Emiten BUMN PTBA Bukukan Aset Rp24,5 Triliun


Emiten BUMN pertambangan batu bara, PT Bukit Asam Tbk., berhasil membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp1,74 triliun pada kuartal III/2020.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan di Harian Bisnis Indonesia Jumat (6/11/2020), pencapaian itu turun 44,27 persen dibandingkan dengan kuartal III/2019 sebesar Rp3,1 triliun.

Sejalan dengan itu, emiten berkode saham PTBA itu juga membukukan penurunan pendapatan pada kuartal III/2020 sebesar Rp12,84 triliun, terkoreksi 20,95 persen daripada perolehan kuartal III/2019 sebesar Rp16,25 triliun.

Adapun, perseroan berhasil menekan beban pokok pendapatan menjadi sebesar Rp9,32 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp10,54 triliun.

Di sisi lain, total liabilitas PTBA naik menjadi sebesar Rp7,92 triliun per 30 September 2020 dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2019 sebesar Rp7,67 triliun.

Sementara itu, total aset turun menjadi Rp24,5 triliun daripada posisi per akhir 2019 sebesar Rp26,09 triliun. Adapun, total kas setara kas perseroan per 30 September 2020 naik menjadi sebesar Rp5,38 triliun dari posisi per 31 Desember 2019 sebesar Rp4,75 triliun.

PTBA merupakan salah satu anggota holding BUMN tambang atau MIND ID, yang dinakhodai PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum.


Sumber: BISNIS

Begini Tahapan Aksi Grup Lippo, Matahari Beli Bank Nobu Rp594 M


Entitas Grup Lippo milik konglomerat keluarga Riady, PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) akan masuk menjadi salah satu pemegang saham PT Bank Nationalnobu Tbk. (NOBU).

Matahari Department Store, yang terkenal dengan bisnis penjualan pakaian, mengumumkan transaksi material yang dilakukan perseroan. LPFF mengumumkan pembelian bagian saham NOBU maksimum sebanyak 728,00 juta lembar dengan nilai Rp755 per saham.

Lippo Group menguasai saham Matahari melalui PT Multipolar Tbk. (MLPL) sebanyak 19,42 persen. Lippo juga tercatat sebagai pengendali NOBU melalui PT Kharisma Buana Nusantara.

Pembelian yang dilakukan LPPF setara dengan 16,4 persen dari nilai modal disetor NOBU. Total nilai transaksi atau keseluruhan pembelian bagian saham tersebut yakni Rp549,64 miliar.

Pembelian akan dilakukan oleh LPPF terhadap kepemilikan PT Inti Anugerah Pratama (IAP) di NOBU. Keduanya telah meneken perjanjian jual beli (PJB) pada Rabu (4/11/2020). IAP juga tercatat sebagai pengendali saham PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR).

Dalam PJB, transaksi masuknya LPPF ke NOBU akan dilakukan dalam tiga tahap. Pertama, pembelian 265 juta lembar saham atau setara Rp302,00 miliar pada Rabu (4/11/2020).

Kedua, pembelian 199 juta lembar saham atau setara Rp196,30 miliar pada Rabu (11/11/2020). Ketiga, pembelian 198,30 juta lembar saham setara Rp51,34 miliar pada 28 Desember 2020.

Transaksi antara LPPF dan IAP merupakan transaksi afiliasi. Pasalnya, Direktur Utama LPPF Bunjamin Jonatan Mailool juga menjadi Presiden Komisaris IAP.

Manajemen LPPF menjelaskan bahwa transaksi itu sebagai landasan hubungan strategis jangka panjang dengan NOBU. Perseroan meyakini investasi dan kemitraan akan membawa peluang potensial untuk mengembangkan bisnis di seluruh nusantara.

“Dengan memperoleh beberapa eksklusivitas dan kepastian jangka panjang, serta membantu mendorong pertumbuhan yang signifikan dalam penjualannya di masa depan, sehingga memberikan kontribusi bagi pendapatan perseroan,” tulis Manajemen LPPF melalui keterbukaan informasi, Kamis (5/11/2020).

Lebih lanjut, LPPF menyebut ada beberapa manfaat dari transaksi. Salah satunya perolehan kemampuan perbankan dan keuangan untuk membangun layanan keuangan perseroan kepada pelanggan.

Selain itu, LPPF memiliki kemampuan untuk menawarkan fitur layanan tambahan termasuk pembentukan ekosisitem digital untuk pelanggan dan juga perseroan dalam mendapatkan pendapatan tambahan.

Manfaat lain yang didapat perseroan yakni memperkuat jaringan rantai pasokan melalui fasilitas pembiayaan bagi pemasok dan pelanggan. Sinergi dari layanan bersama dan pengurangan beban perseroan atas pengambilan uang tunai dari gerai-gerai.

Sumber: BISNIS

KOTA SATU BAKAL GALANG DANA MELALUI PRIVATE PLACEMENT


PT Kota Satu Properti Tbk (SATU) berencana mencari dana di pasar modal melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Rencananya, perusahaan bakal melepas sebanyak 125 juta lembar saham dengan nilai nominal Rp50 per saham. Jumlah saham yang akan dilepas dalam aksi korporasi ini sekitar 10% dari seluruh saham ditempatkan dan disetor penuh.

Adapun dana hasil aksi korporasi tersebut, rencananya akan dipergunakan untuk memperkuat struktur pemodalan. Dalam penggalangan dana kali ini, penyerap saham private placement itu merupakan investor yang tidak terafiliasi dengan perseroan atau pihak ketiga.

Pelaksanaannya akan dilakukan dalam rentang dua tahun sejak persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan pada tanggal 14 Desember 2020.(end)

Sumber: IQPLUS

AGUNG PODOMORO PERCEPAT PEMBANGUNAN LIMA PROYEK DI JAWA BARAT


Pengembang properti, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) terus menjaga komitmennya dalam membangun negeri melalui berbagai proyek properti di berbagai daerah. Seperti di Jawa Barat, saat ini Agung Podomoro terus ngegas untuk mempercepat pembangunan lima proyek utamanya yaitu Kota Podomoro Tenjo, Podomoro Park Bandung, Podomoro Golf View (PGV), Kota Kertabumi dan Vimala Hills.

Marketing Director Agung Podomoro, Agung Wirajaya menjelaskan selama pandemi COVID-19 permintaan properti di lima proyek tersebut justru meningkat. Hingga September 2020, dari empat proyek PT Agung Podomoro Land Tbk., yang menjadi bagian Agung Podomoro Group, di Jawa Barat yaitu Kota Kertabumi, Vimala Hills, Podomoro Golf View dan Podomoro Park Bandung membukukan marketing sales sekitar 63% dari total marketing sales di luar tanah industri. Sementara proyek Kota Podomoro Tenjo di bawah Agung Podomoro Group sudah mendapatkan minat dari pembeli lebih dari 1400 unit dalam dua bulan.

"Kami bersyukur ditengah Pandemi yang sangat dahsyat ini permintaan properti di proyek-proyek Agung Podomoro di Jawa Barat tetap tinggi. Inilah yang membuat kami tetap ngegas untuk segera menghadirkan properti terbaik bagi ribuan konsumen Agung Podomoro," jelas Agung pada Diskusi Webinar Agung Podomoro Group dengan tema "Proyek Properti Agung Podomoro Paling Ngegas", di Jawa Barat (5/11).

Agung mengatakan respon positif masyarakat dalam berinvestasi di unit bisnis Agung Podomoro membuktikan sektor properti di wilayah Jawa Barat tetap solid. Menurutnya, belajar dari situasi dan tren perilaku konsumen sejak pandemi di awal Maret 2020 lalu, ada empat hal yang mempengaruhi keputusan pembelian aset properti pada proyek Agung Podomoro di Jawa Barat.

Pertama aspek kesehatan dan kelengkapan infrastruktur, dimana masa pandemi ini masyarakat memiliki kesadaran tinggi untuk memprioritaskan kesehatan dan membutuhkan ruang terbuka hijau, adanya pancaran sinar matahari dan dukungan infrastruktur teknologi informasi.

Kedua yakni kemudahan akses yang mendukung mobilitas masyarakat. Meski lokasinya berada di luar Jakarta, selama sarana infrastruktur untuk mengakses ke pusat kota ataupun lokasi kerja tersedia, maka konsumen akan tetap memilihnya.

Ketiga, ketika pandemi berakhir, harga properti di wilayah-wilayah tersebut diperkirakan akan cenderung mengalami kenaikan. Situasi ini juga menjadi pertimbangan masyarakat untuk membeli properti. Keempat, rekam jejak dan kredibilitas pengembang semakin menjadi pertimbangan masyarakat dalam membeli properti.

"Sebagai pengembang properti, selama lebih dari 51 tahun Agung Podomoro telah membuktikan komitmen dan karya-karya yang telah menjadi milestone di industri properti nasional. Kami akan tetap mendorong proyek properti di Jawa Barat ini sebagai bagian dari katalisator kebangkitan ekonomi kita," ujarnya.

Saat ini Agung Podomoro terus mengembangkan sejumlah proyek properti di berbagai kota utama di Indonesia. Mulai dari Jakarta, Bogor, Karawang, Bandung, Medan, Balikpapan, Samarinda hingga Batam.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menjelaskan Agung Podomoro merupakan salah satu pengembang besar yang tetap konsisten menjalankan proyek propertinya dalam berbagai situasi. Ditengah krisis ekonomi saat ini, pengembang seperti inilah yang dibutuhkan dan juga semakin dipercaya oleh konsumen.

"Properti adalah salah satu tolak ukur bergeraknya roda ekonomi. Melihat komitmen Agung Podomoro dan respon besar konsumen Jawa Barat untuk tetap membeli properti saat pandemi, ini hal yang sangat positif dan membuat optimis," jelas Ali.

Ali menambahkan dibanding negara lain, kondisi Indonesia sesungguhnya memiliki fundamental yang cukup bagus. Meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam dua kuartal terakhir di 2020 masih negatif, namun masih lebih baik dibandingkan negara-negara lain yang memperlihatkan pertumbuhan negatif yang sangat tinggi. Inflasi Indonesia masih sangat terjaga, dan tren suku bunga relatif menurun. Itu sebabnya dapat dipercaya bahwa pengalaman China yang berhasil bangkit dari pandemi dengan pertumbuhan ekonomi yang sudah positif sebesar 3,2%, dapat diikuti Indonesia.

"Di China ekonomi berangsur membaik secara bertahap dan ini merupakan harapan yang baik. Strategi Agung Podomoro untuk tetap ngegas di Jawa Barat bisa semakin mempercepat recovery ekonomi wilayah ini. Karena itu mestinya harus didukung penuh oleh pemerintah daerah,"tambah Ali. (end)

Sumber: IQPLUS

PEMEGANG OBLIGASI RESTUI MNC INVESTAMA KONVERSI UTANG Rp3 TRILUN JADI SAHAM


Perusahaan investasi PT MNC Investama Tbk (BHIT) telah menggelar rapat verifikasi untuk mentabulasi dan mengumumkan hasil pemungutan suara sehubungan dengan penerbitan obligasi bersifat senior senilai USD231 juta atau sekira Rp3 triliun yang diterbitkan oleh perseroan. Walhasil, pemegang obligasi telah menyetujui exchange offer yang diusulkan oleh perseroan.

"Exchange offer ini akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan. Konversi utang menjadi saham tersebut akan menurunkan sisa utang perseroan dan meringankan beban keuangan, sedangkan obligasi baru dengan tingkat kupon rendah akan secara drastis mengurangi beban keuangan yang ditanggung Perseroan. Kedua opsi ini akan memperkuat neraca, struktur permodalan dan laba rugi secara keseluruhan, yang pada akhirnya menguntungkan pemegang saham," ujar Direktur Utama MNC Investama Darma Putra, di Jakarta, Kamis (5/11/2020).

Pemegang Obligasi memiliki opsi untuk menukarkan obligasi dengan saham baru perseroan dengan nilai tukar 8.267.052 saham per USD100.000 dari jumlah pokok obligasi setara dengan harga konversi Rp173 per saham dengan menggunakan nilai tukar USD14.302 atau obligasi baru yang diterbitkan oleh perseroan dengan nilai tukar USD100.000 jumlah pokok obligasi baru untuk setiap USD100.000 jumlah pokok obligasi.

Adapun obligasi baru menawarkan kupon tetap 1% per tahun, ditambah dengan kupon variabel dari dividen tunai yang diterima perseroan dari PT Global Mediacom Tbk dan PT MNC Kapital Indonesia Tbk. Obligasi baru ini memiliki jangka waktu lima tahun. perseroan akan mengajukan permohonan pengesahan kepada pengadilan Singapura pada tanggal 10 November 2020 dan diharapkan akan disetujui oleh pengadilan Singapura dan akan menjadi efektif pada pertengahan Desember 2020.

Setelah efektif, pemegang obligasi diminta memilih salah satu dari skema diatas. Perseroan telah mendapatkan konfirmasi bahwa setidaknya 65% pemegang obligasi akan mengonversi obligasi menjadi saham. Hal ini akan mengurangi utang induk BHIT dari USD 231 juta menjadi USD 81 juta atau turun 64.5%. Sementara ekuitas induk meningkat dari Rp11,6 triliun menjadi Rp13,8 triliun, kenaikan sebesar 18,1%.

Dalam kurun waktu 31 tahun, PT MNC Investama Tbk merupakan grup investasi terkemuka di Indonesia. Perseroan memiliki investasi strategis terutama di sektor media dan jasa keuangan. (end/as)

Sumber: IQPLUS

SINERGI PEMBIAYAAN EKSPOR UMKM, KEMENDAG JALIN MOU DENGAN BNI


Kementerian Perdagangan bersinergi dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dalam menyediakan pembiayaan ekspor bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Sinergi ini diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) mengenai penyediaan dan pemanfaatan jasa layanan perbankan dalam rangka peningkatan ekspor.

Penandatanganan MoU dilakukan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag, Kasan dengan Direktur Hubungan Kelembangaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Sis Apik Wijayanto hari ini, Kamis (5/11) di Hotel Aston Cirebon, Jawa Barat. Turut menyaksikan secara langsung Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dan Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) D. James Rompas.

"Sinergi Kementerian Perdagangan dengan PT BNI sebagai mitra yang strategis dalam memberikan layanan perbankan adalah memberikan dukungan pembiayaan ekspor, salah satunya untuk para pelaku UKM yang juga merupakan penyumbang surplus bagi neraca perdagangan.

Kerja sama ini diharapkan dapat membantu pelaku UKM melakukan ekspor sehingga dapat meningkatkan kinerja ekspor nasional," ujar Kasan.

Selain itu, Kasan juga menyampaikan agar pelaku usaha dapat mempertahankan hubungan dagang dengan mitranya saat ini dan menjaga kemampuan untuk mencari potensi pasar baru.

Pembiayaan Ekspor Perbankan Rp16,10 Miliar

Selanjutnya, Mendag Agus menyaksikan penyerahan secara simbolis pembiayaan ekspor dari perbankan kepada sebelas UKM berorientasi ekspor senilai Rp16,10 miliar. Pembiayaan ekspor tersebut diberikan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

"Pembiayaan ekspor ini diharapkan dapat membantu .UKM Naik Kelas. untuk tetap menggerakkan roda usahanya. Sehingga, mampu berkontribusi dalam peningkatan ekspor nonmigas dan ikut memperbaiki neraca perdagangan dan ekonomi nasional", kata Mendag Agus.(end)

Di masa pandemi Covid-19 ini Kemendag terus berkomitmen menjaga keberlangsungan ekspor,termasuk produk-produk UKM. Untuk itu, Kemendag menjalin sinergi dengan berbagai pihak melalui pemberian stimulus fiskal maupun nonfiskal bagi pelaku usaha, termasuk bagi usaha kecil menengah (UKM). Sehingga, diharapkan dalam waktu relatif singkat mampu memperbaiki kinerja perdagangan internasional Indonesia.

Dirjen Kasan mengatakan, .Negara-negara di dunia telah merespon kondisi pandemi Covid-19 melalui sejumlah kebijakan yang dapat membangkitkan kembali aktivitas ekonomi domestik dan global".

Sementara itu, Direktur Eksekutif LPEI, D. James Rompas menilai banyak pelaku usaha yang membutuhkan dukungan finansial maupun nonfinansial di masa pemulihan akibat pandemi. Melalui skema penugasan khusus ekspor dari pemerintah, LPEI menyediakan dukungan finansial melalui produk pembiayaan bagi pelaku usaha UKM berorientasi ekspor. Selain itu, LPEI juga memiliki fasilitas penjaminan yang menempatkan LPEI sebagai lembaga pemberi kredit (credit enhancer) yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperoleh akses pembiayaan dari bank.(end)

Sumber: IQPLUS

GMFI CATAT RUGI BERSIH DI TRIWULAN III 2020


PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) mencatat rugi bersih sebesar USD160,6 juta di sembilan bulan pertama 2020. Sementara di periode yang sama tahun sebelumnya GMFI berhasil mencetak laba bersih sebesar USD9,4 juta.

Dalam laporan keuangannya, disebutkan bahwa pendapatan usaha GMFI sebesar USD191,04 juta di triwulan III 2020, atau mnegalami penurunan sebesar 48,23 persen dibanding periode yang sama tahun 2019, yang tercatat sebesar USD369,67 juta. Kemudian, beban perseroan di periode ini tercatat sebesar USD369,99 juta atau membengkak 7,19 persen dibanding periode sama tahun sebelumnnya yang tercatat sebesar USD345,14 juta.

sehingga tercatat rugi usaha pada akhir kuartal III 2020 sebesar USD178,16 juta, atau memburuk dibandingkan dengan akhir kuartal III 2019, yang mencatat laba usaha USD24,52 juta.

Selain itu, pada sisi ekuitas tercatat senilai USD46,08 juta atau turun 82,26 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar USD265,27 juta. Adapun aset perseroan tercatat senilai USD612,84 juta atau turun 19,04 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat senilai USD756,39 juta.(end)

Sumber: IQPLUS

Ulasan Pasar Global | 6 November 2020


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(November 6, 2020)

Investment Information Team

(saryanto@miraeasset.co.id)

US

Wall Street reli karena bertaruh untuk Kongres AS yang terpecah, Fed bertahan.

Saham AS melonjak pada hari Kamis, karena investor bertaruh Partai Republik akan mempertahankan kendali Senat dan memblokir setiap perubahan kebijakan utama di bawah kemungkinan Majelis Joe Biden yang dapat mengurangi keuntungan perusahaan. Sementara paket stimulus fiskal diharapkan secara luas, kesepakatan apa pun yang dicapai dalam Kongres yang terpecah kemungkinan akan jauh lebih kecil daripada yang diantisipasi. Hal ini pada gilirannya dapat menekan Federal Reserve AS untuk memompa lebih banyak dana ke dalam sistem keuangan, mendukung harga ekuitas.

Dow Jones Industrial Average naik 542,52 poin, atau 1,95%, menjadi 28.390,18, S&P 500 naik 67,01 poin, atau 1,95% menjadi 3.510,45 dan Nasdaq Composite bertambah 300,15 poin, atau 2,59%, menjadi 11.890,93.

Reli minggu ini menandai kenaikan persentase empat hari terbesar untuk masing-masing dari tiga indeks utama dalam hampir tujuh bulan.

Eropa

Saham Eropa mencapai level tertinggi 2 minggu karena teknologi, peningkatan pendapatan

Saham Eropa mencapai level tertinggi dua minggu pada hari Kamis, didukung oleh beberapa laporan pendapatan yang kuat, lebih banyak stimulus untuk ekonomi Inggris, dan lonjakan saham Wall Street saat persaingan pemilihan presiden AS berakhir.

Di hari kelima kenaikannya, indeks pan-Eropa STOXX 600 naik 1,0% mencapai level tertinggi sejak 20 Oktober, dengan saham teknologi sekali lagi memimpin. [.N]

Rekomendasi Saham TBIG, CTRA dan ERAA oleh Mirae Asset Sekuritas | 6 November 2020


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

November 6, 2020

(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 5,260.33(+3.04%), limited upside, trading range 5,206 – 5,279. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung naik namun mulai terbatas. Pada periode  weekly mulai terlihat pola uptrend namun belum begitu kuat. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized cenderung naik lebih lanjut. Daily support di 5,206 dan daily resistance di 5,279. Cut loss level di 5,199.

TBIG  Daily, 1,495 (+4.91%),trading buy, trading range 1,470 – 1,520. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized akan menguji support trend line dengan kecenderungan menguat. Daily support di 1,470 dan daily resistance di 1,520. Cut loss level di 1,430.

.CTRA Daily, 815 (+3.82%), trading buy, trading range 800 – 835. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung naik. Daily support  di 800 dan daily resistance di 835. Cut loss level di 790.

ERAA Daily, 1,745 (+2.05%), trading buy, trading range 1,715 – 1,770. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung naik. Perkiraan daily support di 1,715 dan daily resistance terdekat di 1,770. Cut loss level di 1,690.

Analisa Saham LSIP | 6 November 2020


Analisa Saham LSIP

Saham LSIP pada tanggal 6 November 2020 ditutup menguat pada harga 990, naik 3,66%. Hal ini disertai dengan peningkatan volume, yaitu 113% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas ke arah bullish. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Rekomendasi Saham:

Trading Buy

Jika naik di atas 1010 maka berpeluang ke 1035-1085

Jika turun di bawah 950 maka berpeluang ke 920

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:

Pola Chart Pattern Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc

Pola Candlestick Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB

Indikator Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk

Dasar-dasar Investasi Saham :

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xjIEXYMlU_5iB69MK04svld


https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Analisa Saham UNTR | 6 November 2020


Analisa Saham UNTR

Saham UNTR pada tanggal 5 November 2020 ditutup menguat pada harga 20875, naik 1,33%. Hal ini disertai dengan pelemahan volume, yaitu 92% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah ke arah bullish. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bearish.

Rekomendasi Saham:

Beli jika di atas 21150

Jika naik di atas 22450 maka berpeluang ke 24000

Jika turun di bawah 20525 maka berpeluang ke 20100

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:

Pola Chart Pattern Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc

Pola Candlestick Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB

Indikator Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk

Dasar-dasar Investasi Saham :

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xjIEXYMlU_5iB69MK04svld


https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Analisa Saham BBNI | 6 November 2020


Analisa Saham BBNI

Saham BBNI pada tanggal 5 November 2020 ditutup menguat pada harga 4830, naik 4,54%. Hal ini disertai dengan peningkatan volume, yaitu 255% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah ke arah bullish. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Rekomendasi Saham:

Beli

Jika naik di atas 4950 maka berpeluang ke 5100-5400

Jika turun di bawah 4590 maka berpeluang ke 4380

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:

Pola Chart Pattern Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc

Pola Candlestick Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB

Indikator Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk

Dasar-dasar Investasi Saham :

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xjIEXYMlU_5iB69MK04svld


https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Bandarmologi Saham BBRI, SMGR, ICBP, ACES dan TLKM | 6 November 2020


New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives 

Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA:registered:., CIB:registered:-MNC Sekuritas

Friday (06/11/2020) 


IDX Composite 5,215 - 5,300

SUMMARY: STRONG BUY

11 TECHNICAL INDICATORS:

RSI (14): NEUTRAL

STOCH (9,6): BUY

MACD(12,26): BUY

ATR (14): HIGH VOLATILE

ADX (14): WEAK TREND BUY

CCI (14): OVERBOUGHT

HIGHS/LOW (14): BUY

VO: BUY

ROC: BUY

WILLIAMS R: OVERBOUGHT

BULLBEAR (13): OVERBOUGHT

BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER  ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

STOCKS PICK:

BBRI 3,360 - 3,560

TECHNICAL INDICATORS: BUY 3,420

TARGET PRICE: 3,560

STOP-LOSS: 3,360

BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

SMGR 9,300 - 10,300

TECHNICAL INDICATORS: BUY 9,850

TARGET PRICE: 10,300

STOP-LOSS: 9,300

BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

ICBP 9,825 - 9,975

TECHNICAL INDICATORS: BUY 9,850

TARGET PRICE: 9,975

STOP-LOSS: 9,825

BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

ACES 1,590 - 1,625

TECHNICAL INDICATORS: BUY 1,595

TARGET PRICE: 1,625

STOP-LOSS: 1,590

BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

TLKM 2,600 - 2,900

TECHNICAL INDICATORS: BUY 2,710

TARGET PRICE: 2,900

STOP-LOSS: 2,600

BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): 

DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

(Dr Cand. ES, MBA, CSA:registered:., CIB:registered:-MNCSek/Disc On)

Rekomendasi Saham TLKM, BBRI, SMGR dan BEST oleh MNC Sekuritas | 6 November 2020


MNC Daily Scope Wave

6 November 2020

Pada perdagangan kemarin (5/11), IHSG bergerak menguat cukup signifikan sebesar 3% dan ditutup di level 5,260, pergerakan IHSG sendiri telah menembus dua level resistance yang kami berikan (5,182 dan 5,250) serta telah menutup gap yang berada di area 5,216-5,232. Kami memperkirakan pergerakan IHSG ini sedang membentuk wave (v) dari wave [c] dari wave B pada skenario biru atau wave 3 dari wave (C) pada skenario merah. Untuk arah pergerakan IHSG selanjutnya kami perkirakan masih berpeluang untuk menguat, paling tidak menguji area 5,280-5,300.

Support: 5,200, 5,073

Resistance: 5,280, 5,382

TLKM - Buy on Weakness (2,770)

TLKM menguat agresif sebesar 7,4% dan ditutup di level 2,770 pada perdagangan kemarin (5/11). Kami memperkirakan, saat ini TLKM sedang berada pada wave (c) dari wave [i] dari wave C. Hal tersebut berarti, TLKM masih berpeluang untuk melanjutkan penguatannya, terlebih jika TLKM mampu break resistance di 2,850.

Buy on Weakness: 2,670-2,750

Target Price: 2,900, 3,000

Stoploss: below 2,620

BBRI - Buy on Weakness (3,490)

Kemarin (5/11), BBRI ditutup menguat 6,1% ke level 3,490. Kami memperkirakan pergerakan BBRI saat ini sedang berada pada bagian dari wave [c] dari wave B. Hal tersebut berarti, BBRI masih berpeluang menguat.

Buy on Weakness: 3,390-3,460

Target Price: 3,550, 3,650

Stoploss: below 3,290

SMGR - Buy on Weakness (9,950)

Pada perdagangan kemarin (5/11), SMGR ditutup menguat agresif sebesar 9% ke level 9,950 disertai dengan tekanan beli yang besar. Kami memperkirakan saat ini SMGR berada pada bagian wave [c] dari wave B dari wave (B), dimana SMGR masih berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 9,600-9,900

Target Price: 10,300, 10,500

Stoploss: below 9,100

BEST - Sell on Strength (167)

Kemarin (5/11), BEST terkoreksi 3 poin dan ditutup dilevel 167. Kami perkirakan, pergerakan BEST merupakan bagian dari wave C, dimana BEST masih rentan untuk terkoreksi. Adapun level koreksi BEST kami perkirakan berada pada area 145-155.

Sell on Strength: 167-174

Disclaimer On

Update Harga Komoditas dan Indeks | 6 November 2020


Dow surges more than 500 points, heads for best week since April as post-election rally continues

Stocks jumped on Thursday on hopes the winner of the U.S. presidential and congressional elections would soon be determined, with shares of major tech-related companies leading the gains.


Dow........28390   +542.5   +1.95%

Nasdaq..11891   +300.1   +2.59%

S&P 500..3511    +67.01   +1.95%

 

FTSE.......5906     +22.9      +0.39%

Dax.........12568   +243.9    +1.98%

CAC.........4984    +61.1       +1.24%


Nikkei....24105    +410.1     +1.73%

HSI.........25696   +809.8     +3.25%

Shanghai .3320   +42.7       +1.30%

ST Times..2589   +72.6       +2.89%


IDX....5260.33   +155.13   +3.04%

LQ45...816.16   +35.02      +4.48%


JAKMIND......970.24    +14.73   +1.54%

JAKCONS.....1822.51  +25.48   +1.42%

JAKTRADE....655.56    +4.67     +0.72%

JAKBIND.....782.42    +28.65   +3.80%

JAKAGRI......1182.08   +17.90   +1.54%

JAKFIN.......1185.09   +49.01   +4.31%

JAKPROP......327.90     +6.08     +1.89%

JAKINFR.....835.79     +37.32   +4.67%

JAKMANU....1232.11   +26.34   +2.18%    

JAKMINE.....1471.52    +38.59   +2.69%

 

Indo10Yr......6.8242    -0.0341     -0.50%

ICBI..........302.3389    +1.0939   +0.36%

US10Yr.........0.7760   +0.0080   +1.04%

VIX.............27.58      -1.99         -6.73%

  

USDIndx .....92.6250   -0.8170   -0.87%

Como Indx....149.16  +0.25       +0.17%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN........122.75  +0.33       +0.27%


IndoCDS...85.988   -7.357      -7.882%👍

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14380.00    -185.00      -1.27%

Jisdor....14439      -118            -0.82%



Euro.........1.1822  +0.0096   +0.06%


TLKM..19.22    +1.54   +8.71%👍

(2775)

EIDO....20.32    +0.93   +4.80%

EEM......47.71   +0.80    +1.71%


Oil..........38.57          -0.47          -1.20%*

Gold ....1948.00     +44.70      +2.34%

Timah....18235.00   +35.00      +0.19%

Nickel....15572.50   +152.50    +0.99%

 

Coal price...61.45     +0.95   +1.57%

(Nov/Newcastle) 

Coal price...62.40   +1.30   +2.13%

(Des/Newcastle)

Coal price....51.40    +0.55   +1.08%

(Nov/Rotterdam) 

Coal price..52.60    +1.15   +2.23%

(Des/ Rotterdam)

 

CPO(Des)..3388    +80       +2.42%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn............409.25  +4.00    +0.99%

SoybeanOil...35.47  +1.08    +3.14%

Wheat.........609.25  +3.25     +0.54%


Wood pulp. 3550     unch      +0%


( DE/ Phintraco(AT)  06-11-20)