Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus 5, 2019

Cara Analisis Saham Secara Fundamental dan Contohnya

Cara analisis saham secara fundamental kadang terasa susah-susah gampang. Artikel ini membahas mengenai hal tersebut beserta contohnya. Data Fundamental saham di Indonesia biasanya diterbitkan secara berkala. Dari itu kita bisa mengetahui apakah sebuah saham layak investasi atau tidak. Berikut ini Cara Analisis Saham Secara Fundamental dan Contohnya.



Tips dalam Analisis Saham Secara Fundamental
Menetapkan Time-frame

Menurut Benjamin Graham, dalam jangka pendek, pasar merupakan mesin voting sedangkan dalam jangka panjang, pasar merupakan timbangan.

Maksudnya, jika Anda menggunakan analisa ini untuk jangka pendek, maka pengaruh yang dimiliki adalah minor sedangkan emosi atau sentimen pasar memiliki pengaruh lebih besar ketimbang fundamental perusahaan itu.

Jadi, investor perlu untuk menetapkan time-frame dulu. Analisis fundamental bisa digunakan untuk investasi jangka panjang atau lebih dari 1 tahun.

Waspada dengan PER Murah

PER merupakan rasio analisis fundamental dimana PER dipakai untu…

PSSI | PSSI KEMBALI RAIH KONTRAK PENGANGKUTAN BATUBARA US$12 JUTA

IQPlus, (05/08) - PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) setelah sukses mengawali semester II/2019 dengan meraih kontrak jangka panjang sebesar US$15.7 juta, PSSI kembali meraih kontrak pengangkutan dan pemindahmuatan batubara senilai US$12 juta.

Perpanjangan kontrak senilai US$12 juta dengan 2 perusahaan tambang batubara di area Kalimantan, mengikuti kesuksesan sebelumnya dengan perusahaan tambang batubara PT Jembayan Muarabara dan LG International/PT Ganda Alam Makmur.

Kontrak pertama selama 3 tahun dengan PT Marunda Graha Mineral dari jasa terintegrasi Floating Loading Facility (FLF) dan kapal tunda dan tongkang (Tug dan Barge) dari daerah Bangkuang, Kalimantan Tengah ke area Taboneo, Kalimantan Selatan. Minimum garansi kontrak volume sekitar 1.3 juta metrik ton per tahun. Perpanjangan selama 3 tahun ini membuktikan PSSI sebagai provider transportasi logistik yang terpercaya dari PT Marunda Graha Mineral.

Kontrak jangka panjang kedua selama satu tahun juga dengan LG International …

INCO | Rencana Vale Indonesia Mengembangkan Blok Bahadopi dan Pomalaa Masih Terhambat

KONTAN.CO.ID - LUWU TIMUR. Rencana ekspansi PT Vale Indonesia Tbk ke luar area pertambangan Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, belum juga berjalan. Padahal produsen nikel ini telah mendapat komitmen dari mitra yang akan diajak kerjasama (joint venture).

Rencananya, perusahan yang memiliki kode emiten INCO ini akan mengembangkan Blok Bahodopi di Sulawesi Tengah dan Blok Pomalaa Sulawesi Tenggara. Wakil Presiden Direktur INCO Febrianty Eddy menjelaskan, soal pengelolaan tambang di blok Pomalaa dan blok Bahodopi ini, sudah ada pihak yang akan diajak kerjasama.

Untuk blok Pomalaa, misalnya, perusahaan ini menggandeng Sumitomo dari Jepang. Sedangkan untuk blok Bahadopi, INCO akan menggandeng partner dari China.

Untuk investasi di blok Pomalaa, Febrianty menjelaskan, kebutuhan dananya mencapai US$ 2,5 miliar untuk membangun pabrik. Dananya sebagian besar akan ditanggung oleh Sumitomo Jepang.

Nantinya, Sumitomo akan mengambil porsi mayoritas kepemilikan di blok Pomalaa, yakni sekitar 5…

MEDC | MEDCO ENERGI ALAMI PENURUNAN LABA JADI US$27,86 JUTA

IQPlus, (05/08) - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) alami penurunan laba periode berjalan yang dapat diatribuskkan ke pemilik entitas induk hingga periode 30 Juni 2019 menjadi US$27,86 juta dibandingkan laba US$41,44 juta di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan jumlah pendapatan naik menjadi US$625,56 juta dari pendapatan US$571,97 juta tahun sebelumnya dan beban pokok naik menjadi US$278,82 juta dari US$252,93 juta membuat laba kotor meningkat menjadi US$346,74 juta dari laba kotor US$319,04 juta.

Laba sebelum pajak dari operasi yang dilanjutkan turun menjadi US$133,83 juta dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang US$148,52 juta terutama karena kenaikan rugi dari entitas asosiasi menjadi US$36,78 juta dari rugi US$9,74 juta dan kenaikan beban pendanaan dari US$100,65 juta dari US$89,75 juta.

Jumlah aset perseroan mencapai US$6,26 miliar hingga periode 30 Juni 2019 naik dari US$5,25 miliar hingga periode 31 Desember 2018. (end)

WSBP | Waskita Beton Kantongi Kontrak Baru Rp 3,25 Triliun

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp 3,25 triliun pada semester I-2019. Dengan perolehan kontrak baru tersebut, total nilai kontrak yang dikelola WSBP saat ini mencapai Rp 12,59 triliun.

Jika dihitung, perolehan kontrak baru tersebut meningkat 9,4% dibandingkan kontrak pada periode yang sama tahun lalu. Di semester I-2018, total kontrak baru WSBP tercatat Rp 2,97 triliun.

Kontrak baru tersebut antara lain berasal dari proyek Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) Seksi 2 dan 3, serta jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Seksi 1. Selain itu, ada proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, Jalan Tol Depok-Antasari, Jalan Tol Kayu Agung Betung dan Pantai Indah Kapuk II dan Jembatan Pattimban.

Direktur Utama WSBP Jarot Subana menyebut, WSBP akan memperluas pasar eksternal. Manajemen WSBP berharap, pasar ini meningkat dengan target pasar sebesar 40% pada tahun ini.

WSBP juga bersinergi dengan Grup Waskita untuk proyek yang b…

ASII | ASTRA BERUPAYA DORONG PEREKONOMIAN DESA

IQPlus, (05/08) - - PT Astra International Tbk berupaya untuk terus mendorong perputaran roda perekonomian di wilayah pedesaan, dengan mengedepankan potensi di masing-masing desa yang ada.

Deputy Chief of Corporate Affairs PT Astra International Tbk Riza Deliansyah mengatakan bahwa, pihaknya mendorong terciptanya aktivitas warga desa yang mampu menarik perhatian masyarakat luas, khususnya para wisatawan untuk memutar roda ekonomi desa.

"Yang kami kejar adalah, menciptakan aktivitas warga yang menjadi magnet bagi orang lain. Dari situ, kami harapkan bisa menciptakan siklus ekonomi yang saling mendukung," kata Riza, pada Festival Kampung Berseri Astra, di Kota Batu, Jawa Timur, Sabtu.

Salah satu langkah yang diambil PT Astra International Tbk untuk mendorong aktivitas warga dan menarik perhatian masyarakat luas melalui penyelenggaraan Festival Kampung Berseri Astra, di Desa Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur.

Riza menambahkan, gelaran festival tersebut, juga mendatangkan kurang l…

Analisa Saham BBNI, BMRI dan BBRI

Analisa Saham BBNI, BMRI dan BBRI
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
(Agustus 5, 2019)
(tasrul@miraeasset.co.id)

Technical Insight by Tasrul (tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,340.18 (-0.65%), test support at 6,309, trading range 6,309 – 6,365. Indikator MFI optimized dan indikator W%R  optimized masih cenderung turun. Sementara pada periode weekly indikator MFI optimized  dan indikator RSI optimized  Daily support juga masih cenderung turun.. Support di 6,309 dan resistance di 6,365 Cut loss level di 6,301.

BBNI Weekly, 8,100 (-3.85%), buy on weakness, trading range 7,950 – 8,475. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung naik. Weekly support  7,950  dan resistance di 8,475. Cut loss level  di  7,700.

BMRI Weekly, 7,675 (-0.97%), buy on weaknees, trading range 7,575– 7,750. Indikator MFI optimized dan W%R optimized masih cenderung bergerak naik. Weekly  support  di  7,525 sementara itu weekly resistance  di 8,000. Cut loss level  di  7,4…

Bandarmologi Saham CTRA, ERAA, AGII, MCAS dan MARK

Bandarmologi Saham CTRA, ERAA, AGII, MCAS dan MARK
Monday (05/08/2019) Early BIRD Fundamental Perspective (Dr Cand. Edwin Sebayang,CSA®.,CIB®-MNC Sekuritas)

IDX Composite 6284 - 6377
SUMMARY: STRONG SELL

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): SELL
STOCH (9,6): OVERSOLD
MACD(12,26): SELL
ATR (14): HIGH VOLATILITY
ADX (14): BUY
CCI (14): SELL
HIGHS/LOW (14): SELL
VO: SELL
ROC: SELL
WILLIAMS R: OVERSOLD
BULLBEAR (13): SELL

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

STOCKS PICK:

CTRA 1195 - 1325
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

ERAA 1915 - 2130
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


AGII 650 - 670
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE …

Analisa Saham BBCA, MNCN dan CTRA

Analisa Saham BBCA, MNCN dan CTRA
BBCA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 31.325 kemudian 31.675 dengan support di level 30.725, cut loss jika break 30.400.
MNCN (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.420 kemudian 1.455 dengan support di level 1.355, cut loss jika break 1.325.
CTRA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.265 kemudian 1.280 dengan support di level 1.235, cut loss jika break 1.220.
Full report bisa diakses di : ipot

Analisa Saham PGAS, PTBA dan WSKT

Analisa Saham PGAS, PTBA dan WSKT
1. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), Daily (Rp1.980) (RoE: 7,79%; PER: 12,90x; EPS: 153,12; PBV: 1,01x; Beta: 1,9). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  bullish inverted hammer candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.970-1.980, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.000, 2.020, 2.120, 2.220 dan 2.320. Support: Rp1.970 dan 1.925.
2. PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), Daily (Rp2.690) (RoE: 24,71%; PER: 6,83x; EPS: 395,56; PBV: 1,69x; Beta: 1,93). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  bullish doji star candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp2.660-2.700, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.750, 2.850, 2.900 dan 3.100. Support: Rp2.660 dan 2.600.
3. PT Waskita Karya Tbk (WSKT), Daily (Rp1.870) (RoE: 6,80%; PER…

Analisa Saham ANTM, ADHI dan BMRI

Analisa Saham ANTM, ADHI dan BMRI
1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), Daily (Rp900) (RoE: 3,43%; PER: 31,64x; EPS: 28,60; PBV: 1,09x; Beta: 1,15). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah  bollinger  dan terlihat pola  bullish spinning top candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp890-900, dengan target harga secara bertahap di level Rp915, 1.075 dan 1.235. Support: Rp845.
2. PT Adhi Karya Tbk (ADHI), Daily (Rp1.440) (RoE: 6,62%; PER: 12,06x; EPS: 119,44; PBV: 0,79x; Beta: 1,67). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  bullish doji star candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.425-1.440, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.455, 1.550, 1.775 dan 2.000. Support: Rp1.380.
3. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), Daily (Rp7.675) (RoE: 13,77%; PER: 13,27x; EPS: 585,74; PBV: 1,83x; Beta: 1,38). Pergerakan harga masih …