Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni 18, 2019

HOKI | Buyung Poetra Mengejar Hoki di Sumatra

(Baca Juga: Pola Distribusi Saham)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) mengendus potensi bisnis yang menjanjikan di Sumatra. Dus, selain memperluas jaringan pemasaran, mereka menyiapkan ekspansi pabrik baru di wilayah itu.

Buyung Poetra menjalin kerjasama co-branding dengan gerai Alfamart di Sumatra. Skema kerjasama tersebut bukan kali pertama yang terjadi. Selain menjual merek sendiri, Buyung Poetra memang menyuplai beras untuk mitra bisnis atau private label.

Buyung Poetra memasarkan beras melalui pasar modern, pasar tradisional, e-commerce dan distribusi khusus business to business (B2B). Sebaran penjualan pada kuartal I-2019 terdiri dari 49,87% pasar tradisional, 41,83% pasar modern dan sisanya lain-lain.

Hanya saja, Buyung Poetra belum bisa menyebutkan target kontribusi pendapatan atas kerjasama baru dengan Alfamart. "Tapi dengan adanya pabrik baru yang berlokasi di Sumatra, kami berharap kontribusi bisa meningkat," ujar Budiman Susilo, Direktur…

TPIA - KRAS | Gandeng Chandra Asri (TPIA), Krakatau Steel (KRAS) Olah Air Laut

(Baca juga: Seni dalam Cut Loss Saham)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) ingin mengembangkan bisnisnya. Melalui anak usahanya, PT Krakatau Tirta Industri (KTI), KRAS menggandeng PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) membangun fasilitas pengolahan air laut untuk kebutuhan air industri.

Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk Silmy Karim mengatakan, proyek ini merupakan strategi perusahaan untuk mengembangkan anak usaha. Salah satunya ekspansi secara eksponensial agar bisa menunjang kinerja Krakatau Steel Group. "Kinerja KTI baik, namun perlu dipacu agar keluar dari comfort zone. Misalnya tahun lalu kami menang tender dengan PTPP untuk membangun air bahan baku industri dengan kapasitas produksi 1.000 liter," kata dia, Senin (17/6).

Pelaksanaan proyek ini sejalan dengan rencana pemerintah yang gencar membangun infrastruktur dan membuka akses pengembangan industri di Indonesia. "Proyek pemanfaatan air laut ini diharapkan menjadi langkah efektif untuk mem…

HMSP - GGRM | Produsen Rokok Tidak Khawatir Larangan Iklan di Media Sosial

(Baca juga: Pentingnya Liquiditas Saham)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) segera merespons permintaan Kementerian Kesehatan untuk memblokir iklan rokok di internet. Meski demikian, para produsen meyakini penjualan rokok tidak akan terganggu kebijakan tersebut.

Bagi produsen rokok, iklan hanya sebagaian alat untuk promosi, sehingga produsen tak merasa cemas penjualannya menyusut. Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Muhaimin Moefti menilai pihaknya tidak keberatan atas kebijakan Kemkominfo terkait penghentian iklan rokok di media sosial, seperti Facebook, Instagram dan Youtube.

"Kami menghargai itu, selama jangan sampai iklan rokok dilarang sama sekali," ungkap Muhaimin kepada KONTAN, akhir pekan lalu.

Pada Kamis (13/6) lalu, Menteri Kominfo menerima surat dari Menteri Kesehatan terkait permohonan pemblokiran iklan rokok di internet. Salah satu poin yang disampaikan dalam surat tersebut, iklan rokok banyak ditemu…

PSAB | J Resources Asia Pasifik Cari Pendanaan Rp 3 Triliun

(Baca juga: Price to Book Value)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) ingin memastikan proyek eksplorasi tambang-tambangnya tak kekurangan dana. Emiten penambang emas ini tengah mencari dana cukup besar​.

Yang terbaru, perusahaan ini akan merilis Obligasi Berkelanjutan dengan target dana sebesar Rp 3 triliun. Di tahap pertama, emiten ini akan merilis obligasi Rp 500 miliar. Adapun surat utang bertenor tiga tahun ini menawarkan bunga 10%–11% per tahun.

Direktur PSAB William Surnata menjelaskan, dana obligasi senilai Rp 500 miliar tersebut akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka mendukung operasional PSAB. "Juga akan digunakan untuk pendanaan ulang utang pinjaman yang akan jatuh tempo pada akhir tahun," jelas dia, Senin (17/6).

PSAB berencana menyelesaikan dua aset yang dalam tahap pengembangan, yaitu proyek tambang emas Doup di Sulawesi Utara, serta Proyek Pani di Gorontalo, yang masih tahap studi kelayakan.

Adapun dua aset lainnya dalam tahap…

ELSA | Harga Minyak Memanas, Prospek Elnusa Bernas

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek bisnis PT Elnusa Tbk bakal cerah tahun ini. Selain diuntungkan oleh fluktuasi harga minyak dunia, emiten yang memiliki kode saham ELSA ini juga dapat meraih manfaat dari ekspansi bisnisnya.

Analis Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan, ELSA sudah mendapat angin segar dari kenaikan harga minyak dunia. Tahun ini, harga minyak memang cenderung naik.

Bila dihitung sejak awal tahun hingga kemarin, harga minyak dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Juli 2019 di New York Mercantile Exchange sudah naik 15,01% ke level US$ 52,23 per barel. "Praktis, risiko kinerja ELSA saat ini lebih terkait dengan tercapai atau tidaknya target penyelesaian kontrak," ujar Nafan, Senin (17/6).

Berbicara soal kontrak, modal ELSA tak hanya berasal dari pergerakan harga minyak. Perusahaan ini juga memiliki prospek positif berkat gencarnya perburuan kontrak jasa pertambangan minyak.

Analis OCBC Sekuritas Inav Haria Chandra mengungk…

MNCN | Private Equity Asal Korea Selatan Mengurangi Kepemilikan Saham di MNCN

(Baca juga: Pola Akumulasi Saham)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Globalone Lux Private Equity Fund mengurangi kepemilikan saham di perusahaan milik Hary Tanoesoedibjo, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN).

Berdasarkan laporan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 14 Juni 2019, kepemilikan Globalone Lux Private Equity Fund di MNCN berkurang sebanyak 130,75 juta saham.

Alhasil, Globalone Lux Private Equity Fund masih mendekap 766,67 juta saham yang mewakili 5,37% dari total saham MNCN.

Padahal, berdasarkan laporan KSEI per 13 Juni 2019, Globalone Lux Private Equity Fund tercatat baru saja menambah kepemilikan saham di MNCN.

Berdasarkan laporan tersebut, Globalone Lux Private Equity Fund tercatat menambah 115,8 juta saham MNCN. Sehingga, kepemilikan Globalone Lux Private Equity Fund di MNCN naik dari 5,47% menjadi 6,29% atau sebanyak  897,4 juta saham MNCN.

Globalone Lux Private Equity Fund masuk ke dalam daftar pemegang saham MNCN dengan kepemilikan di atas 5% atau lebih sejak pertengaha…

Analisa Saham POOL, SSIA dan GGRM

Analisa Saham POOL, SSIA dan GGRM (Baca juga: Menentukan Valuasi Saham)
1. PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL)

Saham POOL ditutup membentuk tren sideways dengan indikasi adanya pelemahan disertai rendahnya volume perdagangan. Indikator stochastic berada di area oversold yang menandakan adanya sinyal jenuh beli.

Rekomendasi: Sell
Support: Rp 1.985
Resistance: Rp 2.285

Edo Ardiansyah, Erdikha Elit Sekuritas

2. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA)

Saham SSIA berpeluang terkoreksi kembali setelah kenaikan yang terjadi beberapa waktu lalu. Konfirmasi peluang koreksi adalah adanya candle rejection dan indikator stochastic yang berada di area overbought.

Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 650
Resistance: Rp 850

Anthonius Edyson, Astronacci International

3. PT Gudang Garam Tbk (GGRM)

Muncul inverted hammer candle pada saham GGRM dengan MACD death cross dan RSI melemah yang disertai dengan penurunan volume perdagangan.

Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 75.100
Resistance: Rp 78.…

Analisa Saham HMSP, LPPF dan PGAS

Analisa Saham HMSP, LPPF dan PGAS (Baca juga: Bagaimana Harga Saham Dibentuk?)
*HMSP, Daily (3270) (RoE: 31.96%; PER: 29.47x; EPS: 113.00; PBV: 9.42x; Beta: 0.87):* Indikator MACD telah berhasil membentuk pola golden cross di area negatif sehingga peluang terjadinya rebound terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area 3250 – 3280, dengan target harga secara bertahap di level 3320, 3380 dan 3440. Support: 3230 & 3200.

*LPPF, Daily (3370) (RoE: 30.20%; PER: 17.30x; EPS: 196.56; PBV: 5.26x; Beta: 1.35):* Terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 3300 – 3380, dengan target harga secara bertahap di level 3500 dan 3650. Support: 3230.

*PGAS, Daily (1935) (RoE: 3.47%; PER: 13.06x; EPS: 153.12; PBV: 1.02x; Beta: 1.9):* Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus bel…

Analisa Saham CPIN, DOID dan GGRM

Analisa Saham CPIN, DOID dan GGRM (Baca juga: Bull, Bear dan Sentimen Pasar)
*CPIN, Daily (4380) (RoE: 15.60%; PER: 22.23x; EPS: 277.71; PBV: 3.47x; Beta: 1.46):* Indikator MACD telah berhasil membentuk pola golden cross di area negatif sehingga peluang terjadinya rebound terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 4370 - 4390, dengan target harga secara bertahap di level 4540 and 4700.
Support: 4330 & 4200.

*DOID, Daily (505) (RoE: 2.06%; PER: 56.11x; EPS: 9.00; PBV: 1.19x; Beta: 2.21):* Indikator MACD telah berhasil membentuk pola golden cross di area negatif sehingga peluang terjadinya rebound terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area 500 – 510, dengan target harga secara bertahap di level 520, 555, 585 dan 620. Support: 492.

*GGRM, Daily (76675) (RoE: 17.26%; PER: 18.70x; EPS: 4100.96; PBV: 3.27x; Beta: 0.69):* Kemungkinan rebound terbuka lebar sejak pergerakan harga saham telah menguji garis bawah dari bollinger. “Akumulasi Beli” pada area level 76400 - 76800, dengan tar…

Analisa Saham TLKM | Setelah Konsolidasi, Bagaimana?

(Baca juga: Cara Memilih Broker Saham yang Baik)
TLKM masih berkonsolidasi mencoba melewati resistance kuat dikisaran 4050-4110. Selama mampu bertahan diatas garis MA 200 nya yang saat ini ada dikisaran 3755, maka peluang untuk menembus keatas resistance tersebut masih terbuka. Apabila dapat melewati 4110, maka TLKM berpeluang menuju target di level 4450, dengan minor target di 4200. Indikator teknikal MACD yang bergerak naik diatas centreline mengindikasikan bahwa saham ini masih cenderung bergerak positif.

Rekomendasi: Buy on weakness dikisaran 3750-3840, Strong buy jika break out 4110. Batasi resiko jika kembali turun dan gagal bertahan di 3750.

Sumber:
StepTrader

Analisa Saham BBTN | Uji Resisten

Analisa Saham BBTN | Uji Resisten (Baca juga: 3 hal yang mempengaruhi strategi investasi)
BBTN menguat menguji area resisten konsolidasi dimana konsolidasi berlangsung di kisaran 2510 – 2700. Area ini akan menentukan arah pergerakan BBTN kedepan. Jika mampu bertahan di atas support 2510, terbuka ruang pergerakan bullish. Jika BBTN mampu menguat menembus resisten konsolidasi di 2700, terbuka ruang kenaikan menuju 3030 dengan minor target 2830. MACD yang meningkat menunjukkan saham ini bergerak positif.

Rekomendasi: Speculative Buy jika break 2680. Stoploss level 2540.

Disclaimer ON

Sumber:
GaleriSaham

Analisa Saham PGAS dan SMRA

Analisa Saham PGAS dan SMRA (Baca juga: Pengertian ShortSelling dalam Saham) PGAS Buy On Weakness PGAS pada Trendline (hijau) di range 1880-1960 (beli bertahap). Target adalah melalui MA10 & 20 di level 2000, atau level previous High yang setara dengan garis Resistance (pink) around 2100. 

Rekomendasi
Buy On Weakness, 
Entry Level: 1880-1960;
Target: 2000/2100;
Stoploss :   1860

SMRA  Buy On Weakness SMRA ketika menyentuh MA10 & Support Neckline Inverted Head and Shoulders around 1140-1120. Target pattern berada di angka sekitar 1300, sama dengan Resistance upper channel (hijau).

Rekomendasi
Buy On WEakness, 
Entry Level: 1140-1120;
Target:  1280-1310;
Stoploss:  1110

Henan Putihrai Sekuritas

Analisa Saham ADHI, APLN, BKSL dan DMAS

Analisa Saham ADHI, APLN, BKSL dan DMAS (Baca juga: Memilih TimeFrame dalam Trading)
ADHI melanjutkan penguatan dengan volume yang meninggi. Secara teknikal sedang menguji resistance MA60 yang mana jika berhasil ditutup di atasnya maka penguatan akan berlanjut.
Rekomendasi: buy 1570 s/d 1600, TP 1630 s/d 1700, stop loss <1500 .="" p="">
APLN menutup perdagangan dengan kenaikan signifikan dan mengkonfirmasi breakout dari resistance trend line. Jika terjadi koreksi hari ini, manfaatkan untuk buy on support.
Rekomendasi: buy range 180 s/d 188, TP 200 s/d 216, stop loss <170 .="" p="">
BKSL menguji support MA5 jika penurunan terhenti sampai di support ini maka penguatan masih berlanjut.
Rekomendasi: buy 128 s/d 130, TP 147 s/d 150, stop loss <115 .="" p="">
DMAS menguji dua resistance pada 268 dan 278. Terjadi golden cross maka setelah kedua resistance ditembus penguatan akan berlanjut.
Rekomendasi: buy 270, TP…

Analisa Saham EXCL, SMGR dan BBRI

Analisa Saham EXCL, SMGR dan BBRI (Baca juga: 4 Chart Terpenting dalam Saham)
EXCL (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.910 kemudian 2.960 dengan support di level 2.800, cut loss jika break 2.750.

SMGR (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 11.250 dengan resist di level 11.650 dan 11.900.

BBRI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 4.290 kemudian 4.350 dengan support di level 4.170, cut loss jika break 4.110.

Full report bisa diakses di : ipot