Manajemen PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) mengaku bahwa Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material di dalam kegiatan dan perencanaan usaha Perseroan yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal.
Transaksi Saham Meningkat, Ini Penjelasan Manajemen DGIK
Manajemen PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) mengaku bahwa Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material di dalam kegiatan dan perencanaan usaha Perseroan yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal.
Rekomendasi Saham DGIK, DOID, ESSA dan MDKA oleh MNC Sekuritas | 16 Agustus 2023
MNCS Daily Scope Wave
IHSG
DGIK - Spec Buy
DOID - Buy on Weakness
ESSA - Buy on Weakness
MDKA - Buy on Weakness
Rekomendasi Saham CPIN dan DGIK oleh Kiwoom Sekuritas Indonesia | 6 Januari 2023
Kiwoom Sekuritas Indonesia
CPIN
DGIK
PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) Bidik Kinerja Keuangan Tumbuh 20 Persen pada 2023
PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) optimistis untuk pertumbuhan kinerja pada 2023. Direktur Keuangan Nusa Konstruksi Enjiniring Pratoto S Raharjo prediksi pertumbuhan kinerja 10-20 persen pada tahun depan.
Rekomendasi saham SRTG, JPFA, ASRI, ASLC dan DGIK oleh Jasa Utama Capital | 7 September 2022
PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG)
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)
PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC)
PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK)
Rekomendasi Saham CPRO, DGIK, GOTO dan HRUM oleh MNC Sekuritas | 18 Agustus 2022
MNCS Daily Scope Wave
IHSG
CPRO - Buy on Weakness (66)
DGIK - Buy (123)
GOTO - Buy on Weakness (324)
HRUM - Spec Buy (1,630)
Rekomendasi Saham AGRO, SRTG, DGIK dan MAPA oleh MNC SEKURITAS | 17 Februari 2022
MNC Daily Scope Wave17 Februari 2022
IHSG kembali ditutup menguat 0,6% ke level 6,850, pada pergerakan kemarin pun terdapat gap yang terbentuk di rentang 6,807-6,821. Posisi IHSG saat ini, kami perkirakan sedang berada pada awal dari wave [iii] dari wave C dan akan lebih terkonfirmasi apabila IHSG mampu break resistance di level 6,874. Namun demikian, tetap cermati gap yang ada sebagai area koreksi terdekat dari IHSG.
Support: 6,727, 6,648
Resistance: 6,875, 6,930
DGIK - Spec Buy (172)
DGIK ditutup menguat 3,6% di level 172 pada perdagangan kemarin (16/2), pergerakan DGIK pun diiringi dengan volume yang relatif tinggi. Selama DGIK masih bergerak di atas 156 sebagai supportnya, maka posisi DGIK saat ini sedang berada di awal dari wave B.
Spec Buy: 162-172
Target Price: 195, 216
Stoploss: below 156
AGRO - Buy on Weakness (1,415)
AGRO ditutup menguat 8,4% ke level 1,415 pada perdagangan kemarin (16/2). Kami memperkirakan, posisi AGRO saat ini sedang berada di awal wave [iii], posisi AGRO ini akan lebih terkonfirmasi apabila AGRO mampu break level resistancenya di 1,460.
Buy on Weakness: 1,370-1,415
Target Price: 1,600, 1,860
Stoploss: below 1,300
SRTG - Buy on Weakness (2,740)
Kemarin (16/2), SRTG ditutup menguat 4,2% ke level 2,740, pergerakan SRTG diiringi dengan volume yang cukup besar meskipun masih tertahan oleh MA20-nya. Selama SRTG masih bergerak di atas 2,500 sebagai supportnya, maka posisi SRTG saat ini sedang berada di awal wave [b].
Buy on Weakness: 2,680-2,740
Target Price: 2,850, 2,900
Stoploss: below 2,500
MAPA - Spec Buy (2,410)
Pada perdagangan kemarin (16/2), MAPA ditutup menguat 4,8% ke level 2,410, penguatan MAPA pun masih tertahan oleh MA20-nya. Selama MAPA masih berada di atas 2,250 sebagai supportnya, maka saat ini diperkirakan posisi MAPA sedang berada di awal wave (c) dari wave [b].
Spec Buy: 2,340-2,400
Target Price: 2,800, 3,200
Stoploss: below 2,250
Disclaimer On
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
Tahun Depan, Nusa Konstruksi (DGIK) Incar Kontrak Baru Rp 1,8 Triliun
PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) menargetkan kontrak baru dan pendapatan naik signifikan pada tahun depan. Emiten konstruksi ini membidik kontrak baru senilai Rp 1,8 triliun dan pendapatan sebesar Rp 1 triliun.
Direktur Utama Nusa Konstruksi Enjiniring Budi Susilo optimistis bisa mencapai pertumbuhan kinerja lantaran DGIK menjalankan transformasi yang akan memberi dampak signifikan bagi bisnis infrastruktur dan gedung. Tak hanya menjadi kontraktor, DGIK juga berencana untuk masuk dari sisi investasi pada aset infrastruktur.
Selain itu, masuknya PT Global Dinamika Kencana (GDK) yang menjadi pemegang saham pengendali diyakini bakal memberikan dorongan positif bagi perbaikan bisnis dan performa usaha DGIK, seiring dengan sinergi yang bisa dilakukan secara group.
"Transformasi bisnis perseroan ke depannya akan memberikan dampak signifikan pada perolehan proyek-proyek Infrastruktur, Gedung dan proyek lainnya. Peningkatan di bisnis infrastruktur berupa investasi di aset infrastruktur. Hadirnya GDK sebagai pemegang saham pengendali baru menjadi tenaga untuk bisa melakukan lompatan besar," ujar Budi dalam paparan publik yang digelar secara virtual, Selasa (28/12).
Baca Juga: DGIK resmi diakuisisi Global Dinamika Kencana, ini fokus bisnisnya ke depan
Direktur Nusa Konstruksi Enjiniring Rahman Sadikin menambahkan, pada tahun depan DGIK menargetkan kontrak baru senilai Rp 1,8 triliun atau tumbuh sekitar 978% dibandingkan kontrak baru yang dikantongi tahun ini. Sebagai gambaran, kontrak baru termasuk Kerja Sama Operasi (KSO) yang diraih DGIK per 20 Desember 2021 baru sebesar Rp 167 miliar.
Dilihat dari sisi pemberi kerja, DGIK memproyeksikan sebanyak 55% kontrak baru pada tahun 2022 berasal dari pemerintah. Sedangkan 45% bersumber dari swasta. Adapun untuk perolehan kontrak baru tahun ini seluruh masih berasal dari pihak swasta.
Sedangkan dari jenis pekerjaan, 65% kontrak baru tahun depan ditaksir berasal dari proyek infrastruktur, lalu 35% lainnya berasal dari segmen gedung. Sementara pada tahun ini seluruh kontrak baru DGIK bersumber dari segmen gedung.
Jika ditambah dengan besaran kontrak tahun ini yang di alihkan ke tahun depan dengan nilai sekitar Rp 300 miliar, maka total order book DGIK pada tahun 2022 mencapai Rp 2,1 triliun.
Rahman menyampaikan, dari tahun 2019 ke 2020, DGIK memiliki carry over omset kontrak termasuk KSO sebesar Rp 692 miliar. Sedangkan kontrak baru pada 2020 tercatat senilai Rp 288 miliar.
Menurut Rahman, ada carry over omset kontrak sebesar Rp 501 miliar dari 2020 ke 2021. "Sedangkan carry over omset kontrak dari 2021 ke 2022 itu ada sekitar Rp 300 miliar," jelas Rahman.
Dia melanjutkan, pada tahun depan DGIK menargetkan pendapatan senilai Rp 1 triliun. Angka itu tumbuh sekitar 303% dibandingkan estimasi pendapatan DGIK sampai akhir tahun 2021 sekitar Rp 345 miliar - Rp 350 miliar.
Dari sisi kinerja keuangan, per periode kuartal III-2021, DGIK membukukan pendapatan sebesar Rp 232,8 miliar atau turun 27,2% dibandingkan priode yang sama tahun lalu. Namun DGIK berhasil meraih laba bersih sekitar Rp 1,5 miliar atau membalikkan keadaan dari rugi bersih Rp 27,2 miliar pada kuartal III-2020.
"Kami telah berhasil meningkatkan efisiensi dan efektifitas operasional, ini akan menjadi modal kami ke depan untuk siap menghadapi momentum pemulihan di sektor jasa konstruksi di tanah air,” kata Budi Susilo.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Perusahaan Nusa Konstruksi Enjiniring Almanda Pohan membeberkan proyek-proyek mana saja yang sedang digarap DGIK. Ada enam proyek dari segmen pekerjaan gedung dan enam proyek di segmen infrastruktur.
Dari segmen gedung yang sedang berjalan ada Holland Village Struktur, Holland Village Struktur Mall & Parkir, Holland Village Arsitek Apt 1, Apt 2 & Office. Lalu ada Universitas Mulawarman, UCSB-Ciputra Makassar, dan RSU Aisyiyah Ponorogo.
Sementara untuk proyek infrastruktrur DGIK yang sedang berjalan adalah Ferrrari Tunnel dan Rehab Dam Batubesi Kiln Road dari Vale Indonesia, Cirebon 2 CFPP Package, PLTM 2x3 MW, Dermaga Sungai Muan PT. FSS, dan pengamanan pantai KEK Tanjung Lesung.
sumber : kontan
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
Berita Saham DGIK | 8 Januari 2019
IQPlus, (07/01) - Manajemen PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) menghormati putusan yang diberikan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Jakarta Pusat dalam sidang 3 Januari 2018 lalu terkait kasus yang melibatkan perseroan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi.
Dalam keterangan persnya Senin disebutkan, dalam sidang tersebut Ketua Majelis Hakim Ibu Diah Siti Basariah membacakan putusan dari Pengadilan untuk perseroan antara lain "
-Pidana denda tetap sejumlah Rp700 juta
-Pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti Rp85,49 miliar
-Pidana tambahan berupa pencabutan hak perseroan untuk mengikuti lelang proyek pemerintah
selama 6 bulan.
"Dengan diberikannya putusan tersebut, saya mewakili korporasi (PT NKE) menyatakan menerima dan tidak keberatan atas putusan tersebut karena kami beranggapan majelis hakim telah memberikan keputusan yang seadil-adilnya bagi kami," imbuh Djoko Eko Suprastowo, Dirut Perseroan.
Dalam hal pemenuhan uang yang harus dikembalikan kepada kas Negara sebesar kurang lebih 85 Miliar Rupiah, Djoko Eko mengatakan hingga saat ini Perseroan masih berusaha untuk mengumpulkan dana tersebut, salah satu cara yang dilakukan Perseroan guna memenuhi hal tersebut adalah dengan melakukan penjualan terhadap aset-aset yang tidak produktif sehingga tidak mengganggu keuangan Perseroan secara signifikan.
Terkait dengan salah satu vonis yang melarang Perseroan untuk mengikuti lelang proyek dari Pemerintah selama 6 bulan, Djoko Eko juga menanggapi Perseroan telah mempunyai strategi dalam menghadapi vonis tersebut dengan berkonsentrasi pada proyek-proyek swasta terutama dalam skala menengah dan besar.
"Hal ini tidak berlebihan mengingat pada operasional Perseroan beberapa tahun terakhir telah terpenuhinya bagian proyek swasta dari pendapatan Perseroan dari proyek-proyek swasta berkisar 60% hingga 70%, dengan adanya jeda ini, Perseroan diberikan waktu menata diri untuk masuk kembali ke proyek pemerintah," ujar Djoko.
"Mewakili seluruh karyawan PT NKE, kami menanggapi adanya putusan ini dengan rasa syukur dan perasaan lega mengingat sudah sekian lama kami menunggu adanya putusan dari Pengadilan. Dengan dijalankannya putusan ini nantinya kami berharap permasalahan ini akan segera tuntas dan perusahaan kami bisa kembali menata diri dengan lebih dewasa dan perusahaan juga dapat berjalan baik seperti sebelumnya," ujarnya.
Djoko Eko mengatakan bahwa dengan adanya permasalahan ini PT NKE dapat mengambil hikmah dan menjadikan hal tersebut sebagai pelajaran yang sangat berharga yang pernah dilalui oleh Perseroan untuk berjalan dan berkembang di masa yang akan datang dengan tata kelola bisnis yang baik dengan harapan hal tersebut akan berpengaruh positif bagi kelangsungan hidup Perseroan beserta sejumlah karyawan yang dinaungi. (end)
Berita Saham DGIK PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk | 4 April 2018
Berita Saham DGIK PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk
PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) berhasil menunjukkan kinerja yang lebih baik di sepanjang periode tahun 2017 bila dibandingkan dengan kinerja perusahaan pada tahun sebelumnya di 2016.
Hal ini terlihat dari laba yang berhasil dibukukan pada tahun 2017 lalu dibandingkan dengan kinerja tahun 2016 yang membukukan kerugian.
Kendati perseroan hanya mencatatkan kenaikan tipis pada pendapatan usahanya, namun penghasilan lain-lain yang diraih sepanjang tahun 2017 berhasil mendongkrak kinerja perseroan hingga meraih hasil yang positif.
Dalam laporan keuangannya, Rabu, perseroan mencatat pendapatan usaha sebesar Rp1,21 triliun atau naik sekitar 8,54 persen dari pendapatan yang dibukukan pada tahun 2016 sebesar Rp1,11 triliun.
Beban usaha yang tercatat meningkat sepanjang tahun 2017 membuat perseroan membukukan rugi usaha sebesar Rp3,02 miliar. Sedangkan rugi usaha pada tahun 2016 tercatat mencapai Rp38,85 miliar.
Namun, adanya perolehan dari penghasilan lain-lain sebesar Rp29,27 miliar membuat perseroan berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp26,25 miliar dibanding sebelumnya yang membukukan rugi sebelum pajak Rp374,51 miliar di 2016.
Alhasil sepanjang 2017 perseroan berhasil mencatat kinerja positif dengan membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp15,49 miliar dibanding tahun 2016 yang membukukan rugi sebesar Rp386,84 miliar.
Sepanjang tahun 2017 lalu perseroan juga mencapat adanya kenaikan pada total asetnya yakni sebesar 17,1 persen menjadi Rp1,82 triliun dari sebelumnya Rp1,56 triliun di akhir periode tahun 2016. (end)
IQPLUS
Analisa Saham SRIL, BUMI dan DGIK [QuickReview] | 20 Februari 2018
Analisa Saham SRIL, BUMI dan DGIK [QuickReview]
===Pacific Trader Stocks Review===
Saham SRIL
harga cenderung turun ke area MA9. jika harga menembus 340 maka peluang turun ke 338 - 334. namun bila harga rebound ke area 352 maka potensi ke area 356 - 360.
Saham BUMI
MACD cenderung golden cross, dengan harga naik dengan volume lebih rendah dibanding sebelumnya. apabila harga turun ke area 326 maka potensi ke area 322 - 318. jika harga naik menembus 338 maka peluang ke area 340 - 344.
Saham DGIK
harga cenderung memantul MA9. bila harga menembus 77 maka potensi ke area 78 - 80. namun bila harga turun ke area 73 maka potensi ke 71 - 69.
Analisa Saham BWPT, DGIK, PNBS, PTBA, BUMI dan PGAS [QuickReview] | 24 Januari 2018
Analisa Saham BWPT, DGIK, PNBS, PTBA, BUMI dan PGAS [QuickReview]
Saham BWPT
posisi saat ini masih sideways di area 220 - 238 belum terbentuk pola reversal sebaiknya wait and see boleh buy jika break di 234 dengan target penguatan 250 - 260 batasi resiko jika di<218
Saham DGIK
posisi saat ini masih sideways di area 63 - 59 belum terbentuk pola reversal sebaiknya wait and see boleh buy jika break di 66 dengan target penguatan 69 - 83 batasi resiko jika di < 58
Saham PNBS
posisi saat ini masih sideways di area 70 - 76 uji support di area 70 boleh buy jika mantul dari area 70 dengan target penguatan 84 - 96 batasi resiko jika di < 69
Saham PTBA
posisi saat ini uptrend dengan support 3170 pola akumulasi bagus boleh buy jika break di 3360 dengan target penguatan 3390 - 4230 batasi resiko jika di < 3120
Saham BUMI
posisi saat ini breakout dari area 314 pola akumulasi yang cukup bagus boleh buy jika break 328 dengan target penguatan 346 - 360 batasi resiko jika di < 292
Saham PGAS
posisi saat ini cenderung uptrend dengan support 2490 pola akumulasi yang bagus boleh buy jika break di 2700 dengan target penguatan 2860 - 2900 batasi resiko jika di < 2470
Berita Saham DGIK | 16 Januari 2018
Berita Saham DGIK
SALAH SATU DIREKSI DGIK TAMBAH KEPEMILIKAN SAHAMNYA
IQPlus, (16/01) - Salah satu anggota direksi PT Nusantara Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) yakni Ganda Kusuma melakukan penambahan kepemilikan sahamnya di perusahaan tersebut.
Menurut keterangan Djohan Halim, Sekretaris Perusahaan Perseroan Selasa, Ganda Kusuma membeli sebanyak 2.536.000 lembar saham DGIK pada 11 Januari 2018 dengan harga Rp59 per lembar atau total Rp149.624.000.
Adapun tujuan dari pembelian tersebut adalah untuk investasi. Dengan penambahan tersebut, maka total kepemilikan saham Ganda Kusuma bertambah menjadi 20.473.900 lembar atau mewakili 0,36 persen dari total saham perseroan. (end)
IQPLUD
Berita Saham DGIK | 13 November 2017
PT Nusantara Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK/NKE) baru saja mendapat kontrak pembangunan konstruksi tambang emas dan tembaga di wilayah Tujuh Bukit atau Gunung Tumpang Pitu, Banyuwangi, Jawa Timur.
Perusahaan patungan (Joint Venture) NKE dengan perusahaan asal Australia, Macmahon Holding Limited dipercaya untuk mengerjakan konstruksi di salah satu proyek tambang terbesar di Indonesia itu.
.Kami gembira telah dipercaya menangani proyek tambang Tujuh Bukit dan bisa bekerjasama dengan Macmahon. Konstruksi awal tambang bawah tanah ini akan segera dimulai,. kata Sekretaris Perusahaan, Djohan Halim, Senin.
Djohan menambahkan, kerjasama dengan Macmahon, emiten kontruksi ternama di Australia, merupakan langkah strategis yang dilakukan NKE untuk semakin memperkuat kemampuan dan daya saing Perseroan di industri konstruksi nasional, khususnya pertambangan.
Sebelumnya, NKE bersama Macmahon juga telah mengerjakan konstruksi tambang emas di Martabe, Sumatera Utara. Dari dua proyek kontruksi tambang emas ini, perusahaan patungan ini mengantongi nilai kontrak mencapai US$ 190 juta.
Masuknya NKE dalam proyek konstruksi tambang akan melengkapi portofolio Perseroan. Dengan kemampuan yang terus meningkat, kami optimis dapat menjangkau pasar-pasar baru di sektor kontruksi nasional,. tambah Djohan. (end)
IQPLUS
Berita Saham DGIK | 1 November 2017
PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) meraih pendapatan neto sebesar Rp985,30 miliar hingga periode 30 September 2017 naik dari pendapatan neto Rp722,78 miliar di periode sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan laba bruto naik menjadi Rp98,03 miliar dari laba bruto Rp47,59 miliar dan laba bruto setelah venutra bersama neto tercatat naik menjadi Rp159,68 miliar dari Rp96,51 miliar dan kenaikan beban usaha menjadi Rp159,26 miliar dari Rp120,10 miliar membuat laba usaha tercatat sebesar Rp418,96 juta usai mencatat rugi usaha Rp23,58 miliar tahun sebelumnya.
Penghasilan lain-lain neto turun menjadi Rp29,75 miliar dari Rp37,20 miliar dan laba sebelum pajak tercatat Rp30,17 miliar naik dibandingkan laba sebelum pajak Rp13,61 miliar tahun sebelumnya.
Laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp20,31 miliar naik dari laba Rp7,23 miliar hingga periode 30 September tahun lalu. Sedangkan total aset hingga 30 September 2017 mencapai Rp1,79 triliun naik dari total aset Rp1,55 triliun hingga 31 Desember 2016. (end)
IQPLUS
Berita Saham DGIK | 11 Oktober 2017
PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) menyatakan jika hingga akhir tahun ini perseroan akan mengantongi kontrak baru senilai Rp 2 triliun atau turun dibandingkan target perseroan di awal tahun yang diharapkan bisa mencapai Rp2,5 triliun.
"Awal tahun kita targetkan Rp 2,5 triliun. Tapi kejadian kasus itu kita turunkan ke Rp 2 triliun," ucap Sekretaris Perusahaan DGIK, Djohan Halim, beberapa waktu lalu.
Ia mengungkapkan kalau saat ini perusahaan telah mengantongi kontrak baru sebesar Rp 1,2 triliun. Perseroan pun tetap percaya diri jika angka Rp 2 triliun akan tercapai di akhir tahun ini.
"Saat ini kita masih ikut tender-tender. Kita optimis tercapai lah. Semoga yang punya proyek itu tidak mundur," kata Djohan.
Sementara itu, Ia menambahkan jika saat ini perseroan tengah fokus ke proyek-proyek milik pemerintah. Hingga Septembersaja, komposisi proyek perseroan mayoritas diperoleh dari proyek milik pemerintah.
"Strategi saat ini geser ke pemerintah. Proyek pemerintah sekarang sudah sekitar 51 persen, sisanya swasta. Tapi kita tetep garap proyek swasta, hanya lebih banyak proyek pemerintah yang dikerjakan," papar Djohan.
Perlu diketahui, beberapa waktu lalu perseroan baru saja memperoleh tiga proyek baru dengan senilai Rp 358,7 miliar. Tiga proyek di sektor Sumber Daya Alam (SDA) yang akan dibangun itu berlokasi di wilayah kabupaten yang meliputi Proyek Pengamanan Pantai Tiku, Padang, proyek Normalisasi Sungai Batang Agam, Padang, dan proyek Pengamanan Pantai Jongor, Banten. (end/fu)
IQPLUS
Berita Saham DGIK | 4 Oktober 2017
PT Nusantara Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) hingga September 2017 mendapatkan realisasi kontrak sebesar Rp1,579 triliun dari target sebesar Rp2,50 triliun sepanjang tahun ini.
Menurut materi paparan publik perseroan disebutkan perseroan saat ini sedang menggarap 10 proyek infrastruktur diantaranya pembangunan jalan simpang Rampa-Poriaha di Sumatera, pembangunan Jalan Lasusua di Sulawesi, Chevron Road Const. di Sumatera, PLTU Cirebon II, PLT Cikaengan keduanya di Jawa.
Ada lagi Jalan Koridor FSS Muan Kaltim, Embankment Toll Kaltim, Bandara Banjarmasin Kalsel, Rehabilitasi Dam Batubesi Sulsel dan Pengamanan Pantai Pandeglang Banten.
Sedangkan proyek gedung yang sedang berjalan, Gaia Hotel Bandung, World Capital Tower Jakarta dan Puri Orchard Apartment serta Holand Village di Jakarta, Nava Park Apartement Tangerang, serta Ciputa Internasional di Jakarta dan Embarcadero Apartemen Tangsel. (end)
IQPLUS
Berita Saham DGIK | 29 September 2017
PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (NKE/DGIK) berhasil memperoleh tiga proyek baru senilai total sekitar Rp 358,7 miliar. Tiga proyek infrastruktur yang berlokasi di Sumatera Barat dan Banten tersebut diperoleh melalui lelang terbuka di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Djohan Halim, Sekretaris Perusahaan NKE mengatakan, keberhasilan perusahaan memenangkan lelang ke tiga proyek itu membuktikan bahwa NKE memiliki reputasi yang sudah teruji dan terbukti. Ketiga proyek baru di sektor infrastruktur ini akan semakin memperkuat portofolio proyek perseroan hingga akhir tahun ini.
Kami menghargai kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian PUPR ini untuk menggarap berbagai proyek infrastruktur di daerah. Komitmen kami, proyek-proyek ini akan dibangun dengan standar tinggi dan diserahkan sesuai tenggat waktu yang ditetapkan,. jelas Djohan Halim, Jumat.
Tiga proyek di sektor Sumber Daya Alam (SDA) yang akan dibangun itu berlokasi di wilayah kabupaten yang meliputi: Proyek Pengamanan Pantai Tiku, Padang, proyek Normalisasi Sungai Batang Agam, Padang, dan proyek Pengamanan Pantai Jongor, Banten.
Djohan menambahkan .Selain tiga proyek tadi, saat ini NKE juga tengah membidik beberapa proyek SDA PUPR lainnya,".
Djohan mengatakan, melalui kerjasama dengan mitra-mitra bisnisnya di berbagai proyek kontruksi di Indonesia, NKE mampu memberikan pekerjaan kepada lebih dari 10 ribu tenaga kerja, baik organik maupun non organik.
Dalam setiap proyek yang kami kerjakan, NKE selalu memberi prioritas untuk melibatkan tenaga kerja lokal. Langkah ini terbukti lebih efisien tanpa mempengaruhi standar kualitas proyek-proyek NKE,. ujar Djohan. (end)
IQPLUS
Berita Saham DGIK | 20 September 2017
PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (NKE/DGIK) kembali dipercaya oleh Pollux Properties Group, perusahaan properti yang berbasis di Singapura untuk mengerjakan proyek-proyeknya di Indonesia. NKE saat ini tengah dalam pengerjaan proyek pembangunan superblok Chadstone, di Cikarang, Bekasi - Jawa Barat.
Dalam mengerjakan proyek hotel dan apartemen setinggi 36 lantai ini, NKE melakukan skema kerjasama Joint Operation (JO) dengan CNQC, perusahaan konstruksi asal China.
Sekretaris Perusahaan NKE, Djohan Halim mengatakan, penunjukkan NKE dalam pembangunan superblok Chadstone menjadi bukti tingginya kepercayaan investor international terhadap reputasi dan kemampuan NKE di sektor kontruksi nasional.
Kami telah lama bekerjasama dengan Pollux Properties dan sekarang bersama CNQC, partner dari China, NKE akan membangun salah satu superblok terbesar di Cikarang. Ini adalah bukti bahwa reputasi dan rekam jejak NKE sudah mendapat pengakuan international,. kata Djohan Halim.
Proses pembangunan konstruksi bangunan hotel dan apartemen Chadstone telah mulai dilakukan pada Juni 2017. Konstruksi proyek ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2018.
Menurut Djohan, pembangunan superblok Chadstone di Cikarang diharapkan dapat mendorong kegiatan ekonomi diwilayah tersebut. Apalagi dalam proyek ini NKE juga melibatkan banyak tenaga kerja dari wilayah-wilayah di sekitar proyek tersebut.
Kami percaya bahwa sektor properti masih menjadi salah satu katalisator utama pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan melibatkan diri pada banyak proyek kontruksi di sektor properti, NKE berharap bisa membuka lebih banyak kesempatan kerja di Indonesia,. ujar Djohan.
Selain Chadstone, NKE saat ini tengah menyelesaikan pembangunan proyek gedung World Capital Tower (WCT) di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Saat ini gedung setinggi 54 lantai itu sudah hampir selesai. (end)
IQPLUS
.jpg)


.jpg)

