google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Cara Memilih Broker Saham Online yang Baik Langsung ke konten utama

Cara Memilih Broker Saham Online yang Baik

Apakah Anda ingin membuka akun trading dan investasi saham? Apa saja yang harus Anda pertimbangkan dalam memilih broker atau sekuritas saham? Memilih online atau offline? Bagaimana cara tahu mana yang terbaik?

Cara Memilih Broker Saham Online yang Baik

Perusahaan sekuritas atau broker di Indonesia sudah banyak sekali. Banyak di antara mereka yang menjadi anggota Bursa Efek Indonesia. Kondisi ini berbeda dengan dahulu, dimana memilih perusahaan broker/sekuritas relatif lebih susah.

Faktor keamanan menjadi salahsatu pertimbangan utama dalam memilih broker saham. Ini karena pernah terjadi kasus penyalahgunaan rekening milik nasabah.

Saat ini, memilih broker saham atau perusahaan sekuritas menjadi lebih mudah. Pemerintah sudah mengaplikasikan berbagai undang-undang yang membuat investasi saham menjadi jauh lebih aman.

Satu dari banyak UU yang diberlakukan oleh pemerintah yaitu contohnya adalah dilakukan pemisahan antara dana milik nasabah dan milik sekuritas. Saat ini semua dana nasabah disimpan di RDI (Rekening Dana Investor).

Dana nasabah yang ditempatkan di RDI dijamin pemerintah melalui peran PT Penyelenggara Program Perlindungan Investor Efek Indonesia (PPPIEI), atau juga dikenal dengan nama SIPF (Securities Investor Protection Fund).

Saham yang dipunyai nasabah kemudian menjadi aman karena disimpan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), bukan di sekuritas. Jadi dana dan saham milik nasabah dijamin keamanannya oleh pemerintah secara langsung.


Pengertian Broker/Pialang/Sekuritas Saham

Broker (pialang), bisa juga disebut dengan Perantara Pedagang Efek, adalah perusahaan yang aktivitas utamanya yaitu berdagang efek yang terdaftar di bursa saham, yang memiliki izin dan kuasa untuk melakukan transaksi tersebut.

Broker Saham dibutuhkan oleh investor saham dalam rangka melakukan aksi jual beli di pasar saham.

Ini misalnya semacam bila Anda ingin membeli beras, Anda tidak perlu ke sawah, namun Anda hanya perlu datang ke toko minimarket.

Demikian juga jika Anda ingin membeli saham sebuah perusahaan, Anda juga tidak perlu pergi dan berhubungan langsung dengan perusahaan tersebut, melainkan Anda bisa membelinya melalui yang kita sebut dengan broker saham ini.

Kriteria Memilih Broker Saham / Sekuritas

Pada intinya broker/sekuritas hanya berguna sebagai perantara transaksi trading saham saja.

Dengan adanya undang-undang pengaman dari pemerintah, bila saat ini investor ingin memilih sekuritas atau broker, maka bisa lebih difokuskan pada kemudahan dan pelayanan yang diberikan oleh sekuritas yang ada.

Mencari broker saham, tidak hanya untuk pelayanan pembukaan rekening dana investor di awal. Ketika Anda melakukan trading saham, Anda memerlukan hubungan yang intens dengan broker yang melayani trading Anda. Di bawah ini adalah beberapa hal yang bisa menjadi kriteria dalam memilih broker saham / sekuritas:


Kriteria 1 : Broker Terdaftar sebagai Anggota Bursa

Broker juga diketahui adalah perantara pedagang efek. Sebuah korporasi yang berprofesi sebagai broker tentu wajib memiliki sertifikat perantara pedagang efek, dan terdaftar oleh Bursa Efek Indonesia sebagai bagian dari anggota bursa.

Broker yang Anda pilih merupakan wakil dari perusahaan sekuritas Anda, karena itu, Anda perlu mengecek apakah broker Anda memiliki sertifikasi WPPE (Wakil Perantara Pedagang Efek)

Kriteria 2 : Besarnya Setoran Awal

Besarnya setoran awal guna melakukan investasi saham biasanya bervariasi, dari Rp100.000 hingga Rp100.000.000. Besarnya setoran awal yang berbeda ini disebabkan ada sekuritas yang membidik komunitas mahasiswa, dan ada pula sekuritas yang mentarget kelompok eksekutif.

Untuk kenyamanan Anda, berusahalah untuk mencari sekuritas yang mempunyai fasilitas deposit dan penarikan dana yang cepat dan mudah.

Kriteria 3 : Fee Transaksi Broker

Fee transaksi broker merupakan uang yang dibayarkan oleh investor setiap terjadi transaksi baik beli ataupun jual. Biasanya komisi jual lebih besar 0,1% dibandingkan dengan komisi beli.

Rata-rata komisi beli guna pembelian saham berkisar antara 0,1% hingga 0,3%. Di lain sisi, untuk komisi jual berada di antara 0,2% hingga 0,4%.

Sudah pasti investor mencari komisi yang sekecil mungkin, tapi perlu dipikirkan, ada kalanya broker yang menetapkan komisi rendah, mempunyai batas minimal komisi per hari, hal ini dapat memberikan pengaruh pada strategi harian Anda.

Untuk memperoleh persetujuan komisi yang rendah, biasanya investor dapat berdiskusi dengan sekuritas/broker. Jika dana investor cukup besar, biasanya mudah untuk memperoleh komisi yang rendah.

Selain itu, dengan melakukan investasi memakai sistem online trading, komisi transaksi biasanya relatif rendah.


Kriteria 4 : Analisis, Berita dan Rekomendasi Saham

Analisis, Berita dan Rekomendasi Saham harian yang diberikan oleh broker, bisa berguna jika Anda tidak dapat atau tidak memiliki waktu untuk analisis saham sendiri.

Broker saham yang baik itu biasanya akan memberi rekomendasi saham yang bisa dipertanggungjawabkan, bukan gosip dan scientific. Broker yang baik juga memberi pertimbangan tentang bagaiimana risiko serta dapat berdiskusi dengan baik dengan para nasabah.

Kriteria 5 : Fasilitas Transaksi

Secara konvensional, aktifitas transaksi saham umumnya dieksekusi di kantor broker, yang dipesan oleh nasabah melalui telepon. Akan tetapi jika Anda menginginkan keleluasaan untuk bertransaksi, Anda bisa memilih pada sekuritas yang mempunyai fasilitas online trading, baik via internet, komputer, atau smartphone.

Kriteria 6 : Rekening Dana Investor

Jika rekening tabungan yang Anda punya tidak sama dengan RDI, Anda biasanya dikenakan tambahan biaya saat melakukan top up dana atau menarik dana.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...