Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret 10, 2020

Minyak Mentah WTI Anjlok Karena Perang Harga

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah mengalami penurunan terbesar sejak 29 tahun terakhir setelah runtuhnya diskusi antara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia yang mendorong Arab Saudi untuk melancarkan perang harga.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak April ditutup anjlok 25 persen pada Senin (9/3/2020) ke level US$31,13, setelah sempat merosot hingga 34 persen ke level terendah $ 27,34 per barel selama sesi perdagangan.
Sementara itu, minyak mentah Brent untuk kontrak Mei ditutup merosot 24 persen ke level US$34,36 di ICE Futures Europe Exchange yang berbasis di London.
Arab Saudi memangkas harga minyak mentah resminya dan mengancam menggenjot produksi ke level tertinggi. Sementara itu, Rusia mengatakan akan meningkatkan produksi bulan depan.
Seluruh pertumbuhan tahunan yang telah diproyeksikan Badan Energi Internasional (International energy Agency/EIA) bulan lalu terhapus, dan permintaan minyak saat ini diperkirakan menyusut sebesar 90…

Valuasi Saham UNTR Menarik, Tunggu Saat Yang Tepat untuk Koleksi

Bisnis.com, JAKARTA - Saham emiten pertambangan, PT United Tractors Tbk. (UNTR) dinilai semakin menarik untuk dikoleksi seiring dengan valuasi saham yang rendah dan prospek fundamental yang masih atraktif.
Analis Kresna Sekuritas Robertus Yanuar Hardy mengatakan valuasi saham United Tractors masih menunjukkan tren penurunan dalam periode tahun berjalan sehingga menarik untuk dikoleksi. Di sisi lain, laba setelah pajak yang dibukukan pada tahun lalu turun 3,2 persen secara tahunan.
Pada perdagangan Senin (9/3/2020) saham UNTR parkir di level Rp15.800 per saham, terkoreksi 8,67 persen atau 1.500 poin. Sepanjang tahun berjalan 2020, UNTR telah melemah 26,6 persen. Penurunan saham secara year to date ini dapat dijadikan momentum investor melakukan aksi beli ketika harga rendah.
“Kami mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga hingga Rp20.950 per saham atau  sekitar 26 persen potensi kenaikan saham dari level saat ini, dengan posisi 3,9/4,2 kali dari proyeksi EV/EBITDA pada 2020/…

Harga Minyak Mentah Anjlok, Harga Saham MEDC Ikut

KONTAN.CO.ID - Luruhnya harga minyak mentah di pasar global membuat saham berbasis bisnis minyak dan gas ikut terbakar. 
Seperti kita tahu harga minyak mentah di pasar global awal pekan ini tersungkur hingga 25% sejak akhir pekan lalu.
Kantor berita Bloomberg menyebut pada Senin (9/3) harga minyak sempat anjlok hingga 30% atau terburuk semenjak kehancuran harga minyak yang terjadi pada Perang Teluk 1991.
Pada perdagangan di New York Mercantile Exchange Senin (9/10) Reuters mencatat harga minyak mentah WTI jatuh US$ 7,81 per barrel atau 18,9% menjadi US$ 33,47 per barrel. WTI untuk pengiriman april sudah anjlok 33% menjadi US$ 27,34 per barel atau terendah sejak 12 Februari 2016.
Sementara harga minyak mentah jenis Brent turun sebesar US$ 8,84 per barel menjadi US$ 36,43 per barel. Artinya harga minyak telah mengalami penurunan sebesar 19,5% pada Senin siang.
Luruhnya harga minyak mentah ini membuat saham PT Medco Energi Internasional Tbk (Medco) ikut tersungkur. Pada perdagangan Seni…

Kapitalisasi Pasar Emiten Properti Rontok di Bursa Efek Indonesia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bersamaan dengan kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai kapitalisasi pasar (market cap) emiten properti ikut rontok di Bursa Efek Indonesia.
Sejak awal tahun hingga penutupan perdagangan Senin (9/3), kapitalisasi pasar 10 besar emiten properti sudah longsor hingga Rp 28,87 triliun. Koreksi paling dalam dialami saham PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO), yakni mencapai Rp 12,93 triliun.
Di awal tahun, MPRO masih membukukan kapitalisasi pasar Rp 22,87 triliun. Namun, anjloknya bursa saham domestik turut menghempaskan kapitalisasi pasar MPRO menjadi hanya Rp 9,94 triliun. Posisi MPRO langsung melorot dari semula menduduki peringkat ke-4 menjadi ke-10 emiten properti dengan market cap terbesar di BEI. Saham MPRO terakhir ditransaksikan pada Kamis (5/3) pekan lalu dengan harga penutupan Rp 1.000 per saham.
Pengembang yang bernasib sama adalah PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). Dalam dua bulan terakhir, market cap emiten Grup Sinarmas ini sudah rontok R…

Kinerja PT Wijaya Karya Beton Tbk. dan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. 2019 Jempol

Bisnis.com, JAKARTA – Kinerja positif PT Wijaya Karya Beton Tbk. dan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. sepanjang 2019 patut diacungi jempol di tengah siklus tahun politik yang sulit. Kinerja kedua perusahaan tersebut juga bisa menggambarkan kinerja induknya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan mengatakan kinerja WIKA Beton dan WIKA Gedung yang berhasil mencetak pertumbuhan laba terbilang positif karena sektor konstruksi dan infrastruktur tahun lalu berjalan tidak mudah. “Kalau kita lihat ada siklus tahun politik, kemudian pertumbuhan ekonomi kita juga sedikit melambat, pencapaian pertumbuhan laba yang diperoleh dua anak usaha Wijaya Karya ini sangat baik,” katanya kepada Bisnis, Senin (9/3/2020).
Pada 2019, WIKA Beton membukukan laba bersih sebesar Rp512,34 miliar, tumbuh 5,34 persen secara tahunan. Adapun WIKA Gedung meraih laba bersih sebanyak Rp456,36 miliar, tumbuh 2,67 persen secara tahunan.
WIKA Beton membukukan pertumbuhan pendapatan …

Rekomendasi Saham IPOT | PTBA, TLKM, TKIM

IHSG (5.080 - 5.190) : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan pelemahannya. Target pelemahan indeks pada level 5.080 kemudian 5.030 dengan resist di level 5.190 dan 5.250.
PTBA (SELL) : Target pelemahan harga pada level 2.050 kemudian 1.890 dengan resist di level 2.370 dan 2.530.
TLKM (SELL) : Target pelemahan harga pada level 3.440 kemudian 3.380 dengan resist di level 3.560 dan 3.620.
TKIM (SELL) : Target pelemahan harga pada level 5.900 kemudian 5.400 dengan resist di level 6.900 dan 7.400.
XBNI (SELL) : Target pelemahan harga pada level 834 kemudian 755 dengan resist di level 992 dan 1.071.
XMTS (SELL) : Target pelemahan harga pada level 377 kemudian 342 dengan resist di level 447 dan 482.
XPES (SELL) : Target pelemahan harga pada level 311 kemudian 283 dengan resist di level 367 dan 395.
Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9ml9
Silahkan ikuti perkembangan saham Indonesia melalui berikut :
Facebook Page : https://web.facebook.com/sahamindones…

Bandarmologi Saham BBCA, ICBP, TLKM, BBRI, MDKA

Tuesday (10/03/2020) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas)

IDX Composite 5,010- 5,166
SUMMARY: STRONG SELL

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): OVERSOLD
STOCH (9,6): SELL
MACD(12,26): SELL
ATR (14): HIGH VOLATILITY
ADX (14): STRONG SELL
CCI (14): OVERSOLD
HIGHS/LOW (14): SELL
VO: NEUTRAL
ROC: OVERSOLD
WILLIAMS R: OVERSOLD
BULLBEAR (13): SELL

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


STOCKS PICK:

BBCA 28,825 - 30,800
TECHNICAL INDICATORS: BUY 28,850
TARGET PRICE: 30,800
STOP-LOSS: 28,800

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


ICBP 10,350 - 10,900
TECHNICAL INDICATORS: BUY: 10,375
TARGET PRICE: 10,900
STOP-LOSS: 10,325

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


TLKM 3,470 - 3…

Rekomendasi Saham Mirae Asset Sekuritas | ASII, BBRI, BBCA

Technical Insight by Tasrul (tasrul@miraeasset.co.id) *IHSG Daily, 5,136.81 (-6.58%),test support at 5,100, trading range 5,100-5,229. Indikator MFI optimized, indikator indikator W%R optimized dan indikator Stochastic%D optimized masih cenderung turun. Pada periode weekly indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan indikator Stochastic% konsolidasi di oversold area . Weekly support di 5,100 dan weekly resistance di 5,273. Cut loss level di 5,030
*ASII Weekly , 5,025 (-11.45%), buy on weakness , trading range 4,950 – 5,300. Indikator MFI optimized  masih cenderung naik, sementara itu indikator W%R optimized dan  indikator Stochastic%D optimized sudah berada di oversold area Weekly support  di 4,950 sementara itu weekly resistance di  5,300. Cut loss level  4,900.
*BBCA Weekly, 28,925 (+8.77%), buy on weakness, trading range 28,675 – 29,950. Indikator MFI, indikator indikator W%R optimized indikator Stochastic%D optimized  sudah berada di oversold area,Weekly support  di 28,6…

Ulasan Pasar Global | 10 Maret 2020

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market
(Mar 10, 2020)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

Wall Street musnah karena merosotnya minyak mentah, krisis virus semakin dalam

Wall Street menderita kerugian harian terbesar sejak krisis keuangan 2008 pada hari Senin dan kekhawatiran resesi menjulang besar karena jatuhnya harga minyak dan kekhawatiran akan virus korona yang terus-menerus mendorong kepanikan investor pada peringatan ulang tahun kenaikan harga saham di pasar saham A.S.

Dow Jones turun 2.013,76 poin atau 7,79% menjadi 23.851,02. S&P 500 kehilangan 225,81 poin atau 7,60% menjadi 2.746,56. Nasdaq Composite turun 624,94 poin atau 7,29% menjadi 7.950,68.

"Ada banyak ketakutan di pasar dan jika harga minyak terus bergerak lebih rendah itu merupakan indikasi bahwa resesi global tidak jauh," kata analis. Indeks Volatilitas CBOE, ukuran kecemasan investor, menyentuh level tertinggi sejak Desember 2008. Benchmark 10-tahun hasil Treasur…

Rekomendasi Saham MNC Sekuritas | ASII, DMAS, ACES, GGRM

MNC Daily Scope Wave 10 Maret 2020
Dengan terkoreksinya IHSG sebesar 6,6% dan menembus area 5,288, maka yang berjalan adalah skenario merah. Dimana IHSG masih berpotensi kembali terkoreksi dengan arah 5,020-5,060 untuk membentuk wave [v]. Selanjutnya, setelah terkonfirmasi menyelesaikan wave [v], maka IHSG berpeluang rebound ke area 5,400-5,500. Support: 5,020, 4,940 Resistance: 5,250, 5,400
ASII - Buy on Weakness (5,025) Kemarin (9/3), ASII ditutup terkoreksi 11,5% ke level 5,025 dan disertai tekanan jual yang agresif. Kami perkirakan ASII masih berpotensi terkoreksi kembali untuk membentuk wave (v) dari wave [c], namun setelah terkonfirmasi membentuk wave (v) dari wave [c] maka ASII akan berpeluang menguat kembali. Buy on Weakness: 4,800-4,950 Target Price: 5,350, 5,700 Stoploss: below 4,700
DMAS - Buy on Weakness (200) Posisi DMAS kami perkirakan sedang berada di akhir wave (v) dari wave [c], dimana koreksi DMAS akan relatif terbatas dan selanjutnya DMAS akan berpotensi menguat da…

Saham Online di Facebook