Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober 25, 2018

Berita Saham PBRX | Pan Brothers (PBRX) Tawarkan Tender Utang Senilai US$28,92 Juta

PT Pan Brothers Tbk. melalui anak usahanya PB International B.V., pada 9 Oktober 2018 telah menawarkan sejumlah US$28,92 juta dalam jumlah pokok keseluruhan dari surat utang kepada investor.

Direktur PT Pan Brothers Tbk. Fitri Ratnasari Hartono mengatakan, langkah ini ditempuh oleh emiten bersandi saham PBRX itu dalam rangka pembelian kembali surat utang yang mewakili sekitar 14,46% dari jumlah pokok surat utang yang beredar.

"Jumlah yang diterima adalah US$28,92 juta, yang mewakili semua jumlah pokok keseluruhan dari surat utang yang telah secara sah ditawarkan untuk dijual dan diterima oleh perusahaan untuk dibeli pada tanggal penyelesaian," kata dia dalam keterbukaan informasi, Rabu (24/10/2018).

Dia menambahkan, harga pembelian adalah 95% dari jumlah nominal surat utang yang ditender secara sah sampai dengan batas waktu kadaluwarsa dan diterima oleh perusahaan untuk pembelian sesuai dengan penawaran.

Penawaran ini dilakukan untuk mengatur secara aktif neraxa kewajiban pe…

Berita Saham NFCX | NFC Indonesia Agresif Suntik Perusahaan Afiliasi

Emiten perusahaan distribusi digital PT NFC Indonesia Tbk. gencar melakukan investasi berupa penyertaan modal pada sejumlah entitas terafiliasi perseroan. Penyuntikan dana tersebut dilakukan dengan tujuan menunjang kegiatan usaha utama perseroan.

Berdasarkan keterangan resmi yang dipublikasikan perseroan, emiten dengan sandi NFCX tersebut baru saja melakukan investasi penyertan modal pada PT Teknologi Komunikasi Digital Indonesia, di mana perseroan memegang 25% saham perusahaan tersebut. Nilai transaksi yang dilangsungkan pada 22 Oktober 2018 tersebut sebesar Rp300 juta.

Bisnis mencatat perseroan sebelumnya telah melakukan lima transaksi lainnya sejak penawaran umum saham perdana 12 Juli 2018 lalu. Pertama, pada 25 Juli 2018 perseroan pertama kali menyuntik modal pada PT Digital Marketing Solutions (DMS) senilai Rp9,86 miliar.

Perusahaan tersebut memiliki hubungan trafiliasi, di mana NFCX memegang 30% saham Digital Marketing Solutions.

Setelahnya yaitu 18 September 2018, persroan meny…

Berita Saham ASSA | Margin Mobil Bekas Kerek Kinerja Adi Sarana Armada

Emiten rental kendaraan PT Adi Sarana Armada Tbk. membukukan pendapatan sebesar Rp1,35 triliun pada periode yang berakhir September 2018. Nilai tersebut meningkat 9,89% dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya senilai Rp1,23 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan, emiten dengan sandi ASSA tersebut mencatatkan pendapatan keuangan yang melonjak signifikan 52,5% ke lebel Rp2,18 miliar. Pada saat yang sama, beban keuangan perseroan tertekan tipis 2,66%.

Sementara itu, perseroan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp106,39 miliar, meningkat 45,47% dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp73,14 miliar.

Presiden Direktur Adi Sarana Armada Prodjo Sunarjanto menyampaikan hingga September 2018, perseroan telah membelanjakan capex lebih dari Rp700 miliar dari rencana belanja modal 2018 sebesar Rp1,2 triliun.

“Kinerja kami terdorong oleh penjualan mobil bekas. Selama 2013—2014 kami belanja ar…

Berita Saham WSKT | CAGR Laba dan Pendapatan WSKT Tumbuh Lebih dari 40% pada 2014—2017

PT Waskita Karya (Persero) Tbk. mencatatkan pertumbuhan compound annual growth rate atau CAGR di atas 40% untuk pendapatan dan laba bersih pada 2014—2017.

Sekretaris Perusahaan Waskita Karya Shastia Hadiarti mengatakan sejumlah proyek infrastruktur pemerintah yang digarap perseroan turut berdampak terhadap kinerja keuangan. Hal tersebut tercermin dari kinerja keuangan emiten berkode saham WSKT itu dalam 4 tahun terakhir.

“CAGR selama 2014-2017 untuk pendapatan usaha dan laba bersih masing-masing 44% dan 69%,” ujarnya kepada Bisnis.com, Selasa (23/10/2018).

Berdasarkan pemberitaan Bisnis.com sebelumnya, WSKT mengerjakan sejumlah proyek strategis nasional (PSN). Salah satunya pembangunan Transmisi Sumatra 500 kilovolt sepanjang 395 kilometer. Proyek ini mulai dikerjakan pada 2015 dan ditargetkan selesai pada 2019.

Nilai kontrak dari pekerjaan tersebut yakni Rp6,1 triliun. Pembangunan tersebut dilakukan untuk mendukung program pemerataan elektrifikasi di Pulau Sumatra.

PSN lain yang diga…

Berita Saham MPRO | BEI Cermati Saham MPRO

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencermati pola transaksi saham PT Propertindo Mulia Investama Tbk (MPRO) karena telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas yang diluar kebiasaan (UMA).

Menurut keterangan Kamis disebutkan, informasi terakhir yang disampaikan pada 12 Oktober 2018 mengenai Laporan kepemilikan saham.

Investor diminta untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa dan mengkaji kembali rencana aksi korporasi perseroan yang belum mendapatkan persetujuan RUPS.

Harga saham perseroan pada 18 Oktober 2018 masih berada di level Rp236 per lembar dan naik terus hingga ditutup di level Rp490 pada Rabu kemarin atau naik 107%. (end)


http://www.iqplus.info/news/stock_news/mpro-naik-tajam--bei-cermati-pola-transaksi-saham-mpro,97083042.html

Berita Saham INDY | PT Indika Energy Tbk Masih Prospektif

Manajemen PT Indika Energy Tbk menilai bisnis batu bara masih tetap prospektif dan menjadi andalan perseroan, sekalipun harga di pasar dunia sering fluktuasi.

"Kami memiliki anak perusahaan yang bergerak di berbagai bidang seperti minyak dan gas bumi, pembangkit listrik, dan batu bara," kata Managing Director & CEO PT Indika Energy Tbk Azis Armand kepada pers di Jakarta, Rabu.

Salah satu anak perusahaan perseroan yang mengelola batu bara adalah Kideco yang terletak di Paser, Kalimantan Timur. Luas konsesinya 50.921 hektare.

Perusahaan tambang ini berdiri sejak tahun 1982, dan kontraknya akan berakhir pada tahun 2023. Estimasi cadangan batu bara yang dimiliki 422 juta ton dengan 50 konsumen di 16 negara dengan tujuan utama ke China dan India.

Diakuinya bisnis batu bara pada 2012-2015 memang sempat lesu akibat harga di pasar dunia yang turun tajam, namun mulai merangkak naik awal 2017. Akibat penurunan harga tersebut perseroan sempat terpukul namun tetap bisa berjalan deng…

Berita Saham BDMN | Bank Danamon Catatkan Pertumbuhan Kredit

Bank Danamon mencatatkan pertumbuhan kredit segmen Usaha Kecil dan Menengah, kredit untuk kepemilikan rumah serta pembiayaan kendaraan bermotor hingga akhir triwulan III-2018.

Wakil Direktur Utama Bank Danamon Michellina Triwardhany di Jakarta, Rabu, menyatakan kredit untuk UKM tercatat tumbuh 11 persen, KPR tumbuh 35 persen dan pembiayaan kendaraan bermotor tumbuh 12 persen.

Penyaluran kredit untuk UMKM tersebut mencapai Rp30,5 triliun, KPR mencapai Rp7,3 triliun dan pembiayaan kendaraan bermotor melalui Adira Finance mencapai Rp49,7 triliun.

Khusus untuk kendaraan bermotor, pertumbuhan ini didorong oleh pembiayaan baru yang tumbuh 14,8 persen untuk roda dua dan 22 persen untuk roda empat.

Secara keseluruhan, total portofolio kredit dan pembiayaan Bank Danamon tumbuh enam persen menjadi Rp134,3 triliun, dibandingkan Rp126,9 triliun, pada periode sama tahun 2017.

Di luar pembiayaan mikro, total portofolio kredit dan pembiayaan tumbuh 10 persen, menjadi sebesar Rp131,1 triliun, dibandi…

Berita Saham BMRI | MANDIRI MASUK 11 PERUSAHAAN TERBAIK VERSI FORBES

PT Bank Mandiri Persero Tbk berada di peringkat 11 dari 500 perusahaan terbaik dunia dari sisi lingkungan kerja atau "The World Best Employers 2018" versi majalah Forbes.

Dalam laman resmi Forbes yang diakses dari Jakarta, Rabu, Mandiri menjadi wakil Indonesia di peringkat tertinggi dari analisis majalah itu, disusul lima perusahaan Indonesia lainnya yang masuk dalam jajaran 500 perusahaan terbaik.

Lima perusahaan Indonesia lainnya yang masuk dalam 500 perusahaan terbaik dunia yaitu PT Bank Central Asia Tbk di peringkat ke-32, PT Gudang Garam di posisi ke-109.

Berikutnya adalah PT Telekomunikasi Indonesia di peringkat 112, PT Bank Negara Indonesia posisi 157, dan Bank Rakyat Indonesia ranking ke-186.

Sementara, peringkat pertama dari kategori tersebut ditempati perusahaan asal AS, Alphabet yang merupakan induk dari Google. Kemudian, perusahaan yang masuk peringkat kedua adalah Microsoft, disusul Apple, Walt Disney, dan Amazon di peringkat ketiga sampai kelima.

Forbes merilis…

Berita Saham JSMR | Laba PT Jasa Marga Tbk Hingga September 2018

HINGGA SEPTEMBER 2018, JASA MARGA CATAT LABA Rp1,77 TRILIUN.
IQPlus, (25/10) - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencatat penurunan tipis laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 6,8% hingga periode yang berakhir 30 September 2018 menjadi Rp1,77 triliun dari laba Rp1,90 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, total pendapatan naik menjadi Rp27,38 triliun dari pendapatan Rp23,07 triliun tahun sebelumnya dan beban naik menjadi Rp23,14 triliun dari beban Rp19,28 triliun.

Laba bruto naik menjadi Rp4,23 triliun dari laba bruto Rp3,79 triliun dan laba usaha diraih Rp4,20 triliun naik dari laba usaha Rp3,63 triliun tahun sebelumnya. Kenaikan biaya keuangan menjadi Rp1,48 triliun dari Rp895,97 miliar dan bagian rugi entitas asosiasi yang naik menjadi Rp214,83 miliar dari rugi Rp78,02 miliar membuat laba sebelum pajak turun jadi Rp2,50 triliun dari laba sebelum pajak Rp2,66 triliun hingga September tahun sebelumnya.

Analisa Saham SCMA | 25 Oktober 2018

Mirae Asset Sekuritas Indonesia on Surya Citra Media (SCMA IJ) - Lacking positive catalysts by Christine Natasya (natasya@miraeasset.co.id)

- Di 3Q18, SCMA membukukan laba bersih IDR352.4bn (+ 39% YoY). Secara kumulatif, bottom line 9M18 mencapai IDR1.19tr, inline dengan prediksi kami, tetapi dibawah estimasi konsensus (72% run rate) .

- Selain biaya Asian Games 2018, perusahaan juga membukukan biaya program TV lebih tinggi di Indosiar terkait dengan Liga 1 Gojek dan AFF. Selain itu, IVM juga membuat FTV baru Azab untuk prime time, dengan tayangan ulang di waktu non-prime. Biaya pemrograman AFF tidak berulang, tetapi menurut kami, biaya untuk FTV akan berulang. Kami yakin seri baru ini telah membantu mendorong all time audience share IVM. Pada bulan September, IVM mencatat all time audience share sebesar 18% (dibandingkan SCTV 15.4% dan RCTI 16.1%). Dikarenakan FTV ini, margin kotor IVM menurun menjadi 52.4% di 3Q18 (vs 54.7% di 2Q18), mengingat adanya efek lagging ke pendapatan.

- Ka…

Analisa Saham JPFA, PTRO dan BBCA | 25 Oktober 2018

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
(Oktober 25, 2018)
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 5,709.42 (-1.53% ) limited downside, trading range hari ini 5,702 – 5,746. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized akan menguji support trendline namun pada periode weekly ,indikator MFI optimized akan coba naik dari support trendline dan RSI  optimized  dan stochastic%D optimized akan menguji support trendline. Daily resistance terdekat di 5,746 dan support di 5,702.Cut loss level di 5,692.

JPFA Weekly, 2,030 (+5.18%), buy on weakness, trading range 1,920 – 2,100. indikator MFI  optimized dan indikator Will%R optimized masih cenderung bergerak naik. Weekly support di 1,920 dan resistance di 2,100. Cut loss level di1,910.

PTRO Weekly, 1,885(+0.27%), trading buy, 1,790 – 2,020. indikator MFI optimized dan indikator Will%R  optimized cenderung naik. Daily dan Weekly resistance di 1,930 dan 2,020. Sementara itu daily dan weekly support di 1,840 dan 1,790. Cut loss level …

Analisa Saham MAIN, JPFA dan PGAS | 25 Oktober 2018

IHSG (5.630-5.785) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan pelemahannya. Target pelemahan indeks pada level 5.630 kemudian 5.560 dengan resist di level 5.785 dan 5.870

MAIN (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.300 kemudian 1.340 dengan support di level 1.205, cut loss jika break 1.175.

JPFA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.100 kemudian 2.170 dengan support di level 1.960, cut loss jika  break 1.880.

PGAS (SELL) : Target pelemahan harga pada level 2.150 kemudian 2.050 dengan resist di 2.350 kemudian 2.450.


Full report bisa di akses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c5hsa

Analisa Saham TLKM | 25 Oktober 2018

Analisa Saham TLKM | 25 Oktober 2018

TLKM mematahkan trend naik jk.pendek dlm pola Parallel Channel (hijau). Walau di area 3520 ini ada Support MA50, tapi secara pattern sudah membuahkan target turun ke angka 3300, yang mana cocok dengan level Support yg biasa digunakan.


Rekomendasi
Sell
Exit Level: 3520-3600
Target: 3300
Stoploss:  3670

by Henan Putihrai Sekuritas

Analisa Saham ASII | 25 Oktober 2018

Analisa Saham ASII | 25 Oktober 2018

ASII membentuk candle Shooting Star di area Resistance jk.pendek, antisipasi pelemahan harga. Support terdekat ASII adalah kumpulan Moving Average di level 7075 by the lowest.


Rekomendasi
Sell
Exit Level: 7300-7400
Target: 7075
Stoploss :  7500

by Henan Putihrai Sekuritas

Rekomendasi Saham SyariahSaham | 25 Oktober 2018

Secara umum, screener EMAS menyaring saham-saham konstituen ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia) yang harga close terakhir di atas rerata harga eksponensial 30 hari (EMA30).

Kemudian, EMA30 berada di atas rerata harga 100 hari (MA100), dan EMA30 di atas MA200.

Ringkasnya, EMAS = C>EMA30>MA100 dan EMA30>MA200.

Daftar saham pada tabel  BUKAN merupakan rekomendasi Beli atau Jual, silakan sesuaikan dengan trading plan dan money management masing-masing. Disclaimer On.

Berikut ini adalah saham-saham yang masuk EMAS pada tanggal 24 Oktober 2018 (diurutkan berdasarkan nilai transaksi):

https://www.syariahsaham.com/2018/10/saham-pilihan-emas-24-oktober-2018.html

Rekomendasi Saham StockWinTrader | 25 Oktober 2018

$tock Pic for Today 25 Oct 
Buy On Follow the Tren
1.  TOPS —> OS 890 - 905
2.  SMCB —> OS 1840 - 1860
3.  IKAI —> OS 173 - 176 (FAST TRADE)
4.  MAIN —> OS 1285-1295

Buy On Reversal
1. SILO —> OS 2550-2590
2. GMFI —> OS 284 - 287 (FAST TRADE)
3. PTRO —> OS 1930 - 1950

NOTE :
Titik entry 3 tik dbawah hrga close & max 2 tik diatas hrga close
OS = open sell
SL = 3% dr ttik entry.

Be wise


sesuiakan dengan style trading masing".
semoga bisa mmbrikan cuan bagi bapak/ibu disini..

DISC ON.

Rekomendasi Saham William Hartanto | 25 Oktober 2018

WH Project Outlook 25 Oktober 2018

IHSG ditutup menurun 88,47  poin (-1.53%) menuju level 5709.41 pada perdagangan hari Rabu 24 Oktober 2018.

MUNGKIN, KINERJA KUARTAL III BURUK

Kondisi IHSG kian mengkhawatirkan walaupun sebenarnya masih banyak jumlah saham menguat.

Pemberat utama IHSG kemarin datang dari sektor INFRASTRUC, jika digali lebih dalam, penyebabnya adalah TLKM dan JSMR. Kami belum menemukan jawaban dari penurunan ini selain nett sell asing yang memang sudah terjadi pada awal perdagangan kemarin terutama pada TLKM. Mungkin kinerjanya tidak/kurang bagus.

Selebihnya tinggal kembali pada pergerakan rupiah. Kami menemukan bahwa pergerakan rupiah masih stabil walaupun kecenderungannya masih lemah. Support 15100 jika berhasil ditembus akan menjadi sentimen yang sangat positif bagi IHSG.

Data CAD juga menjadi perhatian pasar sampai akhir bulan ini, maka ikutilah perkembangannya, jika memang tidak sesuai harapan, maka pasar modal boleh semakin dilirik karena akan semakin banyak saha…

Update Harga Penting Saham | 25 Oktober 2018

Dow erases gains for the year, tumbles more than 600 points as stocks extend October swoon

Dow falls 600 points
Stocks plummeted on Wednesday as a sharp drop in tech shares and worries about corporate earnings added fuel to this month's steep pullback.

Dow.....24583     -608.01  -2.41%
Nasdaq..7108     -329.1    -4.43%
S&P 500.2656     -84.6      -3.09%

FTSE........6963   +7.8       +0.11%
Dax........11192   -82.7      -0.73%
CAC.........4953   -14.6      -0.29%

Nikkei.....22091  +80.4     +0.37%
HSI.........25250   -96.8      -0.38%
Shanghai.2603   +8.5        +0.33%
ST Times..3032  +0.7        +0.02%

Indo10Yr..8.7782      -0.0757    -0.86%
INDOBex230.5708   +0.7465   +0.32%
US10Yr......3.124       -0.042       -1.33%
VIX...........25.23      +4.52        +21.83%

USDIndx .....96.4080  +0.473   +0.49%
Como Indx..194.47     -0.50       -0.26%
(Core Commodity CRB)
DJUSCL.......58.93      -2.73        -4.43%
(Dow Jones US Coal Index)

IndoCDS...153.33      -0.01        -0.01%   
(…

Analisa Saham ERAA | 25 Oktober 2018

ERAA Weekly : Siap tampung, berdsasarkan optimasi sudah berada di oversold area, berdasarkan P n T juga demikian, strong support di 1,477 namun secara risk ratio level 1,750 sudah merupakan support , VAP diatas dan level net avg buy serta net avg buy broker dominant juga sudah tersentuh, sementara itu net avg sell dan net avg sell broker dominant masih diatas.


by Tasrul Tanar

Analisa Saham BBCA | 25 Oktober 2018

BBCA Daily  : Buy on Weakness
Berdasarkan  Peak & Trough Analysis ,

Demand side :
1. Support : 22,950, 22,750, 22,625
2.Net Avg Buy : 22,623.4
3 Net Avg Buy (broker dominant) : 22,945.3
4.Volume transaksi terbanyak sisi demand(VAP Demand) : 23,350 -23,400

Supply  side :
5. Resistance:  23,300, 23,500
6. Net Avg Sell : 23,514.5
7 Net Avg Sell (broker dominant) : 23,298.5
8.Volume transaksi terbanyak sisi supply (VAP Supply)  : 23,350-23,450

Harga saat ini secara umum berada diatas point 1-2 namun masih di bawah point 3 dari sisi demand . Sementara itu dari sisi supply juga masih berada di bawah point 5-8. Sisi demand saat ini masih ditunjang oleh kenaikkan volume rata-rata dibanding sisi supply  dengan demikian kenaikkan koreksi yanh terjadi hanya bersifat sementara dengan kecenderungan menguat karena secara umum VAP (volume at price) tebanyak masih diatas harga sekarang.


by Tasrul Tanar

Analisa Saham JPFA | 25 Oktober 2018

JPFA  Update

Berdasarkan  Peak & Trough Analysis ,

Demand side :
1. Support : 1,960, 1,920
2.Net Avg Buy : 2,072.11
3 Net Avg Buy (broker dominant) : 2,099.6
4.Volume transaksi terbanyak sisi demand(VAP Demand) : 2,200

Supply  side :
5. Resistance:  2,060, 2,090, 2,220
6. Net Avg Sell : 2,086.7
7 Net Avg Sell (broker dominant) : 2,217.61
8.Volume transaksi terbanyak sisi supply (VAP Supply)  : 2,210

Harga saat ini secara umum berada di bawah point  2- 4 dari sisi demand . Sementara itu dari sisi supply juga masih berada di bawah point 5-8. Sisi demand saat ini masih belum ditunjang oleh kenaikkan volume rata-rata dibanding sisi supply  dengan demikian kenaikkan masih sebatas technical rebound.

by Tasrul Tanar

Analisa Saham EXCL | 25 Oktober 2018

Saham EXCL terlihat masih berkonsolidasi dengan membentuk pola grafik descending triangle pattern. Untuk kesekian kalinya EXCL akan menguji kekuatan area support konsolidasi di level 2700. Apabila EXCL gagal bertahan di support tersebut, maka saham ini akan mengkonfirmasi trend turun dengan membentuk pola bearish double top dan bearish descending triangle. Indikator teknikal MACD terlihat bergerak mendatar di bawah centreline (area negatif) dan mulai terjadi death cross, sehingga mengindikasikan saham ini cenderung bergerak melemah. Jika nantinya EXCL kembali bergerak turun menembus ke bawah support 2700 dan gagal kembali ke atas level tersebut, maka saham ini berpeluang bergerak downtrend menuju target di 2300, dengan minor target di 2450 dan 2600.

Rekomendasi: Sell on rebound selama masih belum dapat menguat menembus keatas down trend resistance di level 2900. Strong sell jika break down dan gagal bertahan di level 2700.
http://step-trader.com/2018/10/24/kembali-uji-support-mampuka…