[CSAP] PT Catur Sentosa Adiprana Tbk Genjot Pertumbuhan Tambah Empat Gerai Baru


Emiten pengelola gerai ritel modern Mitra10, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) fokus untuk menggenjot pertumbuhan di tahun ini dengan menambah empat gerai baru di beberapa kota. 

Sekretaris Perusahaan CSAP Idrus H. Widjajakusuma menuturkan, rencana ekspansi itu dilakukan untuk mendongkrak pertumbuhan pendapatan dari pembukaan gerai baru Mitra10. “Segmen retail modern Mitra10 diharapkan akan mendorong pertumbuhan pendapatan dengan rencana membuka 4 toko baru,” katanya kepada KONTAN, Senin (22/2). 

Idrus mengatakan hingga saat ini rencana penambahan empat toko baru tersebut yakni di Banjarmasin, Palembang, Tegal, dan Semarang dan sedang dalam tahap pembangunan. CSAP pun menargetkan satu gerai toko akan segera beroperasi pada kuartal 2/2021 dan sisanya akan beroperasi pada kuartal 3/2021. 

Lebih lanjut, ia mengatakan di tahun ini CSAP tidak berencana untuk mengakuisisi dan mengambil alih gerai Giant Express. “Tahun ini tidak ada rencana untuk mengambil alih/menempati area lama ex Giant. Begitu juga di lokasi-lokasi gerai kami lainnya,” ujar dia. 

Adapun CSAP juga optimistis lewat strategi ekspansi agresif ritel modern itu akan memberikan pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Bahkan, perusahaan proyeksikan target pertumbuhan dapat meningkat hingga 10% di tahun ini.  Sementara itu, dari sisi target penjualan, CSAP berharap tahun ini pertumbuhan penjualan secara konsolidasi diharapkan naik 4,8% atau sekitar Rp 12,7 triliun. 

Adapun besaran alokasi untuk pembukaan gerai baru, CSAP telah menyiapkan anggaran belanja modal sebesar Rp 500 miliar di tahun ini. Dari jumlah tersebut modern ritel akan mengambil bagian 80% yang akan digunakan pembukaan gerai barunya. “Sementara sisanya akan kami gunakan untuk kebutuhan segmen distribusi,” jelasnya. 

Idrus menambahkan, agar semua target dapat tercapai, CSAP juga telah menyiapkan beberapa strategi bisnis diantaranya fokus menggenjot pertumbuhan bahan bangunan di produk housebrand untuk tahun ini.

Kemudian CSAP akan melakukan improvisasi supply chain dan logistik yang lebih baik untuk meningkatkan produkstifitas, dan melanjutkan proses digitalisasi dan teknologi hingga efisiensi biaya dan waktu agar proses operasi lebih efisien.

Adapun hingga tahun 2022 CSAP menargetkan akan memiliki 55 gerai Mitra10. Sejauh ini CSAP sudah memiliki 38 gerai Mitra10 yang tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Cikarang, Karawang, Cirebon, Yogyakarta, Solo, Sidoarjo, Surabaya, Denpasar, Lampung, Palembang, Batam, Medan, Makassar dan Balikpapan.

Sebagai informasi tambahan, hingga September 2020, CSAP mengantongi penjualan bersih hingga Rp 8,69 triliun. Realisasi itu naik 3,82% secara year on year (yoy) dari sebelumnya Rp 8,37 triliun. Sedangkan laba bersih CSAP melesat 47,88% yoy menjadi Rp 60,63 miliar. 

Sementara dari segmen distribusi rupanya masih menjadi penopang pendapatan hingga Rp 6,01 triliun. Jumlah tersebut meningkat 2,02% yoy dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun dari segmen retail juga tercatat naik hingga 8,09% yoy menjadi Rp 2,82 triliun. Dengan catatan, angka-angka tersebut belum dikurangi dengan eliminasi. 

Sumber: KONTAN

[ADRO] PT Adaro Energy Tbk Tunggu Insentif Royalti 0%


Pemerintah kembali menegaskan insentif berupa royalti 0% untuk batubara yang digunakan dalam peningkatan nilai tambah (PNT) alias hilirisasi. Ketentuan itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Aturan turunan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja itu ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 2 Februari 2021 lalu. Pelaku usaha pun menyambut baik ketentuan tersebut.

Meski begitu, beleid tersebut sejatinya belum lengkap. Sebab, ketentuan lebih rinci masih harus diatur lewat Peraturan Menteri (Permen). PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menjadi perusahaan batubara raksasa yang menunggu Permen tersebut.

Head of Corporate Communication ADRO Febriati Nadira menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik rencana hilirisasi batubara yang digaungkan pemerintah. Sebagai kontraktor pemerintah, sambung Nadira, pihaknya berharap agar regulasi di industri batubara dapat membuat perusahaan-perusahaan nasional seperti ADRO tetap bisa eksis dan ikut mendukung  ketahanan energi nasional.

"Kami menyambut baik (insentif royalti 0% untuk hilirisasi batubara). Detailnya masih menunggu pengaturan di Permen ESDM," kata Nadira kepada Kontan.co.id, Senin (22/2).

Dalam PP Nomor 25 Tahun 2021, ketentuan insentif royalti diatur dalam Bab II terkait Mineral dan Batubara (Minerba). Dalam Pasal 3 (ayat 1) beleid tersebut menegaskan bahwa Pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) operasi produksi, IUP Khusus (IUPK) operasi produksi dan IUPK sebagai kelanjutan operasi kontrak/perjanjian untuk komoditas batubara yang melakukan kegiatan PNT batubara di dalam negeri dapat diberikan perlakuan tertentu berupa pengenaan royalti sebesar 0%.

"Perlakuan tertentu berupa pengenaan royalti sebesar 0% sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan dengan mempertimbangkan kemandirian energi dan pemenuhan kebutuhan bahan baku industri," sebut ayat (2) beleid tersebut, dikutip Kontan.co.id, Senin (22/2).

Selanjutnya, diatur bahwa pengenaan royalti sebesar 0% dikenakan terhadap volume batubara yang digunakan dalam kegiatan PNT batubara. Namun, ketentuan lebih lanjut mengenai kegiatan PNT batubara, besaran, persyaratan, dan tata cara pengenaan akan diatur dalam Peraturan Menteri (Permen).

"Besaran, persyaratan, dan tata cara pengenaan royalti sebesar 0% harus terlebih dahulu mendapat persetujuan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan negara," sebut Pasal 3 ayat (5).

Coal to Methanol

Dari sisi teknologi, Nadira mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai studi terkait hilirisasi batubara yang akan dilakukan Adaro Group. Kesimpulan dari studi tersebut, produksi methanol berbasis gasifikasi batubara menjadi jenis hilirisasi yang cocok dikembangkan oleh ADRO.

"Saat ini kami tengah mempertimbangkan berbagai aspek antara lain kepastian pasar dari segi volume dan harga," terang Nadira.

Dia menambahkan, ADRO pun menggandeng Pertamina untuk melakukan kerjasama, sebagai langkah awal mengembangkan gasifikasi batubara. "Ini untuk mendukung upaya pemerintah pada program peningkatan nilai tambah batubara," ungkap Nadira.

Mengenai besaran investasi dari proyek tersebut, Nadira belum memberikan gambaran. Yang pasti, hilirisasi mesti dilakukan ADRO sebagai salah satu syarat perpanjangan izin dan perubahan status anak usahanya, yakni PT Adaro Indonesia.

Berakhir pada 1 Oktober 2022, PT Adaro Indonesia harus melakukan hilirisasi batubara sebagai syarat perubahan status dari Perjanjian karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) generasi pertama menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) kelanjutan operasi/kontrak.

Merujuk data dari Kementerian ESDM, PT Adaro Indonesia akan melakukan proyek hilirisasi coal to methanol yang berlokasi di Kotabaru, Kalimantan Selatan. Status saat ini masih finalisasi kajian (pra-FS). 

Estimasi operasi komersial (COD) proyek ini bisa pada tahun 2027 dengan feedstock batubara mencapai 1,3 juta ton per tahun, dan produksi methanol mencapai 660.000 ton per tahun.

Sumber: KONTAN

[BOLA] Pieter Tanuri Beli Saham BOLA dan Miliki 31,88%


Pemilik klub sepak bola Bali United, Pieter Tanuri menambah kepemilikannya di saham perusahaan yang menaungi klub tersebut sebanyak 304,18 juta saham. Transaksi ini menjadikan kepemilikan Pieter di PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) menjadi sebesar 31,88%.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis perusahaan, transaksi pembelian ini dilakukan dalam tiga transaksi pada 11, 15 dan 16 Februari 2021.

Pada tanggal 11, dilakukan pembelian sebanyak 2,45 juta saham di harga Rp 269,95/saham. Lalu pada 15 sebanyak 1,08 juta saham di harga Rp 278,32/saham dan dilanjutkan hari berikutnya sebanyak 300,65 juta saham di harga Rp 329,93.

Sehingga total transaksi tersebut mencapai Rp 100,15 miliar. Dengan rincian berturut-turut Rp 661,45 juta, Rp 301,53 juta dan Rp 99,19 miliar.

Dengan demikian, saat ini Pieter Tanuri memiliki sebanyak 1,91 miliar saham di BOLA dengan porsi kepemilikan 31,88%.

Tujuan transaksi ini adalah untuk investasi dengan kepemilikan secara langsung.

Pada bulan ini Pieter terbilang aktif dalam menambah kepemilikannya di saham klub yang dibintangi Stefano Lilipaly dan Ilija Spasojevic Cs tersebut. Transaksi yang sama juga dilakukna pada 2-10 Februari 2021 sebanyak 6 kali transaksi.

Dari keseluruhan transaksi tersebut, Pieter Tanuri merogoh dana Rp 6,25 miliar. Rinciannya sebanyak 6 kali transaksi. Pertama, transaksi sebanyak 6 juta saham dengan harga Rp 250 per per saham pada 2 Februari. Selanjutnya, pembelian sebanyak 15,94 juta saham dengan harga pembelian Rp 269,71 per saham keesokan harinya.

Transaksi juga terjadi pada 4 Februari dengan pembelian sebanyak 1,21 juta saham BOLA. Lalu pada 5 dan 9 Februari pembelian sebanyak 42,4 ribu saham di harga Rp 254 per saham dan terakhir pada 10 Februari, tercatat ada pembelian sebanyak 558 ribu saham di harga Rp 253,48 per saham.

Sumber: CNBC

[WMUU] PT Widodo Makmur Unggas Tbk Targetkan 700 Produk Turunan dalam 3 Tahun


PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) menargetkan akan memiliki 700 produk turunan dalam 2-3 tahun mendatang untuk bersaing di pasar global. Saat ini perusahaan baru memiliki 54 produk turunan dari lini bisnis ini.

Komisaris Utama Widodo Makmur Unggas Tumiyana mengatakan saat ini pangsa pasar unggas di Indonesia mencapai 3,95 juta ton atau sekitar Rp 120 triliun dengan produk turunannya bisa menjadi Rp 240 triliun. Perusahaan menargetkan tahun ini pangsa pasar nasional 4%, dan ditargetkan pangsa pasarnya bisa berkembang ke 15% pada tiga tahun ke depan.

"Permintaan akan recover, ini dibuktikan peningkatan penjualan perusahaan pada 2019 ke 2020 tumbuh 100%, di 2021 akan tumbuh 400% dan 2022 akan tumbuh 100%," kata Tumiyana dalam Capital Market Outlook yang dilaksanakan CNBC Indonesia, Senin (22/2/2021).

Sementara margin yang paling tinggi didorong oleh karkas dan produk turunan, dengan peningkatan di angka nasional, pada 2022 menjadi 4,4 juta ton.

Perkuat Downstream, WMUU Bakal Miliki Rumah Potong Terbesar

"Kalau dibandingkan dengan teman-teman yang masuk bursa kapitalisasi pasarnya belum sebanding compressnya jadi areanya masih lebar, dan Asean juga masih ada pasar yang bisa digarap bahwa kapasitas WMUU, akan meningkat menjadi tiga kali lipat di downstreamnya sehingga tidak ada persaingan masih cukup luas industrinya," kata dia.

Untuk mengejar pangsa pasar dan pendapatan, selain dari meningkatkan produk turunan perusahaan juga akan menurunkan biaya produksi dan membangun jaringan distribusi. Tumiyana mengatakan jaringan distribusi hingga unit terkecil akan dibangun terutama di Jawa dan Bali sebagai pasar terbesar perusahaan.

WMUU juga akan memperkuat bisnis downstream dengan meningkatkan jumlah rumah potongnya, dan menurunkan biaya produksi agar bisa bersaing di pasar internasional. Tumiyana mengatakan sampai saat ini potensi pasar unggas di Indonesia masih cukup besar, terutama dengan peningkatan konsumsi protein perkapita seiring dengan kenaikan kualitas hidup masyarakat.

Saat ini kapasitas rumah potong yang dimiliki perusahaan sebesar 13.500 ekor per jam, atau 210 ton per hari. Tumiyana mengatakan kapasitas rumah potong yang dimiliki perusahaan pada pertengahan 2022 akan naik menjadi 25 ribu ekor per jam, atau 400 ton per hari.

"Kami juga akan meningkatkan produk turunan dari 54 item menjadi 700 item dalam 3 tahun ke depan. Kemudian bagaimana menurunkan cost production akan bisa compete di pasar internasional, kami dalam holding akan menanam jagung buat produksi pakan, jadi 60% jagung di on farm, sehingga akan ketemu harga Rp 3.000 per kg dan ini akan menghemat 20% dari biaya produksi" katanya.

Sumber: CNBC

[TLKM] PT Telkom Indonesia Tbk Sampaikan Strategi Pendanaan Star Up


PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) melalui MDI Ventures akan tetap fokus menyuntikkan modal kepada startup, melihat potensi yang bisa dilakukan dengan startup digital terutama di masa pandemi.

"Di masa pandemi ini banyak kebutuhan masyarakat dengan servis yang dideliver startup, kita punya MDI dimana dia mengelola dana investasi telkom yang lumayan besar, kita sudah investasi 50-an perusahaan yang berpotensi ke depannya bisa menopang revenue driver Telkom," ujar Direktur Strategic Portfolio Telkom Indonesia, Budi Setyawan Wijaya dalam diskusi digital CNBC Indonesia bertajuk "Capital Market Outlook 2021," Senin (22/2/2021).

Modal ventura milik Telkom diakui berbeda dengan yang sudah ada. Terdapat Corporate Venture Capital (CVC) dimana pertama kali yang akan dinilai adalah aspek sinergi. Terutama bagaimana memperkuat ekosistem digital yang menjadi prasyarat Telkom dalam mencari aset yang akan disuntik modal.

"Tidak semata capital gain, tapi juga dari sisi sinergi," ujarnya singkat.

Dana kelolaan saat ini mencapai US$ 600 juta yang bekerjasama dengan berbagai pihak. Diantaranya Kookmin Bank asal Korea. Serta ada pula perusahaan investasi asal negeri kincir angin, Belanda.

"Total US$ 830 juta. Tersebar di berbagai digital sektor antara lain healthcare, agriculture, dan lainnya," tuturnya.

Tahun ini, Telkom akan tetap fokus di pasar domestik. Hal ini tak lain karena melihat pangsa pasar domestik masih sangat besar. "Ekosistem berkembang bagus. Fintech, kesehatan tentu saja. Logistik juga. Ini area akan fokus 2021," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Strategic Portfolio Telkom Indonesia, Budi Setyawan Wijaya mengatakan suntikan modal yang disuntikkan kepada Gojek Indonesia tak semata-mata mencari keuntungan saja.

"Bahwa semangat kita semata-mata tak hanya ingin gain capital. Sudah mulai muncul service hasil sinergi dengan Gojek. Paket siap online agar di convert jadi pelanggan Telkom. Akan ada lagi kerjasama di area lain, digital advertising," ujarnya.

Telkom menurutnya akan terus mendorong perusahaan dalam negeri ikut berpartisipasi masuk ke perusahaan unicorn lainnya. Apalagi, "kue" terkait hal ini di Indonesia masih sangat minim.

"Kalau di Amerika unicorn sudah ordernya ratusan. Di kita market sebesar ini masih sangat kecil. Ini potensi besar, dengan market sebesar RI untuk arena pemain digital pemain unicorn baru," imbuhnya.


Sumber: CNBC

[HRUM] PT Harum Energy Tbk Beli 24,5% Saham PT Infei Metal Industry


Emiten pertambangan batubara, PT Harum Energy Tbk (HRUM) membeli 259.603 saham baru atau 24,5% dari jumlah saham yang dikeluarkan oleh PT Infei Metal Industry, lewat anak usahanya PT Tanito Harum Nickel.

Dalam keterangannya di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/2), Direktur Utama Harum Energy Ray Antonio Gunara menyebut, pembelian ini dilakukan dengan harga US$ 68,6 juta atau setara Rp 967 miliar dengan kurs Jisdor Rp 14.098 per dolar AS pada Senin (22/2).

Ray menyebut, Infei Metal Industry adalah suatu perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia dan bergerak di bidang pemurnian (smelter) nikel. “Tujuan dari transaksi yang dilakukan oleh Harum Energy adalah untuk mengembangkan kegiatan usaha hilir penambangan nikel milik perusahaan ke tahap pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah,” tulis Ray, Senin (22/2).

Emiten konstituen Indeks Kompas100 ini getol dalam berekspansi di sektor tambang nikel. Pada awal Februari 2021, HRUM mengumumkan akuisisi 24.287 saham PT Position milik Aquila Nickel Pte Ltd, yang juga dilakukan melalui anak usahanya, Tanito Harum Nickel.

Adapun jumlah saham tersebut setara dengan 51% dari modal yang ditempatkan dalam Position, dengan transaksi harga beli senilai US$ 80,32 juta. PT Position sendiri merupakan perusahaan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum di Indonesia dan memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk komoditas nikel.

Sebelumnya, emiten tambang batubara ini sempat beberapa kali menambah kepemilikan sahamnya di Nickel Mines Limited, sebuah perusahaan nikel yang tercatat di Bursa Efek Australia. Terakhir, pada pertengahan Desember 2020, emiten tambang batubara ini membeli sebanyak 39 juta saham Nickel Mines Limited dengan harga beli sebesar A$ 36,74 juta. Sehingga, per tanggal 15 Desember 2020, HRUM memiliki 4,88% dari seluruh modal ditempatkan dalam Nickel Mines Limited.

Sumber: KONTAN

[GEMS] PT Golden Energy Mines Tbk Targetkan Produksi 33,4 Juta Ton Batubara pada 2021


PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) menargetkan mampu memproduksi 33,4 juta ton batubara tahun ini, sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2021. Sekretaris Perusahaan Golden Energy Mines Sudin Sudirman mengatakan, target ini lebih tinggi dari realisasi produksi tahun lalu yakni 33,2 juta ton.

“Sesuai aturan, RKAB masih bisa direvisi pada kuartal kedua jika diperlukan,” ujar Sudin saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (22/2). Sudin mengatakan, dalam menentukan target, pihaknya akan selalu mencermati perkembangan pasar batubara, termasuk harga emas hitam ini. Misal kan saja terkait pasar batubara di dunia, terutama di China dan India.

Senin (22/2), entitas usaha Grup Sinarmas tersebut mengumumkan adanya  perjanjian kredit antara PT Bungo Bara Utama dan PT Kuansing Inti Makmur, yang merupakan dua anak usahanya. Bungo Bara Utama sebagai kreditur memberikan plafond fasilitas kredit kepada Kuansing Inti Makmur sebesar Rp 100 miliar dengan tingkat suku bunga 9,5% per tahun.

Sudin menyebut, fasilitas pinjaman tersebut akan digunakan oleh Kuansing Inti Makmur untuk pengeluaran modal dan biaya pengembangan sarana dan prasarana pertambangan batubara. Adapun jangka waktu fasilitas ini berlaku sampai dengan 31 Desember 2022.

Per 30 September 2020, GEMS meraup pendapatan sebesar US$ 783,86 juta, tumbuh 4,21% (yoy) dibandingkan pendapatan GEMS per kuartal ketiga 2019 yang sebesar US$ 752,16 juta. Adapun GEMS membukukan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 63,96 juta, tumbuh 40,47% dibandingkan laba bersih GEMS di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 45,93 juta.

Sumber: KONTAN

Rekomendasi Saham BRIS, BBKP dan KRAS oleh Mirae Asset Sekuritas | 23 Februari 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

Februari 23, 2021

(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,255.31(+0.38%), Test Resistance at 6,315. Trading range 6,232 – 6,315. Indikator MFI optimized dan indikator Stochastic%D optimized cenderung bergerak naik. Pada periode  weekly terlihat indikator MFI optimized belum terlihat tanda tanda top reversal meskipun sudah berada di overbought area dan Stochastic%D optimized masih cenderung naik. Daily support di 6,232 dan daily resistance di 6,315. Cut loss level di  6,170.

BRIS Daily, 2,770 (+2.97%), trading buy, trading range 2,670 – 2,890. Indikator MFI optimized  dan RSI optimized cenderung naik. Daily support di  2,670 dan daily resistance di  2,890. Cut loss level di 2,630.

BBKP Daily, 555  (+2.78%),trading buy, trading range 540 – 585. indikator MFI optimized dan indikator  RSI  optimized masih cenderung bergerak naik Daily support  di  540  dan daily resistance di 585. Cut loss level di 500.

KRAS Daily, 710 (0.71%), trading buy,trading range 690 – 755.  Indikator MFI optimized. dan RSI Optimized masih cenderung begerak naik. Perkiraan daily support di 690 dan daily resistance terdekat di 755. Cut loss level di 680.

Rekomendasi Saham ERAA, MEDC dan RALS oleh Indopremier | 23 Februari 2021


IHSG (6.200 – 6.310) : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan penguatannya. Target kenaikan indeks pada level 6.310 dan 6.365 dengan support di level 6.200 kemudian 6.145.

ERAA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.770 kemudian 2.810 dengan support di level 2.690, cut loss jika break 2.650.

MEDC (Buy) : Target kenaikan harga pada level 715 kemudian 730 dengan support di level 685, cut loss jika break 670.

RALS (Buy) : Target kenaikan harga pada level 740 kemudian 755 dengan support di level 710, cut loss jika break 695.

XCLQ (Sell) : Target penurunan harga pada level 96 dan 95 dengan resist di level 98 dan 99.

XISI (Sell) : Target penurunan harga pada level 324 dan 320 dengan resist di level 332 dan 336.

XPDV (Sell) : Target penurunan harga pada level 438 dan 434 dengan resist di level 446 dan 450.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbr2u

Analisa Saham LPPF | 23 Februari 2021

Analisa Saham LPPF


Saham LPPF pada tanggal 22 Februari 2021 ditutup stabil pada harga 1270. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 132% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas dengan kecenderungan bearish. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bullish dengan pelemahan pada oscillatornya.

Investor asing terlihat melakukan aksi jual sebesar 1,5 milyar pada saham ini.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah Uptrend

Rekomendasi dari kami adalah Beli jika di atas 1310

Jika naik di atas 1360 maka berpeluang ke 1390-1500

Jika turun di bawah 1235 maka berpeluang ke 1110

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.

Disclaimer ON

Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram:

https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : 

https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Instagram : 

@sahamonlineid ( https://www.instagram.com/sahamonlineid/ )

Facebook Page : 

@sahamindonesiahariini ( https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/ )

Aplikasi Android :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini

Website : 

http://www.sahamonline.id/


Analisa Saham PTBA | 23 Februari 2021


Analisa Saham PTBA

Saham PTBA pada tanggal 22 Februari 2021 ditutup menguat pada harga 2740, naik 7,45%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 1091% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas dengan kecenderungan bullish. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Investor asing terlihat melakukan aksi beli sebesar 4,1 milyar pada saham ini.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah Uptrend

Rekomendasi dari kami adalah Beli

Jika naik di atas 2850 maka berpeluang ke 3100

Jika turun di bawah 2530 maka berpeluang ke 2400

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.

Disclaimer ON


Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram:

https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : 

https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Instagram : 

@sahamonlineid ( https://www.instagram.com/sahamonlineid/ )

Facebook Page : 

@sahamindonesiahariini ( https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/ )

Aplikasi Android :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini

Website : 

http://www.sahamonline.id/


Rekomendasi Saham AALI, EXCL, JPFA dan WSBP oleh Binaartha Sekuritas | 23 Februari 2021


Binaartha Sekuritas Daily

23 Februari 2021

by Nafan Aji 

Astra Agro Lestari (AALI)

Pergerakan harga saham AALI masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish homing pigeon candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Akumulasi pada area level Rp 10.750 – Rp 11.050, dengan target harga secara bertahap di Rp 11.575, Rp 12.650 dan Rp 13.750. Support ada di Rp 10.750 dan Rp 10.475. Saham AALI ditutup di Rp 11.025. (RoE: 3.97%; PER: 27.09x; EPS: 408.80; PBV: 1.09x; Beta: 1.68). 

XL Axiata (EXCL)

Terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Akumulasi pada area level Rp 2.090 – Rp 2.130, dengan target harga secara bertahap di Rp 2.180, Rp 2.280, Rp 2.640, Rp 3.000 dan Rp 3.360. Support ada di Rp 2.090 dan Rp 1.920. Saham EXCL ditutup di Rp 2.130. (RoE: 1.94%; PER: 61.62x; EPS: 34.73; PBV: 1.22x; Beta: 1.1). 

Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP)

Pergerakan harga saham ICBP masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish homing pigeon candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Akumulasi pada area level Rp 8.550 – Rp 8.650, dengan target harga secara bertahap di level 8825, 9175, 10600, Rp 12.025 dan Rp 13.450. Support ada di Rp 8.425 dan Rp 7.750. Saham ICBP ditutup di Rp 8.625. (RoE: 10.85%; PER: 19.15x; EPS: 451.60; PBV: 2.07x; Beta: 0.29). 

Japfa Comfeed (JPFA)

Pergerakan harga saham JPFA masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Akumulasi pada area level Rp 1.425 – Rp 1.435, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.460, Rp 1.630, Rp 1.800 dan Rp 1.970. Support ada di Rp 1.420, Rp 1.370 dan Rp 1.290. Saham JPFA ditutup di Rp 1.435. (RoE: 3.00%; PER: 48.96x; EPS: 29.31; PBV: 1.47x; Beta: 1.68). 

Krakatau Steel (KRAS)

Pergerakan harga saham KRAS masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.

Akumulasi pada area level Rp 685 – Rp 710, dengan target harga secara bertahap di Rp 725, Rp 770, Rp 880 dan Rp 990. Support ada di Rp 685 dan Rp 660. Saham KRAS ditutup di Rp 710. (RoE: 1.97%; PER: 102.60x; EPS: 6.92; PBV: 2.03x; Beta: 2.02). 

Waskita Beton Precast (WSBP)

Terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Akumulasi pada area level Rp 262 – Rp 270, dengan target harga secara bertahap di level Rp 280, Rp 294, Rp 354, Rp 414 dan Rp 474. Support ada di Rp 262 dan Rp 234. Saham WSBP ditutup di Rp 270. (RoE: -27.80%; PER: -4.61x; EPS: -57.71; PBV: 1.28x; Beta: 2.25).

Rekomendasi Saham KLBF, BBTN dan PPRE oleh Artha Sekuritas Indonesia | 23 Februari 2021


Artha Sekuritas Indonesia Daily

23 Februari 2021

by Dennies Christopher

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)

Mengalami koreksi namun masih ditutup di atas level support.

Target harga: Rp 1.700–Rp 1.740

Entry level: Rp 1.570–Rp 1.610

Stop loss: Rp 1.540

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)

Kembali menguat candlestick membentuk higher high dan higher low. Uji resistance terdekat.

Target harga: Rp 1.950–Rp 2.000

Entry level: Rp 1.850–Rp 1.880

Stop loss: Rp 1.830

PT PP Presisi Tbk (PPRE)

Rebound dari area support didukung indikator stochastic yang melebar setelah membentuk goldencross. Namun pergerakan saat ini masih cukup terbatas.

Target harga: Rp 242–Rp 250

Entry level: Rp 224–Rp 232

Stop loss: Rp 220

Analisa Saham PSAB, IMAS dan BBRI | 23 Februari 2021

PT J Resource Asia Pasific Tbk (PSAB)


Pergerakan PSAB memperlihatkan munculnya three white soldier pattern candle dengan RSI menguat namun ditutup di atas upper bollinger band (UBB) dan volume perdagangan menurun. MACD dan stochastic masih bergerak naik

Rekomendasi: Sell on Strength

Suport: Rp 228

Resisten: Rp 256

Achmad Yaki, BCA Sekuritas

PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS)


Selama pergerakan IMAS tidak mampu menembus resistannya di level 1.385, maka kami perkirakan saat ini IMAS sedang berada di awal wave C dari wave (B). Hal tersebut berarti IMAS akan rawan terkoreksi, terlebih jika nanti IMAS secara agresif menembus suport-nya. Nampak pada histogram MACD yang mulai menunjukkan tanda-tanda koreksi dan stochastic yang sudah cenderung overbought

Rekomendasi: Sell on Strength 

Suport: Rp 1.075

Resisten: Rp 1.385

Herditya Wicaksana, MNC Sekuritas

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)


Pergerakan BBRI ditutup konsolidasi pada level 4.790. Diperdagangkan dengan volume transaksi yang relatif sepi dibandingkan dengan rata-rata 5 hari terakhir. Indikator stochastic nampak berapa pada areal overbought dan terjadi death cross yang mengindikasikan adanya potensi profit taking. 

Rekomendasi : Sell on strength

Suport: Rp 4.720

Resisten: Rp 4.950

Hendri Widiantoro, Erdikha Elit Sekuritas

Rekomendasi Saham BBNI, SMRA, LSIP dan TOWR oleh MNC Sekuritas | 23 Februari 2021


MNC Daily Scope Wave 23 Februari 2021

IHSG ditutup menguat 0,4% ke level 6,255 pada perdagangan kemarin (22/2), disertai dengan tekanan beli yang cukup besar dan menimbulkan gap pada rentang 6,232-6,255. Kami perkirakan resistance terdekat IHSG berada pada level 6,315, selama IHSG belum mampu bergerak menguat menembus level tersebut, maka pergerakan IHSG masih rawan untuk terkoreksi membentuk awal dari wave C dari wave (4). Adapun level koreksi terdekat IHSG berada pada rentang 5,950-6,100 terlebih dahulu, namun bila IHSG secara agresif terkoreksi ke bawah 5,735, maka IHSG akan terkoreksi membentuk wave C ke area 5,600-5,650.

Support: 6,156, 6,069

Resistance: 6,315, 6,505

BBNI - Buy on Weakness (5,925)

Pada perdagangan kemarin (22/2), BBNI ditutup terkoreksi 1,2% ke level 5,925. Pada skenario utama kami, posisi BBNI saat ini sedang berada di akhir wave [ii] dari wave 3 dari wave (C). Hal tersebut berarti, koreksi BBNI relatif terbatas dan berpeluang bergerak menguat kembali. Skenario ini gagal, bila BBNI menembus 5,250.

Buy on Weakness: 5,700-5,900

Target Price: 6,400, 6,850

Stoploss: below 5,250

SMRA - Spec Buy (935)

Senin kemarin (22/2), SMRA ditutup menguat 1,6% ke level 935. Kami perkirakan, posisi SMRA saat ini sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave C. Hal tersebut berarti, SMRA masih berpeluang melanjutkan penguatannya.

Spec Buy: 900-930

Target Price: 970, 1,000

Stoploss: below 830

LSIP - Buy on Weakness (1,290)

LSIP ditutup menguat tipis 0,4% ke level 1,290 pada Senin kemarin (22/2). Saat ini kami perkirakan, posisi LSIP sudah berada di akhir wave Y dari wave (4). Hal tersebut berarti, LSIP berpeluang untuk melanjutkan penguatannya untuk membentuk wave (5) dan akan lebih terkonfirmasi bila LSIP mampu break 1,395.

Buy on Weakness: 1,260-1,290

Target Price: 1,400, 1,580

Stoploss: below 1,255

TOWR - Sell on Strength (1,135)

TOWR bergerak menguat cukup signifikan sebesar 4,1% dan ditutup di level 1,135 pada perdagangan kemarin (22/2). Selama belum mampu menembus resistance 1,180, maka posisi TOWR saat ini sudah berada di akhir wave (D) dari wave [B] pada pola triangle. Hal tersebut berarti, TOWR rawan untuk berbalik terkoreksi, dengan rentang 900-1,050 untuk membentuk wave (E) dari wave [B].

Sell on Strength: 1,135-1,170

Disclaimer On

Update Harga Komoditas dan Indeks | 23 Februari 2021


Nasdaq closes 2.5% lower as Big Tech gets hit, economic comeback plays lift Dow

Steep losses in technology shares dragged down the S&P 500 on Monday as a continuous rise in bond yields dented the appetite for growth stocks. Meanwhile, investors piled into into economically sensitive names to bet on a comeback.


Dow.......31522   +27.4   +0.09%

Nasdaq..13533  -344.4  -2.46%

S&P 500..3877   -30.2     -0.77%

 

FTSE...... .6612    -11.8    -0.18%

Dax........13950    -43.2    -0.31%

CAC........5767     -6.1       -0.11%


Nikkei....30156   +138.1   +0.46%

HSI........30320    -324.9    -1.06%

Shanghai .3643   -53.7      -1.45%

ST Times..2881  +0.6        +0.02%


IDX..6255.31    +23.38     +0.38%

LQ45..951.24    -0.60        -0.06%


JAKMIND...1032.01  -7.26      -0.70%

JAKCONS...1721.80  -4.10      -0.24%

JAKTRADE..877.92   +13.76   +1.59%

JAKBIND.....968.76    -5.85       -0.60%

JAKAGRI....1419.62  +5.77      +0.41%

JAKFIN.. ...1451.02   +6.52      +0.45%

JAKPROP....386.30    -1.71        -0.44%

JAKINFR....1014.12   -1.38        -0.14%

JAKMANU..1301.16  -5.79        -0.44%   

JAKMINE....2117.62  +60.75    +2.95%

 

Indo10Yr.6.6797   +0.0655    +0.99%

ICBI....309.3896    -1.2101     -0.39%

US10Yr.....1.3700  +0.0250    +1.86%

VIX.............23.45   +1.40         +6.35%

  

USDIndx .....90.0920  -0.2720    -0.30%

Como Indx...192.62  +4.00       +2.12%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN........149.50 +1.65        +1.11%


IndoCDS......68.922   +1.643      +2.443%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14117.50 +52.50   +0.37%

Jisdor....14098   +13         +0.09%



Euro.........1.2157  +0.0038 +0.31%


TLKM.......22.45   -0.43        -1.88%

(3165)

EIDO........23.38    -0.23        -0.97%

EEM.........55.84    -1.69       -2.94%


Oil...........61.49    +2.25       +3.80%

Gold ......1808.40 +31.00    +1.74%

Timah...26840.00 +607.50 +2.32%‼

Nickel...19510.00 -140.00   -0.71%

 

Coal price...85.75     -0.25    -0.29%

(Feb/Newcastle) 

Coal price...78.70     -0.30    -0.38%

(Mar/Newcastle)

Coal price....65.95    unch    +0%

(Feb/Rotterdam) 

Coal price. ...63.70   -0.75    -1.16%

(Mar/ Rotterdam)

 

CPO(May)....3540   +14        +0.40%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn...........550.50   +8.75   +1.62%

SoybeanOil...47.22  +0.33   +0.70%

Wheat....... 669.75   +14.25 +2.17%


Wood pulp.5412.50  unch  +0%


( DE/ Phintraco(AT)  23-02-21)