[SAME] PT Elang Mahkota Teknologi Tbk Akuisisi Saham SAME


PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) resmi mengakuisisi saham PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) yang merupakan pengelola jaringan Rumah Sakit OMNI atau OMNI Hospitals.

Titi Maria Rusli, Sekretaris Perusahaan EMTK mengungkapkan, tujuan pengambilalihan saham SAME untuk diversifikasi portfolio investasi dan mengembangkan segmen bisnis kesehatan yang dilakukan melalui entitas anaknya. "Dengan demikian diharapkan akan tercipta sinergi perusahaan yang lebih kuat dan mampu bersaing dengan grup perusahaan Rumah Sakit lainnya di Indonesia," kata dia dalam keterbukaan informasi, Kamis (28/1).

Adapun lini bisnis eksisting entitas anak usaha EMTK dalam bisnis kesehatan melalui PT Elang Medika Corpora yang memiliki dua rumah sakit di Tangerang dan Sentul. Lebih lanjut Maria bilang sebelumnya tak pernah melakukan kerja sama bisnis bersama SAME sebelum akuisisi.

Dengan akuisisi ini, Maria bergarap dalam jangka panjang akan memberikan dampak yang positif untuk perusahaan dan bisa berkontribusi terhadap peningkatan layanan kesehatan Indonesia.

Induk perusahaan SCTV ini menggelontorkan dana Rp 581,01 miliar atas aksinya itu. Pada tanggal 30 November 2020, Elang Mahkota Teknologi telah menyelesaikan pembelian atas 4,24 miliar saham. Adapun jumlah saham tersebut setara 71,88% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Sarana Meditama Metropolitan dari PT Omni Health Care.

Valuasi saham untuk transaksi sebesar Rp 581,02 miliar saham ini dengan mempertimbangkan perhitungan potensi kewajiban-kewajiban yang ditemukan saat uji tuntas keuangan dan perpajakan oleh tim internal. Selanjutnya, harga pasar saham perseroan sebelum ditandatanganinya PPJB yang berada di kisaran Rp 125 per saham atau setara dengan Rp 150 per saham jika diaplikasikan control premium 20%.

Kemudian, valuasi ini juga berdasarkan metode discounted cash flow atau proyeksi SAME yang dinilai wajar oleh EMTK. Terakhir valuasi berdasarkan harga pembanding emiten-emiten yang bergerak di bidang usaha pelayanan kesehatan yang tercatat di BEI yang berkisar 12-37 kali EBITDA untuk tahun buku 2019 dan SAME berkisar di kisaran 19-23kali EBITDA.

Ia menambahkan guna mengembangkan usaha sektor kesehatan EMTK mempertimbangkan integrasi SAME dengan entitas anak usaha lainnya di bidang kesehatan sehingga dapat tercipta sinergi operasional usaha yang terdiri dari tiga aspek. Pertama, dalam pengadaan sumber saya manusia, peralatan kesehatan, dan bahan medis lainnya.

Kedua, penyatuan operasional penyediaan layanan kesehatan yang terintegrasi dan saling melengkapi bagi pasien. Ketiga, dalam optimalisasi pemasaran.


Sumber: KONTAN

[PTPP] PT Pembangunan Perumahan Tbk Targetkan PPRO Berkontribusi 10% dari Target Pemasaran 2021


PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) menargetkan anak usahanya, PT PP Properti Tbk (PPRO) mampu berkontribusi 10% dari target pemasaran tahun 2021.

Sekretaris Perusahaan PTPP Yuyus Juarsa menyebutkan, target pemasaran PTPP tahun ini sebesar Rp 30 triliun yang terdiri dalam berbagai sektor. "Untuk PP Properti sendiri kami rencanakan berkontribusi 5%-10% dari target pemasaran 2021," ujarnya kepada kontan.co.id, Rabu (27/1).

Manajemen PP Properti sebelumnya menyebutkan target marketing sales tahun ini akan berkisar Rp 1,4 triliun.

Yuyus menerangkan, tahun ini PP Properti akan fokus meluncurkan proyek rumah tapak seperti di Semarang dan Bandung. Selain itu, PPRO juga akan fokus menyelesaikan proyek vertical residence yang sudah berlangsung, terutama di area mixed used dan apartemen mahasiswa.

"Untuk investasi, PP Properti akan menyelesaikan hotel di Lombok untuk menyambut Moto GP dan sementara tidak membeli lahan," tuturnya.

Adapun total tabungan lahan PP Properti seluas 300 ha yang tersebar di beberapa daerah dengan mayoritas berada di Pulau Jawa. Lokasi lahan terbesar berada di kawasan Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, sekitar 130 ha dan lainnya tersebar di Pekanbaru, Jawa Barat, Bodetabek, Surabaya, Bali, dan Lombok.

Sepanjang tahun lalu, Yuyus memproyeksikan, PPRO berkontribusi 10%-15% dari pendapatan PTPP. Mengutip laporan keuangan PP Properti, hingga kuartal III-2020 tercatat pendapatan sebesar Rp 1,27 triliun atau turun 7,29% dibandingkan realilsasi tahun sebelumnya sebesar Rp 1,37 triliun.

Sementara laba PPRO tercatat sebesar Rp 76,48 miliar. Realisasi tersebut turun 63,67% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 210,54 miliar.


Sumber: KONTAN

[ANTM] PT Aneka Tambang Tbk Siap Ekspor Bijih Bauksit


PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mendapatkan persetujuan ekspor mineral logam untuk penjualan ekspor bijih bauksit tercuci dengan kadar Al2O3 = 42% sebesar 1,89 juta wet metric ton (wmt) untuk periode tahun 2021-2022.

Sekretaris Perusahaan ANTM Kunto Hendrapawoko menyampaikan bahwa izin ekspor tersebut diberikan atas pelaksanaan proyek hilirisasi pembangunan Pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR).

Hal ini melengkapi izin ekspor bijih bauksit yang telah dimiliki ANTM sebelumnya sebesar 840.000 wmt atas kepemilikan Pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) di Tayan.      

Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 17 tahun 2020 tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara, ANTM masuk dalam kriteria Perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Bauksit yang telah memiliki dan mengoperasikan serta mengembangkan fasilitas pemurnian mineral di dalam negeri.

"Oleh sebab itu, saat ini ANTM diperkenankan untuk melakukan ekspor bijih bauksit tercuci dengan kadar Al2O3 =42%, dengan mendapatkan rekomendasi persetujuan ekspor yang diperpanjang setiap tahunnya paling lama sampai dengan tahun 2023,"  kata Kunto dalam keterangan tertulisnya kepada Kontan.co.id, Kamis (28/1). 

Pada tahun 2020, ANTAM mencatatkan volume produksi bauksit unaudited pada triwulan ke-4 tahun 2020 (Oktober-Desember, 4Q20) yang digunakan dalam produksi alumina serta penjualan kepada pelanggan pihak ketiga sebesar 255.000 wmt dan tingkat penjualan bauksit unaudited 4Q20 mencapai 276.000 wmt.

Sepanjang tahun 2020, penjualan bauksit unaudited ANTM mencapai 1,23 juta wmt dan tingkat produksi bauksit unaudited mencapai 1,55 juta wmt.

"Sejalan dengan strategi pengembangan Perusahaan, ANTM berkomitmen dalam pengembangan proyek hilirisasi mineral di dalam negeri," sambung Kunto.

Dalam hal pengembangan komoditas bauksit, imbuhnya, saat ini ANTM terus berfokus pada pembangunan pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat bekerjasama dengan PT Inalum (Persero) yang memiliki kapasitas pengolahan sebesar 1 juta ton SGA per tahun untuk Tahap 1. 


Sumber: KONTAN

[WSKT] PT Waskita Karya (Persero) Tbk Siap Divestasi 9 Ruas Jalan Tol


Pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) untuk pendanaan proyek tak disia-siakan emiten BUMN Karya.

Salah satunya PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) menyatakan sedang menyiapkan divestasi sembilan ruas jalan tol milik perseroan.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sembilan ruas jalan tol yang akan didivestasi adalah jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (seksi 1-7), Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat (seksi 1-6), Cibitung-Cilincing (seksi 1-4), Cinere-Serpong (seksi1-2), Bogor-Ciawi-Sukabumi (seksi1-4), Depok-Antasari (seksi 1-3), Pemalang-Batang (seksi 1-2), Batang-Semarang (seksi 1-5), dan Krian-Legundi-Bunder-Manyar (seksi 1-4).

Dari kesembilan ruas jalan tol tersebut, Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat (seksi 1-6) memiliki jarak terpanjang hingga 143,25 Kilometer. Sementara itu, kepemilikan saham tertinggi beradadi ruas Krian-Legundi-Bunder-Manyar (seksi 1-4) atau 99,9 persen, sedangkan yang terendah pada ruas Depok-Antasari (seksi 1-3) sekitar 25 persen.

Secara total, panjang jalan tol yang akan didvestasi oleh Waskita Karya adalah sekitar 483,53 Kilometer.

SVP Corporate Secretary Waskita Karya Ratna Ningrum mengaatkan pihaknya telah menentukan beberapa skema divestasi sembilan ruas jalan tol tersebut. Adapun, skema yang dimaksud adalah shareswap, direct sell, dan penerbitan instrumen ekuitas.

"Mayortas jalan tol yang ditawarkan Waskita telah beroperasi, baik pulau Jawa dan Sumatra, dan memiliki investment return rate (IRR) serta lalu lintas harian yang baik. [Hal tersebut] menjadikan aset tol tersebut cukup menarik untuk ditawarkan kepada para investor maupun sovereign wealth fund (SWF)," katanya kepada Bisnis, Kamis (28/1/2021).

Ratna berujar aksi divestasi tersebut ditujukan agar perseroan mendapat dana segar. Selain itu, dana hasil divestasi akan digunakan untuk mengurangi utang dan beban bunga yang terkonsolidasi.

Alhasil, ucap Ratna, perseroan dapat melakukan investasi pada proyek-proyek investasi lainnya.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hendy Rahadian mengatakan Waskita Karya melakukan divestasi tersebut karena perseroan mengalami kesulitan likuiditas. Adapun, lanjutnya, pihaknya tidak akan mencampuri terlalu dalam aksi korporasi tersebut.

"Ini memang sebenarnya bukan full goverment problem. Jadi, kami tidak masuk terlalu dalam, kecuali Waskita Karya butuh dukungan," ucapnya.

Adapun, Hendy menyatakan tantangan konstruksi jalan tol pada 2021 bermuara pada pendanaan proyek-proyek jalan tol. Menurutnya, biaya dan dana yang tersedia setelah penajaman proyek jalan tol untuk 2021 tidak sebanding.

"Kami lihat dengan budget constraint baik dari segei tanah dan dukunga konstruksi, ini ukan hal yang mudah [untuk mencapai target 2024] karena kami membutuhkan biaya," ujarnya.

Hendy menyatakan pihaknya membutuhkan biaya pembebasan tanah untuk proyek jalan tol sampai 2024 senilai Rp55,25 triliun. Dengan kata lain, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) harus menyiapkan anggaran sekitar Rp13,7 triliun setiap tahunnya sepanjang 2021-2024.

Namun demikian, lanjutnya, dana pembebasan tanah untuk keperluan konstruksi jalan tol hanya dianggarakan sekitar Rp5,93 triliun. Artinya, hanya sekitar 39,02 persen dari anggaran yang dibutuhkan.

"Jadi, ada ketidakpastian pemenuhan biaya [pembebasan] tanah [untuk konstruksi jalan tol pada 2021]," ucapnya.


Sumber: BISNIS

[KRAS] PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Bukukan Laba Bersih di Tahun 2020


Emiten BUMN produsen baja PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., mengungkapkan pencapaian kinerja perseroan sepanjang 2020 yang berhasil berbalik membukukan laba bersih.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim menyampaikan bahwa perseroan berhasil mentransformasi anak perusahaan menjadi new profit generator dari semula rugi pada 2019, menjadi laba pada 2020, sehingga mendukung perbaikan kinerja perseroan secara konsolidasi.

Dia menyampaikan, berdasarkan laporan keuangan yang belum diaudit total laba dari seluruh anak perusahaan pada 2020 berhasil mencapai US$36,55 juta, berbanding terbalik dari posisi rugi US$169,32 juta pada 2019.

Lebih rinci, entitas usaha PT KH Pipe Industries yang tercatat rugi US$34,03 juta pada 2019 berhasil mencatatkan laba US$7,55 juta pada 2020 dan PT Krakatau Wajatama yang sebelumnya rugi US$28,85 juta berhasil untung US$1,76 juta pada 2020.

Selain itu, subtotal 5 entitas usaha lainnya yang merugi US$141,67 juta juga berhasil mencetak laba US$1,2 juta.

“Bocorannya laba bersih [konsolidasi] pada 2020 sekitar US$40 juta-US$50 juta. Laporan keuangan sedang dalam proses audit,” ujar Silmy, Kamis (28/1/2021)

Sementara itu, secara konsolidasi pendapatan emiten berkode saham KRAS itu diproyeksi turun 4,4 persen menjadi US$1,35 miliar pada 2020, dibandingkan dengan pencapaian 2019 sebesar US$1,42 miliar.

Namun, laba (rugi) bruto pada 2020 tumbuh sekitar 800 persen menjadi US$162,1 juta dari sebelumnya hanya sebesar US$16,9 juta.

Dengan demikian, EBITDA perseroan secara konsolidasi diproyeksi sebesar US$81,2 juta pada 2020, berbanding terbalik dengan 2019 yang negati US$134,5 juta.

Di lantai bursa, pada penutupan perdagangan Kamis (28/1/2021) saham KRAS ditutup melemah 6,87 persen ke posisi Rp610. Total kapitalisasi pasar KRAS sebesar Rp11,8 triliun.


Sumber: BISNIS

Analisa Saham ADHI | 29 Januari 2021


Analisa Saham ADHI

Saham ADHI pada tanggal 28 Januari 2021 ditutup melemah pada harga 1465, turun -6,68%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 26% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area jenuh jual dengan kecenderungan bearish. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bearish.

Investor asing terlihat melakukan aksi jual sebesar 10 Milyar pada saham ini.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah Downtrend

Rekomendasi dari kami adalah Trading Sell, Beli jika di atas 1600

Jika naik di atas 1700 maka berpeluang ke 1900

Jika turun di bawah 1350 maka berpeluang ke 1250

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.


Disclaimer ON


Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram:

https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : 

https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Instagram : 

@sahamonlineid ( https://www.instagram.com/sahamonlineid/ )

Facebook Page : 

@sahamindonesiahariini ( https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/ )

Aplikasi Android :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini

Website : 

http://www.sahamonline.id/


Rekomendasi Saham BMRI, INKP dan LSIP oleh Indopremier | 29 Januari 2021



IHSG (5.900– 6.060) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan pelemahannya. Target pelemahan indeks pada level 5.900 kemudian 5.820 dengan resist di level 6.060 dan 6.140.

BMRI (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 6.875 dengan resist di level 7.250, kemudian 7.450.

INKP (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 12.500 dengan resist di level 13.150, kemudian 13.400.

LSIP (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 1.270 dengan resist di level 1.350, kemudian 1.400.


R-LQ45X (Sell) : Target pelemahan harga pada level 958 kemudian 935 dengan resist di level 1.004, kemudian 

1.027.

XCLQ (Sell) : Target pelemahan harga pada level 93 kemudian 90 dengan resist di level 99, kemudian 102.

XPID (Sell) : Target pelemahan harga pada level 500 kemudian 487 dengan resist di level 526, kemudian 539.


Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbqcq

Rekomendasi Saham ANTM, BRIS dan ASSA oleh Mirae Asset Sekuritas | 29 Januari 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

Januari 29, 2021

(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 5,979(-2.12%), Test Resistance at 6,060.  Trading range 5,895 – 6,060. Indikator MFI optimized dan Stochastic%D optimized sudah berada di oversodl area. Daily support di 5,895 dan daily resistance di 6,060. Cut loss level di  5,770.

ANTM Daily, 2,380 (-6.67%), Trading  Buy, trading range 2,370 – 2,570. Indikator MFI optimized dan stochastic %D sudah berada di oversold area dengan kecenderungan menguat. Daily support di 2,370 dan daily resistance di 2,570. Cut loss level di 2,290.

BRIS Daily, 2,620 (-6.76%), Buy on Weakness, trading range 2,570 – 2,850. indikator MFI optimized dan indikator  Stochastic %D optimized sudah berada di oversold area. Daily support  di  2,570  dan daily resistance di 2,850. Cut loss level di 2,410.

ASSA Daily, 810 (+1.25%), Trading Buy, trading range ,800 – 865. Indikator MFI optimized masih cenderung bergerak naik. Perkiraan daily support di 800 dan daily resistance terdekat di 865. Cut loss level di 765.

Rekomendasi Saham AALI, BBTN, BMRI, CPIN, LINK, MYOR dan PPRE oleh Binaartha Sekuritas | 29 Januari 2021


Binaartha Sekuritas Daily

29 Januari 2021

Nafan Aji 

Astra Agro Lestari (AALI)

Pergerakan harga saham AALI hampir menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Rekomendasi saham AALI adalah akumulasi beli pada area level Rp 10.750 – Rp 11.050, dengan target harga secara bertahap di Rp 11.575, Rp 12.650 dan Rp 13.750. Support ada di Rp 10.750 dan Rp 10.475. Saham AALI ditutup di Rp 11.050. (RoE: 3.97%; PER: 28.44x; EPS: 408.80; PBV: 1.15x; Beta: 1.55). 

Bank Tabungan Negara (BBTN)

Terlihat pola doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham BBTN. 

Rekomendasi saham BBTN adalah akumulasi beli pada area Rp 1.595 – Rp 1.625, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.740, Rp 1.805, Rp 1.865, Rp 2.110 dan Rp 2.180. Support ada di Rp 1.515. Saham BBTN ditutup di Rp 1.625. (RoE: 8.34%; PER: 11.43x; EPS: 142.20; PBV: 0.95x; Beta: 2.26).

Bank Mandiri (BMRI)

Saham BMRI ditutup di Rp 7.050. (RoE: 9.70%; PER: 17.41x; EPS: 404.85; PBV: 1.69x; Beta: 1.5). Pergerakan harga BMRI masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Rekomendasi saham BMRI adalah akumulasi beli pada area Rp 6.900 – Rp 7.050, dengan target harga secara bertahap di level Rp 7.275, Rp 7.550, Rp 7.850 dan Rp 8.050. Support ada di Rp 6.900 dan Rp 6.700.

Charoen Pokphand Indonesia (CPIN)

Terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham CPIN. 

Rekomendasi saham CPIN adalah akumulasi beli pada area level Rp 5.700 – Rp 5.800, dengan target harga secara bertahap di level Rp 5.900, Rp 6.600, Rp 7.275 dan Rp 7.975. Support ada di Rp 5.550 dan Rp 5.225. Saham CPIN ditutup di Rp 5.800. (RoE: 13.46%; PER: 31.27; EPS: 185.45; PBV: 4.21x; Beta: 0.82). 

Link Net (LINK)

Pergerakan harga saham LINK telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. Rekomendasi saham LINK adalah akumulasi beli pada area level Rp 2.740 – Rp 2.800, dengan target harga secara bertahap di level Rp 2.990, Rp 3.100 dan Rp 3.950. Support ada di Rp 2.690 dan Rp 2.500. Saham LINK ditutup di Rp 2.800. (RoE: 19.69%; PER: 8.71x; EPS: 321.33; PBV: 1.69x; Beta: 1.01). 

Mayora Indah (MYOR)

Pergerakan harga saham MYOR telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Rekomendasi saham MYOR adalah akumulasi beli pada level Rp 2.750 – Rp 2.790, dengan target harga secara bertahap di Rp 2.880 dan Rp 2.950. Support ada di Rp 2.730 dan Rp 2.680.  Saham MYOR ditutup di Rp 2.790. (RoE: 18.53%; PER: 29.79x; EPS: 92.65; PBV: 5.51x; Beta: 0.19). 

PP Presisi (PPRE)

Pergerakan harga saham PPRE telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Rekomendasi saham PPRE adalah akumulasi beli pada area level Rp 196 – Rp 202, dengan target harga secara bertahap di level Rp 224, Rp 270 dan Rp 316. Support ada di Rp 189 dan Rp 178. Saham PPRE ditutup di Rp 202. (RoE: 0.78%; PER: 94.69x; EPS: 2.13; PBV: 0.74x; Beta: N/A).

Analisa Saham HRUM, ASII dan BBCA | 29 Januari 2021

PT Harum Energy Tbk (HRUM)


Candle membentuk spinning top dan mengindikasikan rawan terjadinya pembalikan arah atawa profit taking. Indikator stochastic uptrend. MACD positif dan uptrend. Kemarin, HRUM ditutup menguat 5,32% ke Rp 5.150 per saham. 

Rekomendasi: Buy on weakness

Support: Rp 4.400

Resistance: Rp 5.600

Dimas W.P. Pratama, NH Korindo Sekuritas 

PT Astra International  Tbk (ASII)


Muncul inverted hammer candle. Indikator stochastic menunjukkan sinyal oversold. Volume perdagangan ASII meningkat. Namun, indikator RSI bergerak melemah. ASII berpotensi uji support Rp 5.925-Rp 6.100 dengan potensi rebound. 

Rekomendasi: Buy on weakness 

Support: Rp 5.900

Resistance: Rp 6.650

Achmad Yaki, BCA Sekuritas

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)


MACD dan RSI kompak berada dalam tekanan. Candle harga berusaha untuk dapat menggapai midband. Namun, belum memperlihatkan akan dapat bertahan di atas midband

Rekomendasi: Sell on strength

Support: Rp 33.800

Resistance: Rp 35.100

William Surya Wijaya, Indosurya Bersinar Sekuritas

Update Harga Komoditas dan Indeks | 29 Januari 2021


Dow jumps 300 points as market stages a strong comeback from biggest sell-off in 3 months

U.S. stocks jumped on Thursday, roaring back from a sharp sell-off on Wall Street that saw the S&P 500 and the Dow Jones Industrial Average suffer their worst drop in three months.


Dow.......30603    +300.2   +0.99%

Nasdaq..13337   +66.6     +0.50%

S&P 500..3787    +36.6     +0.98%

 

FTSE...... .6526    -41.2        -0.63%

Dax........13666    +45.5       +0.33%

CAC........5511     +50.9        +0.90%


Nikkei....28197    -437.8     -1.53%

HSI........28551     -746.8     -2.55%

Shanghai .3505   -68.2        -1.91%

ST Times..2920   -38.3        -1.30%


IDX..5979.39    -129.78    -2.12%

LQ45..940.52   -22.61      -2.35%


JAKMIND...1094.02     -5.08      -0.46%

JAKCONS....1736.99    -35.22   -1.99%

JAKTRADE....798.22    +0.71    +0.09%

JAKBIND.....927.22     -31.57   -3.29%

 JAKAGRI..1370.83     -41.05   -2.91%

JAKFIN.. ....1372.80     -22.08    -1.58%

JAKPROP...367.10     -11.74    -3.10%

JAKINFR......985.22    -40.37   -3.94%

JAKMANU..1297.57   -29.46   -2.27%   

JAKMINE....1887.58   -85.68   -4.34%

 

Indo10Yr.6.4525  -0.0289     -0.45%

ICBI.....311.8788    +0.3453   +0.11%

US10Yr...1.05700   +0.0430   +4.24%

VIX...........30.21     -7.00        -18.81%

  

USDIndx .....90.1480  +0.3910 +0.43%

Como Indx....174.29   -1.04       -0.59%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN........133.43  +0.05      +0.04%



IndoCDS....76.957    +1.956    +2.608%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14077.50  +27.50      +0.20%

Jisdor....14119     +28           +0.20%



Euro.........1.2112  +0.0009    +0.07%


TLKM......23.47     -0.21         -0.89%

(3313)

EIDO........23.25    +0.20        +0.87%

EEM.........54.67    +0.38        +0.70%


Oil............52.34        -0.51        -0.96%

Gold ....1846.40        -1.30       -0.07%

Timah..23040.00    +255.00  +1.12%

Nickel....17830.00   +15.00    +0.08%

 

Coal price..86.30    +0.10       +0.12%

(Jan/Newcastle) 

Coal price...91.00   +0.20       +0.22%

(Feb/Newcastle)

Coal price...67.80   +0.10       +0.15%

(Jan/Rotterdam) 

Coal price..70.05   +1.55      +2.25%

(Feb/ Rotterdam)

 

CPO(Apr).....3385    closed  +0%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn..........533.50   +0.25     +0.05%

SoybeanOil...44.65 -0.94      -2.06%

Wheat....... 647.25  -9.25       -1.40%


Wood pulp.5150.00  +137.50  +2.74%


( DE/ Phintraco(AT)  29-01-21)

Rekomendasi Saham INDY, PTPP, PGAS dan ERAA oleh MNC Sekuritas | 29 Januari 2021


MNC Daily Scope Wave

29 Januari 2021

IHSG kembali terkoreksi 2,1% ke level 5,979 pada perdagangan kemarin (28/1). Dengan tertembusnya support terdekat di 5,998, maka IHSG berpotensi menguji area 5,850-5,930 untuk membentuk wave A dari wave (4). Setelah terkonfirmasi menyelesaikan wave A, maka IHSG berpeluang menguat untuk membentuk wave B dari wave (4) ke area 6,190-6,250.

Support: 5,930, 5,850

Resistance: 6,280, 6,505

INDY - Spec Buy (1,410)

INDY bergerak dan ditutup menguat tipis 0,4% ke level 1,410 pada perdagangan kemarin (28/1). Selama tidak menembus 1,300, maka saat ini INDY sudah berada di akhir wave [c] dari wave 4. Hal tersebut berarti, koreksi INDY akan relatif terbatas dan berpotensi menguat.

Spec Buy: 1,350-1,410

Target Price: 1,600, 1,700

Stoploss: below 1,300

PTPP - Buy on Weakness (1,730)

Pada perdagangan kemarin (28/1), PTPP ditutup terkoreksi agresif sebesar 7% ke level 1,730. Selama tidak terkoreksi ke bawah 1,570, maka pergerakan PTPP merupakan bagian dari wave (B) dari wave [B]. Hal tersebut berarti, koreksi PTPP akan relatif terbatas dan berpeluang untuk menguat.

Buy on Weakness: 1,630-1,730

Target Price: 1,870, 2,060

Stoploss: below 1,570

PGAS - Buy on Weakness (1,390)

Kemarin (28/1), PGAS ditutup terkoreksi 6,4% ke level 1,390. Kami perkirakan, saat ini PGAS sedang berada di akhir wave C dari wave (4). Hal tersebut berarti, koreksi PGAS diperkirakan akan relatif terbatas dan berpeluang menguat.

Buy on Weakness: 1,350-1,390

Target Price: 1,560, 1,630

Stoploss: below 1,330

ERAA - Sell on Strength (2,720)

ERAA ditutup menguat 1,9% ke level 2,720 pada perdagangan kemarin (28/1). Saat ini, kami memperkirakan pergerakan ERAA sudah berada di akhir wave [v] dari wave C dari wave (Y). Hal tersebut berarti, ERAA sudah berada di akhir penguatannya dan rentan terkoreksi, adapun rentang koreksi ERAA berada di 2,100-2,350.

Sell on Strength: 2,750-2,850

Disclaimer On