Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober 3, 2017

Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia | 3 Oktober 2017

Market Review 3 Oktober 2017 (Investment Information Team,  Mirae Asset Sekuritas Indonesia) IHSG ditutup menguat 25 poin (+0.42%) ke level 5,939.453 pada perdagangan hari ini. Tercatat 170 saham menguat dan 177 saham melemah. Mayoritas sektor ditutup menguat dipimpin oleh sektor mining (+1.49%). Hanya sektor agriculture dan basic industry yang melemah masing-masing 1.13% dan 0.19%. Investor asing mencatatkan transaksi net sell sejumlah Rp238 miliar di seluruh Pasar hari ini. US Dollar menguat 2 poin (+0.01%) terhadap Rupiah, sehingga Rupiah melemah ke level Rp13,542 terhadap US Dollar di akhir perdagangan. Advance Stocks: - BELL: Pada perdagangan perdadanya hari ini, harga saham BELL ditutup menguat Rp29 (+19.33%) ke level Rp179. BELL melakukan pencatatan perdana saham di BEI pada hari ini dengan melepas sebanyak-banyaknya 300 juta saham atau setara dengan 20,69% dari modal disetor dan ditempatkan perseroan. Perseroan menawarkan saham di harga Rp140-Rp150 per saham ke pasar. Denga

Berita Saham BFIN | 3 Oktober 2017

PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN) mengumumkan pendirian anak perusahaan baru bernama PT Finansial Integrasi Teknologi yang bergerak di bidang layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi. Menurut keterangan tertulis yang ditandatangani Presiden Direktur Francis Lay Sioe Ho, Selasa pendirian perusahaan baru itu sudah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM. Emiten dengan kode saham BFIN tersebut merupakan pemegang saham pengendali atas anak perusahaan tersebut dengan kepemilikan 99,96% atau Rp2,5 miliar. Sumber pendanaannya berasal dari kas internal perseroan. Anak perusahaan tersebut didirikan dengan tujuan untuk mendukung kinerja operasional perseroan dan entitas anak sehingga mampu meningkatkan profitablitas. Manajemen perseroan mengungkapkan bahwa tidak ada dampak dari aksi korporasi tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, maupun kondisi keuangan perseroan. (end) IQPLUS

Berita Saham AUTO | 3 Oktober 2017

PT Astra otoparts Tbk (AUTO) akan membagikan dividen interim tunai kepada para pemegang sahamnya untuk tahun buku 2017. Menurut keterangan KSEI disebutkan bahwa jumlah dividen interim yang akan dibagikan Rp13 per lembar saham dimana pembagian akan dilaksanakan pada 20 Oktober 2017. Adapun cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 6 dan 9 Oktober 2017 sedangkan di pasar tunai pada 11 dan 12 Oktober 2017 dengan DPS hingga 11 Oktober 2017. Pembagian dividen interim tunai ini berdasarkan putusan direksi perseroan dan telah mendapatkan persetujuan dari dewan Komisaris perseroan pada 28 September 2017 lalu. (end) IQPLUS

Berita Saham JAWA | 3 Oktober 2017

PT Sarana Agro Investama akan melakukan Penawaran Tender (tender offer) sebanyak-banyaknya 1.113.247.500 lembar saham PT J.A Wattie Tbk (JAWA) yang dimiliki pemegang saham yang ditawarkan. Menurut keterangan Selasa, jumlah tersebut mewakili 29,49% dari seluruh modal disetor dan ditempatkan JAWA dimana harga penawaran tender sebesar Rp250 per lembar saham sehingga nilai total penawaran tender sebanyak-banyaknya Rp278.311.875.000. Masa penawaran tender akan dilakukan pada 4 Oktober hingga 2 November 2017 dengan tanggal pembayaran pada 14 November 2017. PT Sarana Agro Investama adalah pemegang 70,51% saham JAWA setelah melakukan transaksi pembelian sebanyak 2.661.438.000 pada 6 September 2017 dari pemegang lama saham perseroan PT Sinar Kasih Abadi. (end) IQPLUS

Berita Saham SILO | 3 Oktober 2017

PT Siloam International Tbk (SILO) alami penurunan laba periode berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 61,28% hingga periode 30 Juni 2017 menjadi Rp26,86 miliar atau Rp20,65 per lembar jika dibandingkan dengan laba Rp69,37 miliar atau Rp60,01 per lembar pada periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, pendapatan naik menjadi Rp2,75 triliun dibandingkan pendapatan Juni tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,55 triliun. Sementara beban pokok naik menjadi Rp1,98 triliun dari beban pokok tahun sebelumnya Rp1,78 triliun. Laba bruto meningkat tipis menjadi Rp769,63 miliar dari laba bruto tahun sebelumnya yang Rp765,90 miliar namun beban usaha naik menjadi Rp654,54 miliar dari Rp607,61 miliar dan beban lain-lain neto naik menjadi Rp42,90 miliar dari beban lain-lain neto hingga Juni tahun sebelumnya yang Rp15,07 miliar. Hal itu membuat laba usaha turun tajam menjadi Rp73,18 miliar dari laba usaha Juni tahun sebelumnya Rp143,22

Berita Saham ICBP | 3 Oktober 2017

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) akan semakin memperkuat posisi di bisnis minuman setelah menerima rencana Asahi Group Holdings yang akan melepas seluruh kepemilikan di dua perusahaan. Dalam keterangan Senin disebutkan, Asahi Group akan menjual kepada perseroan seluruh kepemilikan Asahi Group Holdings Southeast Asia pte Ltd (Asahi Singapore) di PT Asashi Indofood Beverage Makmur (AIBM) dan PT Indofood Asahi Sukses Beverage (IASB). "Perseroan percaya prospek usaha minuman nonalkohol di Indonesia masih tetap menjanjikan di masa depan," ujar keterangan tersebut. ICBP memiliki 49% saham di AIBM dan 51% di IASB sehingga setelah transaksi selesai maka ICBP akan memiliki 100% saham keduanya. (end) IQPLUS

Berita Saham BVIC | 3 Oktober 2017

PT Bank Victoria Tbk (BVIC) akan melakukan pembayaran bunga obligasi Tahap I Tahun 2017 ke-1 pada 11 Oktober 2017 mendatang. Menurut keterangan KSEI Selasa, total pembayaran bunga obligasi mencapai Rp9.100.000.000. yang terdiri dari bunga obligasi dengan kode efek BVIC01CN1 sebesar Rp7.725.000.000. dan kode BVIC01SBCN1 sebesar Rp1.375.000.000. Seperti diketahui bahwa obligasi BVIC01CN1 memiliki jumlah pokok sebesar Rp300.000.000.000 dengan bunga 10,3% per tahun dan BVIC01SBCN1 memiliki jumlah pokok Rp50.000.000.000 dengan bunga 11% per tahun. (end) IQPLUS

Berita Saham LPCK | 3 Oktober 2017

PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) akan melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dengan mengeluarkan sebanyak-banyaknya 258.000.000 saham baru dengan harga nominal Rp500. Menurut keterangan perseroan Selasa, saham baru tersebut akan diterbitkan dari portepel perusahaan yang akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Perseroan akan mengajukan Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penambahan modal dengan HMETD kepada OJK setelah RUPS Luar Biasa yang diselenggarakan pada 8 November 2017. Penambahan modal dengan HMETD ini diperkirakan akan dilaksanakan dan selesai pada kuartal pertama 2018. Perseroan berencana untuk menggunakan seluruh dana yang diterimanya dari penambahan modal dengan memberikan HMTED ini untuk ekspansi usaha baik langsung maupun tidak langsung melalui perusahaan anak dan modal kerja. (end) IQPLUS

Berita Saham BCIP | 3 Oktober 2017

PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) meraih pendapatan sebesar Rp117,91 miliar hingga periode 30 Juni 2017 naik jika dibandingkan dengan pendapatan Rp97,75 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, beban pokok penjualan turun tipis menjadi Rp42,09 miliar dari beban pokok penjualan Rp42,93 miliar tahun sebelumnya dan laba bruto naik menjadi Rp75,81 miliar dari laba bruto tahun sebelumnya Rp54,81 miliar. Sementara laba sebelum pajak penghasilan naik menjadi Rp43,79 miliar dari laba sebelum pajak penghasilan tahun sebelumnya Rp18,81 miliar. Laba bersih yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp43,59 miliar naik dari laba bersih Rp18,58 miliar hingga Juni tahun sebelumnya. Total aset perseroan mencapai Rp829.68 miliar hingga 30 Juni 2017 naik dari total aset hingga 31 Desember 2016 yang mencapai Rp789,13 miliar. (end) IQPLUS

Berita Saham MEDC | 3 Oktober 2017

PT Medco Energy Tbk (MEDC) meraih pendapatan usaha sebesar US$403,53 juta hingga periode 30 Juni 2017 naik jika dibandingkan dengan pendapatan usaha US$281,02 juta di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan beban pokok penjualan naik menjadi US$205,36 juta dari beban pokok penjualan tahun sebelumnya US$173,49 juta dan laba bruto naik menjadi US$198,16 juta dari laba bruto US$107,53 juta. Laba sebelum pajak penghasilan naik menjadi US$147,56 juta dibandingkan laba sebelum pajak penghasilan tahun sebelumnya yang US$22,62 juta. Sedangkan laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$80,67 juta dari laba US$11,29 juta hingga periode 30 Juni tahun sebelumnya. Jumlah aset perseroan hingga periode 30 Juni 2017 mencapai US$3,67 miliar naik dibandingkan dengan jumlah aset hingga periode 31 Desember 2016 yang mencapai US$3,59 miliar. (end) IQPLUS

Berita Saham GIAA | 3 Oktober 2017

Maskapai Garuda Indonesia akan mengoperasikan pesawat berbadan besar untuk melayani penerbangan internasional di Bandara Domine Eduard Osok Kota Sorong, Papua Barat, mulai Maret 2018. General Manager Garuda Indonesia Surya Kencana di Sorong, Selasa, mengatakan pihaknya telah beroperasi melayani penerbangan nasional maupun internasional dari Bandara Domine Eduard Osok Kota Sorong. "Namun penerbangan di Bandara Sorong masih menggunakan pesawat berbadan sedang dan direncanakan pesawat berbadan besar beroperasi tahun depan," ujarnya. Dia mengatakan program tahun ini untuk Kota Sorong adalah Travel Fair yang telah berlangsung pada 29 September sampai 1 Oktober 2017. Dia mengatakan program Travel Fair yakni menawarkan tiket penerbangan dari Bandara Domine Eduard Osok ke seluruh daerah di Indonesia maupun mancanegara dengan harga yang murah dan dapat dijangkau oleh masyarakat. Ia mengatakan Travel Fair pertama kali di Kota Sorong yang menawarkan tiket promo 25 persen penerbanga

Analisa Saham BCIP | 3 Oktober 2017

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Investment Information Team BCIP (Bumi Citra Permai) BCIP mencetak laba Rp 43.6 miliar di kuartal 2 2017. Laba ini tumbuh 134% dibandingkan tahun lalu RP 18.6 miliar. Kenaikan laba di topang oleh meningkatnya pendapatan perusahaan menjadi Rp 117 miliar atau tumbuh 20.6% dibanding tahun lalu. Saat ini BCIP (Rp 78) diperdagangkan pada PE 1.3x (EPS annualized 61) dan PBV 0.3x (BV 239).

Analisa Saham MEDC | 3 Oktober 2017

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Investment Information Team MEDC (Medco Energi International) MEDC mencetak laba USD 80.6 juta (setara Rp 1.0 triliun kurs Rp 13319) atau meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun lalu sebesar USD 11.3 juta (setara Rp 148 miliar). Laba MEDC di topang oleh meningkatnya pendapatan, dimana pendapatan usaha mencapai USD 403 juta (setara Rp 5.3 triliun) atau naik 43% dibandingkan tahun lalu USD 281 juta (setara Rp 3.7 triliun). Walaupun beban umum meningkat 45% menjadi USD 61.6 juta (setara Rp 820 miliar), namun MEDC memperoleh pendapatan lain lain sebesar USD 67.9 juta (setara Rp 904 miliar). Ke depan MEDC masih memiliki agenda Right issue yang akan diputuskan dalam RUPS 02 November 2017. Saat ini MEDC (Rp 800) di perdagangkan pada PE 5.3x (EPS annualized 150) dan PBV 0.8x (BV 961).

Analisa Sahan BSDE, MIKA dan AALI | 3 Oktober 2017

IHSG (5.890-5.940) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah. Target Target koreksi indeks pada level 5.890 kemudian 5.865 dengan resist di 5.940 dan 5.960. BSDE (Spec Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.805 kemudian 1.820 dengan support di 1.775, cut loss jika break 1.760. MIKA (Spec Buy) : Target kenaikan harga di level 2.140 kemudian 2.180 dengan support di 2.100, cut loss jika break 2.010. AALI (Spec Buy) : Target kenaikan harga pada level 15.100 kemudian 15.200 dengan support di 14.900, cut loss jika break 14.775. IPOT Chart Analysis

Rekomendasi Saham HPX | 3 Oktober 2017

HP MARKET SUMMARY 10/3/2017 Dow Jones      22557.6           0.68%            S&P 500          2529.1             0.39%            DAX     12902.7           0.58%            Nikkei 225       20455.4           0.27%            Kospi   2394.5             0.90%            Hang Seng      27554.3           0.48%            Straits Times   3262.1             1.31%            Shanghai         3348.9             0.28%            S&P/ASX 200   5707.1             -0.39%            LOCAL MARKET        IHSG   5914.0             0.22%            LQ-45  984.8               0.55%            EIDO   26.5                 -0.64%            ISSI     184.7               0.26%            JII       738.2               0.67%            OTHER INDICES       EEM Index       44.8                 0.02%            Vix Index         9.5                   -0.63%            Dollar Index    93.7                 0.11%            Telkom ADR    34.3        

Analisa Saham UNTR | 3 Oktober 2017

BCA Sekuritas on United Tractors (UNTR) 9/25/2017 Digging for growth - Rencana penambangan batu bara untuk memanfaatkan kontrak penambangan mereka sendiri seharusnya tidak menghalangi pandangan Pama, mengingat keahlian, yang seharusnya tidak mudah ditiru, kapasitas lebih besar, dan modal yang lebih kuat. Penyesuaian biaya baru-baru ini di beberapa situs untuk pekerjaan pemindahan lapisan penutup tidak terutama didorong oleh melemahnya harga, namun dengan rasio pengupasan yang lebih rendah di beberapa lokasi. Hal ini, ditambah dengan tingginya harga batu bara, harus membuka jalan bagi PAMA untuk menghasilkan pertumbuhan pendapatan CAGR 9% - Pada catatan terpisah, unit konstruksi sipilnya, PT Acset Indonusa (ACST), akan mencatat akselerasi pertumbuhan yang signifikan pada 2H17, karena penyampaian di proyek peningkatan yang didukung oleh DKI Jakarta - Cikampek akan meningkat. Kontribusi pendapatan mungkin tidak signifikan pada pendapatan 2016F-2019F UNTR (3% - 5%), namun akan menandai

Analisa Saham DILD | 3 Oktober 2017

Ciptadana on Intiland Development (DILD) 9/26/2017 Reinitiate coverage – Strong 2017 pre sales from high end residential and Surabaya industrial park - Intiland Development (DILD) memulai 2H17 dengan diluncurkannya 57 Promenade, penggunaan beragam 3,2 ha dan pengembangan bertingkat yang terletak di CBD Jakarta. Perusahaan tersebut mengklaim telah membukukan Rp1,6 triliun penjualan pemasaran yang dihasilkan dari 302 unit apartemen yang terjual habis dari 320 unit yang tersedia di dua menara pada tahap 1 pengembangan tersebut, yang diberi nama City 57 and Sky 57 - Penjualan properti Perusahaan di Surabaya telah mendukung total penjualan DILD dalam 5 tahun terakhir dengan CAGR sebesar 15% pada tahun 2012-16, sementara penjualan properti di Jakarta agak tidak memuaskan dengan CAGR 5 tahun sebesar -15% dari Rp1.081 miliar di tahun 2012 menjadi Rp559 miliar pada tahun 2016. Pada 1H17, Surabaya telah menghasilkan Rp663 miliar pre-sales vs. Rp256 miliar dari properti Jakarta. - Valuasi: B

Analisa Saham SMBR | 3 Oktober 2017

Analisa Saham SMBR | 3 Oktober 2017 Pergerakan SMBR semakin menarik setelah mampu bergerak ke atas 3040 dan bertahan di atas level 3200. Kemampuan SMBR bertahan di atas level 3200 akan membuka peluang kenaikan bagi saham ini menuju 3770 dengan minor target 3540. Target jangka menengah saham ini ada di level 4000-an, akan kami update sesuai perkembangan harga. Rekomendasi: Hold. Buy on Weakness jika terkoreksi ke kisaran 3200 dimana level stoploss ada di 2950. Disclaimer ON by Galeri Saham

Rekomendasi Saham Kresna Securities | 3 Oktober 2017

Rekomendasi Saham Kresna Securities | 3 Oktober 2017 Kresna Securities memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG masih cenderung berada dalam pola konsolidasi menjelang rilis laporan keuangan emiten. Mengutip riset harian Kresna, hari ini (3/10), indeks diprediksi bergerak terbatas di rentang 5.890-5.920. Adapun, sejumlah rekomendasi trading hari ini, yaitu: MEDC, trading  buy . Estimasi rentang: 770-840, s top loss  di 740 AALI, trading  buy . Estimasi rentang: 14.900-15.100, s top loss  di 14.800  HMSP, trading  buy . Estimasi rentang: 3.900-4.000, s top loss  di 3.850 ASRI, trading  buy . Estimasi rentang: 376-390, s top loss  di 370 BSDE, trading  buy . Estimasi rentang: 1.770-1.820, s top loss  di 1.750 WIKA, trading  buy . Estimasi rentang: 1.780-1.850, s top loss  di 1.760 WSKT, trading  buy . Estimasi rentang: 1.790-1.870, s top loss  di 1.750 PWON, trading  buy . Estimasi rentang: 600-640, s top loss  di 580 ( disclaimer on ) KONTAN

Analisa Saham SMRA | 3 Oktober 2017

Analisa Saham SMRA | 3 Oktober 2017 Terjadi transaksi tutup sendiri atau  crossing  saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) senilai total Rp 1,38 triliun pada perdagangan Senin (2/10). Dari data RTI, broker pelaksana Indo Premier Sekuritas melakukan dua kali transaksi  crossing dengan total 963,88 juta saham pada harga Rp 1.430 per saham. Harga ini lebih tinggi ketimbang harga penutupan pada Rp 1.100 per saham. Total saham yang ditransaksikan yakni 6,68% dari seluruh total saham SMRA yakni 14,44 miliar saham.  Crossing  saham SMRA ini menyebabkan lonjakan penjualan bersih asing di bursa efek hingga mencapai Rp 1,6 triliun hari ini. Bertoni Rio, Senior Analyst Research Division Anugerah Sekuritas Indonesia menyatakan, transaksi tutup sendiri tersebut tidak selalu berhubungan langsung untuk kegiatan emiten. Melainkan untuk kepentingan pemegang saham. "Kalau hari ini, terjadi pada saham SMRA transaksi  crossing  cukup besar," kata Rio kepada KONTAN, Senin (2/10). Dia menambahk

Analisa Saham PTBA, RIMO, PPRO, HOKI dan HRTA | 3 Oktober 2017

Analisa Saham PTBA , RIMO , PPRO , HOKI dan HRTA | 3 Oktober 2017 PTBA : sedang uji support di ema 5 di 10067 dengan volume yang tidak terlalu besar, momentum untuk penguatan masih ada dengan target 10745 Hati hati jika closing dibawah 10275 RIMO : masih bergerak di atas ema 5 nya jadi masih belum patah trendnya,area buybacknya di 455-465, hati hati bisa close di bawah 450 PPRO : sedang mencoba menembus ema 20 nya di 205,momentum masih ada kesempatan untuk naik bila tembus jalur atasnya 211-224 HOKI mulai ada pembalikan arah,dua top seller telah melakukan distribusi. Hati hati jika closing dibawah 314. Jalur turun 316-314- 282-280 HRTA mengalami distribusi tipis tipis. Candle sudah break multiple EMA, ada support kuat 277. Jika besok tidak berhasil break keatas maka jalur bawahnya 274-272-266 Semua analisa bukan ajakan untuk buy and sell, bisa di jadikan pilihan untuk analisa lebih lanjut Disclaimer on Terima kasih by Dagna | TemanTrader

Rekomendasi Saham TemanTrader | 3 Oktober 2017

Rekomendasi Saham TemanTrader | 3 Oktober 2017 Kami share hasil screening watchlist untuk hari ini yah. Ada dua saham yang menarik untuk kita lihat, yaitu CTRA dan BJBR. Kedua Saham ini menarik karena ada kesempatan kita untuk beli jika kondisi tertentu terpenuhi. Keterangan: Ini bukan ajakan untuk beli apalagi pompom. Ini adalah murni hasil screening team analyst TemanTrader. Untuk saham CTRA, menarik kita ikuti ketika harga breakout level 1250 dengan volume dan akumulasi tinggi. Jika harga bergerak diatas level ini maka akan mengkonfirmasikan pola inverted head and shoulder dan harga akan bergerak menguat minimum ke target 1515. Kemudian untuk level proteksi ada di level low dari candlestick yang breakout resistance tersebut atau harga ditutup dibawah EMA5. Untuk saham BJBR, menarik juga kita ikuti karena tebentuk pattern yang mirip dengan trible bottom namun belum terkonfirmasi. Jika harga breakout dari 2710, maka pattern tersebut terkonfirmasi. Level proteksi bisa di EMA5 a

Rekomendasi Saham William Hartanto | 3 Oktober 2017

WH Project Outlook 3 Oktober 2017. IHSG berpeluang menuju 6000 bulan ini. IHSG ditutup menguat 13,18 poin atau +0.22% pada perdagangan Senin 2 Oktober 2017. Sempat mencetk rekor baru, namun ini menjadi bechmark kenaikan IHSG berikutnya. Mengenai INKP dan TKIM, target masih sama. Kenaikan masih berlanjut dan nampaknya masih belum akan terjadi koreksi. Sektor AGRI mulai menarik. Sesuaikan dengan gaya trading Anda masing-masing. Potensi penguatan lanjutan di bulan Oktober. Saham-saham konstruksi menguat dipimpin oleh PTPP. PTPP sendiri berpotensi membentuk pola double bottom. Dan GGRM telah mengkonfirmasi pola descending triangle-nya. Saatnya saham ini dihindari dulu. Semoga bermanfaat, happy trading.

Analisa Saham PTPP | 3 Oktober 2017

PTPP masih dalam trend turun dan saat ini mencoba untuk rebound setelah menyentuh supportnya. Indikator teknikal Stochastic dan MACD yang golden cross mengindikasikan peluang terjadinya reversal pada saham ini. Target rebound terdekat menguji down trend resistennya dikisaran 2510-2550. Apabila dapat dilewati, maka PTPP akan menguji resisten selanjutnya dikisaran 2650-2670 sebagai target selanjutnya. Nantinya jika PTPP dapat menerombol keatas 2670, maka saham ini akan mengakhiri koreksinya dengan membentuk pola reversal double bottoms yang akan kami update untuk target-target selanjutnya. Rekomendasi:   Buy. Batasi resiko apabila kembali turun dan gagal bertahan di 2250. Note:  PTPP meraih laba bersih Rp. 836 miliar hingga periode Januari-Agustus 2017 naik 58% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Kemampuan perusahaan untuk menjaga baik pertumbuhan pendapatan dan kualitas laba di tengah pasar konstruksi yang kompetitif menjadi sentimen positif bagi penguatan saham ini .

Analisa Pasar Global | 3 Oktober 2017

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market (Oct 3, 2017) Investment Information Team (ayuningdyah@miraeasset.co.id)   US Acuan saham A.S. ditutup pada level tertinggi sepanjang masa pada Senin sore, karena ekuitas kembali berjalan stabil yang bisa menetapkan alur untuk tiga bulan terakhir tahun 2017. Indeks manufaktur ISM berada di 60,8 pada bulan September, merupakan tingkat tertinggi untuk pembacaan ekonomi sejak 2004. Sebuah bacaan terpisah mengenai aktivitas manufaktur dari IHS Markit berada di 53,1 untuk bulan yang sama, dibandingkan dengan 52,8 pada bulan sebelumnya. Ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan angka 58,1% untuk indeks ISM, turun dari 58,8% di bulan Agustus. Belanja konstruksi, sementara itu, meningkat 0,5% selama bulan September, dan berada 2,5% lebih tinggi dari tahun lalu. Presiden Fed Minneapolis Neel Kashari pada hari Senin mendesak pembuat kebijakan Federal Reserve untuk tidak menaikkan suku bunga lagi sampai inflasi mencapai target 2%

Update Harga Penting Saham | 3 Oktober 2017

Good morning, Stocks close at record highs to begin the fourth quarter; Dow jumps 152 points Stocks kicked off the fourth quarter on a high note, with the Dow, S&P and Nasdaq closing at record highs.Gains in health care and financials helped lift the major indexes higher. Dow........22558   +152.5 +0.68% Nasdaq....6517   +20.8   +0.32% S&P 500...2529   +9.8     +0.39% FTSE........7439    +66.1   +0.90% Dax........12903    +73.8   +0.58% CAC.........5350    +20.6    +0.39% Nikkei....20401    +44.5     +0.22%  HSI.........27544    closed   +0% Shanghai.3349    closed   +0%  ST Times.3262    +42.2     +1.31%   Indo10Yr..6.7112      -0.035     -0.52% INDOBex236.9446   -0.0218   -0.01% US10Yr.......2.337      +0.011   +0.47% VIX...............9.45       -0.06       -0.63% USDIndx ....93.120     +0.517    +0.56% Como Indx180.9092  -2.1790   -1.19% (Core Commodity CRB) DJUSCL......41.78       -0.07        -0.17% (Dow Jones US Coal Index)  IndoCDS...103.875   

Saham Online di Facebook