Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November 13, 2020

PT Surya Semesta Internusa Tbk Kembangkan Subang Smartpolitan

Emiten pengembang lahan industri PT Surya Semesta Internusa Tbk. akan terus mendukung dan melanjutkan sinergi bersama anak usahanya yaitu PT Nusa Raya Cipta Tbk. dalam mengembangkan kawasan industri terintegrasi Subang Smartpolitan. Presiden Direktur Surya Semesta Internusa Johannes Suriadjaja mengatakan Nusa Raya Cipta (NRCA) akan digandeng oleh induk usahanya untuk pembangunan Kawasan Industri Subang dan masuk pula dalam proyek pembangunan Tol Cipali - Patimban. “NRCA nanti akan yang ditunjuk dalam hal ini pembangunan Subang sendiri dan mereka sudah mulai melakukannya. NRCA juga kita harapkan apabila kita dapat Tol Patimban itu akan mengerjakan juga sebagian yang perkiraannya [nilai kontrak] sekitar Rp6 triliun,” papar Johannes, Rabu (11/11/2020). Menurut Johannes, perkembangan lini bisnis konstruksi emiten berkode saham SSIA itu tahun ini tidak begitu buruk walaupun realisasi kontrak baru tercatat menurun. Pasalnya, sejumlah proyek bernilai besar sudah berhasil diamankan dan pengerj

PT Bumi Serpong Damai Tbk Alami Pertumbuhan Aset 11,85% di Triwulan III 2020

Pengembang properti, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) di triwulan III 2020, membukukan pertumbuhan Aset sebesar 11,85% menjadi Rp60,89 triliun dibandingkan periode sama tahun 2019 yakni Rp54,44 triliun. Dengan demikian anggota kelompok Sinar Mas Land tersebut sudah membukukan pertumbuhan Aset sekitar 70% dalam lima tahun terakhir (FY2015 Rp36,02 triliun.). "BSDE sebagai pengembang properti terbesar di Indonesia, selalu berupaya memperkuat fundamental Perseroan dan memberikan nilai lebih kepada pemangku kepentingan, terutama para pemegang saham. Hal ini kami wujudkan melalui pertumbuhan secara berkesinambungan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian (prudent)." papar Hermawan Wijaya, Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk. Pertumbuhan Aset tersebut tidak lepas dari strategi Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dan melakukan efisiensi di masa pandemi. Dengan demikian, jika perekonomian pulih, BSDE dapat memaksimalkan momentum pertumbuhan. Perkuatan struktur permodalan

PT Adhi Karya (Persero) Tbk Akan Galang Dana Melalui Penerbitan Obligasi Berkelanjutan III tahap 1 2020

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) bakal menggalang pendanaan di pasar modal melalui penerbitan obligasi berkelanjutan III tahap I tahun 2020 senilai Rp600 miliar. Angka ini menurun jika dibandingkan dengan rencana awal ADHI yang akan merilis obligasi tersebut dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya Rp2 triliun. Rencananya, dana hasil emisi obligasi ini akan dipergunakan sekitar 50,00% untuk belanja modal berupa aset tetap (alat proyek, pabrik) dan penyertaan proyek investasi infrastruktur baik PSN (Proyek Strategis Nasional) dan swasta. Kemudian, sekitar 30,83% akann dialokasikan untuk refinancing, serta sisanya untuk modal kerja proyek LRT dan proyek infrastruktur lainnya Obligasi ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan dengan target dana yang dihimpun mencapai Rp5 triliun. Untuk PUB III Tahap I ini, akan diterbitkan tanpa warkat dengan jumlah pokok sebesar Rp276.600.000.000 yang dijamin secara kesanggupan penuh dengan jangka waktu 3 tahun dan kupon 9,75% per tahun. Den

PT Indosat Tbk Lunasi Obligasi dan Sukuk

PT Indosat Tbk (ISAT) mengaku bahwa pihaknya telah melakukan pelunasan obligasi dan sukuk yang bakal jatuh tempo. Hal itu disampaikan Gilang Hermawan, Corporate Secretary ISAT dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis. Gilang mengatakan bahwa, pada tanggal 9 November 2020, perusahaan telah melakukan pembayaran pelunasan pokok Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2017 Seri B dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2017 Seri B. Adapun jumlah pembayaran pelunasan pokok Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2017 Seri B sebesar Rp673.000.000.000,- dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2017 Seri B adalah sebesar Rp260.000.000.000,-. "Dana untuk pembayaran obligasi serta sukuk bersumber dari dana kas internal ISAT,"tuturnya. (end) Sumber: IQPLUS

PT. Bumi Resources Minerals Tbk Lakuan Eksplorasi Senilai USD10.137,2 pada Oktober 2020

PT. Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) Telah melakukan eksplorasi yang dikerjakan oleh anak usahanya yaitu PT Citra Palu Minerals (CPM), PT Dairi Prima Mineral (DPM) dan PT Gorontalo Minerals (GM) di bulan Oktober 2020. Menurut keterangan tertulis Muhammad Sulthon Direktur dan Corporate Secretary Perseroan Kamis menyebutkan bahwa PT Citra Palu Minerals (CPM) melakukan aktivitas Eksplorasi pada Blok I sampai dengan blok VI Di Sulawesi Tengah dan Sulawesi selatan dibantu oleh Laboratorium PT CPM, Laboratorium PT Geoservice, PT POS Indonesia dengan metode AAS,Fire Assay, dan ICP. Kemudian melanjutkan pemetaan dan kegiatan pengambilan contoh batuan pada batuan tersingkap di daerah Hill Reef II, Barako dan Watu Putih, Pemetaan dan pengambilan contoh batuan juga dilakukan di River Reef serta Penyusunan rencana program pengeboran detail di Hill Reef 1 untuk penambahan sumber daya dan cadangan. Rencana selanjutnya Melakukan pemetaan geologi dan pengambilan sampel batuan di Paneki. Kegiatan Ek

PT Sarana Menara Nusantara Tbk Terima Dividen dari Anak Perusahaan

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) menyampaikan bahwa salah satu anak usahanya yakni, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) bakal membagikan dividen. Dalam keterangan tertulisnya disebutkan, bahwa dividen interim yang bakal diterima TOWR kali ini sebesar Rp88 miliar. Diketahui, TOWR saat ini menggenggam 99,99 persen kepemilikan pada anak usaha yang bergerak dibidang anjungan telekomunikasi tersebut (Protelindo). Manajemen TOWR menyebutkan bahwa berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan serta mempertimbangkan kondisi keuangan dan rencana bisnis kedepan, pembagian dividen interim tersebut tidak memberikan dampak material pada kegiatan operasional, hukum dan kondisi keuangan.(end) Sumber: IQPLUS

PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk Alami Penurunan Pendapatan di Kuartal III 2020

PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) membukukan pendapatan sebesar Rp343,12 miliar di kuartal III 2020. Angka tersebut turun sekitar 13,16 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp395,99 miliar. Meskipun beban pokok pendapatan berhasil ditekan atau turun 15,67% menjadi Rp199,01 miliar pada kuartal III 2020, namun tetap saja laba kotor SAME di akhir kuartal III 2020 sebesar Rp144,1 miliar atau merosot 9,43 persen. Alhasil, pada akhir September tahun 2020, SAME mencatatkan rugi bersih mencapai sebesar Rp457,65 miliar, atau lebih dalam dibanding rugi bersih SAME pada periode serupa tahun sebelumnya sebesar Rp92,97 miliar. Di triwulan III 2020, ekuitas SAME tercatat sebesar Rp557,09 miliar, atau turun 42,98 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp977,5 miliar. Selain itu, aset perseroan tercatat senilai Rp1,829 triliun atau turun 18,05 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat senilai Rp2,232 triliun. Kemudi

PT M Cash Integrasi Tbk Setor Modal ke PT Digital Maksima Karisma

PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) telah melakukan peningkatan modal disetor terhadap salah satu anak usahanya yakni PT Digital Maksima Karisma. Hal itu disampaikan oleh Rachel Stephanie, Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan MCAS dalam keterangan tertulisnya, di Jakart, Jumat. Ia menjelaskan bahwa, transksi tersebut telah direalisasikan pada 10 November 2020. Diketahui, perseroan memiliki kepemilikan saham sebesar 62% atau sebesar 620.000.000 lembar saham pada PT Digital Maksima Karisma dengan nilai sebesar Rp 6,2 miliar. "Terdapat afiliasi Pemegang Saham secara tidak langsung dalam transaksi ini,"jelasnya. Namun demikian Rachel menegaskan, kalau aksi ini tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha Perseroan. "Transaksi ini menunjang kegiatan usaha utama perseroan,"tegasnya.(end) Sumber: IQPLUS

PT Waskita Karya (Persero) Tbk Beri Pinjaman PT Waskita Toll Road

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) berkomitmen mendukung kegiatan anak usahanya. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memberikan pinjaman kepada PT Waskita Toll Road (WTR), yang merupakan anak usaha Perseroan dengan kepemilikan saham sebesar 81,475%. Dalam keterbukaan informasi, disebutkan bahwa dana sebesar Rp147,18 miliar tersebut, akan digunakan WTR untuk memberikan pinjaman kepada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) milik WTR. WTR telah memberikan pinjaman kepada PT Trans Jabar Tol (TJT) yang merupakan anak perusahaan WTR dengan kepemilikan sebanyak 99,99%.. "Pinjaman tersebut akan digunakan oleh TJT untuk pemenuhan Cash Deficiency Support (CDS) bulan Juli 2020 sampai dengan Desember 2020 atas kredit investasi dan kredit investasi interest during construction,"tulis Manajemen WSKT. Manajemen WSKT menegaskan bahwa tidak ada dampak Kejadian, informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha WSKT.(end) Sumbe

Rekomendasi Saham BMRI, CTRA dan INCO oleh Indopremier | 13 November 2020

IHSG (5.420 – 5.500) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak  melemah. Target pelemahan indeks pada level 5.420 kemudian 5.380 dengan resist di level 5.500 dan 5.540. BMRI (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 6.025 dengan resist di level 6.325, kemudian 6.500. CTRA (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 840 dengan resist di level 890, kemudian 920. INCO (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 4.290 dengan resist di level 4.520, kemudian 4.625. XIJI (Sell) : Target pelemahan harga pada level 592 kemudian 587 dengan resist di level 602 kemudian 607. XIIC (Sell) : Target pelemahan harga pada level 975 kemudian 966 dengan resist di level 993 kemudian 1.002. XPES (Sell) : Target pelemahan harga pada level 369 kemudian 366 dengan resist di level 375 kemudian 378. Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9ssa

Analisa Saham TOWR | 13 November 2020

Analisa Saham TOWR Saham TOWR pada tanggal 13 November 2020 ditutup menguat pada harga 990, naik 1,02%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 33% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area petengahan bawah dengan kecenderungan bearish. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bearish. Rekomendasi Saham: Beli jika di atas 1035 Jika naik di atas 1070 maka berpeluang ke 1180 Jika turun di bawah 965 maka berpeluang ke 960 Disclaimer ON Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini: Pola Chart Pattern Lengkap https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc Pola Candlestick Saham Lengkap https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB Indikator Saham Lengkap https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk Dasar-dasar Investasi Saham : https://www.youtube.com/playlist?

Analisa Saham MCAS | 13 November 2020

Analisa Saham MCAS Saham MCAS pada tanggal 13 November 2020 ditutup stabil pada harga 2000. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 153% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah dengan kecenderungan bullish. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bearish. Rekomendasi Saham: Beli jika di atas 2120 Jika naik di atas 2330 maka berpeluang ke 2450 Jika turun di bawah 1910 maka berpeluang ke 1875 Disclaimer ON Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini: Pola Chart Pattern Lengkap https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc Pola Candlestick Saham Lengkap https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB Indikator Saham Lengkap https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk Dasar-dasar Investasi Saham : https://www.youtube.com/playlist?list=PL-p

Update Harga Komoditas dan Indeks | 13 November 2020

Dow closes more than 300 points lower amid fears virus resurgence could slow down economic recovery Stocks fell on Thursday as an increasing number of U.S. coronavirus cases raised concerns over the health of the economy heading into year-end. Dow........29080    -317.5    -1.08% Nasdaq..11710    -76.8      -0.65% S&P 500..3537     -35.7      -1.00%   FTSE...... .6339    -43.2        -0.68% Dax........13053    -163.2     -1.24% CAC........5363     -82.6        -1.52% Nikkei....25520    +171.3     +0.68% HSI.........26169    -57.6        -0.22% Shanghai .3339   -3.52        -0.11% ST Times..2711   -1.4          -0.05% IDX....5459.51    -50.91        -0.91% LQ45...866.69    -13.33        -1.52% JAKMIND....1040.08    -0.54      -0.05% JAKCONS....1820.43   +8.30     +0.46% JAKTRADE....660.04    -2.10      -0.32% JAKBIND.......829.31    +0.12     +0.01% JAKAGRI......1238.63   +23.26   +1.91% JAKFIN.....  ..1247.46    -27.11   -2.13% JAKPROP......335.37      -5.36      -1.57% JAKINFR....

Bandarmologi Saham AALI, BRIS, MAPI, ICBP dan JSKY | 13 November 2020

New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA:registered:., CIB:registered:-MNC Sekuritas)  Friday (13/11/2020) IDX Composite 5,419 - 5,506 SUMMARY: STRONG BUY & OVERBOUGHT 11 TECHNICAL INDICATORS: RSI (14): OVERBOUGHT STOCH (9,6): OVERBOUGHT MACD(12,26): BUY ATR (14): NEUTRAL ADX (14): WEAK TREND BUY CCI (14): OVERBOUGHT HIGHS/LOW (14): BUY VO: BUY ROC: BUY WILLIAMS R: OVERBOUGHT BULLBEAR (13): OVERBOUGHT BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER  ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION STOCKS PICK: AALI 10,775 - 11,425 TECHNICAL INDICATORS: BUY 10,950 TARGET PRICE: 11,425 STOP-LOSS: 10,775 BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION BRIS 1,245 - 1,345 TECHNICAL INDICATORS: BUY 1,255 TARGET PRICE: 1,345 STOP-LOSS: 1,245 BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION NET BUY SELL ASING: PERIODE

Rekomendasi Saham HMSP, ADHI, INTP dan JSMR oleh MNC Sekuritas | 13 November 2020

MNC Daily Scope Wave 13 November 2020 Pada perdagangan kemarin (12/11), IHSG ditutup terkoreksi 0,9% dan ditutup ke level 5,458 dan mulai muncul volume jual yang cukup tinggi. Kami perkirakan, selama IHSG tidak mampu menguat di atas 5,520, maka posisi IHSG saat ini sedang berada di awal wave iv dari wave (v) dari wave [iii]. Adapun, level koreksi wave iv berada pada area 5,350-5,412 sekaligus untuk menutup gap di bawah. Support: 5,390, 5,250 Resistance: 5,520, 5,600 HMSP - Spec Buy (1,435) Pada perdagangan kemarin (12/11), HMSP ditutup menguat tipis sebesar 0,3% ke level 1,435. Selama tidak menembus support di 1,385, maka kami memperkirakan saat ini posisi HMSP sedang berada pada bagian dari wave 3 dari wave (C). Hal tersebut berarti, HMSP berpeluang untuk menguat membentuk wave 3 terlebih jika mampu menembus 1,580. Spec Buy: 1,410-1,435 Target Price: 1,600, 1,700 Stoploss: below 1,385 ADHI - Accum Buy (680) Kemarin (12/11), ADHI ditutup terkoreksi 0,7% ke level 680 dan mulai muncul te

Saham Online di Facebook