Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni 24, 2019

MYOR | Jadwal Mayora Indah Bagi Dividen Rp29 per Saham

(Baca juga: Sell On Strength)
Bisnis.com, JAKARTA - PT Mayora Indah Tbk. akan membagikan dividen tunai dari laba tahun buku 2018 kepada pemegang saham.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bisnis Indonesia pada Senin (24/6/2019), emiten produsen makanan dan minuman ini akan menebar dividen senilai Rp29 per saham.

Tanggal terakhir perdagangan saham dengan hak dividen alias cum dividen saham MYOR di pasar reguler dan negosiasi pada 28 Juni 2019.

Sedangkan, cum dividen di pasar tunai pada 2 Juli 2019. Pada tanggal yang sama akan dilakukan recording date yang berhak atas dividen.

Selanjutnya, awal pembayaran dividen tunai pada 24 Juli 2019.

Pada penutupan perdagangan Jumat (21/6/2019), saham MYOR parkir di level Rp2.510 per saham, melemah 0,79% atau turun 20 poin.

Apabila investor membeli saham pada harga tersebut, maka potensi yield dividen sekitar 1,16%.

PPRE | PP Presisi (PPRE) Realisasikan 44 Persen Target Kontrak Baru 2019

(Baca juga: Strategi Buy On Weakness)
Bisnis.com, JAKARTA — PT PP Presisi Tbk. telah mengantongi nilai kontrak baru Rp2,2 triliun sampai dengan Mei 2019 atau sekitar 44% dari target yang dibidik tahun ini.

Bambang Suyitno, Investor Relation PP Presisi menuturkan perseroan telah mendapatkan sejumlah kontrak baru sepanjang Januari 2019—Mei 2019.

Pekerjaan itu di antaranya berasal dari jalan tol Indrapura—Kisaran Rp1,2 triliun, jalan tol Tebing Tinggi—Kisaran Seksi 3 ruas Lima Puluh—Kisaran Rp400 miliar, Trans South Java Lot 9: Balekambang—Kedungsalam, Malang Rp175 miliar, dan Patimban Port: Cement Deep Mixing Rp94 miliar.

“Hingga akhir Mei 2019 nilai kontrak baru Rp2,2 triliun,” ujarnya kepada Bisnis.com, Minggu (23/6/2019).

Dengan nilai kontrak baru tersebut, emiten berkode saham PPRE itu telah merealisasikan sekitar 44% target 2019. Total kontrak baru yang dibidik tahun ini sekitar Rp5 triliun hingga Rp6 triliun.

Sebagai catatan, entitas anak PT PP (Persero) Tbk. itu bergerak di bida…

ASII | Mei 2019, Penjualan Mobil Astra International (ASII) Masih Lesu

(Baca juga: StopLoss dalam Saham)
Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja penjualan mobil PT Astra International Tbk. sepanjang Mei 2019 masih melesu.

Adapun sepanjang Mei 2019, emiten berkode saham ASII tersebut menjual 45.147 unit mobil, catatan tersebut lebih rendah 7,33% dibandingkan dengan catatan penjualan mobil pada tahun sebelumnya yakni 48.720 unit mobil.

Sementara itu, dibandingkan dengan bulan sebelumnya, penjualan mobil ASII lebih rendah 4,98% dengan penjualan yang tercatat 47.516 unit.

Selain itu, penguasaan pasar atau market share pada Mei 2019 mengalami penurunan menjadi 54% dari bulan sebelumnya yang tercatat menguasai pasar penjualan mobil sebesar 57%.

Head of Investor Relation Astra International Tira Ardianti menjelaskan bahwa penjualan yang lebih rendah pada Mei 2019 dibandingkan dengan tahun lalu disebabkan oleh faktor libur Lebaran yang sebelumnya pada tahun lalu dampaknya terjadi pada Juni.

“Selain itu situasi politik di Mei 2019 saya rasa ada dampaknya. Kegiatan bisnis …

LEAD | Logindo Samudramakmur (LEAD) Kantongi Kontrak Baru US$11,4 Juta

(Baca juga: Memahami Dividen Saham)
Bisnis,com, JAKARTA — PT Logindo Samudramakmur Tbk. berhasil mengantongi kontrak baru senilai US$11,4 juta sepanjang Mei 2019.

Sekretaris Perusahaan Logindo Samudramakmur Adrianus Iskandar mengatakan bahwa kontrak baru tersebut merupakan kontrak yang diperbarui dari anak usaha PT Pertamina (Persero) yakni PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM).

“Ini untuk kontrak 28 kapal dengan periode kontrak antara 6 bulan sampai dengan 3 tahun,” ujarnya kepada Bisnis.com, akhir pekan lalu.

Dia menambahkan bahwa hingga saat ini, emiten berkode saham LEAD tersebut tengah mengikuti tender dengan PHM untuk perpanjangan kontrak-kontrak lama.

Namun, Adrianus belum dapat menyebut nilai estimasi kontrak-kontrak yang sedang diburu oleh perseroan.

“Kontribusi [pendapatan] dari PHM hingga Juni 2019 ini sekitar 50%,” jelasnya.

Adapun utilisasi armada kapal LEAD hingga Juni 2019 telah mencapai 60% dengan harapan hingga periode semester I/2019 berakhir, utilisasi armada dapat menca…

WIKA | Sepanjang Tahun 2019, WIKA Bidik Perolehan Kontrak Baru Senilai Rp 61,74 Triliun

(Baca juga: Pola Akumulasi Saham)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang tahun ini, PT Wijaya Karya Tbk mengincar perolehan kontrak baru sebesar Rp 61,74 triliun. Untuk mewujudkan target itu, emiten bersadi WIKA yang masuk anggota indeks Kompas100 ini, membidik sejumlah proyek besar, baik di dalam negeri maupun mancanegara.

Tahun lalu, emiten berkode saham WIKA di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini mampu membukukan pertumbuhan kontrak baru sebanyak 19,23% atau mencapai sekitar Rp 50,56 triliun. Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Tbk, Mahendra Vijaya mengemukakan, sampai dengan Mei 2019, WIKA telah membukukan kontrak baru sebesar Rp 13,4 triliun. "Dari proyek pemerintah sekitar Rp 5 triliun. Sisanya dari swasta dan luar negeri," kata dia kepada KONTAN, Minggu (23/6).

Mahendra menjelaskan, untuk proyek luar negeri, Wijaya Karya telah memperoleh kontrak sebesar Rp 600 miliar. Salah satu perolehan kontrak itu berupa proyek hunian bersubsidi di Aljazair.

Berdasarkan catatan KONTAN, Wi…

ADRO - INDY | Ketika Harga Batubara Terus Merosot, Produsen Tetap Pertahankan Target Produksi

(Baca juga : Seni dalam Cutloss Saham)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga akhir semester pertama tahun ini, belum ada tanda-tanda Harga Batubara Acuan (HBA) menggeliat. Tren penurunan HBA terus berlanjut sejak September tahun lalu. Meski berpengaruh terhadap kinerja perusahaan, para produsen batubara tetap mempertahankan target produksi tahun ini.

Untuk menyiasati agar kinerja tak terganggu, para produsen sibuk meningkatkan efisiensi. Salah satu produsen yang fokus melakukan efisiensi adalah PT Adaro Energy Tbk (ADRO), emiten yang masuk anggota indeks Kompas100. Head of Corporate Communication PT Adaro Energy Tbk, Febrianti Nadira mengemukakan, dengan melaksanakan efisiensi, Adaro tetap menargetkan produksi 54 juta ton hingga 56 juta ton batubara di sepanjang tahun ini.

"Kami masih optimistis bisa mencapai panduan yang ditetapkan dengan terus menjalankan efisiensi dan keunggulan operasional di seluruh rantai bisnis Adaro," kata Febrianti kepada KONTAN.

Selama Januari hingga Jun…

TBLA | MESKI LABA MENURUN, TUNAS BARU LAMPUNG TETAP BAGIKAN DIVIDEN

(Baca juga: Pengertian Saham Liquid)
IQPlus, (24/06) - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp133,55 miliar dari total perolehan laba bersih tahun buku 2018.

Hal tersebut sebagaimana dikemukakan oleh Deputy President Director PT Tunas Baru Lampung Tbk, Sudarmo Tasmin di Jakarta, Jumat.

"RUPST sepakati pembagian dividen sebesar Rp133,55 miliar atau setara Rp25 untuk tiap sahamnya," ucapnya.

Sedangkan, sekitar Rp500 juta dari laba bersih 2018 akan ditetapkan perseroan sebagai dana cadangan. "Sisa dari laba bersih akan dimanfaatkan untuk kegiatan operasional yang dimasukkan ke dalam pos saldo laba," tambah Sudarmo.

Di sepanjang tahun 2018 lalu, perseroan mencatat penurunan laba bersih sebesar 22,14% atau menjadi Rp757,74 miliar dari tahun 2017 sebesar Rp973,19 miliar. Turunnya laba bersih seiring merosotnya pendapatan sekitar 4,01% menjadi Rp8,61 triliun dari tahun sebelumny…

TBLA | TUNAS BARU LAMPUNG TARGETKAN PRODUKSI CPO TAHUN INI TUMBUH 15%

(Baca juga: Mengenal PBV)
IQPlus, (24/06) - PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA), mengincar pertumbuhan produksi minyak sawit mentah (CPO) di tahun ini sekitar 15% dari realisasi produksi sepanjang tahun lalu yang mencapai 375 ribu ton.

"Pertumbuhan produksi CPO kami di 2019 sebanyak 15%. Tahun ini kami akan ada kenaikan dibandingkan 2018, jika melihat curah hujan yang saat ini cukup mendukung," kata Deputi Presiden Direktur PT Tunas Baru Lampung Tbk, Sudarmo Tasmin di Jakarta, Jumat.

Ia mengaku optimistis di tahun ini pihaknya bakal meningkatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang lebih positif dibanding tahun lalu. "Kami melihat kans lebih baik tahun ini. Kalau di awal Semester I-2019 ini, harga jual CPO memang masih segitu saja," imbuhnya.

Akan tetapi, Sudarmo mengatakan kalau harga CPO akan membaik pada kuartal IV 2019, lantaran banyak analis memproyeksikan bahwa secara industri akan terjadi penurunan produksi dan peningkatan demand.

"Pada fase ini akan terjadi…

SRIL | Pembagian Dividen Sri Rejeki Isman

(Baca juga: Cara Menentukan Valuasi Saham)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) akan membagikan dividen Rp 3 per saham dari laba tahun buku 2018. Emiten tekstil ini akan membagikan total Rp 61,36 miliar atau US$ 4,24 juta dividen kepada pemegang saham.

Berdasarkan pengumuman Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), berikut jadwal pembagian dividen SRIL:

Cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 26 Juni 2019
Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 27 Juni 2019
Cum dividen di pasar tunai: 28 Juni 2019
Ex dividen di pasar tunai: 1 Juli 2019
Recording date: 28 Juni 2019
Pembayaran dividen: 19 Juli 2019

Pembagian dividen ini telah mengantongi restu rapat umum pemegang saham tahunan SRIL pada 18 Juni 2019 lalu. Dividen ini sebesar 5,01% dari laba bersih tahun lalu yang mencapai US$ 84,56 juta. Sri Rejeki Isman akan menggunakan 20% laba atau sebesar US$ 16,91 juta sebagai dana cadangan. SRIL akan menggunakan sisa laba sebesar US$ 63,41 juta sebagai laba di…

Analisa Saham BBNI, JSMR dan WOOD

Analisa Saham BBNI, JSMR dan WOOD (Baca juga: Pola Distribusi Saham)
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
June 24, 2019
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,315.44(-0.32%), Test Resistance at 6,342. indikator MFI optimized. dan indicator RSI  optimized cenderung konsolidasi. Sementara pada periode weekly ,indikator MFI optimized  dan indikator RSI optimized  juga masih cenderung naik. Daily resistance terdekat di 6,342 dan support di 6,281. Cut loss level di 6,230.

BBNI Weekly,  8,850 (+4.21%), trading buy, trading range 8,500 – 8,050 . indikator MFI optimized dan indicator W%R optimized masih cenderung bergerak naik. Weekly support 8,750 dan resistance di 8,950. Cut loss level di 8,300.

JSMR Weekly , 5,850 (+2.63%), trading buy, trading range 5,700 – 6,125. indikator MFI optimized dan W%R optimized masih cenderung naik. Weekly support  di 5,800 sementara itu weekly resistance  di  6,125. Cut loss level di 5,650.

WOOD  Daily , 870(+0.58%), trading buy, trading range 1…

Rekomendasi Saham TemanTrader | 24 Juni 2019

(Baca juga: Saham)
Secara teknikal index masih uptrend karena harga penutupan Jumat masih berada diatas level support 6285-6190-6149. Index masih akan bergerak terkonsolidasi di area 6259 – 6334.

Sektor BASIC-IND MINING dan AGRI mulai tunjukkan penguatan untuk kejar ketinggalan dari sektor lain yang sudah naik diatas IHSG seperti PROPERTY dan FINANCE.sehingga pergerakan saham saham utamanya bisa diperhatikan kembali.

Tone dan Manner perdagangan hari ini  : Index Terkonsolidasi di Rentang Lebar 6257 – 6334 Tunggu Katalis Positif
Potensi Pergerakan Index : 6229 - 6395

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade/Trend Following :  ESSA JSKY MYRX TPIA    (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade  :  APLN ISAT ARMY BBKP TARA BTPS LUCK LPKR JSKY CTRA MYRX BEEF HOKI         ( hanya berlaku hari ini)

by TemanTrader

Analisa Saham LSIP dan ANTM

Analisa Saham LSIP dan ANTM LSIP (Baca juga: Bagaimana Saham Diperdagangkan)
LSIP saat ini bergerak menguat di fase akhir konsolidasinya. Jika saham ini mampu menembus dan bertahan di atas resisten 1165 kembali, terbuka ruang kenaikan menuju resisten utama di 1265. Kemampuan LSIP melampaui level 1265 akan membuka fase tren baru bagi LSIP dimana terdapat target kenaikan di 1405 dengan minor target 1315. MACD yang meningkat menunjukkan saham ini bergerak dalam fase pergerakan positif.

Rekomendasi: Buy. Stoploss level 1110.

ANTM (Baca juga: Jenis Saham Menurut Ahli)
ANTM berkonsolidasi pasca break out down trend resist linenya di kisaran 760 – 815. Jika saham ini mampu bertahan di atas support 760 dan menguat kembali menembus resisten 815, terbuka ruang kenaikan bagi saham ini menuju 910 dengan minor target 850. Jika momentum kenaikan dapat dipertahankan, target kenaikan selanjutnya ada di level 1065. MACD yang meningkat menunjukkan saham ini berada dalam fase pergerakan positif.

Rekome…

Analisa Saham KRAS, WEGE dan WSKT

Analisa Saham KRAS, WEGE dan WSKT (Baca juga: Bull, Bear dan Sentimen Pasar)
KRAS membentuk pola bullish engulfing yang mengindikasikan penguatan.
Rekomendasi: buy 420 s/d 426, TP 450 s/d 470, stop loss <400 .="" p="">
WEGE menutup perdagangan kemarin dengan posisi tepat berada pada resistance sehingga diperlukan breakout jika ingin mengatakan saham ini akan menguat kembali.
Rekomendasi: buy 344 s/d 350, TP 400, stop loss <320 .="" p="">
WSKT membentuk golden cross MA5 dan MA60 (bagian dilingkari) mengindikasikan sinyal penguatan lanjutan.
Rekomendasi: buy 2000, TP 2200, stop loss <1960 .="" p="">
Panin Sekuritas

Rekomendasi Saham Indosurya Bersinar Sekuritas | 24 Juni 2019

(Baca juga: Cara Memilih Broker Saham Online Yang Baik)
Ipotnews - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan hari ini diperkirakan melanjutkan proses kenaikan jangka panjang, lantaran sejauh ini laju indeks masih ditopang oleh berlanjutnya aliran modal masuk ( capital inflow ) ke bursa ekuitas domestik.
Menurut analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas Indonesia, William Suryawijaya, pada pekan ketiga Juni 2019, laju IHSG masih berada di fase konsolidasi wajar. "Namun, saat ini peluang kenaikan IHSG masih cukup besar," kata William, di Jakarta, Senin (24/6).
Dia mengungkapkan, potensi kenaikan IHSG akan ditopang oleh  capital inflow  ke pasar ekuitas dalam negeri secara  year-to-date . "Selain itu, IHSG juga didorong relatif stabilnya fundamental perekonomian," ucap William.
Sebagaimana diketahui, sepanjang 2019 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp58,992 triliun dan Jumat kemarin investor asing membukukan beli bersih sebesar Rp366,…

Bandarmologi Saham ADHI, CTRA, HOKI, ACES dan PZZA

Bandarmologi Saham ADHI, CTRA, HOKI, ACES dan PZZA (Baca juga: 3 Faktor Yang Mempengaruhi Strategi Investasi)
Monday (24/06/2019) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas)

IDX Composite 6,258 - 6,351
SUMMARY: STRONG BUY

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): BUY
STOCH (9,6): BUY
MACD(12,26): BUY
ATR (14): LESS VOLATILITY
ADX (14): BUY
CCI (14): BUY
HIGHS/LOW (14): BUY
VO: BUY
ROC: BUY
WILLIAMS R: OVERBOUGHT
BULLBEAR (13): BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


STOCKS PICK:

ADHI 1,695 - 1,755
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


CTRA 1,115 - 1,220
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


HOKI 715 - 765
T…

Analisa Saham INTP, MAIN dan SHIP

Analisa Saham INTP, MAIN dan SHIP (Baca juga: Pengertian Shortselling)
1. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), Daily (Rp20.250) (RoE: 6,64%; PER: 46,32x; EPS: 429,12; PBV: 3,06x; Beta: 1,62). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah  bollinger  dan terlihat pola  bullish hammer candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp19.700-20.250, dengan target harga secara bertahap di level Rp20.525, 20.950 dan 21.500. Support: Rp19.700 dan 19.200.

2. PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN), Daily (Rp1.055) (RoE: 17,77%; EPS: 166,08; PER: 6,41x; PBV: 1,16x; Beta: 1,51). Sebelumnya terlihat  bullish harami candlestick pattern  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.045-1.055, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.080, 1.160, 1.240 dan 1.315. Support: Rp1.040 dan 1.005.

3. PT Sillo Maritime Indonesia Tbk (SHIP), Daily (Rp815) (RoE: 10,36%; PER:…

Analisa Saham ISAT, INCO dan ELSA

Analisa Saham ISAT, INCO dan ELSA (Baca juga : Cara Memilih TimeFrame dalam Saham)
ISAT (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.390 kemudian 2.550 dengan support di level 2.000, cut loss jika break 1.810.

INCO (Buy) : Target kenaikan harga pada level 3.020 kemudian 3.090 dengan support di level 2.870, cut loss jika break 2.810.

ELSA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 376 kemudian 384 dengan support di level 360, cut loss jika break 352.

Full report bisa diakses di : ipot

Analisa Saham ADRO, BBNI dan HMSP

Analisa Saham ADRO, BBNI dan HMSP (Baca juga: 4 Chart Terpenting dalam Saham)
1. PT Adaro Energy Tbk (ADRO), Daily (Rp1.225) (RoE: 10,54%; PER: 5,87x; EPS: 211,32; PBV: 0,62x; Beta: 1,65). Indikator MACD menunjukkan sinyal positif sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.210-1.230, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.250, 1.280, 1.300, 1.320 dan 1.450. Support: Rp1.210 dan 1.190.

2. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), Daily (Rp8.850) (RoE: 13,71%; PER: 10,04x; EPS: 881,20; PBV: 1,37; Beta: 1,91). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah  bollinger  dan terlihat  bullish homing pigeon candlestick pattern  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp8.750-8.850, dengan target harga di level Rp9.025, 9.125, 9.225 dan 9.625. Support: Rp8.650 dan 8.525.

3. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), Daily (Rp3.250) (RoE: 31,96%; PER: 29,47x; EPS: 113,00; PBV: 9,42x; Beta: 0,8…