google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham WOMF | 14 Desember 2018 Langsung ke konten utama

Berita Saham WOMF | 14 Desember 2018

PERLUAS PRODUK, WOM FINANCE OPTIMISTIS TUMBUH 20 PERSEN.
IQplus, (13/12) - PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) optimistis mencetak kenaikan pertumbuhan 20 persen pada 2019 karena perseroan memperluas produk multiguna pada tahun depan.

Chief Business Network Management Officer WOM Finance, Antonius Atmaja S. Lijadi di Palembang, Kamis, mengatakan perusahaan optimistis target tersebut tercapai meski pasar otomotif diprediksi hanya tumbuh 5 persen pada 2019.

"Kami berani pasang target pertumbuhan 20 persen karena saat ini kami main di produk multiguna yang saat ini memang jadi tren di sejumlah daerah, tak hanya Jabodetabek melainkan juga di Sumbagsel," kata dia seusai penyerahan bantuan CSR Natal di Panti Asuhan Kadesy Palembang.

Ia mengatakan pertumbuhan 20 persen untuk bisnis perusahaan tidak hanya berlaku di Sumbagsel melainkan seluruh jaringan WOM di Tanah Air.

Pasar otomotif terutama sepeda motor sudah mulai jenuh di mana penjualan motor baru tidak sebanyak dulu.

"Makanya kami siapkan produk multiguna, secara risiko dan profitabilitas juga lebih menarik di produk ini," kata dia. Antonius mengatakan Perseroan tidak dapat hanya mengandalkan pembiayaan untuk mobil dan motor baru jika ingin mengejar pertumbuhan bisnis dua digit.

Seperti diketahui, perseroan saat ini memiliki 190 kantor jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia untuk melayani sekitar 875.000 pelanggan aktif. Sementara itu Business Unit Head Regional WOM Finance Sumbagsel, Andreas Aditya, menambahkan pihaknya yakin dapat mencapai target yang dipatok tumbuh 20 persen pada 2019 mendatang. "Dengan kondisi saat ini dan fokus kami di multiguna mobil maka pertumbuhan 20% itu sudah cukup layak," kata dia. Namun demikian, Andreas memastikan, perusahaan tetap mengutamakan pemilihan nasabah secara selektif dan pruden untuk menjaga kualitas pembiayaan (non performing financing/NPF) yang disalurkan.(end/ant)


Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Rekomendasi Saham BBRI, GGRM, DRMA dan ACST oleh RHB Sekuritas Indonesia | 26 Oktober 2023

RHB Sekuritas Indonesia 26 Oktober 2023 Muhammad Wafi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Bank Rakyat Indonesia terlihat kembali melakukan rebound disertai volume dan menguji resistance garis MA20 sekaligus resistance bearish channel-nya. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal reversal dari fase bearish untuk menguji resistance garis MA50. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 5.125 dengan target jual di Rp 5.325 hingga Rp 5.575. Cut loss di Rp 5.000. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Gudang Garam terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA50 disertai volume dan menguji resistance garis MA20. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal breakout menuju fase bullish dan menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 24.800 dengan target jual di Rp 25.375 hingga Rp 26.650. Cut loss di Rp 24.525. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Dharma Polimetal terlihat melakukan rebound d...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...