Analisa Saham UNVR | 1 November 2017

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencetak pertumbuhan pendapatan di tengah-tengah bisnis consumers good yang menantang. Sampai dengan kuartal III-2017, UNVR membukukan kenaikan laba bersih sekitar 10,1% menjadi Rp 5,23 triliun dari sebelumnya Rp 4,75 triliun.

Sedangkan dari sisi pendapatan, Unilever meraup pemasukan hingga Rp 31,21 triliun. Angka ini meningkat 3,69% dibanding kuartal III-2017, Rp 30,1 triliun.

Reza Priyambada, Analis Binaartha Parama Sekuritas menyatakan, Unilever memiliki bisnis yang kuat. Pasalnya, emiten ini berhasil menciptakan pasar dalam pasar. Sehingga konsumen memiliki varian produk dan bisa memilih produk yang diinginkan. "Dia pada awal-awal memang besar pengeluarannya pada riset dan iklan. Kini dia bisa memetik hasil dari pemasarannya," terang Reza kepada KONTAN di Tangerang, Rabu (1/11).

Dia menambahkan, pertumbuhan kontribusi penjualan tiap-tiap segmen produk tidak jauh berbeda. Selain itu, UNVR juga menggunakan strategi penjualan bertingkat sehingga memungkinkan untuk bisa menggaet setiap kelas konsumen. "Artinya punya harga, segmen, dan kualitas masing-masing yang ditawarkan. Sehingga mau tidak mau juga tetap memberikan kontribusi kepada UNVR," lanjutnya.

Pertumbuhan UNVR dibandingkan tahun sebelumnya cenderung melambat. Pada kuartal III-2017, pertumbuhan pendapatan dan laba bersih masing-masing sebesar 3,69% dan 10,1% year on year.

Padahal pada kuartal III-2016, tercatat pertumbuhan pendapatan sebesar 9,27% yoy dan laba bersih 13,56% yoy. Sedangkan pada kuartal III-2015, pendapatan tumbuh 5,58% dan laba bersih tumbuh 3,32%.

Reze menilai, pertumbuhan sektor consumers good memang cenderung melambat. Ada beberapa kemungkinan yang terjadi pada masyarakat sehingga membuat daya beli melambat. "Bisa jadi karena banyaknya saving dan shifting," lanjutnya.

Pertumbuhan sektor ini akan seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, Reza melihat UNVR kini lebih pada menjaga tingkat penjualan yang sudah dilakukan. "Untuk UNVR rekomendasi buy dengan target harga Rp 54.000," imbuhnya.

Hari ini, harga saham UNVR stagnan di level Rp 49.600 per saham. Dengan target Rp 54.000 per saham, masih ada potensi kenaikan harga 8,87%.

KONTAN

Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia | 1 November 2017

Market Review 1 November 2017
(Investment Information Team,  Mirae Asset Sekuritas Indonesia)

IHSG ditutup menguat 32 poin (+0.53%) ke level 6,038.146 pada perdagangan hari ini. Tercatat 169 saham menguat dan 193 saham melemah. Sektor-sektor ditutup variatif dipimpin penguatan sektor mining (+2.16%) dan pelemahan sektor basic industry (-1.06%). Investor asing mencatatkan transaksi net sell sejumlah Rp1,12 triliun di seluruh Pasar hari ini. US Dollar menguat 17 poin (+0.13%) terhadap Rupiah, sehingga Rupiah melemah ke level Rp13,580 terhadap US Dollar di akhir perdagangan.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi pada Oktober 2017 yang tercatat sebesar 0,01 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130,09. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Oktober) 2017 sebesar 2,67 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2017 terhadap Oktober 2016) sebesar 3,58 persen. Komponen inti pada Oktober 2017 mengalami inflasi sebesar 0,17 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Oktober) 2017 mengalami inflasi sebesar 2,68 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Oktober 2017 terhadap Oktober 2016) sebesar 3,07 persen.

Advance Stocks:

- MCAS: Pada perdagangan perdananya, harga saham MCAS ditutup menguat Rp685 (+49.45%) ke level Rp2.070. MCAS melakukan pencatatan saham perdana di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini. M Cash melepas sebanyak 216,98 juta saham baru atau setara 25% dari modal disetor. Perseroan mematok harga penawaran berkisar antara Rp1.300 sampai Rp1.450 per lembar saham. Adapun target dana yang akan dihimpun Rp280 miliar sampai Rp300 miliar.

- TINS: Harga saham TINS menguat Rp75 (+9.14%) ke level Rp895 pada penutupan perdagangan hari ini. TINS membukukan volume penjualan logam timah sebanyak 21.588 Mton pada Januari-September 2017 atau naik 16,1% dibandingkan dengan 18.600 Mton pada periode yang sama 2016. Peningkatan volume penjualan itu dibarengi oleh peningkatan harga jual rata-rata logam timah yang mencapai US$20.557/Mton dalam periode Januari-September 2017 atau meningkat dibandingkan dengan US$17.296/Mton pada periode yang sama 2016.

- INDS: Menguat untuk hari kedua, harga saham INDS ditutup naik Rp100 (+6.92%) ke level Rp1.545 hari ini. INDS baru saja mendapatkan dividen tunai dari entitas anaknya yakni PT Indobaja Primamurni. Jumlah dividen tunai yangIndospring terima dari entitas usaha yakni sebesar Rp 67,55 miliar. Perseroan mencatatkan pendapatan usaha mencapai Rp1,42 triliun pada 3Q17 dibandingkan Rp1,22 triliun di periode sama tahun sebelumnya. Laba periode berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp89,45 miliar dari Rp45,90 miliar sebelumnya.

- ADRO: Harga saham ADRO ditutup menguat Rp85 (+4.65%) ke level Rp1.910 hari ini. ADRO meraih laba sebesar US$372,45 juta hingga periode 30 September 2017 meningkat dari laba US$209,10 juta di periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan usaha meningkat dari US$1,77 miliar tahun sebelumnya menjadi US$2,43 miliar.

Decline Stocks:

- SMGR: Harga saham SMGR ditutup melemah Rp400 (-3.66%) ke level Rp10.500 hari ini. SMGR alami penurunan laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 50,1 persen hingga periode 30 September 2017 menjadi Rp1,45 triliun dibandingkan laba Rp2,92 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.

- CTTH: Harga saham CTTH ditutup melemah Rp4 (-5.26%) ke level Rp72 hari ini. CTTH alami penurunan pendapatan usaha menjadi Rp157,91 miliar hingga periode 30 September 2017 dibandingkan pendapatan usaha Rp221,22 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Laba tahun berjalan turun menjadi Rp3,02 miliar dari sebelumnya Rp13,10 miliar.

- RMBA: Harga saham RMBA ditutup melemah Rp20 (-5.00%) ke level Rp380 hari ini. Rugi bersih RMBA turun menjadi Rp810,71 miliar hingga periode 30 September 2017 dibandingkan rugi bersih Rp1,64 triliun di periode sama tahun sebelumnya. Penjualan juga turun tipis menjadi Rp14,20 triliun dari Rp14,30 triliun sebelumnya.

Berita Saham PBRX | 1 November 2017

PT Pan Brothers Tbk (PBRX) meraih penjualan sebesar US$404,34 juta hingga periode 30 September 2017 naik dibandingkan penjualan US$372,35 juta pada periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, laba kotor meningkat menjadi US$55,98 juta dari laba kotor tahun sebelumnya yang US$47,59 juta. Kenaikan beban usaha menjadi US$34,10 juta dari US$29,17 juta membuat laba usaha menjadi US$21,87 juta dari US$18,42 juta.

Beban lain-lain naik menjadi US$10,93 juta dari US$4,08 juta dan laba sebelum pajak penghasilan turun menjadi US$10,94 juta dari laba sebelum pajak penghasilan tahun sebelumnya yang US$14,33 juta dan laba periode berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$9,23 juta dari laba US$12,84 juta hingga September tahun sebelumnya.

Sementara itu total aset perseroan hingga 30 September 2017 mencapai US$587,69 juta naik dari total aset US$519,50 juta hingga 31 Desember 2016. (end)

IQPLUS

Berita Saham ADRO | 1 November 2017

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) meraih laba sebesar US$372,45 juta hingga periode 30 September 2017 meningkat dari laba US$209,10 juta di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, pendapatan usaha naik menjadi US$2,43 miliar dari pendapatan US$1,77 miliar tahu sebelumnya dan laba bruto naik menjadi US$859,43 juta dari US$465,57 juta tahun sebelumnya.

Laba usaha diraih sebesar US$729,06 juta dari laba usaha US$382,22 juta tahun sebelumnya sedangkan laba sebelum pajak penghasilan diraih US$707,25 juta naik dari laba sebelum pajak penghasilan US$349,30 juta hingga September tahun lalu.

Total aset hingga 30 September 2017 mencapai US$6,85 miliar naik dari total aset US$6,52 miliar hingga 31 Desember 2016. (end)

IQPLUS

Berita Saham MYOR | 1 November 2017

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) meraih penjualan bersih Rp14,29 triliun hingga periode 30 September 2017 naik dari penjualan Rp13,31 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan laba bruto turun menjadi Rp3,23 triliun dari Rp3,48 triliun karena kenaikan beban pokok menjadi Rp11,06 triliun dari Rp9,82 triliun.

Laba usaha turun menjadi Rp1,46 triliun dari laba usaha Rp1,61 triliun tahun sebelumnya dan beban lain-lain bersih turun menjadi Rp201,17 miliar dari Rp436,59 miliar membuat laba sebelum pajak naik jadi Rp1,26 triliun dari laba sebelum pajak Rp1,17 triliun tahun sebelumnya.

Laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp927,85 miliar dari laba Rp865,92 mliiar hingga September tahun sebelumnya. Jumlah aset hingga 30 September 2017 mencapai Rp13,86 triliun naik dari jumlah aset Rp12,92 triliun hingga 31 Desember 2016. (end)

IQPLUS

Berita Saham UNVR | 1 November 2017

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) meraih penjualan bersih Rp31,21 triliun hingga periode 30 September 2017 naik dari penjualan bersih Rp30,10 triliun tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan harga pokok penjualan naik jadi Rp15,16 triliun dari HPP tahun sebelumnya Rp14,79 triliun dan laba bruto meningkat menjadi Rp16,05 triliun dari laba bruto Rp15,30 triliun tahun sebelumnya.

Laba usaha diraih Rp7,08 triliun naik dari laba usaha Rp6,47 triliun tahun sebelumnya dan laba sebelum pajak diraih Rp6,99 triliun meningkat dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp6,36 triliun.

Laba perseroan naik menjadi Rp5,22 triliun dari laba Rp4,75 triliun hingga September tahun lalu. Total aset perseroan mencapai Rp18,81 triliun hingga 30 September 2017 naik dari total aset Rp16,74 triliun hingga 31 Desember 2016. (end)

IQPLUS

Berita Saham TKIM | 1 November 2017

PT Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) meraih laba neto sebesar US$22,46 juta hingga periode 30 September 2017 naik 101 persen dibandingkan laba neto di periode sama tahun sebelumnya yang US$11,12 juta.

Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, penjualan neto naik menjadi US$782,50 juta dari penjualan neto US$760,83 juta dan beban pokok penjualan naik jadi US$700,10 juta dari US$677,87 juta dan laba bruto turun menjadi US$82,40 juta dari laba bruto tahun sebelumnya yang US$82,85 juta.

Beban usaha turun menjadi US$59,95 juta dari US$72,78 juta dan laba usaha naik menjadi US$22,45 juta dari laba usaha tahun sebelumnya yang US$10,07 juta. Laba sebelum taksiran pajak naik menjadi US$29,64 juta dari laba US$10,91 juta hingga September 2016.

Total aset perseroan mencapai US$2,55 miliar hingga periode 30 September 2017 naik dari total aset US$2,49 miliar hingga periode 31 Desember 2016. (end)

IQPLUS

Berita Saham DGIK | 1 November 2017

PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) meraih pendapatan neto sebesar Rp985,30 miliar hingga periode 30 September 2017 naik dari pendapatan neto Rp722,78 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan laba bruto naik menjadi Rp98,03 miliar dari laba bruto Rp47,59 miliar dan laba bruto setelah venutra bersama neto tercatat naik menjadi Rp159,68 miliar dari Rp96,51 miliar dan kenaikan beban usaha menjadi Rp159,26 miliar dari Rp120,10 miliar membuat laba usaha tercatat sebesar Rp418,96 juta usai mencatat rugi usaha Rp23,58 miliar tahun sebelumnya.

Penghasilan lain-lain neto turun menjadi Rp29,75 miliar dari Rp37,20 miliar dan laba sebelum pajak tercatat Rp30,17 miliar naik dibandingkan laba sebelum pajak Rp13,61 miliar tahun sebelumnya.

Laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp20,31 miliar naik dari laba Rp7,23 miliar hingga periode 30 September tahun lalu. Sedangkan total aset hingga 30 September 2017 mencapai Rp1,79 triliun naik dari total aset Rp1,55 triliun hingga 31 Desember 2016. (end)

IQPLUS

Berita Saham BIPI | 1 November 2017

PT Benakat Integra Tbk (BIPI) meraih pendapatan US$2,69 juta hingga periode 30 September 2017 naik dari pendapatan US$1,51 juta periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, beban pokok pendapatan melonjak menjadi US$9,95 juta dari US$1,38 juta membuat rugi bruto diderita sebesar US$7,25 juta dari laba bruto US$127,80 ribu tahun sebelumnya.

Namun penghasilan lain-lain diraih sebesar US$39,45 juta naik tajam dari penghasilan lain-lain tahun sebelumnya yang US$1,08 juta dan laba sebelum manfaat pajak penghasilan diraih US$32,20 juta dari laba US$1,21 juta tahun sebelumnya.

Laba neto yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$34,51 juta naik tajam dari laba US$2,46 juta hingga September tahun sebelumnya. Total aset perseroan mencapai US$1,36 miliar hingga 30 September 2017 naik dari total aset US$1,27 miliar hingga 31 Desember 2016. (end)

IQPLUS

Berita Saham TELE | 1 November 2017

PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) meraih pendapatan neto sebesar Rp20,41 triliun hingga periode 30 September 2017 naik tipis dari pendapatan neto Rp20,05 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan menyebutkan beban pokok pendapatan naik menjadi Rp19,29 triliun dari Rp18,87 triliun dan laba bruto turun jadi Rp1,12 triliun dari laba bruto Rp1,17 triliun tahun sebelumnya.

Laba usaha turun menjadi Rp713,94 miliar dari laba usaha Rp775,69 miliar dan laba sebelum pajak turun menjadi Rp385,08 miliar dari laba sebelum pajak Rp484,31 miliar di tahun sebelumnya.

Laba neto tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp274,95 miliar dari laba neto Rp355,06 miliar hingga September tahun sebelumnya.

Sedangkan jumlah aset perseroan mencapai Rp8,80 triliun hingga 30 September 2017 naik dari jumlah aset Rp8,21 triliun hingga 31 Desember 2016. (end)

IQPLUS

Berita Saham SMCB | 1 November 2017

Kondisi kelebihan pasokan semen nasional yang belum teratasi, memberikan dampak terhadap kinerja industri semen di Indonesia termasuk PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB). Perusahaan mengalami penurunan penjualan sebesar -0.4 persen menjadi Rp 6,8 triliun untuk periode sembilan bulan pertama tahun ini jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu Rp 6,9 triliun.

Meskipun volume penjualan semen naik sebesar 5,6 persen menjadi 7 juta ton, namun kondisi pasokan berlebih memberikan tekanan padaharga di pasar. Terlepas dari upaya-upaya efisiensi yang terus dilakukan oleh perusahaan, kondisi pasar berdampak pada kerugian yang semakin membengkak menjadi sebesar Rp 647 miliar dari rugi bersih di periode yang sama tahun sebelumnya Rp 160 miliar.

Setelah Lebaran, sektor konstruksi dan infrastruktur mulai mengalami peningkatan seiring dengan percepatan realisasi belanja Pemerintah untuk pembangunan jalan tol, jembatan, bendungan dan pembangkit listrik. Pembangunan tersebut telah mendorong pertumbuhan konsumsi semen yang mencapai 47 juta ton hingga akhir September 2017.

.Kami mengapresiasi langkah Pemerintah dalam percepatan pembangunan yang dilakukan di seluruh Indonesia. Pembangunan ini tentunya akan menciptakan peluang untuk meningkatkan perekonomian lebih lanjut dan kami (Holcim Indonesia) sangat siap untuk menjadi bagian dari solusi pembangunan tersebut, khususnya proyek-proyek besar serta pembangunan infrastruktur dan perumahan., ucap Presiden Direktur PT Holcim Indonesia Tbk, Gary Schutz, daam keterangan resminya, di Jakarta, Selasa (31/10/2017).

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang beragam, Holcim Indonesia memperkenalkan Semen Holcim Serbaguna dengan Micro Filler Particle. Produk hasil penyempurnaan ini memudahkan pengerjaan bangunan untuk hasil konstruksi yang lebih kuat, permukaan yang lebih halus, dan sebaranyang lebih luas. Selain itu, Holcim juga meluncurkan disain kantong semen baru yang menampilkan tanda Micro Filler Particle dan kini telah tersedia hampir di seluruh wilayahpasar Holcim sejak bulan Juni 2017.

.Kami memperhatikan kendala yang kerap dijumpai saat membangun atau merenovasi rumah seperti timbulnya retakan, perlunya material tambahan dan biaya yang tinggi untuk pemeliharaan. Semen Holcim Serbaguna dengan Micro Filler Particle membantu pemilik bangunan untuk memiliki bangunan yang tahan lama dan berkualitas, sehingga mereka bisa menghemat biaya pemeliharaan., tambah Gary.

Tambahan biaya pemeliharaan bukan hanya menjadi kekhawatiran bagi pemilik rumah saja, melainkan juga kontraktor dan pemilik proyek. Prioritas Pemerintah dalam percepatan pembangunan infrastruktur nasional memberikan angin segar bagi industri konstruksi dan bahan bangunan. Selain kualitas bahan bangunan dan teknik pengerjaan di lapangan, kontraktor masih harus memperhitungkan kondisi tanah khususnya dalam pembangunan jalan. Kondisi tanahdi Indonesia yang beragam dapat dengan mudah menyebabkan kerusakan pada lapisan permukaan jalan, danmerugikan baik pemilik maupun pengguna jalan.

Holcim merespon hal ini dengan menghadirkan terobosan terbaruyang dinamakan Solid Road, sebuah produk inovatif untukmengatasi masalah stabilisasi tanah sebagai pondasi jalan.Solid Road menawarkan uji coba laboratorium untukmenganalisa tingkat kestabilan tanah, pengembangan campuran, hingga uji kualitas produk di lapangan.

.Solid Road hadir sebagai solusi baru bagi pihak Pemerintahmaupun Swasta, dalam menyediakan sarana infrastruktur yang berkualitas dengan kondisi tanah apapun,. terangnya.

Ia menjelaskan jika peluang pasar tidak hanya diciptakan oleh Pemerintah, namun juga sektor swasta dimana pulihnya perekonomian dapat meningkatkan daya beli masyarakat, dan kepercayaan pebisnis kedepan. Semester pertama tahun ini menunjukkan kondisi stagnan dan peningkatan baru terlihat pada kuartalketiga tahun ini. Kedepan, pertumbuhan penjualan semen diharapkan akan semakin menguat seiring pembangunanyang berjalan, walaupun pasar masih akan mengalamikelebihan pasokan.

Lebih cekatan menghadapi perubahan tren bisnis dan global, Holcim Indonesia berupaya untuk menjangkau kebutuhan serta lebih mendekatkan diri kepada pelanggan dengan mengoptimalkan fasilitas online dan jejaring sosial untukmemasarkan solusi inovatifnya.

.Pada bulan Mei 2017, Holcim Indonesia menggandeng CIMB Niaga untuk memfasilitasi pembayaran transaksi pembelian produk dansolusi Holcim melalui aplikasi penjualan daring Solusi RumahKu untuk pengguna Android. Saat ini layanan aplikasi Solusi RumahKu baru tersedia bagi pelanggan di wilayah Jabodetabek dan secara bertahap akan dikembangkan untuk mencakup seluruh wilayah Indonesia,. tukasnya. (end/as)

IQPLUS

Berita Saham RAJA | 1 November 2017

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) meraih pendapatan usaha sebesar US$106,56 juta hingga periode 30 September 2017 turun dari pendapatan usaha US$134,04 juta di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan beban pokok turun menjadi US$88,32 juta dari US$116,11 juta dan laba bruto naik jadi US$18,24 juta dari laba bruto US$17,92 juta tahun sebelumnya.

Laba sebelum pajak tercatat sebesar US$4,96 juta turun dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya sebesar US$5,13 juta dan laba periode berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi US$1,84 juta dari laba US$2,71 juta di periode hingga September tahun sebelumnya.

Jumlah aset perseroan mencapai US$142,64 juta hingga 30 September 2017 turun dari jumlah aset US$145,22 juta hingga periode 31 Desember 2016. (end)

IQPLUS

Berita Saham BAJA | 1 November 2017

PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) meraih penjualan bersih sebesar Rp894,28 miliar hingga periode 30 September 2017 naik 36,67 persen dibandingkan penjualan bersih Rp654,31 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, beban pokok penjualan naik jadi Rp889,05 miliar dari beban pokok penjualan Rp600,26 miliar tahun sebelumnya dan laba kotor anjlok menjadi Rp5,22 miliar dari laba kotor tahun sebelumnya yang Rp54,05 miliar.

Rugi sebelum pajak diderita Rp21,00 miliar usai mencatat laba sebelum pajak Rp56,81 miliar tahun sebelumnya. Manfaat pajak diraih Rp3,70 miliar usai mencatat beban pajak Rp20,02 miliar tahun sebelumnya dan rugi tahun berjalan diderita Rp17,30 miliar dari laba tahun berjalan Rp36,79 miliar hingga September tahun sebelumnya.

Jumlah aset per 30 September 2017 mencapai Rp998,15 miliar naik dari jumlah aset Rp982,62 miliar hingga periode 31 Desember 2016. (end)

IQPLUS

Berita Saham BGTG | 1 November 2017

PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) mencatat pendapatan bunga bersih sebesar Rp156,85 miliar hingga periode 30 September 2017 naik dibandingkan pendapatan bunga bersih Rp109,05 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan beban operasional selain bunga bersih naik menjadi Rp99,96 miliar dari Rp72,13 miliar dan laba operasional meningkat menjadi Rp56,89 miliar dari laba operasional Rp36,91 miliar tahun sebelumnya.

Laba tahun berjalan sebelum pajak diraih Rp56,00 miliar dari laba tahun berjalan sebelum pajak Rp39,43 miliar dan laba tahun berjalan yang didistribusikan kepada pemilik mencapai Rp42,00 miliar naik dari laba tahun berjalan Rp29,57 miliar hingga September tahun sebelumnya.

Total aset perseroan hingga 30 September 2017 mencapai Rp4,61 triliun meningkat dari total aset Rp4,23 triliun hingga 31 Desember 2016. (end)

IQPLUS

Berita Saham WIKA | 1 November 2017

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (WIKA Gedung) anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang berniat menggelar IPO, mendukung penuh ajang pesat olah raga Asian Games 2018 yang rencananya akan diselenggarakan 18 Agustus-2 September 2018 di Jakarta dan Palembang.

Menurut keterangan Agoes Walujo, Sekretaris Perusahaan WIKA Gedung Rabu, perseroan berkontribusi membangun dua venue olahraga bertaraf internasional yaitu Jakarta International Velodrome Rawamangun dan Jakarta International Equestrian Park Pulomas.

Hingga akhir Oktober 2017, pembangunan konstruksi Velodrome telah mencapai progres 65%. Proyek ini rencananya selesai pada bulan Juni 2018 atau masa waktu 26 bulan. Wika Gedung Konsorsium dipercaya PT Jakpro sebagai kontraktor dengan nilai proyek Rp665 miliar.

Direktur Utama WIKA Gedung, Nariman Prasetyo mengatakan Perseroan sebagai perusahaan konstruksi bangunan gedung telah berpengalaman dan optimis dapat menyelesaikan proyek tersebut tepat waktu.

Sementara itu pembangunan Jakarta International Equestrian Park atau arena ketangkasan berkuda telah mencapai 86 persen. Manajer Proyek Khomensyah Nasution mengatakan pembangunan Equestrian Park ini di atas laha 407.000 meter persegi dan akan menampung 144 unit kandang kuda. (end)

IQPLUS

IPO MCAS (M Cash Integrasi) | 1 November 2017

Mirae Asset Sekuritas Indonesia
Investment Information Team

IPO MCAS (M Cash Integrasi)

Hari ini 01 November 2017 listing MCAS, emiten yang bergerak di bidang teknologi dengan mengembangkan kios digital.

Harga perdana MCAS Rp 1385 dan pemegang mayoritas saham emiten adalah PT 1 Inti Dot Com 21% sedangkan publik 25%.

Berdasarkan laporan Keuangan Desember 2016, Aset perusahaan Rp 15.4 miliar, hutang Rp 9.8 miliar serta ekuitas Rp 5.6 miliar. Untuk penjualan MCAS adalah sebesar Rp 386 miliar dengan profit Rp 2.76 miliar. Pada saat ini (Rp 1385) PBV emiten adalah 213x (BV 6.5) dan PE 432x (EPS 3.2).

Analisa Saham PTPP, PWON dan AKRA | 1 November 2017

IHSG (5.975-6.005) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan penguatannya. Target kenaikan indeks pada level 6.035 kemudian 6.060 dengan support di 5.975 dan 5.945.

PTPP (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 2.820 dengan resist di 2.900 dan 2.960.

PWON (Spec Buy) : Target kenaikan harga pada level 645 kemudian 660 dengan support di 620, cut loss jika break 610.

AKRA ( Buy) : Target kenaikan harga pada level 7.650 kemudian 7.850 dengan support di 7.275, cut loss jika break 7.125.

IPOT Chart Analysis

Analisa Saham BEST | 1 November 2017

Indo Premier on Bekasi Fajar (BEST) 10/24/2017

Signs of industrial estate recovery

- BEST baru saja mendapatkan penjualan 7,3ha lahan industri ke perusahaan manufaktur elektronik Jepang. Pencapaian ini membawa penjualan marketing BEST menjadi 30.1ha di 10M17 seharga Rp800 miliar. Dengan penjualan terakhir, BEST telah mencapai 75% target FY17 sendiri sebesar 40ha (86% dari asumsi penjualan FY17F kami), yang merupakan kinerja terbaik perusahaan dalam 3 tahun terakhir.

- BEST mengumumkan divestasi sebagian pada bisnis gudangnya di Daiwa Manunggal Logistic Property (DMLP) pada bulan September 2017. BEST menjual 31% saham DMLP senilai Rp194 miliar, dari komposisi semula 51% dan 49% untuk BEST dan Daiwa House of industry Co. Ltd masing-masing. Divestasi tersebut bisa menjadi pendorong EPS (+ 13%) karena capital gain sebesar Rp47 miliar dari divestasi akan dilakukan sebagai tambahan pendapatan bagi perusahaan pada FY17

- Valuasi: BUY dengan TP Rp340

Analisa Saham WSKT | 1 November 2017

NH Korindo on Waskita Karya (WSKT) 10/25/2017

Being shrewd amid ample contracts

- Pada 3Q17, WSKT membukukan pendapatan yang melonjak menjadi Rp12,9 triliun (+ 119,2% y-y) dari rekor tertinggi dibandingkan pendapatan Rp9,8 triliun pada 4Q16. Divisi konstruksi yang membukukan pendapatan sebesar Rp11,3 triliun (+ 102% y-y) merupakan kontributor utama kenaikan pendapatan pada kuartal ketiga tahun ini.

- Pada 3Q17, WSKT berhasil membukukan marjin kotor 23% tertinggi dibandingkan dengan rata-rata marjin kotor 13% di 1Q13-2Q17. Margin optimis ini berdampak pada laba bersih ke atas menjadi Rp1,3 triliun secara dramatis lebih tinggi dari laba bersih kurang dari Rp1 triliun pada periode sebelumnya.

- Valuasi: BUY dengan Tp Rp2,810

Analisa Saham INCO | 1 November 2017

INCO baru saja merilis kinerja 9 bulan yang berakhir pada 30 September 2017. Pendapatan emiten sebesar US$ 448,70 juta atau naik jika dibandingkan dengan pendapatan di periode sama tahun sebelumnya US $405,45 juta. Sementara rugi periode berjalan mencapai US$ 19,62 juta, naik dari rugi periode berjalan kuartal ketiga tahun 2016 lalu yang sebesar US$ 7,02 juta. Walaupun hingga triwulan ketiga 2017 masih membukukan kerugian berjalan, namun sebenarnya performa emiten mengalami peningkatan. Untuk periode triwulan ketiga 2017 perseroan berhasil mencatat pertumbuhan laba per lembar saham, seiring membaiknya harga rata-rata komoditas nickel pada periode tersebut.

Secara teknikal, INCO saat ini sedang berkonsolidasi dikisaran 2750 hingga 3050 dalam jangka pendek. Sementara untuk trend jangka menengah, saham ini masih bergerak naik selama bertahan diatas support level 2750. Indikator teknikal Stochastic kembali golden cross, sedangkan MACD masih bergerak mendatar. Dari kondisi ini menunjukan bahwa saham INCO sedang berkonsolidasi dengan kecenderungan menguat.

Selama INCO bertahan diatas support level 2750, maka saham ini masih berpotensi menguat dan menguji area resisten konsolidasinya dikisaran 3050-3080. Nantinya jika mampu keluar dari konsolidasi jangka pendeknya, maka INCO berpotensi menuju target terdekat di 3220, dengan target selanjutnya berada di level 3430.

Rekomendasi: Spekulasi Buy. Add position jika break out 3050 dengan volume besar. Batasi resiko apabila kembali turun dan gagal bertahan di level 2750, karena berpotensi melemah menuju area gap bawah dikisaran 2460-2510.

StepTrader

Rekomendasi Saham Etuz | 1 November 2017

Pagi,

hari ini masih menarik

AKKU
ASRI (buy on break out 410)
BUMI (bow 240an)
FIRE (buy on break out)
INTA dan INKP masih bagus utk swing (buy kalo koreksi)

salam cuan

etuz

Rekomendasi Sahan William Hartanto | 1 November 2017

WH Project Outlook 1 November 2017.

IHSG ditutup menguat 31,71 poin atau +0.53% pada perdagangan Selasa 31 Oktober 2017 kemarin. Sebelumnya pada awal pembukaan IHSG dibuka menguat 1% dengan penguatan terbesar dari sektor MINING, PROPERTY, dan FINANCE. Hari ini ketiga sektor yang sama berpotensi menopang IHSG bergerak menguat kembali.

ASRI menguji support 400. Potensi kenaikan lebih lanjut menuju 450.

BKSL hold, target kenaikan masih sama dengan Outlook kemarin.

RALS buy 900. Potensi naik menuju 1000.

KAEF TP 2800.

Semoga bermanfaat, happy trading.

Analisa Saham GGRM, INCO, BCIP, MBSS, ACES, WIKA, BUMI, HRUM, ASRI dan LPPF | 1 November 2017

Stock review hari ini:

1. GGRM: pola MACD sedang golden cross disertai menembus upper bollinger band. jika harga menuju ke area 71975 maka berpeluang ke area 73825. namun jika harga menuju area 69100 maka berpotensi ke area 68575.

2. INCO: cenderung rebound karena memantul pada middle bolinger band. ada di trading plan dengan area target 2940 maka berpeluang menuju area 3080 - 3150. dengan area cut loss 2780.

3. BCIP: harga melonjak pesat dengan stokastik mengalami golden cross. jika harga mencapai 137 maka berpeluang ke area 145 - 150. namun jika harga ke area 127 maka berpotensi ke area 122 - 117.

4. MBSS: cenderung memantul upper bollinger band erpotensi ke area 615 - 575. namun jika besok kembali rebound maka berpotensi ke area 730.

5. ACES: volume penjualan asing yang besar sangat berdampak pada penutupan saat ini. jika harga  menuju ke 1220 maka berpeluang ke area bawah baru di 1190 - 1140. namun jika besok volume pembelian membaik maka berpeluang ke area 1280 - 1300.

6. WIKA: cenderung memantul upper bollinger band. jika harga  ke area 1920 maka berpotensi besar ke area 1880. namun jika harga mencapai area 2020 maka berpeluang ke 2050 - 2090.

7. BUMI: cenderung memantul upper bollinger band. jika mencapai 250 maka berpotensi ke area 246 - 234. namun jika harga rebound maka berpoensi ke area 276.

8. HRUM: MACD berpotensi death cross. jika harga menuju area 2430 maka berpeluang ke area 2460 - 2490. namun jika harga ke area 2330 maka berpotensi ke ara 2290 - 2260.

9. ASRI: volume pembelian meningkat tajam disertai MACD membentuk pola golden cross sehingga berpeluang ke area 416 - 420. jika ke area 396 maka berpotensi ke area 388 - 382.

10. LPPF: keadaan berada dibawah lower bollinger band. jika harga besok rebound ke area 9020 maka berpeluang ke area 9420 - 9500. namun jika harga mencapai 8470 maka berpotensi ke area lebih dalam.

Alpine PW

Rekao Laba (-Rugi) Emiten 9M17 Vs 9M16

Rekap Laba (-Rugi) Emiten 9M17 vs 9M16

*BANK & FINANCE*
• BBRI Rp20.51t vs Rp18.95t
• BBCA Rp16.84t vs Rp15.13t
• BMRI Rp15.07t vs Rp12.01t
• BBNI Rp10.16t vs Rp7.72t
• BDMN Rp3.03t vs Rp2.51t
• BNGA Rp2.19t vs Rp1.29t
• PNBN Rp2.09t vs Rp1.71t
• BBTN Rp2.01t vs Rp1.62t
• NISP Rp1.67t vs Rp1.36t
• BNII Rp1.45t vs Rp1.29t
• BJBR Rp1.07t vs Rp1.16t
• BJTM Rp1.01t vs Rp836m
• BFIN Rp842m vs Rp553m
• PNIN Rp779m vs Rp681m
• BNLI Rp707m vs -Rp1.23t
• SDRA Rp321m vs Rp239m
• AGRO Rp102m vs Rp82.11m
• MCOR Rp73.9m vs Rp53.9m
• POOL Rp64.77m vs Rp21.57m
• BPII Rp61.33m vs Rp44.08m
• PNBS Rp15.07m vs Rp17.35m
• BBHI Rp7.58m vs Rp4.03m
• BABP -Rp70.86m vs Rp7.77m

*CONSUMER & PHARMACY*
• HMSP Rp9.34t vs Rp9.08t
• GGRM Rp5.42t vs Rp4.60t
• UNVR Rp5.23t vs Rp4.75t
• INDF Rp3.28t vs Rp3.24t
• ICBP Rp3.04t vs Rp2.83t
• KLBF Rp1.78t vs Rp1.70t
• MYOR Rp928m vs Rp866m
• MLBI Rp920m vs Rp679m
• SIDO Rp380m vs Rp352m
• FAST Rp104m vs Rp107m
• ROTI Rp97.35m vs Rp204m
• KINO Rp70.43m vs Rp185m
• CLEO Rp38.14m vs Rp27.24m
• ADES Rp23.16m vs Rp31.82m

*AUTO & HEAVY EQUIPMENT*
• ASII Rp14.18t vs Rp11.28t
• UNTR Rp5.64t vs Rp3.13t
• AUTO Rp370m vs Rp283m
• SMSM Rp346m vs Rp328m
• CARS Rp161m vs Rp152m
• HEXA $9.79jt vs $6.15jt
• KOBX $1.14jt vs -$3.29jt
• BOGA Rp5.42m vs Rp12.52m
• GJTL -Rp141m vs Rp583m

*RETAIL*
• LPPF Rp1.50t vs Rp1.61t
• ACES Rp526m vs Rp476m
• RALS Rp368m vs Rp362m
• EPMT Rp338m vs Rp377m
• MAPI Rp248m vs Rp120m
• ERAA Rp223m vs Rp190m
• HERO Rp70.40m vs Rp44.97m
• RANC Rp28.21m vs Rp39.63m

*TELCO, TECH & MEDIA*
• TLKM Rp17.92t vs Rp14.73t
• MNCN Rp1.12t vs Rp1.44t
• SCMA Rp1.09t vs Rp1.15t
• LINK Rp740m vs Rp604m
• BMTR Rp480m vs Rp816m
• MTDL Rp155m vs Rp114m
• BHIT Rp83.96m vs Rp562m

*PROPERTY*
• BSDE Rp2.30t vs Rp1.16t
• PWON Rp1.42t vs Rp1.31t
• SSIA Rp1.23t vs Rp118m
• ASRI Rp1.12t vs Rp659m
• CTRA Rp566m vs Rp618m
• DUTI Rp302m vs Rp473m
• PPRO Rp275m vs Rp260m
• MDLN Rp261m vs Rp29.24m
• DMAS Rp254m vs Rp494m
• DILD Rp168m vs Rp205m
• PJAA Rp159m vs Rp114m
• BUVA -Rp18.8m vs -Rp16.6m
• KIJA limited review
• LPKR tertunda krn RI LPCK
• LPCK tertunda krn RI

*CONSTRUCTION*
• WSKT Rp2.59t vs Rp1.09t
• WSBP Rp825m vs Rp502m
• ADHI Rp205m vs Rp115m
• TOTL Rp191m vs Rp160m
• NRCA Rp113m vs Rp60.88m
• ACST Rp111m vs Rp40.29m
• IDPR Rp78.39m vs Rp84.53m
• DGIK Rp20.31m vs Rp7.23m
• BTON Rp7.18m vs -Rp8.45m
• WIKA limited review
• WTON limited review

*INFRASTRUCTURE RELATED*
• SMGR Rp1.46t vs Rp2.93t
• INTP Rp1.41t vs Rp3.14t
• BUKK Rp151m vs Rp25.11m
• AKRA Rp1.02t vs Rp793m
• SMBR Rp107m vs Rp175m
• SMCB -Rp648m vs -Rp159m
• BNBR -Rp843m vs Rp20.06m

*MANUFACTURING*
• INKP $287jt vs $97.07jt
• SRIL $47.23 jt vs $41.30jt
• TKIM $22.46jt vs $11.13jt
• FASW Rp286m vs Rp687m
• KBLI Rp285m vs Rp228m
• WOOD Rp136m vs Rp104m
• BOLT Rp82.51m vs Rp92.45m
• IGAR Rp44.01m vs Rp40.81m
• BATA Rp36.96m vs Rp29.33m
• ISSP Rp20.81m vs Rp122m
• KBLM Rp18.16m vs Rp31.79m
• FPNI $1.52jt vs $1.54jt
• NIKL $390rb vs $1.76jt
• KRAS -$75.05jt vs -$115jt
• BRPT audit

*SERVICES*
• BIRD Rp302m vs Rp361m
• IMJS Rp106m vs Rp102m
• PRDA Rp98.91m vs Rp29.22m
• SAME Rp71.12m vs Rp7.29m
• BLTZ Rp4.26m vs -Rp5.83m
• GIAA -$222jt vs -$44.01jt
• TMAS -Rp10.89m vs Rp155m
• DYAN -Rp36.77m vs -Rp49.27m

*ENERGY & MINING*
• ADRO $372jt vs $209jt
• BYAN $215jt vs -$8.67jt
• PTBA Rp2.62t vs Rp1.05t
• PGAS $97.91jt vs $242jt
• BIPI $34.51jt vs $2.46jt
• HRUM $32.64jt vs $10.75jt
• KKGI $8.34jt vs $7.23jt
• INCO -$19.63jt vs -$7.02jt
• DOID $31.43jt vs $25.33jt
• MYOH $8.63jt vs $15.67jt
• ELSA Rp85.60m vs Rp178m
• DEWA $258rb vs $84.49rb
• MPOW Rp9.73m vs Rp13.94m
• BRMS -$96.61jt vs -$346jt
• INDY limited review
• MEDC limited review
• PTRO limited review

*AGRICULTURE & POULTRY*
• CPIN Rp1.93t vs Rp2.49t
• AALI Rp1.41t vs Rp1.14t
• SIMP Rp406m vs Rp295m
• LSIP Rp639m vs Rp272m
• JPFA Rp849m vs Rp1.72t
• SGRO Rp223m vs Rp25.51m
• DSFI Rp8.42m vs Rp3.59m
• BWPT -Rp209m vs -Rp300m

Update Harga Penting Saham | 1 November 2017

Good morning,

Dow and S&P 500 notch 7th straight monthly gain as stocks close out strong October

The S&P 500 and the Dow Jones industrial average rose 2.2 percent and 4.3 percent, respectively, in October.The Nasdaq, meanwhile, gained 3.6 percent, and is on track to post its fourth straight monthly gain.

Dow........23377   +25.5       +0.12%
Nasdaq....6728   +28.7       +0.43%
S&P 500...2575   +2.4         +0.09%

FTSE........7493    +5.3          +0.07%
Dax........13230    unch         +0%
CAC.........5503     +9.7          +0.18%

Nikkei....22012      -0.06       -0.00% 
HSI.........28246      -90.7       -0.32%
Shanghai.3393     +3.01       +0.09% 
ST Times.3374      -1.9          -0.05%
 
Indo10Yr..7.0973     -0.0074  -0.10%
INDOBex234.1873 +0.2546  +0.11%
US10Yr.......2.38      +0.002     +0.08%
VIX.............10.18     -0.32         -3.05%

USDIndx ....94.571     +0.069   +0.07%
Como Indx187.5576  +0.0281+0.01%

(Core Commodity CRB)
DJUSCL......39.85       -1.02       -2.50%
(Dow Jones US Coal Index) 

IndoCDS.....93.275     -0.44       -0.47%           (5-yr INOCD5) 

IDR...........13563   -19        -0.14%
Jisdor.......13572   -8          -0.06%
IDR Fut.....13564   -20        -0.15%

Euro.......1.1644   -0.0006  -0.05%.

TLKM.......30.04  +0.04       +0.13%
(4077)
EIDO.........26.70  +0.24       +0.91%
EEM..........46.28  +0.43       +0.94%

Oil.............54.64       +0.52      +0.96%
Gold ........1271.80    -5.60       -0.44%
Timah....19417.50    unch       +0%
*Nickel....12422.50 +775.00 +6.65%!!!*

Coal price...99.90   +0.40   +0.40%
(Nov/Newcastle)
Coal price...98.50   +0.50   +0.51%
(Dec/Newcastle)
Coal price...94.25   +1.25   +1.34%  
(Nov/Rotterdam)
Coal price..94.10   +1.70   +1.84%
(Dec/ Rotterdam)

CPO(Dec)  2816      -24        -0.85%
(Source: bursamalaysia.com)             
Corn...........345.75   -3.00     -0.86%
SoybeanOil 34.75    -0.50     -0.16%
Wheat........418.50    -6.25     -1.47%

(DE/ls 01-11-17)
  
*********

Analisa Pasar Global | 1 November 2017

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market
(Nov 1, 2017)
Investment Information Team
(ayuningdyah@miraeasset.co.id)

 
US

Saham A.S. menguat pada hari Selasa, dengan Nasdaq ditutup pada rekor dan indeks utama yang menguat secara keseluruhan karena hasil kuartalan membuat ekuitas mendekati level tertinggi sepanjang masa.

Investor mengikuti dimulainya pertemuan dua hari Federal Reserve, yang diperkirakan tidak akan menghasilkan perubahan pada kebijakan moneter. Investor akan memperhatikan petunjuk tentang keadaan ekonomi dan inflasi seperti yang diacu oleh pembuat kebijakan.

Data: Biaya tenaga kerja AS naik 0,7% pada kuartal ketiga, sementara S&P/Case-Shiller 20-city home price index naik 0,5% secara musiman selama periode tiga bulan yang berakhir pada bulan Agustus dan naik 5,9%, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu - lebih kuat dari kenaikan tahunan 5,8% pada periode yang berakhir pada bulan Juli.

Chicago purchasing managers indexnaik menjadi 66,2 di bulan Oktober, angka terbaik sejak Maret 2011.

Conference Board mengatakan indeks kepercayaan konsumen naik menjadi 125,9 di bulan Oktober dari 120,6 di bulan September, menandai level terbaik sejak Desember 2000.

 
Europe

Indeks saham acuan Eropa mencetak penutupan tertinggi lebih dari lima bulan pada hari Selasa, membatasi kenaikan Oktober dengan kenaikan bulanan karena para pedagang menyambut baik laporan pendapatan dari maskapai penerbangan seperti Ryanair Holdings PLC dan minyak utama BP PLC.

Perkiraan kilat untuk inflasi di mata uang menunjukkan bahwa harga konsumen naik 1,4% di bulan Oktober, turun dari 1,5% di bulan September, turun lebih jauh di bawah target Bank Sentral Eropa yang mendekati, namun di bawah 2%.

Pertumbuhan produk domestik bruto sebesar 0,6% untuk kuartal ketiga berada di atas ekspektasi, sementara tingkat pengangguran untuk bulan September turun menjadi 8,9%. Itu adalah tingkat pengangguran terendah sejak 2009.