Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April 29, 2019

Akumulasi pada Saham

Kita bisa melihat banyak indikator akumulasi saham di alat trading yang anda punya. Dengan itu kita bisa mengetahui pola dan tanda akumulasi saham. Pengertian akumulasi saham adalah sebuah proses yang dilakukan smart money untuk mengumpulkan / membeli saham untuk "dinaikkan" setelah proses akumulasi selesai. Ada banyak cara mengetahui akumulasi saham. Pada kesempatan ini, kita akan membahas area akumulasi saham secara umum.
Apa itu Area Akumulasi Saham
Area akumulasi ditandai oleh sebagian besar pergerakan harga saham sideways dan dilihat oleh banyak investor sebagai indikasi peluang pembelian potensial.
Area akumulasi saham itu penting bagi investor untuk dikenali ketika membuat keputusan membeli dan menjual. Investor berpengalaman mencari pola yang mengindikasikan bahwa saham berada pada titik tinggi, titik rendah atau di antara keduanya. Tujuannya adalah untuk menentukan apakah ada momentum dalam harga saham dan ke arah mana saham tersebut akan bergerak. Saham di area ak…

Saham PYFA | PYRIDAM FARMA RAIH PENJUALAN Rp63,82 MILIAR HINGGA MARET 2019

IQPlus, (29/04) - PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) meraih penjualan bersih sebesar Rp63,82 miliar hingga periode yang berakhir 31 Maret 2019 turun dari penjualan bersih Rp64,86 miliar di periode sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, laba bruto turun menjadi Rp38,35 miliar dari laba bruto Rp39,58 miliar tahun sebelumnya. Namun laba usaha berhasil naik menjadi Rp3,22 miliar dari laba usaha Rp2,82 miliar tahun sebelumnya setelah perseroan meraih pendapatan lain-lain bersih Rp356,98 juta dari rugi Rp1,08 miliar tahun sebelumnya.
Laba sebelum pajak meningkat menjadi Rp2,52 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp2,23 miliar. Sedangkan laba tahun berjalan diraih Rp1,88 miliar dari laba tahun berjalan Rp1,64 miliar tahun sebelumnya.
Jumlah aset hingga 31 Maret 2019 mencapai Rp191,31 miliar naik dari jumlah aset Rp187,06 miliar hingga periode 31 Desember 2018. (end)

Saham PGAS | APRESIASI PEMEGANG SAHAM, PGN SEBAR DIVIDEN Rp56,99 PER SAHAM

IQPlus, (29/04) - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), yang beragendakan, yakni persetujuan pemegang saham atas penggunaan laba bersih 2018 dan penambahan direksi perseroan.
RUPST telah sepakati untuk membagikan dividen kepada pemegang saham tercatat sebesar Rp1,38 triliun atau sebanyak 31,79 persen dari total laba bersih tahun buku 2018.
.Dividen yang dibagikan senilai Rp1,38 triliun atau setara Rp56,99 per saham. Jumlah ini naik 80 persen dari tahun sebelumnya,. kata Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso di Jakarta, Jumat lalu.
Selain pembagian dividen, RUPST juga sepakati untuk mengangkat direktur tambahan baru yang akan memimpin direktorat strategis dan pengembangan bisnis. 
Gigih mengungkapkan bahwa hal tersebut merupakan aktivasi kembali posisi direktur yang sebelumnya sudah pernah ada pada periode 2016 sampai 2017. 
.Syahrial Mukhtar akan mengisi posisi direktur strategi dan pengembangan bisnis. Sebelumnya bapak Syahrial Mukht…

Saham PSAB | J RESOURCES GANDENG BNI BIAYAI PROYEK TAMBANG EMAS DI SULUT

IQplus, (29/04) - Perusahaan pertambangan PT J Resources Nusantara (JRN), anak perusahaan PT J Resources Asia Pasifik Tbk, menggandeng Bank Negara Indonesia (BNI) untuk membiayai proyek pertambangan emas Doup di Sulawesi Utara, melalui pinjaman sindikasi senilai 231,98 juta dolar AS atau sekitar Rp3,2 triliun.
Pembiayaan ini merealisasikan program JRN untuk membangun proyek Doup sekaligus melakukan refinancing (pembiayaan kembali) pinjaman yang dimiliki sehingga memperkuat kondisi finansialnya.
"Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh BNI kepada kami, dengan fasilitas pinjaman ini kami bisa mengembangkan proyek Doup sehingga dapat menambah 1 aset produksi kami," ujar Direktur JRN Edi Permadi dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin.
Edi Permadi menuturkan, proyek Doup yang akan dikembangkan tersebut berada di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara. Proyek Doup ini dimiliki oleh salah satu anak perusahaan JRN, yaitu PT Arafur…

Saham BEST | BEKASI FAJAR RAIH PENDAPATAN Rp247,28 MILIAR HINGGA MARET

IQPlus, (29/04) - PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) meraih pendapatan sebesar Rp247,28 miliar hingga periode 31 Maret 2019 naik dibandingkan pendapatan Rp210,92 miliar tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan menyebutkan, laba bruto naik tipis menjadi Rp148,44 miliar dari laba bruto Rp147,37 miliar tahun sebelumnya. Laba sebelum beban pajak meningkat menjadi Rp96,26 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp94,94 miliar tahun sebelumnya.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas naik menjadi Rp95,42 miliar dari laba Rp93,50 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Jumlah aset perseroan mencapai Rp6,40 triliun hingga periode 31 Maret 2019 naik dari jumlah aset Rp6,29 triliun yang tercatat hingga 31 Desember 2018. (end)

Saham MARK | LABA MARK DYNAMIC NAIK 27,7% HINGGA MARET 2019

IQPlus, (29/04) - PT Mark Dynamic Indonesia Tbk (MARK) mencatat pertumbuhan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 27,7% hingga periode yang berakhir 31 Maret 2019 menjadi Rp23,05 miliar dari laba Rp18,04 miliar di periode sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, penjualan meningkat menjadi Rp88,06 miliar dari Rp78,47 miliar dan beban pokok penjualan naik menjadi Rp49,88 miliar dari Rp46,29 miliar membuat laba kotor naik menjadi Rp38,17 miliar dari laba kotor Rp32,18 miliar.
Laba sebelum pajak penghasilan naik menjadi Rp30,90 miliar dari laba sebelum pajak penghasilan Rp25,14 miliar. Jumlah aset perseroan hingga periode 31 Maret 2019 mencapai Rp379,75 miliar naik dari jumlah aset Rp318,08 miliar hingga periode 31 Desember 2018. (end)

Saham LPKR | Lippo Karawaci Selesaikan Divestasi Rumahsakit di Myanmar Senilai US$ 19,5 Juta

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lengan bisnis properti milik Grup Lippo, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) telah merampungkan divestasi saham di dua perusahaan patungan layanan kesehatan di Myanmar.
Bertindak sebagai pembeli dalam transaksi ini adalah dua anak perusahaan yang secara tidak langsung dimilik sepenuhnya oleh OUE Lippo Healthcare Limited (OUELH), yakni OUELH Healthcare Assets (MM) Pte Ltd dan OUELH Healthcare Services (MM) Pte Ltd. OUELH merupakan anak usaha OUE Limited.
Lippo Karawaci, melalui PT Waluya Graha Loka, telah menyelesaikan perjanjian jual beli dengan OUELH untuk penjualan 40% saham di Yoma Siloam Hospital Pun Hlaing Limited (YSHPH). Transaksi penjualan 9,12 juta saham itu senilai US$ 17, juta.
Waluya Graha juga telah merampungkan perjanjian jual beli dengan OUELH untuk penjualan 35% saham di Pun Hlang International Hospital Limited (PHIH). Transaksi penjualan 735.105 saham itu senilai US$ 1,9 juta.
Secara keseluruhan, nilai kedua transaksi tersebut sebesar US$ 19,5 juta. …

Saham Properti | Pemilu Usai, Sektor Properti Bersiap Menggeliat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berakhirnya agenda pemilihan umum (pemilu) diprediksi dapat menggairahkan industri properti lagi. Mengingat, para investor properti tak lagi dihadapkan pada kondisi yang membuatnya bersikap wait and see.
Analis Maybank Kim Eng Sekuritas Aurellia Setiabudi mengatakan, momen pemilu biasanya dinantikan calon pembeli properti yang berorientasi investasi. Ketika hasil pemilu terlihat, investor bakal mendapat kepastian terkait langkah kebijakan ekonomi pemerintahan terpilih.
Lazimnya, setelah arah kebijakan ekonomi pemerintah terlihat, industri properti bisa bergerak. Tahun ini, harapannya properti kembali bergerak usai libur lebaran.
Kepastian yang muncul usai pemilu juga akan mendorong para pengembang properti kembali gencar menggarap proyek. Analis menilai pengembang akan kembali menggarap proyek yang ditujukan baik untuk end user maupun bagi investor.
Sejauh ini, pelaku usaha properti lebih memprioritaskan proyek untuk kalangan end user. Permintaan di segmen ini…

Saham MTLA | Kinerja Metland Pada Kuartal I-2019 Tidak Terpengaruh Pemilu

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Efek negatif dari pemilihan umum alias pemilu 2019 yang sempat membayangi emiten properti tidak terbukti, setidaknya bagi PT Metropolitan Land Tbk (Metland). Hingga akhir kuartal pertama tahun ini, mereka justru meraih marketing sales sesuai harapan.
Manajemen Metland menilai, secara umum penjualan proyek awal tahun 2019 meningkat. "Kalau overall tumbuh meskipun ada beberapa proyek naik dan beberapa proyek menurun," ujar Olivia Surodjo, Direktur PT Metropolitan Land Tbk kepada KONTAN, Kamis (25/4) pekan lalu.
Dari Januari hingga Maret tahun ini, Metropolitan Land mengantongi marketing sales Rp 533 miliar. Sebanyak 40% adalah penjualan dari proyek The Riviera at Puri di Tangerang, Banten.
The Riviera at Puri merupakan proyek rumah tapak seluas 12 hektare (ha) yang berada di dalam proyek Metland Puri. Proyek tersebut adalah hasil kongsi antara Metland dan pengembang asal Singapura yakni Keppel Land Limited (Keppel Land). Adapun proyek The Riviera at Pu…

Saham KRAS | Anak Usaha KRAS Operasikan Dermaga Baru Juni 2019

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Krakatau Bandar Samudera berencana meresmikan operasional dua dermaga baru di Pelabuhan Cigading, Cilegon, Banten pada Juni 2019. Keduanya akan meningkatkan kapasitas Pelabuhan Cigading menjadi 25 juta ton.
Saat ini, daya tampung Pelabuhan Cigading mencapai 21 juta ton. Sementara dua dermaga baru yakni dermaga 7.1 dan dermaga 7.2, memiliki kapasitas bongkar muat 4 juta ton. Keduanya juga menambah jumlah slot di Pelabuhan Cigading menjadi 17.
Proses pembangunan dermaga berlangsung sejak tahun lalu. Menurut rancang bangun, kedua dermaga baru dapat disandari kapal berbobot 70.000 deadweight tonnage (DWT) atau ton bobot mati. Krakatau Bandar Samudera juga melengkapi kedua dermaga dengan empat unit fasilitas jib crane.
Sebagian dermaga anyar di Pelabuhan Cigading untuk melayani kargo Grup PT Kraktaau Steel (Persero) Tbk dan PT Krakatau Posco. Produk angkutnya seperti baja dan bahan baku baja. Sebagai informasi, Krakatau Steel memiliki 100% saham Krakatau Bandar …

Saham LPPF dan ACES | Makin Ekspansif, Emiten Ritel Agresif Menambah Gerai

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten ritel masih mengandalkan ekspansi gerai untuk mengerek kinerja. PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) misalnya, akan menambah gerai baru dan pusat distribusi di Jawa Barat di tahun ini.
Head of Investor Relation LPPF Margareth Go mengatakan, perusahaan mengalokasikan belanja modal alias capital expanditure (capex) sebesar Rp 1 triliun diambil dari kas internal. Jumlah ini lebih tinggi 39% dari tahun sebelumnya.
Perusahaan yang sahamya merupakan anggota indeks Kompas100 ini berencana membangun 4-6 gerai baru seluas 26.000 m. "Kami juga akan merombak beberapa gerai agar lebih berorientasi lifestyle," ujar Margareth, Jumat (26/4).
Investasi penambahan gerai di luar merchandise membutuhkan US$ 1,5 juta setara Rp 21 miliar. Secara total perusahaan ini akan mengoperasikan 166 unit gerai hingga akhir 2019, seluas 1 juta m².
Margareth bilang, LPPF akan merampungkan pembangunan pusat distribusi. Pada 2018, perusahaan ini membeli tanah Rp 299 miliar d…

Analisa Saham PTPP, WIKA dan SMGR

PTPP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.480 kemudian 2.550 dengan support di level 2.340, cut loss jika break 2.260.
WIKA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.410 kemudian 2.470 dengan support di level 2.280, cut loss jika break 2.230.
SMGR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 14.275 kemudian 14.850 dengan support di level 13.125, cut loss jika break 12.550.
Full report bisa diakses di : IPOT

Analisa Saham WIKA, UNVR, ASII dan KLBF

MNC Daily Scope Wave 29 April 2019
Walaupun ditutup pada level 6,401 atau naik sebesar 0.5%, IHSG sempat menembus support dan menyentuh level terendahnya di 6,321 dan mengubah skenario pendeknya. IHSG kami perkirakan berpotensi menguat ke area 6,480-6,516. Apabila IHSG mampu terus menguat dan menembus level 6,525 serta tidak kembali turun ke bawah 6,321, maka kami perkirakan IHSG akan membentuk wave (v) dari wave [iii]. Sebaliknya, bila IHSG terkoreksi dan turun menembus 6,321, maka IHSG berpotensi menuju level 6,240-6,200 (berwarna merah). Support: 6,330, 6,260 Resistance: 6,480, 6,525
WIKA - Buy on Weakness (2,350) Posisi WIKA saat ini sudah berada pada akhir wave (iv) dari wave [iii]. Kami perkirakan WIKA berpotensi menguat untuk membentuk wave (v) dari wave [iii] menuju level 2,530. Buy on Weakness: 2,300-2,340 Target Price: 2,420, 2,530 Stoploss: below 2,200
UNVR - Buy on Weakness (45,500) UNVR kami perkirakan sudah berada pada akhir wave (iii) dari wave [c] dari wave B, dalam j…

Bandarmologi Saham SSIA, TOWR, PTPP, BBTN dan SMRA

Monday (29/04/2019) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand. Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas) 
IDX Composite 6,356- 6,450 SUMMARY: STRONG SELL
11 TECHNICAL INDICATORS: RSI (14): NEUTRAL STOCH (9,6): SELL MACD(12,26): SELL ATR (14): HIGH VOLATILITY ADX (14): SELL CCI (14): SELL HIGHS/LOW (14): SELL VO: SELL ROC: SELL WILLIAMS R: OVERSOLD BULLBEAR (13): SELL
BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

STOCKS PICK:
SSIA 635 - 695 TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY
BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

TOWR 710 - 755 TECHNICAL INDICATORS: NEUTRAL
BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
PTPP 2290 - 2530 TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY
BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
NET BUY…

Rekomendasi Saham Tetra X Change

Reboundnya index hari Jumat setidaknya telah membawa kembali index pada area konsolidasi 6375- 6535 yang sudah berlangsung selama 11 pekan.
Ini akan menjadi masa yang cukup panjang sebelum dan sesudah Pilpres. 
Ada potensi konsolidasi ini akan terus berlangsung hingga 22 Mei 2019 saat penentuan KPU mengenai pemenang Pilpres yang perhitungannya masih terus berlangsung. 
Tone dan Manner perdagangan hari ini : 12 Minggu Terkonsolidasi, Pekan Lalu Investor Asing Net Sell -2,3 Trilyun  Potensi Pergerakan Index : 6295 - 6454
Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :
Swing Trade :  BBNI BBTN BNLI GGRM ICBP INDF KLBF NATO POWR SMGR POOL TLKM  (cross over MA20 kemarin)
Fast Trade  :  POOL MBSS ASMI LPPF MDLN LEAD SSIA BDMN MPMX BULL MTLA GGRM MAIN TOWR TCPI POWR DYAN KLBF INDS   ( hanya berlaku hari ini)
Thank you and Happy Trading to All
TETRA X CHANGE 

Analisa Saham JPFA : Kalau Masih Hold, Bagaimana?

JPFA setelah mencapai 3100, saham ini mulai mengalami tekanan jual dengan konstan. 
JPFA turun setelah gagal bertahan di atas support 2720 dan saat ini terus mengalami pelemahan menuju 1500-an. Pastikan menjual ketika break support.
Level 1500 secara teknikal merupakan level target penurunan bagi JPFA. Terbuka ruang rebound bagi saham ini dengan batas atas di 1825, namun perlu diingat bahwa tren utama saham ini masih bearish. Jadi jangan memaksakan masuk posisi jika Anda adalah trend follower. Selama JPFA masih di bawah 1825, segala kenaikan hanya merupakan technical rebound dalam tren turun. Hati – hati jika JPFA tidak mampu bertahan di atas 1510, saham ini berpeluang meluncur ke 1300 namun jika memang level 1300 tercapai, akan terjadi rebound yang cukup cepat kembali ke 1500an.
Rekomendasi: Avoid / sell on strength bagi yang memiliki saham ini. Tunggu konsolidasi untuk menentukan strategi selanjutnya.

Disclaimer ON

SUmber:
Galerisaham

Rekomendasi Saham Komunitas Santai Profit | 29 April 2019

Saham POOL Buy 3000 2880
SL 2840
Range TP 3040 3190 3230 3340

Saham CPRI Buy 115 109
SL 107
Range TP 117 119 121 124 129

Saham MBSS Buy 715 690
SL 680
Range TP 725 750 760 785

Saham ASMI Buy 695
SL 655
Range TP 705 715 725 745 775


by Komunitas Santai Profit

Analisa Saham CTRA : Trading BUY

CTRA Daily : Trading Buy, Meskipun belum konfirm bottom reversal namun mulai terlihat indikasi kenaikkan lebih lanjut , jika tembus level 1,160 sebagai resistance terdekat berikutnya ke ,1220, Support terdekat di 1,100. Tape reading mulai relatif bagus dan hasil optimasi dari indikator terlihat sudah berada sekitar oversold area.

by Tasrul Tanar

Analisa Saham ITMG dan ASII

ITMG – BUY Harga dapat bertahan dari tekanan jual sehingga aksi beli dapat dilakukan di level Rp20,200 dengan target keuntungan di level Rp21,250.

ASII – BUY Harga melakukan rebound intraday sehingga aksi beli dapat dilakukan di level Rp7,500 dengan target keuntungan di level Rp8,000.

UOBKH

Analisa Saham ASII, BMRI dan WSBP

ASII (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 7.450 dengan resist di level 7.650 dan 7.725.

BMRI (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 7.550 dengan resist di level 7.750 kemudian 7.825.


WSBP (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 424 dengan resist di level 440 kemudian 448.
Full report bisa diakses di : ipot