Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober 28, 2019

Saham PGAS | PGN Alami Penurunan Kinerja Q3 2019

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), baru saja merilis hasil kinerja keuangan untuk periode kuartal III 2019. Hasilnya, emiten anggota indeks Kompas100 ini mencatatkan penurunan kinerja.

Pendapatan Perusahaan Gas Negara sepanjang kuartal III 2019 tercatat sebesar US$ 2,81 miliar, atau turun tipis 2,68% dari pencapaian periode sebelumnya yakni sebesar US$ 2,88 miliar.

Pendapatan terbesar disumbang oleh pendapatan dari distribusi gas yang mencapai US$ 2,18 miliar, disusul oleh penjualan minyak dan gas neto sebesar US$ 292,08 juta pendapatan transmisi gas senilai US$ 181,13 juta, dan pemprosesan gas senilai US$ 80,93 juta.

Pendapatan neto dari pelanggan yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan neto konsolidasian adalah pendapatan dari PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), masing-masing sebesar US$ 382,69 juta atau 14% dari total pendapatan kuartal ketiga 2019.

Di sisi lain, beban pokok pendapatan juga ikut terkerek menjadi US$ 1,92 juta, atau naik 0,4% dibandingkan beban pokok pada pe…

Saham EXCL | PT XL Axiata Tbk Kembangkan Skema USO

PT XL Axiata Tbk (EXCL) terus melanjutkan pembangunan jaringan telekomunikasi dan data di daerah-daerah terpencil melalui skema universal service obligation (USO) di tahun 2019 ini.

Direktur Teknologi EXCL Yessie D. Yosetya mengatakan, pihaknya telah menganggarkan belanja modal sekitar Rp 150 miliar untuk membangun sekitar 289 jaringan USO. Saat ini, EXCL telah membangun 64 tower.

Dengan skema USO ini, EXCL bekerja sama dengan pemerintah. Biaya operasional selama lima tahun akan ditanggung oleh pemerintah melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI). "Selama lima tahun revenue milik kita. Sehingga tidak membebani keuangan XL," jelas Yessie, Senin (28/10).

Adapun tantangan teknis yang dihadapi XL dalam pembangunan di daerah yang belum memiliki jaringan adalah soal transportasi. Sehingga dalam proses pembangunannya, selain penyediaan tower XL juga menanggung biaya transportasi.

Yessie menambahkan, XL Axiata telah membangun titik BTS USO di 51 kabupaten.  S…

Saham KKGI | PT Resource Alam Indonesia Tbk Catat Kenaikan Pendapatan 123,34%

Meski harga batubara menurun, PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) mampu mencetak pertumbuhan penjualan dalam sembilan bulan pertama tahun ini. Berdasarkan laporan keuangan kuartal ketiga yang dirilis Jumat (25/10), KKGI mencatat lonjakan pendapatan 123,34% menjadi US$ 80,94 juta dari sebelumnya US$ 36,24 juta.

Lonjakan ini terutama akibat kenaikan ekspor besar-besaran. Penjualan ekspor batubara KKGI mencapai US$ 73,62 juta atau 90,96% dari total pendapatan periode Januari-September 2019. Sisanya adalah penjualan batubara di pasar lokal.

Dari sejumlah negara tujuan ekspor KKGI, hanya penjualan ke Korea dan Bangladesh yang turun. Penjualan ekspor terbesar KKGI adalah di India yang mencapai US$ 32,97 juta, disusul Korea US$ 16,79 juta, China US$ 8,45 juta dan Thailand US$ 8,19 juta.

Lonjakan pendapatan KKGI ini turut menyokong kenaikan laba hingga akhir September 2019. Emiten sektor tambang ini mencatat kenaikan laba 72,73% menjadi US$ 4,18 juta dari periode yang sama tahun lalu sebes…

Saham SIDO | Sido Muncul target pertumbuhan minimal sebesar 10%

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) optimistis dapat mencapai target pertumbuhan minimal sebesar 10% dari sisi penjualan maupun laba bersih tahun ini. Optimisme ini didasari oleh realisasi kinerja perseroan per kuartal III 2019 yang dinilai memuaskan.

“Hingga kuartal III tahun ini, pencapaian kinerja kami masih dalam target yang diharapkan,” kata Leonard, Direktur Keuangan Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul kepada Kontan.co.id, Minggu (27/10).

Sido Muncul memang mencatatkan realisasi kinerja yang positif. Produsen jamu ini mencatat kenaikan laba 20,48% secara tahunan alias year-on-year (yoy) hingga kuartal III 2019. Pada sembilan bulan pertama tahun ini, laba bersih SIDO mencapai Rp 578,44 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp 480,11 miliar.

Capaian ini ditunjang oleh realisasi penjualan Sido Muncul yang juga bertumbuh di kuartal III 2019. Menilik laporan keuangan SIDO yang dirilis Kamis (24/10), emiten ini mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 9,48% seca…

Saham AKRA | AKRA Yakin Bisa Kelola Risiko Walau Laba Anjlok

Distributor petroleum, bahan kimia dasar serta penyedia jasa logistik dan supply chain PT AKR Corporindo Tbk mencatatkan penurunan laba bersih pada kuartal III tahun ini. Ini karena pendapatan perusahaan ini menyusut 10,16% secara tahunan jadi Rp 15,12 triliun.

Pendapatan AKRA turun karena harga jual produk turun. Harga bahan kimia lebih rendah mempengaruhi pendapatan bahan kimia. Sementara pertumbuhan volume sedang. Volume BBM tumbuh 27% secara kuartalan, sementara volume bahan kimia dasar tumbuh 2% secara kuartalan.

Tak hanya itu, Direktur Utama PT AKR Corporindo Tbk Haryanto Adikoesoema menjelaskan, hingga September 2019, AKRA hanya membukukan laba divestasi Rp 4 miliar.

Sedangkan di 2018, AKRA membukukan laba divestasi dari aset anak perusahaan di China Rp 737 miliar. Dus laba bersih perusahaan ini anjlok 56,44% secara year on year (yoy) jadi Rp 565,25 miliar

Meski begitu, Sekretaris Perusahaan AKRA Suresh Vembu berpendapat, pertumbuhan volume masih cukup sehat terutama untuk keb…

Saham BUMI | Penjualan BUMI Mencapai 72,5 Persen dari Target 2019

Emiten pertambangan PT Bumi Resources Tbk. telah menjual batu bara sebanyak 63,1 juta ton sampai dengan kuartal III/2019.

Corporate Secretary Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan sampai dengan bulan kesembilan perseroan sudah merealisasikan 72,52 persen dari target yang ditetapkan. Pada tahun ini perseroan menargetkan bisa menjual batu bara sekitar 87 juta ton hingga 90 juta ton.

“Kami sudah menjual batu bara sebesar 63,1 juta ton sampai dengan September 2019. Kami berekspektasi tahun ini dapat menjual sekitar minimal 87 juta ton,” katanya kepada Bisnis baru-baru ini. Sebagai informasi jumlah itu naik 8,34 persen dari realisasi tahun lalu sebesar 80,3 juta ton.

Emiten berkode saham BUMI itu menargetkan PT Kaltim Prima Coal (KPC) dapat menjual 60 juta ton dan PT Arutmin Indonesia (AI) menjual 28 juta ton hingga 30 juta ton.

Adapun sepanjang September volume penjualan batu bara tercatat sebesar 7,8 juta ton sepanjang. Dileep optimistis pada tahun ini target pertumbuhan bisa terp…

Rekomendasi Saham Mirae Asset Sekuritas | EXCL, ACES, SMRA

Technical Insight by Tasrul (tasrul@miraeasset.co.id)

*IHSG Daily, 6,252 (-1.38%), consolidation, trading range 6,238 – 6,303. Indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung turun namun mulai tertahan. Sementara pada periode weekly indikator MFI optimized ,indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized masih bergerak naik. Daily support di 6,238 dan resistance di 6,303. Cut loss level di 6,188.

*EXCL Daily  3,390 (-1.74%) trading buy, trading range 3,360 – 3,500. indikator MFI optimized indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized koreksi terbatas. Daily support  di 3,360 sementara itu daily  resistance  di 3,500. Cut loss level  di  3,340.

*ACES Daily  1,810 (+0.84%), trading buy , trading range 1,780 – 1,840. Indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan W%R optimized  masih bergerak naik. Daily support  di 1,780 sementara itu daily resistance  di 1,840. Cut loss level  di  1,760.

*SMRA Weekly, 1,200 (+1.27%), trading…

Rekomendasi Saham IPOT | GGRM, BMTR, ACES

IHSG (6.205-6.290) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat. Target kenaikan indeks pada level 6.290 kemudian 6.330 dengan support di level 6.205 dan 6.170.
GGRM (Buy) : Target kenaikan harga pada level 56.450 kemudian 58.650 dengan support di level 53.100, cut loss jika break 51.375.
BMTR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 414 kemudian 426 dengan support di level 392, cut loss jika break 382.
ACES (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.820 kemudian 1.830 dengan support di level 1.790, cut loss jika break 1.780.
XPSG (Sell) : Target pelemahan harga pada level 448 kemudian 440 dengan resist di level  464 dan 472.
R-LQ45X (Sell) : Target pelemahan harga pada level 1.012 kemudian 991 dengan resist di level  1.054 dan 1.076.
XMTS (Sell) : Target pelemahan harga pada level 490 kemudian 481 dengan resist di level  509 dan 519.
Akses full report di : https://r.ipot.id/?g=r/e/3c7myw

Rekomendasi Saham Panin Sekuritas | ACES, JPTE, JSMR, SIDO

Daily Technical 28 Oktober 2019
Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Senin 28 Oktober 2019.
IHSG ditutup menurun sebesar -87,30 poin (-1.37%) menuju level 6.252,34 pada perdagangan hari Jumat 25 Oktober 2019 kemarin. Penurunan yang wajar menimbang dari sudah tingginya penguatan IHSG lebih dari sepekan, dan sekaligus menutup gap yang tertinggal pada masa euforia pemilihan menteri. Posisi yang masih bertahan di atas support MA5 menjadi pijakan untuk IHSG yang mana mengindikasikan bahwa masih terbuka peluang untuk rebound. Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed dalam range 6.220 s/d 6.300.
ACES Testing Pattern: Menguji kembali pola symmetrical triangle yang pernah terkonfirmasi sebelumnya. Rekomendasi: Buy 1800 s/d 1810, TP 1880 s/d 1900, stop loss <1750 .="" p="">
JSMR Sideways Trend: Masih bergerak dalam tren sideways dengan range pada 5500 s/d 6225. Rekomendasi: Trading range pada 5500 s/d 6225, dengan stop loss pada saat…

Analisa Saham BBRI | Earnings below estimate, but still attractive

BBRI: Earnings below estimate, but still attractive
BBRI mencatatkan laba sebesar Rp8,6 triliun di 3Q19 (+8,4% QoQ; +0,4% YoY) ini setara dengan laba 9M19 sebesar Rp24,8 triliun (+5,3% YoY) dibawah estimasi (PANS: 67,9%; Cons: 66,2%) dimana pertumbuhan laba yang melambat ini lebih disebabkan oleh kenaikan beban provisi ke Rp5,3 triliun (-4,1% QoQ; +63,8% YoY) karena pencadangan 100% untuk segmen korporasi dari Duniatex dan Bosowa. Pertumbuhan kredit sedikit melambat di 3Q19, tercatat sebesar Rp857 triliun, +11,0% YoY (2Q19: +11,3% YoY) karena perlambatan di segmen: (1) consumer (2) small commercial serta (3) SOE. Dana pihak ketiga juga melambat, karena penurunan yang signifikan dari time deposit sejalan dengan kebijakan perseroan untuk menurunkan porsi dari special deposit untuk menjaga cost of fund. Dari kualitas aset, NPL mencatat kenaikan yang signifikan ke 2,9% di 3Q19 (2Q19: 2,3%) disebabkan oleh kenaikan signifikan di segmen korporasi yang naik ke 10,5% (2Q19: 4,8%) karena down…

Analisis Saham MEDC | Breakout Lagi, Menuju Resisten Berikutnya

Analisis Saham MEDC
Saham MEDC pada tanggal 25 Oktober 2019 ditutup menguat pada harga 695, naik 2,96%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 214% dari hari sebelumnya. Proses akumulasi saham ini terlihat baik.
Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan ke atas.
Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan naik.

Rekomendasi
TRADING BUY
Target : 730 - 770
Stop Loss : 645

Baca juga analisis sebelumnya:
Saham MEDC | Tarikan Pertama, Apakah Segurih Biasanya?

by Abduh - www.sahamonline.id
Disclaimer ON

Analisa Saham SMBR dan TKIM

Saham SMBR
SMBR menguji area resist line minor di kisaran 660. Jika level ini dapat dilampaui, terbuka ruang bagi SMBR untuk bergerak menguat terbatas menuju 820 (garis kuning). Kedepannya, jika 820 dapat dilampaui maka SMBR berpeluang besar menguat menuju MA200 di 1050 dengan minor target 900. MACD yang meningkat menunjukkan saham ini berada dalam fase pergerakan positifnya.
Rekomendasi: Buy jika break 660. Stoploss level 605.
https://galerisaham.com/smbr-bottom-reversal-buy-jika-breakout/

Saham TKIM
TKIM membentuk pola bullish double bottoms. Pola ini menandakan bahwa jika TKIM mampu menguat menembus resistennya yang menandakan bahwa TKIM berpeluang terus menguat menuju level 12500-13700. Indikator teknikal MACD yang sudah kembali golden cross mendukung potensi kenaikan TKIM.
Rekomendasi: Trading buy kalau naik di atas 11550. Target 12500-13700.
http://www.doktermarket.com/2019/10/tkim-berkonsolidasi-buy-jika-break.html

Rekomendasi Saham Binaartha Parama Sekuritas | AKRA, BBTN, HMSP, LPKR, PWON, WTON

IHSG Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan hari ini berpotensi mengalami koreksi wajar, setelah akhir pekan kemarin menyusut signifikan sebesar 1,38 persen ke level 6.252. Sejauh ini indikator MACD sudah berhasil memasuki area positif, namun indikator Stochastic membentuk pola dead cross di area jenuh beli (overbought). Terlihat pola bearish engulfing line candlestick yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG , sehingga indeks berpeluang menuju area support. Saat ini support pertama dan kedua berada di level 6.224 dan 6.207, sedangkan resistance pertama dan kedua berada di posisi 6.313 dan 6.339. Saham Pilihan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) Daily (Rp3.920) (RoE: 7,76%; PER: 20,22x; EPS: 195,38; PBV: 1,57x; Beta: 0,79). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp3.900-3.920, dengan…