Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember 23, 2017

Analisa Saham UNTR | 23 Desember 2017

Analisa Saham UNTR
Saham UNTR ditutup dengan harga 34250 pada perdagangan terakhir kemarin dengan candle Higher High.

Volume mengalami sedikit penurunan.

Secara umum, UNTR saat ini baru saja mengalami.

Keadaan sementara mengalami jenuh beli. Ini membuat Saham UNTR berpotensi untuk retrace sebelum melanjutkan kenaikan.

Rekomendasi:
Buy
CL : 32850
TP : 36175

Salam,
Abduh

Analisa Saham SMRA | 23 Desember 2017

Analisa Saham SMRA
Mengkonfirmasi pre-uptrend, Saham SMRA ditutup di harga 935 di perdagangan terakhir kemarin.

Dengan kondisi candle Marubozu, maka diharapkan Saham SMRA akan melanjutkan kenaikan. Ditambah lagi support pertama Saham SMRA sudah ditembus.

Tetap waspada karena volume tidak terlalu besar. Ini mungkin secara umum investor masih grogi masuk di akhir tahun.

Perlu diketahui bahwa Saham SMRA sedang overbought. Walau begitu, kondisi sudah mulai uptrend.

Saham SMRA berpotensi short sideways sebelum melanjutkan kenaikan.

Rekomendasi :
BUY
CL : 880
TP : 990

Salam,
Abduh

Analisa Saham AKRA | 23 Desember 2017

Analisa Saham AKRA
Saham AKRA ditutup 2% di harga 6350 pada perdagangan terakhir. Kenaikan ini disertai volume yang bagus.

Sempat mengalami penurunan, Saham AKRA kemudian mengindikasi akan melanjutkan kenaikan yang disertai akumulasi yang baik.

Saham AKRA belum overbought, potensi kenaikan masih bagus. Sedangkan trend secara umum sudah mulai menunjukkan kenaikan yang bagus.

Rekomendasi :
BUY
TP : 7000
CL : 6000

Salam,
Abduh

Analisa Saham SMGR | 23 Desember 2017

Analisa Saham SMGR
Saham SMGR baru saja break dari downtrend-nya. Ditutup di harga 9825, Saham SMGR siap mengawali uptrendnya.

Kondisi belum cukup jenuh, dengan kecenderungan naik. Secara umum, Saham SMGR arahnya sudah ke atas.

Beberapa hari terakhir mengalami akumulasi yang cukup baik. Resistance kuat terdekat adalah di range 9875-9975.

Rekomendasi :
BUY if > 9975
TP : 11000
CL : 9500

Salam,
Abduh

Berita Saham UNSP | 23 Desember 2017

Berita Saham UNSPPT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) optimis kinerja bisnisnya pada tahun depan lebih cerah dibandingkan dengan tahun ini. Emiten perkebunan dengan kode saham UNSP ini menargetkan produksi Tandan Buah Segar (TBS) sawit tahun depan naik 5% hingga 10%.Peningkatan tersebut berasal dari tanaman kelapa sawit yang sudah diremajakan dua atau tiga tahun lalu. Harapannya, tahun depan akan mulai panen.Direktur dan Investor Relation PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk Andi W Setianto mengatakan, pada tahun depan UNSP masih fokus pada peremajaan tanaman yang sudah tua dan berproduktivitas rendah. "Untuk proses peremajaan kebun, kami menggunakan bibit unggul yang diproduksi anak usaha kami," ujarnya, Kamis (21/12).Selama ini, bibit tanaman kelapa sawit didapatkan UNSP dari produksi PT ASD-Bakrie Oil Palm Seed Indonesia. Bibit produksi anak perusahaan UNSP tersebut diklaim memiliki produktivitas 8 ton per ha. Selain peremajaan tanaman sawit, kata Andi, pihaknya akan m…

Berita Saham INAF | 23 Desember 2017

Berita Saham INAFPT Indofarma Tbk (INAF) berusaha untuk bisa mencetak untung di tahun depan. Pada tahun ini produsen obat ini memprediksi masih akan merugi sekitar Rp 31 miliar. Arie Genipa, Sekretaris Perusahaan Indofarma mengatakan, tahun depan pihaknya menargetkan bisa meraup laba bersih sekitar Rp 14 miliar dengan prediksi pendapatan Rp 1,67 triliun. Untuk itu Indofarma mencoba menggeber bisnis dengan salah satunya menambah lini bisnis. Pada tahun depan Indofarma menjajal bisnis kosmetik dengan mendirikan pabrik kosmetik. Infarma memanfaatkan lahan pabrik yang kosong di Cikarang. Pembangunan pabrik baru ini akan didahului dengan pembentukan joint venture (JV) bersama perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) bernama Skin&Skin. Namun, pembentukan JV baru akan dilakukan pekan kedua Januari 2018. "Seharusnya akhir tahun ini rencana pembentukan JV namun saat ini di Korsel sedang ada cuaca buruk, salju tebal sehingga diundur," imbuh Arie.Pembangunan pabrik kosmetik tersebut …

Berita Saham IKAI | 23 Desember 2017

Berita Saham IKAIPT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) mengakuisisi aset dan lahan dari beberapa perusahaan properti. Rencananya IKAI bakal membangun hotel dan villa di Bali dan Medan di atas lahan-lahan tersebut.Yohas Raffli, Presiden Direktur IKAI mengatakan, pihaknya akan ambil alih pembangunan hotel dan villa di Ubud, Bali. Proyek villa mewah yang bakal dibangun Intikeramik berada di atas wilayah seluas 69.000 meter persegi (m2). IKAI bakal menggelontorkan dana investasi senilai Rp 817 miliar untuk pembangunan proyek tersebut.Sedangkan untuk proyek hotel di daerah Ubud akan dibangun di atas tanah seluas 29.000 m2. Investasi untuk hotel ini mencapai Rp 347 miliar dengan kapasitas kamar 90 unit. Proyek properti di Bali ini sedang tahap pembangunan dan diproyeksikan akan kelar di 2019.  Sedangkan proyek hotel lainnya berlokasi di Medan yang menyasar pasar menengah. "Investasi di proyek ini sekitar Rp 68,4 miliar untuk jenis hotel budget," terang Yohas dalam paparan pu…

Berita Saham KRAS | 23 Desember 2017

Berita Saham KRAS PT Krakatau Steel Tbk pada tahun 2018 nanti menargetkan pertumbuhan pendapatan yang hampir menyentuh angka 10%.Jika mencermati laporan keuangan, perusahaan berkode saham KRAS di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu membukukan pendapatan sebesar US$ 1 miliar atau tumbuh sekitar 5,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang ada di angka US$ 982,28 juta.Bimakarsa Wijaya, SVP Head of Marketing Krakatau Steel mengatakan, pada tahun depan perseroan membidik pertumbuhan yang hampir menyentuh angka 10%. "Kami targetkan peningkatan bisa sampai hampir 10%. Itu untuk semua, karena kita sekarang lagi berusaha untuk bisa bangkit," ujar Bima di Jakarta, Jumat (22/12).Sebagaimana diketahui, kinerja Krakatau Steel Tbk sepanjang tahun 2016 membukukan kerugian senilai US$ 171,6 juta. Perlahan, catatan kerugian yang diderita oleh perusahaan mengalami penurunan. Pasalnya, pada tahun 2015, perusahaan mencatatkan kerugian senilai US$ 320 juta.Berdasarkan catatan KONTAN, pa…

Katalis Positif Indeks Harga Saham Gabungan | 23 Desember 2017

Katalis Positif Indeks Harga Saham GabunganIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menyentuh rekor baru dengan kenaikan 0,6% menjadi 6.221,01, Jumat (22/12). Dalam sepekan, IHSG sudah naik 1,66%.Analis Binaartha Parama Sekuritas M. Nafan Aji menilai, pekan ini memang banyak katalis positif dari dalam dan luar negeri. Sejumlah indikator makro seperti inflasi dan cadangan devisa yang terjaga, turut menguatkan indeks.Tambah lagi, Fitch Ratings kembali menaikkan peringkat utang Indonesia menjadi BBB. "Penguatan IHSG mencerminkan fundamental ekonomi yang stabil," ujar Nafan.Analis Danpack Sekuritas Harry Wijaya menilai, pekan depan, IHSG masih bisa menguat. "Tapi kenaikannya terbatas, karena tinggal sisa tiga hari perdagangan di tahun ini," ujar dia. Harry memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang 6.200–6.300.Nafan menambahkan, Hari Raya Natal akan meningkatkan konsumsi masyarakat dan berimbas positif pada saham sektor konsumer. Menurut dia, pekan depan, IHSG masih…

Berita Saham TLKM | 23 Desember 2017

Berita Saham TLKMFitch Ratings has upgraded the Long-Term Issuer Default Ratings (IDRs) on PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) and PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) to 'BBB' from 'BBB-'. The Outlooks are Stable. The rating actions follow the upgrade of Indonesia's Long-Term IDR to 'BBB' from 'BBB-' on 21 December 2017. Fitch has also removed the Rating Watch Negative on PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)'s (Pelindo III) 'BBB-' Long-Term IDR and PT Wijaya Karya (Persero) Tbk's (WIKA) 'BB' Long-Term IDR, and affirmed these ratings with Stable Outlooks. A full list of rating actions is at the end of this rating action commentary. Telkom's standalone credit profile is higher than that of the sovereign but its IDRs are constrained to the sovereign level due to the state's majority shareholding. The ratings of Pertamina and PLN are equalised with Indonesia's IDRs, given their st…

Berita Saham TRAM | 23 Desember 2017

Berita Saham TRAMPT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) telah melakukan akuisisi saham PT Semeru Infra Energi (SIE) dan PT Black Diamond Energi (BDE) dimana keduanya adalah pemegang saham PT Gunung Bara Utama (GBU) perusahaan yang bergerak di bidang batubara pada 20 Desember 2017.Asnita Kasmy, Sekretaris Perusahaan Perseroan dalam keterangan Jumat menyebutkan bahwa TRAM membeli saham SIE dari PT Graha Resources sebanyak 1.515.000.000 saham senilai Rp151.500.000.000, PT Gosyen Berkat Utama sebanyak 1.515.000.000 saham senilai Rp151.500.000.000 dan PT Paridaeza Bara Abadi sebanyak 1.010.000.000 saham senilai Rp101.000.000.000. serta PT Pisson Unggulan 409.990.000 saham senilai Rp40.999.000.000 dimana transaksi dibuat dihadapan notaris Rini Yulianti SH.Sedangkan saham BDE diambilalih perseroan dari Heru Hidayat sebanyak 950.000 saham senilai Rp95.000.000.000, Alfian Pramana 50.000 saham senilai Rp5.000.000.000 yang juga dibuat dihadapan notaris Rini Yulianti SH.Dengan diakuisisinya saham SIE da…

Berita Saham DEWA | 23 Desember 2017

Berita Saham DEWAPT Darma Henwa Tbk (DEWA), mengincar pertumbuhan pendapatan pada 2018 sebanyak 71% menjadi US$406,6 juta, sehingga laba kotor perseroan di tahun depan bisa mencapai US$38,4 juta atau naik 18%.Hal tersebut sebagaimana dikemukakan oleh Presiden Direktur PT Darma Henwa Tbk, Faisal Firdaus dalam paparan publik perseroan di Jakarta, Jum.at."Kami optimistis bisa meningkatkan produksi di 2018, karena ada penambahan fleet produksi di seluruh proyek, baik yang dilakukan sendiri melalui perbaikan alat produksi maupun penambahan kapasitas produksi dari subkontraktor," tambah dia.Faisal juga memoroyeksikan, EBITDA perseroan di 2018 akan meningkat 178% menjadi US$90,6 juta. Sementara itu, menurut dia, pada tahun ini pendapatan perseroan menurun sebesar 8% dibanding perolehan di 2016 menjadi US$238,2 juta. Penurunan pendapatan ini lantaran perlambatan produksi batubara di Bengalon. Faisal menyatakan kalau saat ini perseroan mencatat ada beberapa proyek potensial yang akan…

Berita Saham ICBP | 23 Desember 2017

Berita Saham ICBPPT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) pada 22 Desember 2017 telah menandatangani perjanjian joint venture denagn Arla Foods AMBA (Arla) suatu koperasi kemasyarakatan asal Denmar.Menurut keterangan Gideon A. Putro, Sekretaris Perusahaan Perseroan Jumat, joint venture tersebut untuk mendirikan perusahaan patungan yang bergerak di bidang industri dairy di Indonesia.Arla merupakan perusahaan dairy global yang dimiliki oleh 11.200 petani dari Denmark, Swedia, Inggris, Jerman, Belgia, Luxemborg dan Belanda. Arla perusahaan diary yang menawarkan produk berkualitas tinggi dimana kolaborasi ini diharapkan akan lebih menunjang kegiatan usaha dairy perseroan.JVC ini nantinya akan menangani kegiatan komersial sedangkan anak perusahaan JVC akan menangani kegiatan manufaktur dimana komposisi kepemilikan perseroan dan Arla dana JVC sama 50%. (end)IQPLUS

Berita Saham BALI | 23 Desember 2017

Berita Saham BALIPT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) telah meraih pinjaman dari PT Bank Mandiri Tbk, dimana penandatanganan perjanjian pinjaman dilakukan pada 20 Desember 2017.Menurut keterangan Anni Suwardi, Sekretaris Perusahaan Perseroan Jumat, nilai pinjaman yang diraih sebesar Rp40 miliar dengan jangka waktu 3 tahun untuk tujuan produktif.Agunan dari kredit ini adalah deposito berjangka di Bank Mandiri senilai Rp40 miliar atas nama perseroan dan agunan yang diserahkan diikat secara gadai. (end)IQPLUS

Berita Saham BYAN | 23 Desember 2017

Berita Saham BYANPT Bayan Resources Tbk (BYAN) melaporkan telah menandatangani Akta Perjanjian Pemberian Fasilitas Perbankan dengan PT Bank Permata Tbk pada 20 Desember 2017 lalu.Menurut keterangan Jenny Quantero, Direktur Perseroan Jumat, pinjaman itu berupa fasilitas Revolving Loan sebesar US$100 juta yang dapat diungkana untuk fasilitas bank garansi setara US$30 juta dan fasilitas transaksi valuta asing sebesar US$3 juta.Keduanya dengan jangka waktu 36 bulan sejak penandatanganan dilakukan dan jumlah kedua fasilitas tersebut diatas akan berkurang menjadi US$75 juta pada akhir bulan Juni 2018.Fasilitas kredit tersebut akan digunakan untuk membiayai modal kerja, pembayaran atas fasilitas kredit perseroan dan transaksi valas perseroan dan anak usaha. (end)IQPLUS