google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Waskita Beton (WSBP) Optimistis Restrukturisasi Utang Kelar di Semester I-2022 Langsung ke konten utama

Waskita Beton (WSBP) Optimistis Restrukturisasi Utang Kelar di Semester I-2022



PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) terus berupaya memulihkan kinerja keuangannya. Meski beberapa kali dihadapkan pada Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), WSBP pun optimistis restrukturisasi keuangan bisa tercapai sesuai rencana.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Beton Precast Asep Mudzakir, mengungkapkan bahwa proses PKPU yang bergulir erat kaitannya dengan proses restrukturisasi yang sedang gencar dilakukan. WSBP pun sedang intensif berdiskusi dengan para lenders dan vendor untuk mencapai suatu kesepakatan, yang ditargetkan akan rampung pada periode semester pertama tahun depan.

"Proses negosiasi memerlukan waktu, namun kami cukup optimistis restrukturisasi ini  dapat diselesaikan pada semester I-2022, bahkan harapannya di kuartbisa selesai. Setelah kesepakatan dengan para kreditur, nanti WSBP akan memiliki fleksibilitas cash flow yang lebih, sehingga dapat melakukan pembayaran kewajiban kepada vendor," ungkap Asep dalam paparan publik virtual yang digelar Kamis (30/12).

Dia menambahkan, proses restrukturisasi keuangan WSBP dilakukan melalui mekanisme master restructuring agreement.  Asep membeberkan, total kewajiban WSBP mencapai Rp 8,88 triliun yang terdiri dari utang bank senilai Rp 3,94 triliun, vendor sebesar Rp 2,91 triliun, obligasi senilai Rp 2 triliun dan deferred interest sebesar Rp 33,8 miliar.

"Sedang dinegosiasikan tenor pembayarannya. Dengan adanya proses restrukturisasi kami akan upayakan untuk rescheduling pembayaran," ujar Asep.

Pembayaran kewajiban WSBP berasal dari dua sumber, yakni aset lancar yang meliputi piutang usaha dan tagihan bruto, divestasi aset tetap, serta opsi debt to asset swap. Selanjutnya, sisa utang akan dilunasi dari future EBITDA yang merupakan hasil dari kinerja operasional perusahaan ke depan

"Restrukturisasi keuangan ini tujuannya mendapatkan skema yang fit dengan cash flow perusahaan serta dapat menjaga going-concern yang selanjutnya akan dituangkan di dalam master restructuring agreement yang akan disepakati seluruh kreditur," jelas Asep.

Sebagai informasi, restrukturisasi keuangan ini merupakan salah satu dari tiga strategi utama WSBP dalam menjalankan pemulihan kondisi fundamental perusahaan untuk pertumbuhan yang berkelanjutan. Adapun dua strategi lainnya meliputi transformasi bisnis, serta tata kelola & manajemen risiko.

Dalam menjalankan strategi bisnis, ada tiga pilar penyempurnaan fundamental yang dikerjakan WSBP. Meliputi portofolio & inovasi, lean & digital dan liquidity management. Beberapa program yang dijalankan antara lain: Pertama, bidding booster dengan meningkatkan pendapatan dari pelanggan baru atau eksternal.

Kedua, pengembangan produk baru dengan orientasi pasar yang selektif baik di BUMN maupun swasta. Ketiga, ekspansi pasar internasional seperti yang dilakukan WSBP di proyek pelabuhan Thilawa Shipyard Myanmar. Keempat, procurement booster dengan mengurangi biaya material dan kontrak jasa.

Kelima, peningkatan utilisasi aset. Keenam, divestasi atas kelebihan kapasitas produksi seperti mengurangi jumlah precast plant. Ketujuh, optimalisasi belanja modal dengan mengidentifikasi dan menerapkan solusi alternatif tanpa mempengaruhi kinerja operasional maupun kualitas produk.

Sedangkan untuk strategi penguatan tata kelola dan manajemen risiko, WSBP akan meningkatkan kehati-hatian dalam pengelolaan perusahaan. Strategi ini bertumpu pada empat hal, yakni penguatan fungsi manajemen risiko di level direksi, penerapan 3 lines of defense, penguatan prinsip 4 eyes principles, serta adanya peran dari komite manufaktur dan investasi.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Waskita Beton Precast FX Purbayu Ratsunu mengakui bahwa proses pemulihan perusahaan membutuhkan waktu. Namun Purbayu optimistis WSBP bisa segera merampungkan proses restrukturisasi utang dan penyehatan perusahaan.

"Program-program strategis dari restrukturisasi keuangan dan transformasi bisnis akan menjadi fokus krusial dari kebangkitan WSBP. Saya menekankan, manajemen berkomitmen untuk menciptakan pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan. Kami percaya perusahaan ini memiliki prospek yang lebih baik dari potensial infrastruktur yang masih sangat besar," tandas Purbayu.

Merujuk pemberitaan Insight.kontan.co.id, untuk keenam kalinya, WSBP telah dimohonkan PKPU. Terbaru, oleh Magdalena Yohan Heryadi yang mendaftarkan permohonan PKPU atas WSBP pada 23 Desember 2021 di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Sejauh ini WSBP telah lima kali lolos dari jerat PKPU. Pada permohonan PKPU ke-5 terhadap WSBP, Tatchi Engineering Indonesia sebagai pemohon telah mencabut permohonan atas WSBP yang sidangnya berakhir 22 Desember 2021.


sumber : kontan


Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...

BBNI | BNI PALEMBANG KEJAR TARGET PERTUMBUHAN NASABAH 12 PERSEN

IQPlus, (09/09) - Bank BNI Wilayah Palembang yang membawahi lima provinsi di Sumatera bagian selatan mengejar pertumbuhan nasabah hingga 12 persen pada 2019 untuk menggenjot kenaikan pendapatan dari dana pihak ketiga (DPK). Pemimpin BNI Wilayah Palembang Dodi Widjajanto di Palembang, Senin, mengatakan saat ini jumlah nasabah sudah mencapai 2 juta, namun masih memiliki potensi untuk bertambah selaras dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap industri perbankan. Dengan luasnya sebaran wilayah kerja yakni di Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung kami optimis target ini dapat tercapai,. kata Dodi. Dodi mengatakan dari jutaan nasabah itu, 10 persennya merupakan nasabah dari segmen usia milenial. Oleh karena itu, perusahaan berupaya meningkatkan jumlah nasabah dari kalangan tersebut. Salah satunya, kata dia, pihaknya gencar melakukan edukasi keuangan kepada generasi milenial atau mereka yang berusia produktif. Misalnya kami telah meluncurkan produk...

INVESTASI SAHAM MENURUT PARA AHLI

Investasi saham adalah aktifitas menarik baik untuk mempersiapkan masa depan maupun juga untuk sebagai aktifitas harian. Para ahli telah menerangkan makna investasi secara umum dan investasi saham secara khusus.  Pengertian Investasi Menurut Para Ahli Haming dan Basalamah Menurut Haming dan Basalamah, Investasi adalah pengeluaran saat sekarang untuk membeli aktiva real seperti tanah, rumah, mobil, dan lain-lain atau juga aktiva keuangan memiliki tujuan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar lagi di masa yang mendatang, selanjutnya dikatakan investasi adalah aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber atau dana yang digunakan untuk mengadakan barang modal pada saat sekarang dan dengan barang modal tersebut akan dihasilkan aliran produk baru di masa yang akan datang. Mulyadi Menurut Mulyadi, Investasi adalah pengaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk mendapatkan hasil laba di masa yang akan datang. Sadono Sukirno Menurut ...