Per September, Mark Dynamics (MARK) Raih Laba Rp89,98 Miliar


Emiten cetakan sarung tangan PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) meraih laba bersih sebesar Rp89,98 miliar hingga kuartal III/2020, meningkat sebesar 37,37% dari Rp65,50 miliar pada tahun sebelumnya.  

Emiten yang terletak di Deli Serdang Sumut ini membukukan penjualan sebesar Rp344 miliar pada kuartal III tahun 2020. Nilai itu meningkat sebesar 29% jika dibandingkan dengan kuartal III tahun 2019 sebesar Rp 267,21 miliar.

Margin laba kotor berada di angka 41,17 % dengan nilai sebesar Rp 142,63 miliar dan margin laba bersih sebesar 25,98 %. Lonjakan laba yang dicapai MARK tidak lepas dari peningkatan permintaan produksi sarung tangan di era pandemi Covid-19.

"Pencapaian Laba ini didukung dengan strategi produksi dan efisiensi Perseroan sepanjang kuartal III tahun 2020 di tengah pandemi Covid-19. Selama pandemi Covid-19 ini, permintaan akan sarung tangan kesehatan berada pada tingkat permintaan yang belum pernah dialami sebelumnya,” papar Presiden Direktur MARK Ridwan Goh, Senin (26/10/2020).

Lonjakan permintaan sarung tangan saat pandemi membuat produsen cetakan sarung tangan MARK tidak menunda lama untuk meningkatkan kapasitas produksi dari 700.000 unit per bulan, menjadi 800.000 unit per bulan.

MARK akan menambah kapasitas produksi pada 2021 menjadi sekitar 1,1 juta unit per bulan. Kapasitas produksi bahkan akan ditingkatkan hingga mencapai 1,8 juta unit per bulan pada awal 2022. Peningkatan produksi didukung oleh pabrik kedua yang baru dibangun di desa Dalu, Tanjung Morawa.

Saat ini MARK sudah mengantongi kontrak senilai US$52 juta untuk pengapalan pada 2021. Kontrak tersebut datang dari Malaysia, China, Thailand, Vietnam, Afrika Selatan dan Amerika Serikat. Beberapa kontrak tersebut bahkan sudah diterima dalam bentuk down payment.

MARK optimis kapasitas akan tumbuh dengan CAGR sebesar lebih dari 44% sampai tahun 2022 sesuai dengan proyeksi permintaan pasar. Sehubungan dengan pembangunan pabrik baru, MARK akan melakukan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp150 miliar.

Angka tersebut sudah mencakup biaya untuk mendirikan bangunan, pembelian mesin serta instalasi mesin. Untuk pabrik baru tersebut direncanakan mulai ground breaking pada kuartal IV/2020 ini, sedangkan untuk bangunan fisik diperkirakan akan selesai pada kuartal I/2021.

Dengan kinerja perseroan yang positif pada kuartal III ini, Ridwan Goh yakin bahwa penjualan dan laba MARK tahun ini akan jauh melampaui target awal perseroan.

Sumber: BISNIS

DI TRIWULAN III 2020, LABA BERSIH BISNIS JASA KEUANGAN GRUP ASTRA TURUN 36%.


Laba bersih bisnis jasa keuangan Grup Astra menurun 36% menjadi Rp2,8 triliun selama periode sembilan bulan pertama 2020, terutama disebabkan oleh peningkatan provisi guna menutupi peningkatan kerugian kredit bermasalah pada bisnis pembiayaan konsumen dan alat berat.

Untuk bisnis pembiayaan konsumen Grup, mengalami penurunan nilai pembiayaan baru sebesar 21% menjadi Rp50,7 triliun. Kontribusi laba bersih dari Grup perusahaan yang fokus pada pembiayaan mobil menurun 39% menjadi Rp669 miliar, sementara kontribusi laba bersih dari PT Federal International Finance (FIF) yang fokus pada pembiayaan sepeda motor menurun 37% menjadi Rp1,2 triliun. Kedua penurunan tersebut disebabkan oleh provisi kerugian pinjaman yang lebih tinggi, karena peningkatan kredit bermasalah.

Total pembiayaan baru yang disalurkan oleh unit usaha Grup yang fokus pada pembiayaan alat berat turun sebesar 15% menjadi Rp2,7 triliun. Kontribusi laba bersih dari segmen ini menurun 54% menjadi Rp35 miliar.

PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra), perusahaan asuransi umum Grup, mencatat penurunan laba bersih sebesar 3% menjadi Rp785 miliar, disebabkan penurunan underwriting income. Perusahaan patungan asuransi jiwa Grup, PT Astra Aviva Life (Astra Life) menambah lebih dari 1.012.000 nasabah baru asuransi jiwa perorangan dan 55.000 nasabah baru asuransi program kesejahteraan karyawan selama periode ini. (end)

Sumber: IQPLUS

Emiten Rokok Berharap Pemerintah Bijak Menetapkan Tarif Cukai


Tarik menarik proses penetapan kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) pada tahun depan menyebabkan ketidakpastian proyeksi pendapatan bagi emiten rokok.

Hal ini terlebih memberatkan emiten rokok tier satu terbukti dari performa emiten rokok seperti PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) yang melambat hingga paruh pertama tahun ini.

Kabarnya, kinerja keuangan yang melemah tersebut disebabkan tidaknya disiplin harga yakni gap antara kenaikan harga jual rata-rata atau average selling price yang semakin melebar antara produsen rokok tier satu dibandingkan dengan harga rokok yang diproduksi perusahaan rokok tier 2.

Dalam paparan publik perseroan akhir Agustus lalu, manajemen GGRM menyatakan sampai saat ini perseroan belum memiliki data ataupun kepastian mengenai kenaikan tarif cukai untuk tahun 2021.

“Apabila kenaikan beban cukai tidak dapat diteruskan kepada konsumen dalam bentuk kenaikan harga tentunya akan menggerus keuntungan,” tutur manajemen.

Sementara itu, penyerapan kenaikan harga akan bergantung pada pertumbuhan daya beli konsumen sehingga apabila daya beli konsumen tetap lemah bisa mengakibatkan penurunan volume.

Senada, Presiden Direktur HM Sampoerna Mindaugas Trumpaitis mengatakan terlalu awal bagi perseroan untuk memprediksi kenaikan tarif cukai rokok pada tahun ini.

Pihaknya pun menyadari menyadari bahwa pemerintah membutuhkan pemasukan untuk bertahan di kondisi COVID ini.

“Hal yang terpenting adalah berapa kenaikan cukai untuk setiap kategori rokok. Ini sangat penting untuk menghadirkan kesetaraan bisnis,” ungkap Mindaugas.

Segmen sigaret kretek tangan (SKT), lanjutnya, melindungi sektor yang menyerap banyak tenaga kerja dan hal ini dianggap penting bagi perseroan.

Disebutkannya, untuk memproduksi 1 miliar batang rokok segmen SKT membutuhkan 2.700 pekerja, sedangkan untuk memproduksi jumlah yang sama pada kategori rokok mesin hanya membutuhkan 21 pekerja.

“Jadi, untuk melindungi ketenagakerjaan, kami menganjurkan pemerintah untuk berhati-hati dalam menaikan tarif cukai terutama untuk kategori rokok SKT,” tambahnya.

Dihubungi dalam kesempatan yang berbeda, Direktur Utama Indonesian Tobacco Djonny Saksono mengatakan kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) belum akan berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan perseroan ke depannya.

“Kalau bagi kami hampir tidak ada pengaruhnya [kenaikan CHT],” ungkapnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Djonny menjelaskan produk perseroan sendiri adalah tembakau iris yang berbeda dengan rokok pada umumnya.

“Produk kami pun beda atau niche market tersendiri, kami tidak bersaing head to head dengan pabrik rokok,” tutupnya.

Sumber: BISNIS

BANK DANAMON RAIH PENGHARGAAN DALAM BIDANG TRANSFORMASI DIGITAL


PT Bank Danamon Indonesia Tbk (.Bank Danamon.) meraih penghargaan DigitalTransformation (DX) Gamechanger 2020 untuk tingkat Asia Pacific dari Internasional Data Corporation (IDC), suatu lembaga konsultasi dan riset berskala global di bidang Teknologi Informasi, Telekomunikasi dan Teknologi Konsumen. Penghargaan ini diterima secara virtual oleh Direktur Utama Bank Danamon, Yasushi Itagaki pada acara penganugerahaan IDC DX Award 2020: Asia Pacific pada tanggal 22 Oktober 2020.

Penghargaan ini diberikan berdasarkan perjalanan Bank Danamon dalam transformasi untuk menyikapi ekonomi digital yang telah merancang strategi untuk transformasi digital dalam menghadapi kompetisi di era perekonomian digital. Penerima penghargaan ini telah dievaluasi sebelumnya oleh dewan juri yang terdiri dari analis IDC berdasarkan lima kriteria yaitu Agility (tingkat kecepatan perusahaan dalam beradaptasi), Commitment (komitmen perusahaan dalam menerapkan strategi digital), Innovation (terobosan yang dilakukan perusahaan), Culture (budaya digital di lingkungan perusahaan), dan Category Specific Attribute (kriteria berdasarkan kategori penghargaan).

Sebelumnya, Bank Danamon meraih penghargaan serupa di tingkat nasional pada ajang ASEAN IDC DX Summit 2020: Champions of the Digital Arena yang diselenggarakan pada tanggal 12 Oktober 2020 lalu. Setelah menjadi pemenang di tingkat nasional, Bank Danamon menjadi perwakilan dari Indonesia dan disandingkan dengan perusahaan-perusahaan terkemuka lainnya di tingkat Asia Pasifik. Setelah proses penilaian ulang oleh pihak juri, Bank Danamon meraih penghargaan DX Gamechanger 2020 untuk tingkat regional.

Penghargaan berskala internasional di bidang digital ini adalah yang ke-empat kalinya diraih Bank Danamon dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Bank Danamon sebelumnya meraih penghargaan Asia Trailblazer 2020 pada tanggal 8 Oktober 2020 dan Asiamoney Best Bank Award 2020 sebagai Best Digital Bank pada tanggal 30 September 2020 serta DX Gamechanger 2020 tingkat nasional.

"Penghargaan ini beserta deretan penghargaan sebelumnya membuktikan bahwa strategi Bank Danamon dalam menghadapi perekonomian digital sudah diterapkan dengan baik dan memberikan dampak positif serta menerima pengakuan di tingkat internasional. Penghargaan ini menunjukkan bahwa talenta, investasi dan pemanfaatan teknologi Bank Danamon membawa hasil nyata yang memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan perusahaan, terutama para nasabah. Produk dan layanan digital Bank Danamon dikembangkan untuk kenyamanan nasabah dan keamanan bertransaksi melalui beragam fiturfitur yang melindungi dari fraud dan cybercrime," kata Michellina Triwardhany, Wakil Direktur Utama, Bank Danamon.

Bank Danamon senantiasa terus menerapkan inovasi dan teknologi terbaru serta membangun infratruktur digital. Saat ini, Bank Danamon menghadirkan beragam layanan digital banking untuk berbagai segmen meliputi aplikasi mobile banking D-Bank, Danamon Online Banking, D-Card Mobile untuk pengelolaan kartu kredit, D-Financial untuk UKM, D-BisMart untuk rantai pasok, serta Danamon Trade Connect dan Cash Connect untuk usaha. (end)

Sumber: IQPLUS

Indika Energy Rampungkan Penerbitan Bond Rp6,6 Triliun


PT Indika Energy Tbk. (INDY) sudah merampungkan penerbitan obligasi global atau global bond senilai US$450 juta pada Senin (26/10/2020) di Bursa Singapura.

Dalam keterbukaan informasi, manajemen Indika Energy menyampaikan entitasnya sudah menerbitkan obligasi US$450 juta. Dengan perhitungan kurs Jisdor Rp14.697 pada Senin (26/10/2020), maka obligasi itu setara dengan Rp6,61 triliun.

Aksi korporasi Indika Energy itu terbilang cepat setelah perseroan meminta restu rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada Senin (26/10/2020), atau masih dalam hari yang sama.

Pemegang saham telah memberi restu terhadap rencana perseroan untuk menerbitkan surat utang atau obligasi maksimum US$750 juta sekaligus memberikan persetujuan atas rencana jaminan utang kekayaan perseroan.

Dengan kurs Jisdor Senin (26/10/2020) Rp14.697 per dolar Amerika Serikat (AS), jumlah obligasi yang diterbikan oleh emiten berkode saham INDY itu sebanyak-banyaknya Rp11,02 triliun.

Selain itu, RUPSLB juga menyetujui perubahan dan pernyataan kembali ketentuan dalam anggaran dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 15 /POJK.04/2020.

Direktur Utama Indika Energy M. Arsjad Rasjid P.M. mengklaim transaksi penerbitan obligasi akan memantapkan posisi keuangan perseroan.

“Untuk mengeksekusi rencana bisnis perusahaan untuk melakukan ekspansi atau diversifikasi usaha ke sektor non batu bara,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (26/10/2020).

Arsjad menjelaskan bahwa penerbitan surat utang merupakan salah satu dari beberapa opsi pembiayaan perseroan. Menurutnya, ada beberapa kebutuhan pembiayaan yang akan dipenuhi.

INDY akan melakukan pelunasan surat utang senior senilai US$265 juta yang akan jatuh tempo pada 2022. Selanjutnya, pelunasan jumlah terutang US$285 juta dari surat utang senior US$500 juta yang akan jatuh tempo pada 2023.

Selain itu, INDY juga berencana menggunakan dana hasil penerbitan obligasi untuk mendanai rencana diversifikasi dan ekspansi kegiatan usaha non batu bara. Selanjutnya, perseroan mengalokasikan untuk pembayaran biaya-biaya yang berkait dengan penerbitan surat utang.

Arsjad mengatakan penerbitan surat utang akan menyebabkan peningkatan beban bunga. Kendati demikian, emisi akan memberikan manfaat kepada perseroan.

Penerbitan, lanjut dia, bermanfaat untuk menjaga likuiditas dengan memperpanjang jatuh tempo surat utang perseroan. Lebih lanjut, emisi juga akan bermanfaat membantu membuka opsi pendanaan perseroan pada masa depan.

“Penerbitan surat utang merupakan alternatif pembiayaan perseroan mengingat keterbatasan penyaluran pembiayaan oleh perbankan yang dipengaruhi oleh iklim usaha batu bara yang masih belum pulih sepenuhnya,” paparnya.

Adapun, obligasi senilai US$450 juta adalah setara dengan 46,65% dari total ekuitas konsolidasian Indika Energy per 30 Juni 2020.

Sumber: BISNIS

LABA BERSIH UNTR TURUN 38% DI TRIWULAN III 2020



PT United Tractors Tbk (UNTR) pada hari ini mengumumkan Laporan Keuangan Konsolidasian sampai triwulan ketiga tahun 2020. Pandemi COVID-19 dan penurunan harga batu bara telah mempengaruhi kinerja Perseroan secara keseluruhan.

Sampai dengan bulan September 2020, Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp46,5 triliun atau turun sebesar 29% dari Rp65,6 triliun pada periode yang sama tahun 2019. Sejalan dengan penurunan pendapatan bersih, laba bersih Perseroan turun 38% menjadi Rp5,3 triliun dari sebelumnya sebesar Rp8,6 triliun.

Masing-masing segmen usaha, yaitu Mesin Konstruksi, Kontraktor Penambangan, Pertambangan Batu Bara, Pertambangan Emas dan Industri Konstruksi secara berturut-turut memberikan kontribusi sebesar 22%, 48%, 16%, 12% dan 2% terhadap total pendapatan bersih konsolidasian.

Segmen Usaha Mesin Konstruksi

Segmen usaha Mesin Konstruksi mencatat penurunan penjualan alat berat Komatsu sebesar 54% menjadi 1.191 unit, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 2.568 unit. Turunnya harga komoditas dan penurunan aktivitas di semua sektor berdampak pada penurunan permintaan alat berat. Pendapatan Perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat juga mengalami penurunan sebesar 31% menjadi sebesar Rp4,7 triliun.

Berdasarkan riset pasar internal, Komatsu tetap mampu mempertahankan posisinya sebagai market leader alat berat, dengan pangsa pasar domestik sebesar 31%. Penjualan UD Trucks mengalami penurunan dari 387 unit menjadi 154 unit, dan penjualan produk Scania turun dari 382 unit menjadi 129 unit. Secara total, pendapatan bersih dari segmen usaha Mesin Konstruksi turun 43% menjadi sebesar Rp10,3 triliun dibandingkan Rp18,2 triliun pada periode yang sama tahun 2019.

Segmen Usaha Kontraktor Penambangan

Segmen usaha Kontraktor Penambangan dioperasikan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA). Sampai dengan bulan September 2020, Kontraktor Penambangan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp22,1 triliun atau turun 26% dari Rp30,0 triliun pada periode yang sama pada tahun 2019. Sementara itu, PAMA mencatat penurunan volume produksi batu bara sebesar 12% dari 96,5 juta ton menjadi 85,3 juta ton dan volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) turun 16% dari 749,8 juta bcm menjadi 630,8 juta bcm.

Segmen Usaha Pertambangan Batu Bara

Segmen usaha Pertambangan Batu Bara dijalankan oleh PT Tuah Turangga Agung (TTA). Sampai dengan bulan September 2020 total penjualan batu bara mencapai 7,1 juta ton, termasuk di dalamnya 1,2 juta ton batu bara kokas, atau meningkat 11% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 sebesar 6,5 juta ton. Namun demikian, pendapatan segmen usaha Pertambangan Batu Bara turun 11% menjadi Rp7,5 triliun dikarenakan penurunan rata-rata harga jual batu bara.

Segmen Usaha Pertambangan Emas

Segmen usaha Pertambangan Emas dijalankan oleh PT Agincourt Resources (PTAR) yang mengoperasikan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Sampai dengan bulan September 2020, total penjualan setara emas dari Martabe mencapai 256 ribu ons atau turun 16% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 sebanyak 306 ribu ons. Segmen usaha Pertambangan Emas membukukan pendapatan bersih sebesar Rp5,5 triliun atau turun 6% dari Rp5,9 triliun. Rata-rata harga jual terealisasi untuk emas adalah sebesar USD1.482 per ons, dibandingkan USD1.354 per ons pada periode yang sama tahun 2019.

Segmen Usaha Industri Konstruksi

Segmen usaha Industri Konstruksi dijalankan oleh PT Acset Indonusa Tbk (ACSET). Sampai dengan bulan September 2020, Industri Konstruksi membukukan pendapatan bersih sebesar Rp958 miliar, dari sebelumnya sebesar Rp3,1 triliun. ACSET membukukan rugi bersih sebesar Rp753 miliar yang disebabkan oleh perlambatan pekerjaan beberapa proyek yang sedang berlangsung dan berkurangnya peluang memperoleh kontrak baru akibat dampak pandemi COVID-19.

Segmen Usaha Energi

PT Bhumi Jati Power (BJP) yang 25% sahamnya dimiliki oleh anak perusahaan Perseroan saat ini sedang membangun pembangkit listrik tenaga uap berkapasitas 2x1.000 MW di Jepara, Jawa Tengah. Hingga triwulan ketiga tahun 2020, progres pembangunan konstruksi proyek ini telah mencapai 95% dan dijadwalkan akan memulai operasi secara komersial pada akhir tahun 2021. BJP merupakan perusahaan patungan bersama antara anak usaha Perseroan, Sumitomo Corporation dan Kansai Electric Power Co Inc. (end/as)

Sumber: IQPLUS

MULAI 30 OKTOBER, TARIF TOL MANADO-BITUNG RUAS MANADO-DANOWUDU RESMI BERLAKU


Terhitung mulai hari Jumat, 30 Oktober 2020, pukul 00.00 WITA, tarif Jalan Tol Manado-Bitung Ruas Manado-Danowudu diberlakukan. Direktur Utama PT Jasamarga Manado Bitung (JMB) George I.M.P Manurung menyampaikan bahwa pemberlakuan tarif ini berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 1494/KPTS/M/2020 tanggal 14 Oktober 2020 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol Pada Jalan Tol Manado-Bitung Segmen Manado-Simpang Susun Danowudu.

"Sejak diresmikan dan beroperasi tanpa tarif sejak selama kurang lebih satu bulan untuk memberikan sosialisasi yang lebih optimal kepada masyarakat, mulai Jumat ini atau pada tanggal 30 Oktober 2020, tarif jalan tol ini akan resmi berlaku," ujar George.

George menjelaskan bahwa Jalan Tol Manado-Bitung menerapkan sistem transaksi tertutup, yaitu tarif tol dikenakan proporsional (sesuai jarak pengguna jalan) dengan besaran tarif Rp 1.111/Km.

.Sebagai gambaran untuk pengguna jalan golongan I (kendaraan pribadi), tarif terjauh jika masuk dari Gerbang Tol (GT) Manado dan keluar di GT Danowudu atau sebaliknya, dikenakan tarif sebesar Rp29.500. Sementara itu untuk jarak terdekat, masuk dari GT Manado keluar di GT Airmadidi atau sebaliknya, dikenakan tarif sebesar Rp12.000,. sambung George.

Berdasarkan SK Menteri PUPR tersebut, maka rincian daftar tarif lengkap untuk Jalan Tol Manado-Danowudu adalah sebagaimana infografis terlampir.

Dengan adanya sistem transaksi tertutup, George mengingatkan pengguna jalan akan pentingnya menggunakan satu uang elektronik yang sama dalam bertransaksi di gerbang masuk maupun gerbang keluar serta memastikan kecukupan saldo uang elektronik selama perjalanan.

Selain itu, George menjelaskan, untuk memastikan masyarakat menerima informasi dengan baik, PT JMB Kementerian PUPR bersama Jasa Marga melakukan sosialisasi melalui berbagai media komunikasi. Bentuk sosialisasi tersebut dilakukan melalui media cetak, online, elektronik, media sosial, dan media luar ruang (spanduk & Variabel Message Sign/VMS).

"Kami juga telah melakukan audiensi kepada Pemerintah Daerah, salah satunya dengan melakukan pertemuan dengan Pjs. Gubernur Sulawesi Utara serta menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta sejumlah akademisi dan pengamat nasional maupun Sulawesi Utara. Pada prinsipnya, setuju dan mendukung tarif Jalan Tol Manado-Bitung ini dilaksanakan sebagaimana jadwal yang telah ditetapkan," tambahnya.

Secara keseluruhan, total panjang Jalan Tol Manado-Bitung adalah 39 Km yang dibangun dengan konsep Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). Jalan tol ini terdiri dari dua seksi, Seksi 1 Manado-Airmadidi sepanjang (14 Km) yang dibangun Pemerintah dan Seksi 2 Airmadidi-Bitung (25 Km) yang dibangun PT JMB. Jalan Tol Manado-Bitung yang dibangun sejak tahun 2017 memiliki total investasi sebesar Rp4,95 Triliun dengan masa konsesi 40 tahun.

Nantinya jika terhubung secara penuh, jalan tol ini akan terintegrasi serta mempermudah akses menuju Pelabuhan Internasional Bitung, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung hingga sebagai pendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Manado-Bitung-Likupang.Keberadaan jalan tol pertama di Sulawesi Utara ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas wilayah dan daya saing investasi di provinsi yang dikenal dengan julukan Bumi Nyiur Melambai ini.(end)

Sumber: IQPLUS

Rekomendasi Saham ITMG, PGAS dan RALS oleh IPOT | 27 Oktober 2020


IHSG (5.105-5.185) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat. Target kenaikan indeks pada level 5.185 kemudian 5.225 dengan support di level 5.105 dan 5.065

ITMG (Buy) : Target kenaikan harga pada level 8.200 kemudian 8.275 dengan support di level 8.050 cut loss jika break 7.975.

PGAS (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.145 kemudian 1.180 dengan support di level 1.065 cut loss jika break 1.030.

RALS (Buy) :  Target kenaikan harga pada level 590 kemudian 605 dengan support di level 560 cut loss jika break 545.

XIHD (Buy) : Target kenaikan harga pada level 397 kemudian 400 dengan support di level 391 cut loss jika break 388.

XISR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 331 kemudian 334 dengan support di level 325 cut loss jika break 322.

XPFT (Buy) : Target kenaikan harga pada level 448 kemudian 451 dengan support di level 442 cut loss jika break 439.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9s4e

Rekomendasi Saham TINS, KAEF dan IRRA oleh Mirae Asset Sekuritas | 27 Oktober 2020


IHSG Daily, 5,144.05(+0.62%), consolidation, trading range 5,111 – 5,161. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih bergerak naik. Pada periode weekly mulai terlihat pola uptrend namun belum begitu kuat. Indikator MFI optimized cenderung dan indikator RSI optimized masih bergerak naik. Daily support di 5,111 dan daily resistance di 5,161. Cut loss level di 5,050. 

TINS Daily, 835 (-1.18%), buy on weakness, trading range 820 – 865. Indikator MFI optimizeddan indikator RSI optimized masih cendrung bergerak turun menguji support trend line. Daily support di 820 dan daily resistance di 865. Cut loss level di 810..

KAEF Daily, 3,110 (-3.42%), buy on weakness, trading range 3,060 – 3,180. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized akan menguji support trend line. Daily support di 3,060 dan daily resistance di 3,180. Cut loss level di 3,050. 

IRRA Daily, 850 (+1.16%), buy on weakness, trading range 840 – 875. Indikator MFI optimized masih cenderung bergerak naik dan indikator W%R optimized akan menguji support trend line. Perkiraan daily support di 840 dan daily resistance terdekat di 875. Cut loss level di 830. 

by Mirae Asset Sekuritas

Analisa Saham AALI | 27 Oktober 2020

Analisa Saham AALI


Saham AALI pada tanggal 27 Oktober 2020 ditutup menguat pada harga 10550, naik 0,71%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 141% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah ke arah bearish. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bearish.

Rekomendasi Saham:

Beli jika di atas 10850

Jika naik di atas 11175 maka berpeluang ke 11500

Jika turun di bawah 10350 maka berpeluang ke 10200

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:

Pola Chart Pattern Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc

Pola Candlestick Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB

Indikator Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk

Dasar-dasar Investasi Saham :

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xjIEXYMlU_5iB69MK04svld


https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Update Harga Komoditas dan Indeks | 27 Oktober 2020


Dow closes 650 points lower, posts worst day since early September

Stocks fell sharply on Monday as coronavirus infections jumped and negotiations for a fiscal stimulus package before the election stalled once again.


Dow........27685  -650.2     -2.29%

Nasdaq..11359  -189.4     -1.64%

S&P 500..3401   -64.4       -1.86%

 

FTSE.......5792     -68.3       -1.16%

Dax.........12177   -468.6     -3.71%

CAC.........4816    -93.5        -1.91%


Nikkei....23494    -22.3        -0.09%

HSI.........24919   closed     +0%

Shanghai .3251   -26.9        -0.82%

ST Times..2523   -14.08      -0.55%


IDX.......5144.05   +31.86    +0.62%

LQ45....794.21     +4.40       +0.56%


JAKMIND......952.58     +0.88    +0.09%

JAKCONS.....1811.57   -14.26    -0.78%

JAKTRADE....642.24    +5.73     +0.90%

JAKBIND........768.21   +2.58     +0.34%

JAKAGRI......1187.66   +25.51   +2.19%

JAKFIN.........1141.69   +14.60   +1.39%

JAKPROP......323.76     +11.44   +3.66%

JAKINFR.......815.77     +2.01     +0.25%

JAKMANU....1217.69    -3.66      -0.30%    

JAKMINE.....1426.61     -8.89      -0.62%

 

Indo10Yr......6.8705   +0.0075     +0.11%

ICBI..........300.7822   +0.0409     +0.01%

US10Yr........0.8010    -0.0400       -4.76%

VIX.............32.46     +4.91          +17.82%!!

  

USDIndx .....93.0630 +0.2950   +0.32%

Como Indx....149.39  -1.30         -0.86%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN........120.80  -1.14        -0.93%

DJUSCL........     -             -                -%

 (Dow Jones US Coal. Index) 


IndoCDS.......96.344 +2.349     +2.499%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14650.00    -10              -0.07%

Jisdor....14697      -41.00        -0.28%



Euro.........1.1809  -0.0013   -0.11%


TLKM..17.92    -0.12     -0.67%

(2659)

EIDO...18.84     -0.06     -0.32%

EEM.....45.72   -0.60     -1.30%

 

Oil........38.60          -1.25        -3.14%

Gold ......1904.50     -0.70         -0.04%

Timah....18040.00   -372.50    -2.02%

Nickel....15610.00   +2.50        +0.02%

 

Coal price...58.00    unch    +0.43%

(Okt/Newcastle) 

Coal price....58.55  +0.55    +0.95%

(Nov/Newcastle)

Coal price....56.70    unch    +0%

(Okt/Rotterdam) 

Coal price...55.75     -0.75    -1.33%

(Nov/ Rotterdam)

 

CPO(Des)....3186   +159      +5.25%!!

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn............417.25  -2.00     -0.48%

SoybeanOil...34.42  +0.31    +0.91%

Wheat.........619.50  -13.25    -2.00%


Wood pulp. 3637.5  unch      +0%


( DE/ Phintraco(AT)  27-10-20)

Bandarmologi Saham BBRI, PGAS, HRUM dan LSIP | 27 Oktober 2020


New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives

(Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA:registered:., CIB:registered:-MNC Sekuritas) 

Tuesday (27/10/2020) 


IDX Composite 5,096 - 5,181

SUMMARY: STRONG BUY


11 TECHNICAL INDICATORS:

RSI (14): BUY

STOCH (9,6): BUY

MACD(12,26): BUY

ATR (14): LESS VOLATILE

ADX (14): WEAK TREND BUY

CCI (14): BUY

HIGHS/LOW (14): BUY

VO: BUY

ROC: BUY

WILLIAMS R: OVERBOUGHT

BULLBEAR (13): BUY


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER  ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION



STOCKS PICK:


BBRI 3,280 - 3,400

TECHNICAL INDICATORS: BUY 3,300

TARGET PRICE: 3,400

STOP-LOSS: 3,280



BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



PGAS 1,065 - 1,125

TECHNICAL INDICATORS: BUY 1,080

TARGET PRICE: 1,125

STOP-LOSS: 1,065



BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION



HRUM 2,110 - 2,300

TECHNICAL INDICATORS: BUY 2,190

TARGET PRICE: 2,300

STOP-LOSS: 2,110



BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



LSIP  925 - 995

TECHNICAL INDICATORS: BUY 945

TARGET PRICE: 995

STOP-LOSS: 925


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION



JSKY 179 - 264

TECHNICAL INDICATORS: BUY 228

TARGET PRICE: 264

STOP-LOSS: 179



BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): 

DISTRIBUTION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


(Dr Cand. ES, MBA, CSA:registered:., CIB:registered:-MNCSek/Disc On)

Rekomendasi Saham PGAS, BBCA, ICBP dan WIKA | 27 Oktober 2020


MNC Daily Scope Wave

27 Oktober 2020

Pada perdagangan kemarin (26/10), IHSG ditutup menguat 0,6% ke level 5,144 diikuti dengan tekanan beli yang relatif besar dibandingkan hari sebelumnya. Kami memperkirakan pergerakan IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji area resistance di 5,182, dengan support berada di 5,067. Selama tidak menembus support 5,067, maka IHSG akan berpeluang untuk membentuk awal wave (v) dari wave [c] dari wave B.

Support: 5,067, 5,000

Resistance: 5,182, 5,250

PGAS - Buy on Weakness (1,105)

Kemarin (26/10), PGAS bergerak menguat 3,8% ke level 1,105 diikuti dengan tekanan beli yang cukup besar. Kami memperkirakan pergerakan PGAS saat ini sedang berada pada bagian [c] dari wave B dari wave (B). Hal tersebut berarti, PGAS masih berpeluang untuk bergerak menguat untuk membentuk akhir dari wave [c] dari wave B.

Buy on Weakness: 1,060-1,100

Target Price: 1,125, 1,150

Stoploss: below 1,020

BBCA - Buy on Weakness (29,075)

BBCA pada perdagangan kemarin (26/10) menguat 0,8% ke level 29,075 dan diiringi dengan volume pembelian yang cukup besar. Kami perkirakan, selama BBCA tidak kembali terkoreksi di bawah 28,550 maka BBCA saat ini sedang membentuk awal dari wave (v) dari wave [a]. Hal tersebut berarti BBCA berpeluang melanjutkan menguat.

Buy on Weakness: 28,700-29,000

Target Price: 29,675, 30,500

Stoploss: below 28,525

ICBP - Buy on Weakness (9,775)

Kemarin (26/10), ICBP menguat 0,5% ke level 9,775 meskipun dengan volume yang cenderung kecil. Kami perkirakan, selama ICBP tidak terkoreksi ke bawah 9,600, maka saat ini posisi ICBP sedang berada di awal wave [c] dari wave B dari wave (B). Hal tersebut berarti, ICBP berpotensi untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 9,700-9,775

Target Price: 10,150, 10,400

Stoploss: below 9,600

WIKA - Sell on Strength (1,215)

Pergerakan WIKA kemarin (26/10) ditutup menguat 2,1% ke level 1,215. Selama WIKA tidak mampu menguat di atas 1,255-1,270, maka kami perkirakan saat ini WIKA sedang berada pada bagian dari wave [c] dari wave Y dari wave (B). Hal tersebut berarti WIKA masih rentan terkoreksi ke arah 1,150 terdekatnya dan idealnya ke area 965-1,000.

Sell on Strength: 1,215-1,230

Disclaimer On