik 0,32% (yoy). 

Saham PTPP | REALISASI KONTRAK PTPP CAPAI 21% DARI TARGET


IQPlus, (20/05) - Emiten konstruksi dan investasi, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil memperoleh kontrak baru sebesar Rp10,75 triliun sampai dengan akhir April 2019.

Hal tersebut sebagaimana dikemukakan oleh Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPP, Agus Purbianto, di Jakarta, Jumat.

"Per April 2019, realisasi kontrak baru perseroan 21% dari total target yang mencapai Rp50,30 triliun di akhir 2019, sehingga Manajemen optimistis target perolehan kontrak bakal tercapai," ucap dia.

Agus merincikan, pencapaian kontrak baru sebesar Rp10,75 triliun tersebut terdiri dari kontrak baru Induk Perseroan sebesar Rp9,41 triliun dan Anak Perusahaan sebesar Rp1,34 triliun.

Beberapa proyek yang berhasil diraih Perseroan sampai dengan April 2019 yakni, RDMP RU V Balikpapan Tahap II sebesar Rp3,38 triliun, Jalan Tol Indrapura Kisaran (lanjutan) sebesar Rp3 triliun, Pesantren Mualimin Yogyakarta sebesar Rp470 miliar.

Kemudian, Soekarno Hatta Section 1 & Section 2 (pekerjaan tambah) sebesar Rp455 miliar, Kereta Api Makassar Pare-Pare sebesar Rp450 miliar, Sapras SPBU Rest Area sebesar Rp334 miliar, SPAM Gresik Rp300 miliar, RSUD Soreang Rp269 miliar dan lain-lain.

Hingga April 2019, perolehan kontrak baru dari Pemerintah (APBN) mendominasi perolehan kontrak baru Perseroan dengan kontribusi sebesar 8,93%, disusul oleh BUMN sebesar 67,59% dan Swasta sebesar 23,46% dari total perolehan kontrak baru.

Sedangkan, perolehan kontrak baru berdasarkan jenis atau tipe pekerjaan, yaitu: Jalan & Jembatan sebesar 32,23%, Oil & Gas sebesar 31,48%, Gedung sebesar 24,42%, Industri sebesar 6,51%, Railway sebesar 4,19% dan Power Plant sebesar 1,17%.

Sementara itu, pada Kuartal I tahun buku 2019 pendpatan perseroan tercatat mencapai Rp4,96 triliun atau tumbuh sebesar 34,92% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp3,68 triliun.

Perolehan revenues tersebut berpengaruh positif terhadap profitabilitas perusahaan sehingga laba bersih Perseroan mencapai Rp238 miliar atau naik sebesar 16,67% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp204 miliar.

Adapun sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, total Ekuitas perseroan mencapai Rp16,65 triliun atau meningkat sebanyak 13,74% dibandingkan dengan Rp14,63 triliun pada setahun sebelumnya. (end/fu)

Analisa Saham JSMR, MAPI dan BBRI

Analisa Saham JSMR, MAPI dan BBRI

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
(Mei 20, 2019)
(tasrul@miraeasset.co.id)


IHSG Daily, 5,826.87 (-6.16%), test support at 5,748. Trading range 5,748 – 5,964. indikator MFI optimized  dan indikator W%R optimized akan menguji support trendline. Weekly resistance terdekat di 5,964 dan support di 5,748.Cut loss level jika tembus di 5,745.

JSMR Weekly, 4,800 (-10.27%), buy on weakness, trading range 4,875 – 5,225. indikator MFI optimized dan W%R optimized  akan menguji support trendline. Weekly support 4,875 dan resistance di 5,225. Cut loss level di 4,800.

MAPI Weekly, 840 (-10.64%), buy on weakness,  trading range 800 – 870. indikator MFI optimized dan W%R optimized akan menguji support trendline. Weekly resistance di 870 dan support 860. Cut loss level di 790.

BBRI Weekly, 3,790 (-8.01%), buy on weakness,  trading range 3,700 – 3,900. Indikator MFI optimized  dan indkator W%R optimized akan menguji support trend line. Perkiraan weekly support di 3,700 dan weekly resistance di 3,900. Cut loss level di 3,690.

Global Market | 20 Mei 2019

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market
(May 20, 2019)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)


U.S


Wall St. turun karena kekhawatiran perdagangan melonjak

Wall Street berakhir lebih rendah pada hari Jumat karena ketegangan perdagangan yang berkelanjutan menekan saham industri dan teknologi, dan Dow membatasi kerugian berturut-turut selama empat minggu pada penurunan mingguan terpanjang dalam tiga tahun.

Dow Jones turun 98,68 poin atau 0,38% menjadi 25.764. S&P 500 kehilangan 16,79 poin atau 0,58% menjadi 2.859,53. Nasdaq turun 81,76 poin atau 1,04% menjadi 7.816,29.

China menambah bahan bakar ke api perang perdagangan yang semakin sengit dengan AS, menyerang dengan nada yang lebih agresif dan menyarankan pembicaraan lebih lanjut bisa membuahkan hasil kecuali Washington mengubah arah.

Di tempat lain dalam perang tarif multi-front AS, Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa dia akan menunda pengenaan tarif mobil impor hingga enam bulan, dan setuju untuk menaikkan tarif logam di Kanada dan Meksiko.

Eropa


Kesuraman perdagangan AS-China melemparkan bayangan berat pada saham-saham Eropa

Saham Eropa mengakhiri kenaikan tiga hari berturut-turut pada hari Jumat di tengah kegelisahan perdagangan global setelah Beijing memulai perang kata-kata dengan Washington, sementara akhir pembicaraan Brexit antara partai-partai politik Inggris menutup sentimen risiko.

Indeks STOXX 600 Eropa turun 0,4%.

Harian Rakyat Partai Komunis China menggunakan komentar halaman depan untuk mengatakan perang perdagangan tidak akan pernah menjatuhkan Tiongkok, sementara pembicaraan tentang Brexit antara oposisi Partai Buruh Inggris dan Partai Konservatif yang memerintah berakhir tanpa kesepakatan.

DAX eksportir-berat Jerman turun 0,6%, dengan BMW menumpahkan 5,2% karena sahamnya memperdagangkan ex-dividen. Saham yang diperdagangkan di Milan turun 0,2%, sementara rekan-rekan di Paris dan London masing-masing naik 0,2% dan 0,1% lebih rendah.

Analisa Saham UNTR, WSKT dan WTON

Analisa Saham UNTR, WSKT dan WTON


PT United Tractors Tbk (UNTR), 

Daily (Rp24.825) (RoE: 19,68%; PER: 7,84x; EPS: 3300,16; PBV: 1,56x; Beta: 0,75). Terlihat pola bullish dragonfly doji candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp24.600-24.900, dengan target harga secara bertahap di level Rp25.425, 25.825, 27.375, 28.925 dan 30.500. Support: Rp24.250.

PT Waskita Karya Tbk (WSKT), 

Daily (Rp1.715) (RoE: 8,48%; PER: 8,17x; EPS: 210,64; PBV: 0,77x; Beta: 1,7). Terlihat tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stumulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.700-1.720, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.740, 1.825, 2.030 dan 2.240. Support: Rp1.670.

PT Wika Beton Tbk (WTON), 

Daily (Rp472) (RoE: 9,09%; PER: 14,43x; EPS: 32,56; PBV: 1,32x; Beta: 1,7). Terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp460-474, dengan target harga secara bertahap di level Rp510, 645, 820 dan 990. Support: Rp430.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham BBTN, BBRI dan TLKM

Analisa Saham BBTN, BBRI dan TLKM


PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), 

Daily (Rp2.240) (RoE: 11,54%; PER: 8,39x; EPS: 275,48; PBV: 0,97x; Beta: 1,8). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola bullish inside bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp2.230-2.250, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.280, 2.360, 2.710, 3.060 dan 3.410. Support: Rp2.180.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), 

Daily (Rp3.790) (RoE: 14,53%; PER: 11,90x; EPS: 626,24; PBV: 1,73x; Beta: 1,39). Indikator RSI sudah menunjukkan jenuh jual sehingga peluang terjadinya rebound terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp3.780-3.800, dengan target harga secara bertahap di level Rp3.840, 3.880 dan 3.910. Support: Rp3.750.

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), 

Daily (Rp3.510) (RoE: 19,06%; PER: 13,97x; EPS: 251,24; PBV: 2,66x; Beta: 0,59). Indikator RSI sudah menunjukkan jenuh jual sehingga peluang terjadinya rebound terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp3.500-3.520, dengan target harga secara bertahap di level Rp3.570, 3.880, 4.200 dan 4.510. Support: Rp3.400.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham BBCA, ELSA, SMGR dan MIKA

Analisa Saham BBCA, ELSA, SMGR dan MIKA


BBCA membentuk pola bearish engulfing yang mengindikasikan penurunan lanjutan.
Rekomendasi: wait and see pada support 25000.

ELSA membentuk pola doji, kemunculan pola ini mengindikasikan bahwa saham ini berpotensi mengalami technical rebound.
Rekomendasi: buy 336 s/d 340 ,TP 350, stop loss <330 .="" p="">

SMGR memasuki masa sideways. Pada saat ini terbentuk resistance pada 11300.
Rekomendasi: buy on breakout 11300, TP 12500, stop loss <10500 .="" p="">

MIKA membentuk pola hammer yang mengindikasikan potensi rebound. Secara teknikal pola masih uptrend.
Rekomendasi: buy 2080 s/d 2100, TP 2200 s/d 2240, stop loss <2000 .="" p="">

by Panin Sekuritas

Analisa Saham MEDC dan BBTN

Analisa Saham MEDC dan BBTN


MEDC

On daily chart, MEDC sedang menguji support  ( garis Biru ) dan pada penutupan perdangangan kamis ditutup menguat dan candle membentuk  pola Bulish Harami. Dengan potensi rebound ke target terdekat MA10 saat ini di 775 .

Rekomendasi
Speculative Buy
Entry Level:  720-735
Target: 775
Stoploss :  700

BBTN 

On daily chart BBTN sedang berada di support  previous low 2250 ( Garis Hijau ) spekulative buy dengan target price di level 2350 yang merupakn garis trend line yang dalam minggu lalu telah break out

Rekomendasi
Speculative Buy
Entry Level: 2230-2250
Target: 2350
Stoploss:  2200

by Henan Putihrai Sekuritas

Analisa Saham BMRI dan SMGR

Analisa Saham BMRI dan SMGR


BMRI – BUY ON WEAKNESS
Harga dapat bertahan dari tekanan jual sehingga aksi beli dapat dilakukan di level Rp7,300 dengan target keuntungan di level Rp7,700.

SMGR – BUY
Harga ditutup positif sehingga aksi beli dapat dilakukan di level Rp10,700 dengan target keuntungan  di level RP11,300.

UOBKH

Analisa Saham SILO, BRPT dan MIKA

Analisa Saham SILO, BRPT dan MIKA


SILO (Buy) : Target kenaikan harga pada level 4.650 kemudian 4.800 dengan support di level 4.350, cut loss jika break 4.200.

BRPT (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 3.590 dengan resist di level 3.710 kemudian 3.770.

MIKA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.130 kemudian 2.160 dengan support di level 2.070, cut loss jika break 2.040.

Full report bisa diakses di : ipot

Analisa Saham TLKM dan EXCL

Analisa Saham TLKM dan EXCL


Indo Premier on Telkom (TLKM)

Early signs of strong comeback
1Q19 top-line tumbuh + 10% QoQ, didukung oleh pertumbuhan TLKM yang dilaporkan "Internet, komunikasi data, dan layanan TI" (19% terhadap pendapatan; + 281% QoQ; biasanya tidak stabil). 1T19 TLKM melaporkan internet seluler dan data Rp13tn adalah QoQ flat di 1Q19, sementara pendapatan SMS sebesar Rp2tn dan "pendapatan telepon - seluler" sebesar Rp6tn (mungkin menyiratkan suara) turun -10% QoQ. Catatan Data seluler, suara, dan angka pendapatan SMS Telkomsel mungkin berbeda di Info Memo. Kami berharap TLKM menunjukkan tren pemulihan YoY positif tahun ini setelah YoY negatif tahun lalu karena dampak regulasi. Kami melihat mungkin ada momentum positif di 2Q19F dari Lebaran dan Pemilihan Nasional dan basis rendah di 2Q18. Telkomsel juga diuntungkan oleh pertanian ulang spektrum pada bulan April 19.
EBITDA 1Q19 TLKM di atas estimasi TA dan sedikit di atas konsensus. 1Q19 Beban G&A (4% terhadap pendapatan) dan Pemasaran (1Q19 3% terhadap pendapatan) turun masing-masing sebesar -17% QoQ dan -51% QoQ. Kami sedang menunggu panggilan telepon (7 Mei) / Info Memo untuk perincian lebih lanjut. Kami perkirakan ekspansi margin menjadi 46% di 2019F dari 45% di FY18 didukung pemulihan topline dan efisiensi dari pensiun normal.
Valuasi: BUY dengan TP IDR4,300

Ciptadana Sekuritas on XL Axiata (EXCL)

EXCLent operational numbers
Pada 1Q19, XL Axiata (EXCL) menghasilkan pendapatan Rp6,0 tn, naik 8,5% YoY, sebagian besar didorong oleh pertumbuhan pendapatan data seluler 27,1% YoY yang solid, yang cukup untuk meniadakan penurunan warisan seluler dan non-seluler lainnya pendapatan. Pencapaian pendapatan ini sejalan dengan estimasi kami dan konsensus pada 24,2% FY19F. EXCL belum menaikkan tarif unggulannya, paket data Xtra Combo. Hasil data yang stabil juga menunjukkan bahwa TSel belum membalas pada ekspansi ex-Java EXCL, setidaknya di 1Q19. EXCl juga bertujuan untuk sedikit menaikkan tarif data pada periode lebaran tergantung pada kondisi pasar pada saat itu. Risiko tarif data mungkin timbul dari FREN dengan paket data tidak terbatas dan dari TSel jika mulai merasa terancam di luar Jawa.
Di sisi biaya, total biaya tunai naik 4,9% YoY menjadi Rp3,7 triliun didorong oleh peningkatan infrastruktur, personel, dan G&A. Biaya infrastruktur meningkat sebagai hasil dari ekspansi ex-Java dan perpanjangan jangka waktu pada kesepakatan EXCL dengan Huawei. Di sisi lain, biaya pemasaran turun sebesar -20,3% YoY karena 1Q18 melihat A&P tinggi sebelum pendaftaran SIM. Net-net, marjin EBITDA meningkat 210bps YoY menjadi 38,2%. Di bawah garis operasi, biaya keuangan naik 59,5% YoY menjadi Rp607 miliar. Hal ini disebabkan oleh posisi utang berbunga lebih tinggi, sebagian besar dalam bentuk sewa pembiayaan untuk mendanai fiberisasi jaringan dan suku bunga yang lebih tinggi karena EXCL telah membiayai kembali pinjaman bank USD dengan suku bunga rendah (pada LIBOR + 2,02%) dengan sukuk dan obligasi dengan suku bunga 7,9-10%.
Valuasi: BUY dengan TP IDR3,250