Perbedaan Stochastics Fast dan Slow dalam Analisis Teknikal Saham

Perbedaan utama antara Stochastics Fast dan Slow disimpulkan dalam satu kata: SENSITIVITAS. Stochastics Fast lebih sensitif daripada Stochastics Slow untuk perubahan harga keamanan yang mendasarinya dan kemungkinan akan menghasilkan banyak sinyal transaksi. Namun, untuk benar-benar memahami perbedaan ini, Anda harus terlebih dahulu memahami apa yang dimaksud dengan indikator momentum Stochastics ini terlebih dahulu.

Perbedaan Stochastics Fast dan Slow dalam Analisis Teknikal Saham
(Ilustrasi Perbedaan Stochastics Fast dan Slow dalam Analisis Teknikal Saham)

Osilator momentum Stochastics digunakan untuk membandingkan ketika harga closed sekuritas relatif terhadap kisaran harganya selama periode waktu tertentu. Dihitung menggunakan rumus berikut:

% K = 100 [(C - L14) / (H14 - L14)]

C = Harga penutupan terbaru
L14 = Harga Low dari 14 sesi perdagangan sebelumnya
H14 = Harga tertinggi yang diperdagangkan selama periode 14 hari yang sama

Hasil %K dari 80 diartikan berarti bahwa harga closed sekuritas di atas 80% dari semua harga penutupan sebelumnya yang telah terjadi selama 14 hari terakhir. Asumsi utamanya adalah bahwa harga sekuritas akan diperdagangkan di atas kisaran dalam tren naik yang utama. Nilai Moving Average tiga periode dari %K yang disebut %D biasanya dimasukkan untuk bertindak sebagai garis sinyal. Sinyal transaksi biasanya dibuat ketika %K melintasi %D.

Umumnya, periode 14 hari digunakan dalam perhitungan di atas, tetapi periode ini sering dimodifikasi oleh Trader untuk membuat indikator ini lebih atau kurang sensitif terhadap pergerakan harga.

Hasil yang diperoleh dari menerapkan formula di atas dikenal sebagai Stochastics Fast. Beberapa pedagang menemukan bahwa indikator ini terlalu responsif terhadap perubahan harga, yang pada akhirnya menyebabkan keluar dari posisi sebelum waktunya. Untuk mengatasi masalah ini, Stochastics Slow ditemukan dengan menerapkan Moving Average tiga periode pada %K dari perhitungan cepat. Mengambil Moving Average tiga periode dari %K Stochastics Fast telah terbukti menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan kualitas sinyal transaksi; itu juga mengurangi jumlah crossover palsu. Setelah Moving Average pertama diterapkan pada %K Stochastics Fast, maka Moving Average tiga periode tambahan kemudian diterapkan - membuat apa yang dikenal sebagai %D Stochastics Slow. Pemeriksaan lebih lanjut akan mengungkapkan bahwa %K dari Stochastics Slow sama dengan %D (garis sinyal) pada Stochastics Fast.

Cara mudah untuk mengingat perbedaan antara keduanya adalah dengan memikirkan Stochastics Fast sebagai mobil sport dan Stochastics Slow sebagai limusin. Seperti mobil sport, Stochastics Fast gesit dan perubahan arah sangat cepat dalam menanggapi perubahan yang tiba-tiba. Stochastics Slow membutuhkan sedikit waktu untuk mengubah arah. Secara matematis, dua osilator tersebut hampir sama kecuali bahwa %K Stochastics Slow dibuat dengan mengambil Moving Average tiga periode dari %K Stochastics Fast. Mengambil Moving Average tiga periode dari masing-masing %K akan menghasilkan garis yang digunakan untuk sinyal.

Berita Saham MIKA | ANAK USAHA MIKA BELI 94,99% SAHAM BAKTI GEMILANG ANAK SEJAHTERA



IQPlus, (30/01) - PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) melalui anak usahanya PT Rumah Kasih Indonesia telah mengambil alih 94,99% kepemilikan saham dalam PT Bakti Gemilang Anak Sejahtera (BGAS).

Menurut keterangan Ester Maria Ramono, Direktur Independen Perseroan Rabu, transaksi itu dilakukan berdasarkan Akta Notaris Nomor 2,3,4,7 dan 8 pada 28 Januari 2019 yang dibuat dihadapan Sohibudin SH, notaris di Subang Jawa Barat.

Pembelian saham dilakukan melalui dua tahap yakni setoran modal di BGAS dengan nilai transaksi Rp20.200.000.000 dan pembelian saham dari pemegang saham terdahulu senilai Rp9.449.000.000.

Setelah ditandatanganinya Akta Jual Beli saham tersebut, maka pemeilikan saham PT BGAS menjadi PT Rumah Kasih Indonesia sebanyak 94,99%, dr. Sugiantoro 2,51% dan Herni Yudhi Brata 2,50%. (end)


Berita Saham HEXA | HINGGA DESEMBER 2018, LABA HEXINDO ADIPERKASA TUMBUH 51%



IQPlus, (30/01) - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) mengalami pertumbuhan laba tahun berjalan hingga 51% hingga periode yang berakhir 31 Desember 2018 menjadi US$23,64 juta dari laba US$20,37 juta di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, penghasilan neto naik menjadi US$315,75 juta dari penghasilan neto US$239,72 juta tahun sebelumnya dan laba bruto meningkat menjadi US$65,00 juta dari laba bruto US$49,46 juta tahun sebelumnya.

Sementara laba usaha diraih US$31,50 juta naik dari laba usaha US$20,31 juta tahun sebelumnya dan laba sebelum pajak diraih US$31,55 juta naik dari laba sebelum pajak US$20,37 juta tahun sebelumnya.

Total aset perseroan mencapai US$330,35 juta hingga 31 Desember 2018 naik dari total aset US$283,35 juta hingga periode 31 Maret 2018. (end)


Berita Saham DILD | INTILAND RAIH PINJAMAN Rp2,8 TRILIUN DARI BNI DAN BCA



IQPlus, (30/01) - PT Intiland Development Tbk (DILD) memperoleh fasilitas kredit sindikasi dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk senilai Rp2,8 triliun. Fasilitas tersebut nantinya akan digunakan untuk melunasi pinjaman dari delapan bank dan utang obligasi jatuh tempo pada pertengahan 2019.

Direktur Pengelolaan Modal dan lnvestasi DILD, Archied Noto Pradono, merincikan bahwa fasilitas kredit sindikasi tersebut memiliki tenor delapan tahun yang bersumber dari BBNI sebesar Rp1,63 triliun dan BBCA senilai Rp1,17 triliun dengan tingkat bunga 10,5 persen.

"Pengucuran fasilitas kredit sindikasi ini memberikan dampak positif bagi Intiland untuk mengeksekusi rencana-rencana strategis dan memperkuat struktur keuangan serta meningkatkan kinerja usaha," kata Archied di Jakarta, Rabu (30/1).

Archied menyebutkan, fasilitas pendanaan ini merupakan kredit investasi untuk refinancing dan menambah modal kerja. Rencananya, kata dia, DILD akan mengalokasikan sebagian besar kucuran kredit tersebut untuk refinancing pinjaman ke delapan bank dan melunasi utang obligasi yang jatuh tempo pada pertengahan 2019.

Dia mengungkapkan, saat ini Intiland memiliki pinjaman ke sejumlah bank dengan tingkat bunga dan tenor plnjaman yang beragam. Sehingga, kata archied, kondisi ini menyebabkan model pengeIolaan utang menjadi kurang efisien dari sisi cost of fund maupun proses administrasi.

Lebih lanjut Archied menyatakan, langkah refinancing melalui pelunasan utang-utang tersebut bisa menurunkan beban biaya bunga, menyederhanakan proses administrasi dan memperbaiki struktur keuangan DILD.

"Dengan mendapatkan tenor pinjaman lebih panjang, tentu kaml mempunyai ruang lebih Ionggar untuk mengatur struktur keuangan dan pendanaan untuk pengembangan usaha," ujar Archied.

Dia merincikan, total pinjaman bank yang di-refinancing sebesar Rp2,16 triliun, pelunasan obligasi senilai Rp428 miliar dan untuk working capital sekitar Rp221,67 miliar.

Sebagaimana diketahui, pada 2016 DILD menerbitkan Obligasi ll senilai Rp590 mlliar yang terbagi menjadi dua seri. Obligasi Seri A senilai Rp428 miliar dengan tingkat bunga 10,75 persen bertenor tiga tahun. Obligasi Seri B memiliki tenor lima tahun senilai Rp162 milyar.


Berita Saham BBRI | BANK BRI RAIH LABA Rp32 TRILIUN



IQPlus, (30/01) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) membukukan laba bersih Rp 32,4 triliun di 2018. Laba ini naik 11,6% dibandingkan 2017.

Kinerja keuangan bank berkode BBRI itu didukung pendapatan jasa (fee based income) yang tumbuh 22,7% menjadi Rp 23,4 triliun di akhir 2018.

Menurut Direktur Utama BRI Suprajarto, kredit sektor UMKM masih menopang kinerja keuangan bank pelat merah itu di 2018.

"Pertumbuhan positif dan sustainable dengan UMKM sebagai core. Hal tersebut menjadikan BRI bank UMKM terbesar di Indonesia," ujar Suprajarto dalam paparan kinerja BRI 2018 di Jakarta, Rabu.

Sepanjang 2018, BRI menyalurkan kredit Rp 843,6 triliun atau tumbuh 14,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Segmen kredit UMKM tumbuh paling tinggi mencapai 76,5% menjadi Rp 645,7 triliun.

Sementara dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 12,2% menjadi Rp 944,3 triliun. Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) mencapai 2,27% dengan aset naik 15,2% menjadi Rp 1.296,9 triliun. (end)


Berita Saham PTPP | PTPP BAKAL ANTAR 3 ANAK USAHANYA MELANTAI DI BURSA PADA 2020



IQPlus, (30/01) - PT PP Tbk bakal menggiring tiga anak usahanya untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) yang rencananya akan direalisasikan paling lambat pada 2020 mendatang.

Direktur Utama PTPP, Lukman Hidayat mengungkapkan alasan perseroan mengantar anak usahanya tersebut lantaran sejauh ini, tiga anak usaha itu yang dianggap paling siap, salah satunya adalah PT PP Energi. Sebelumnya, PT PP Energi, akan IPO pada 2018 lalu, kini dipastikan akan segera melantai di Bursa.

"Untuk IPO ini sudah kita rencanakan. Akan tetapi kita harap IPO itu bisa terjadi paling cepat kuartal IV 2019 atau paling lambat di 2020 kita akan lakukan," kata dia, Rabu.

Menurutnya, persiapan IPO anak usaha tersebut dirasa sudah cukup memadai. Meskipun usia perusahaan relatif masih muda tapi sudah siap, karena fundamental usahanya juga positif.

"Seperti PP Urban yang didirikan sejak 2017 lalu tapi aslinya didirikan pada 1989 lalu dengan nama PT Prakarsa Dirga Aneka," ucap Lukman.

Sementara itu, Direktur PTPP, Agus Purbantianto menambahkan, untuk PP Energi dirasa paling siap diantara dua lainnya, yaitu PP Urban dan PP Infrastruktur.

"Diutamakan di 2020 nanti paling lambat PP Energi. Itu secara kinerja juga mulai bagus dan sudah siap. Nanti akan disusul PP Infrastruktur dan PP Urban," tegas Agus.

Adapun untuk IPO ini, ekuitas anak usaha tersebut diusahakan sebesar USD 100 juta atau setara Rp1,4 triliun. “Nah guna mencapai itu Kita sedang memperbaiki  fundamental. Karena kita mau anak usaha yang mau exit itu sebagai barang bagus. Artinya dari perusahaan itu bagus dan di investor juga happy," imbuhnya.

Saat ini, portofolio anak usaha sendiri sudah terbentuk dan untuk recurring income juga mulai membaik. "Tapi intinya nanti kita akan lihat situasi dan bisnis masing-masing," tutup Agus. (end/fu)


Analisa Saham PTPP, ACES dan CPIN | 31 Januari 2019

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
Jan 31, 2019
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,464.19(+0.43%), test resistance at 6,489, trading range hari ini 6,428 – 6,489. indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized akan menguji support trend line. Pada periode weekly ,indikator MFI optimized, indikator RSI optimized dan indikator stochastic%D optimized mulai terlihat tanda-tanda top reversal. Daily resistance terdekat di 6,489 dan support di 6,428. Cut loss level di 6,411.

PTPP  Daily, 2,180(+1.40%),trading buy, trading range 2,140 – 2,240. indikator MFI optimized dan RSI optimized sudah berada akan menguji support trendline dengan kecenderungan menguat. Daily support 2,140 dan resistance di 2,240. Cut loss level di 2,130.

ACES Daily 1,700(-3.68%), trading buy 1,690 – 1,740. indikator MFI optimized dan RSI  optimized akan menguji support trend line dengan kecenderungan menguat. Daily resistance di 1,740. Sementara itu daily support di 1,690. Cut loss level di 1,660.

CPIN Daily, 7,600 (-3.80%), trading buy, trading range 7,450 – 7,850. Indikator MFI optimized dan indkator W%R optimized akan menguji support trend line.  Dengan demikian diperkirakan potensi koreksi sudah terbatas. Perkiraan daily support di 7,450 dan daily resistance di 8,200. Cut loss level di 7,300.


Analisa Pasar Global | 31 Januari 2019

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market
(Jan 31, 2019)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

Wall street ditutup pada level terbaik dalam 2 bulan karena Fed terlihat mengambil sikap dovish

Bursa AS menguat dan ditutup lebih tinggi pada hari Rabu, dengan Dow Jones Industrial Average mengklaim kembali level 25.000 untuk pertama kalinya dalam lebih dari sebulan, setelah mencetak dorongan dari hasil perusahaan yang solid dan Federal Reserve yang tampaknya akomodatif.

Dow Jones +1,77%, naik 434,90 poin dan berakhir pada 25.014,86. S&P 500 +1,55%, naik 41,05 poin menjadi 2.681,05. Nasdaq +2,20%, naik 154,79 poin menjadi 7.183,08.

The Fed mempertahankan suku bunga untuk tidak berubah pada kisaran 2,25% hingga 2,50%, seperti yang diharapkan, tetapi menjatuhkan referensi lama untuk kenaikan suku bunga "lebih lanjut bertahap". Sebaliknya, ia menekankan bahwa itu akan "sabar karena menentukan penyesuaian di masa depan untuk kisaran target tingkat dana federal yang mungkin sesuai untuk mendukung hasil ini."

Eropa

Bursa London naik seiring dengan sterling setelah pemungutan suara Brexit

Bursa London naik pada hari Rabu, dibantu oleh pound yang lebih lemah setelah pemungutan suara pada Selasa malam oleh anggota parlemen Inggris untuk menolak Brexit tanpa kesepakatan, tetapi mendukung upaya untuk menyusun kembali kesepakatan keluar. Hampir setiap sektor berada dalam kegelapan, dipimpin oleh energi kelas berat dan stok pertambangan.

FTSE 100 melonjak 1,58% menjadi 6.950,71.

Perdana Menteri Inggris Theresa May memiliki dua minggu untuk membujuk para pemimpin Uni Eropa untuk memikirkan kembali kesepakatan Brexit yang mereka buat tahun lalu, setelah mayoritas politisi Inggris meminta aspek-aspek perjanjian yang paling kontroversial, yaitu hambatan Irlandia, untuk dinegosiasi ulang.


Analisa Saham ACES | 31 Januari 2019

ACES: Expecting slower growth this year

ACES mencatatkan peningkatan SSSG di Des’18 mencapai 19,0% (Nov’18: 11,1%) dan 12M18 13,5% (12M17: 11,7%). Sejalan dengan hal ini, penjualan di Des’18 meningkat signifikan menjadi Rp836 miliar (+43,6% MoM; +29,2% YoY) dan penjualan 12M18 tercatat mencapai Rp7,13 triliun (+23,3% YoY). Memasuki tahun 2019, manajemen memperkirakan SSSG akan turun ke kisaran 6%-7% dan pertumbuhan penjualan melambat ke kisaran 15% YoY disebabkan oleh potensi depresiasi Rupiah ditengah tahun politik. Mengantisipasi penurunan kinerja yang didorong oleh: 1) potensi penurunan SSSG ke single-digit dan perlambatan pertumbuhan penjualan yang disebabkan oleh depresiasi Rupiah, 2) ekspansi pembukaan gerai yang lebih konservatif dengan anggaran capex yang relatif sama, dan 3) efisiensi aktivitas operasional untuk meredam efek negatif perlambatan penjualan terhadap bottom line, sehingga kami merekomendasikan HOLD untuk ACES, dengan TP: Rp1.750, setara dengan +1,34x std.dev PE 5 tahun terakhir. Saat ini ACES diperdagangkan di PE 28,2x di 2019, 41,0% premium terhadap peers.

SSSG diperkirakan melambat menjadi single-digit. ACES mencatatkan peningkatan SSSG di Des’18 mencapai 19,0% (Nov’18: 11,1%) dengan perincian SSSG Jakarta 16,5% (Nov’18: 8,5%), Java outside Jakarta 19,6% (Nov’18: 11,3%), dan outside Java 20,4% (Nov’18: 13,3%). Dengan demikian SSSG kumulatif sampai dengan 12M18 mencapai 13,5% (12M17: 11,7%) dengan SSSG Jakarta mencapai 10,4% (12M17: 9,5%), Java outside Jakarta 13,3% (12M17: 12,0%), dan outside Java 16,5% (12M17: 13,8%). Pencapaian ini merupakan yang tertinggi sejak tahun 2013 dimana rata-rata SSSG hanya mencapai 4,3%. Peningkatan SSSG dipicu oleh berbagai promosi penjualan yang dilakukan oleh ACES seiring berlangsungnya libur natal dan tahun baru. Di tahun 2019, manajemen memperkirakan SSSG berada di level single-digit sekitar 6%-7% seiring potensi depresiasi kurs Rupiah.

Pertumbuhan penjualan diperkirakan melambat ditengah tahun politik. Perbaikan SSSG di tahun 2018 juga memicu peningkatan penjualan. Penjualan ACES di Des’18 mencapai Rp836 miliar (+43,6% MoM; +29,2% YoY) meningkat signifikan dibandingkan dengan pencapaian bulan sebelumnya dan Des’17. Sejalan dengan hal tersebut, penjualan kumulatif ACES di 12M18 tercatat Rp7,13 triliun (+23,3% YoY). Meskipun pertumbuhan penjualan meningkat signifikan di 2018, manajemen memperkirakan terdapat potensi penurunan pertumbuhan penjualan ke kisaran 15% YoY sejalan dengan penurunan SSSG yang dipicu oleh potensi depresiasi Rupiah. Dengan demikian, kami memperkirakan revenue growth ACES akan melambat ke kisaran 15,8% YoY di tahun 2019 menjadi Rp8,47 triliun.

Ekspansi bisnis diperkirakan lebih konservatif. Untuk ekspansi bisnis, ACES menganggarkan capex tahun 2019 sebesar Rp200-Rp250 miliar dengan target pembukaan gerai berkisar antara 20-25 gerai. Untuk anggaran capex di 2019 relatif sama dengan tahun 2018. Dengan ekspektasi perlambatan pertumbuhan penjualan, kami memperkirakan ACES akan lebih konservatif dalam berekspansi di 2019 dibanding tahun 2018 dimana pembukaan gerai mencapai 33 gerai atau melampaui target awal 10-15 gerai. Dengan demikian, diperkirakan pembukaan gerai akan mencapai 20 gerai dengan komposisi 15 gerai Ace Hardware dan 5 gerai Ace Xpress. Perusahaan akan lebih berfokus untuk membangun kedua jenis gerai tersebut disebabkan keterbatasan luasan lahan yang tersedia.

Marjin keuntungan diperkirakan stabil. Ditengah potensi melambatnya pertumbuhan penjualan, efisiensi operasional menjadi pilihan ACES. Saat ini, ACES sedang melakukan penyederhanaan SKU dari 80.000 SKU menjadi 60.000 SKU. Sampai dengan 9M18, jumlah SKU telah mencapai 64.000 SKU, sehingga target 60.000 SKU diperkirakan akan tercapai di 2019. Dengan demikian, kami memperkirakan penurunan penjualan tidak berdampak signifikan terhadap marjin keuntungan seiring meningkatnya efisiensi aktivitas operasional kedepan.

Merekomendasikan HOLD dengan target harga Rp1.750. Mengantisipasi penurunan kinerja yang didorong oleh: 1) potensi penurunan SSSG ke single-digit dan perlambatan pertumbuhan penjualan yang disebabkan oleh depresiasi Rupiah, 2) ekspansi pembukaan gerai yang lebih konservatif dengan anggaran capex yang relatif sama, dan 3) efisiensi aktivitas operasional untuk meredam efek negatif perlambatan penjualan terhadap bottom line, sehingga kami merekomendasikan HOLD untuk ACES, dengan TP: Rp1.750, setara dengan +1,34x std.dev PE 5 tahun terakhir. Saat ini ACES diperdagangkan di PE 28,2x di 2019, 41,0% premium terhadap peers.

Best Regards,
Panin Sekuritas


Analisa Saham MAPI | 31 Januari 2019

FR CGS-CIMB (YU) : Mitra Adi Perkasa
Buy two for the price of one
MAPI IJ / MAPI.JK | ADD - Maintained | Rp990.00 tp:Rp1,250.00▲
Mkt.Cap:US$1,168.00m | Avg.Daily Vol:US$0.92m | Free Float:44.00%
Retail
Author(s): Kevie ADITYA +62 (21) 3006 1738,

We estimate MAPI should post a solid c.8% SSSG in 4Q18F, propelling its FY18F sales by 18% yoy and earnings by 68% yoy.

Specialty stores and deleveraging may drive 20% earnings growth in FY19F.

We find MAPI more attractive than its listed subsidiary MAPA, given MAPA’s lack of liquidity. We maintain our Add call with a higher TP of Rp1,250.


Rekomendasi Saham TetraXChange | 31 Januari 2019

IDX DIRECTION  31 Januari 2019

Hallo Trader dan Investor Indonesia

Hari ini index berpeluang over psikologis karena dorongan sentimen global yang positif terkait dovishnya statement the FED.
Bank Sentral Amerika akan lebih sabar dalam melakukan kenaikan suku bunga di tahun 2019 ini membuat appetite terhadap saham naik kembali.
Terkoreksinya Dollar dan yield surat utang Amerika baik terhadap pasar negara berkembang termasuk Indonesia.

Perhatikan saham saham dari kelompok INFRASTRUCTURE FINANCE MANUFACTURE dan MINING untuk menjadi fokus hari ini.
Selain itu potensi dari kelompok yang masih Uptrend seperti AGRI MISC-IND

Tone dan Manner perdagangan hari ini : Kembali Lanjutkan Uptrend Setelah Memantul, Index Potensi Menguat Terimbas Faktor Global
Potensi Pergerakan Index : 6445 - 6505

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade :
BBRI BINA CARS COWL FIRE HKMU HOKI RIGS UNVR WOOD (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade :
MEDC FREN JPFA ESSA INCO PGAS TOWR ZINC ANTM ( hanya berlaku hari ini)

TETRA X CHANGE


Rekomendasi Saham William Hartanto | 31 Januari 2019

WH Project Outlook 31 Januari 2019

IHSG ditutup menguat sebesar 27.7 poin (+0.43%) menuju level 6464.18 pada perdagangan hari Rabu 30 Januari 2019.

DOMESTIK SUDAH SELESAI, MARI LANJUT

Selama 2 hari ke belakang, IHSG digagalkan menuju level 6500 dahulu. Terlihat aksi investor domestik lebih dominan dalam aksi jual ini sehingga dapat dikatakan bahwa aksi 2 hari kemarin adalah karena adanya profit taking yang sebenarnya menguntungkan asing.

Dan hal tersebut akan terbukti kembali hari ini. IHSG akan mencoba menembus level 6500 ini dengan sentimen positif yang cukup banyak dibeberkan oleh media pagi ini, salah satunya seperti biasa adalah korelasi IHSG dengan DJIA yang menguat lebih dari 1% kemarin. Let’s enjoy the market.


Lalu, bagaimana dengan IHSG hari ini?

Secara teknikal IHSG kembali menguji resistance MA5 (garis berwarna merah pada gambar) yang akan menjadi titik baliknya untuk melanjutkan uptrend. Tren IHSG secara keseluruhan masih sangat kuat.

IHSG VIEW

IHSG berpotensi menguat dalam range 6450 s/d 6522.

REKOMENDASI SAHAM

Saham-saham yang dapat diperhatikan untuk trading hari ini: ASSA, JPFA, FREN, MEDC, PGAS.

Analisa Saham ANTM | 31 Januari 2019

Sejak direkomendasikan beli untuk pertama kalinya saat harga saham ini menembus level 765, ANTM terus bergerak naik dan telah memberikan potensial profit sekitar 24% di harga penutupan hari ini di level 950. Peluang ANTM untuk terus melanjutkan penguatannya masih terbuka, dengan target menuju resistance level dikisaran 1.005-1.015. Resistance ini merupakan area penting, karena level tersebut merupakan resistance konsolidasi jangka panjang yang menahan kenaikan saham ini sejak akhir November 2016 lalu. Apabila resistance tersebut dapat dilewati, maka ANTM akan memasuki area bullish.

Rekomendasi: Hold Nantinya apabila ANTM dapat menerobos keatas 1.015, maka saham ini berpeluang menuju target jangka menengah di level 1.415, dengan minor target di 1.100 dan 1.260.


http://step-trader.com/2019/01/30/antm-move-forward-as-expected-what-next/

Analisa Saham KBLI | 31 Januari 2019

#KBLI 30-01-2019

KBLI pada perdagangan hari ini kembali melemah dengan ditutup di 294.
posisi KBLI saat ini sudah mendekat supportnya diarea kotak kuning tersebut atau area 280an.

Jika dilakukan analisa menggunakan Volume Price Analysis (VPA), terdapat anomali atau keanehan pada pergerakan penurunan saham KBLI ini. yakni Harga bergerak terus dibawa turun dengan Volume juga ikut terus menurun, hal ini juga termasuk salah satu anomali yang terjadi
lalu terdepat beberapa Candle yang memiliki lebar body tidak sesuai dengan volumenya. terdapat body candle kecil namun volume besar.

Jika diliat pula dari MACD , MACD memang belum memberikan signal Positif bagi KBLI saat ini, tapi coba perhatikan Histogram MACD tersebut, sudah mengalami pelemahan, bisa kita artikan bahwa penurunan KBLI sudah mencapai Klimaksnya.

terdapat beberapa kemungkinan yang bisa terjadi pada KBLI.
1. KBLI dibawa Turun lagi sedikit (kedalam kotak kuning) lalu rebound
2. Langung rebound
3. malah melorot ke support selanjutnya



#DiscON

Reza - Analysis Corner Syariah

Update Harga Penting Saham | 31 Januari 2019

Dow surges more than 400 points to above 25,000 after Fed signals patience with rate hikes

Stocks rose sharply on Wednesday after the Federal Reserve kept interest rates unchanged and said it will be "patient" with raising rates moving forward. Strong earnings from Boeing and Apple also boosted the market.

Dow.....25015   +434.9      +1.77%
Nasdaq..7183  +154.8      +2.20%
S&P 500.2681  +41.1        +1.55%

FTSE.......6942   +107.7      +1.58%
Dax........11182   -37.2         -0.33%
CAC........4975    +46.6        +0.95%

Nikkei....20557    -108.1      -0.52%
HSI.........27643   +117.2    +0.40%
Shanghai.2576    -18.7        -0.72%
ST Times.3174    -13.3        -0.42%

Indo10Yr..8.3384     +0.0172   +0.21%
INDOBex240.9785   -0.2349    -0.10%
US10Yr....2.6950      -0.0170     -0.63%
VIX.......... 17.66        -1.47          -7.68%

USDIndx .....95.4350   -0.4000  -0.42%
Como Indx..180.11     +0.94     +0.52%
(Core Commodity CRB)
DJUSCL.......62.57       +1.54     +2.52%
(Dow Jones US Coal Index)

IndoCDS.....118.67      -0.155     -0.13%   
(5-yr INOCD5) 

IDR........14131.00   +37.00    +0.26%
Jisdor....14112         +14          +0.10%
IDR Fut..14130.00    +35.00    +0.25%

Euro.........1.1485  +0.0051    +0.45%

TLKM......27.65      +0.36        +1.32%
(3902)
EIDO.........27.23     +0.51        +1.91%
EEM..........42.74     +0.91        +2.18%

Oil..........54.26        +1.00        +1.88%
Gold ......1324.30   +7.70        +0.58%
Timah....20767.50 +65.00      +0.31%
Nickel....12350.00 +202.50    +1.67%

Coal price     99.30    +0.20     +0.20%
(Feb/Newcastle)
Coal price      99.95    -0.05      -0.05%
(Mar/Newcastle)
Coal price      79.75    +0.55    +0.69%
(Feb/Rotterdam)
Coal price      81.25    +0.25    +0.31%
(Mar/ Rotterdam)

CPO(Apr)   2302       +8         +0.35%
(Source: bursamalaysia.com)             
Corn...........381.25   +4.00    +1.06%
SoybeanOil 30.42    +0.31     +1.03%
Wheat........516.75   +3.50     +0.68%

Rubber.......179.20   +2.30     +1.30%
(Tokyo)JPY/kg
 
Pulp(BHKP)     -           -                -

(DE/ls 31-01-19)


Analisa Saham ERAA | 31 Januari 2019

ERAA Daily  Update  :  Buy on Weakness
Berdasarkan  Peak & Trough Analysis :

Terlihat dari sisi demand , harga akan mencoba bertahan diatas  2,229 (MA 52) dan net avg buy dominann broker sekitar 2,230 sebagai support dan berikutnya di net avg buy all broker sekitar 2,210 VAP Max di level sekitar level 2,300

Sementara itu sisi supply terlihat resistance terdekat sekitar 2,340 (MA 11 sebelum lanjut ke net avg sell  dominant broker sekitar 2,360 dan net avg sell all broker 2,380. VAP Max di 2,300 -2,310

Tape reading saat ini masih  SUDAH relatif bagus  namun volume rata-rata sisi demand  < sisi supply , sehingga tekanan jual lebih dominan namun mulai terbatas.



oleh Tasrul Tanar